BAB II KAJIAN TEORI KAJIAN TEORI
20. Guru mengucapkan salam
2) Hasil Observasi Anak
No Aspek yang Diamati Penilaian
1 2 3 4
10. Guru meminta anak untuk menunjuk kartu huruf sesuai perintah guru
11.
Guru meminta anak berlari untuk mengambil bola huruf sesuai pembagian kelompok
13.
Guru meminta anak menaruh bola huruf di tempat yang sesuai dengan bola huruf yang di ambil
14. Guru meminta anak mengurutkan bola huruf sesuai huruf vokal
15.
Guru memberikan bintang pada individu yang berhasil melakukan kegiatan tersebut.
Kegiatan Penutup
16. Guru memberikan evaluasi terhadap hasil pekerjaan anak
17.
Guru membimbing anak membuat kesimpulan atau rangkuman dari pembelajaran yang telah dilakukan
18. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya
19. Guru dan anak membaca doa sebelum pulang
20. Guru mengucapkan salam.
Nilai = 53,75
2) Hasil Observasi Anak
Dari perhitungan hasil observasi anak pada siklus I adalah aspek yang sudah dilaksanakan oleh anak berkembang sangat baik sebanyak 3 aspek dari 20 aspek. Mengenai hasil observasi anak di siklus I selama proses pembelajaran berlangsung memperoleh hasil dengan perolehan
nilai akhir 53,75 dengan nilai perolehan 43 dari 76 nilai maksimalnya. Berdasarkan perhitungan ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru pada siklus I ini mulai berkembang.
Kegiatan pendahulu terdapat 2 aspek yang mendapatkan penilaian belum berkembang. dua aspek yang mendapat skor 1 yaitu saat guru melakukan apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran karena banyak anak yang tidak merespon guru. Aspek yang mendapatkan nilai 2 yaitu saat anak berdoa bersama guru yang melakukan doa hanya sebagian anak saja. Dan 3 aspek yang mendapat skor 4 adalah saat anak menjawab salam dan menjawab kabar dari guru serta melakukan ice breaking dengan semangat. Pada kegiatan pendahulu anak mendapat nilai 19.
Kegiatan inti yang diawali dengan anak melihat media bola huruf dan mendengarkan demonstrasi guru, berkumpul dengan kelompok, berlari mengambil bola, menaruh bola ditempat yang sesuai dan mengurutkan bola huruf mendapatkan nilai 3 karena respon anak pada kegiatan tersebut sangat berantusias untuk bermain. Aspek yang mendapatkan nilai 2 ada 3 yaitu saat anak menunjuk kartu huruf sesuai perintah guru, anak menaruh bola di tempat yang sesuai serta anak mengurutkan bola huruf yang tepat sesuai perintah guru, banyak anak yang belum mampu. Sedangkan anak yang berhasil hanya beberapa maka aktivitas anak mendapat nilai 2. Dan aspek yang mendapat nilai 1 adalah saat anak diberi bintang, tetapi hanya sedikit anak yang berhasil
sehingga aktivitas anak mendapatkan nilai 1 Kegiatan inti ini guru mendapatkan nilai 16.
Kegiatan penutup terdapat 3 aspek yang yang mendapatkan penilaian belum berkembang. Aspek yang mendapat nilai 1 yaitu ketika guru lupa menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya, pada saat membaca doa sebelum pulang dan menjawab salam banyak anak yang tidak membaca doa dan menjawab salam guru. Tetapi untuk 1 aspek selanjutnya anak mendapat skor 3 yaitu pada saat anak memperhatikan evaluasi guru. Dan aspek yang mendapatkan skor 2 yaitu pada saat anak bersama guru membuat rangkuman dengan guru memberikan pertanyaan hanya sebagian anak yang mampu menjawab pertanyaan guru. Pada kegiatan penutup ini guru mendapatkan skor 8.
Beberapa aspek yang belum berkembang tersebut akan diperbaiki pada siklus II, sehingga akan diperoleh proses pembelajaran yang lebih baik dibandingkan dengan siklus I. Berikut adalah tabel yang menjelaskan tentang skor aktivitas anak pada siklus I:
Tabel 4.3.
Hasil Observasi Anak Selama Siklus I
No Aktivitas Anak Penilaian
1 2 3 4
Kegiatan Awal
1. Anak berdoa bersama guru
2. Anak menjawab salam
3. Anak menjawab kabar dari guru
4. Anak memperhatikan guru ketika mengabsen kehadiran anak
5. Anak mengikuti ice breaking yang dicontohkan guru
6. Anak menjawab pertanyaan awal “siapa
No Aktivitas Anak Penilaian
1 2 3 4
yang tahu ini huruf apa?”, “binatang apa ya yang berawalan huruf a, i, u, e dan o?”
7. Anak mendengarkan tujuan dan kompetensi yang ingin dicapai.
Kegiatan Inti
8.
Anak melihat dan mendengarkan demonstrasi yang dilakukan guru tentang bola huruf
9. Anak berkumpul sesuai kelompok 10. Anak menunjuk kartu huruf sesuai
perintah guru
11. Anak berlari untuk mengambil bola huruf sesuai pembagian kelompok
13.
Anak menaruh bola huruf di tempat yang sesuai dengan bola huruf yang di ambil
14. Anak mengurutkan bola huruf sesuai dengan huruf vokal
15. Anak diberi bintang ketika berhasil melakukan kegiatan tersebut.
Kegiatan Penutup
16. Anak memperhatikan guru memberikan evaluasi
17.
Anak bersama guru membuat kesimpulan atau rangkuman dari pembelajaran yang telah dilakukan
18.
Anak mendengarkan guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya
19. Anak dan guru bersama-sama berdoa sebelum pulang
20. Anak menjawab salam
3) Hasil Bermain dengan Media Bola Huruf
Berdasarkan hasil bermain dengan media bola huruf kelas
Playgroup, dapat diketahui bahwa jumlah nilai sebesar 1137,5. Apabila
nilai tersebut dijumlah dengan jumlah anak keseluruhan maka diperoleh nilai rata-rata yaitu 54,16. Anak yang tuntas belajar atau berkembang sangat baik dan berkembang sesuai harapan sebanyak 1 dan 8 anak. Jika jumlah anak yang tuntas dibagi dengan jumlah anak keseluruhan dan kemudian hasilnya dikalikan 100% maka persentase ketuntasan kemampuan anak mengenal lima huruf vokal yaitu 42,85%.
Pada siklus I ini kemampuan anak mengenal lima huruf vokal sudah mencapai kriteria yaitu 42,85% tetapi masih terdapat 12 anak yang belum tuntas atau mulai berkembang dan belum berkembang. Maka dari itu untuk memperoleh hasil yang maksimal perlu adanya siklus II. Berikut ini adalah hasil nilai bermain dengan media bola huruf pada anak usia 3-4 tahun di Playgroup dan Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Ketegan Taman Sidoarjo pada siklus I.
Tabel 4.4.
Hasil Nilai Kemampuan Anak Mengenal Lima Huruf Vokal
No Nama Anak Nilai Setiap Indikator JML
Nilai KET A B C D 1 ANH 3 3 3 3 75 BSH 2 CSS 4 4 3 3 87,5 BSB 3 MRA 1 1 1 1 25 BB 4 KCR 3 3 3 3 75 BSH 5 AZS 2 2 2 2 50 MB 6 FAM 3 3 3 3 75 BSH
No Nama Anak
Nilai Setiap Indikator JML
Nilai KET A B C D 7 MHS 1 1 1 1 25 BB 8 DAJ 3 3 3 3 75 BSH 9 ZAS 1 1 1 1 25 BB 10 SB 2 2 2 2 50 MB 11 MAA 3 3 3 3 75 BSH 12 VS 3 3 3 3 75 BSH 13 KYA 2 2 2 2 25 BB 14 SIN 3 3 3 3 75 BSH 15 ZHO 2 2 2 2 50 MB 16 ATF 1 1 1 1 25 BB 17 RFA 2 2 2 2 50 MB 18 APA 3 3 3 3 75 BSH 19 HFA 2 2 2 2 50 MB 20 AS 1 1 1 1 25 BB 21 AAI 2 2 2 2 50 MB Jumlah Nilai 1137,5 Nilai Rata-rata 54,16 Ketuntasan Kemampuan Mengenal Lima Huruf Vokal 42,85%
Jumlah anak yang tuntas
9 Anak
Keterangan:
A : Anak mampu menjuk huruf sesuai perintah guru B : Anak mampu menyebutkan huruf sesuai perintah guru C : Anak mampu mengambil huruf sesuai perintah guru D : Anak mampu mengurutkan huruf sesuai perintah guru
Untuk mengetahui nilai rata-rata dapat dirumuskan nilai sebagai berikut:
=54,16 Untuk mengetahui persentase kemampuan mengenal lima huruf vokal
menggunakan rumus sebagai berikut:
= 4,76% Tuntas atau Berkembang Sangat Baik)
Persentase yang tuntas atau berkembang sesuai harapan
= 38,09% (Tuntas atau Berkembang Sesuai Harapan) Persentase yang belum tuntas atau mulai berkembang
= 28,57% (Belum Tuntas atau Mulai Berkembang) Persentase yang belum tuntas atau belum berkembang
= 28,57% (Belum Tuntas atau Belum Berkembang)
d. Refleksi
Siklus I dianggap belum berhasil, karena anak belum mencapai standar kompetensi yang disyaratkan, yaitu dari keseluruhan anak, 60% sebaiknya memperoleh skor minimal 3. Oleh karena itu, setelah siklus I
berakhir, peneliti dna guru selaku praktisi menganalisis proses dan hasil siklus I. masalah-masalah yang ditemukan kemudian dijadikan landasan untuk merencanakan siklus selanjutnya sebagai langkah perbaikan dari siklus I.
Pada identifikasi masalah siklus I, ditemukan masalah-masalah sebagai berikut:
1) Anak merasa kesulitan dalam menunjuk dan menyebutkan huruf sesuai perintah guru.
2) Ada anak yang belum tepat dalam mengambil dan mengurutkan bola huruf. Hal ini dapat dilihat observasi aktivitas guru dan anak.
Faktor yang diduga menjadi timbulnya masalah-masalah tersebut adalah sebagai berikut:
1) Guru kurang memberi penekanan pada saat membelajarkan setiap huruf.
2) Guru tidak memberikan contoh cara menujuk dan menyebutkan huruf secara acak.
3) Anak tidak terbiasa dengan media bola huruf, sehingga masih salah dalam mengambil dan mengurutkan huruf.
3. Tahap Siklus II