• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam dokumen KARYA TULIS ILMIAH. Oleh : NIM D (Halaman 34-38)

METODE PENELITIAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

1. Gambaran Umum RSU Kota Semarang

a. Sejarah Singkat Rumah Sakit

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang adalah Rumah Sakit Umum yang diresmikan penggunaannya pada tanggal 13 Januari 1991 dengan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tingkat II Semarang. Konsep pemikiran didirikannya Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang diprakarsai oleh dr. H.Imam Soebakti, MPH yang mengatasi data pasien rumah sakit Dr.Kariadi yang sebagian besar adalah warga kota semarang, maka untuk mengurangi beban rumah sakit dr. Kariadi dan mensejahterakan masyarakat dibidang kesehatan khususnya masyarakat Kota Semarang, maka dr. H. Imam Soebakti, MPH bermaksud mendirikan rumah sakit umum kelas C.Pemerintah Kotamadya Tingkat II Semarang, akhirnya pada tahun 1989 bertekad mendirikan bangunan pertama (poliklinik) diatas tanah bengkok Kelurahan Sendang Mulyo sebagai awal dibangunnya Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang yang diresmikan penggunaannya pda tanggal 13 Januari 1991 oleh Walikotamadya Tingkat II Semarang. Pada tahun 1990 / 1991 telah terealisasi bangunan fisik berupa gedung poliklinik, administrasi, gedung gawat darurat, gedung perawatan dan gedung persalinan yang masing- masing dibangun sejajar. Pada tahun 1992 Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang menambah sebuah gedung perawatan dengan kapasitas 20 tempat tidur. Bulan Juli 1999 Rumah Sakit Kodya Semarang berubah menjadi Rumah Sakit Umum Kota Semarang.

b. Letak Geografis

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang terletak dijalan ketileng raya no.1 semarang, tepatnya di Kelurahan Sendang Mulyo, Kecamatan Tembalang. Bangunan fisik terdiri diatas tanah seluas ± 9,2 hektar dikelilingi persawahan. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang sangat jauh dari aktifitas perkotaan sehingga menjadi Rumah Sakit yang nyaman dan menunjang proses penyembuhan penyakit pasien. Lokasi Rumah Sakit terletak di Semarang Selatan sehingga dapat mencakup masyarakat di bagian Timur dan Selatan.

c. Status Kepemilikan

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang adalah Rumah Sakit milik pemerintah yang dipimpin oleh seorang direktur yang secara teknis fungsional bertanggung jawab kepada Walikota madya kepala daerah. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang mempunyai tugas pokok melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya gunadan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan (kuratif), pemulihan (rehabilitative), yang dilaksanakan secara terpadu upaya peningkatan (promotif ) serta melaksanakan upaya rujukan.

Untuk melaksanakan tugas pokok, Rumah Sakit Umum Daerah mempunyai fungsi : 1) Penyelenggaraan pelayanan medis

2) Penyelenggaraan pelayan dan asuhan keperawatan 3) Penyelenggaraan pelayan rujukan

4) Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan 5) Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan 6) Penyelenggaraan administrasi umum dan keuangan

d. Visi dan Misi Rumah Sakit Umum Kota Semarang 1) Visi

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang menjadi Rumah Sakit kepercayaan publik.

2) Misi

a) Meningkatkan pelayanan kesehatan yang professional dan terjangkau b) Meningkatkan pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia c) Meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pelayanan unggulan. 3) Motto

Melayani dengan ikhlas.

2. Gambaran Umum Unit Rekam Medis RS Umum Kota Semarang

a. Sejarah Perkembangan Rekam Medis RSUD Kota Semarang

Pada tahun 2003 Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang kelas C menjadi kelas B non pendidikan berdasarkan SK.II/2003 tanggal 19 Februari 2003. Pada tahun yang sama ada dua orang petugas rekam medis yang mengikuti pelatihan rekam medis di RSUP Dr.Kariadi sedangkan kepala urusan rekam medis saat itu berpendidikan APK. Pada tahun 1994 s/d 1996, Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang kembali mengirim satu orang petugas rekam medis untuk belajar rekam medis di RSUP Dr.Kariadi selama satu bulan. TPPRI buka 24 jam sejak Desember 1996 akibat terjadinya wabah penyakit DHF di Semarang. Tahun 1997 pada bulan Oktober memperoleh pelatihan urusan rekam medis oleh Dr.H.Bambang Shofari, MMR. Tahun 1997 sampai sekarang dilakukan pembenahan diberbagai System dan unit mulai tanggal 17 desember 1997 diberlakukan System penomoran dengan Unit

Serial Numbering System, sedangkan System penyimpanan masih menggunakan

b. Bagian Unit Rekam Medis

1) Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan (TPPRJ)

Pelayanan rekam medis di TPPRJ bertujuan menyediakan informasi tentang identitas pasien rawat jalan, jenis dan tarif pelayanan rawat jalan dan formulir, catatan dan laporan untuk pendaftaran rawat jalan.

2) Unit Rawat Jalan (URJ)

Unit rawat jalan merupakan tempat pelayanan pasien yang berobat rawat jalan sebagai pintu pertama untuk menentukan apakah pasien perlu dirawat inap atau tidak atau perlu dirujuk ke tempat pelayanan kesehatan lainnya.

3) Instalasi Gawat Darurat (IGD)

Pelayanan rekam medis di instalasi gawat darurat bertujuan menyediakan informasi hasil anamnese, pemeriksaan fisik, diagnosis, terapi, dan tindakan gawat darurat, waktu pelayanan dan penanggung jawab pemberi pelayanan gawat darurat.

4) Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Inap (TPPRI)

Pelayanan rekam medis di TPPRI bertujuan menyediakan informasi identitas pasien rawat inap, jenis dan tarif pelayanan rawat inap dan formulir, catatan dan laporan untuk pendaftaran rawat inap.

5) Unit Rawat Inap (URI)

Pelayanan rekam medis di unit rawat inap bertujuan menyediakan informasi hasil anamneses, pemeriksaan fisik, diagnosis, terapi, dan tindakan rawat inap,waktu pelayanan dan penanggung jawab pemberi pelayanan rawat serta jumlah dan nama pasien masuk dan keluar disetiap bangsal rawat inap.

6) Instalasi Pemeriksaan Penunjang (IPP)

Pelayanan rekam medis di instalasi pemeriksaan penunjang bertujuan menyediakan informasi hasil-hasil pemeriksaan penunjang bertujuan medis untuk menegakkan diagnosis atau terapi yang diminta oleh dokter di rumah sakit, oleh dokter atau pasien luar rumah sakit, waktu pelayanan pemeriksaan penunjang.

3. Spesifisitas Penulisan Diagnosis Utama

Dari 63 sampel yang diteliti diperoleh data sebagai berikut :

Table 4.1 :spesifitas Diagnosis Utama Dokumen Rekam Medis Rawat inap pada pasien jamkesmas kasus fraktur di RSU Kota Semarang periode 2012.

Spesifisitas Σ Diagnosis utama

Spesifik 53

Tidak Spesifik 10

Jumlah 63

Hasil penelitian tersebut diatas dapat diperjelas dengan gambaran grafik batang di bawah ini ;

Grafik4.1 : Spesifitas Diagnosis Utama Dokumen Rekam Medis Rawat Inap

84,12% 15,88% 0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00% 70,00% 80,00% 90,00%

spesifik tidak spesifik

Dalam dokumen KARYA TULIS ILMIAH. Oleh : NIM D (Halaman 34-38)

Dokumen terkait