• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil

Nitrogen (N)

Hasil analisis contoh tanah parameter nitrogen tanah disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Analisis Parameter Nitrogen Tanah Pada Lokasi Penelitian

Lokasi Ketebalan Debu Kedalaman Tanah Kedalaman Tanah …mm… 0.5 cm *) 0.15 cm *) Desa Sukadebi 0.5 0.19 R 0.19 R Desa Perteguhen(a) 0.5 0.19 R 0.18 R Desa Naman 1 0.13 R 0.13 R Desa Cimbang 1 0.17 R 0.19 R

Desa Tiga Pancur 1 0.17 R 0.12 R

Desa Perteguhen(b) 15 0.17 R 0.12 R

*) Kriteria penilaiaan sifat tanah menurut Staf Pusat Penelitian Tanah 1983 *) R= Rendah

Dari Tabel 1 dapat dilihat bahwa Nitrogen akibat debu vulkanik Gunung Sinabung mengakibatkan perbedaan kadar nitrogen tanah di beberapa daerah di sekitar Gunung Sinabung. Tertinggi adalah di 0,19% yang berada di beberapa desa yaitu Desa Sukadebi, dan Perteguhen, dan kadar Nitrogen terendah terdapat di desa Tiga Pancur dan Perteguhan.

Dari Tabel 1 di atas juga dapat dilihat bahwa nitrogen tanah antara kedalaman 0-5cm dan 0-15cm di setiap desa yang menjadi lokasi penelitian hampir sama. Di Desa Naman dan Sukadebi menunjukkan hasil yang sama antara kedalaman 0-5cm dan 0-15cm, di Desa Perteguhen dan Desa Tiga Pancur

menurun dari kedalaman 0-5cm ke 0-15cm, dan di Desa Cimbang justru meningkat dari kedalaman 0-5cm ke 0-15cm

Posfor (P)

Hasil analisis contoh tanah parameter P-tersedia tanah disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Analisis Parameter Posfor Tanah Pada Lokasi Penelitian

Lokasi Ketebalan Debu Kedalaman Tanah Kedalaman Tanah …mm… 0.5 cm *) 0.15 cm *) Desa Sukadebi 0.5 5.30 SR 1.84 S Desa Perteguhen(a) 0.5 35.51 ST 15.61 S Desa Naman 1 1.02 SR 1.02 SR Desa Cimbang 1 15.61 S 52.85 ST

Desa Tiga Pancur 1 3.67 SR 3.27 SR

Desa Perteguhen(b) 15 43.06 ST 19.69 S

*) Kriteria penilaiaan sifat tanah menurut Staf Pusat Penelitian Tanah 1983 *) SR= Sangat Rendah *) S= Sedang *) ST= Sangat Tinggi

Dari Tabel 2 diatas dapat dilihat Posfor tanah akibat debu vulkanik Gunung sinabung mengakibatkan kadar yang berbeda pada setiap daerah. Tertinggi adalah 52,85ppm pada desa Cimbang pada kedalaman dan kadar terendah terdapat pada Desa Naman yaitu 1,02ppm.

Dari Tabel 2 diatas dapat dilihat bahwa pada setiap lokasi penelitian pada kedalaman 0-5cm dan 0-15cm menunjukkan yang mencolok dimana pada kedalaman 0-5cm Posfor tanah dalam tanah lebih tinggi dibandingkan pada kedalaman 0-15cm, kecuali pada Desa Naman terdapat kadar Posfor yang sama

Kalium

Hasil analisis contoh tanah parameter Kalium disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil Analisis Parameter Kalium Tanah Pada Lokasi Penelitian

Lokasi Ketebalan Debu Kedalaman Tanah Kedalaman Tanah …mm… 0.5 cm *) 0.15 cm *) Desa Sukadebi 0.5 0.74 ST 26.56 ST Desa Perteguhen(a) 0.5 6.39 ST 6.66 ST Desa Naman 1 0.74 T 0.52 T Desa Cimbang 1 6.48 ST 6.68 ST

Desa Tiga Pancur 1 0.56 T 0.35 S

Desa Perteguhen(b) 15 8.34 ST 9.25 ST

*) Kriteria penilaiaan sifat tanah menurut Staf Pusat Penelitian Tanah 1983 *) R= Rendah *)S= Sedang *)T= Tinggi *)ST= Sangat Tinggi

Dari Tabel 3 diatas dapat dilihat kadar Kalium akibat debu Vulkanik yang sampai ketanah memiliki kadar yang berbeda pada setiap Desa yang menjadi lokasi penelitian, kadar kalium yang tertinggi dapat dilihat pada lokasi penilitian di Desa Sukadebi pada yaitu 26,56Cmol(+)/kg dan yang terendah terdapat pada Desa Tiga Pancur yaitu 0,35Cmol(+)/kg.

Dari Tabel 3 kadar Kalium tanah pada setiap Desa lokasi penelitian pada kedalaman 0-5cm dan 0-15cm m menunjukkan perbedaan yang mencolok pada kedalaman tanah. Di desa Sukadebi, Desa Perteguhen(a), Desa Perteguhen(b) Desa Cimbang meningkat dari 0-5cm ke 0-15cm, dan di Desa Naman, Tiga Pancur mengalami penurunan dari kedalaman 0-5cm ke 0-15cm.

Hasil analisis contoh tanah parameter Calsium disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Analisis Parameter Calsium Tanah Pada Lokasi Penelitian

Lokasi Ketebalan Debu Kedalaman Tanah Kedalaman Tanah …mm… 0.5 cm *) 0.15 cm *) Desa Sukadebi 0.5 11.97 T 11.22 T Desa Perteguhen(a) 0.5 13.06 T 10.20 T Desa Naman 1 6.10 S 8.22 S Desa Cimbang 1 3.15 R 2.82 R

Desa Tiga Pancur 1 4.08 R 6.83 S

Desa Perteguhen(b) 15 24.80 ST 27.27 ST

*) Kriteria penilaiaan sifat tanah menurut Staf Pusat Penelitian Tanah 1983 *) R= Rendah *)S= Sedang *)T= Tinggi *)ST= Sangat Tinggi

Dari Tabel 4 kadar Kalsium tanah diatas akibat Debu Vulkanik yang sampai kedalam tanah memiliki kadar yang berbeda disetiap daerah lokasi penelitian, kadar Kalsium tanah yang tertinggi terdapat pada Desa Perteguhen(a) pada yaitu 27,27me/100g, dan yang terendah pada Desa Cimbang yaitu 2,82me/100g.

Dari Tabel 5 kadar Kalsium tanah pada setiap lokasi penelitian pada kedalaman 0-5cm dan 0-15cm tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok. Di Desa Naman, Perteguhan(a), Tiga Pancur mengalami kenaikan kadar Kalsium dari kedalaman 0-5cm ke 0-15cm. Namun di Desa Sukadebi, Perteguhan(b), Cimbang mengalami penurunan dari kedalaman 0-5cm ke 0-15cm.

Tabel 5. Hasil Analisis Parameter Magnesium Tanah Pada Lokasi Penelitian Lokasi Ketebalan Debu Kedalaman Tanah Kedalaman Tanah …mm… 0.5 cm *) 0.15 cm *) Desa Sukadebi 0.5 2.96 T 3.23 T Desa Perteguhen(a) 0.5 2.33 T 1.24 T Desa Naman 1 1.04 S 1.52 S Desa Cimbang 1 1.33 S 1.02 S

Desa Tiga Pancur 1 0.69 R 0.74 R

Desa Perteguhen(b) 15 3.74 T 4.16 T

*) Kriteria penilaiaan sifat tanah menurut Staf Pusat Penelitian Tanah 1983 *) R= Rendah *)S= Sedang *)T= Tinggi *)ST= Sangat Tinggi

Dari Tabel 5 kadar Magnesium tanah diatas akibat Debu Vulkanik yang sampai kedalam tanah memiliki kadar yang berbeda disetiap daerah lokasi penelitian, kadar Magnesium yang tertinggi terdapat di Desa Perteguhan(b) pada yaitu 4,16cmol(+)kg, dan kadar Magnesium yang terendah terdapat pada Desa Tiga Pancur pada yaitu 0,69cmol(+)kg.

Dari Tabel 5 kadar Magnesium tanah pada setiap lokasi penelitian pada kedalaman 0-5cm dan 0-15cm tidak menunjukkan perbedaan yang mencolo. Di Desa Naman, Sukadebi, Perteguhen, Tiga Pancur mengalami kenaikan dari kadar 0-5cm ke 0-15cm, dan di Desa Perteguhan(b), Cimbang mengalami penurunan kadar Magnesium didalam tanah pada kedalaman 0-5cm ke 0-15cm.

Sulfur (S)

Hasil analisis contoh tanah parameter Sulfur disajikan pada Tabel 6. Tabel 6. Hasil Analisis Parameter Sulfur Tanah Pada Lokasi Penelitian

Lokasi Ketebalan Debu Kedalaman Tanah Kedalaman Tanah

…mm… 0.5 cm 0.15 cm

Desa Sukadebi 0.5 611.33 ST 454.33 ST

Desa Perteguhen(a) 0.5 709.66 ST 1075 ST

Desa Naman 1 1267.33 ST 507 ST

Desa Cimbang 1 83 T 89.33 T

Desa Tiga Pancur 1 835 ST 474.33 ST

Desa Perteguhen(b) 15 2307.33 ST 2185 ST

*) Kriteria penilaiaan sifat tanah menurut Staf Pusat Penelitian Tanah 1983 *) T= Tinggi ST= Sangat Tinggi

Dari Tabel 6 kadar Sulfur tanah diatas akibat Debu Vulkanik yang sampai dipermukaan tanah lokasi penelitian memiliki kadar Sulfur tanah yang berbeda, dimana pada lokasi penelitian kadar yang tertinggi terlihat pada tabel diatas di Desa Perteguhen yaitu 2307,33 ppm, dan kadar yang terendah terlihat di Desa Cimbang yaitu 83 ppm.

Dari Tabel 6 analisis Sulfur tanah diatas terlihat bahwa pada setiap lokasi penelitian memiliki perbedaan kadar Sulfur tanah, dimana yang mencolok di Desa Naman, Sukadebi, Perteguhan(a), Tiga Pancur mengalami penurunan kadar Sulfur

dari kedalaman 0-5cm ke 0-15cm, namun pada lokasi penelitian di Desa Perteguhan(b), Cimbang mengalami kenaikan dari kedalaman 0-5cm ke 0-15cm.

Pembahasan

Pasca 30 hari setelah letusan Gunung sinabung yang mengeluarkan debu vulkanik yang tersisa di permukaan tanah meningkatkan kadar unsur hara makro tanah. Dimana yang sangat berpengaruh akibat dampak letusan Gunung Sinabung tersebut pada kadar Sulfur tanah, hal ini disebabkan tingginya kadar sulfur yang ada pada debu vulkanik. Juga meningkatkan kadar basa-basa tukar Ca, Mg, namun berbeda dengan basa-basa tukar Kalium tanah yang lebih rendah, hal ini disebabkan kadar kalium tanah yang ada di dalam debu vulkanik tersebut rendah.

Dan akibat pasca letusan Gunung sinabung yang mngeluarkan debu vulkanik juga meningkatkan kadar P-tersedia tanah, hal ini disebabkan tingginya kadar posfor tanah yang ada pada debu vulkanik, tetapi pada kadar N-total tanah ada yang sama dan ada yang lebih rendah dikarenakan pada debu vulkanik akibat letusan Gunung Sinabung tersebut tidak mengandung unsur N-total tanah. Tingginya kadar Debu Vulkanik yang ada di permukaan tanah maupun yang terlarut kedalam tanah akibat pasca letusan Gunung Sinabung sangat mempengaruhi kadar unsur hara makro tanah yang ada di kabupaten karo, dimana semakin tinggi kadar debu vulkanik yang ada akan meningkatkan kadar unsur hara makro tanah, hal ini dapat dilihat pada kadar sulfur yang sangat berpengaruh akibat tingginya debu vulkanik.

Dokumen terkait