• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Hasil-hasil Penelitian Terdahulu

Di dalam penelitian ini terdapat penelitain terdahulu yang bertujuan agar peneliti melakukan inovasi terhadap penelitiaannya (di bagian mana letak perbedaan antara penelitian ini dan penelitian sebelumnya).

Beberapa hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian in antara lain sebagai berikut:

Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Prima Budiawan (2009) dengan judul Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Ditinjau Dari Rentabilitas, Likuiditas Dan Solvabilitas Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan PTPN X Surakarta dari tahun 2006 - 2008 ditinjau dari rentabilitas, likuiditas, dan solvabilitas.

Dalam penelitian ini obyek penelitiannya dilaksanakan di PTPN X Surakarta. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisis rentabilitas, analisis likuiditas, analisis solvabilitas dan analisis indikator-indikator tambahan menurut Surat Keputusan Menteri Keuangan RINo.826/KMK.013/1992.

Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Erlina Yutikawati (2013) dengan judul Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada PT.

rakabu sejahtra di sragen dengan tujuan penelitian untuk menganalisis kinerja keuangan pada PT Rakabu Sejahtera pada tahun 2010-2012 ditinjau dari rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai posisi keuangan perusahaan untuk pertimbangan dalam membuat kebijakan dan strategi perusahaan dalam meningkatkan kinerja keuangannya.

Penelitian ini menggunakan Sumber data sekunder yang gunakan penulis berasal dari PT. Rakabu Sejahtera yang berupa laporan keuangan selama periode tahun 2010 sampai dengan tahun 2012. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas.

Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Agustinus Ribo (2013) yang berjudul Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan tujuan penelitian untuk menilai kinerja keuangan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dengan cara menganalisis laporan keuangan menggunakan rasio keuangan dan Economic Value Added (EVA).

Data penelitian ini diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian menunjukkan kinerja PT Telekomunikasi Indonesia Tbk berdasarkan rasio likuiditas pada tahun 2008 sampai tahun 2011 kurang baik, dimana Current Ratio (CR) perusahaan pada tahun 2008 sampai dengan tahun 2011 kurang dari 100%. Rasio solvabilitas PT Telekomunikasi Indonesia Tbk pada tahun 2008 sampai tahun 2011 baik, dimana Debt to Assets Ratio (DAR) perusahaan pada

tahun 2008 sampai tahun 2011 tidak lebih dari 100%. Rasio profitabilitas PT Telekomunikasi Indonesia Tbk pada tahun 2008 sampai tahun 2011 adalah baik, dimana hasil perhitungan rasio profitabilitas lebih besar dari suku bunga deposito berjangka satu tahun. Rasio aktivitas PT Telekomunikasi Indonesia Tbk pada tahun 2008 sampai tahun 2011 baik, dimana Total Asset Turn Over (TATO) kurang dari 1, yang artinya perusahaan kurang produktif. Sedangkan kinerja PT Telekomunikasi Indonesia Tbk berdasarkan analisis Economic Value Added (EVA) pada tahun 2008 adalah baik, dimana EVA>0, yakni Rp 40.933.610.863.200, tahun 2009 adalah kurang baik, dimana EVA<0, yakni Rp 10.014.504.371.300, tahun 2010 adalah kurang baik, dimana EVA<0, yakni Rp -7.932.881.500.000 dan tahun 2011 adalah baik, dimana EVA>0, yakni Rp 13.972.576.600.000.

Keempat, penelitian yang dilakukan oleh Anang Candra Wahyudi (2012) dengan judul Analisis Laporan Keuangan Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia mempunyai tujuan untuk mengetahui kinerja keuangan pada PT Unilever Indonesia Tbk pada tahun 2006-2010 yang di tinjau dari analisis laporan keuangan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi serta masukan-masuka bagi perusahaan untuk digunakan sebagai acuan serta bahan pertimbangan dalam usaha dari perusahaan untuk meningkatkan dan mengembangkan kinerja keuangan perusahaan saat ini dan di masa yang akan datang.

Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio keuangan yang meliputi Rasio Likuiditas (Current Ratio, Quick

Ratio, Cash Ratio), Rasio Aktivitas (Perputaran Persediaan, Perputaran Total Aktiva), Rasio Solvabilitas (Ratio Total Hutang terhadap Total Asset,Debt to Equity Ratio), Rasio Profitabilitas (Profit Margin, Return on Asset, Return on Equity). Laporan keuangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu laporan keuangan yang terdapat pada Perusahaan Unilever Indonesia pada periode tahun 2006-2010. Data dari penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari Perusahaan Unilever Indonesia Tbk.

Kelima, penelitian yang dilakukan oleh Verawati (2014) dengan judul pnelitian Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Berdasarkan Analisis Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Dan Rasio Rentabilitas Pada Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surakarta dengan tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta selama tahun 2008-2012berdasarkan analisis rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio rentabilitas.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik/metode analisis rasio keuangan berdasar laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, periode 2008, 2009, 2010, 2011 dan2012. Analisis rasio meliputi rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas. Dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio yang diperoleh PDAM Kota Surakarta tahun 2008 s/d 2011 dalam kondisi illikuid, karena lebih kecil dari ukuran 1:1 atau 100%, sedangkan tahun 2012 menunjukkan dalam kondisi likuid karena karena lebih besar dari ukuran 1:1 atau 100% ini berartibahwa PDAM Kota Surakarta mampu untuk memenuhi kewajibannya yang segera (jatuh tempo). Sedangkan Hasil perhitungan quick

ratio tahun 2008 sebesar 16,37%, tahun 2009 sebesar 41,71%, tahun 2010 sebesar 53,62%, tahun 2011 sebesar 65,13% dan tahun 2012 sebesar 136,10%, sedangkan ukuran yang ditetapkan berdasarkan prinsip hati-hati adalah 1:1 atau 100%, apabila kurang dariukuran tersebut dianggap kurang baik. Berdasarkan ukuran tersebut menunjukkan bahwa Debt to Total Aktiva Ratio yang diperoleh PDAM Kota Surakarta dalam kondisi insolvabel, dan Long Term Debt To Equity Ratio yang diperoleh PDAM Kota Surakarta. menunjukkan bahwa tahun 2008 sebesar 85,40%, tahun 2009 sebesar 67,94%, tahun 2010 sebesar 60,15%, tahun 2011 sebesar 123,06% dantahun 2012 sebesar 126,70%, sedangkan ukuran yang ditetapkan berdasarkan prinsip hati-hati adalah 1:1 atau 100%, apabila kurang dari ukuran tersebut dianggap kurang baik.Rasio Rentabilitas dalam keadaan rentabel dibuktikan dengan perhitungan rentabilitas ekonomi diperoleh PDAM Kota Surakarta, menunjukkan bahwa tahun 2008 sebesar 96,04% tahun 2009 sebesar 36,54%, tahun 2010 sebesar18,43% dan tahun 2011 sebesar 20,40% serta tahun 2012 sebesar 14,83%. Darihasil ini menunjukkan bahwa PDAM Kota Surakarta dalam keadaan rentabelitas karena kondisi ini bahwa perusahaan mampu memperoleh laba selama tiga tahun periode terakhir, walaupun mengalami penurunan perolehan laba dan sehingga mampu mempertahankan tingkat efisiensi penggunaan modal usaha perusahaan.

Keenam, penelitian yang dilakukan oleh Afifah (2016) dengan Judul Analisis Rasio Keuangan Sebagai Tolak Ukur Kinerja Keuangan Koperasi. Studi kasus pada Kopwan Setia Budi Wanita Malang periode 2012-2015. Tujuan dari penelitiannya utuk mengetahui kinerja keuangan pada koperasi dan mengetahui

kenaikan kinerja koperasi diukur dengan rasio solvabilitas, likuiditas, dan rentabilitas.

Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan cara mengumpulkan data laporan keuangan koperasi selama 5 periode dan melakukan perbandingan laporan keuangan yang diukur dengan rasio solvabilitas, likuiditas, dan rentabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rasio profitabilitas menunjukkan bahwa SU Setia Budi Wanita berdasarkan angka rasio yang cukup baik atau likuid pada analisis Return on Assets, Net Profit Margin menunjukkan hasil yang kurang baik dan Assets Turn Over, Return on Equity menunjukkan hasil yang tidak baik. Rasio likuiditas pada kopwan SU Setia Budi Wanita berdasarkan angka rasio yang yang dihasilkan angka yang cukup baik atau likuid pada analisis Current Ratio dan Quick Ratio Cash Ratio. Rasio solvabilitas kopwan SU Setia Budi Wanita menunjukkan hasil yang cukup baik atau lkuid pada analsis Assets to Debt Ratio, sedangkan analisis Debt Equity Ratio menunjukkan hasil yang kurang baik karena masih dibawah standar yang ditetapkan.

22 Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No Nama, Tahun, Judul

Penelitian

Variabel dan Indikator atau Fokus Penelitian

Metode/ Analisis Data Hasil Penelitian

1 Prima Budiawan (2009), Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Ditinjau dari Rentabilitas, Likuiditas dan Solvabilitas Rentabilitas, Likuiditas dan Solvabilitas. Penelitian kuantitatif.Metode

pengumpulan data dengan

observasi,wawancara dan

dokumentasi.

Hasil dari penelitian ini menyatakan tingkat kinerja perusahaan

menunjukkan bahwa kinerja

keuangan PTPN X Surakartadari tahun 2006 sampai tahun 2008 mengalami penurunan secara terus-menerus,yaitu pada tahun 2006 dengan kondisi sehat, tahun 2007 dengan kondisi kurangsehat dan tahun 2008 dengan kondisi tidak

sehat, yang mencerminkan

kondisikesehatan perusahaan dalam keadaan yang kurang baik.

2 Erlina Yutikawati (2013),Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai KinerjaKeuangan pada PT. Rakabu Sejahtra di Sragen

Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas dan Rasio Rentabilitas.

kualitatif.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, Sumber data sekunderyang penulis gunakan ini berasal dari PT. Rakabu Sejahtra yang berupa neracadan laporan keuangan selama periode tahun 2010 – 2012.

Berdasarkan berdasarkan current ratio kinerja PT. Rakabu Sejahtra di Sragenmempunyai yang termasuk kategori sehat, dan untuk

kinerjakeuangan likuiditas

berdasarkan pada cash ratio pada

tahun 2010 dan 2011

mengalami kinerja yang tidak sehat. Hasilanalisis rasio solvabilitas

berdasarkan pada debt ratio, times interestearned ratio, cash coverage dan long-term debt to equity termasuk dalam kategori sehat. Berdasarkan hasil perhitungan terhadap rasio rentabilitasdiketahui PT. Rakabu Sejahtra tidakmampu menghasilkan keuntungan melalui total aktiva maupun modal sendiri. 3 Agustinus Ribo (2013), Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan PerusahaanTelekomuni kasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Kinerja Keuangan

Perusahaan di Tinjau darin Rasio Keuangan eva (Economic Value Added)

Kuantitatif

Data kualitatif dan data kuantitatif. Penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif dengan penekanan pada hal yang berhubungan dengan angka dan rumus tertentu dengan menggunakan metode analisis laporan keuangan. Adapun metode analisislaporan keuangan

Hasil penelitian menunjukkan kinerja PT Telekomunikasi Indonesia Tbk berdasarkan rasio likuiditas pada tahun 2008 sampai tahun 2011 kurang baik, Rasio solvabilitas PT Telekomunikasi Indonesia Tbk pada tahun 2008 sampai tahun 2011 baik,

Rasio profitabilitas PT

Telekomunikasi Indonesia Tbk pada tahun 2008 sampai tahun 2011 adalah baik,. Rasio aktivitas PT Telekomunikasi Indonesia Tbk pada tahun 2008 sampai tahun 2011 kurang baik, Economic Value Added (EVA) pada tahun 2008 adalah baik. 4 Anang Candra Wahydi

(2012), Analisis Laporan Keuangan untukMengukurKinerja Kinerja Keuangan, Laporan Keuangan, Rasio Likuiditas, Aktivitas, Solvabilitas, Penelitian kualitatif

Data dari penelitian ini adalah datasekunder yang berasal dari Perusahaan Unilever Indonesia

Berdasarkan hasil dari penelitian yangdilakukan menunjukkan bahwa dariperhitunganrasio likuiditas yang ditinjau dari current ratio sudah

Keuangan pada Perusahaan yangGo Public di Bursa Efek Indonesia

Profitabilitas. Tbk. Tekhnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio keuangan yangmeliputi Rasio Likuiditas, Rasio Aktivitas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas.

Sumber data penelitian penelitian ini yaitu laporan keuangan yang terdapat padaPerusahaan Unilever Indonesia pada periode tahun 2006-2010.

cukup baik meskipun masih mengalami penurunanQuick ratio masih kurang baik dalam memenuhi kewajiban lancarnya,Cash ratio menunjukkanbahwa tidak terlalu rendah.Hasil perhitunganpada rasio solvabilitas pada rasio total terhadap total asset cukup baik Berdasarkan perhitungan debt to equity ratio sudah baik. Hasilperhitungan dari rasio profitabilitas pada profit margin, ROA dan ROE sudah cukup baik 5 Verawati (2014), Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Berdasarkan Analisis Rasio Likuiditas,Rasio Solvabilitas, Dan Rasio Rentabilitas

PadaPerusahaan Daerah Air Minum Kota

Surakarta

Kinerja Keuangan, Rasio Likuiditas, Rasio

Solvabilitas, Rasio Rentabilitas.

Penelitian denganmenggunakan teknik analisis rasio keuangan berdasar laporan keuanganyang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, periode 2008-2012. Analisis rasio meliputi rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas.

Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa current ratio yang diperolehPDAM Kota Surakarta tahun 2008 s/d 2011 dalam kondisi illikuidSedangkan Hasil perhitungan quick ratio dikatakan baikBerdasarkan Debt to Total Aktiva Ratio yang diperoleh PDAM Kota Surakarta dalamkondisi insolvabel, dan Long Term Debt To Equity Ratio yang diperoleh PDAMKota Surakarta. menunjukkan kategori kurang baik

6 Afifah (2016), Analisis Rasio Keuangan

Rasio Solvabilitas, Likuditas, dan

Penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui

Hasil dari penelitian ini

sebagai Tolak Ukur Kinerja Keuangan Koperas, Studi Kasus Pada Kopwan Seetia Budi Wanita Malang Periode 2012-2015

Rentabilitas observasi dan wawancara dengan

teknik analisis data yang digunakan adalah mengumpulkan data laporan keuangan koperasi selama 5 periode dengan memakai teknik analisis perbandingan laporan keuangan yang diukur dengan rasio solvabilitas, likuiditas, dan rentabilitas.

profitabilitas menunjukkan bahwa SU Setia Budi Wanita berdasarkan angka rasio yang cukup baik atau likuid pada analisis Return on Assets, Net Profit Margin menunjukkan hasil yang kurang baik dan Assets Turn Over, Return on Equity menunjukkan hasil yang tidak baik. Rasio likuiditas pada kopwan SU Setia Budi Wanita berdasarkan angka rasio yang yang dihasilkan angka yang cukup baik atau likuid pada analisis Current Ratio dan Quick Ratio Cash Ratio. Rasio solvabilitas kopwan SU Setia Budi Wanita menunjukkan hasil yang cukup baik atau lkuid pada analsis Assets to Debt Ratio, sedangkan analisis Debt Equity Ratio menunjukkan hasil yang kurang baik karena masih dibawah standar yang ditetapkan.

Dokumen terkait