Fadila (2013) dalam penelitiannya yang berjudul “Analisis rasio aktifitas
dan profitabilitas untuk mengukur kemampuan usaha pedagang kaki lima di
pasar merjosari Kecamatan lowokwaru Kabupaten Malang. Efisiensi modal tetap
dan modal kerja dengan menghitung rasio aktifitas, Total Assets Turn Over pedagang kaki lima yangberjualan gerobak rata-rata Total Assets Turn Over sebesar 1,402 kali. rata-rata Fixed Assets Turnover sebesar 117,335 kali, rata-rata
Working Capital Turnover pada pedagang kaki lima yang menggunakan gerobak
sebesar 1,419 kali. Rasio profitabilitas dilihat dengan menghitung Return on
assets dan profit marjin. ROA pada pedagang kaki lima yang menggunakan
gerobak antara 0,19 atau (19%) sampai 0,48 atau (48%).Profit marjin pada pedagang kaki lima yang menggunakan gerobak rata-rata 0,22 atau22%.
Permadi (2014) dalam penelitiannya yang berjudul “Implementasi
pengelolaan modal kerja dalam meningkatkan profitabilitas (studi pada UMKM
.UD Pasti Maju. Peternak ayam petelur Kabupaten Blitar. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui efisiensi penggunaan modal kerja dalam meningkatkan profitablitas pada UMKM Ayam Petelur Kabupatan Blitar. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) selama tiga tahun UMKM “UD PASTI MAJU”
Peternakan Ayam Petelur kabupaten Blitar, penggunaan modal kerja yang dilaksanakan yaitu didasarkan pada kebutuhan untuk membelanjai operasional
sehari-hari, menutup kerugian usaha, pembelian aktiva tetap dan membayar hutang jangka panjang. 2) Dari analisis rasio efisiensi penggunaan modal kerja dan rasio profitabilitas menunjukkan bahwa implementasi pengelolaan modal kerja di “UD PASTI MAJU” berjalan efisien dan juga dapat meningkatkan
profitabilitas.
Firmansyah (2015) dalam penelitiannya yang berjudul “Peningkatan
profitabilitas melalui efisiensi penggunaan modal kerja pada .UD.Batik Sayu
wiwit Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi
penggunaan modal kerja dalam meningkatkan profitabilitas pada UD. Batik Sayuwiwit Banyuwangi. Dari hasil penelitian saya bahwa diketahui pada 2 tahun terakhir dinilai dari perputaran modal kerja dan Return on Working Capital dari tahun 2013 sampai 2014 sudah menunjukkan efisiensi penggunaan modal kerja. Hal ini disebabkan dengan meningkatnya pendapatan dari tahun 2013 ke 2014 maka tingkat perputaran modal kerja dan return on working capital juga meningkat. Keefisiensian penggunaan modal kerja ini berimbas kepada meningkatnya profitabilitas pada UD. Batik Sayu Wiwit yang diukur menggunakan rasio NPM, OPM, GPM, ROA, TPMU, dan ROE.
Wulandari (2016) dalam penelitiannya yang berjudul” Pengelolaan
modal kerja krupuk ikan pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)
kampong krupuk Desa Kedung Rejo Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan jangka waktu periode terikatnya modal kerja, proyeksi perhitungan kebutuhan kas rata-rata per hari, dan perputaran modal kerja. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah
jangka waktu periode terikatnya modal kerja yang dibutuhkan pada UMKM kerupuk ikan kampong Krupuk Desa Kedung Rejo kerja adalah 12 hari, kebutuhan kas rata-rata per produksi pengerajin krupuk ikan UMKM Kampung Krupuk Desa Kedung Rejo untuk keperluan produksi krupuk ikan sebanyak 1 kwintal sebesar Rp. 2.487.860. dan perputaran modal kerja UMKM krupuk ikan menunjukkan kurang efisien dan efektif.
Tabel 2.1
Penelitian-Penelitian Terdahulu
No Nama
dan Tahun
Judul Penelitian Metode Penelitian Hasil Penelitian 1. Fadila (2013) Analisis rasio aktifitas dan profitabilitas untuk mengukur kemampuan usaha pedagang kaki lima di pasar merjosari Kecamatan lowokwaru Kabupaten Malang Deskriptif kualitatif dan kuantitatif
Efisiensi modal tetap dan modal kerja dengan menghitung rasio aktifitas,
Total Assets Turn Over
pedagang kaki lima yangberjualan gerobak rata-rata Total Assets Turn Over sebesar 1,402 kali. rata-rata
Fixed Assets Turnover
sebesar 117,335 kali, rata-rata Working Capital Turnover pada pedagang
kaki lima yang
menggunakan gerobak sebesar 1,419 kali. Rasio profitabilitas dilihat dengan menghitung Return on assets dan profit marjin.
ROA pada pedagang kaki lima yang menggunakan gerobak antara 0,19 atau (19%) sampai 0,48 atau (48%).Profit marjin pada pedagang kaki lima yang menggunakan gerobak rata-rata 0,22 atau22%. Alat yang digunakan untuk mengitung rasio aktifitas TATO, WCT dan rasio
Profitabilitas ROA dan PM. 2. Permadi (2014) Implementasi pengelolaan modal kerja dalam meningkatkan profitabilitas (studi pada
UMKM .UD Pasti Maju. Peternak ayam petelur Kabupaten Blitar
Kualitatif deskriptif
Dari analisis rasio efisiensi penggunaan modal kerja dan rasio profitabilitas
menunjukkan bahwa
implementasi pengelolaan modal kerja di “UD PASTI MAJU” berjalan efisien dan juga dapat meningkatkan profitabilitas. UD. PASTI
MAJU yang diukur
menggunakan rasio TPMK, RWC, GPM, OPM, NPM, TPMU, ROA dan ROE. 3. Firmansy ah (2015) Peningkatan profitabilitas melalui efisiensi penggunaan modal kerja pada .UD.Batik Sayu wiwit
Banyuwangi
Kualitatif Deskriptif
Return on Working Capital
dari tahun 2013 sampai 2014 sudah menunjukkan efisiensi penggunaan modal kerja. Hal ini disebabkan dengan meningkatnya pendapatan dari tahun 2013 ke 2014 maka tingkat perputaran modal kerja dan
return on working capital
juga meningkat.
Keefisiensian penggunaan modal kerja ini berimbas kepada meningkatnya profitabilitas pada UD. Batik Sayu Wiwit yang diukur menggunakan rasio NPM, OPM, GPM, ROA, TPMU, dan ROE.
4. Wulanda ri (2016).
Pengelolaan modal kerja krupuk ikan pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kampong krupuk Desa Kedung Rejo Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo Kualitatif Deskriptif
jangka waktu periode terikatnya modal kerja yang dibutuhkan pada UMKM kerupuk ikan kampong Krupuk Desa Kedung Rejo kerja adalah 12 hari, kebutuhan kas rata-rata per produksi pengerajin krupuk
ikan UMKM Kampung
Krupuk Desa Kedung Rejo untuk keperluan produksi krupuk ikan sebanyak 1 kwintal sebesar Rp.
Sumber data: diolah peneliti 2017
Berdasarkan penelitian terdahulu yang telah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan beberapa perbedaan dan persamaan penelitian ini dengan sebelumnya. Sehingga peneliti menggunakan modal kerja dalam meningkatkan profitabilitas. Berikut beberapa persamaan dan perbedaan dengan penelitian-penelitian terdahulu.
Tabel 2.2
Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu dan Sekarang
Persamaan Perbedaan
1. Sama-sama meneliti tentang
modal kerja dalam
meningkatkan profitabilitas. 2. Sama-sama meneliti di
UMKM
1. Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah UMKM skala usaha kecil dan
sampel yang diambil
berjumlah 33 sampel. Sedangkan penelitian terdahulu sampel yang dugunakan adalah satu perusahaan, dan laporan keuangan sudah ada.
2. Rasio profitabilitas yang di gunakan pada penelitian ini hanya ada tiga rasio yaitu ROA, GPM dan NPM.
Sumber data: diolah peneliti 2018
2.487.860. dan perputaran modal kerja UMKM krupuk ikan menunjukkan kurang efisien dan efektif. Alat yang digunakan UMKM kerupuk ikan untuk menilai pengelolaan modal kerja yaitu, periode terikat modal kerja, proyeksi kebutuhan kas rata-rata perminggu, metode keterikatan dana, metode perputaran modal kerja, metode perputaran kas, persediaan dan piutang.