GAMBARAN STATUS GIZI KARYAWAN UNIVERSITAS JEMBER KAMPUS
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
2.3 Pengambilan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan Universitas Jember Kampus Bondowoso. Sampel pada penelitian ini adalah 22 orang yaitu diambil dari karyawan.
2.4 Pengumpulan Data
Adapun alat yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu lembar isian yang digunakan untuk mengetahui tingkat pendidikan dan umur. Kemudian alat yang digunakan untuk pemeriksaan fisik yaitu timbangan berat badan dan microtoise. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara :
1) Pengisian lembar isian responden.
2) Pemeriksaan fisik yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan dan umur untuk mendapatkan status gizi karyawan universitas jember kampus bondowoso.
Pada penelitian ini data yang diambil berupa data primer. Yang dilakukan secara langsung melalui pengukuran IMT, yang dihitung setelah melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan indeks massa tubuh.
Kemudian mengkategorikan hasil status gizi berdasarkan nilai IMT yang diperoleh dari tabel kepmenkes 2010.
Setelah pengumpulan data selesai, kemudian dilakukan pengolahan data yaitu data yang didapat dari lembar isian responden dan pengukuran IMT kemudian dihitung sesuai jumlah sampel yang selanjutnya dicatat secara komputerisasi. Data kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan penjelasannya.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini telah dilakukan pada karyawan di Universitas
BIMKMI Volume 8 No.2 | Januari – Februari 2021
55
Jember Kampus Bondowoso dengan jumlah responden 22 yang hadir pada hari dilaksanakan penelitian.
Tabel 1. Distribusi karakteristis karyawan Universitas Jember menunjukkan bahwa jenis kelamin responden yang paling banyak adalah laki- laki sebesar 86,4%, Sedangkan responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 13,6%.
Tabel 2. Distribusi karakteristis karyawan Universitas Jember Kampus Bondowoso berdasarkan
tingkat pendidikan.
Variabel Jumah Frekuensi
% berdasarkan tingkat pendidikan responden yang paling banyak adalah perguruan tinggi sebesar 54,55%, sedangkan responden dengan tingkat pendidikan SMA sebesar 45,46%.
Tabel 3. Distribusi status gizi karyawan Universitas Jember
Kampus Bondowoso.
Variabel Jumah Frekuensi
% berdasarkan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), responden yang paling banyak mempunyai status gizi normal sebesar 45,46%, namun status gizi responden yang mengalami obesitas sebesar 40,91%.
Dilihat dari presentase status gizi para karyawan Universitas Jember Kampus Bondowoso, karyawan yang mengalami obesitas hampir separuh jumlahnya dengan status gizi normal, sehingga hal tersebut termasuk angka yang cukup besar, meskipun lebih banyak yang memiliki status gizi normal. Hal tersebut perlu menjadi perhatian guna menurunkan angka obesitas pada karyawan Universitas Jember Kampus Bondowoso. Sejauh ini angka produktivitas karyawan kampus Bondowoso cukup produktif, upaya pencegahan perlu dilakukan agar masalah obesitas tidak menjadi hambatan dalam peningkatan produktivitas kerja.
Status gizi dari 22 karyawan Universitas Jember Kampus Bondowoso berdasarkan jenis kelamin pada penelitian ini, terdapat status gizi kurus paling tinggi pada jenis kelamin laki- laki sebanyak 1 responden (5,3%), sedangkan pada responden dengan jenis kelamin perempuan tidak ada yang memiliki status gizi kurus. Status gizi normal paling tinggi pada jenis kelamin laki- laki sebanyak 9 responden (47,4%), status gizi normal pada jenis kelamin perempuan sebanyak 1 responden (33,3%). Status gizi lebih pada responden dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 1 responden (5,1%), sedangkan pada dengan jenis kelamin perempuan dengan status gizi lebih sebanyak 1 responden (33,3%). Status gizi obesitas paling banyak pada jenis kelamin laki- laki sebanyak 8 responden (42,1%), sedangkan status gizi obesitas pada perempuan sebanyak 1 responden (33,3%).
BIMKMI Volume 8 No.2 | Januari – Februari 2021
56
Dilihat dari presentase di atas, presentase obesitas pada karyawan lebih banyak dimiliki oleh karyawan laki-laki daripada perempuan, hal tersebut bisa terjadi karena faktor eksternal dan gaya hidup, seperti pola makan yang rendah atau tinggi lemak, rendah atau tingginya aktivitas fisik, dan juga rendah atau tingginya tingkat pendidikan.
4. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada karyawan Universitas Jember Kampus Bondowoso dapat disimpulkan bahwa mayoritas karyawan Universitas Jember memiliki status gizi normal.
Jumlah karyawan Universitas Jember kampus Bondowoso yang berjenis kelamin laki-laki lebih banyak yaitu sebesar 86,4% sedangkan yang berjenis kelamin perempuan hanya sebesar 13,6%. Tingkat pendidikan responden yang paling banyak yaitu perguruan tinggi sebesar 54,55%.
Pendidikan SMA sebesar 45,46% dan tidak ada yang memiliki tingkat pendidikan SD dan SMP. Status gizi karyawan Universitas Jember Kampus Bondowoso berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang paling banyak mempunyai status gizi normal sebesar 45,46% sedangkan untuk indeks masa yang masuk pada tingkat obesitas sebesar 40,91%.
Status gizi karyawan Universitas Jember Kampus Bondowoso berjenis kelamin laki-laki paling banyak termasuk kedalam kategori normal sebanyak 9 responden (47,4%) dan paling sedikit berstatus gizi kurus sebanyak 1 responden (5,3%) serta gizi lebih sebanyak 1 responden (5,3%).
Sedangkan pada jenis kelamin perempuan memiliki status gizi normal, gizi lebih dan obesitas masing-masing sebanyak 1 responden.
5. SARAN
Pendekatan lain dengan menggunakan berbagai program kesehatan kerja memegang peranan penting dalam menangani obesitas,
disamping edukasi, konsultasi gizi serta pendektan yang dilakukan.
Pendekatan yang dilakukan harus dapat mendorong perubahan gaya hidup yang lebih baik, namun tanpa membuat seseorang merasa terpaksa dan tetap mengedepankan kebebasan untuk memilih dengan memperhatikan efek-efek yang mungkin timbul dari pilihan tersebut.
Contoh berbagai yang dapat diberikan seperti larangan merokok ditempat kerja, maupun penyediaan kantin sehat yang diberlakukan disebuah instansi.
DAFTAR PUSTAKA
1. Fadila, I. (2016). Relasi Perilaku Sedentari, Gizi Lebih, dan Produktivitas Kerja Masyarakat Perkotaan. Hak Cipta© dan Hak Penerbitan dilindungi Undang-undang ada pada Universitas Terbuka-Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Jalan Cabe Raya, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan-15418 Banten–
Indonesia Telp.:(021) 7490941 (hunting); Fax.:(021) 7490147, 59.
2. Farikha, R. R. P., & Ardyanto, D.
(2016). Hubungan Status Gizi, Karakteristik Individu Dengan Produktivitas Pekerja Sorting Dan Packing. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 5(1), 71-80.
3. Firman, S. (2015). Obesitas di tempat kerja. Cermin Dunia Kedokteran, 42(8), 578-584.
4. Hidayati, T., & Sary, Y. N. E.
(2019). Pendamping Gizi Pada Balita. Deepublish.
5. Kusteviani, F. (2015). Faktor Yang Berhubungan Dengan Obesitas Abdominal Pada Usia Produktif (15–64 Tahun) Di Kota Surabaya. Jurnal Berkala Epidemiologi, 3(1), 45-56.
6. Masrul, M. (2018). Epidemi obesitas dan dampaknya terhadap status kesehatan masyarakat serta sosial ekonomi
BIMKMI Volume 8 No.2 | Januari – Februari 2021
57
bangsa. Majalah Kedokteran Andalas, 41(3), 152-162.
7. Kementrian Keseharan, R. I.
(2018). Hasil Utama Riskesdas 2018. Kementrian Kesehatan RI, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Jakarta.
8. Septikasari, M. (2018). Status gizi anak dan faktor yang mempengaruhi. UNY Press.
BIMKMI Volume 8 No.2 | Januari – Februari 2021