• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Hasil

Data yang diperoleh selama penelitian yang dilakukan di pemukiman sekitar Sungai Karang Mumus selama 3 bulan terhitung dari awal bulan Mei hingga Juli 2013 adalah sebagai berikut:

a. Informasi Tentang Responden

Penduduk RT.26 dimana penelitian ini difokuskan berjumlah 298 jiwa terdiri dari 150 jiwa laki-laki dan 148 jiwa perempuan dengan 76 rumah tangga. Responden dalam penelitian ini adalah 20 orang atau 26 % dari total 76 rumah tangga. Informasi responden ditampilkan pada tabel 1 dibawah ini:.

Tabel 1. Informasi Tentang Data Responden

No. Nama Umur

(tahun) Jenis Kelamin Pen Didikan Jumlah Anggota Keluarga Pekerjaan Lama Domisili (tahun)

1 Ngadimin 55 Pria SD 6 Pedagang 8

2 Resemi 52 Wanita SD 4 Pedagang 20

3 Mahfud 37 Pria SMA 4 Pedagang 4

4 Raminim 53 Wanita SD 6 IRT 7

5 Sapiah 45 Wanita SD 5 IRT 5

6 Ramli 34 Pria SMP 3 Swasta 6

7 Supardi 38 Pria SMP 5 Swasta 11

8 Sinta GM 24 Wanita SMA 4 IRT 5

9 Jumadil 28 Pria SD 3 Swasta 8

10 Sudarmi 50 Wanita SMP 6 IRT 20

11 Hasnan Rais 55 Pria SD 7 Swasta 28

12 Gita Maharani 43 Pria SMP 5 IRT 7

13 Aris 53 Pria SD 7 Pedagang 30

14 Sriyati 55 Wanita SD 5 IRT 23

15 M. Ikbal 43 Pria SD 4 Buruh 5

16 Julvikar 41 Pria SMP 3 Buruh 9

17 Sumanto 54 Pria SMP 4 Swasta 10

18 Idris 25 Pria SD 4 Swasta 20

19 Pujianur 33 Pria SMP 3 Swasta 24

b. Pernyataan responden

Data ini menyajikan informasi mengenai pernyataan responden tentang kondisi Sungai Karang Mumus dan masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Karang Mumus.

Tabel 2. Pernyataan Responden

No Daftar pertanyaan Pilihan jawaban

Jawaban Total

(org)

Prosentase (%) 1. Menurut anda apakah

lingkungan sekitar Sungai Karang Mumus sudah tersanitasi dengan baik ?

a. Iya/sudah 3 15

b. Tidak/belum 16 80

c. Biasa-biasa saja 1 5 d. Tidak tahu

2. Menurut anda apakah masyarakat sekitar Sungai Karang Mumus selalu menjaga kebersihan ? a. Iya/sudah b. Tidak/belum 18 90 c. Biasa-biasa saja 2 10 d. Tidak tahu 3. Apakah masyarakat disekitar sungai karang mumus pernah

mengadakan kerja bakti di lingkungan RT masing-masing ? a. Iya/pernah 7 35 b. Tidak/belum 5 25 c. Kadang-kadang 5 25 d. Tidak tahu 3 15

4. Jika pernah kapan kerja bakti tersebut dilaksanakan ? a. Seminggu sekali b. 2 minggu sekali c. Sebulan sekali 17 85 d. Tidak pernah 3 15

5. Apakah masyarakat sekitar selalu membuang sampah mereka ke Sungai Karang Mumus ?

a. Iya 18 90

b. Tidak

c. Kadang-kadang 2 10

d. Tidak tahu 6. Dimana anda dan

keluarga anda biasa membuang

sampah/limbah yang di hasilkan setiap hari ?

a. Di Sungai 20 100 b. Di TPS c. Di parit-parit d. Ada pengumpul atau tukang sampah yang mengambil 7. Apakah ada fasilitas

seperti TPS (Tempat Pembuangan Sampah) di sekitar tempat tinggal bapak/ibu/saudara ? a. Iya, ada b. Tidak ada 20 100 c. Mungkin d. Tidak tahu 8. Jarak TPS (Tempat Pembuangan Sampah) dari tempat tinggal bapak/ibu/.saudara ? a. Sangat dekat b. Dekat c. Lumayan jauh 3 15 d. Jauh sekali 17 85 9. Apakah bapak/ibu/saudara melakukan aktivitas MCK di sekitar sungai ? a. Iya 15 75 b. Tidak 3 15 c. Kadang-kadang 2 10 d. Tidak tahu

10. Apakah

bapak/ibu/saudara menggunakan air sungai tersebut untuk keperluan konsumsi sehari-hari seperti masak dan minum ? a. Iya 5 25 b. Tidak 10 50 c. Kadang-kadang 5 25 d. Tidak tahu 11. Apakah bapak/ibu/saudara dan atau anggota keluarga pernah terkena penyakit setelah menggunakan air Sungai Karang Mumus ?

a. Iya 14 70

b. Tidak

c. Kadang-kadang 6 30

d. Tidak tahu 12. Adakah penyakit

dibawah ini pernah terjangkit terhadap bapak/ibu/saudara dan atau keluarga lainnya ?

a. Gatal-gatal 11 55

b. Diare 5 25

c. Kolera 1 5

d. Typus 3 15

13. Bagaimana kondisi Sungai Karang Mumus menurut

bapak/ibu/saudara ?

a. Baik dan bersih

b. Kotor 20 100 c. Tercemar d. Sangat tercemar 14. Apakah pemerintah setempat (ketua RT) atau pihak lainnya pernah melakukan penyuluhan tentang sampah dan atau masalah lingkungan lainnya ? a. Iya 2 10 b. Tidak pernah 16 80 a. Kadang-kadang 2 10 b. Tidak tahu 15. Bagaimana tanggapan bapak/ibu/saudara sendiri sebagai warga sekitar sungai terhadap himbauan tersebut ?

a. Menanggapi dengan baik dan melaksanakannya

2 10

b. Kurang menanggapi

c. Biasa-biasa saja 2 10 d. Tidak peduli

16. Apakah anda dan keluarga anda sendiri sudah menjaga kebersihan lingkungan ? a. Sudah 10 50 b. Belum 3 15 c. BIasa-biasa saja 7 35 d. Tidak peduli 17. Adakah saluran pembuangan air (selokan) disekitar tempat tinggal bapak/ibu/saudara ? a. Ada 3 15 b. Tidak 12 60 c. Tidak tahu 5 25

18. Apakah tempat tinggal bapak/ibu/saudara pernah terkena banjir ?

a. Iya dan sering 20 100 b. Tidak

c. Kadang-kadang 19. Pada saat apa saja

rumah bapak/ibu/saudara kebanjiran ? a. Hujan lebat b. Air pasang c. A dan B 20 100

Sumber : Kuesioner responden

2. Pembahasan

a. Informasi jumlah Kepala Keluarga (KK) di wilayah studi

Jumlah keseluruhan Kepala Keluarga yang ada di wilayah studi RT.26 adalah 76 Kepala Keluarga dengan jumlah 298 warga yang terdiri dari laki-laki 150 dan perempuan 148. Dan mengambil sampel responden (20 responden) seperti yang terlihat pada tabel 1.

b. Informasi umum responden

Masyarakat atau responden yang tinggal RT.26 Kelurahan Temindung, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda adalah dewasa dengan usia berkisar 24-55 tahun, terdiri dari laki-laki 14 orang dan perempuan 6 orang. Seluruh responden telah berkeluarga dengan rata-rata jumlah anggota keluarga 5 orang. Mereka tinggal di sekitar Sungai Karang Mumus sudah cukup lama yaitu rata-rata sekitar 14 tahun. Rumah yang mereka tempati umumnya adalah rumah sewa dan tergolong sederhana terbuat dari kayu. Adapun pekerjaan mereka cukup beragam yaitu pedagang, buruh, pegawai swasta dan ibu rumah tangga.

Sungai Karang Mumus berperan penting bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Karang Mumus, setidaknya hal tersebut dapat terlihat dari kehidupan masyarakat di RT.26. Meskipun menurut mereka kondisi Sungai Karang Mumus kotor dan tercemar, namun tetap digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Berdsarkan hasil kuisoner, sekitar 75% masyarakat selalu mengandalkan air Sungai Karang Mumus untuk keperluan MCK (mandi, cuci, kakus) dan 10% yang menggunakan sekali-kali (kadang-kadang) saja. Selain untuk MCK, air Sungai Karang Mumus juga dikonsumsi masyarakat atau digunakan untuk keperluan memasak dan minum 25%, yang hanya kadang-kadang mengkonsumsi sekitar 25% dan sisanya yaitu 50% sudah menggunakan air PDAM atau air hujan.

Seharusnya dengan kondisi air yang kotor dan tercemar seperti air Sungai Karang Mumus, tidak layak digunakan untuk kebutuhan MCK terlebih lagi dikonsumsi untuk masalah dan minum. Masyarakat sendiri sebenarnya

menyadari bahwa air Sungai Karang Mumus tidak layak untuk dikonsumsi, namun tingkat ekonomi rata-rata masyarakat yang masih rendah, menyebabkan mereka harus mengambil pilihan tersebut, dimana rata-rata mereka adalah dari pedagang kecil dan buruh kasar. Rumah tinggal merekapun berstatus sewa dengan kondisi rumah yang sederhana, kecil dan terbuat dari kayu lihat gambar pada lampiran 1 gambar 3.

Menggunakan air Sungai Karang Mumus baik untuk MCK maupun konsumsi masak dan minum berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Hal tersebut di akui oleh sekitar 70% responden yang terkena penyakit seperti gatal-gatal pada kulit 55%, diare 25% dan selebihnya adalah penyakit lain seperti tifus. Kotor dan tercemarnya Sungai Karang Mumus tidak terlepas dari pola dan kebiasaan masyarakat sekitar Sungai Karang Mumus, khususnya dalam pengelolaan sampah atau limbah rumah tangga. Berdasarkan hasil kuesioner, seluruh responden 100% menjadikan Sungai Karang Mumus sebagai tempat pembuanagan sampah. Hal tersebut menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan sanitasi lingkungan di sekitar mereka.

Tidak tersedianya tempat pembuangan sampah (TPS) disekitar tempat tinggal masyarakat. Tempat pembuangan sampah (TPS) terletak jauh sekali dari rumah-rumah responden turut andil dalam kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai.

Dampak lain yang dirasakan oleh masyarakat akibat pengeloaan sampah rumah tangga yang kurang baik adalah banjir yang sering terjadi baik pada saat hujan lebat dan air pasang besar. Sampah yang menumpuk di sungai,

menjadikan sungai semakin dangkal, sehingga daya tampung sungai terhadap volume air yang besar (hujan lebat dan air pasang besar).

Menurut masyarakat, perhatian pemerintah dalam hal ini pihak terkait masih kurang, dimana 80% menyatakan tidak pernah ada penyuluhan langsung kepada masyarakat tentang masalah sampah dan lingkungan.

Menurut masyarakat setempat kondisi Sungai Karang Mumus amat jauh berbeda dari beberapa tahun yang lalu. Menurut narasumber sejak tahun 1985 Sungai Karang Mumus mulai mengalami kerusakan seperti kondisi air sungai yang mulai keruh, padahal sebelumnya sungai ini kondisinya amat baik dan airnya pun jernih. Hal ini disebabkan karena salah satunya yaitu keberadaan bangunan pasar segiri yang berada tepat di dekat Sungai Karang Mumus, aktivitas di pasar seperti membuang sampah sayur-sayuran serta hewan seperti ayam dan ikan membuat kondisi sungai semakin buruk. Selain itu menurut hasil pengamatan dilapangan masyarakat juga banyak yang membuang sampahnya langsung ke Sungai Karang Mumus terlebih lagi mereka juga memelihara hewan ternak seperti ayam tepat berada di pinggiran Sungai Karang Mumus. Sebenarnya di daerah tersebut terdapat tempat pembuangan sampah umum tetapi bukan milik pemerintah sehingga mereka yang membuang sampah di tempat tersebut harus membayar 10.000 setiap bulannya. Jika masyarakat terus menerus menggunakan air sungai tersebut untuk keperluan sehari-hari dikhawatirkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit yang cukup berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

BAB V

Dokumen terkait