• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil

Hasil pengamatan dan sidik ragam penelitian (Lampiran 2-41) diketahui bahwa perlakuan media tanam limbah pabrik kelapa sawit terhadap pertumbuhan stump mata tidur tanaman karet berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, diameter tajuk, jumlah daun, volume akar , bobot basah tajuk , bobot basah akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar.

Tinggi bibit karet

Hasil pengamatan dan sidik ragam tinggi tanaman dapat dilihat pada Lampiran 2-11. Berdasarkan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Rataan tinggi bibit karet dapat dilihat pada Tabel 1

Tabel 1. Tinggi bibitkaret pada berbagai jenis media tanam.

Perlakuan Tinggitanaman (cm)

M0(top soil) 38,43 c

M1(solid decanter) 43,00 a

M2(serat sawit) 39,13 b

M3 (top soil+solid decanter = 1:1) 37,55 cd M4 (top soil+seratsawit = 1:1) 42,99 ab M5 (solid decanter+seratsawit = 1:1) 27,77 d

M6 (top soil+soliddecanter+seratsawit = 1:1:1) 39,00 bc Keterangan : Angka-angka yang diikuti notasi yang sama menunjukkan tidak

berbeda nyata menurutUjiJarakBerganda Duncan pada taraf α=5 %.

Rataan tinggi stump mata tidur karet terdapat pada media tanam M1 (solid decanter) dengan rataan tinggi 43,00 cm,berbedanyatadenganperlakuan M0(kontrol), M3 (top soil+solid decanter), M5 (solid decanter+seratsawit) dan M6 (top soil+soliddecanter+seratsawit) dan tanaman terendah terdapat pada perlakuan media tanam M5 (solid decanter+serat sawit) dengan rataan 27,77 cm.

Diameter Tajuk (mm)

Hasil pengamatan dan sidik ragam diameter tajuk dapat dilihat pada Lampiran 12-21. Berdasarkan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap diameter tajuk tanaman stump mata tidur karet. Rataan diameter tajuk dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Diameter tajuk bibitkaret pada berbagai jenis media tanam

Perlakuan Diametertajuk (mm)

M0(top soil) 6,00 c

M1(solid decanter) 7,25 a

M2(serat sawit) 6,31 b

M3 (top soil+solid decanter = 1:1) 5,89 cd

M4 (top soil+seratsawit = 1:1) 5,62 bc

M5 (solid decanter+seratsawit = 1:1) 7,24 ab

M6 (top soil+soliddecanter+seratsawit = 1:1:1) 5,89 d Keterangan : Angka-angka yang diikuti notasi yang sama menunjukkan tidak

berbeda nyata menurutUjiJarakBerganda Duncan pada taraf α= 5 %.

Rataan diameter tajuk stump mata tidur karet terbesar terdapat pada media tanam M1 (solid decanter) sebesar 7,25 mm yang berbeda nyata dengan perlakuan M0 (kontrol), M2 (serat sawit), M3 (top soil+solid decanter), M4 (top soil+serat sawit) dan M6 (top soil+solid decanter+serat sawit). Diameter tajuk terkecil terdapat pada perlakuan M4 (top soil+serat sawit) sebesar 5,62 mm.

Jumlah Daun

Hasil pengamatan dan sidik ragam jumlah daun dapat dilihat pada Lampiran 22-31. Berdasarkan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media

Tabel 3. Jumlah daun bibitkaret pada berbagai jenis media tanam

Perlakuan Jumlahdaun (helai)

M0(top soil) 37,66 d

M1(solid decanter) 51,66 ab

M2(serat sawit) 44,76 b

M3 (top soil+solid decanter = 1:1) 42,00 cd M4 (top soil+seratsawit = 1:1)

42,11 c M5 (solid decanter+seratsawit = 1:1) 52,44 a

M6 (top soil+soliddecanter+seratsawit = 1:1:1) 42,67 bc Keterangan : Angka-angka yang diikuti notasi yang sama menunjukkan tidak

berbeda nyata menurutUjiJarakBerganda Duncan pada taraf α= 5 %.

Rataan jumlah daun stump mata tidur karet terbanyak terdapat pada media tanam M5 (solid decanter+serat sawit) sebesar 52,44 helai yang berbeda nyata dengan perlakuan M0 (kontrol), M2 (seratsawit), M3 (top soil+solid decanter), M4 (top soil+seratsawit) dan M6 (top soil+soliddecanter+seratsawit). Jumlah daun terkecil terdapat pada perlakuan M0 (kontrol) yaitu sebanyak 37,66 helai. Volume Akar

Hasil pengamatan dan sidik ragam volume akar dapat dilihat pada Lampiran 32-33. Berdasarkan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanamtidak berpengaruh nyata terhadap volume akar stump mata tidur karet. Rataan volume akar dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Volume akar bibitkaret pada berbagai jenis media tanam

Perlakuan Volume akar (ml)

M0(top soil) 9,22

M1(solid decanter) 8,86

M2(serat sawit) 8,84

M3 (top soil+solid decanter = 1:1) 9,20

M4 (top soil+seratsawit = 1:1) 9,41

M5 (solid decanter+seratsawit = 1:1) 8,55

M6 (top soil+soliddecanter+seratsawit = 1:1:1) 9,13 Keterangan : Angka-angka yang diikuti notasi yang sama menunjukkan tidak

berbeda nyata menurutUjiJarakBerganda Duncan pada taraf α= 5 %.

Rataan volume akar stump mata tidur karet terbesar terdapat pada media tanam M4 (top soil+serat sawit) dengan besaran 9,41 ml berpengaruhtidak nyata dengan perlakuan M1 (solid decanter), M2 (serat sawit) dan M5 (solid decanter+serat sawit) tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan M0. Volume akar terkecil terdapat pada perlakuan M2 (serat sawit) sebesar 8,44 ml.

Bobot Basah Tajuk

Hasil pengamatan dan sidik ragam bobot basah tajuk dapat dilihat pada Lampiran 34-35. Berdasarkan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap bobot basah tajuk stump mata tidur karet. Rataan bobot basah tajuk dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Bobot basah tajuk bibitkaret pada berbagai jenis media tanam

Perlakuan Bobotbasahtajuk (g)

M0(top soil) 43,53 bc

M1(solid decanter) 49,46 a

M2(serat sawit) 41,47 cd

M3 (top soil+solid decanter = 1:1) 44,34 b

M4 (top soil+seratsawit = 1:1) 46,64 ab

M5 (solid decanter+seratsawit = 1:1) 35,17 c

M6 (top soil+soliddecanter+seratsawit = 1:1:1) 29,70 d Keterangan : Angka-angka yang diikuti notasi yang sama menunjukkan tidak

berbeda nyata menurutUjiJarakBerganda Duncan pada taraf α= 5 %.

Rataan bobot basah tajuk terbobot terdapat pada media tanam M1 (solid decanter) yaitu sebesar 49,46 g berbeda nyata dengan perlakuan M5 (solid

Bobot Basah Akar

Hasil pengamatan dan sidik ragam bobot basah akar dapat dilihat pada Lampiran 36-37. Berdasarkan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam berpengaruh tidak nyata terhadap bobot basah akar stump mata tidur karet. Rataan bobot basah akar dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Bobot basah akar bibitkaret pada berbagai jenis media tanam

Perlakuan Bobotbasahakar (g)

M0(top soil) 56,14

M1(solid decanter) 57,70

M2(serat sawit) 42,26

M3 (top soil+solid decanter = 1:1) 51,58

M4 (top soil+seratsawit = 1:1) 40,88

M5 (solid decanter+seratsawit = 1:1) 41,70

M6 (top soil+soliddecanter+seratsawit = 1:1:1) 47,86 Keterangan : Angka-angka yang diikuti notasi yang sama menunjukkan tidak

berbeda nyata menurutUjiJarakBerganda Duncan pada taraf α= 5 %.

Tabel 6 menunjukkan bahwa rataan bobot basah tajuk terberat terdapat pada media tanam M1 (solid decanter) denganrataan57,70 g danrataan yang terendahpada media tanam M4 (top soil+seratsawit) denganrataan40,88 g.

Bobot Kering Tajuk

Hasil pengamatan dan sidik ragam bobot kering tajuk dapat dilihat pada Lampiran 38-39. Berdasarkan sidik ragam diketahui bahwa perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk stump mata tidur karet. Rataan bobot kering tajuk dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Bobot kering tajuk bibitkaret pada berbagai jenis media tanam

Perlakuan Bobotkeringtajuk (g)

M0(top soil) 25,87 ab

M1(solid decanter) 26,09 a

M2(serat sawit) 23,00 bc

M3 (top soil+solid decanter = 1:1) 23,21 b

M4 (top soil+seratsawit = 1:1) 22,45 c

M5 (solid decanter+seratsawit = 1:1) 21,63 cd

M6 (top soil+soliddecanter+seratsawit = 1:1:1) 18,47 d Keterangan : Angka-angka yang diikuti notasi yang sama menunjukkan tidak

berbeda nyata menurutUjiJarakBerganda Duncan pada taraf α= 5 %.

Tabel 7 menunjukkan bahwa rataan bobot kering tajuk terberat terdapat pada media tanam M1 (solid decanter) dengan berat 26,09 g berbeda sangat nyata dengan media tanam M2 (seratsawit), M3 (top soil+solid decanter), M4 (top soil+seratsawit), M5 (solid decanter+seratsawit) dan M6 (top soil+solid decanter+serat sawit) dan tidak berbeda nyata dengan media tanam M0 (kontrol). Bobot rataan kering tajuk terkecil terdapat pada media tanam M6 (top soil+solid decanter+serat sawit) dengan bobot 18,74 g.

Bobot Kering Akar

Hasil pengamatan dan hasil sidik ragam bobot kering akar dapat dilihat pada Lampiran 40-41. Berdasarkan sidik ragam bahwa perlakuan media tanam berpengaruh tidak nyata terhadap bobot kering akar stump mata tidur karet. Rataan bobot kering akar dapat dilihat pada Tabel 8

Tabel 8. Bobot kering akar bibitkaret pada berbagai jenis media tanam

Perlakuan Bobotkeringakar (g)

M0(top soil) 38,14

M1(solid decanter) 43,51

M2(serat sawit) 36,82

M3 (top soil+solid decanter = 1:1) 39,24 M4 (top soil+seratsawit = 1:1)

35,44 M5 (solid decanter+seratsawit = 1:1) 32,81

M6 (top soil+soliddecanter+seratsawit = 1:1:1) 31,82 Keterangan : Angka-angka yang diikuti notasi yang sama menunjukkan tidak

berbeda nyata menurutUjiJarakBerganda Duncan pada taraf α= 5 %.

Pembahasan

Perlakuandari berbagaijenis media tanam yang

berasaldarilimbahpabrikkelapasawit berpengaruh

nyatameningkatkanpertumbuhandan diameter tajuk stump matatidurtanamankaretklon PB 260 denganperlakuanterbaik M1 (solid decanter)

denganrataantinggitanaman 43,00 cm danterendahdenganperlakuan M5 ( solid decanter+seratsawit) denganrataan 27,77 cm. Haliniberartibahwa solid decanter yang diaplikasikanketanamanstump matatidurkaretklon PB 260 mampumerangsangpertumbuhantanamanterutamatinggitanaman. Hal ini sesuai dengan literatur Agustin (1991) yang menyatakanbahwa solid decanter mengandungunsurharamikro yang terdiridariunsur N 0,48%, P 0,47%, K 0,69% danCa 1,08%.

Perlakuandariberbagaijenis media tanam yang berasaldarilimbahpabrikkelapasawitberpengaruhnyatameningkatkanjumlahdaunta

naman stump matatidurkaretklon PB 260 denganperlakuanterbaik M1 (solid decanter) denganrataan 51,66 helaidanperlakuanterendah M0 denganrataan 37,66 helai. Hal inimenunjukkanbahwa solid decanter yang digunakansebagai media

tanamdapatmerangsangpertumbuhandaunlebihcepatdibandingkan media tanam yang lain. Hal inisesuaidengan literatur Sutejo (2002) yang menyatakan bahwa unsur hara N dapat menyehatkan pertumbuhan daun, unsur hara P bagi tanaman dapat berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan akar.

Perlakuan media tanamlimbahkelapasawit berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk stump matatidurkaret PB 260 denganperlakuanterbaik M1 (solid decanter) denganrataan 26,09 g danrataanterendah M6 (top soil+soliddecanter+seratsawit) denganrataan 18,74 g. Pertumbuhan tanaman yang subur akibat perlakuan media tanam solid decanter sehingga menghasilkan bobot basah stump matatidurkaret PB260 yang cukup tinggi, bobot basah berbanding lurus dengan bobot kering. Hal ini sesuai dengan literatur dari Agung dan Rahayu (2004) yang menyatakan bahwa bobot kering tajuk berkaitan dengan bobot basah tajuk, yaitu bobot kering tajuk diperoleh setelah kandungan air yang terdapat pada bobot basah tajuk dikeringkan. Defisit air dalam jangka waktu yang pendek hanya berpengaruh pada kapasitas pertukaran gas dan efisiensi fotosintesis, sedangkan untuk jangka panjang mengakibatkan menurunnya efisiensi pembentukan bahan kering.

Perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap bobot kering akar stump matatidurkaret PB 260 dengan perlakuan terbaik yakni M1 (solid decanter)denganrataan 7,09gdan bobot terendah pada perlakuan M6 (top

bahwa unsur hara N dapat menyehatkan pertumbuhan daun, unsur hara P bagi tanaman dapat berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan akar.

Dokumen terkait