• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Model Data

Departemen Ilmu Komputer

HASIL DAN PEMBAHASAN Model Data

Data yang dapat disimpan dalam database dengan pendekatan event-based spatiotemporal ini adalah data spasial dan tematik suatu wilayah dari waktu ke waktu sebelum dan setelah satu atau beberapa event terjadi pada wilayah tersebut. Data tersebut terdiri dari data titik-titik koordinat poligon wilayahnya, luas poligon wilayahnya, dan data tentang tipe tanahnya dari waktu ke waktu. Selain data spasial dan tematik suatu wilayah dari waktu ke waktu, disimpan pula data event yang terjadi pada wilayah tersebut beserta waktu terjadi dan berakhirnya event tersebut.

Data tentang proses-proses yang terjadi pada wilayah tersebut saat atau setelah event terjadi juga disimpan. Waktu terjadi dan berakhirnya proses-proses pun harus dicatat sehingga dapat diidentifikasi lamanya periode suatu version. Dari data tersebut dapat dilihat evolusi objek spasial dengan melihat data spasial wilayah sebelum terjadi event dan sesudah terjadi event dilengkapi dengan proses-proses perubahannya.

Proses Modifikasi

Terdapat modifikasi pada perancangan relasi-relasi yang mengandung aspek waktu berupa valid time dan transaction time (tabel bitemporal). Modifikasi dilakukan pada saat insert, delete, dan update data.

Gambar 8 menjelaskan tentang proses insert pada tabel bitemporal. Pada saat data baru dimasukkan, sistem otomatis memasukkan transaction time start (Ts) yaitu waktu pada saat data dimasukkan ke dalam database dan transaction time end (Te) yang bernilai UC.

Gambar 8 Diagram Alir Proses Insert. Proses delete pada tabel bitemporal dilakukan dengan mengganti nilai Te pada record yang ingin dihapus menjadi nilai waktu yang bukan UC. Nilai Te diganti menjadi nilai waktu saat data dihapus. Gambar 9 menjelaskan proses delete tersebut.

Proses update dilakukan jika terjadi kesalahan penulisan pada record yang sudah tersedia dalam database atau dengan kata lain update hanya bisa dilakukan pada saat kunci primer sudah ada dalam database. Kesalahan penulisan terjadi pada field yang bukan kunci

10 primer. Pada Gambar 10 dapat dilihat diagram

alir proses update.

Gambar 9 Diagram Alir Proses Delete.

Gambar 10 Diagram Alir Proses Update. Pada implementasinya nilai UC ataupun NOW tidak terdapat pada tipe data date and time dalam database relasional. Oleh karena itu nilai UC ataupun NOW tadi dikonversi ke nilai 12/31/9999 11:59:59. Nilai tersebut dianggap mewakili nilai NOW dan UC karena sama-sama dapat mewakili nilai sekarang sampai batas waktu yang tidak ditentukan nilainya (Annisa 2002).

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, nilai transaction time berguna untuk penelusuran kesalahan (error querying) pada penulisan data. Contoh kesalahan tersebut dapat dilihat pada Tabel 8. Misal untuk kasus penentuan jenis pupuk yang bergantung pada tipe tanahnya.

Pada Tabel 8 tersebut terdapat Sawah A pada periode V1 yang awalnya ditulis mempunyai ThematicInfoId 1 dengan tipe tanah X yang berarti diberi pupuk A, tetapi ternyata baru diketahui pada tanggal 10/6/2008 bahwa data tersebut salah dan dimasukkan data baru dengan nilai ThematicInfoId yang benar yaitu 2 dengan tipe tanah Y yang berarti diberi pupuk B. Jika terdapat suatu kasus saat ini dimana tanah di Sawah A menjadi tandus, dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa pada Sawah A yang seharusnya diberi pupuk B telah diberi pupuk A selama periode waktu 6/6/2008 sampai 10/6/2008 karena pada periode tersebut data dianggap benar pada periode tersebut.

Analisis dan Kueri

Data objek yang berada dalam database ini dapat dianalisis sesuai kebutuhan dengan menggunakan kueri. Pada Tabel 9 dapat dilihat hasil kueri yang dapat digunakan untuk menganalis objek. Kueri untuk melihat evolusi yang dialami Semak A.

Kueri SQL:

Select v.ObjectId, v.VersionId,

Luas, SoilType, ProcessInfo,

Parent, v.Vs, v.Ve from Version v,

Process p, SpatialInfo s,

ThematicInfo t where v.ObjectId =

p.ObjectId and v.VersionId =

p.VersionId and v.ObjectId =

s.ObjectId and v.ObjectId =

t.ObjectId and v.SpatialInfoId =

s.SpatialInfoId and

v.ThematicInfoId = t.ThematicInfoId and v.ObjectId='Semak A' and v.Te = #12/31/9999 11:59:59 PM#

Pada tabel hasil tersebut dapat dilihat bahwa Semak A.V1 mengalami proses appearance dan split pada periode 1/3/2007 sampai 2/5/2007. Proses appearance dengan Parent Semak A.VNull ini menandakan bahwa Semak A baru muncul dan tidak terdapat dalam BaseMap sedangkan proses split dengan Parent Sawah A.V0 menandakan Semak A muncul dari Sawah A yang mengalami split akibat terkena suatu event.

Tabel 8 Contoh Kesalahan Penulisan pada Tabel Version

ObjectId VersionId SpatialInfoId ThematicInfoId Vs Ve Ts Te Sawah A V1 1 1 11/1/2008 12/31/9999 6/6/2008 10:34:24PM 10/6/2008 10:34:24PM Sawah A V1 1 2 11/1/2008 12/31/9999 10/6/2008 10:34:24PM 12/31/9999 11:59:59PM

11 Tabel 9 Hasil Kueri Evolusi Semak A

ObjectId VersionId Luas SoilType ProcessInfo Parent Vs Ve

Semak A V1 0 Nothing Appearance Semak A.VNull

1/3/2007 2/5/2007

Semak A V1 0 Nothing Split Sawah

A.V0 1/3/2007 2/5/2007 Semak A V2 100986.35 Irigated- meadow soil Stability Semak A.V1 2/5/2007 11/10/2007 Semak A V3 100986.35 Irigated- meadow soil Contraction Semak A.V2 11/10/2007 11/17/2007 Semak A V4 100222.35 Irigated- meadow soil Stability Semak A.V3 11/17/2007 1/18/2008 Semak A V5 100222.35 Irigated- meadow soil Disappearance Semak A.V4 1/18/2008 1/23/2008 Semak A V5 100222.35 Irigated- meadow soil Union Semak A.V4, Rawa A.V0 1/18/2008 1/23/2008

Pada saat objek sedang berevolusi atau tidak dalam keadaan stabil (stability), informasi tematik maupun spasialnya mengacu pada version sebelumnya yang stabil. Hal ini dikarenakan pada saat objek berevolusi keadaannya masih berubah-ubah secara kontinyu dan untuk mendapatkan informasi pada keadaan tersebut sangatlah sulit. Oleh karena itu untuk mengetahui suatu keadaan version tertentu, perlu dilihat juga proses apa yang terjadi padanya. Sebagai contoh, luas Semak A.V2 dalam keadaan stabil adalah 100986.35 meter persegi, sama seperti luas Semak A.V3 yang sedang mengalami evolusi dengan proses contraction. Walaupun keduanya mempunyai luas yang sama tapi memiliki arti yang berbeda. Pada periode V2, Semak A mempunyai luas tepat 100986.35 meter persegi sedangkan pada periode V3, Semak A yang mempunyai 100986.35 meter persegi sedang mengalami proses penyusutan dan nantinya luas tersebut akan berkurang. Hasil dari proses contraction tersebut dapat dilihat pada version selanjutnya ketika keadaan sudah stabil yaitu Semak A.V4.

Pada objek yang baru muncul dan version sebelumnya adalah VNull maka informasi spasial yang berupa nilai koordinat batas ( (x1, y1) , (x2, y2), (x3, y3), (x4, y4)) adalah ( (0,0), (0,0), (0,0), (0,0)) dan luasnya adalah 0 meter persegi sedangkan informasi tematiknya adalah SoilType yang bernilai nothing. Nilai-nilai tersebut dianggap telah mewakili ketiadaan suatu objek (VNull).

Pada Semak A.V5 dapat dilihat bahwa objek tersebut mengalami proses union dengan Parent

Semak A.V4 dan Rawa A.V0 dan proses disappearance dengan Parent Semak A.V4. Proses-proses ini menandakan bahwa objek tersebut sedang dalam proses menghilang. Proses disappearance berakhir pada tanggal 1/23/2008, ini berarti objek tersebut hilang pada tanggal tersebut. Proses union menandakan bahwa objek Semak A hilang akibat Semak A bersatu dengan Rawa A karena suatu event.

Berdasarkan hasil kueri di atas dapat dijelaskan bahwa Semak A mengalami beberapa evolusi. Semak A muncul melalui proses appearance akibat Sawah A terbagi wilayahnya melalui proses split. Semak A juga mengalami pengurangan luas melalui proses contraction. Akhirnya Semak A menghilang karena bersatu dengan Rawa A yang digambarkan dengan proses union dan disappearance.

Berikut kueri-kueri lain yang dapat digunakan untuk analisis objek. Hasil dari kueri-kueri tersebut dapat dilihat pada Lampiran 2:

• Mendaftar keadaan (luas wilayah dan tipe tanah) objek spasial tertentu pada waktu tertentu.

Kueri:

Bagaimana keadaan Sawah A pada tanggal 7 Januari 2008.

• Mendaftar penyebab evolusi objek spasial tertentu.

Kueri :

12

• Mendaftar proses-proses yang dilakukan objek spasial tertentu saat ia berevolusi akibat terkena event tertentu.

Kueri:

Daftarkan evolusi apa saja yang sudah dialami Sawah B beserta penyebab dia berevolusi.

• Mendaftar objek apa saja yang belum perah mengalami evolusi

Kueri:

Daftarkan objek dari BaseMap yang nilai Ve nya adalah NOW atau (12/31/9999)

• Mendaftar keadaan objek setiap tahunnya Kueri:

Daftarkan luas seluruh Hutan setiap tahun Selain menggunakan kueri untuk analisis objek, dapat juga menggunakan kueri untuk mengetahui informasi mengenai event yang terjadi. Berikut adalah contoh-contoh kuerinya:

• Mendaftar event yang terjadi selama tahun

tertentu Kueri

Daftarkan event apa saja yang terjadi selama tahun 2007.

• Mendaftar event yang terjadi di tahun tertentu dan mengenai objek apa saja Kueri :

Daftarkan event apa saja yang terjadi tahun 2008 dan objek apa saja yang dipengaruhinya.

Berdasarkan kueri-kueri diatas, informasi mengenai bagaimana objek berevolusi dan apa penyebab ia berevolusi bisa didapat. Informasi- informasi ini dapat membantu analisis objek spasial menjadi lebih mudah.

Dokumen terkait