Hasil
Karakteristik Padi Gogo Lokal Di Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun Data hasil pengamatan karakter morfologi dan agronomi yang bersifat kualitatif pada empat kultivar padi lokal menunjukkan adanya perbedaan antar karakter (table 1).
Tabel 1. Karakteristik Padi Gogo Lokal Di Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun
Padi Lokal Karakteristik Si Gambiri
Baggal
Vigor vegetatif bibit kuat, kesuburan spikelet subur, sudut batang tegak, warna ruas batang hijau, menguningnya daun lambat dan perlahan, permukaan daun sedang, sudut daun tegak, sudut daun bendera sedang, warna telinga daun putih, warna helai daun hijau, warna pelepah daun hijau, warna lidah daun putih, bentuk lidah daun 2-cleft, warna leher daun hijau muda, keluarnya malai seluruh malai dan leher keluar, tipe malai kompak, cabang malai sekunder padat, poros malai lurus, warna lema dan palea kuning jerami, keberadaan rambut pada lema dan palea rambut-rambut pendek, warna lema steril kuning jerami, warna ujung gabah (apiculus) kuning jerami, bulu ujung gabah pendek, hanya sebagian berbulu, warna kepala putik putih, bentuk beras pecah kulit sedang, warna kulit ari beras coklat muda, kerontokan mudah.
Si Ramos Vigor vegetatif bibit kuat, kesuburan spikelet subur, sudut batang tegak, warna ruas batang hijau, menguningnya daun lambat dan perlahan, permukaan daun sedang, sudut daun tegak, sudut daun bendera terkulai, warna telinga daun putih, warna helai daun hijau, warna pelepah daun hijau, warna lidah daun putih, bentuk lidah daun 2-cleft, warna leher daun hijau muda, keluarnya malai sebagian malai keluar, tipe malai kompak, cabang malai sekunder padat, poros malai lurus, warna lema dan palea kuning jerami, keberadaan rambut pada lema dan palea rambut-rambut pendek, warna lema steril kuning jerami, warna ujung gabah (apiculus) merah, bulu ujung gabah pendek , hanya sebagian berbulu, warna kepala putik ungu muda, bentuk beras pecah kulit sedang, warna kulit ari beras coklat, kerontokan mudah
Si Lombu Vigor vegetatif bibit kuat, kesuburan spikelet subur, sudut batang sedang, warna ruas batang begaris ungu, menguningnya daun lambat dan perlahan, permukaan daun sedang, sudut daun tegak, sudut daun bendera sedang, warna telinga daun bergaris ungu, warna helai daun hijau, warna pelepah daun hijau, warna lidah daun bergaris ungu, bentuk lidah daun 2-cleft, warna
leher daun hijau muda, keluarnya malai seluruh malai dan leher keluar, tipe malai kompak, cabang malai sekunder padat, poros malai lurus, warna lema dan palea ungu, keberadaan rambut pada lema dan palea rambut-rambut pendek, warna lema steril ungu, warna ujung gabah (apiculus) ungu, bulu ujung gabah pendek, hanya sebagian berbulu, warna kepala putik ungu, bentuk beras pecah kulit sedang, warna kulit ari beras coklat muda, kerontokan mudah.
Si Tamba Vigor vegetatif bibit kuat, kesuburan spikelet subur, sudut batang tegak, warna ruas batang bergaris ungu, menguningnya daun sedang, permukaan daun sedang, sudut daun tegak, sudut daun bendera sedang, warna telinga daun putih, warna helai daun hijau, warna pelepah daun hijau, warna lidah daun putih, bentuk lidah daun 2-cleft, warna leher daun hijau muda, keluarnya malai sebagian malai keluar, tipe malai kompak, cabang malai sekunder padat, poros malai lurus, warna lema dan palea kuning jerami, keberadaan rambut pada lema dan palea rambut-rambut pendek, warna lema steril kuning jerami warna ujung gabah (apiculus) merah, bulu ujung gabah pendek, hanya sebagian berbulu, warna kepala putik putih, bentuk beras pecah kulit sedang, warna kulit ari beras coklat muda, kerontokan mudah.
Karakter Morfologi Empat Kultivar Padi Gogo Lokal (Oryza sativa L.)
Gambar 1. Grafik karakter morfologi kuantitatif: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada bagan yang sama berbeda tidak nyata pada Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%.
0
Panjang Daun Lebar Daun Panjang Lidah Daun
Data pengamatan dan sidik ragam panjang daun dapat dilihat pada Lampiran 7-8. Rataan paling tinggi berada pada kultivar Si Tamba yaitu sepanjang 64 cm.
Panjang daun pada keempat kultivar saling menunjukkan perbedaan yang sangat nyata.
Data pengamatan dan sidik ragam lebar daun dapat dilihat pada Lampiran 9-10. Rataan paling tinggi berada pada kultivar Si Tamba dan Si Lombu yaitu sebesar 2 cm yang berbeda nyata dengan kultivar Si Ramos. Rataan lebar daun Si Gambiri Baggal, Si Tamba dan Si Lombu tidak berbeda nyata namun ketiganya berbeda nyata dengan Si Ramos.
Data pengamatan dan sidik ragam panjang lidah daun dapat dilihat pada Lampiran 11-12. Rataan paling tinggi berada pada tanaman kultivar Si Ramos yaitu sepanjang 1.98 cm. Panjang lidah daun pada keempat kultivar saling menunjjukan perbedaan yang sangat nyata.
Data pengamatan dan sidik ragam panjang malai dapat dilihat pada Lampiran 13-14. Rataan paling tinggi berada pada tanaman kultivar Si Gambiri Baggal dan Si Lombu yaitu sepanjang 24.98 cm yang berbeda nyata dengan Si Ramos dan Si Tamba. Rataan panjang malai Si Gambiri Baggal dan Si Lombu tidak berbeda nyata namun berbeda nya dengan Si Ramos dan Si Tamba.
Data pengamatan dan sidik ragam diameter ruas batang bawah dapat dilihat pada Lampiran 5-6. Rataan paling tinggi berada pada tanaman kultivar Si Gambiri Baggal dan Si Lombu yaitu sebesar 10 mm yang berbeda nyata dengan Si Ramos dan Si Tamba. Rataan diameter ruas batang bawah Si Ramos dan Si Tamba tidak berbeda nyata, namun keduanya berbeda nyata dengan Si Gambiri Baggal dan Si Lombu.
Data pengamatan dan sidik ragam panjang lema steril dapat dilihat pada Lampiran 15-16. Rataan paling tinggi berada pada tanaman kultivar Si Tamba yaitu sepanjang 3.02 mm. Panjang lema steril pada keempat kultivar menunjukkan perbedaan yang tidak nyata.
Data pengamatan dan sidik ragam panjang biji dapat dilihat pada Lampiran 17-18. Rataan paling tinggi berada pada tanaman kultivar Si Gambiri Baggal dan Si Ramos yaitu sepanjang 9 mm yang berbeda nyata dengan Si Lombu dan Si Tamba. Rataan Si Lombu dan Si Tamba tidak berbeda nyata namun keduanya berbeda nyata dengan Si Gambiri Baggal dan Si Ramos.
Data pengamatan dan sidik ragam lebar biji dapat dilihat pada Lampiran 19-20. Rataan paling tinggi berada pada tanaman kultivar Si Gambiri Baggal dan Si Lombu yaitu sebesar 4 mm yang berbeda nyata dengan Si Ramos. Rataan Si Gambiri Baggal, Si Tamba dan Si Lombu menunjukkan perbedaan yang tidak nyata, namun berbeda nyata terhadap Si Ramos.
Data pengamatan dan sidik ragam ketebalan biji dapat dilihat pada Lampiran 21-22. Rataan paling tinggi berada pada tanaman kultivar Si Gambiri Baggal, Si Tamba dan Si Lombu yaitu sebesar 3 mm yang menunjukkan perbedaan nyata terhadap Si Ramos. Rataan Si Gambiri Baggal, Si Tamba dan Si Lombu tidak berbeda nyata namun ketiganya berbeda nyata terhadap Si Ramos.
Data pengamatan dan sidik ragam panjang beras pecah kulit dapat dilihat pada Lampiran 23-24. Rataan paling tinggi berada pada tanaman kultivar Si Gambiri Baggal yaitu sebesar 7 mm yang berbeda nyata dengan Si Ramos, Si Tamba dan Si Lombu. Rataan Si Ramos, Si Tamba dan Si Lombu menunjukkan tidak berbeda nyata namun berbeda nyata terhadap Si Gambiri Baggal.
Tabel 2. Penampilan Karakter Morfologi Tanaman Batang
G1 G2 G3 G4
G1 G2 G3 G4
Keterangan: (a) Batang (b) Ruas batang bawah Daun
G1 G2 G3 G4
G1 G2 G3 G4
b b b b
a a a a
a b c
a b c
a b
c c
b a
d
e
d
e e e
d d
G1 G2 G3 G4
Keterangan: (a) Lidah Daun, (b) Telinga Daun, (c) Leher Daun (d) Helai Daun, (e) Pelepah Daun, (f) Daun Bendera
Bunga
G1 G2 G3 G4
G1 G2 G3 G4
Keterangan: (a)Malai, (b) Apikulus, (c) Benang Sari, (d) Lemma (e) Lemma steril, (f) Kepala sari, (g) Palea, (h) Putik, (i) Penicel (tangkai gabah) Buah dan Biji
G1 G2 G3 G4
G1 G2 G3 G4
Keterangan: (a) Biji, (b) Beras, (c) Embryo, (d) Apikulus (e) Palea, (f) Lemma, (g) Lemma steril
Karakter Agronomi Empat Kultivar Padi Gogo Lokal (Oryza sativa L.)
Hasil penelitian menunjukkan karakter agronomi empat Kultivar Padi Gogo (Oryza sativa L.) Di Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun.
0
Gambar 2. Grafik karakter agronomi kuantitatif: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada bagan yang sama berbeda tidak nyata pada Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%.
Rataan umur tanaman paling lama berada pada kultivar Si Ramos yaitu 149 hari yang berbeda nyata dengan Si Gambiri Baggal, Si Tamba dan Si Lombu.
Rataan Si Gambiri Baggal, Si Tamba dan Si Lombu tidak berbeda nyata namun ketiganya berbeda nyata dengan Si Ramos.
Rataan keluarnya malai paling lama berada pada kultivar Si Ramos yaitu 118 hari yang berbeda nyata dengan Si Gambiri Baggal, Si Tamba dan Si Lombu.
Rataan Si Gambiri Baggal dan Si Lombu tidak berbeda nyata namun keduanya berbeda nyata terhadap Si Tamba.
0
Berat 100 Butir Berat Gabah/M2
Gram
Data pengamatan dan sidik ragam tinggi tanaman dapat dilihat pada Lampiran 25-26. Rataan paling tinggi berada pada tanaman kultivar Si Gambiri Baggal yaitu setinggi 150.1 cm yang berbeda nyata dengan Si Ramos, Si Tamba dan Si Lombu. Rataan tinggi tanaman pada Si Tamba dan Si Lombu tidak berbeda nyata namun keduanya berbeda nyata terhadap Si Ramos.
Data pengamatan dan sidik ragam jumlah anakan per sampel dapat dilihat pada lampiran 27-28. Rataan jumlah anakan tanaman paling tinggi berada pada tanaman kultivar Si Gambiri Baggal yaitu sebanyak 6 anakan yang berbeda nyata dengan Si Ramos, Si Tamba dan Si Lombu. Rataan jumlah anakan pada Si Tamba dan Si Lombu tidak berbeda nyata namun keduanya berbeda nyata terhadap Si Ramos.
Data pengamatan dan sidik ragam berat 100 butir dapat dilihat pada Lampiran 29-30. Rataan berat 100 butir paling tinggi berada pada tanaman kultivar Si Gambiri Baggal yaitu seberat 3.02 gram yang berbeda nyata dengan Si Ramos, Si Tamba dan Si Lombu. Rataan berat 100 butir pada Si Ramos, Si Tamba dan Si Lombu tidak berbeda nyata namun ketiganya berbeda nyata terhadap Si Gambiri Baggal.
Data pengamatan dan sidik ragam berat gabah/m2 dapat dilihat pada Lampiran 31-32. Rataan berat gabah/m2 paling tinggi berada pada tanaman kultivar Si Gambiri Baggal yaitu seberat 386.2 gram yang berbeda nyata dengan Si Ramos, Si Tamba dan Si Lombu. Rataan berat gabah/m2 pada Si Ramos, Si Tamba dan Si Lombu menunjukan perbedaan yang nyata satu sama lain.
Tabel 3. Uji Korelasi Karakter Morfologi Terhadap Karakter Agronomi
Keterangan: Signifikansi 0.01(**), Signifikansi 0.05(*). Tinggi tanaman(TT), Diameter batang(DB), Berat 100 butir (B100B), Ketebalan biji(KB), Berat gabah/m2
Hasil pengamatan korelasi tinggi tanaman terhadap diameter batang menunjukkan adanya korelasi yang positif anatara kedua karakter. Korelasi tinggi tanaman terhadap diameter batang menunjukkan hubungan yang sedang, yang mengakibatkan semakin tinggi tanaman maka diameter batang juga akan semakin tinggi dengan taraf sedang.
Hasil pengamatan korelasi berat 100 butir dengan ketebalan biji menunjukkan adanya korelasi yang positif anatara kedua karakter. Korelasi berat 100 butir dengan ketebalan biji menunjukkan hubungan yang sangat kuat, yang mengakibatkan semakin tinggi berat biji 100 butir maka ketebalan biji juga akan semakin tinggi dengan taraf yang signifikan.
Hasil pengamatan korelasi berat gabah/m2 terhadap panjang beras pecah kulit menunjukkan adanya korelasi yang positif anatara kedua karakter. Korelasi berat gabah/m2 terhadap panjang beras pecah kulit menunjukkan hubungan yang kuat, yang mengakibatkan semakin tinggi berat gabah/m2 maka panjang beras pecah kulit juga akan semakin tinggi dengan taraf yang signifikan.
Pembahasan
Karakter Empat Kultivar Padi Gogo Lokal (Oryza sativa L.)
Hasil penelitian terhadap morfologi batang menunjukkan batang Si Gambiri Baggal dan Si Ramos memiliki warna batang yang sama yaitu warna hijau sedangkan batang Si Lombu dan Si Tamba memiliki batang yang bergaris ungu.
Besar diameter kultivar Si Gambiri Baggal dan Si Lombu tidak berbeda nyata yaitu masing-masing sebesar 10 mm begitu juga dengan diameter Si Ramos dan Si Tamba yang menunjukkan tidak berbeda nyata masing-masing sebesar 9 mm.
Hasil penelitian terhadap morfologi daun menunjukkan Panjang daun Si Gambiri Baggal dan Si Lombu tidak berbeda nyata yaitu sepanjang 58 cm dan 60 cm namun berbeda nyata dengan Panjang daun Si Ramos 54 cm dan Si Tamba sepanjang 60 cm. warna helai daun ke empat kultivar tersebut berwarna hijau.
Warna telinga daun Si Lombu berbeda dengan yang lain yaitu bergaris ungu, sedangkan telinga daun untuk ke tiga kultivar lainnya berwarna putih. Kultivar Si Ramos memiliki sudut daun bendera yang terkulai sedangkan kultivar Si Gambiri Baggal, Si Tamba Dan Si Lombu memiliki daun bendera yang tegak. Panjang lidah daun ke empat kultivar berbeda satu sama lain dengan ukuran Si Gambiri Baggal 1cm, Si Ramos 2 cm, Si Lombu 1.6 cm dan Si Tamba 1.8 cm. Ke empat kultivar tanaman padi gogo memiliki bentuk lidah daun 2-cleft.
Hasil penelitian terhadap morfologi bunga padi menunjukkan panjang malai Si Lombu Dan Si Gambiri Baggal tidak berbeda nyata masing-masing 25 cm namun berbeda nyata terhadap Si Ramos Dan Si Tamba masing-masing 23 cm dan 24 cm. Ke empat kultivar tanaman padi gogo ini memiliki tipe malai yang kompak.
Warna lema steril kultivar Si Lobu memiliki warna ungu berbeda dengan tiga kultivar lainya memiliki warna lemma steril berwarna kuning Jerami. Warna
apiculus Si Ramos dan Sitamba berwarna merah berbeda dengan apiculus Si Gambiri Baggal yang berwarna kuning jerami dan Si Lombu bermarna ungu. Warna kepala putik kultivar Si Gambiri Baggal dan Si Tamba berwarna putih berbeda dengan Si Ramos yang memiliki warna ungu muda dan si lombu yang berwarna ungu.
Hasil penelitian terhadap morfologi buah dan biji menunjukkan kultivar Si Gambiri Baggal dan Si Ramos tidak berbeda nyata masing-masing 9 mm namun berbeda nyata dengan kultivar Si Lombu dan Si Tamba yamng memiliki Panjang biji 8 mm. Lebar biji kultivar Si Ramos sebesar 3 mm berbeda nyata dengan kultivar Si Gambiri Baggal, Si Lombu, Si Tamba yang memiliki lebar biji masing-masing 4 mm. Kultivar Si Ramos memiliki warna kulit ari berwarna coklat, berbeda dengan kultivar Si Gambiri Baggal, Si Lombu, Dan Si Tamba masing-masing memiliki warna coklat muda. Panjang beras pecah kulit Si Gambiri sebesar 7 mm berbeda dengan ke tiga kultivar lainya yang memiliki panjang masing-masing 6 mm.
Keempat kultivar tanaman padi gogo memiliki kerontokan yang mudah.
Hasil penelitian terhadap karakter agronomi menunjukkan bahwa umur tanaman kultivar Si Gambiri Baggal, Si Lombu, dan Si Tamba sama yaitu 137 hari, berbeda nyata dengan umur tanaman Si Ramos yaitu 149 hari. Tinggi tanaman Si Tamba dan Si Lombu tidak berbeda nyata masing-masing 148 cm dan 147 cm namun berbeda nyata dengan tinggi tanaman kultivar Si Ramos setinggi 140 cm dan Si Gambiri Baggal 150 cm. Keempat kultivar tanaman padi gogo memiliki vigor vegetatif bibit yang kuat. Jumlah anakan Si Tamba Dan Si Lombu tidak berbeda nyata masing-masing 5 anakan namun berbeda nyata dengan kultivar Si Ramos 4 anakan dan Si Gambiri Baggal 6 anakan. Berat 100 butir kultivar Si
Gambiri Baggal, Si Lombu dan Si Tamba sama yaitu 3 gram, berbeda nyata berat 100 butir Si Ramos yaitu 2 gram.
Produksi padi yang diamati dari Berat gabah/m2 ke empat kultivar saling berbeda nyata yaitu Si Gambiri Baggal 386 g/m2, Si Ramos 332 g/m2, Si Lombu 351 g/m2, Si Tamba 308 g/m2. Hasil produksi padi/m2 jika di kalibrasikan kedalam ton/ha maka Si Gambiri Baggal 3.86 ton/ha, Si Ramos 3.32 ton/ha, Si Lombu 3.51 ton/ha, Si Tamba 3.08 ton/ha. Hasil produksi paling tinggi diperoleh kultivar Si Gambiri Baggal yaitu sebesar 3.86 ton/ha.
Pengaruh Kultivar Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Gogo Lokal Beras Merah (Oryza sativa L.)
Perbedaan dari tinggi tanaman padi gogo menunjukkan bahwa pengaruh genetik tiap kultivar berbeda pada setiap pertumbuhan tinggi tanaman meskipun kultivar-kultivar tersebut merupakan jenis tanaman yang sama. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sitompul dan Guritno (1995) yang menyatakan bahwa keragaman penampilan tanaman akibat perbedaan susunan genetik mungkin terjadi, sekalipun bahan tanaman yang digunakan berasal dari jenis tanaman yang sama.
Jika ada dua jenis tanaman yang sama ditanam pada lingkungan yang berbeda, dan timbul variasi yang sama dari kedua tanaman tersebut maka hal itu dapat disebabkan oleh genetik dari tanaman yang bersangkutan.
Peubah amatan panjang biji rataan tertinggi diperoleh oleh kultivar Si Gambiri Baggal dan Si Ramos. Kedua kultivar tersebut memiliki Panjang biji yang sama berbeda dengan yang lainya. Hal ini sesuai dengan Jambornias dan Riry (2008) yang menyatakan bahwa adaptasi spesifik lingkungan suatu genotip berkaitan dengan kemampuan suatu genotip untuk menunjukkan keragaan terbaiknya pada suatu lingkungan.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata bobot gabah/m2 terbaik terdapat pada kultivar Si Gambiri Baggal. Hal ini disebabkan oleh kultivar Si Gambiri Baggal memiliki respon yang baik terhadap lingkungan untuk mengoptimalkan kerja sel dalam meningkatkan produksi. Hal ini sesuai dengan pendapat jusuf et al., (2008) yang menyatakan bahwa genotip yang beradaptasi luas memiliki keuntungan dapat memberikan hasilyang tinggi pada ekosistem yang beragam.
Pada pengamatan berat 100 butir rataan terendah diperoleh oleh kultivar Si Ramos. Kultivar Si Ramos memiliki ketebalan biji yang paling rendah yang mengakibatkan bobot 100 butirnya paling rendah. Hal ini sesuai dengan Jambornias dan Riry (2008) yang menyatakan bahwa adaptasi spesifik lingkungan suatu genotip berkaitan dengan kemampuan suatu genotip untuk menunjukkan keragaan terbaiknya pada suatu lingkungan.
Pengaplikasian pupuk sangat berperan terhadap peningkatan produksi tanaman padi. Penggunaan pupuk majemuk seperti NPK dan SS (Amophos) sering menjadi suatu pilihan bagi petani. Prabukesuma et al., (2015) menyatakan bahwa pengaplikasian pupuk NPK pada saat tanam dan awal berbunga dapat meningkatkan 0,212 butir gabah padi. Hal ini juga dukung oleh Kementan (2019) yang menyatakan bahwa penggunaan pupuk SS (Amophos) khususnya pada tanaman padi dapat meningkatkan jumlah gabah per malai sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman padi.