• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil

Deskripsi Wilayah Peneitian

Lokasi penelitian dan pengambilan sampel tanah dilakukan di areal pertanaman jeruk yang terpapar abu vulkanik yakni Desa Cinta Rakyat Kecamatan Merdeka yang memiliki koordinat dari Barat ke Timur diantara

3o12’17” LU, 98o27’06” BT sampai 3o12’16” LU, 98o27’06” BT dan Utara ke Selatan diatara 3o12’17” LU, 98o27’07” BT sampai 3o12’15” LU,

98o27’07” BT pada ketinggian tempat 1235 mdpl, memiliki luas wilayah perkebunan 13.447 m2 dengan umur tanaman 15 tahun dan memiliki tekstur lebih berpasir yang dikarenakan adanya pengaruh bahan abu vulkanik yang mana abu vulkanik juga merusak sebagian tanaman jeruk sehingga pada tanaman jeruk yang mati digantikan oleh tanaman kopi. Kemudian pada areal tidak terpapar abu vulkanik yakni Desa Tigapanah Kecamatan Tiga Panah yang memiliki koordinat dari Barat ke Timur diantara 3o2’33” LU, 98o31’55” BT sampai 3o2’36” LU, 98o31’56” BT dan Utara ke Selatan diatara 3o2’37” LU, 98o31’59” BT sampai 3o2’34” LU, 98o32’58” BT dengan ketinggian tempat 1217 mdpl, memiliki luas wilayah perkebunan 3.409 m2 dengan umur tanaman 13 tahun. Pada kedua areal tersebut memiliki jenis tanah Andisol Sinabung dengan topografi datar dan jenis

tanaman Jeruk yang sama. Peta lokasi penelitian lebih jelas tersaji pada gambar 5 berikut.

22

Gambar 5. Peta Lokasi Pengambilan Sampel

pH Tanah

Berdasarkan hasil data pengamatan dan analisis uji T menunjukkan adanya perbedaan nyata pH tanah pada areal yang tidak terpapar abu vulkanik dan areal tepapar abu vulkanik. pH tanah selengkapnya di tampilkan pada Tabel 1 dibawah ini :

Tabel 1. pH Tanah pada Areal Pertanaman Jeruk yang Tidak Terpapar Abu Vulkanik dan Terpapar Abu Vulkanik.

Lokasi Penelitian Nilai pH Tanah Kriteria Areal yang Tidak Terpapar Abu Vulkanik 6.43 Agak Masam

Areal yang Terpapar Abu Vulkanik 5.64 Masam

Hasil Uji T 1.86 3.95*

Keterangan : (tn) Tidak Nyata ; (*) Nyata ; (**) Sangat Nyata

Dari tabel 1 diatas terlihat bahwa abu vulkanik dapat menurunkan pH tanah pada areal pertanaman Jeruk dataran tinggi yang terpapar abu vulkanik. Dari hasil diatas menunjukan bahwa abu vulkanik nyata dalam menurunkan pH tanah.

P-Tersedia

Hasil data pengamatan dan analisis uji T menunjukkan bahwa abu vulkanik Gunung Sinabung tidak berpengaruh nyata terhadap nilai P-Tersedia tanah pada

areal yang tidak terpapar abu vulkanik dan areal tepapar abu vulkanik.

Nilai P-Tersedia tanah selengkapnya di tampilkan pada tabel 2 dibawah ini : Tabel 2. Nilai P-Tersedia Tanah pada Areal Pertanaman Jeruk yang Tidak

Terpapar Abu Vulkanik dan Terpapar Abu Vulkanik.

Lokasi Penelitian P-Tersedia (ppm) Kriteria Areal yang Tidak Terpapar Abu Vulkanik 26.72 Tinggi

Areal yang Terpapar Abu Vulkanik 25.61 Tinggi

Hasil Uji T 1.86 0.19tn

Keterangan : (tn) Tidak Nyata ; (*) Nyata ; (**) Sangat Nyata

24 Dari tabel 2 diatas terlihat bahwa areal yang tidak terpapar abu vulkanik ataupun yang terpapar abu vulkanik menunjukan nilai yang tidak berbeda nyata terhadap P-Tersedia tanah. Hal ini menunjukan bahwa abu vulkanik tidak nyata dalam menurunkan nilai P-Tersedia tanah.

C-Organik

Hasil data pengamatan dan analisis uji T menunjukkan adanya perbedaan nyata nilai C-Organik pada areal yang tidak terpapar abu vulkanik dan areal

tepapar abu vulkanik. Nilai C-Organik tanah pada setiap sampel tersaji pada tabel 3 berikut ini :

Tabel 3. Nilai C-Organik Tanah pada Areal Pertanaman Jeruk yang Tidak Terpapar Abu Vulkanik dan Terpapar Abu Vulkanik.

Lokasi Penelitian C-Organik (%) Kriteria Areal yang Tidak Terpapar Abu Vulkanik 3.83 Tinggi

Areal yang Terpapar Abu Vulkanik 2.07 Sedang

Hasil Uji T 1.86 5.19*

Hasil data pengamatan dan analisis uji T menunjukkan adanya perbedaan nyata nilai Ca-Tukar tanah pada areal yang tidak terpapar abu vulkanik dan areal

tepapar abu vulkanik. Nilai Ca-Tukar tanah selengkapnya di tampilkan pada tabel 4 dibawah ini :

Tabel 4. Nilai Ca-Tukar Tanah pada Areal Pertanaman Jeruk yang Tidak Terpapar Abu Vulkanik dan Terpapar Abu Vulkanik.

Lokasi Penelitian Ca-Tukar

(me/100g) Kriteria Areal yang Tidak Terpapar Abu Vulkanik 22.81 Sangat Tinggi

Areal yang Terpapar Abu Vulkanik 6.93 Sedang

Hasil Uji T 1.86 10.24*

Hasil data pengamatan dan analisis uji T menunjukkan bahwa abu vulkanik Gunung Sinabung tidak berpengaruh nyata terhadap kadar gula buah Jeruk pada areal yang tidak terpapar abu vulkanik dan areal tepapar abu vulkanik.

Selanjutnya kadar gula buah jeruk dapat dilihat pada tabel pada tabel 5 berikut : Tabel 5. Kadar Gula Buah Jeruk pada Areal Pertanaman Jeruk yang Tidak

Terpapar Abu Vulkanik dan Terpapar Abu Vulkanik.

Lokasi Penelitian Kadar Gula Buah

(Brix) Kriteria Areal yang Tidak Terpapar Abu Vulkanik 10.73 Manis

Areal yang Terpapar Abu Vulkanik 10.80 Manis

Hasil Uji T 1.86 -0.31tn

Keterangan : (tn) Tidak Nyata ; (*) Nyata ; (**) Sangat Nyata

Dari tabel 5 diatas dapat dilihat bahwa areal yang tidak terpapar abu vulkanik ataupun yang terpapar abu vulkanik menunjukan nilai yang tidak berbeda nyata terhadap kadar gula buah Jeruk. Hal ini menunjukan bahwa abu vulkanik tidak nyata berpengaruh terhadap kadar gula buah Jeruk.

26 Pertanaman Jeruk yang Tidak Terpapar Abu Vulkanik.

Keterangan : (tn) Tidak Nyata ; (*) Nyata ; (**) Sangat Nyata

Berdasarkan nilai r pada tabel 7 tersebut, diketahui bahwa korelasi antara parameter yang diuji terhadap kadar gula pada areal pertanaman jeruk yang tidak terpapar abu vulkanik tidak nyata.

Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, paparan abu vulkanik gunung sinabung nyata dalam menurunkan pH tanah, C-Organik dan Ca-Tukar di tanah

Andisol. Namun tidak nyata dalam parameter P-Tersedia dan kadar gula buah jeruk.

Abu vulkanik nyata menurunkan pH tanah dengan nilai kriteria pH agak masam pada lahan yang tidak terpapar menjadi kriteria masam pada lahan yang terpapar. Hal ini dikarenakan abu vulkanik memiliki kandungan sulfur berkisar 0.26 – 0.32 % (Sukarman et al 2014). Sulfur pada abu vulkanik jika teroksidasi akan berubah menjadi asam sulfat dan dapat menurunkan pH menjadi masam.

Suriadikarta, et al (2010) menjelaskan bahwa faktor lainnya yang berpengaruh pada pH tanah adalah kandungan sulfur yang tinggi pada abu vulkanik sehingga menghasilkan pH tanah yang sangat masam hingga masam. Selanjutnya Anandham, et al (2007) menyatakan bahwa Oksidasi Smenyebabkan perubahan pH, hal ini terjadi karena oksidasi sulfur elementer menjadi ion sulfat (SO4

2-) akan menghasilkan ion H+ melalui reaksi :

S0 + 1.5O2 + H2O SO4

+ 2H+.

Abu vulkanik nyata menurunkan C-rganik tanah dengan nilai kriteria tinggi pada lahan yang tidak terpapar menjadi kriteria sedang pada lahan yang terpapar. Paparan abu vulkanik yang langsung jatuh ke permukaan lahan menyebabkan tumbuhan disekitar mati dan proses respirasi CO2 yang tinggi . Hal ini sesuai dengan Sudaryo dan Sucipto (2009) yang menyatakan awan panas dan abu vulkanik menyebabkan tumbuhan sebagai sumber bahan organik di sekitar gunung Sinabung banyak yang mati. Paparan abu vulkanik yang menutupi

28 permukaan tanah menyebabkan proses dekomposisi material organik ditanah berlangsung tidak maksimal dan dapat menghambat penyediaan unsur hara yang diberikan ke tanah sehingga membuat kadar organik pada tanah rendah.

Abu vulkanik nyata menurunkan Ca tukar tanah. Kandungan Ca pada tanah yang terpapar abu vulkanik memiliki nilai yang lebih rendah yaitu 6.93 me/100gr dibandingkan dengan tanah yang tidak terpapar abu vulkanik yaitu 22.81 me/100gr. Rendahnya kandungan Ca pada tanah yang terpapar abu vulkanik dapat disebabkan karena tinggi pencucian akibat curah hujan yang tinggi pada daerah Kabupaten Karo. Sehingga pada tanah andisol terpapar abu vulkanik yang memiliki bahan organik rendah menyebabkan unsur kalsium mudah mengalami pencucian. Dalam hal ini diduga kalsium tidak berpengaruh besar terhadap kadar gula dikarenakan pada uji kemanisan buah tidak memberikan hasil yang berbeda

nyata. Salah satu peran penting Ca adalah sebagai kofaktor enzim yaitu Sucrose Phosphate Synthase (SPS). Prasetyo (2013) menyatakan bahwa proses

metabolisme karbohidrat menjadi sukrosa melibatkan peran UDP-glucose dan Sucrose Phosphate Synthase (SPS) yang berfungsi untuk mengkatalisis fruktosa-6 phosphate dan UDP-glucose menjadi sucrose-6-phosphate.

Abu vulkanik tidak berpengaruh nyata terhadap P tersdia tanah. Faktor yang mempengaruhi P tersedia salah satu nya adalah nilah pH tanah. Berdasarkan tabel 1 diketahui nilai pH pada lokasi terpapar abu vulkanik yaitu 5.64 dan yang tidak terpapar abu yaitu 6.43. Diduga P tersedia pada kisaran pH tersebut masih tinggi dalam larutan tanah. Hal ini sesuai dengan Buckman dan Brady (1982) yang m.enyatakan Unsur fosfor (P) ditentukan oleh pH tanah. Ketersediaan P akan

menurun bila pH tanah lebih rendah dari 5.5 atau lebih tinggi dari 7.

Adsorpsi P dalam larutan tanah oleh Fe dan Al oksida dapat menurun apabila pH meningkat. Apabila kemasaman makin rendah (pH makin tinggi) ketersediaan P juga akan berkurang oleh fiksasi Ca dan Mg.

Abu vulkanik tidak berpengaruh nyata terhadap kadar gula. Salah satu unsur

hara yang berperan dalam pembentukan gula pada buah adalah fosfor.

Marschner (2012) menyatakan bahwa fosfor berperan sebagai elemen struktural dalam asam nukleat dan memainkan peran kunci dalam transfer karbohidrat pada sel daun. Sel transfer ini adalah ditandai dengan pertumbuhan ke dalam dinding untuk meningkatkan luas permukaan membran, transporter sukrosa dan

transporter asam amino dalam membran plasma. Berdasarkan tabel 2 kandungan P tersedia pada kedua lokasi memiliki kriteria tinggi. Sehingga diduga

ketersediaan fosfor pada kedua lokasi menyebabkan kadar gula tidak berbeda nyata.

30 KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Abu vulkanik berpengaruh terhadap sifat kimia tanah Andisol yakni pada pH tanah, C-Organik dan Ca-Tukar tanah andisol. Akan tetapi abu vulkanik tidak berpengaruh terhadap P-Tersedia tanah andisol dan juga kadar gula buah Jeruk.

Saran

Perlu dilakukan penelitian selanjutnya dengan menambahkan parameter lain yang terkandung dalam abu vulkanik seperti K, dan Mg untuk melihat pengaruh terhadap kadar gula buah jeruk.

Dokumen terkait