Hasil
• Total Biaya Produksi
Total biaya produksi pada penelitian ini diperoleh dari penjumlahan semua biaya yang dikeluarkan untuk produksi meliputi biaya bibit, biaya pakan, biaya obat-obatan, biaya sewa kandang, biaya perbaikan dan peralatan kandang, penyusutan kandang, biaya tenaga kerja dan biaya fumigasi. Rataan total biaya produksi dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel. 4. Rataan total biaya produksi analisis ekonomi pemanfaatan tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum ayam pedaging umur 1- 42 hari (Rp / ekor).
Perlakuan Ulangan Total Rataan
1 2 3 4 5 P0 22051,60 24960,72 21261,91 22099,72 23180,70 113554,65 22710,93 P1 21044,75 21757,13 21969,19 22660,04 21632,88 109063,99 21812,79 P2 21535,58 20514,87 20636,84 21446,81 22360,50 106494,60 21298,92 P3 21362,06 20208,87 21196,18 19996,97 19620,59 102384,67 20476,93 Total 85993,99 87441,59 85064,12 86203,54 86794,67 431497,91 Rataan 21498,49 21860,39 21266,03 21550,88 21698,66 21574,89
Tabel. 4. memperlihatkan bahwa rataan biaya produksi pemeliharaan ayam pedaging secara keseluruhan adalah 21574,89 dengan kisaran 20476,93 sampai dengan 22710,93. Rataan biaya produksi tertinggi terdapat pada P0 sebesar 22710,93 dan total biaya produksi terkecil terdapat pada P3 yang memakai tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) sebesar 20476,93.
Abdul Basith Habibi : Analisis Ekonomi Pemanfaatan Tepung Daun Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dalam Ransum Ayam Pedaging Umur 1 42 Hari, 2009.
USU Repository © 2009
• Total Hasil Produksi
Total hasil produksi pada penelitian ini diperoleh dari penjumlahan semua biaya yang diperoleh dari hasil produksi yaitu penjualan ayam dan penjualan kotoran ayam. Rataan total hasil produksi selama penelitian dapat dilihat pada Tabel. 5.
Tabel. 5. Rataan total hasil produksi analisis ekonomi pemanfaatan tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum ayam pedaging umur 1- 42 hari (Rp / ekor).
Perlakuan Ulangan Total Rataan
1 2 3 4 5 P0 20280 21936 18336 22256,4 21295,2 104103,6 20820,72 P1 19264,8 18966 18814,8 20740,8 19416 97202,4 19440,48 P2 18033,6 18278,4 17112 16158 19034,4 88616,4 17723,28 P3 16226,4 15398,4 13098 12918 14858,4 72499,2 14499,84 Total 73804,8 74578,8 67360,8 72073,2 74604 362421,6 Rataan 18451,2 18644,7 16840,2 18018,3 18651 18121,08
Tabel. 5. menunjukkan bahwa rataan hasil produksi pemeliharaan ayam pedaging secara keseluruhan adalah 18121,08 dengan pendapatan tertinggi pada
P0 tanpa penambahan semak bunga putih (Chromolaena odorata) sebesar 20820,72 sedangkan pendapatan terendah terdapat pada P3 sebesar
14499,84.
• Laba / Rugi
Laba / rugi pada penelitian ini diperoleh dari selisih antara total hasil produksi dengan total biaya produksi, dimana total hasil produksi diperoleh dari hasil penjualan ayam beserta kotorannya. Sedangkan total biaya produksi diperoleh dari jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan selama pemeliharaan.
Abdul Basith Habibi : Analisis Ekonomi Pemanfaatan Tepung Daun Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dalam Ransum Ayam Pedaging Umur 1 42 Hari, 2009.
USU Repository © 2009
Tabel. 6. Rataan laba / rugi analisis ekonomi pemanfaatan tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum ayam pedaging umur 1- 42 hari (Rp / ekor).
Perlakuan Ulangan Total Rataan
1 2 3 4 5 P0 -1771,60 -3024,72 2925,91 -156,28 -1885,70 -3912,39 -782,47 P1 -1779,95 -2791,13 -3154,39 -1919,24 -2216,88 -11861,59 -2372,31 P2 -3501,98 -2236,47 -3524,84 -5288,81 -3326,1 -17878,2 -3575,64 P3 -5135,66 -4810,47 -8098,18 -7078,97 -4762,19 -29885,47 -5977,09 Total -10467,16 -13417,45 -11481,05 -11073,73 -11081,65 -57521,04 Rataan -2616,79 -3354,36 -2870,26 -2768,43 -2770,41 -2876,05
Tabel. 6. menunjukkan bahwa rataan laba / rugi pemeliharaan ayam pedaging secara keseluruhan adalah -2876,05 dengan kerugian tertinggi pada P3 sebesar -5977,09 sedangkan kerugian terendah pada P0 tanpa penambahan semak bunga putih (Chromolaena odorata) sebesar -782,47 sedangkan kerugian P1 dan P2 berturut-turut adalah -2372,31 dan -3575,64.
• Break Event Point Harga Produksi
Pada penelitian ini break event point untuk harga produksi diperoleh hasil pembagian total biaya produksi dengan jumlah ternak per perlakuan per ulangan. Sehingga diperoleh analisa BEP harga produksi seperti pada Tabel. 7.
Tabel. 7. Rataan BEP harga produksi analisis ekonomi pemanfaatan tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum ayam pedaging umur 1- 42 hari (Rp / ekor).
Perlakuan Ulangan Total Rataan
1 2 3 4 5 P0 20046,90 20940,20 21433,37 18279,33 20052,50 100752,30 20150,46 P1 18411,85 21185,13 21580,73 20142,25 20563,57 101883,53 20376,70 P2 22087,77 20764,03 20635,91 24623,20 21709,22 109820,13 21964,02 P3 24441,71 24406,84 30237,06 28939,17 24587,20 132611,98 26522,39 Total 84988,23 87296,20 93887,07 91983,95 86912,49 445067,94 Rataan 21247,05 21824,05 23471,76 22995,98 21728,12 22253,39
Abdul Basith Habibi : Analisis Ekonomi Pemanfaatan Tepung Daun Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dalam Ransum Ayam Pedaging Umur 1 42 Hari, 2009.
USU Repository © 2009
Tabel. 7. menunjukkan bahwa rataan BEP harga produksi pemeliharaan ayam pedaging secara keseluruhan adalah 22253,39 dengan kisaran 20150,46 sampai dengan 26522,39. BEP harga produksi tertinggi terdapat pada P3 sebesar 26522,39 dan BEP harga produksi terkecil terdapat pada P0 sebesar 20150,46.
• Break Event Point volume produksi
Untuk break event point volume produksi diperoleh dari hasil pembagian total biaya produksi dengan harga ayam (Rp / Kg). Sehingga diperoleh BEP volume produksi seperti pada Tabel. 8.
Tabel. 8. Rataan BEP volume produksi analisis ekonomi pemanfaatan tepung
daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum ayam pedaging umur 1- 42 hari (Kg / ekor).
Perlakuan Ulangan Total Rataan
1 2 3 4 5 P0 1,22 1,38 1,18 1,22 1,28 6,28 1,25 P1 1,16 1,20 1,22 1,25 1,20 6,03 1,20 P2 1,19 1,13 1,14 1,19 1,24 5,89 1,17 P3 1,18 1,12 1,17 1,11 1,09 5,67 1,13 Total 4,75 4,83 4,71 4,77 4,81 23,87 Rataan 1,18 1,20 1,17 1,19 1,20 1,19
Pada Tabel. 8. terlihat bahwa rataan BEP volume produksi pemeliharaan ayam pedaging secara keseluruhan adalah 1,19 dengaan BEP volume produksi tertinggi terdapat pada P0 sebesar 1,25 dan BEP volume produksi terkecil terdapat pada P3 sebesar 1,13 sedangkan nilai BEP volume produksi P1 dan P2 berturut-turut sebesar 1,20 dan 1,17.
• Income Over Feed Cost (IOFC)
Income over feed cost (IOFC) diperoleh dengan menghitung selisih
Abdul Basith Habibi : Analisis Ekonomi Pemanfaatan Tepung Daun Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dalam Ransum Ayam Pedaging Umur 1 42 Hari, 2009.
USU Repository © 2009
Sehingga diperoleh Rataan IOFC seperti pada Tabel. 9.
Tabel. 9. Rataan IOFC analisis ekonomi pemanfaatan tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum ayam pedaging umur 1- 42 hari (Rp / ekor).
Perlakuan Ulangan Total Rataan
1 2 3 4 5 P0 10240,40 8987,28 9086,09 12168,70 10126,50 50608,95 10121,79 P1 9261,25 92220,87 8857,61 10092,80 9759,12 130191,61 26038,32 P2 8510,02 9775,53 8487,16 6723,19 8685,90 42181,80 8436,36 P3 6876,34 7201,53 3913,82 4933,03 7159,81 30084,53 6016,90 Total 34888,01 118185,21 30344,68 33917,70 35731,33 253066,89 Rataan 8722,00 29546,30 7586,17 8479,42 8932,83 12653,34
Dari Tabel. 9. terlihat bahwa Rataan IOFC pemeliharaan ayam pedaging tertinggi terdapat pada P0 sebesar 10121,79 dan terkecil terdapat pada P3 sebesar 6016,90. Rataan IOFC secara keseluruhan adalah 12653,34 selama enam minggu pemeliharaan.
Abdul Basith Habibi : Analisis Ekonomi Pemanfaatan Tepung Daun Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dalam Ransum Ayam Pedaging Umur 1 42 Hari, 2009.
USU Repository © 2009
Pembahasan
• Total Biaya Produksi
Untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) maka dilakukan analisis keragaman yang dapat dilihat pada Tabel. 10.
Tabel. 10. Analisis ragam total biaya produksi analisis ekonomi pemanfaatan tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum ayam pedaging umur 1- 42 hari
SK DB JK KT F hitung F tabel 0,05 0,01 Perlakuan 3 13144269,6 4381423,19 4,95* 3,24 5,29 Galat 16 14152063,65 884503,98 Total 19 27296333,23 Keterangan : * = nyata
Dari hasil yang diperoleh pada Tabel. 10. menunjukkan bahwa tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) yang diberikan berbeda nyata (0,05 > P < 0,01) terhadap total biaya produksi pemeliharaan ayam pedaging. Untuk mengetahui perlakuan mana yang memberikan pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut, berupa uji BNT yang dapat dilihat pada Tabel. 11.
Tabel. 11. Uji BNT total biaya produksi analisis ekonomi pemanfaatan tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum ayam pedaging umur 1- 42 hari
Perlakuan Rataan F 0,01
P3 20476,93 C
P2 21298,92 BC
P1 21812,79 AB
P0 22710,93 A
Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan adanya perlakuan yang berbeda nyata pada taraf 1%
Abdul Basith Habibi : Analisis Ekonomi Pemanfaatan Tepung Daun Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dalam Ransum Ayam Pedaging Umur 1 42 Hari, 2009.
USU Repository © 2009
Hasil yang diperoleh dari Tabel. 11. menunjukkan bahwa pada penggunaan tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) nilai yang paling rendah diperoleh pada P3. Pengaruh P3 ini terhadap total biaya produksi berbeda nyata terhadap P0. Tidak demikian halnya dengan perlakuan lainnya yaitu P0, P1 dan P2 berbeda tidak nyata antara satu dengan lainnya. Pada P0, P1 dan P2 tidak berpengaruh terhadap total biaya produksi. Hasil yang berbeda nyata pada P0 dan P3 disebabkan karena semakin tinggi penggunaan tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum maka total biaya produksi yang dikeluarkan akan semakin kecil. Demikian juga sebaliknya, semakin rendah penggunaan tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum, maka semakin besar biaya produksi yang dikeluarkan. Hal ini disebabkan harga bahan pakan penyusun ransum cukup tinggi pada saat penelitian. Dengan penambahan tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum akan mengurangi biaya pembelian bahan pakan penyusun ransum.
• Total Hasil Produksi
Untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) terhadap total hasil produksi ayam pedaging, maka dilakukan analisis keragaman yang dapat dilihat pada Tabel. 12.
Tabel. 12. Analisis ragam total hasil produksi analisis ekonomi pemanfaatan
tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum ayam pedaging umur 1- 42 hari
SK DB JK KT F hitung F tabel 0,05 0,01 Perlakuan 3 111502482,3 37167494,11 23,17** 3,24 5,29 Galat 16 25666886,02 1604180,38 Total 19 137169368,35 Keterangan : ** = sangat nyata
Abdul Basith Habibi : Analisis Ekonomi Pemanfaatan Tepung Daun Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dalam Ransum Ayam Pedaging Umur 1 42 Hari, 2009.
USU Repository © 2009
Hasil yang diperoleh dari Tabel. 12. menunjukkan bahwa tepung semak
bunga putih (Chromolaena odorata) yang diberikan berbeda sangat nyata ( P ≥ 0,01) terhadap total hasil produksi pemeliharaan ayam pedaging. Untuk
mengetahui perlakuan mana yang memberikan pengaruh sangat nyata maka dilakukan uji lanjut, berupa uji BNT yang dapat dilihat pada Tabel. 13.
Tabel. 13. Uji BNT total hasil produksi analisis ekonomi pemanfaatan tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum ayam pedaging umur 1- 42 hari
Perlakuan Rataan F 0,01
P3 14499,84 D
P2 17723,28 C
P1 19440,48 AB
P0 20820,72 A
Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan adanya perlakuan yang berbeda sangat nyata pada taraf 1%
Hasil yang diperoleh dari Tabel. 13. dapat dilihat bahwa perlakuan tanpa pemberian tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) atau P0 memberikan hasil yang paling tinggi terhadap total hasil produksi. Tetapi P0 berbeda tidak nyata terhadap P1. Hal ini disebabkan hasil produksi yang didapat (hasil penjualan ayam dan kotorannya) berbeda tidak nyata. Sedangkan perlakuan yang lain yaitu P2 dan P3 berbeda sangat nyata antara satu dengan lainnya. Dari rataan dapat dilihat hasil produksi pada P2 dan P3 yang didapat cukup rendah jika dibandingkan dengan P0 dan P1. Dari uji BNT dapat dilihat untuk P1, P2 dan P3 hasilnya adalah berbeda sangat nyata. Total hasil produksi yang dihasilkan tersebut dipengaruhi oleh penjualan ayam dan juga pendapatan dari penjualan kotoran ayam. Hal ini sesuai dengan pendapat Rasyaf, (1995) menyatakan bahwa pendapatan usaha merupakan seluruh penerimaan yang diperoleh oleh suatu usaha
Abdul Basith Habibi : Analisis Ekonomi Pemanfaatan Tepung Daun Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dalam Ransum Ayam Pedaging Umur 1 42 Hari, 2009.
USU Repository © 2009
peternakan, baik yang berupa hasil pokok (penjualan ayam pedaging, baik itu hidup atau karkas) maupun hasil samping berupa penjualan tinja dan alas “litter”.
• Laba / Rugi
Hasil laba / rugi yang diperoleh menunjukkan bahwa tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) yang diberikan dalam susunan ransum ayam pedaging memberikan hasil yang kurang ekonomis, baik dari segi pertambahan bobot badan ataupun laba yang diperoleh. Semua perlakuan yang ada mengalami kerugian. Kerugian tertinggi ada pada perlakuan P3 sebesar -5977,09 sedangkan kerugian terendah terdapat pada P0 sebesar -782,47. Hal ini dipengaruhi oleh total hasil produksi yang dihasilkan tidak mampu menutupi biaya produksi sehingga pada setiap perlakuan mengalami kerugian. Total hasil produksi yang rendah dipengaruhi oleh harga jual ayam dan kotorannya (untuk pupuk kandang) belum mampu menutupi total biaya produksi yang tinggi. Hal ini sesuai dengan pernyataan Soekartawi, (1995) yang menyatakan laba sebagai nilai maksimum yang dapat didistribusikan oleh suatu satuan usaha dalam suatu periode. Untuk memperoleh angka yang pasti mengenai tingkat keuntungan atau kerugian suatu usaha, hal yang terpenting yang perlu dilakukan adalah pencatatan, baik untuk pos-pos pengeluaran (biaya) maupun pos-pos pendapatan. Sekecil apapun biaya dan pendapatan tersebut harus dicatat.
• Break Event Point Harga Produksi
Untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) terhadap BEP harga produksi ayam pedaging, maka dilakukan analisis keragaman yang dapat dilihat pada Tabel. 14.
Abdul Basith Habibi : Analisis Ekonomi Pemanfaatan Tepung Daun Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dalam Ransum Ayam Pedaging Umur 1 42 Hari, 2009.
USU Repository © 2009
Tabel. 14. Analisis ragam BEP harga produksi analisis ekonomi pemanfaatan tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum ayam pedaging umur 1- 42 hari
SK DB JK KT F hitung F tabel
0,05 0,01 Perlakuan 3 131262005,9 43754001,96 12,87** 3,24 5,29 Galat 16 54389433,40 3399339,59
Total 19 185651439,27 Keterangan : ** = sangat nyata
Hasil yang diperoleh dari Tabel. 14. menunjukkan bahwa tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) yang diberikan berbeda sangat nyata (P ≥ 0,01) terhadap BEP harga produksi pemeliharaan ayam pedaging. Untuk mengetahui perlakuan mana yang memberikan pengaruh sangat nyata maka dilakukan uji lanjut, berupa uji BNT yang dapat dilihat pada Tabel. 15.
Tabel. 15. Uji BNT BEP harga produksi analisis ekonomi pemanfaatan tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum ayam pedaging umur 1- 42 hari
Perlakuan Rataan F 0,01
P0 20150,46 C
P1 20376,70 C
P2 21964,02 B
P3 26522,39 A
Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan adanya perlakuan yang berbeda sangat nyata pada taraf 1%
Hasil yang diperoleh dari Tabel. 15. menunjukkan bahwa penggunaan tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) antar perlakuan terhadap BEP harga produksi berbeda sangat nyata kecuali pada P0 dan P1 yang berbeda tidak nyata. Penggunaan yang paling baik diperoleh pada P0 sebesar 20150,46. Jika dilihat dari rataan, nilai P0 lebih kecil dibandingkan perlakuan lainnya. Tetapi P0 adalah yang paling baik nilai BEP harga produksinya. Sedangkan pada perlakuan
Abdul Basith Habibi : Analisis Ekonomi Pemanfaatan Tepung Daun Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dalam Ransum Ayam Pedaging Umur 1 42 Hari, 2009.
USU Repository © 2009
lain yaitu P1, P2 dan P3, walaupun berbeda sangat nyata antar perlakuan, nilai rataan BEP yang diperoleh kurang baik karena terlalu tinggi (harga jual ayam).
Break event point harga produksi ini sebenarnya memberikan gambaran
tentang harga produsen yang harus dicapai dengan volume produksi yang telah ditentukan agar modal / biaya yang dikeluarkan dapat kembali. Hal ini sesuai dengan pendapat Rahardi, (1993) yang menyatakan bahwa BEP (break even
point) dimaksudkan untuk mengetahui titik impas (tidak untung dan juga tidak
rugi) dari usaha bisnis yang diusahakan tersebut. Jadi dalam keadaan tersebut pendapatan yang diperoleh sama dengan modal usaha yang dikeluarkan.
• Break Event Point Volume Produksi
Untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) terhadap BEP volume produksi ayam pedaging, maka dilkukan analisis keragaman yang dapat dilihat pada Tabel. 16.
Tabel. 16. Analisis ragam BEP volume produksi analisis ekonomi pemanfaatan tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum ayam pedaging umur 1- 42 hari
SK DB JK KT F hitung F tabel 0,05 0,01 Perlakuan 3 0,039215 0,01 4,90* 3,24 5,29 Galat 16 0,04 0,0025 Total 19 0,08 Keterangan : * = nyata
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) yang diberikan berbeda nyata (0,05 > P < 0,01) terhadap BEP volume produksi pemeliharaan ayam pedaging. Untuk mengetahui perlakuan mana yang memberikan pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut, berupa uji BNT yang dapat dilihat pada Tabel. 17.
Abdul Basith Habibi : Analisis Ekonomi Pemanfaatan Tepung Daun Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dalam Ransum Ayam Pedaging Umur 1 42 Hari, 2009.
USU Repository © 2009
Tabel. 17. Uji BNT BEP volume produksi analisis ekonomi pemanfaatan tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum ayam pedaging umur 1- 42 hari
Perlakuan Rataan F 0,01
P3 1,13 D
P2 1,17 C
P1 1,20 B
P0 1,25 A
Keterangan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan adanya perlakuan yang berbeda nyata pada taraf 1%
Hasil yang diperoleh dari Tabel. 17. menunjukkan bahwa penggunaan tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) antar perlakuan terhadap BEP volume produksi berbeda nyata satu dengan lainnya. Nilai rataan tertinggi diperoleh dari P0 sebesar 1,25 dan yang terendah pada P3. Jika dilihat dari rataan nilai, P0 adalah yang paling tinggi sebesar 1,25. Dari nilai rataan, dapat dilihat P0 yang paling baik pertumbuhan bobot badannya dibandingkan perlakuan lainnya. Perlakuan ini yang paling baik dari segi nilai BEP volume produksi.
Break event point volume produksi ini sebenarnya memberikan gambaran
tentang total produksi yang harus dicapai dalam usaha agribisnis dengan harga produksi (harga ayam) yang telah ditentukan agar modal / biaya yang dikeluarkan dapat kembali. Dengan demikian dari Tabel. 17. diatas dapat dilihat bahwa titik modal akan tercapai jika volume (berat) ayam yang dihasilkan untuk P0 tanpa tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) sebesar 1,25, P1 sebesar 1,20 P2 sebesar 1,17 dan P3 sebesar 1,13 agar modal / biaya yang dikeluarkan dapat kembali. Ini sesuai dengan pendapat Sigit, (!991) yang menyatakan bahwa apabila nilai titik impas tersebut telah tercapai, maka usaha tersebut tidak mengalami kerugian dan tidak pula mengalami keuntungan. Sehingga bilamana nilai titik
Abdul Basith Habibi : Analisis Ekonomi Pemanfaatan Tepung Daun Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dalam Ransum Ayam Pedaging Umur 1 42 Hari, 2009.
USU Repository © 2009
impas tersebut terlampaui, maka profit yang diperoleh adalah sebesar selisih antara total pendapatan dengan nilai titik impas.
• Income Over Feed Cost (IOFC)
Untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) terhadap IOFC ayam pedaging, maka dilakukan analisis keragaman yang dapat dilihat pada Tabel. 18.
Tabel. 18. Analisis ragam IOFC analisis ekonomi pemanfaatan tepung daun semak bunga putih (Chromolaena odorata) dalam ransum ayam pedaging umur 1- 42 hari
SK DB JK KT F hitung F tabel 0,05 0,01 Perlakuan 3 1236958325 412319441,83 1,20tn 3,24 5,29 Galat 16 5496458224,03 343528639,00 Total 19 6733416549,53 Keterangan : tn = tidak nyata
Hasil yang diperoleh dari Tabel. 18. menunjukkan bahwa tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) yang diberikan bebeda tidak nyata (P ≤ 0,05) terhadap IOFC pemeliharaan ayam pedaging. Hal ini dipengaruhi pendapatan yang dihasilkan (pertambahan bobot badan dikali harga jual) dan biaya ransum selama penelitian. Hasil IOFC penelitian memiliki total rataan sebesar 12653,3 selama enam minggu pemeliharaan. Pengaruh pemberian tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) tehadap IOFC (melalui pertambahan bobot badan) kurang baik, dikarenakan tingginya kandungan serat kasar dalam tepung semak bunga putih tersebut, sehingga ayam kurang maksimal penyerapan zat nutrisi dalam ransum. Akibatnya pertambahan bobot badan terganggu, sehingga mempengaruhi besarnya pendapatan yang akan diperoleh. Pendapatan yang diperoleh juga tidak sebanding dengan biaya ransum untuk setiap perlakuan.
Abdul Basith Habibi : Analisis Ekonomi Pemanfaatan Tepung Daun Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dalam Ransum Ayam Pedaging Umur 1 42 Hari, 2009.
USU Repository © 2009
Menurut Prawirokusumo, (1990) Income Over Feed Cost (IOFC) adalah selisih total pendapatan dengan biaya pakan yang digunakan selama usaha penggemukan ternak. IOFC ini merupakan barometer untuk melihat seberapa besar biaya pakan yang merupakan biaya terbesar dalam usaha penggemukan ternak.
Abdul Basith Habibi : Analisis Ekonomi Pemanfaatan Tepung Daun Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dalam Ransum Ayam Pedaging Umur 1 42 Hari, 2009.
USU Repository © 2009
Rekapitulasi hasil penelitian
Tabel. 19. Rekapitulasi hasil penelitian penggunaan tepung semak bunga putih (Chromolaena odorata) terhadap analisa ekonomi ayam pedaging selama enam minggu pemeliharaan.
Parameter Perlakuan
P0 P1 P2 P3
Total Biaya Produksi 22710,93A 21812,79AB 21298,92BC 20476,93C Total Hasil Produksi 20820,72A 19440,48AB 17723,28C 14499,84D Laba / Rugi -782,47 -2372,31 -3575,64 -5977,09 BEP Harga Produksi 20150,46C 20376,70C 21964,02B 26522,39A BEP Volume Produksi 1,25A 1,20B 1,17C 1,13D IOFC 10121,8tn 26038,30tn 8436,36tn 6016,91tn Keterngan : Notasi huruf yang berbeda menunjukkan adanya perlakuan yang berbeda sangat nyata
tn = tidak nyata
Dari Tabel. 19. dapat dilihat bahwa dari hasil penelitian total biaya produksi berbeda nyata antara P0 dan P3 kecuali P0, P1 dan P2 berbeda tidak nyata, total hasil produksi berbeda sangat nyata kecuali P0 dan P1 berbeda tidak nyata, laba / rugi mengalami kerugian pada tiap perlakuannya, BEP harga produksi berbeda sangat nyata kecuali pada P0 dan P1 berbeda tidak nyata, BEP volume produksi berbeda nyata pada masing-masing perlakuan dan IOFC berbeda tidak nyata.
Abdul Basith Habibi : Analisis Ekonomi Pemanfaatan Tepung Daun Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dalam Ransum Ayam Pedaging Umur 1 42 Hari, 2009.
USU Repository © 2009