DESAIN DAN PEMBUATAN JALA TEMBAK OTOMATIS YANG ERGONOMIS DENGAN METODE PHAL AND BEITZ
HASIL DAN PEMBAHASAN
Data antropometri pengguna dimensi tubuh petani dari Panjang Tangan (PT), Dimensi genggaman (DG) dan Panjang Jari Telunjuk (PJT) di desa Kalanganyar sebanyak 32 orang (laki-laki) dapat dilihat pada gambar berikut ini:
a. Panjang Tangan pada saat Menjala (PT)
Gambar 1 Uji Keseragaman panjang tangan pada saat menjala (PT)
(Sumber : Pengolahan Data) b. Dimensi gengaman tangan (Dg)
c. Mengukur panjang jari telunjuk untuk jangkauan menarik tombol pada jala tembak otomatis (PJT)
Gambar 3 Uji keseragaman panjang jari telunjuk (PJT)
(Sumber : Pengolahan Data)
Berdasarkan grafik uji keseragaman data untuk seluruh dimensi tubuh para petani, diperlihatkan pada Tabel 1berikut:
Tabel 1 Hasil Uji Keseragaman Data (Sumber : Pengolahan Data) Dimensi tubuh BKA (cm) BKB (cm) ∑X (cm) X (cm) Data Min. (cm) Data Maks. (cm) Keterangan PT 75,97 62,85 2.221 69,41 66 73 Seragam DG 11,97 6,85 301 9,41 8 11 Seragam PJT 8,35 5,95 229 7,15 6 8 Seragam
Menentukan persentil berdasarkan data-data dimensi tubuh para petani yang telah diperoleh dapat ditentukan ukuran cangkul dengan menyesuaikan persentil.
· Menentukan panjang jala tembak otomatis PT jala = X + P95 (SD) = 69,41 + 1,645 (3,28) = 74,80 cm ≈ 75 cm (0,75 m) PT jala = X + P5 (SD) = 69,41 - 1,645 (3,28) = 64,02 cm ≈ 64 cm (0,64 m)
Jadi ukuran panjang jala tembak otomatis para petani adalah antara 75 cm sampai 64 cm (0,75 sampai 0,64 meter).
· Menentukan kenyamanan diameter pvc saat memegang jala tembak otomatis DG jala = X + P5 (SD)
= 9,41 - 1,645 (1,28)
= 7,31 cm ≈ 7,5 cm (0,075 m)
Jadi ukuran diameter pada PVC (pipa) jala tembak otomatis adalah 7,5 cm (0,75 meter).
· Mengukur panjang jari telunjuk pada saat menembakkan jala (PJT) PJT jala = X + P95 (SD)
= 7,15 + 1,645 (0.60) = 8,137cm ≈ 8 cm (0,08 m)
PJT jala = X + P5 (SD) = 7,15 - 1,645 (0,60)
= 6,163 cm ≈ 6 cm (0,06 m)
Jadi panjang gagang tembak jala otomatis para petani pada saat menembak adalah antara 8 cm sampai 6 cm (0,08 sampai 0,06 meter).
Perancangan Jala Tembak Otomatis Menurut Metode PAHL & BEITZ a. Perancangan Proyek
Dalam perancangan proyek pembuatan jala tembak otomatis ini yang dibutuhkan adalah jala yang praktis, ergonomis dan memudahkan para petani dalam penggunaannya, selain itu dalam perancangan proyek jala tembak otomatis ini adapun alat dan bahan yang digunakan adalah:
1. PVC (Pipa) 11. Driver motor 12 Vdc
2. Kran PVC (Kran pipa) 12. Thoshiba Motor DC
3. Jala Torsi Maksimal 5 Nm.
4. Selenoid Valve ¼ inchi 12 Vdc 13. Mesin bor 5. Modul Relay 1 channel 5 volt 14. Palu 6. Push button 15. Obeng (-) & (+) 7. Baterai Lippo 3s 2200 MAH 16. Mesin Gerinda 8. Preasure gauge ¼ inchi 17. Pompa angin/Kompressor
9. Lem pipa 18. Paku
10. Lem resin 19. Kayu Sepanjang 4 m
b. Perancangan Konsep Produk
Pada fase ini perancangan konsep produk jala tembak otomatis menggunakan software AutoCAD 2011 yang digunakan untuk menggambar bentuk mekanik atau skets jala tembak otomatis itu sendiri.
c. Perancangan Bentuk
Perancangan bentuk jala tembak otomatis ini dimulai dari pemotongan PVC (pipa) untuk membentuk rangka pertama, kedua dan ketiga. Adapun langkah kerja dari perancangan pembuatan jala tembak otomatis ini adalah:
1. Mempersiapkan semua bahan dan alat yang sudah dijelaskan pada tahap perancangan proyek diatas.
2. Setelah itu melakukan tahap pemotongan PVC (pipa) untuk membuat rangka jala tembak otomatis ini.
3. Mengecek dan menandai semua bahan dan alat yang sudah disiapkan yang bertujuan untuk mempermudah dan memperlancar proses perakitan.
4. Proses perakitan dapat dimulai setelah mengecek dan menandai semua bahan dan alat yang sudah disiapkan hingga menjadi jala tembak otomatis.
5. Proses finishing adalah proses akhir dimana setelah semua proses perakitan selesai. Tujuan proses finishing ini untuk mendapatkan keindahan pada jala tembak otomatis ini, adapun tahapan yang dilakukan dalam proses finishing sebagai berikut:
a. Produk yang akan difinishing harus dibersihkan terlebih dahulu dari berkas-berkas pada proses sebelumnya.
b. Setelah dibersihkan produk memulai tahap pengecatan yang bertujuan untuk memperindah produk jala tembak otomatis ini.
d. Perancangan Detail Produk
Berdasarkan hasil perhitungan penentuan ukuran jala tembak otomatis sesuai dengan data dimensi tubuh diatas, adalah sebagai berikut:
· Ukuran panjang jala tembak otomatis antara 75 cm sampai 64 cm (0,75 sampai 0,64 meter).
· Ukuran diameter pada PVC (pipa) jala tembak otomatis adalah 7,5 cm (0,075 meter).
· Panjang gagang tembak jala otomatis adalah antara 8 cm sampai 6 cm (0,08 sampai 0,06 meter).
· Berat jala tembak otomatis yaitu seberat 5,5 kg. · Ukuran diameter jala yaitu 2,5 m.
· Tekanan pengisian angin pada jala tembak otomatis adalah dengan batas maksimal 80 psi (5,51 bar) dan minimal 30 psi (2,068 bar).
Desain Jala Tembak Otomatis
Adapun gambar teknik untuk jala tembak otomatis dapat dilihat pada Gambar 6 dibawah ini : 6 ” 1/2“ ORBIT 2 ” 1 , 5 ” 1 0 ” 2 ” 4 ” 14 ,5 ” 10” 2” 1,5” 4” 14,5” 2” 9” 11” 12” 1, 5 ” 31 ,5 ” 15,7” 43, 3” 15,7”
Gambar 4 . Desain jala tembak otomatis
Keterangan :
- Bagian 1 = Dimensi Panjang Tangan (PT) - Bagian 2 = Dimensi Genggaman (DG)
Bagian 1 Bagian 2 Bagian 3 Bagian 4 2” 2” 2” 12” 10 ” 1,5” 2,5 ” 4” 5” 5 ” 9” 1,5 ” 29,5” 1, 5 ” 5”
- Bagian 3 = Dimensi Panjang Jari Telunjuk (PJT) - Bagian 4 = Penyangga Jala Tembak Otomatis
Adapun hasil perhitungan penentuan ukuran jala tembak otomatis sesuai dengan dimensi tubuh tubuh diatas, adalah sebagai berikut:
· Ukuran panjang jala tembak otomatis antara 75 cm sampai 64 cm (0,75 sampai 0,64 meter).
· Ukuran diameter pada PVC (pipa) jala tembak otomatis adalah 7,5 cm (0,075 meter). · Panjang gagang tembak jala otomatis adalah antara 8 cm sampai 6 cm (0,08 sampai
0,06 meter).
· Berat jala tembak otomatis yaitu seberat 5,5 kg. · Ukuran diameter jala yaitu 2,5 m.
· Tekanan pengisian angin pada jala tembak otomatis adalah dengan batas maksimal 80 psi (5,51 bar) dan minimal 30 psi (2,068 bar).
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari penelitian adalah sebagai berikut :
1. Berdasarkan hasil perhitungan penentuan ukuran jala tembak otomatis sesuai dengan data dimensi tubuh antropometri, adalah sebagai berikut :
· Ukuran panjang jala tembak otomatis antara 75 cm (0,75 meter).
· Ukuran diameter pada PVC (pipa) jala tembak otomatis adalah 6 cm (0,06 meter).
· Panjang gagang tembak jala otomatis adalah antara 5 cm (0,05 meter). · Berat jala tembak otomatis yaitu seberat 5,5 kg.
· Ukuran diameter jala yaitu 2,5 m.
· Tekanan pengisian angin pada jala tembak otomatis adalah dengan batas maksimal 80 psi (5,51 bar) dan minimal 30 psi (2,068 bar).
2. Berdasarkan dari sisi keunggulannya jala tembak otomatis ini sudah ergonomis dikarenakan untuk pembuatannya sudah dihitung dengan data antropometri pengguna dari dimensi panjang tangan (PT) yang bertujuan untuk menggapai jangkauan alat pada saat pemakaian, kemudian dimensi genggaman tangan (DG) yang bertujuan untuk memegang dan menggenggam alat serta dimensi panjang jari telunjuk (PJT) yang bertujuan untuk menekan tombol pada alat. Selain itu penggunaannya juga sangat mudah dan praktis dikarenakan cukup dengan mengisi angin, kemudian menekan tuas pertama yang sudah ada untuk melontarkan atau menembakkan jala dan untuk menariknya secara elektrik hanya dengan menekan tuas kedua pada jala tembak otomatis ini. Untuk penggunanya pun juga sangat nyaman karena tidak perlu membawa dan melempar secara konvensional, dikarenakan jala ini sudah disiapkan penyangga yang yang berfungsi untuk menopang jala tembaak otomatis. Jadi jala tembak otomatis ini dapat mengurangi akan beban, cidera tangan dan pinggul bagi para penggunanya.
DAFTAR PUSTAKA
Ali Sakti Lubis, Sulardjaka 2014 “Rancang Bangun Alat Stir Casting Menggunakan
Metode Phal And Beitz Untuk Proses Pembuatan Komposit Matriks Aluminium” Tugas Akhir S-1 (Skripsi) Universitas Diponegoro Semarang.
Fernando, Wempi 2012 “Perancangan Meja Laptop Putar Berkipas Dengan
Pendekatan Ergonomis” Tugas Akhir S-1 (Skripsi) Universitas Pembangunan
Nasional Veteran Jawa Timur
Iridiastasi Hardianto, Yessierli, 2014 Ergonomi Suatu Pengantar, Edisi Pertama, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung
Kernel, Noris. 2009 “Redisgn Produk Dongkrak Ulir Yang Ergonomi” Tugas Akhir S-1 (Skrisi) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
M. Fadhil Hakim, Anizar, Erwin Sitorus 2014 “Rancangan Usulan Stasiun Kerja
Ergonomis Pada Bagian Pencetakan Menggunakan Metode Phal And Beitz Guna Memperbaiki Postur Kerja Operator” Tugas Akhir S-1 (Skripsi)
Universitas Sumatra Utara.
Nurmianto, Eko, 2004 Ergonomi: Konsep Dasar Dan Aplikasinya, Edisi Kedua, PT. Guna Widya, Surabaya
Narsiti Septi Kisanih, Hari Purnomo 2012 “Desain Sabit Perkebunan Salak Untuk
Meningkatkan Produktivitas” Tugas Akhir S-1 (Skripsi) Universitas Islam
Indonesia
Rosyana Fanani Zaenal, dkk. 2010. “Perancangan alat permainan Untuk Pasien
Pasca Stroke”, Universitas Diponegoro Semarang
Tarwaka, Solichul, Bakri, Lilik Sudiajeng, 2004 Ergonomi Untuk Keselamatan,
Kesehatan Kerja Dan Produktivitas, UNIBA PRESS, Surakarta
Wignjosoebroto, Sritomo, 2006 Ergonomi Studi Gerak Dan Waktu: Teknik Analisis
Untuk Peningkatan Produktivitas Kerja, Edisi Keempat, PT. Guna Widya,
Surabaya
Wignjosoebroto, Dritomo. 2006. The Development of Ergonomics Method :
Pendekatan Ergonomi Menjawab Problematika Industri. Institut Teknologi
Sepuluh November, Surabaya
Wahyu adjo, Djajakusli Rafael, Payuk Kasih Lestari 2013 “Hubungan Faktor
Ergonomis Dengan Beban Kerja Pada Petani Padi Tradisional” Tugas Akhir
S-1 (Skripsi) Unhas, Makasar
http://fazilnautica.blogspot.co.id/2012/07/lima-jenis-alat-tangkap-dan.html http://analisis-statistika.blogspot.co.id/2012/09/menentukan-jumlah-sampel-dengan-rumus.html https://syehaceh.wordpress.com/2013/06/01/pengukuran-sikap-skala-likert/ http://clp33.blogspot.co.id/2012/12/metode-desain-pahl-beitz_8.html http://definisimu.blogspot.com/2012/08/definisi-inovasi.html.