BAB III PELAKSANAAN PROGRAM KEMITRAAN KEPALA SEKOLAH 2017
C. Hasil dan Pembahasan
Pada sub bab ini disampaikan data dan analisis data kuantitatif tentang pelaksanaan RTL di sekolah imbas pada program kemitraan kepala sekolah 2017. Dari 120 sekolah imbas yang dicanangkan sebagai peserta program kemitraan pada 2017, terdapat 116 sekolah imbas yang mengikuti workshop penyusunan RTL pada April 2017. Dari 116 sekolah imbas tersebut, terdapat 106 Sekolah Imbas dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di daerah khusus yang proses pendampingan dalam jaringan dan OJL berjalan baik, sehingga laporan pelaksanaan RTL melalui dua jenis pendampingan di atas lengkap dan datanya valid dapat dianalisis.
RTL kepala sekolah imbas merupakan hasil workshop pada bulan April 2017. Jenis kegiatan yang tercantum di dalam RTL dipilih berdasarkan self-evaluation dengan mengisi instrumen baseline. Butir-butir indikator pada tiga komponen yang dengan skor rendah pada instrumen baseline ditindaklanjuti dengan mencantumkannya di dalam RTL. Dapat diasumsikan, bahwa butir-butir kegiatan di dalam RTL hanya mencantumkan butir-butir indikator di instrumen baseline dengan skor yang rendah saja. Dengan demikian, butir-butir indikator yang tercantum di dalam RTL merupakan kegiatan prioritas yang kira-kira realistis untuk direalisasikan oleh Kepala Sekolah Imbas selama jangka waktu 6 bulan selama perode kemitraan kepala sekolah pada tahun 2017. Keterlaksanaan dan ketercapaian RTL di sekolah imbas akan mempengaruhi kinerja capaian RTL satuan pendidikan tersebut yang pada gilirannya akan menyumbang terhadap target capaian akumulatif persentase pada tiga komponen program kemitraan kepala sekolah tahun 2017.
Instrumen pada Program Kemitraan Kepala Sekolah tahun 2017 memiliki 3 (tiga) komponen dan terdapat 140 butir indikator. Pada komponen Manajemen Kurikulum terdapat 68 butir indikator; pada komponen Supervisi Akademik memiliki 32 butir indikator; sedangkan Pengelolaan Ekosistem Sekolah terkandung 40 butir indikator.
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 18
Pada 106 dokumen RTL sekolah imbas rata-rata terdapat 2-5 butir indikator per komponen dari tiga komponen; rata-rata 7-9 butir indikator per sekolah imbas dari total 140 butir indikator; dan secara total terdapat 17 butir indikator dari 140 butir indikator. Dengan demikian, penting ditegaskan di depan, bahwa butir-butir indikator yang tidak tercantum di dalam kegiatan RTL masing-masing satuan sekolah imbas pada tahun 2017 dapat dimaknai bahwa butir-butir indikator kepala sekolah imbas sudah berada dalam kategori yang baik, sehingga Kepala Sekolah Imbas hanya memastikan agar indikator-indikator diluar RTL tersebut tidak turun tetapi diusahakan naik secara berkelanjutan.
Di bawah ini akan disampaikan data agregate, per komponen, indikator, jenjang pendidikan, kabupaten dan propinsi berbentuk tabel dan grafik. Seluruh data dalam bentuk tabel dan grafik tersebut kemudian akan analisis secukupnya, untuk memperjelas narasi pada angka dan persentase di dalam tabel dan grafik tersebut. Terlihat sedikitnya butir di dalam RTL dan yang kemudian mempengaruhi capaian persentase pada tabel dan grafik tidak menggambarkan mutu sekolah secara keseluruhan, namun RTL hanya mencantumkan skala prioritas yang dikerjakan selama 6 bulan pada tahun 2017 berdasarkan hasil instrumen baseline yang diisi oleh kepala sekolah imbas secara mandiri. Data dan tabel olahan didasarkan pada instrumen F3 dan target capaian indikator.
1. KETERCAPAIAN PROGRAM KEMITRAAN TAHUN 2017 PER KOMPONEN DAN JENJANG Di bawah ini adalah tabel dan grafik yang menunjukkan persentase angka agregat capaian Program Kemitraan Kepala Sekolah tahun 2017, pertama-tama per komponen lalu per jenjang pendidikan.
Tabel 2. Capaian Persentase Program Kemitraan Per komponen
NO KOMPONEN CAPAIAN
1 Manajemen Kurikulum 68%
2 Supervisi akademik 70%
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 19
Grafik 1. Capaian Persentase Program Kemitraan Per komponen
Hasil capaian komponen pada pelaksanaan program kemitraan Kepala Sekolah tahun 2017 menunjukkan tingkat ketercapaian tertinggi pada komponen Supervisi Akademik. Hal ini ditunjukkan pada tabel dan grafik di atas bahwa Supevisi Akademik memiliki persentase yang tinggi, yaitu masing-masing mencapai 70%. Hal ini dapat diartikan fokus sekolah imbas dalam menyusun RTL untuk memperbaiki mutu sekolahnya masih pada implementasi supervisi akademik. Jika diasumsikan bahwa pada Program Kemitraan Kepala Sekolah tahun 2015 dan 2016 masih berupa adaptasi dokumen, maka pada Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 sudah pada tahap melaksanakan supervisi akademik di kelas oleh Kepala Sekolah dan memanfaatkan data hasil supervisi akademik demi untuk meningkatkan mutu sekolah.
Ketercapaian komponen tersebut berdasarakan keterlaksanaan indikator yang dilaksanakan sesuai dengan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang telah disusun sebelum implementasi RTL. Pada implementasi kegiatan RTL, rata-rata keterlaksanaan indikator komponen Manajemen Kurikulum sebesar 7,16% (rata-rata 8 butir indikator) dari 68 butir indikator dan Supervisi Akademik sebesar 17,05% (rata-rata 5-6 butir indikator) dari 32 butir indikator. Keterlaksanaan butir-butir indikator pada RTL yang dikembangkan sekolah imbas diperoleh berdasarkan laporan bulanan pelaksanaan RTL melalui pendampingan secara daring (dalam jaringan/online).
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 20
Tabel 3. Ketercapaian Indikator Berdasarkan Laporan Pendampingan Bulanan
NO JENJANG Manajemen Kurikulum (ada 68 butir) Supervisi Akademik (ada 32 butir) Pengelolaan Ekosistem (ada 40 butir) Jumlah 1 SD 7,33% 14,82% 12,22% 34,37% 2 SMP 6,05% 12,15% 4,98% 23,18% 3 SMA 7,23% 11,20% 9,17% 27,59% 4 SMK 8,03% 30,05% 6,43% 44,51% 7,16% 17,05% 8,20% 32,41%
Sumber: Data rekap laporan pendampingan bulanan dalam jaringan (daring)
2. KETERCAPAIAN TAHUN 2017 PER KOMPONEN DAN INDIKATOR PADA RTL
Pada sub bab ini akan ditampilan capaian program kemitraan kepala sekolah tahun 2017 per komponen dan per indikator.
1. Manajemen Kurikulum
Tabel 4. Ketercapaian Persentase Komponen Manajemen Kurikulum Per Indikator
NO INDIKATOR CAPAIAN
1. KTSP dikembangkan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan karakteristik lingkungan sekolah (sesuai dengan visi, misi, dan tujuan pendidikan, dan ciri khas lingkungan sekitar sekolah)
75% 2. SKL berlandaskan Permendikbud nomor 20 tahun 2016 tentang standar
kompetensi lulusan pendidikan dasar dan menengah 67%
3. Perencanaan pembelajaran memenuhi ketentuan sesuai dengan standar
proses 54%
4. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan
pendekatan saintifik, inkuiri, pemecahan masalah dan discoveri 55%
5. Penilaian hasil belajar mengukur kompetensi sesuai dengan rencana
pembelajaran sebagai dasar penentuan ketuntasan tiap KD 55%
6. Menumbuhkan karakter yang terintegrasi pada perencanaan,
pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran 76%
7. Menumbuhkembangkan kebiasaan baik di sekolah 88%
8. Mengembangkan kemampuan literasi peserta didik 66%
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 21
Grafik 2. Ketercapaian Persentase Komponen Manajemen Kurikulum per Indikator
Pencapaian indikator komponen Manajemen Kurikulum pada pelaksanaan RTL yang dikembangkan Kepala Sekolah Imbas, terdapat 3 (tiga) indikator yang menunjukkan ketercapaian yang tinggi. Yaitu pada indikator KTSP dikembangkan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan karakteristik lingkungan sekolah (sesuai dengan visi, misi, dan tujuan pendidikan, dan ciri khas lingkungan sekitar sekolah) sebesar 75%; indikator menumbuhkan karakter yang terintegrasi pada perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran sebesar 76%, dan menumbuhkembangkan kebiasaan baik di sekolah sebesar 88%.
Hal ini menunjukkan bahwa sekolah imbas sebagian besar lebih fokus pada penanaman sikap siswa dalam menumbuhkembangkan perilaku dan kebiasaan-kebiasaan baik di sekolah saat menyusun RTL mereka.
2. Supervisi Akademik
Tabel 5. Ketercapaian Persentase Komponen Supervisi Akademik per Indikator
NO INDIKATOR CAPAIAN
1. Merencanakan kegiatan supervisi akademik dalam
peningkatan profesionalisme guru 78%
2. Melaksanakan kegiatan supervisi akademik 78%
3. Mengevaluasi hasil kegiatan supervisi akademik 65%
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 22
Grafik 3. Ketercapaian Persentase Komponen Supervisi Akademik per Indikator
Pencapaian indikator komponen Supervisi Akademik pada pelaksanaan RTL yang dikembangkan Kepala Sekolah Imbas, bahwa indikator Merencanakan kegiatan supervisi akademik dalam peningkatan profesionalisme guru dan Melaksanakan kegiatan supervisi akademik yang menunjukkan ketercapaian yang tinggi, yaitu masing-masing 78%. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah imbas pada periode sebelumnya, yakni pada tahun 2015 dan 2016, masih lemah dalam perencanaan supervisi akademik, sehingga kegiatan RTL yang dikembangkan menitikberatkan pada pencapaian indikator tersebut. Sedangkan pencapaian indikator mengevaluasi hasil kegiatan supervisi akademik masih rendah yaitu 59%. Hal ini ditunjukkan dengan keterlaksanaan butir indikator pada komponen Supervisi Akademik rata-rata sebesar 17,05% atau sekitar 5–6 butir indikator yang dilaksanakan dari 32 butir indikator.
3. Pengelolaan Ekosistem Sekolah
Tabel 6. Ketercapaian Persentase Komponen Pengelolaan Ekosistem Sekolah Per Indikator
NO INDIKATOR CAPAIAN
1. Hubungan sekolah dengan satuan pendidikan di
sekitarnya 61%
2. Hubungan sekolah dengan Lembaga Pemerintah/DUDI 46%
3. Hubungan sekolah dengan komite sekolah 59%
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 23
Grafik 4. Ketercapaian Persentase Komponen Pengelolaan Ekosistem Sekolah per Indikator
Ketercapaian komponen Pengelolaan Ekosistem Sekolah merupakan pencapaian terendah, yaitu hanya 55,25%, dari dibandingkan komponen Manajemen Kurikulum dan Supervisi Akademik dari seluruh sekolah imbas yang melaksanakan RTL Kemitraan Kepala Sekolah pada tahun 2017.
Berdasarkan pencapaian pada komponen Pengelolaan Ekosistem Sekolah, indikator Hubungan sekolah dengan satuan pendidikan di sekitarnya menjadi indikator dengan pencapaian tertinggi dari pada indikator lainnya yaitu sebesar 61%. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah imbas lebih fokus pada kegiatan membangun hubungan dan kerjasama antar sekolah di sekitarnya melalui kegiatan pengembangan komunitas sekolah seperti Kelompok Kerja Guru (KKG), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) dan Musyawarah Kelompok Kepala Sekolah (MKKS) dalam menyusun RTL mereka.
Indikator ketercapaian Hubungan sekolah dengan Lembaga Pemerintah/DUDI merupakan pencapaian terendah yaitu 46%. Artinya sekolah imbas masih kurang dalam membangun kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah dan dunia usaha atau dunia industri dalam upaya meningkatkan pendidikan di sekolah. Rendahnya sekolah imbas menjalin kerjasama dengan lembaga pemerintah – kecuali Dinas Pendidikan Propinsi dan Kabupaten/Kota – Dunia Industri dan Dunia Usaha (termasuk BUMN), Perguruan Tinggi, LPMP, karena lokasi sekolah-sekolah tersebut berada di daerah khusus dan apalagi sekolah imbas kategori 40 yang berada di remote area pada daerah khusus. Pada 2018, kekuatan kepala sekolah imbas dalam menjalin kerjasama dengan DUDI, PT, LPMP, BKD dan Dinas setempat akan dapat dijadikan modal memperkuat sekolah imbas untuk menjadi pengimbas bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 24
3. KETERCAPAIAN TAHUN 2017 PER JENJANG PENDIDIKAN
Pada sub bab ini ditampilkan ditampilan capaian program kemitraan kepala sekolah tahun 2017 per komponen pada setiap jenjang pendidikan.
1. SD
Tabel 7. Ketercapaian Persentase per Komponen Jenjang SD
KOMPONEN CAPAIAN
Manajemen Kurikulum 69%
Supervisi Akademik 72%
Pengelolaan Ekosistem Sekolah 56%
RERATA 66%
Grafik 5. Ketercapaian Persentase per Komponen Jenjang SD
Pelaksanaan RTL pada program kemitraan kepala sekolah tahun 2017 pada jenjang Sekolah Dasar (SD) terfokus pada pencapian komponen Supervisi Akademik. Hal ini berdasarkan pada hasil pencapaian pelaksanaan RTL pada komponen Supervisi Akademik pada pelaksanaan program Kemitraan Kepala Sekolah tahun 2017 sebesar 72%. Data ketercapaian ini didukung oleh data laporan bulanan ketercapaian RTL komponen Supervisi Akademik yang rata-rata mencapai 14,82% atau rata-rata 4–5 indikator dari 32 butir indikator. Sedangkan ketercapaian komponen Pengelolaan Ekosistem Sekolah pada jenjang Sekolah Dasar (SD) sebesar 56%.
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 25
Tabel 8. Ketercapaian Indikator berdasarkan laporan pendampingan bulanan
NO JENJANG Manajemen Kurikulum (ada 68 butir) Supervisi Akademik (ada 32 butir) Pengelolaan Ekosistem (ada 40 butir) Jumlah 1 SD 7,33% 14,82% 12,22% 34,37% 2 SMP 6,05% 12,15% 4,98% 23,18% 3 SMA 7,23% 11,20% 9,17% 27,59% 4 SMK 8,03% 30,05% 6,43% 44,51% 7,16% 17,05% 8,20% 32,41%
Sumber: Data rekap laporan pendampingan bulanan dalam jaringan (daring)
2. SMP
Tabel 9. Ketercapaian Persentase per Komponen Jenjang SMP
KOMPONEN CAPAIAN
Manajemen Kurikulum 66%
Supervisi Akademik 75%
Pengelolaan Ekosistem Sekolah 56%
Rerata 66%
Grafik 6. Ketercapaian Persentase per Komponen Jenjang SMP
Pelaksanaan RTL pada program kemitraan kepala sekolah tahun 2017 pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) terfokus pada upaya untuk mencapai komponen Supervisi Akademik. Hal ini berdasarkan pada hasil pencapaian pelaksanaan RTL pada komponen Supervisi Akademik pada pelaksanaan program Kemitraan Kepala Sekolah
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 26
tahun 2017 rata-rata sebesar 75%. Data ketercapaian ini didukung oleh data laporan bulanan ketercapaian RTL komponen Supervisi Akademik yang rata-rata mencapai 12,15% atau sekitar 3–4 indikator dari 32 butir indikator. Sedangkan ketercapaian komponen Pengelolaan Ekosistem Sekolah pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) hanya sebesar 56%.
Tabel 10. Ketercapaian Indikator berdasarkan laporan pendampingan bulanan
NO JENJANG Manajemen Kurikulum (ada 68 butir) Supervisi Akademik (ada 32 butir) Pengelolaan Ekosistem (ada 40 butir) Jumlah 1 SD 7,33% 14,82% 12,22% 34,37% 2 SMP 6,05% 12,15% 4,98% 23,18% 3 SMA 7,23% 11,20% 9,17% 27,59% 4 SMK 8,03% 30,05% 6,43% 44,51% 7,16% 17,05% 8,20% 32,41%
Sumber: Data rekap laporan pendampingan bulanan dalam jaringan (daring)
3. SMA
Tabel 11. Ketercapaian Persentase per Komponen Jenjang SMA
KOMPONEN CAPAIAN
Manajemen Kurikulum 73%
Supervisi Akademik 72%
Pengelolaan Ekosistem Sekolah 56%
Rerata 67%
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 27
Pelaksanaan RTL pada program kemitraan kepala sekolah tahun 2017 pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) terfokus pada komponen Manajemen Kurikulum dan Supervisi Akademik. Hal ini berdasarkan pada hasil pencapaian pelaksanaan RTL pada komponen Manajemen Kurikulum dan Supervisi Akademik pada pelaksanaan program Kemitraan Kepala Sekolah tahun 2017 berturut-turut sebesar 73% dan 72%. Data ketercapaian ini didukung oleh data laporan bulanan ketercapaian RTL komponen Manajemen Kurikulum yang rata-rata mencapai 12,15% (sekitar 4–5 indikator) dari 68 butir indikator. Sementara data ketercapaian yang didukung oleh data laporan bulanan ketercapaian RTL komponen Supervisi Akademik yang rata-rata mencapai 12.00% (sekitar 4-5 indikator) dari 32 butir indikator. Sedangkan ketercapaian komponen Pengelolaan Ekosistem Sekolah pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 56,25%.
Tabel 12. Ketercapaian Indikator berdasarkan laporan pendampingan bulanan
NO JENJANG Manajemen Kurikulum (ada 68 butir) Supervisi Akademik (ada 32 butir) Pengelolaan Ekosistem (ada 40 butir) Jumlah 1 SD 7,33% 14,82% 12,22% 34,37% 2 SMP 6,05% 12,15% 4,98% 23,18% 3 SMA 7,23% 11,20% 9,17% 27,59% 4 SMK 8,03% 30,05% 6,43% 44,51% 7,16% 17,05% 8,20% 32,41%
Sumber : Data rekap laporan pendampingan bulanan dalam jaringan (daring)
4. SMK
Tabel 13. Ketercapaian Persentase per Komponen Jenjang SMK
KOMPONEN CAPAIAN
Manajemen Kurikulum 73%
Supervisi Akademik 72%
Pengelolaan Ekosistem Sekolah 56%
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 28
Grafik 8. Ketercapaian Persentase per Komponen Jenjang SMK
Pelaksanaan RTL pada program kemitraan kepala sekolah tahun 2017 pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terfokus pada komponen Manajemen Kurikulum dan komponen Supervisi Akademik. Hal ini berdasarkan pada hasil pencapaian pelaksanaan RTL pada komponen Manajemen Kurikulum pada pelaksanaan program Kemitraan Kepala Sekolah tahun 2017 sebesar 73% dan komponen Supervisi Akademik sebesar 72%. Data ketercapaian ini didukung oleh data laporan bulanan ketercapaian RTL komponen Manajemen Kurikulum yang rata-rata mencapai 8,03% (sekitar 5–6 indikator) dari 68 butir indikator. Sedangkan data ketercapaian yang didukung oleh data laporan bulanan ketercapaian RTL pada komponen Supervisi Akademik yang rata-rata mencapai 8% (sekitar 4 indikator) dari 31 butir indikator. Sementara ketercapaian komponen Pengelolaan Ekosistem Sekolah pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 56%. Rendahnya pengelolaan ekosistem pada SMK, disebabkan oleh sulitnya menjalin kerjasama dengan dudi, PT, dll., di daerah khusus. Kerjasama SMK untuk praktek kerja industri (prakerin), terutama dibidang agribisnis, tata busana, perikanan dan kelautan, umumnya menjalin kerjasama dengan sektor informal atau UMKM.
Tabel 14. Ketercapaian Indikator berdasarkan laporan pendampingan bulanan
NO JENJANG Manajemen Kurikulum (ada 68 butir) Supervisi Akademik (ada 32 butir) Pengelolaan Ekosistem (ada 40 butir) Jumlah 1 SD 7,33% 14,82% 12,22% 34,37% 2 SMP 6,05% 12,15% 4,98% 23,18% 3 SMA 7,23% 11,20% 9,17% 27,59% 4 SMK 8,03% 30,05% 6,43% 44,51% 7,16% 17,05% 8,20% 32,41%
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 29
5. PENINGKATAN CAPAIAN TAHUN 2016 DAN 2017 PERKOMPONEN DAN JENJANG
Pada sub bab ini akan ditampilkan data dalam bentuk tabel dan grafik perkomponen dan per jenjang pendidikan, kemudian analisis terhadapnya.
1.Keseluruhan
Tabel 15. Ketercapaian Persentase per Komponen seluruhnya
KOMPONEN 2016 2017
Manajemen Kurikulum 61% 68%
Supervisi Akademik 63% 70%
Pengelolaan Ekosistem Sekolah 49% 56%
Grafik 9. Ketercapaian Persentase per Komponen seluruhnya
Ketercapaian komponen pada program kemitraan kepala sekolah yang dilaksanakan tahun 2016 hingga 2017 mengalami peningkatan yang besar pada semua komponen yaitu Manajemen Kurikulum, Supervisi Akademik, dan Pengelolaan Ekosistem Sekolah.
Komponen Manajemen Kurikulum pada 2017 mengalami peningkatan sebesar 7% menjadi 68%, dimana pada tahun 2016 pencapaiannya 61%. Komponen Supervisi Akademik pada 2017 mengalami peningkatan sebesar 7% menjadi 70% dimana pada tahun 2016 pencapiaannya 63%. Sedangkan untuk komponen Pengelolaan Ekosistem Sekolah pada 2017 mengalami peningkatan 7% menjadi 56% dimana pada tahun 2016 pencapaiannya 49%.
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 30
2. Berdasarkan Jenjang a. SD
Tabel 16. Ketercapaian Persentase per Komponen Jenjang SD
KOMPONEN 2016 2017
Manajemen Kurikulum 58% 69%
Supervisi akademik 64% 72%
Pengelolaan Ekosistem Sekolah 48% 56%
Grafik 10. Ketercapaian Persentase per Komponen Jenjang SD
Ketercapaian komponen pada program kemitraan kepala sekolah pada jenjang Sekolah Dasar (SD) yang dilaksanakan tahun 2016 hingga 2017 mengalami peningkatan besar pada semua komponen yaitu Manajemen Kurikulum, Supervisi Akademik, dan Pengelolaan Ekosistem Sekolah.
Komponen Manajemen Kurikulum mengalami peningkatan sebesar 11% menjadi 69% dimana pada tahun 2016 pencapaiannya 58%. Komponen Supervisi Akademik mengalami peningkatan sebesar 8% menjadi 72% dimana pada tahun 2016 pencapiaannya 64%. Sedangkan komponen Pengelolaan Ekosistem Sekolah mengalami peningkatan 8% menjadi 56% dimana pada tahun 2016 pencapaiannya 48%.
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 31
b. SMP
Tabel 17. Ketercapaian Persentase per Komponen Jenjang SMP
KOMPONEN 2016 2017
Manajemen Kurikulum 62% 66%
Supervisi akademik 68% 75%
Pengelolaan Ekosistem Sekolah 49% 56%
Grafik 11. Ketercapaian Persentase per Komponen Jenjang SMP
Ketercapaian komponen pada program kemitraan kepala sekolah pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dilaksanakan tahun 2016 hingga 2017 mengalami peningkatan walaupun tidak besar pada semua komponen yaitu Manajemen Kurikulum, Supervisi Akademik, dan Pengelolaan Ekosistem Sekolah.
Komponen Manajemen Kurikulum mengalami peningkatan sebesar 8% menjadi 66% dimana pada tahun 2016 pencapaiannya 62%. Komponen Supervisi Akademik mengalami peningkatan sebesar 7% menjadi 75% dimana pada tahun 2016 pencapiaannya 68%. Sedangkan komponen Pengelolaan Ekosistem Sekolah mengalami peningkatan 7% menjadi 56% dimana pada tahun 2016 pencapaiannya 49%.
c. SMA
Tabel 18. Ketercapaian Persentase per Komponen Jenjang SMA
JENJANG SMA 2016 2017
Manajemen Kurikulum 62% 73%
Supervisi Akademik 61% 72%
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 32
Grafik 12. Ketercapaian Persentase per Komponen Jenjang SMA
Ketercapaian komponen pada program kemitraan kepala sekolah pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dilaksanakan tahun 2016 hingga 2017 mengalami peningkatan besar pada semua komponen yaitu Manajemen Kurikulum, Supervisi Akademik, dan Pengelolaan Ekosistem Sekolah.
Komponen Manajemen Kurikulum mengalami peningkatan sebesar 11% menjadi 73% dimana tahun 2016 pencapaiannya 62%. Komponen Supervisi Akademik mengalami peningkatan sebesar 11% menjadi 72% dimana tahun 2016 pencapiaannya 61%. Sedangkan komponen Pengelolaan Ekosistem Sekolah mengalami peningkatan 7% menjadi 56% dimana tahun 2016 pencapaiannya 49%.
d. SMK
Tabel 19. Ketercapaian Persentase per Komponen Jenjang SMK
JENJANG SMK 2016 2017
Manajemen Kurikulum 63% 65%
Supervisi Akademik 60% 61%
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 33
Grafik 13. Ketercapaian Persentase per Komponen Jenjang SMK
Ketercapaian komponen pada program kemitraan kepala sekolah pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dilaksanakan tahun 2016 hingga 2017 mengalami peningkatan pada semua komponen yaitu Manajemen Kurikulum, Supervisi Akademik, dan Pengelolaan Ekosistem Sekolah.
Komponen Manajemen Kurikulum mengalami peningkatan sebesar 2% menjadi 65% dimana pada tahun 2016 pencapaiannya 63%. Komponen Supervisi Akademik mengalami peningkatan sebesar 1% menjadi 61% dimana pada tahun 2016 pencapiaannya 61%. Sedangkan komponen Pengelolaan Ekosistem Sekolah mengalami peningkatan 6% menjadi 56% dimana pada tahun 2016 pencapaiannya 50%.
3. Berdasarkan Indikator pada Komponen
Pada sub bab ini akan disampaikan ketercapaian berdasarkan indikator pada masing-masing komponen.
a. Manajemen Kurikulum
Tabel 20. Ketercapaian Persentase per indikator pada Komponen Manajemen Kurikulum
NO INDIKATOR 2016 2017
1 KTSP dikembangkan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan karakteristik lingkungan sekolah (Sesuai dengan visi, misi, dan tujuan pendidikan, dan ciri khas lingkungan sekitar sekolah)
68% 75%
2 SKL berlandaskan permendikbud nomor 20 tahun 2016 tentang standar kompetensi lulusan pendidikan dasar dan menengah
61% 69%
3 Perencanaan pembelajaran memenuhi ketentuan sesuai dengan standar proses
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 34
NO INDIKATOR 2016 2017
4 Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan
saintifik, inkuiri, pemecahan masalah dan discoveri
52% 58%
5 Penilaian hasil belajar mengukur kompetensi sesuai dengan rencana pembelajaran sebagai dasar penentuan ketuntasan tiap KD
46% 56%
6 Menumbuhkan karakter yang terintegrasi pada perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran
67% 78%
7 Menumbuhkembangkan kebiasaan baik di sekolah 91% 89%
8 Mengembangkan kemampuan literasi peserta didik 58% 66%
RATA-RATA 61% 68%
Grafik 14. Ketercapaian Persentase per indikator pada Komponen Manajemen Kurikulum
Hasil capaian pelaksanaan program kemitraan Kepala Sekolah tahun 2017 pada komponen Manajemen Kurikulum menunjukkan tingkat ketercapaian tertinggi pada indikator Menumbuhkan karakter yang terintegrasi pada perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran dengan persentase kenaikan sebesar 11% menjadi 91%. Hal ini ditunjukkan dari grafik di atas bahwa indikator Menumbuhkan karakter yang terintegrasi pada perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran memiliki persentase 67% pada tahun 2016 dan menjadi 78% pada tahun 2017. Dijelaskan mengapa pada indikator nomor 7, yakni, Menumbuhkembangkan kebiasaan baik di sekolah pada 2017 menurun dibandingkan dengan indikator yang sama pada tahun 2016.
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 35
b. Supervisi Akademik
Tabel 21. Ketercapaian Persentase per indikator pada Komponen Supervisi Akademik
NO INDIKATOR 2016 2017
1
Merencanakan kegiatan supervisi akademik dalam peningkatan
profesionalisme guru 72% 78%
2 Melaksanakan kegiatan supervisi akademik 69% 78%
3 Mengevaluasi hasil kegiatan supervisi akademik 52% 65%
4 Melaksanakan kegiatan tindak lanjut 58% 59%
RATA-RATA 63% 70%
Grafik 15. Ketercapaian Persentase per indikator pada Komponen Supervisi Akademik
Hasil capaian pelaksanaan program kemitraan Kepala Sekolah tahun 2017 pada komponen Supervisi Akademik menunjukkan tingkat ketercapaian tertinggi pada indikator Mengevaluasi hasil kegiatan supervisi akademik dengan persentase kenaikan sebesar 13% menjadi 65%. Grafik di atas menunjukan bahwa indikator Mengevaluasi hasil kegiatan supervisi akademik memiliki persentase 52% pada tahun 2016 dan menjadi 65% pada tahun 2017.
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 36
c. Pengelolaan Ekosistem Sekolah
Tabel 22. Ketercapaian Persentase per indikator pada Komponen Pengelolaan Ekosistem Sekolah
NO INDIKATOR 2016 2017
1 Hubungan sekolah dengan satuan pendidikan di sekitarnya 59% 63%
2 Hubungan sekolah dengan Lembaga Pemerintah/DUDI 37% 46%
3 Hubungan sekolah dengan komite sekolah 51% 59%
RATA-RATA 49% 56%
Grafik 16. Ketercapaian Persentase per indikator pada Komponen Pengelolaan Ekosistem Sekolah
Hasil capaian pelaksanaan program kemitraan Kepala Sekolah tahun 2017 pada komponen Pengelolaan Ekosistem Sekolah menunjukkan tingkat ketercapaian tertinggi pada Indikator Hubungan sekolah dengan Lembaga Pemerintah/DUDI dengan persentase kenaikan sebesar 13% menjadi 46%. Grafik di atas menunjukkan bahwa indikator Hubungan sekolah dengan Lembaga Pemerintah/DUDI memiliki persentase 37% pada tahun 2016 dan menjadi 46% pada tahun 2017.
Laporan Program Kemitraan Kepala Sekolah Tahun 2017 37
6. KETERCAPAIAN PERSENTASE PER KABUPATEN DAN PERPROPINSI
Pada sub bab ini disampaikan ketercapaian persentase per kabupaten/kota; capaian persentase per propinsi dan capaian per indikator pada propinsi dan kabupaten/kota. a. Ketercapaian Per Propinsi
Jenjang SD
Tabel 23. Ketercapaian Perpropinsi pada jenjang SD
NO PROVINSI KOMPONEN RERATA MK SA PES 1 NTT 84% 87% 57% 76%