• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. Temuan Penelitian

3. Hasil Observasi Dan Wawancara Mendalam Terkait Usaha Sosial 162

Berdasarkan data amal usaha di atas bidang usaha sosial unit panti asuhan Muhammadiyah dan Al-Washliyah adalah 7 : 9, sedangkan bidang usaha sosial rumah sakit/poliklinik Muhammadiyah dan Al-Washliyah adalah 18 : 0 (nol). Di samping itu Muhammdiyah Sumatera Utara memiliki 257 masjid dan 137 muśalla, sedangkan Al-Washliyah tidak diperoleh datanya. Adapun panti-panti asuhan di bawah naungan Majelis Amal Sosial Al-Washliyah Sumatera Utara dapat dilihat pada tabel IV. 6 di bawah ini.

Tabel IV. 6: Panti-Panti Asuhan Al-Washliyah Provinsi Sumatera Utara.

No. Nama Panti Asuhan Berdiri

1 Panti Asuhan Al-Washliyah Jl. Ismailiyah Medan 15 April 1934

234

H. Arifin Umar, BA, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Al-Washliyah Sumatera Urtara, wawancara dengan pada tanggal. 22 Januari 2019.

2 Panti Asuhan Al-Washliyah Pulau Berayan Medan 16 Mei 1935

3 Panti Asuhan Al-Washliyah Binjai 1942

4 Panti Asuhan Al-Washliyah Kampung Lalang Medan 1943 5 Panti Asuhan Al-Washliyah Lubuk Pakam 5 Mei 1946 6 Panti Asuhan Al-Washliyah Tanjung Balai Oktober 1946

7 Panti Asuhan Al-Washliyah Rantau Perapat 1947

8 Panti Asuhan Al-Washliyah Gedung Johor Medan

9 Panti Asuhan Al-Washliyah Gunung Sitoli 2006

Sumber: Buku Ruh Pengembangan Al Jam‟iyatulk Washliyah… h. 81-82.

Dari data di atas dapat diketahui bahwa usaha Washliyin mendirikan panti-panti asuhan Al-Washliyah tersebut dapat berjalan hingga saat ini.

Selanjutnya peneliti melakukan observasi partisipan terkait usaha bidang sosial-kesehatan yaitu sebuah rumah sakit/klinik Al-Washliyah dengan mengunjungi langsung ke lokasi yang terletak di Jalan Gedung Arca, Stadion Teladan Medan. Dan ditemukan kondisi rumah sakit/klinik Al-Washliyah tersebut sudah lama tidak dipergunakan, dan terpampang sepanduk yang bertuliskan ―Di sini akan dibangun lokasi perkuliahan UMN Al-Washliyah‖. Adapun rumah sakit/klinik Al-Washliyah ini tidak beroperasi lagi sejak tahun 2004.235 Padahal jika rumah sakit/klinik Al-Wahliyah tersebut bisa dikelola dengan baik terlebih-lebih berada pada lokasi strategis di inti kota Medan, maka akan dapat menambah kemaslahatan bagi umat. Akan tetapi sudah terlanjur ditutup disebabkan kurang mampu mengurusi (tata kelola) nya. Dan peneliti sengaja mengunjungi langsung ke lokasi eks-bangunan rumah sakit/klinik tersebut, ternyata benar tidak beroperasi lagi, dan sedang dalam proses pembangunan untuk menjadi gedung kuliah UMN Al-Washliyah Medan. Di sisi depan gedung eks-rumah sakit/klimik Al-Washliyah tersebut terpajang sepanduk

235

ukuran besar yang menerangkan bahwa di sini akan dibangun gedung perkuliahan UMN Al-Washliyah Medan.

Dengan demikian sejak tahun 2018 lokasi eks-rumah sakit/klinik ini dialih-fungsikan oleh pimpinan Al-Washliyah menjadi lokasi gedung perkuliahan tambahan bagi Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan, dan sedang dalam proses pembangunan hingga saat penulisan tesis ini. Gedung kuliah UMN Al-Washliyah yang direncanakan tersebut diberi nama gedung Syech Muhammad Yunus.236

Berdasarkan wawancara mendalam peneliti dengan Bapak H. Rauddin Purba, SPd.I menyangkut keberadaan rumah sakit/klinik Al-Washliyah itu dijelaskannya:

Al-Washliyah pernah memiliki rumah sakit/klinik Al-Washliyah yang terletak di Jalan Stadion Teladan-Gedung Arca Medan. bahwa rumah sakit/klinik Al-Washliyah sudah beroperasi sebelum alamat kantor Pengurus Besar Al-Washliyah dipindahkan ke Jakarta, namun akhirnya tutup, tidak beoperasi lagi sejak tahun 2004 yang lalu.237

Kemudian berdasarkan wawancara mendalam peneliti dengan Ibu Rabiatul Adawiyah, SPd.I, tentang hal serupa dikatakannya:

‖Penyebab tutupnya rumah sakit/klinik Al-Washliyah tersebut adalah dikarenakan – istilahnya (respobden) orang-orang kita kurang biasa mengurusi yang seperti itu, karena lebih banyak mengurus di bidang dakwah dan pendidikan.‖ 238

236

Pemberian nama gedung kuliah UMN Al-Washliyah dengan nama ―Seych Muhammad Yunus‖ atas pertimbangan karena beliau semasa hidupnya adalah seorang ulama, mudir pada Maktab Islam Tapanuli (MIT) yaitu tempat para pendiri Al-Washliyah menimba ilmu, dan beliau pula yang telah memberi nama organisasi Al-Jam‘iyatul Wahliyah atas permintaan para peserta rapat pembentukan Al-Washliyhah ketika itu.

237

H. Rauddin Purba, SPd.I, adalah Ketua majeleis Amal Sosial Al-Washliyah Sumatera Urtara preode 2015-2020, wawancara pada tanggal. 22 Januari 2019.

238

Rabiatul Adawiyah, SPd.I adalah pengurus Angktan Puteri Al-Washliyah Sumatera Utara, wawancara pada tanggal. 22 Januari 2019.

Dari uraian di atas, menurut peneliti persoalan manajemen kepemimpinan dominan mempengaruhi pengembangan usaha-usaha Al-Washliyah tersebut. Dari pernyataan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa kendala utama dalam pengelolaan usaha Al-Washliyah adalah kekurangmampuan mengelola usaha. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Di antaranya: kepemimpinan, budaya organisasi, adminstrasi, manajemen, organisasi, motivaissi ekonomi syariah, minat, aset, dan pemahaan. Namun yang paling besar pengaruhnya terhadap pengembangan usaha berbasis syariah tersebut adalah kepemimpinan dan budaya organisasi. Hal ini didapat berdasarkan fakta, keterangan para informan yang kompeten sebagaimana paparan di atas. Pendapat lain mengatakan bahwa di kalangan Washliyin Provinsi Sumatera Utara persoalan modal, manajemen, adminstrasi, regulasi merupakan permasalahan utama dalam pengembangan usaha berbasis syrariah di kalangan Washliyin dan terutama adalah pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi yang belum maksimal pengaruh positifnya.

Dari temuan-temuan di atas, maka amal usaha Washliyin dapat dikatakan yaitu:

1. Periode kepemimpinan PW AW SU sebelum kedudukan PB AW pindah ke Jakaarta, bidang dakwah, pendidikan, dan sosial (merupakan amal ittifaq Al-Washliyah). Ketiga amal usaha tersebut sudah menjadi kesepakatan dan diusahakan bersama dengan sungguh-sungguh oleh Washliyun untuk mengembangkannnya sejak awal berdiri hingga tahun 1985 (kedudukan PB AW masih di Medan). Akan tetapi masih belum maksimal hingga saat ini.

2. Adapun usaha ekonomi yaitu bank syariah PT. BPR Syariah Al-Washliyah dapat dikatakan sebagai inovasi baru yang dilakukan oleh Washliyun berdasarkan putusan Muktmanar Al-Washliyah XVI di Jakarta tahan 1986 (sesudah kedudukan PB AW pindah ke Jakarta) tersebut. Namun demikian usaha ekonomi bank syariah PT. BPR Syariah Al-Washliyah ini masih juga menghadapi beberapa kendala dalam pengembangannya. Demikian pula halnya kendala serupa

dijumpai pada usaha pendidikan dan sosial (rumah sakit/klinik) Al-Washliyah. Dengan demikian tentu maju mundurnya ketiga usaha berbasis syariah tersebut tidak terlepas dari pengaruh kepemimpnan dan budaya organisasi.

Keadaan ini dipicu oleh adanya persoalan utama di tubuh organisasi Al-Washliyah dalam pengembangan amal usahanya sebagaina dijelaskan oleh Dr. H.

Dedi Iskandar Batubara sebagai berikut:

Saat ini setidaknya dapat mengklasifikasi amal usaha Al-Washliyah ke dalam 3 bagian; (1) kepemilikan dan pengelolaannya ada pada Al Washliyah, (2) kepemilikannya ada pada perorangan/yayasan namun pengelolaannya melibatkan organisasi (3) kepemilikannya dan pengelolaannya bukan pada Washliyah (hanya menggunakan nama Al-Washliyah saja). 239

Dengan demikian dapat dipahami, amal usaha Al-Washliyah akan tetap mnghadapi masalah internal dan eksternal sebagai kendala utama di kalangan Washliyin untuk pengembangan ke araah yang lebih baik kini maupun hari-hari ke depan. Masalah utama sekaligus kendala utama dimaksud akan terus menjadi penghambat kemajuan usaha yaitu selama ketiga masalah utama tersebut belum dapat dicarikan solusi mengatasinya serta penegakan aturan main (rule of game) yang jelas (regulasi). Namun keadaan ini pulalah dianggap oleh sebahagian orang sebagai ciri khas organisasi ini hingga eksis sampai sekarang karena nama organisasi Al-Washliyah tetap dijadikan nama usaha bersama meskiupun berbeda dalam manajemen dan administrasinya.

Dengan perkataan lain, penjelasan pernyataan di atas menunjukkan, bahwa Al-Washliyah memiliki masalah utama di dalam tata kelola usahanya, dan akan tetap mengalami kendala, dan sulit untuk berkembang dengan baik. Oleh sebab itu

239

Petikan artikel (2014) masalah utama amal usaha Al-Washliyah oleh Dr. H. Dedi

Iskandar Batubara adalah Wakil Sekretaris PW Al Washliyah Sumatera Utara, Anggota Dewan

Pendidikan Sumatera Utara, Sekretaris DPD KNPI Sumatera Utara, Mahasiswa Program Doktoral (S3) Studi Pembangunan FISIP USU, dan Anggota DPD RI Pemilu 2014-2019 Daerah Pemilihan Sumatera Utara.

diharapkan Washliyun dapat menyikapi hal ini dengan segera mengatasinya, misalnya berubah dari model kepemimpinan dan budaya organsiasi yang berjalan sekarang menjadi kepemimpinan lillah (Lillah leadership and sharia entepreneurship) dan menerapkan budaya organisasi Islami dengan baik dan istiqamah (konsisten), sunguh-sungguh.

C. Analisis dan Pembahasan.

Setelah peneliti melakukan wawancara yang mendalam dengan para informan penelitian dan kajian kepustakaan serta berdasarkan kajian penelitian, artikel, dokumen, dan observasi partisipan terkait kepemimpinan dan budaya organisasi yang mempengaruhi pengembangan usaha berbasis syariah di kalangan Washliyin Provinsi Sumatera Utara. Selanjutnya peneliti akan menganalisis dan melakukan pembahasan terhadap temuan-temuan penelitian tersebut, sehingga hasilnya dapat diketahui secara transparan. Mengingat bahwa data yang terkumpul bersifat kualitatif, maka dalam menganalisa data digunakan analisis deskriptif dengan mendeskripsikan dan mengkomparasikan dengan konsep kepemimpinan dan budaya organisasi yang telah dikemukakan. Tentu menganalisis data sesuai dengan rumusan masalah pada bab I, yaitu bagaimana kepemimpinan mempengaruhi pengembangan usaha berbasis syariah di kalangan Washliyin Provinsi Sumatera Utara. Dan bagaimana budaya organisasi mempengaruhi pengembangan usaha berbasis syariah di kalangan Washliyin Provinsi Sumatera Utara.

Hasil penelitian di atas merupakan proses penelitian lapangan yang telah dilakukan peneliti selama kurun waktu Desember 2018 hingga Februari 2019 dengan pemenuhan persyaratan penelitian pada lokasi penelitian yaitu Kesatu, Pimpinan Wilayah Al Jam‘iyatul Washliyah/Majelis Pendidikan Al-Washliyah dan Organisasi Bahagian Al-Washliyah Provinsi Sumatera Utara Jalan Sisingamagaraja No. 144 Medan Kota, 202217. Kedua, Bank Syariah PT. BPR Syariah Al-Washliyah Jalan Gunung Krakatau No. 28 Medan. Dan ketiga,

Eks-Rumah Sakit/Klinik Al-Washliyah Jalan Stadion Teladan - Jl. Gedung Arca Medan Kota.

1. Kepemimpinan dalam usaha berbasis syariah di kalangan Washliyin

Dokumen terkait