• Tidak ada hasil yang ditemukan

TAHAP PENELITIAN

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.Hasil Penelitian

1. Hasil Observasi

Rekapitulasi data hasil observasi tiap ragam keterampilan proses sains beserta persentasenya diperlihatkan pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.1

Hasil Observasi Keterampilan Proses Sains No Ragam Keterampilan Proses sains Praktikum Rata-Rata Kategori Sistem Pencernaan Sistem Pernapasan 1 Mengamati/ Observasi 71% 74% 73% Cukup 2 Mengelompokkan/ Klasifikasi 57% 57% 57% Kurang 3 Menafsirkan/ Interpretasi 69% 68% 69% Cukup 4 Meramalkan/ Memprediksi 68% 71% 70% Cukup 5 Melakukan Komunikasi 53% 57% 55% Kurang 6 Mengajukan pertanyaan 83% 83% 83% Baik

7 Mengajukan Hipotesis 67% 67% 67% Cukup

8 Merencanakan percobaan atau Penyelidikan 79% 79% 79% Baik 9 Menggunakan Alat,

Bahan, atau Sumber 64% 64% 64% Cukup

10 Menerapkan Konsep 69% 58% 64% Cukup

11 Melakukan percobaan

atau Penyelidikan 79% 71% 75% Cukup

Data yang diperoleh pada hasil observasi ini memperlihatkan hasil tertinggi terletak pada indikator megajukan pertanyaan adalah 83% dengan kategori Baik dan indikator merencanakan percobaan/penyelidikan adalah 79% dengan kategori baik.. Sementara indikator yang memperlihatkan hasil terendah yaitu pada indikator Mengelompokkan/ klasifikasi adalah 57% dengan kategori Kurang dan indikator melakukan komunikasi adalaah 55% dengan kategori Kurang sedangkan indikator yang lainnya yaitu indikator melakukan observasi adalah 73% dengan kategori cukup, indikator menafsirkan 69%, indikator meramalkan/memprediksi 70%, indikator mengajukan hipotesis 67%, indikator menggunakan alat dan bahan serta sumber 64%, indikator menerapkan konsep 64% dan melakukan percobaan 75% dengan kategori Cukup. Jadi, berdasarkan hasil tersebut maka diperoleh rata-rata keseluruhan dari hasil observasi Keterampilan Proses Sains pada pelaksanaan praktikum biologi pada materi sistem pencernaan dan sistem pernapasan ini dalam kategori cukup dengan persentase 70%. Berikut ini diagram hasil rekapitulasi data observasi pada pelaksanaan praktikum sistem pencernaan dan sistem pernapasan.

a. Melakukan Pengamatan/ Observasi

Dalam penelitian ini, kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan keterampilan proses sains Peserta didik pada ragam indikator melakukan pengamatan atau observasi terjaring dalam pelaksanaan praktikum uji makanan pada materi sistem pencernaan. Kegiatan pada pelaksanaan praktikum uji makanan ragam indikator melakukan pengamatan atau observasi yang dilakukan peserta didik adalah yang pertama peserta didik diberikan arahan mengenai praktikum uji

makanan lalu diperkenalkan alat-alat dan bahan serta fungsi dari alat-alat yang akan digunakan, pertama mereka menghaluskan makanan seperti pisang, nasi, dan kentang pada lumpang yang telah disediakan lalu mereka meletakan sari makanan pada kertas, diteteskan menggunakan biuret, serta diteteskan menggunakan benedict untuk mengetahui kandungan lemak, protein dan glukosa yang ada pada makanan.

Kegiatan selanjutnya peserta didik diberikan pertanyaan berupa pengetahuan mengenai apa yang sebelumnya sudah dipelajari serta mengenai pengamatan yang dilakukan, observer pada ssat pelaksanaan praktikum yang bertugas yaitu mahasiswa biologi dan peneliti dapat melakukan pengamatan untuk memberi nilai pada lembar observasi yang ada dimana observer dapat melihat langsung apa yang terjadi apakah peserta didik yang diamati tersebut dapat membedakan makanan yang mengandung lemak, protein dan glukosa dengan benar, penilaian yang ada jika mahasiswa dapat mengetahui kandungan zat makanan berupa lemak, protein , amilum dan glukosa yang ada dengan sangat benar maka nilai yang didapat pada pengamatan tersebut adalah 5, begitu selanjutnya pada mahasiswa berikutnya. diminta observer untuk memberikan beberapa contoh dari makanan yang mengandug lemak, protein, amilum dan glukosa pada pengamatan ini juga observer yang bertugas dapat mengetahui apakah mahasiswa tersebut dapat menyebutkan dengan baik dan benar atau tidak, jika mahasiswa dapat menyebutkan dengan baik maka mahasiswa tersebut berhak mendapatkan nilai 5 pada lembar observasi.

Pengamatan yang selanjutnya yaitu mengenai ragam indikator yang sama yaitu melakukan pengamatan atau observasi yang dilakukan untuk mengembangkan keterampilan proses sains mahasiswa pelaksanaan praktikum mengukur udara pernapasan pada hewan pada materi sistem prnapasan. Kegiatan pertama yang dilakukan pada pelaksanaan praktikum mengukur udara pernapasan yang diamati adalah sebelum melakukan praktikum peserta didik diberikan beberapa dasar untuk pemahaman mengenai pernapasan kemudian peserta didik diperkenalkan alat-alat dan bahan serta fungsi dari alat-alat yang akan digunakan, dalam hal ini assisten praktikum yang bertugas juga menjadi observer pada pengamatan ini memberikan alat praktikum berupa respirometer sederhana kemudian peserta didik melakukan pengamatan yaitu mengukur udara pernapasan pada hewan yang telah diamati, assisten yang bertugas memberikan kesempatan kepada masing-masing peserta didik yang melakukan percobaan untuk dapat mengamati perubahan jumlah udara pernapasa yang terjadi pada hewan yang ada pada tabung respirometer tersebut, observer yang bertugas dapat memberikan penilaian sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik tersebut, apabila peserta didik tersebut sama sekali tidak mengetahui perubahan jumlah udara pernapasan pada hewan tersebut maka peserta didik mendapatkan nilai 1 yang berarti kemampuan peserta didik tersebut dalam pengamatan langsung mengenai perubahan jumlah udara pernapasan pada hewan adalah buruk sekali, begitupun terhadapa mahasiswa yang lain yang sedang diamati.

Kegiatan selanjutnya yang diamati pada pelaksanaan praktikum sistem pernapasan mengenai ragam indikator melakukan pengamatan atau observasi adalah assisten yang bertugas memberikan pertanyaan kepada peserta didik tersebut untuk menyebutkan 3 contoh penyakit paru-paru yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Dari jawaban yang diberikan oleh peserta didik tersebut tim observer yang bertugas bisa langsung menilai pada lembar observasi yang ada tanpa sepengetahuan peserta didik yang diobservasi, apabila peserta didik menjawab dengan benar hanya saja ada beberapa alasan yang kurang tepat dalam maka peserta didik tersebut mendapatkan nilai 4 pada lembar observasi yang ada dimana nilai 4 tersebut sudah termasuk kedalam kategori baik dalam menyebutkan contoh penyakit paru-paru yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan selanjutnya pada pelaksanaan praktikum mengukur udara pernapasan peserta didik sudah dapat melihat perubahan volume udara pernapasan, hanya saja ada beberapa peserta didik yang masih belum tepat dalam menjawab, begitu juga dengan kegiatan selanjutnya pada saat memberikan contoh penyakit pada paru-paru dalam kehidupan sehari-hari, peserta didik masih belum menjawab benar, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman peserta didik mengenai istem pernapasan. Kategori yang didapat dari hasil lembar observasi adalah 73% dengan kategori cukup.

b. Mengelompokkan/ Klasifikasi

Berdasarkan lembar observasi yang ada penilaian yang dilakukan adalah dengan melihat peserta didik pada saat pelaksanaan praktikum, dalam hal ini pada

pelaksanaan praktikum uji makanan ketika pelaksanaan praktikum observer melihat dari masing-masing individu apakah peserta didik tersebut dapat mencatat hasil percobaan secara individu dengan baik atau tidak, yang kedua observer kembali melihat apakah peserta didik tersebut secara individu dapat membedakan makanan yang mengandung lemak, protein, karbohidrat dan glukosa, dan kegiatan yang terakhir pada ragam indikator mengelompokkan atau mengklasifikasi pada praktikum uji makanan adalah observer melihat apakah peserta didik dapat mengetahui ciri-ciri makanan yang mengandug lemak, protein, karbohidrat dan glukosa ataukah tidak.

Selanjutnya pada kegiatan praktikum mengukur udara pernapasan yang dilihat pada kegiatan pertama adalah apakah peserta didik dapat mencatat setiap hasil pengamtan secara individu dengan baik atau tidak, kemudian pada kegiatan yang kedua observer melihat apakah peserta didik dapat membedakan perubahan volume udara pernapasan serangga berdasarkan berat serangga, dan yang terakhir adalah mengetahui ciri-ciri serangga yang memiliki rata-rata volume pernapasan paling banyak. Kategori yang didapat dari hasil lembar observasi untuk ragam indikator mengelompokkan atau klasifikasi dengan persentase 57% adalah kurang.

c. Menafsirkan/ Interpretasi

Kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan praktikum uji makanan adalah observer memberikan perintah kepada setiap anggota kelompok untuk menyimpulkan hasil penelitian secara individu dengan benar, dan pada kegiatan selanjutnya pada pelaksanaan praktikum mengukur udara pernapasan perintah

yang diberikan kepada setiap anggota kelompok adalah sama yaitu menyimpulkan hasil penelitian secara individu. Kategori yang didapat dari hasil lembar observasi keterampilan proses sains dengan persentase 69% dengan kategori cukup.

d. Meramalkan/ Memprediksi

Kegiatan yang dilakukan pada kedua pelaksanaan praktikum tersebut adalah sama, yaitu setiap anggota kelompok mengemukakan apa yang mungkin terjadi pada keadaan yang belum terjadi secara individu, dari kagiatan yang dilakukan inilah tim observer dapat menilai apakah peserta didik tersebut menguasai indikator meramalkan atau memprediksi suatu kejadian. Kategori yang didapat dari hasil lembar observasi keterampilan proses sains dengan persentase 70% adalah cukup.

e. Melakukan Komunikasi

Kegaitan yang dilakukan pada pelaksanaan praktikum uji makanan dan praktikum mengukur udara pernapasan adalah sama dimana kegiatan yang pertama dilakukan adalah masing-masing anggota kelompok diminta untuk menggambarkan data hasil percobaan menggunakan tabel, yang kedua mahasiswa diminta untuk memahami jalannya praktikum dengan menyusun dan menyampaikan hasil percobaan, dan yang terakhir adalah menjelaskan hasil percobaan kepada teman satu kelompok dan kepada kelompok lain. Kategori yang didapat dari hasil lembar observasi keterampilan proses sains dengan persentase 55% adalah kurang.

Setelah peserta didik memecahkan masalah didalam laboratorium, peserta didik memerlukan kunci untuk menyampaikan hasil percobaan nya kepada orang lain. Sebelum menyampaikan hasil percobaan kepada orang lain sebaiknya dalam satu kelompok mengajukan pertanyaan kepada teman kelompoknya masing-masing, hal ini yang akan membantu peserta didik dalam menyampaikan hasil percobaan nya kepada teman satu kelompok dan kelompok lain, apabila pada saat pelaksanaan praktikum setiap anggota kelompok tidak bertanya baik kepada teman satu kelompok maupun kelompok lain dan kepada asisten praktikumnya maka hasil percobaan yang akan disampaikan tidak akan baik, karena mengajukan pertanyaan adalah kunci yang ada pada keterampilan proses sains. Kegiatan mengajukan pertanyaan bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengetahui lebih mengenai proses dan hasil penelitian baik dalam bentuk kata-kata maupun tulisan. Pertanyaan yang diberikan haruslah yang jelas dan efektif agar peserta didik lain dapat memahami informasi yang dipertanyakan. Dari kegiatan ini kategori yang didapat dari hasil lembar observasi keterampilan proses sains dengan persentase 83% adalah baik.

g. Mengajukan Hipotesis

Kegaitan yang dilakukan pada pelaksanaan praktikum uji makanan dan praktikum mengukur udara pernapasan adalah sama dimana kegiatan yang pertama dilakukan adalah masing-masing anggota kelompok diminta untuk memberikan penjelasan sementara dari percobaan yang dilakukan dari jawaban yang diberikan oleh peserta didik tersebut maka tim observer dapat memberikan

nilai pada lembar observasi yang ada tanpa diketahui oleh peserta didik tersebut. Dari kegiatan ini kategori yang didapat dari hasil lembar observasi keterampilan proses sains dengan persentase 67% adalah cukup.

h. Merencanakan percobaan/ penyelidikan

Kegaitan yang dinilai menggunakan lembar observasi keterampilan proses sains pada pelaksanaan praktikum uji makanan dan mengukur udara pernapasan adalah dengan perlakuan yang sama, yaitu yang pertama sebelum melaksanakan percobaan peserta didik sudah mengetahui dengan baik atau belum alat, bahan serta sumber yang digunakan, karena apabila peserta didik tersebut dari masing-masing anggota kelompok tidak mengetahui alat, bahan serta sumber yang akan digunakan pada pelaksanaan praktikum adalah akan mengalami kesulitan.

Kegiatan yang kedua pada pelaksanaan praktikum ini dengan ragam indikator merencanakan percobaan atau peyelidikan adalah mengetahui jalannya praktikum, mula-mula peserta didik dipersilahkan untuk memperkenalkan alat, bahan serta sumber yang digunakan kemudian peserta didik dari masing-masing anggota kelompok yang sedang melaksanakan praktikum tersebut diberikan kesempatan untuk melakukan percobaan secara individu, setelah selesai melaksanakan praktikum secara berkelompok, hal ini untuk mengukur pemahaman serta kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan penelitian.

Kegiatan terakhir yang dilakukan pada penilaian ragam indikator merencanakan percobaan atau penyelidikan adalah peserta didik dimita untuk menentukan langkah-langkah kerja sesuai dngan pedoman yang ada, karena pada

dasarnya merencanakan percobaan atau penyelidikan pada pelaksanaan praktikum dilakukan sesuai dengan pedoman atau kisi-kisi penelitian, karena pada penelitian yang akan seharusnya dilakukan oleh peneliti itu sendiri.69 Sehingga dari kegiatan ini tim observer dapat menilai kemampuan peserta didik dalam merencanakan percobaan atau penyelidikan dengan mengguankan lembar observasi keterampilan proses sains. Dari kegiatan ini kategori yang didapat dari hasil lembar observasi keterampilan proses sains dengan persentase 79% adalah baik.

i. Menggunakan Alat, Bahan serta Sumber

Kegiatan yang dinilai pada indikator ini yang pertama adalahpeserta didik dipersilahkan untuk menggunakan alat, bahan serta sumber yang ada dilihat bagaimanakah keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik tersebut dalam menggunakan alat, bahan serta sumber yang sudah disediakan oleh asisten praktikum tersebut. Setiap peserta didik diberikan kesempatan untuk menggunakan alat, bahan serta sumber yang ada pada saat kegiatan praktikum sedang berlangsung. Kegiatan yang terakhir yang dinilai pada ragam indikator ini adalah peserta didik diberikan pertanyaan mengenai alat, bahan serta sumber yang ada, dimana peserta didik diberikan pertanyaan mengenai kegunaan alat, bahan, serta sumber yang sebelumnya telah digunakan pada pelaksanaan praktikum yang sedang berlangsung, ketepatan jawaban dari mahasiswa tersebut yang menjadi penilaian pada ragam indikator ini. Dari kegiatan ini kategori yang didapat dari

69

hasil lembar observasi keterampilan proses sains dengan kategori 76% adalah Baik.

j. Menerapkan Konsep

Penilaian yang dilakukan pada indikator ini adalah kemampuan peserta didik dalam menerapkan konsep pada percobaan yang sedang berlangsung, tim observer melihat kegiatan peserta didik tersebut apakah peserta didik pada tiap-tiap kelompok dapat memberikan pengetahuan yang baru dari hasil penelitian yang dilakukan. pada indikator menggunakan konsep dengan penilaian menggunakan lembar observasi keterampilan proses sains dengan persentase 64% termasuk kedalam kategori cukup.

k. Melakukan percobaan/ Penyelidikan

Kegiatan yang dilakukan untuk menggambarkan keterampilan proses sains peserta didik pada ragam indikator melakukan percobaan atau penyelidikan dalam penelitian ini adalah pada pelaksanaan praktikum uji makanan dan mengukur udara pernapasan penelitian pada indikator ini terjaring dari semua praktikum. Kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik pada praktikum uji makanan dan mengukur udara pernapasan ragam indikator melakukan percobaan atau penyelidikan adalah melakukan percobaan yang sedang berlangsung secara individu setelah dilakukan secara berkelompok, penilaian yang dilakukan adalah apakah peserta didik tersebut dapat melakukan percobaan yang sedang berlangsung dengan menggunakan konsep yang ada, karena suatu penelitian akan

berjalan baik jika penelitian yang berlandaskan diatas landasan teori yang kukuh dan relevan.

Kegiatan yang dilakukan pada indikator ini juga termasuk kedalam tahap menyimpulkan hasil percobaan yang telah dilakukan sehingga dimasukkan dalam ragam indikator melakukan percobaan atau penyelidikan. Kategori yang didapat pada hasil lembar observasi dengan persentase 75% adalah cukup.

Dokumen terkait