Case Study : PT Commonwealth Life Pontianak
3. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis
PT. Commonwealth Life Cabang Pontianak merupakan salah satu perusahaan asuransi yang bergerak di bidang asuransi jiwa. Dalam proses penentuan produk asuransi untuk calon nasabah selama ini dengan cara menjelaskan secara langsung produk asuransi jiwa apa saja yang ada dan di jual pada perusahaan. Proses pengambilan keputusan penentuan produk asuransi bagi calon nasabah dilakukan setelah agen menjelaskan detil produk asuransi, kemudian agen menanyakan informasi detil tentang calon nasabah tersebut. Proses tersebut tentunya kurang efektif karena akan menghabiskan waktu yang cukup lama. Dengan adanya sistem pendukung keputusan pemilihan produk asuransi diharapkan dapat membantu pihak asuransi dalam menentukan produk asuransi bagi calon nasabah dengan lebih cepat dan tepat.
Informasi yang dibutuhkan dalam pembuatan sistem diperoleh dengan melakukan wawancara, kuesioner, observasi, dan studi dokumentasi. Data produk asuransi dapat dilihat pada tabel 1
Tabel 1. Data Produk Asuransi
6. COMM Link & COMM Link Premier 7. Maxiwealth Link
8. Elite Link 9. Prime Value
Kriteria yang digunakan dalam proses pemilihan produk asuransi dapat dilihat pada tabel 2 Tebel 2. Kriteria Pemilihan Produk Asuransi
No Kriteria Nama Kriteria
1. C1 Usia TOPSIS. AHP digunakan untuk menentukan pembobotan dari setiap kriteria. TOPSIS digunakan untuk melakukan perankingan alternatif produk asuransi.
a. Pembobotan Kriteria dengan model AHP
Langkah pertama dalam menentukan bobot kriteria adalah melakukan perbandingan berpasangan dengan skala satu sampai dengan sembilan. Perbandingan berpasangan tersebut dilakukan dengan membuat matriks perbandingan berpasangan kriteria dimana nilai perbandingan dari setiap kriteria diperoleh dari hasil pembagian kuesioner dan hasilnya seperti ditunjukan pada tabel 3
Tabel 3. Matriks Pebandingan Berpasangan Penentuan Bobot Kriteria
C1 C2 C3 C4 C5
Baris jumlah diperoleh dari penjumlahan nilai setiap kolom. Tahap selanjutnaya adalah melakukan normalisasi matriks dengan membagi angka-angka pada tabel 3 dengan nilai jumlah
tiap kolom. Nilai baris C1, kolom C1 dibagi dengan jumlah kolom C1 = 1 / 2,2833 = 0,4380.
Perhitungan dilakukan pada seluruh nilai sehingga mendapatkan matriks ternormalisasi dan dapat di lihat pada tabel 4
Tabel 4. Normalisasi Matriks Perbandingan Berpasangan Penentuan Bobot Kriteria
C1 C2 C3 C4 C5 Jumlah Baris Prioritas
Nilai pada kolom prioritas didapatkan dari hasil penjumlahan masing-masing baris dibagi dengan jumlah krieria yang digunakan. Matriks bobot prioritas kriteria dari tabel 4 dapat di lihat secara rinci pada tabel 5
Tabel 4. Prioritas kriteria
Prioritas 0,4162 0,2618 0,1611 0,0986 0,0624
Langkah selanjutnya adalah mencari konsistensi matriks yang diperoleh dari perkalian matriks perbandingan berpasangan tabel 3 dengan tabel bobot prioritas tabel 4. Matriks konsistensi dapat dilihat pada tabel 5
Langkah selanjutnya adalah perhitungan rasio konsistensi dengan cara membagi jumlah matriks konsistensi tabel 5 dengan nilai bobot prioritas tabel 4. Sehingga perhitungan rasio konsistensinya adalah sebagai berikut:
Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan
λ
maks, CI dan CR dimana banyaknya kriteria (n) adalah 5 (lima):Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dimana nilai CR untuk faktor kriteria yang digunakan menunjukkan nilai kurang dari 0,1 maka rasio konsistensinya dapat diterima.
b. Perangkingan Alternatif Produk Asuransi dengan Metode TOPSIS
Metode TOPSIS didasarkan pada konsep bahwa alternatif terpilih yang terbaik tidak
ISSN: 1978-1520
Rating kecocokan dari setipa alternatif produk dengan setiap kriteria yang digunakan dapat di lihat pada tabel 7
Tabel 7. Rating Kecocokan Alternatif pada setiap Kriteria
Kriteria Rentang Data Rangking
Usia < 15 Tahun 2 Data calon nasabah yang akan digunakan dalam proses perhitungan dapat dilihat pada tabel 8
Tabel 8. Data calon nasabah Calon
Nasabah
Kriteria
Usia Jenis Kelamin Pekerjaan Pendapatan Tinggi & Berat Badan (IMT) Wahyu 27 thn diperoleh melalui perhitungan AHP (tabel 4) sebagai berikut:
Usia = (5 + 0,4162) / 2 = 2,7081 Jenis Kelamin = (4 + 0,2618) / 2 = 2,1309 Pekerjaan = (2 + 0,1611) / 2 = 1,0805 Pendapatan = (2 + 0,0986) / 2 = 1,0493 Tinggi dan Berat Badan = (5 + 0,0624) / 2 = 2,5312
Tahap selanjutnya adalah membangun sebuah matriks keputusan alternatif produk berdasarkan rating kecocokan dari setiap alternatif pada setiap kriteria yang dapat dilihat pada tabel 9
Tabel 9. Rating Kecocokan dari Setiap Alternatif pada Setiap Kriteria Usia Jenis
Kelamin Pekerjaan Pendapatan Tinggi &
Berat Badan
Investra Link 4 5 3 4 4
Investra Link Ekstra 5 4 4 4 3
Investra Titanium 4 5 4 4 3
Usia Jenis
Kelamin Pekerjaan Pendapatan Tinggi &
Berat Badan
Dari tabel 9 maka diperoleh matrik X =
[
Tahap selanjutnya adalah membuat matriks keputusan ternormalisasi R dengan perhitungan normalisasi matriks sesuai persamaan 3 [5]
(1)
Tahap selanjutnya adalah membuat matriks keputusan yang ternormalisasi terbobot yang dihasilkan dari matriks ternormalisasi R dikalikan dengan bobot kriteria dimana bobot kriteria diperoleh dari perhitungan dengan metode AHP bobot calon nasabah yaitu W=(2,7081; 2,1309;
1,0805; 1,0493; 2.5312). Contoh perhitungan : 2,7081 * 0,3393 = 0,9188. Perhitungan dilakukan hingga keseluruhan nilai dan menghasilkan matriks keputusan yang ternormalisasi terbobot.
ISSN: 1978-1520
112 Jurnal Ilmiah SISFOTENIKAJuly201xIJCCS
Hasil penentuan solusi ideal positif dan solusi ideal negatif dapat dilihat pada tabel 10 Tabel 10. Solusi ideal positif dan solusi ideal negatif
C1 C2 C3 C4 C5
A+ 1,1485 0,7750 0,4757 0,4789 1,0933
A- 0,6891 0,6200 0,1903 0,1916 0,6560
Tahap selanjutnya perhitungan jarak tiap alternatif terhadap solusi ideal positif dan negatif yang dilakukan dengan persamaan 4 dan 5 [5]
i = 1,2,...,m. (4)
i = 1,2,...,m. (5)
Tabel 11. Jarak Alternatif terhadap Solusi ideal Positif dan Negatif
Altrnatif D+ D-
Investra Link 0,3820 0,4127
Investra Link Ekstra 0,4832 0,5329
Investra Titanium 0,5121 0,3869
Investra Link Prosper 0,5264 0,4142
Investra Platinum 0,4165 0,3779
COMM Link & COMM Link Premier 0,4977 0,5531
Maxiwealth Link 0,4907 0,4940
Elite Link 0,5265 0,4134
Prime Value 0,5760 0,3001
Tahap terakhir adalah menghitung nilai preferensi setiap alternatif dengan persamaan 6 [6]
(6)
Nilai preferensi dan ranking dari setiap alternatif dapat dilihat pada tabel 12 Tabel 12. Nilai Preferensi Alternatif dan Perangkingan Alternatif
Altrnatif Nilai Preferensi Rank
COMM Link & COMM Link Premier 0,5263 1
Investra Link Ekstra 0,5244 2
Investra Link 0,5193 3
Maxiwealth Link 0,5016 4
Investra Platinum 0,4757 5
Investra Link Prosper 0,4403 6
Elite Link 0,4398 7
Investra Titanium 0,4304 8
Prime Value 0,3426 9
c. Desain Proses
Dalam penelitian ini pemodelan proses direpresentasikan dengan menggunakan Data Flow Diagram(DFD) dan menggunakan dua jenis DFD yaitu diagram konteks dan diagram level 0 untuk menggambarkan pemodelan proses dari sistem yang akan dibangun.
1. Diagram Konteks
Diagram konteks menggambarkan aliran data yang mencakup masukan-masukan dasar, sistem umum dan keluaran serta menunjukan sistem secara keseluruhan. Gambar 2 merupakan diagram konteks dari sistem pendukung keputusan pemilihan produk asuransi yang menggambarkan ruang lingkup dari sistem secara keseluruhan.
SPK
Rancangan relasi data yang akan digunakan pada sistem pendukung keputusan pemilihan produk asuransi dapat dilihat pada gambar 4
Gambar 4. Perancangan Relasi Data
ISSN: 1978-1520
114 Jurnal Ilmiah SISFOTENIKAJuly201xIJCCS
input bobot nilai alternatif produk asuransi, input bobot nilai kriteria calon nasabah, dan perhitungan bobot kriteria serta hasil perangkingan alternatif produk. Berikut implementasi antarmuka SPK pemilihan produk asuransi:
Gambar 5. Rancangan Antarmuka Halaman Input Kriteria Calon
Gambar 7. Rancangan Antarmuka Halaman Perangkingan Alternatif 3.4 Pengujian
Pengujian dilakukan dengan tiga cara. Cara pertama adalah pengujian fungsionalitas sistem menggunakan Black Box Testing seperti pada tabel 13 berikut ini
Tabel 13. Pengujian Fungsionalitas
No Komponen
Pengujian Pengujian Hasil yang diharapkan Hasil
Pengujian 1. Login User Melakukan proses login sesuai
dengan akun user yang terdaftar
Sistem dapat diakses apabila user berhasil melakukan proses login
Setelah proses login user berhasil sistem akan menampilkan menu dan halaman sesuai dengan level user yang melakukan login
Diterima
2. Menu Kriteria Melakukan proses tambah, ubah, dan hapus data kriteria
Sistem dapat melakukan proses tambah, ubah, dan hapus data kriteria
Diterima Memasukkan keyword search
berupa nama kriteria yang akan dicari pada form pencarian
Sistem dapat melakukan proses pencarian dan menampilkan hasilpencarian sesuai dengan keyword yang di inputkan
Diterima
Melakukan cetak data kriteria Sistem dapat membuat laporan kriteria Diterima 3. Menu Nilai Bobot
Kriteria
Melakukan pengisian bobot kriteria pada matriks perbandingan berpasangan kriteria
Sistem dapat melakukan input bobot kriteria pada matriks perbandingan berpasangan kriteria
Diterima
4. Menu Alternatif Melakukan proses tambah, ubah, dan hapus data alternatif
Sistem dapat melakukan proses tambah, ubah, dan hapus data alternatif
Diterima Memasukkan keyword search
berupa nama alternatif yang akan dicari pada form pencarian
Sistem dapat melakukan proses pencarian dan menampilkan hasil
pencarian sesuai dengan keyword yang di inputkan
Diterima
No Komponen
Pengujian Pengujian Hasil yang diharapkan Hasil
Pengujian 6. Menu calon Melakukan input bobot kriteria
calon dan hapus data skala nilai bobot calon
Sistem dapat melakukan proses tambah, ubah, dan hapus data skala nilai bobot calon
Diterima
9. Menu user Melakukan proses tambah, ubah, dan hapus data user
Sistem dapat melakukan proses tambah, ubah, dan hapus data user
Diterima
Dari pengujian fungsionalitas prototype yang telah dilakukkan semua komponen yang diujikan 100% berhasil dilakukkan.
Pengujian kedua adalah pengujian akurasi sistem dengan menggunakan cotoh histori data nasabah seperti pada tabel 14 berikut ini
Tabel 14. Pengujian Akurasi
Nama Usia Jenis
Kelamin Pekerjaan Pendapatan Tinggi &
Berat Badan Hasil Manual
Dari hasil dari pengujian yang dilakukan diketahui tidak terdapat perbedaan antara output prototype sistem SPK dengan hasil proses prospekting secara manual oleh agen asuransi.
Pengujian ketiga menggunakan User Acceptance Test seperti pada tabel 15 berikut ini Tabel 15. Pengujian User Acceptance Test
No Pertanyaan TS (%) S (%) SS (%)
1. Prototipe yang dikembangkan dapat digunakan untuk menentukan produk asurnsi bagi calon
nasabah. 0 33,3 66,7
2. Prototipe memiliki kriteria penilaian yang sesuai dengan penentuan produk asuransi
perusahaan. 0 33,3 66,7
3. Prototipe memberikan keleluasaan kepada anda untuk melakukan penambahan, perubahan,
dan penghapusan kriteria serta merubah bobot penilaian pada tiap-tiap kriteria. 0 50 50 4. Prototipe memberikan keleluasaan kepada anda untuk melakukan penambahan, perubahan,
dan penghapusan alternatif produk serta merubah bobot penilaian pada tiap-tiap alternatif 0 50 50
ISSN: 1978-1520
116 Jurnal Ilmiah SISFOTENIKAJuly201xIJCCS
perubahan bobot yang dibuat.
8. Peringkat yang dibuat oleh SPK dapat digunakan untuk menentukan produk asuransi bagi
calon nasabah. 0 33,3 66,7
Jumlah rata-rata 0 43.73 56,27
Berdasarkan hasil pengujian
dapat disimpulkan bahwa sistem dapat diterapkan dalam pemilihan produk asuransi. Hal ini didasarkan pada nilai rata-rata hasil 43,73% responden menjawab setuju dan 56,27% responden menjawab sangat setuju.4. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengujian menggunakan user acceptance test, prototype yang dikembangkan dapat digunakan untuk menentukan produk asuransi bagi calon nasabah. Hasil perangkingan sistem dapat digunakan sebagai acuan dalam penentuan produk asuransi bagi calon nasabah. Pengujian akurasi prototype sistem dilakukan dengan membandingkan output model dan prototype sistem dengan histori data nasabah bulan November 2017 dan diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan hasil antara proses manual dan proses sistem. Pengujian terhadap fungsionalitas sistem dilakukkan dengan metode Black Box Testing dimana semua komponen yang diujikan 100% berhasil dilakukkan.
5. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka untuk pengembangan selanjunaya dapat dilakukan pengembangan sistem dimana sistem dapat melakukan perhitungan premi asuransi. Dapat juga dilakukan pengembangan sistem dimana sistem dapat melakukan perhitungan dan menampilkan uang pertanggungan yang akan didapatkan bagi calon nasabah.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Darmawi, H., 2006, Manajemen Asuransi, PT. Bumi Aksara, Jakarta.
[2] A Okfalisa, 2014. SIstem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Produk Asuransi Jiwa Bagi Nasabah Menggunakan Metode Smarter. Jurnal Sains, Teknolodi dan Industri, Vol.12, No.1, Desember 2014. Program studi Teknik Informatika UIN SUSKA Riau.
[3] Hartono, S. R., 1992, Hukum Asuransi Dan Perusahaan Asuransi, Sinar Grafika, Jakarta [4] Sastrawidjaja, M. S., Endang, 1993, Hukum Asuransi, Alumni, Bandung.
[5] Aruan, A., 2014, Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Asuransi Jiwa Menggunakan Metode Fuzzy Multi Criteria Decision Making, Pelita Informatika Budi Darma, 12-15 [6] Kusrini, 2007, Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan, Penerbit Andi,
Yogyakarta.
[7]
Wijaya, K., Wowor, H., Tulenan, V., 2015, Sistem Pendukung Keputusan
Penerima Beasiswa dengan Metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution di Universitas Sam Ratulangi Manado, E-journal TeknikInformatika, 1-6.
[8] Kusumadewi, S., Hartati, S., Harjoko, A., 2006, Fuzzy Multi-Attribute Decision Making (Fuzzy MADM), Graha Ilmu, Yogyakarta.
[9] Saptarini, N. G. A. P. & Prihatini, P. M., 2015, Decision Support System for Scholarship in Bali State Polytechnic Using AHP and TOPSIS, International Conference on Information Technology and Business, 38-46.
[10] Wang, Y., & Ji, W., 2014, Supermarket Food Safety Evaluation Based on Topsis Method, Second International Conference on Enterprice System, 19-23.
1. Topik yang akan dipublikasikan oleh Jurnal – Jurnal SISFOTENIKA berhubungan dengan teknologi informasi, komunikasi dan komputer yang berbentuk kumpulan/akumulasi pengetahuan baru, pengamatan empirik atau hasil penelitian, dan pengembangan gagasan atau usulan baru 2. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia baku atau bahasa Inggris, belum pernah dipublikasikan
serta bebas dari unsur plagiat. Naskah dilengkapi surat pernyataan tertulis dikirim melalui OJS masing – masing Jurnal anggota CORIS (Cooperation Computer Research Inter University).
3. Redaksi berhak menolak naskah yang tidak memenuhi kriteria/persyaratan teknis, mengadakan perubahan susunan naskah, memperbaiki bahasa dan berkonsultasi dengan penulis sebelum naskah dimuat.
4. Naskah diketik dengan komputer menggunakan Microsoft Word, di atas kertas ukuran 21 cm x 29,7 cm (A4), margin atas bawah kanan kiri 3 cm, spasi 1, huruf Times New Roman ukuran font untuk judul artikel adalah 18 point, dan font pada isi makalah 11 point. Naskah ditulis dengan layout 1 kolom.
5. Jumlah halaman berkisar antara 10 sampai 14 halaman, dan jumlah gambar tidak boleh melebihi 30% dari seluruh tulisan
6. Judul makalah maksimal 12 kata dalam bahasa Indonesia atau 10 kata dalam Bahasa Inggris.
Judul harus mencerminkan dengan tepat masalah yang dibahas di makalah, dengan menggunakan kata-kata yang ringkas, lugas, tepat, jelas dan mengandung unsur-unsur yang akan dibahas.
7. Nama penulis ditulis di bawah judul sebelum abstrak tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun. Instansi penulisa dituliskan Program Studi, Jurusan, Fakultas, dan nama Perguruan Tinggi penulis bernaung dan alamat email untuk korespondensi dengan ukuran 11 point bold.
8. Sistematika penulisan naskah, terdiri dari:
a. Abstrak dan kata kunci
Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan panjang masing-masing 150 - 200 kata dan dicetak miring dengan Times New Roman 11 point, diketik dengan jarak 1 spasi. Abstrak disusun dengan kalimat-kalimat ringkas, jelas, runtut, sistematis, dapat menggambarkan apa serta mengapa penelitian dikerjakan, bagaimana dikerjakan, dan apa hasil penting yang dicapai dari penelitian.
b. Pendahuluan
Pendahuluan ditulis dengan Times New Roman 11 point. Pendahuluan menguraikan:
1) latar belakang permasalahan yang diselesaikan, dan isu-isu yang terkait dengan masalah yang diselesaikan.
2) tinjauan pustaka yang memuat uraian sistematis tentang informasi hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Bagian ini memuat kelebihan dan kelemahan yang mungkin ada pada penelitian-penelitian sebelumnya yang dapat dijadikan argumen bahwa penelitian yang akan dikerjakan ini bersifat menyempurnakan atau mengembangkan penelitian terdahulu.
3) landasan teori berupa rangkuman teori-teori yang diambil dari pustaka yang mendukung penelitian, serta memuat penjelasan tentang konsep dan prinsip dasar yang diperlukan
dilakukan dalam penelitian ini. Selain itu, langkah penelitian juga perlu ditunjukkan dalam bentuk diagram alir langkah penelitian atau framework secara lengkap dan terinci termasuk di dalamnya tercermin algoritma, rule, pemodelan-pemodelan, desain, dan lain-lain yang terkait dengan aspek perancangan sistem.
d. Hasil dan Pembahasan
Bagian Hasil dan Pembahasan merupakan bagian yang memuat semua temuan ilmiah yang diperoleh sebagai data hasil penelitian. Bagian ini diharapkan memberikan penjelasan ilmiah yang secara logis dapat menerangkan alasan diperolehnya hasil-hasil tersebut yang dideskripsikan secara jelas, lengkap, terinci, terpadu, sistematis, serta berkesinambungan.
Pemakalah menyusun secara sistematis disertai argumentasi yang rasional tentang informasi ilmiah yang diperoleh dalam penelitian, terutama informasi yang relevan dengan masalah penelitian. Pembahasan terhadap hasil penelitian yang diperoleh dapat disajikan dalam bentuk uraian teoritik, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Dalam pelaksanaannya, bagian ini dapat digunakan untuk memperbandingkan hasil-hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian yang sedang dilakukan terhadap hasil-hasil penelitian yang dilaporkan oleh peneliti terdahulu yang diacu pada penelitian ini. Secara ilmiah, hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian dapat berupa temuan baru atau perbaikan, penegasan, atau penolakan interpretasi suatu fenomena ilmiah dari peneliti sebelumnya
Untuk memperjelas penyajian, hasil penelitian disajikan secara cermat agar mudah dipahami, misalnya dapat ditunjukkan dalam bentuk tabel, kurva, grafik, gambar, foto, atau bentuk lainnya sesuai keperluan secara lengkap dan jelas. Perlu diusahakan agar saat membaca hasil penelitian dalam format tersebut, pembaca tidak perlu mencari informasi terkait dari uraian dalam pembahasan. Akhir dari bagian ini memuat keterangan tentang kelebihan dan kelemahan sistem, yang dideskripsikan secara terinci.
Tabel dan gambar harus diberi identitas yang berupa nomor urut dan judul tabel atau gambar yang sesuai dengan isi tabel atau gambar, serta dilengkapi dengan sumber kutipan.
Judul tabel ditulis dalam Times New Roman 11 point, ditempatkan di atas tabel, tanpa diakhiri tanda titik. Tabel tidak boleh dipenggal, kecuali kalau tidak mungkin diketik dalam satu halaman. Pada halaman lanjutan tabel dicantumkan nomor tabel dan ditulis kata Lanjutan tanpa judul. Bagan, grafik, peta, foto, semuanya disebut gambar. Judul gambar dalam Times New Roman 11 point, tepat di bawah gambar, tanpa diakhiri oleh tanda titik. Keterangan gambar dituliskan pada tempat yang kosong pada halaman yang sama. Skala dan satuan pada grafik harus dibuat sejelas mungkin. Setiap tabel dan gambar harus dirujuk dalam makalah.
Persamaan harus diberi nomor urut pada bagian sebelah kanan.
e. Kesimpulan dan Saran 1) Kesimpulan
Saran merupakan pernyataan singkat, jelas, dan tepat tentang apa yang diperoleh, memuat keunggulan dan kelemahan, dapat dibuktikan, serta terkait langsung dengan tujuan penelitian. Uraian pada bagian ini harus merupakan pernyataan yang pernah dianalisis/dibahas pada bagian sebelumnya, bukan pernyataan yang sama sekali baru dan tidak pernah dibahas pada bagian sebelumnya, serta merupakan jawaban atas permasalahan yang dirumuskan. Bagian ini tidak perlu ada uraian penjelasan lagi.
2) Saran
Saran memuat berbagai usulan atau pendapat yang sebaiknya dikaitkan oleh penelitian sejenis. Saran dibuat berdasarkan kelemahan, pengalaman, kesulitan, kesalahan, temuan baru yang belum diteliti dan berbagai kemungkinan arah penelitian selanjutnya.
merujuk 1 artikel yang telah dipublish oleh oleh anggota CORIS. Adapun anggota CORIS adalah:
No Nama PTS Nama Jurnal
1 Univ Potensi Utama Medan CSRID
2 Univ Klabat Manado CogITo Smart Journal
3 Univ Dian Nuswantoro Semarang JAIS dan TECHNO.COM
4 STMIK Pontianak Sisfotenika
5 STMIK Dipanegara Jusiti
6 STMIK Tasikmalaya Voice of Informatics
7 STIKOM Bali Eksplora Informatika
8 STMIK Raharja CCIT
9 Univ. AMIKOM Yogyakarta CITEC Journal
Daftar pustaka disusun menurut urutan kemunculan rujukan. Urutan dimulai dengan penulisan nama penulis, tahun, judul, penerbit, dan kota terbit. Penulisan nama penulis adalah nama keluarga (nama belakang) diikuti nama kecil (nama depan). Untuk kutipan dari internet berisi nama penulis, judul artikel, alamat website, dan tanggal akses. Daftar Pustaka hanya memuat pustaka yang benar-benar diacu dalam makalah ditulis Times New Roman 11 point, dan disusun sbb:
1. Urutan Daftar Pustaka berdasarkan berdasarkan urutan kemunculan rujukan.
2. Daftar Pustaka hanya memuat pustaka yang benar-benar diacu dalam makalah ditulis Times New Roman 11 point, dan disusun sbb:
1) Urutan Daftar Pustaka berdasarkan berdasarkan urutan kemunculan rujukan.
2) Tulisan untuk suatu sumber pustaka diketik satu spasi. Jarak di antara sumber pustaka tetap dua spasi.
3) Sumber refernsi dari Internet harus berasal dari artikel ilmiah-resmi.
4) Setiap pustaka ditulis menurut:
a) Buku: nama pengarang, tahun penerbitan, judul, edisi (jika perlu), jilid (jika perlu), nama penerbit, kota penerbit
b) Majalah/Jurnal Ilmiah/Prosiding: nama penulis, tahun penerbitan, judul, nama majalah/jurnal ilmiah/prosiding, edisi (jika perlu), nama penerbit, kota penerbit c) Laporan Penelitian: nama peneliti, tahun, judul, jenis penelitian, nama lembaga,
kota
d) Internet: nama penulis, tanggal akses, judul artikel, alamat URL secara lengkap.
Publikasi di web selain e-book, e-journal, dan e-proceeding tidak diperbolehkan untuk dijadikan rujukan penelitian ilmiah.
g. Biodata Penulis
Pada bagian akhir paper memuat biodata penulis yang mencakup nama lengkap, tempat tanggal lahir, alamat koresponden (rumah/kantor dan email), tahun lulus dan bidang ilmu untuk S1, S2 atau S3, spesialisasi dan minat keilmuan serta hal-hal lain yang dianggap perlu dicantumkan.
ISSN (ONLINE) : 2460 – 5344
IJCCS ISSN: 1978-1520
Copyright @thTerbit, Nama Perguruan Tinggi Anggota CORIS, Nomor ISSN Dikirim: Tgl Kirim; Direvisi: Tgl Revisi; Diterima: Tgl Terima