Data yang dimiliki sejumlah 81 spesies. Terdiri atas 26 spesies famili Lamiaceae, 24 sepesies Apiaceae, 31 sepesies Euphorbiaceae. Spesies masing-masing famili memiliki ciri-ciri yang menggambarkan ciri khusus dari familinya. Ciri khusus ini akan dijadikan suatu aturan kasifikasi dalam mengidentifikasi tumbuhan.
Booleanize
Atribut yang terdiri atas 63 penciri yang dikodekan menjadi X0 sampai dengan X62. Atribut penciri ini diambil berdasarkan morfologi tumbuhan obat seperti daun, batang, akar, bunga, buah dan kecendrungan hidup tumbuhan seperti habitat, aroma yang khas, dan habitus. Hasil Booleanize berdasarkan 63 ciri yang terpilih dari 81 spesies, seperti ditunjukkan pada Lampiran 1.
a. Habitus
Penampakan luar dan sifat tumbuh dari suatu tumbuhan digunakan sebagai atribut penciri habitus. Penciri habitus seperti pohon, perdu, semak, herba, liana dan berbulu. Booleanize dari atribut penciri ini seperti ditunjukkan pada Tabel 5 dan 6
Tabel 5 Booleanize habitus
Nama X0 X1 X2 X3
Herba/ terna 1 0 0 0
Semak/ Perdu 0 1 0 0
Liana 0 0 1 0
Pohon 0 0 0 1
Tabel 6 Booleanize bulu atau rambut
Berbulu/ rambut X4
Ada 1
Tidak 0
b. Daun
Daun merupakan organ tumbuhan yang mudah dikenali. Aspek daun yang penting dikaji adalah tata letak daun, komposisi daun, bentuk daun, pertulangan daun dan daun penumpu. Booleanize untuk daun seperti ditunjukkan pada Tabel 7 sampai dengan 13.
Tabel 7 Booleanize tata letak daun
Tata letak X5 X6 X7
Berseling 1 0 0
Berhadapan 0 1 0
22
Tabel 8 Booleanize komposisi daun
Komposisi X8 X9
Tunggal 0 1
Majemuk 1 0
Tabel 9 Booleanize bentuk ujung daun
Ujung daun X10 X11 X12 X13 X14 Runcing 1 0 0 0 0 Meruncing 0 1 0 0 0 Membulat 0 0 1 0 0 Membelah 0 0 0 1 0 Tumpul 0 0 0 0 1
Tabel 10 Booleanize bentuk tepi daun
Tepi daun X15 X16 X17
Rata 1 0 0
Bergerigi 0 1 0
Bergelombang 0 0 1
Tabel 11 Booleanize bentuk daun
Bentuk daun X18 X19 X20 X21 X22 X23 Bulat/bulat telur 1 0 0 0 0 0 Memanjang (Lanset/jorong/oblong) 0 1 0 0 0 0 Segitiga 0 0 1 0 0 0 Jarum 0 0 0 1 0 0 Liniaris 0 0 0 0 1 0 Menjari 0 0 0 0 0 1
Tabel 12 Booleanize pertulangan daun
Pertulangan daun X24 X25 X26 X27
Menyirip 1 0 0 0
Menjari 0 1 0 0
Melengkung 0 0 1 0
Sejajar 0 0 0 1
Tabel 13 Booleanize daun penumpu
Daun penumpu X28
Ada 1
Tidak 0
c. Batang
Ciri umum batang terletak pada rongga batang, percabangan atau bentuk percabangan, kulit dalam dan permukaan batang atau ranting. Booleanize batang seperti ditunjukkan pada Tabel 14 sampai dengan 18.
23
Tabel 14 Booleanize percabangan batang
Percabangan X29 X30
Monopodial 1 0
Simpodial 0 1
Tabel 15 Booleanize bentuk percabangan
Bentuk percabangan X31 X32
Plagiotropik 1 0
Orthotropik 0 1
Tabel 16 Booleanize kulit dalam batang
Kuit dalam X33 X34 X35 X36
Getah putih 1 0 0 0
Getah kuning 0 1 0 0
Getah merah 0 0 1 0
Getah hitam 0 0 0 1
Tabel 17 Booleanize jejak daun
Jejak daun X37
Ada 1
Tidak 0
Tabel 18 Booleanize rongga dalam batang
Berlubang atau berongga X38
Ada 1
Tidak 0
d. Bunga
Bunga dapat dicirikan oleh kelengkapan bunga (bunga sempurna dan bunga tidak sempurna), tata letak, komposisi dan bentuk bunga. Bunga sempurna adalah bunga yang memiliki alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Booleanize bunga seperti ditunjukkan pada Tabel 19 sampai 22.
Tabel 19 Booleanize kelengkapan bunga
Kelengkapan X39 X40
Bunga sempurna 1 0
Tidak sempurna 0 1
Tabel 20 Booleanize tata bunga
Tata bunga X41 X42 X43
Dari ketiak daun 1 0 0
Ujung ranting/batang 0 1 0
Dari batang/cabang besar 0 0 1
Tabel 21 Booleanize komposisi bunga
Komposisi X44 X45
Majemuk berbatas 1 0
24
Tabel 22 Booleanize bentuk bunga
Bentuk bunga X46 X47 X48
Bulir 1 0 0
Malai 0 1 0
Payung 0 0 1
e. Buah
Buah dicirikan oleh jumlah buah atau komposisi buah, Booleanize buah seperti ditunjukkan pada Tabel 23.
Tabel 23 Booleanize komposisi buah
Komposisi X49 X50
Buah tunggal 1 0
Buah majemuk 0 1
f. Habitat
Lingkungan atau tempat suatu makhluk hidup tinggal dan berkembang biak dapat dicirikan dalam habitanya seperti subtract, sifat hidup, dan cara hidup. Booleanize habitat seperti ditunjukkan pada Tabel 24 sampai 26.
Tabel 24 Booleanize substrat tumbuhan Substrat X51 X52 X53 X54
Berair (tergenang) 1 0 0 0
Berlumpur 0 1 0 0
Lembab/cukup 0 0 1 0
Kering 0 0 0 1
Tabel 25 Booleanize sifat hidup tumbuhan
Sifat hidup X55 X56
Toleran 1 0
In-toleran 0 1
Tabel 26 Booleanize cara hidup tumbuhan
Cara hidup X57 X58
Bergerombol 1 0
Menyebar 0 1
g. Akar
Secara umum akar terdiri atas dua jenis yaitu akar serabut dan akar tunggang. Atribut penciri akar yang digunakan berdasarkan bentuk akar seperti umbi, serabut dan tunggang. Booleanize akar seperti ditunjukkan pada Tabel 27 dan 28.
Tabel 27 Booleanize bantuk akar tumbuhan
Bentuk akar X59 X60
Serabut 1 0
25
Tabel 28 Booleanize akar berumbi
Akar Berumbi X61
Ada 1
Tidak 0
h. Aromatik
Tumbuhan banyak memiliki aroma yang khas pada masing-masing spesies, peneliti juga memasukkan atribut bau atau aromatik ke dalam penciri. Aromatik biasanya berada pada batang, akar, daun ataupun semua bagian tumbuhan tersebut. Booleanize aromatik seperti ditunjukkan pada Tabel 29.
Tabel 29 Booleanize aromatic
Aromatik X62
Ada 1
Tidak 0
Hasil Aturan Klasifikasi
Data dibagi dua menggunakan metode k-fold cross validation ke dalam data latih dan data uji dengan proporsi 80% dan 20%. Selanjutnya dilakukan proses pelatihan untuk menghasilkan aturan klasifikasi. Proses training data latih dengan Genetic Programming menggunakan parameter seperti ditunjukkan pada Tabel 30.
Tabel 30 Nilai parameter yang digunakan
Parameter Nilai parameter
Jumlah generasi 10, 20, 25 Ukuran populasi 10.000, 50.000, 100.000 Crossover 0.9 Mutasi 0.1 Kedalaman tree 5 Maximum node 18, 20, 24
Percobaan dilakukan berulang-ulang berdasarkan paremeter yang ditunjukkan pada Tabel 30 hingga mendapatkan aturan terbaik. Aturan terbaik didapat pada generasi ke 10, dari populasi sebesar 10 000 dan 24 maximum node. Genetic Programming menghasilkan tiga aturan klasifikasi dalam bentuk tree yaitu aturan untuk famili Lamiaceae, Apiaceae dan Euphorbiaceae, aturan ini menunjukkan struktur ciri yang membedakan masing-masing famili.
a. Famili Lamiaceae
Hasil Genetic Programming dari 26 spesies famili Lamiaceae terpilih sembilan atribut penciri dengan kombinasi tiga operator AND, OR, NOR. Aturan yang dihasilkan dapat membedakan famili Lamiaceae dengan famili Apiaceae dan Euphorbiaceae. Aturan yang dihasilkan seperti ditunjukkan pada Tabel 31.
26
Tabel 31 Aturan famili Lamiaceae
Aturan Boolean
Jika (komposisi daun “Tunggal” X8
dan ((Bentuk bunga “bulir” X46 atau
“malai” X47) dan (tidak“memiliki
penumpu daun”X28 atau tidak bentuk
bunga “payung” X48))) dan
((“Berbulu”X4 atau “Aromatik”X62)
dan (Cara hidup “Bergerombol” X57
atauTepi daun“Bergerigi”X16))
Maka famili Lamiaceae
X8 AND AND AND OR NOR OR OR AND X62 X4 X57 X16 X48 X28 X47 X46
Tingkat kepentingan suatu penciri famili Lamiaceae dapat dilihat berdasarkan level operatornya. Level pertama dan kedua memiliki operator yang sama yaitu operator AND, artinya akan bernilai benar (true) jika dua masukan dibawahnya bernilai benar (true). Penciri X8 (komposisi daun tunggal) merupakan penciri yang sangat penting untuk famili Lamiaceae, karena penciri ini adalah salah satu masukan dari operator AND di level dua. Level ke tiga terdapat operator OR dan AND. Operator OR akan bernilai benar (true) jika salah satu dari masukannya bernilai benar (true), artinya salah satu dari penciri X16 (tepi daun bergerigi), X57 (hidup bergerombol) harus benar dan salah satu penciri X62 (Aromatik), X4 (Berbulu) juga harus bernilai benar. Level ke empat terdapat operator NOR dan OR. Operator NOR bernilai benar (true) jika dua masukannya bernilai salah (false), artinya penciri X48 (bentuk bunga payung) dan X28 (memiliki penumpu daun) tidak dimiliki oleh famili Lamiaceae. Pada operator OR
salah satu dari kedua penciri X47 (bentuk bunga malai) dan X46 (bentuk bunga bulir) harus bernilai benar, karena operator ini merupakan masukan dari operator
AND.
Ciri dari famili Lamiaceae menurut Keng (1978) dan Balgooy (2001) adalah herba atau perdu kadang-kadang semak, berbulu (Gomphostemma), sering berbau harum (aromatik) dengan batang hampir semua segiempat, daun tungal yang melintang berhadapan (decussate) dan tanpa daun penumpu, bunga biseksual, jarang berkelamin tunggal dan simetris (zygomorphic), Kelopak berdaun lekat, sering bergigi 5, berlekuk 5 atau berbagi 5, kadang-kadang berbibir 2. Mahkota hampir seluruhnya berbilangan 5 atau berbibir 2, buah berbelah terpecah dalam 4 bagian.
Penciri yang dihasilkan GP tidak semuanya sama dengan penciri menurut Keng (1978) dan Balgooy (2001). Ada empat penciri yang mewakili dari sembilan penciri yang dihasilkan proses GP yaitu berbulu, aromatic, daun tungal dan tanpa daun penumpu. Selain jumlah data dan kelengkapan penciri yang dimiliki, perbedaan ini dikarenakan Function set atau operator yang digunakan yaitu fungsi boolean (AND, OR, NOR). Fungsi boolean dapat mengurangi atribut penciri yang berlebihan, sehingga GP dapat menghasilkan struktur aturan klasifikasi dengan beberapa penciri yang membedakan famili Lamiaceae dengan famili Apiaceae dan Euphorbiaceae.
27
b. Famili Apiaceae
Hasil Genetic Programming dari 24 spesies famili Apiaceae terpilih tujuh atribut penciri dengan kombinasi tiga operator AND, OR, NOR yang dapat membedakan famili ini dengan famili Lamiaceae dan Euphorbiaceae. Aturan yang dihasilkan seperti ditunjukkan pada Tabel 32.
Tabel 32 Aturan famili Apiaceae
Aturan Boolean
Jika(bunga berbentuk “payung”X48
danBatang “berongga”X38) dan
((tidak habitus “Pohon” X3 atau tidak
“memiliki daun penumpu”X28) dan
((komposisi daun”Majemuk”X9 atau
cara hidup “Bergerombol”X57) dan
(bunga berbentuk “Payung”X48 atau
“bunga sempurna”X39)))
Maka famili Apiaceae
AND NOR AND AND X3 X28 X48 OR AND X9 X57 X38 OR X48 X39
Tingkat kepentingan suatu penciri famili Apiaceae dapat dilihat berdasarkan level operatornya. Level pertama dan kedua memiliki operator yang sama yaitu operator AND, artinya akan bernilai benar (true) jika dua masukan dibawahnya bernilai benar (true). Penciri X38 (batang berongga) dan X48 (bunga berbentuk payung) merupakan penciri yang sangat penting untuk famili Apiaceae, karena penciri ini adalah salah satu masukan dari operator AND di level dua. Level ke tiga terdapat operator NOR dan AND. Operator NOR bernilai benar (true) jika dua masukannya bernilai salah (false), artinya penciri X28 (memiliki daun penumpu) dan X3 (habitus pohon) tidak dimiliki oleh famili Apiaceae. Operator AND
memiliki masukan dari dua operator OR di level empat, artinya salah satu penciri X48 (bentuk bunga payung), X39 (bunga sempurna) harus bernilai benar dan salah satu penciri X57 (hidup bergerombol), X9 (komposisi daun majemuk) juga harus bernilai benar.
Ciri dari famili Apiaceae menurut Keng (1978) dan Tjitrosoepomo (2004) adalah Terna dengan saluran-saluran minyak dalam akar, batang berongga, permukaan beralur, daun majemuk berganda, pangkal tangkainya melebar menjadi upih, bersilangan (alternate), jarang berhadapan, tanpa daun penumpu. Bunga majemuk berupa payung, payung majemuk atau bongkol, kebanyakan banci. Kelopak kecil berlekuk 5, menempel pada bakal buah. Mahkota terdiri atas 5 daun mahkota yang bebas yang ujungnya membengkok ke dalam. Benang sari 5, berseling dengan daun-daun mahkotanya, kepala sari beruang 2, membuka dengan celah membujur. Bakal buah tenggelam, tertutup oleh pangkal 2 tangkai putik yang menebal, beruang 2, tiap ruang dengan 1 bakal biji. Buahnya buah berbagi, berusuk, bila masak terpisah menjadi 2 bagian berisi satu biji dan tetap bergantungan pada suatu karprof. Dalam kulit buah terdapat saluran-saluran minyak yang sejajar. Biji dengan endosperm seperti tanduk.
Penciri yang dihasilkan tidak semuanya sama dengan penciri menurut Keng (1978) dan Tjitrosoepomo (2004). Ada lima penciri yang mewakili dari tujuh penciri yang dihasilkan proses GP yaitu batang berongga, komposisi daun
28
majemuk, tanpa daun penumpu, bunga payung dan bunga sempurna (bunga banci). Selain jumlah data dan kelengkapan penciri yang dimiliki, perbedaan ini dikarenakan Function set atau operator yang digunakan adalah fungsi boolean. Fungsi boolean dapat mengurangi atribut penciri yang berlebihan, sehingga GP dapat menghasilkan struktur aturan klasifikasi dengan beberapa penciri yang membedakan famili ini dengan famili Lamiaceae dan Euphorbiaceae.
c. Famili Euphorbiaceae
Hasil Genetic Programming dari 31 spesies famili Euphorbiaceae terpilih enam atribut penciri dengan kombinasi dua operator AND, OR yang dapat membedakan famili ini dengan famili Lamiaceae dan Apiaceae. Aturan yang dihasilkan seperti ditunjukkan pada Tabel 33.
Tabel 33 Aturan famili Euphorbiaceae
Aturan Boolean
Jika ((“terlihat jejak daun”X37) dan
(“memiliki penumpu daun”X28dan
“Bergetah putih”X33))
atau
((“Bergetah putih”X33 dan Habitus
“Pohon”X3) atau ((“bunga tidak sempurna”X40 atau “terlihat jejak
daun”X37) dan (hidup “menyebar”X58
atau“memiliki penumpu daun”X28)))
Maka famili Euphorbiaceae
AND AND OR OR OR OR X37 AND AND X28 X33 X3 X33 X58 X28 X37 X40
Tingkat kepentingan suatu penciri famili Euphorbiaceae dapat dilihat berdasarkan level operatornya. Pada level pertama terdapat operator OR, artinya akan bernilai benar (true) jika salah satu masukan dibawahnya (OR dan AND) bernilai benar (true). Peninjauan awal dilakukan pada operator AND di level dua. Jika penciri X37 (terlihat jejak daun), X33 (bergetah putih) dan X28 (memiliki penumpu daun) bernilai benar, maka tidak perlu lagi meninjau ke bagian operator
OR di level dua. Sebaliknya jika salah satu dari ketiga penciri ini salah (false) maka perlu meninjau masukan lain pada operator OR di level dua.
Operator OR di level dua mendapat masukan dari operator AND, artinya tidak perlu meninjau kedua masukan jika salah satu operatornya telah bernilai benar. Sebaliknya jika salah satu dari penciri X33 (bergetah putih) dan X3 (habitus pohon) ini salah (false) maka perlu meninjau masukan lain pada operator AND di level tiga. Pada masukan operator AND ini, mendapatkan masukan dari dua operator OR, atinya salah satu penciri X28 (memiliki penumpu daun), X58 (hidup menyebar) harus bernilai benar dan salah satu penciri X37 (terlihat jejak daun) dan X40 (bunga tidak sempurna) juga harus bernilai benar.
Ciri dari famili Euphorbiaceae menurut Keng (1978) dan Tjitrosoepomo (2004) adalah pohon, atau terna. Daun tunggal atau majemuk, duduknya tersebar atau berhadapan, mempunyai daun penumpu yang seringkali menyerupai kelenjar-kelenjar. Bunga hampir selalu berkelamin tunggal, berumah 1 atau 2, dengan bentuk dan susunan yang beraneka rupa, ada yang tanpa hiasan bunga, dengan
29
hiasan bunga rangkap atau tunggal, biasanya bertangkai dalam bunga majemuk yang berganda. Hampir semua bagian tubuh tumbuhan dalam suku ini mengandung getah yang terdapat dalam saluran-saluran getah yang dapat hanya terdiri atas satu sel saja yang panjang dan bercabang-cabang serta bersambungan satu sama lain.
Penciri yang dihasilkan tidak semuanya sama dengan penciri menurut Keng (1978) dan Tjitrosoepomo (2004). Ada empat penciri yang mewakili dari enam penciri yang dihasilkan proses GP yaitu Habitus pohon, memiliki daun penumpu, bunga tidak sempurna (hampir selalu berkelamin tunggal) dan bergetah putih (mengandung getah). Selain jumlah data dan kelengkapan penciri yang dimiliki, perbedaan ini dikarenakan Function set atau operator yang digunakan adalah fungsi boolean. Fungsi boolean dapat mengurangi atribut penciri yang berlebihan, sehingga GP dapat menghasilkan struktur aturan klasifikasi dengan beberapa penciri yang dapat membedakan famili ini dengan famili Lamiaceae dan Apiaceae.
Evaluasi
Data berjumlah 81 spesies tumbuhan obat yang terdiri atas tiga famili, dibagi menjadi data latih dan data uji. Fold 1 memiliki data latih sebanyak 64 spesies dan data uji sebanyak 17 spesies. Hasil dari fold 1 seperti ditunjukkan pada Tabel 34.
Tabel 34 Confussion matrix fold 1 Fold 1
Actual Class
Lamiaceae Apiaceae Euphorbiaceae Bukan
ketiga famili Predicted Class Lamiaceae 6 0 0 0 Apiaceae 0 3 0 0 Euphorbiaceae 0 0 7 0 Bukan ketiga famili 0 1 0 0
Tujuh belas spesies sebagai data uji berasal dari famili Lamiaceae, Apiaceae dan Euphorbiaceae, masing-masing sebanyak 6, 4 dan 7 spesies. Tabel 34 menunjukkan ada satu kesalahan dalam pengklasifikasian. Kesalahan ini terjadi pada spesies Eryngium foetidum dari famili Apiaceae. Kesalahan terjadi karena satu penciri penting berdasarkan aturan yang didapat tidak dimiliki spesies ini. Penciri penting tersebut di tunjukkan pada operator AND yang mengisaratkan bahwa dua masukannya (penciri) harus bernilai benar (true). Batang berongga dan (AND) bunga berbentuk payung, menunjukkan bahwa dua penciri ini harus dimiliki pada spesiesnya, sedangkan spesies Eryngium foetidum bunganya bentuk bulir.
Menurut Keng (1978) dan Tjitrosoepomo (2004), famili Apiaceae juga memiliki ciri tata letak daun bersilangan dan jarang berhadapan. Dua penciri ini tidak dilengkapi dengan operator AND, OR, NOR, sehingga tidak diketahui seberapa penting penciri tersebut oleh famili Apiaceae. Penciri ini tidak ditemukan dalam aturan klasifikasi yang dihasilkan oleh GP, sehingga akurasi hasil klasifikasi pada fold 1 yaitu 94.11%. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
30
Tabel 35 Confussion matrix fold 2 Fold 2
Actual Class
Lamiaceae Apiaceae Euphorbiaceae Bukan ketiga
famili Predicted Class Lamiaceae 3 0 1 0 Apiaceae 0 5 0 0 Euphorbiaceae 1 0 5 0 Bukan ketiga famili 1 0 0 0
Data uji pada fold 2 sebanyak 16 spesies yang berasal dari famili Lamiaceae, Apiaceae dan Euphorbiaceae, masing-masing sebanyak 5, 5 dan 6 spesies. Tabel 35 menunjukkan ada tiga kesalahan dalam pengklasifikasian. Kesalahan ini terjadi pada famili Lamiaceae (spesies Menthe arvensis dan Thymus vulgaris) dan famili Euphorbiaceae (spesies Aleurites moluccana). Spesies Menthe arvensis tidak teridentifikasi, karena spesies ini tidak memiliki penciri penting dari ketiga aturan yang terbentuk. Spesies Thymus vulgaris teridentifikasi sebagai famili Euphorbiaceae, sebaliknya sepesies Aleurites moluccana dari famili Euphorbiaceae teridentifikasi sebagai famili Lamiaceae. Penyebab kesalahan karena penciri aromatik dimiliki oleh spesies Aleurites moluccana dan tidak dimiliki spesies Thymus vulgaris. Kesalahan ini dipengaruhi oleh operator AND, yang menyatakan bahwa dua penciri masukan (atribut penciri) harus dimiliki oleh spesiesnya. Akurasi hasil identifikasi fold 2 yaitu 81.25%. Perhitungannya adalah sebagai berikut
Tabel 36 Confussion matrix fold 3 Fold 3
Actual Class
Lamiaceae Apiaceae Euphorbiaceae Bukan ketiga
famili Predicted Class Lamiaceae 4 0 0 0 Apiaceae 0 5 0 0 Euphorbiaceae 1 0 5 0 Bukan ketiga famili 0 0 1 0
Data uji pada fold 3 sebanyak 16 spesies yang berasal dari famili Lamiaceae, Apiaceae dan Euphorbiaceae, masing-masing sebanyak 5, 5 dan 6 spesies. Hasil klasifikasi pada fold 3 seperti ditunjukkan pada Tabel 36. Terdapat dua kesalahan klasifikasi yaitu pada famili Lamiaceae (spesies Ocimum sanctum) dan famili Euphorbiaceae (spesies Euphorbia tiraculli). Kesalahan klasifikasi terjadi karena spesies Euphorbia tiraculli tidak memiliki daun penumpu dengan operator
OR.Operator OR menunjukkan salah satu dari kedua penciri harus dimiliki oleh spesiesnya. Selain penciri daun penumpu spesies ini juga memiliki bunga
31
sempurna, bukan habitus pohon dan tidak memiliki jejak daun, sehingga tidak teridentifikasi sebagai famili Euphorbiaceae. Spesies ini tidak memiliki penciri penting dari ketiga aturan yang terbentuk. Spesies Ocimum sanctum dianggap salah karena memiliki ciri penting kedua aturan yang terbentuk, sehingga teridentifikasi ke dalam dua famili yaitu famili Lamiaceae dan Euphorbiaceae. Akurasi hasil identifikasi pada fold 3 yaitu 87.50%. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
Tabel 37 Confussion matrix fold 4 Fold 4
Actual Class
Lamiaceae Apiaceae Euphorbiaceae Bukan ketiga
famili Predicted Class Lamiaceae 4 0 0 0 Apiaceae 0 5 0 0 Euphorbiaceae 1 0 5 0 Bukan ketiga famili 0 0 1 0
Data uji pada fold 4 sebanyak 16 spesies yang berasal dari famili Lamiaceae, Apiaceae dan Euphorbiaceae, masing-masing sebanyak 5, 5 dan 6 spesies. Hasil klasifikasi pada fold 4 seperti ditunjukkan pada Tabel 37. Terdapat kesalahan dalam mengidentifikasi spesies Rosmarinus officianalis dan Croton tiglium. Kesalahan ini terjadi karena spesies Croton tiglium tidak memiliki getah putih dengan operator OR. Seperti layaknya aturan famili Euphorbiaceae spesies ini tidak habitus pohon atau bergetah puth, sehingga spesies ini tidak memiliki penciri penting dari ketiga aturan yang terbentuk. Spesies Rosmarinus officianalis merupakan famili Lamiaceae teridentifikasi sebagai famili Euphorbiaceae, karena spesies Rosmarinus officianalis memiliki getah putih layaknya aturan famili Euphorbiaceae. Akurasi hasil identifikasi pada fold 4 yaitu 87.50%. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
Tabel 38 Coufussion matrix fold 5 Fold 5
Actual Class
Lamiaceae Apiaceae Euphorbiaceae Bukan ketiga
famili Predicted Class Lamiaceae 3 0 0 0 Apiaceae 0 5 0 0 Euphorbiaceae 1 0 5 0 Bukan ketiga famili 1 0 1 0
Data uji pada fold 5 sebanyak 16 spesies yang berasal dari famili Lamiaceae, Apiaceae dan Euphorbiaceae, masing-masing sebanyak 5, 5 dan 6 spesies. Hasil
32
klasifikasi pada fold 4 seperti ditunjukkan pada Tabel 38. Terjadi kesalahan identifikasi pada spesies Coleus amboinicus, Leonurus sibiricus dan Jatropha gossypifolia. Kesalahan ini terjadi karena spesies Coleus amboinicus terlihat jejak daun, sedangkan aturan yang terbentuk dari hasil GP dengan operator NOR, dimana operator ini akan bernilai benar jika tidak memiliki kedua masukan (atribut penciri). Spesies Jatropha gossypifolia tidak memiliki penumpu daun layaknya aturan famili Euphorbiaceae. Aturan yang terbentuk menggunakan operator AND, sehingga kedua spesies ini tidak memiliki penciri penting ketiga aturan yang terbentuk. Spesies Leonurus sibiricus merupakan famili Lamiaceae tetapi teridentifikasi sebagai famili Euphorbiaceae, karena spesies ini memiliki jejak daun yang merupakan penciri penting famili Euphorbiaceae. Akurasi hasil identifikasi pada fold 5 yaitu 81.25%. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
Evaluasi kinerja sistem diperoleh dari rata-rata nilai akurasi seluruh fold sebesar 86.32%. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
Akurasi dan evaluasi kinerja sistem tiap percobaan berdasarkan parameter seperti ditunjukkan pada Lampiran 2.