KOOPERATIF JIGSAW
HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus I
Tahap Perencanaan
Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII F sebagai sampel SMP Negeri 10 Kota Bengkulu Tahun Pembelajaran 2019/2020, yang terdiri dari 26 siswa yang terdiri dari 15 laki-laki dan 11 perempuan. Pembelajaran pada siklus I dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 14 Oktober 2019 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit. Sedangkan pada
54
pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Senin, 21 Oktober 2019 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit dengan bahan ajar tari persembahan duduk persi berdiri.
Perencanaan penelitian pada siklus I dilakukan sebelum penelitian dilaksanakan pada hari Rabu, 9 Oktober 2019. Kegiatan perencanaan penelitian siklus I adalah membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), membuat pedoman penskoran untuk hasil tes, membuat lembar observasi untuk siswa dan guru, membuat lembar catatan lapangan untuk guru dan siswa, membuat angket minat, membuat lembaran catatan wawancara, dokumentasi menentukan waktu atau jadwal pelaksanaan Penelitian, Menghubungi observer untuk mengamati berlangsungnya tindakan.
Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan penelitian siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 28 Oktober 2019 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit. Dalam proses pembelajaran guru yang mengajar sekaligus bertindak sebagai peneliti dan observer mengamati secara langsung selama proses pembelajaran berlangsung yang dibantu oleh dua orang teman sejawat yaitu guru 1 yang bertindak sebagai observer bertugas mencatat dan mengisi lembar observasi yang telah disiapkan peneliti dan guru 2 bertugas mendokumentasikan seluruh pelaksanaan pembelajaran. Pertemuan pertama pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif jigsaw diawali dengan kegiatan pendahuluan, guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, memimpin siswa berdoa dan mengabsen siswa.
Guru melanjutkan dengan memberikan apersepsi terhadap siswa, memotivasi siswa dan menyampaikan tujuan pembelajaran dilanjutkan dengan kegiatan inti.
Pada kegiatan eksplorasi guru memberikan materi dasar berupa tari Persembahan duduk persi berdiri. Guru mendemonstrasikan setiap gerakan dengan teknik yang benar, dilanjutkan dengan menentukan 4 orang siswa sebagai tim ahli yang terdiri dari tim ahli kelompok 1: kelompok A. 2: kelompok B. 3: kelompok C 4:
kelompok D. Siswa yang terpilih dalam tim ahli adalah siswa yang sudah pernah mempelajari tari pesembahan duduk persi berdiri pada saat mengikuti ekstrakurikuler tari yang diadakan di luar jam sekolah, pentas dalam acara tertentu di sekolah. Setelah tim ahli terbentuk, guru membagi siswa menjadi 4 kelompok, dengan cara mengabsen sesuai jumlah siswa putri dan putra dibagi
55
rata dalam satu kelompok. Adapun kelompok A. siswa 1, 2, 3, 4, 5, 6. Kelompok B.siswa 8, 9, 10, 11, 12, 13. Kelompok C. siswa 14, 15, 16, 17, 18. Kelompok D.
siswa 19, 20, 21, 22, 23. Kemudian siswa diarahkan masuk dalam kelompok yang telah ditentukan. Guru memerintahkan kepada tim ahli A masuk ke dalam kelompok 1 yang telah ditentukan, sedangkan tim ahli B pada kelompok 2, tim ahli C pada kelompok 3, dan tim ahli D kelompok 4. Setelah masuk dalam kelompok, guru menugaskan untuk berlatih dengan ahli tim kelompok melakukan dari 8 ragam gerak tari persembahan duduk persi berdiri memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat membahas materi ragam gerak tari tersebut, ragam geraknya antara lain : ragam 1 ; maju, di tempat, sembah awal, berdiri, ragam 2 ; tabur bunga kanan kiri, ragam 3 ; bedak kanan kiri, ragam 4 ; sisir kanan kiri, ragam 5 ; anting-anting kanan kiri, ragam 6 ; gelang kanan kiri, ragam 7 ; kalung, jinjit tinggi rendah, ragam 8 ; sembah akhir, duduk berdiri bawa tempat sirih yang ditugaskan kepada kelompok A, B, C, dan D. Pada kegiatan elaborasi guru memberikan kesempatan anggota kelompok berlatih ragam gerak tari persembahan duduk persi berdiri dan berdiskusi bersama tim ahli melakukan dari 8 ragam gerak diberikan waktu 30 menit untuk belatih. Kemudian tim ahli berpindah ke kelompok lain yakni tim ahli pada kelompok A pindah ke kelompok C, tim ahli pada kelompok B pindah ke kelompok D, tim ahli kelompok C pindah ke kelompok A, tim ahli kelompok D pindah ke kelompok B. Masing-masing kelompok diberikan kesempatan berlatih dalam 30 menit setelah itu tim ahli kembali ke kelompok asal tujuannya sharing/penyegaran biar tidak bosan.
Kegiatan konfirmasi, mempertunjukan, atau menampilkan hasil latihan dengan memberikan umpan balik, memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan hal yang telah dipraktikkan, guru memberikan motivasi atau penguatan dalam bentuk tepuk tangan, dengan ucapan bagus dan melakukan refleksi agar siswa tau letak kelebihan dan kelemahannya, memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif agar minat siswa terhadap seni tari khususnya tari persembahan duduk persi berdiri meningkat. Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung tampak terlihat indikator minat yang ditunjukkan siswa, ada beberapa siswa tampak bingung, tidak bisa dan belum terbiasa dengan pembelajaran tari karena masih baru pertama dilaksanakan. Beberapa siswa yang
56
belum aktif dalam melaksanakan pembelajaran ditunjukkan dengan siswa yang hanya diam, malu tidak mau berdiskusi atau yang masih belum serius saat berlatih. Kurangnya perhatian siswa terhadap pembelajaran tari tradisional. Ada siswa sudah berani mengajukan pertanyaan dan pendapatnya. Dengan kondisi yang demikian kelas menjadi kurang kondusif, kurang puas bagi peneliti, hal tersebut menunjukkan bahwa masih kurangnya minat siswa terhadap materi seni Tari. Melihat fenomena yang terjadi guru langsung menindaklanjuti dengan memberikan teguran kepada siswa yang bersangkutan dan memberikan arahan kepada siswa yang mengalami kesulitan. Pembelajaran dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya. Guru menutup pelajaran dengan salam dan doa. Pada pertemuan kedua yang dilaksanakan pada hari Senin, 4 November 2019 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit. Kegiatan eksplorasi guru memerintahkan siswa untuk duduk dalam kelompok yang telah ditentukan. Dilanjutkan dengan kegiatan elaborasi guru memerintahkan kelompok A maju kedepan untuk menampilkan hasil latihan tari Persembahan duduk persi berdiri, guru mengambil nilai sebagai nilai hasil evaluasi. Saat kelompok yang ditunjuk maju kedepan kelompok lain memperhatikan. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan masukan dan komentar atas tampilan temannya, dilanjutkan dengan kelompok B, C dan D. Pada saat diberi kesempatan untuk memberikan komentar siswa tidak ada yang berani memberikan komentar dan guru belum mengaktifkan siswa saat diskusi berlangsung. Setelah semua kelompok tampil dan diberikan nilai. Pembelajaran dilanjutkan dengan kegiatan konfirmasi. Pada kegiatan konfirmasi guru bersama siswa melakukan refleksi apa yang telah dipelajari.
Dilanjutkan dengan membuat kesimpulan pembelajaran diakhiri dengan salam.
Tahap Observasi
Observasi dilakukan setiap pertemuan pembelajaran. Pada saat pembelajaran berlangsung peneliti yang bertindak sebagai guru dibantu oleh 2 orang teman sejawat guru SMPN 10 Kota Bengkulu yaitu guru 1dan guru 2 sebagai observasi. Observasi terhadap tindakan guru dalam pembelajaran dan minat siswa dilakukan dengan mengisi lembar observasi yang telah disediakan oleh peneliti sebelumnya. Observasi terhadap tindakan guru yang meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Sedangkan observasi yang dilakukan
57
terhadap minat siswa meliputi indikator minat. Pada pembelajaran siklus I tampak sebagian besar siswa tidak tertarik pada tari persembahan duduk persi berdiri, hal ini ditunjukkan dari sikap, perhatian siswa yang tidak serius dalam mempraktikkan ragam tari persembahan duduk persi berdiri yang telah dipelajari dan kurangnya fokus siswa terhadap pembelajaran. Ada beberapa siswa yang masih bergurau, tertawa saat proses diskusi dan berlatih dalam kelompok, hal ini menjadi indikasi bahwa kurangnya partisipasi siswa dalam aktivasi belajar yang menunjukkan rendahnya minat siswa dalam pembelajaran, namun pada pertemuan berikutnya siswa sudah mulai berani mengajukan pertanyaan, memberikan pendapat dan memberikan komentar kepada kelompok lain atas tampilan dari kelompok yang lain. Siswa mulai serius dalam melakukan gerakan tari persembahan duduk persi berdiri hal ini mengindikasikan bahwa siswa mulai tertarik pada seni tari persembahan duduk persi berdiri. Secara keseluruhan minat siswa dalam pembelajaran sudah mulai tampak walaupun belum maksimal. Guru harus lebih maksimal membimbing siswa kurang perhatiannya dalam pembelajaran. Guru sebaiknya lebih banyak motivasi dan memberikan penguatan kepada siswa agar minat siswa terhadap pembelajaran meningkat.
Tahap Refleksi
Berdasarkan hasil diskusi peneliti dan observer untuk melakukan refleksi hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut, a. Guru belum mampu mengelola waktu dengan maksimal sehingga ada beberapa bagian dari Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dilakukan tetapi tidak efektif, b. Guru belum maksimal membimbing siswa yang sangat kurang perhatiannya dalam pembelajaran walaupun ada teguran dari guru saat siswa bersikap tidak relevan, namun guru lebih menggunakan pendekatan klasikal dengan berdiri di depan, daripada mendekati siswa satu persatu, c. Guru kurang memberikan motivasi dan penguatan kepada siswa. Keadaan kelas yang kurang luas menjadi kendala guru dalam menciptakan kondisi belajar yang efisien, d. Saat latihan dalam kelompok guru tidak dapat membawa siswa belajar di luar kelas karena keadaan cuaca yang tidak mendukung, e. Ada beberapa siswa tampak bingung dan belum terbiasa dengan pembelajaran karena masih baru pertama dilaksanakan, f. Beberapa siswa yang belum aktif dalam melaksanakan pembelajaran ditunjukkan dengan siswa
58
yang hanya diam tidak mau berdiskusi atau yang masih belum serius saat berlatih, g. Kurangnya perhatian siswa terhadap pembelajaran, h. Ada siswa yang sudah berani mengajukan pertanyaan, i. Siswa tidak keluar masuk kelas.
Adapun kriteria penilaian dalam konfirmasi kelompok pada tari tradisional persembahan duduk persi berdiri yakni : 1. Kekompakan dalam kelompok, 2. Keharmonisan gerak dalam kelompok, 3. Penjiwaan dalam melakukan gerak, 4. Ekspresi wajah. Skor penilaian 70-75= kurang, 76-80=
cukup baik, 81-85= baik, 86-95=sangat baik, 96-100= istimewa. Dilihat dari persentase tingkat minat siswa pada siklus I, siswa yang berminat (sekitar 21 orang siswa) adalah 80,76% dengan kategori baik. Sedangkan persentase siswa yang tidak berminat adalah 19,23% dengan kategori kurang baik, persentase tersebut menunjukan bahwa penelitian pada siklus I telah mencapai indikator yang telah ditetapkan dalam penelitian yaitu siswa dikatakan berminat jika hasil persentase dari angket minat siswa menunjukkan = 75% siswa yang berminat.
Dari hasil refleksi penelitian siklus I pembelajaran Seni Tari Persembahan duduk persi berdiri, melalui Metode Kooperatif Jigsaw di Kelas VIII F SMP Negeri 10 Kota Bengkulu dapat disimpulkan bahwa perlu diadakan perbaikan karena belum tercapainya indikator penelitian yang telah ditetapkan, oleh karena itu penelitian akan dilanjutkan ke siklus II. Adapun rancangan perbaikan pada siklus II adalah sebagai berikut: a) dilaksanakan pada hari Rabu, 13 November 2019 di sekolah SMP Negeri 10 Kota Bengkulu merupakan jadwal mata pelajaran Seni Budaya, b) Kegiatan latihan kelompok dalam memperagakan ragam gerak tari dilakukan di luar kelas mengingat keadaan kelas yang kurang efisien untuk latihan; c) Guru lebih mengefisienkan waktu dalam mengelola pembelajaran; d) Guru lebih memberikan motivasi dan penguatan terhadap siswa agar minat siswa terhadap materi seni tari persembahan duduk persi berdiri meningkat; e) Guru mengaktifkan siswa saat berdiskusi dan mendorong siswa untuk lebih berani memberikan tanggapan atau pertanyaan; f) Tim ahli diarahkan untuk lebih serius dalam membimbing temannya dalam kelompok.
59 Siklus II
Tahap Perencanaan
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu, 13 November 2019 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit. Sedangkan pada pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 20 November 2019 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit dengan bahan ajar tari Persembahan duduk persi berdiri. Perencanaan penelitian pada siklus II dilakukan sebelum penelitian pada hari Rabu, 6 November 2019. Pada tahap perencanaan siklus II berpedoman pada hasil refleksi pada siklus I adalah, membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), membuat pedoman penskoran untuk hasil tes, membuat lembar observasi untuk siswa dan guru, membuat lembar catatan lapangan untuk guru dan siswa, membuat angket minat, membuat lembaran wawancara, membuat dokumentasi, menentukan waktu atau jadwal pelaksanaan PTK, menghubungi observer untuk mengamati berlangsungnya tindakan.
Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan penelitian siklus II dilaksanakan pada hari Rabu, 13 November 2019 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit. Pertemuan pertama pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif jigsaw diawali dengan kegiatan pendahuluan, guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, memimpin siswa berdoa, dan mengabsen siswa. Guru melanjutkan dengan memberikan apersepsi terhadap siswa yaitu dengan mengingatkan kembali ragam gerak tari yang telah dipelajari sebelumnya serta mengingatkan kembali prosedur pembelajaran dengan metode kooperatif jigsaw. Dilanjutkan dengan memotivasi siswa dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyampaikan indikator pembelajaran yang harus dicapai siswa yaitu dapat mempraktikkan ragam gerak tari persembahan duduk persi berdiri dari ragam 1 sampai 8, ragam geraknya antara lain : ragam 1 ; maju, di tempat, sembah awal, berdiri, ragam 2 ; tabur bunga kanan kiri, ragam 3 ; bedak kanan kiri, ragam 4 ; sisir kanan kiri, ragam 5;
anting-anting kanan kiri, ragam 6 ; gelang kanan kiri, ragam 7 ; kalung, jinjit tinggi rendah, ragam 8 ; sembah akhir, duduk berdiri bawa tempat sirih. Pada kegiatan eksplorasi guru memberikan materi dasar tari berupa teori tari persembahan duduk persi berdiri. Guru menentukan 4 orang siswa sebagai tim
60
ahli yang anggotanya sama dengan tim ahli pada siklus I, Guru memberikan apersepsi terhadap siswa mengingatkan kembali ragam gerak tari yang telah dipelajari sebelumnya yang sudah dilakukan pada siklus 1. Guru memerintahkan kepada siswa A, B, C dan D sebagai tim ahli masuk dalam kelompok yang telah ditentukan, setelah tim ahli terbentuk, siswa diarahkan masuk ke dalam kelompoknya. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membahas materi ragam gerak 1 sampai 8 yang ditugaskan kepada kelompok A, B, C dan D mereka mempelajari ragam gerak yang sama. Pada kegiatan elaborasi, guru memberikan kesempatan anggota kelompok berdiskusi dan belatih ragam gerak tari persembahan duduk persi berdiri bersama tim ahli diberikan waktu 20 menit untuk belatih. Pada kegiatan konfirmasi, guru memberikan umpan balik dengan memberikan pertanyaan, memberikan komentar, memberikan penguatan atau motivasi dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah kepada siswa, melakukan refleksi agar siswa tau letak kelebihan dan kelemahannya, memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. Pada kegiatan penutup, guru memerintahkan kepada masing-masing kelompok untuk berlatih dan akan ditampilkan pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 20 November 2019 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit. Dilanjutkan dengan kegiatan elaborasi guru memerintahkan kelompok A maju ke depan kelas untuk menampilkan hasil latihan, guru mengambil nilai sebagai nilai hasil evaluasi. Saat kelompok yang ditunjuk maju ke depan kelompok lain memperhatikan. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan masukan dan komentar atas tampilan temannya, dilanjutkan dengan kelompok B, C dan D. Setelah semua kelompok tampil dandiberikan nilai. Pembelajaran dilanjutkan dengan kegiatan konfirmasi. Pada kegiatan konfirmasi guru bersama siswa merefleksi yang telah dipelajari. Dilanjutkan dengan membuat kesimpulan pembelajaran diakhiri dengan salam.
Ragam gerak Hasil kelompok
melakukan gerak
61
Ragam 1: Maju, di tempat, sembah awal, berdiri, ragam 2: Tabur bunga kanan kiri, ragam 3:
Ragam 1: Maju, di tempat, sembah awal, berdiri, ragam 2: Tabur bunga kanan kiri, ragam 3:
Ragam 1: Maju, di tempat, sembah awal, berdiri, ragam 2: Tabur bunga kanan kiri, ragam 3:
Dari hasil observasi dan catatan lapangan pembelajaran melalui metode kooperatif jigsaw pada materi seni Tari Persembahan duduk persi berdiri di kelas VIII F SMP Negeri 10 Kota Bengkulu pada siklus II diperoleh temuan sebagai berikut. 1. Guru sudah mulai mengaktifkan siswa saat berdiskusi dan memotivasi siswa untuk berani memberikan komentar, pendapat, walaupun hasilnya belum maksimal. 2. Sudah tampak lebih bersemangat dan lebih serius dalam mempraktikkan ragam gerak tari yang diajarkan. Walaupun ada beberapa siswa yang masih bermain pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dari hasil observasi secara keseluruhan siswa dikatakan berminat pada pembelajaran seni tari Persembahan duduk persi berdiri melalui metode kooperatif jigsaw.
Tahap Refleksi
Berdasarkan hasil diskusi peneliti dan observer untuk melakukan refleksi hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut, persentase siswa yang berminat (24 orang siswa) adalah 92,30% dengan kategori sangat tinggi.
Sedangkan persentase siswa yang tidak berminat adalah 7,69% dengan kategori sangat rendah, persentase tersebut menunjukan bahwa penelitian pada siklus II telah mencapai indikator yang telah ditetapkan dalam penelitian yaitu siswa
62
dikatakan berminat jika hasil persentase dari angket minat siswa menunjukkan ≥ 75% siswa yang berminat. Dari hasil refleksi di siklus II indikator yang telah ditetapkan telah tercapai, sehingga peneliti dapat menyimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas dihentikan pada siklus II.
SIMPULAN DAN SARAN Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian siklus I dan II dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui metode kooperatif jigsaw dapat meningkatkan minat belajar siswa pada materi Tari Tradisional di Kelas VIII SMP Negeri 10 Kota Bengkulu. Dapat menjadikan siswa lebih aktif serta dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap materi Seni khususnya tari Persembahan duduk persi berdiri juga dapat meningkatkan kemampuan siswa berinteraksi baik dengan guru maupun sesama siswa. Memudahkan guru dalam menyampaikan materi yang ingin disampaikan, karena terbantu oleh tim ahli yang dapat membantu teman dalam kelompoknya, serta dapat meningkatkan minat belajar siswa pada materi Tari di Kelas VIII SMP Negeri 10 Kota Bengkulu. Hal ini terlihat tampak pada saat guru mengenalkan tari persembahan duduk persi berdiri kepada siswa yang mana tari tersebut mulai jarang ditampilkan, siswa tertarik untuk mempelajarinya dan menarikannya.
Saran
Dari hasil pembelajaran melalui metode kooperatif jigsaw telah meningkatkan minat belajar siswa SMP Negeri 10 Kota Bengkulu terhadap materi tari tradisional persembahan duduk persi berdiri, sehingga metode ini dapat diimplementasikan untuk pembelajaran berikutnya.
63
DAFTAR PUSTAKA
Iskandar. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Cipayung: GP Press.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D. http://penalaran-unm.org/ diakses11 November 2016.
Amin, Suyitno. 2006. Model-model Pembelajaran. Jakarta: Gramedia
Azka, Fullu. 2005. Strategi Belajar dan Mengajar. Yogyakarta: Arruz Media Ibrahim. 2000. Model-model Pembelajaran. Bandung: Alphabeta
Irawan. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Pustaka Setia Safari. 2003. Belajar dan pembelajaran. Bandung: Alphabeta Sofyan. 2004. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Pustaka Setia
Slavin, E. R. 2008. Cooperative Learning. Teori, Riset dan Praktek. Bandung:
Penerbit Nusa Media
Trianto. 2010. Metode Pembelajaran. Bandung: Alphabet
64
65
The classroom action research carried out departed from the problems found during learning in class IX (nine) at SMPN 2 Bengkulu City, namely the students' low understanding of the concept of learning material about human inheritance. The research method was carried out in two cycles. Each cycle consists of 4 stages, namely planning (planning), implementation (action), observation (observation), and reflection (reflection). The research instrument used was the Learning Implementation Observation Sheet and Student Activity Observation Sheet. The research data was collected through observation and test of student learning outcomes. The data from this study were analyzed qualitatively and quantitatively
The results obtained indicate that the application of the problem-solving approach can improve students' understanding of the concept of learning which in turn can improve student learning outcomes. The data obtained shows that the learning outcomes in the first cycle of 37.5%, an increase in the second cycle of 81.25%. Student learning outcomes have increased in two cycles
Keywords : learning achievement, problem solving based approach, pandemic covid 19
PENDAHULUAN
Pada Masa Pandemi Corona Virus 19 (covid 19) ini membuat proses pembelajaran yang biasanya dilaksanakan dengan tatap muka di depan kelas tidak dapat dilaksanakan karena adanya kekhawatiran makin menyebarnya covid 19. Alternatif pembelajaran di masa pandemi di kota Bengkulu yang termasuk wilayah zona merah adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan cara Daring (Dalam Jaringan). Beberapa masalah yang timbul dari pembelajaran ini adalah menurunnya prestasi hasil belajar siswa.
Berdasarkan pengalaman peneliti dan juga guru yang mengajar IPA dimasa sebelum pandemi saja materi pewarisan sifat merupakan materi yang sulit dikuasai di kelas IX apalagi di kondisi sekarang. Dimana tanpa bimbingan guru maka siswa akan sulit memahami konsep. Terutama pada subpokok bahasan proses pewarisan sifat yang menghitung persentase perbandingan fenotipe dan genotipe pada persilangan monohibrid dan dihibrid