• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komposisi gulma meliputi jenis dan jumlah spesies gulma. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa gulma yang tumbuh pada pertanaman kedelai adalah 10 famili dengan 13 spesies yang terdiri dari 3 golongan yaitu gulma berdaun lebar, gulma teki-tekian, dan gulma rumput-rumputan. Spesies gulma yang dominan tumbuh adalah jenis Cyperus rotundus. Hal ini diduga disebabkan oleh produksi biji Cyperus rotundus yang lebih banyak dibandingkan dengan gulma lainnya. Sukman (2002) menyatakan bahwa hadirnya gulma yang tumbuh dominan diduga karena banyaknya biji gulma yang terdapat di dalam tanah dan mempunyai perakaran yang luas, sehingga gulma tumbuh dengan cepat yang selanjutnya akan memproduksi biji yang akan dapat tumbuh kembali sebagai individu baru.

Lama keberadaan gulma pada pertanaman kedelai menyebabkan pertambahan jenis dan jumlah individu dari gulma tersebut. Sesuai dengan pernyataan (Taryono, 1988) gulma yang tumbuh seiring dengan pertambahan umur suatu tanaman akan menyebabkan pertambahan jenis dan jumlah individu gulma. Hal ini terjadi jika tidak dilakukan penyiangan terhadap lahan kedelai, sehingga gulma akan berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan kompetisi diantara keduanya.

Berat Basah dan Berat Kering (Biomassa) Gulma

Hasil pengamatan berat basah dan berat kering gulma menunjukkan bahwa pada awal pertumbuhan kedelai jumlah jenis dan individu gulma masih sedikit, kemudian seiringnya

Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas dan Ekologi Tropika Indonesia 2015 | BIOETI 3

43 berjalannya waktu dan pertambahan umur kedelai jumlah jenis dan individu gulma mengalami peningkatan sehingga menyebabkan terjadinya kompetisi antara gulma dengan kedelai. Hal ini sesuai dengan pernyataan Taryono (1988) bahwa berat basah dan berat kering gulma akan meningkat seiring lamanya waktu bergulma.

Pertumbuhan Kedelai

Setelah dilakukan uji statistik tinggi tanaman kedelai menunjukkan perbedaan yang nyata antara kontrol dengan kedelai umur 2 bulan dan kedelai umur 3 bulan, sedangkan pada kedelai umur 1 bulan menunjukkan perbedaan yang tidak nyata dengan kontrol. Menurut Anderson (1977) lama keberadaan gulma akan menyebabkan semakin kuatnya persaingan yang terjadi, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.

Pengamatan jumlah cabang primer dan jumlah polong bernas yang terbentuk menunjukkan perbedaan yang tidak nyata antar perlakuannya. Hal ini berarti lama keberadaan gulma pada suatu pertanaman kedelai tidak menyebabkan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan jumlah cabang primer dan pembentukan jumlah polong bernas.

Berat Basah dan Berat Kering Kedelai

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata pengukuran berat basah dan berat kering kedelai antar masing-masing perlakuan menunjukkan perbedaan yang berbeda nyata. Semakin bertambahnya umur kedelai maka terjadi penurunan berat basah dan berat kering dari kedelai tersebut.

Terjadinya penurunan berat basah dan berat kering kedelai tersebut dikarenakan terjadinya kompetisi antara kedelai dengan gulma dalam memanfaatkan sarana tumbuh. Menurut Sastroutomo (1990) kompetisi pertama kali terjadi terhadap sarana tumbuh yang jumlahnya paling terbatas.

Analisis Korelasi

Analisis korelasi dilakukan untuk melihat sejauh mana hubungan antara biomassa gulma dengan biomassa kedelai. Setelah dilakukan uji statistik menggunakan program SPSS didapatkan bahwa terdapat korelasi yang sangat kuat antara biomassa gulma dengan biomassa kedelai. Korelasi yang sangat kuat tersebut didapatkan dari perhitungan nilai r sebesar 0,939. Berdasarkan pernyataan Sugiyono (2012), kriteria hubungan korelasi antara biomassa gulma dengan biomassa kedelai adalah korelasi sangat kuat yang dinyatakan dalam

Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas dan Ekologi Tropika Indonesia 2015 | BIOETI 3

44 0,80 < | r | < 1,00. Hubungan antara lama keberadaan gulma dan pertumbuhan atau hasil tanaman pokok merupakan suatu korelasi negatif.

KESIMPULAN

Penelitian ini ditemukan 10 famili gulma dengan 13 spesies dan 120 individu, semakin lama gulma tumbuh bersama kedelai maka biomassa gulma akan semakin meningkat.

UCAPAN TERIMAKASIH

Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak dan Ibu Pembimbing, teman-teman labor, dan terutama keluarga saya yang telah memberikan dukungannya hingga selesainya penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Anderson, W.P. 1977. Weeds Sains : Principle. West Publishing company. New York. Sastroutomo. 1990. Ekologi Gulma. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung. Sukman dan Yakup. 1991. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. Rajawali Pers. Jakarta. Sukman dan Yakup. 2002. Gulma Dan Teknik Pengendaliannya. PT.Raja Grafindo

Persada. Jakarta.

Taryono. 1988. Dampak Seleksi Massa pada Hasil Kedelai Hitam (Glycine max L Merill). Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Tabel 1. Jenis-jenis gulma yang didapatkan pada beberapa tingkatan umur tanaman kedelai

No Family Jenis Gulma Jumlah Individu Gulma

Total

A B C D

1. Amaranthaceae* Amaranthus spinosus L. - - - 2 2 2. Apiaceae* Centella asiatica (L.)

Urb.

- - 4 - 4

3. Asteraceae* Ageratum conyzoides

(L.) L.

- 4 8 5 17

Mikania micrantha

Kunth

- - - 3 3

4. Caryophyllaceae* Drymaria cordata (L.)

Willd ex. Schult.

- 2 3 3 8

5. Cyperaceae** Cyperus rotundus L. - 6 9 20 35

6. Euphorbiaceae* Phyllanthus niruri L. - 1 4 2 7

7. Graminae*** Imperata cylindrica (L.)

Raeusch. - - 2 2 4 Axonopus compressus (Sw.) P. Beauv. - - 3 2 5 Eleusine indica (L.) Gaertn. - 2 3 3 8

8. Lamiaceae* Hyptis capitata Jacq. - - - 2 2

9. Piperaceae* Peperomia pellucida (L.)

Kunth

- 2 5 7 14

10. Rubiaceae* Borreria alata (Aubl.)

DC.

- 4 4 3 11

Jumlah Individu - 21 45 54 120

Jumlah Jenis - 7 10 12

Keterangan : A = Kontrol (tidak bergulma), B = Bergulma sampai umur 1 bulan kedelai, C = Bergulma sampai umur 2 bulan kedelai, D = Bergulma sampai umur 3 bulan kedelai; * gulma berdaun lebar, ** gulma teki-tekian, *** gulma rumput-rumputan.

Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas dan Ekologi Tropika Indonesia 2015 | BIOETI 3

46 No Perlakuan

Rata-rata Berat Gulma Perpolibag

Berat Basah (gram)

Berat Kering (gram)

1. A (Kontrol tidak bergulma) - -

2. B (Bergulma sampai umur 1 bulan kedelai) 1,54 0,22 3. C (Bergulma sampai umur 2 bulan kedelai) 5,45 2,91 4. D (Bergulma sampai umur 3 bulan kedelai) 11,33 6,81

Tabel 3. Rata-rata tinggi tanaman kedelai yang didapatkan pada masing-masing perlakuan bersama kedelai.

No Perlakuan Tinggi Tanaman (cm)

1 A (Kontrol tidak bergulma) 78,08 a

2 B (Bergulma sampai umur 1 bulan kedelai) 77,85 a 3 C (Bergulma sampai umur 2 bulan kedelai) 65,93 b 4 D (Bergulma sampai umur 3 bulan kedelai) 58,42 c

Ket : Notasi huruf yang sama menunjukkan perbedaan yang tidak nyata, sedangkan notasi huruf yang berbeda menunjukkan perbedaan yang nyata pada taraf 5 %.

Tabel 4. Rata-rata jumlah cabang primer kedelai yang didapatkan pada beberapa perlakuan lamanya gulma tumbuh bersama kedelai.

No Perlakuan Rata-rata Jumlah Cabang

Primer

1 A (Kontrol tidak bergulma) 8 a

2 B (Bergulma sampai umur 1 bulan kedelai) 6 a 3 C (Bergulma sampai umur 2 bulan kedelai) 6 a 4 D (Bergulma sampai umur 3 bulan kedelai) 5 a

Ket : Notasi huruf yang sama menunjukkan perbedaan yang tidak nyata.

Tabel 5. Rata-rata jumlah polong bernas kedelai yang didapatkan pada beberapa perlakuan lamanya gulma tumbuh bersama kedelai.

Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas dan Ekologi Tropika Indonesia 2015 | BIOETI 3

47

No Perlakuan Rata-rata polong bernas

pertanaman

1. A (Kontrol tidak bergulma) 40,67 a

2. B (Bergulma sampai umur 1 bulan kedelai) 40 a 3. C (Bergulma sampai umur 2 bulan kedelai) 39,5 a 4. D (Bergulma sampai umur 3 bulan kedelai) 38,5 a Ket : notasi huruf yang sama menunjukkan perbedaan yang tidak nyata.

Tabel 6. Rata-rata berat basah dan berat kering kedelai yang didapatkan pada beberapa perlakuan lamanya gulma tumbuh bersama kedelai.

No Perlakuan Rata-rata berat basah dan berat

kering (gram)

Berat basah Berat kering

1. A (Kontrol tidak bergulma) 33,39 a 16,35 a

2. B (Bergulma sampai umur 1 bulan kedelai) 31,47 b 15,19 b 3. C (Bergulma sampai umur 2 bulan kedelai) 28,18 c 11,33 c 4. D (Bergulma sampai umur 3 bulan kedelai) 24,22 d 9,88 d Ket : Notasi huruf yang sama menunjukkan perbedaan yang tidak nyata, sedangkan notasi huruf yang berbeda menunjukkan perbedaan yang nyata pada taraf 5 %.

Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas dan Ekologi Tropika Indonesia 2015 | BIOETI 3

48

STUDI JUMLAH KROMOSOM KELELAWAR Hipposideros Diadema (GEOFFROY, 1813) (CHIROPTERA : HIPPOSIDERIDAE) PADA BEBERAPA

GOA DI SUMATERA BARAT, INDONESIA