• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil

Kondisi Umum

Penelitian dilaksanakan pada Bulan Desember-April 2010. Tempat penelitian di lahan sawah Desa Situgede dengan ketinggian sekitar 230 m dpl. Jumlah curah hujan selama penelitian adalah 1170.1 mm. Curah hujan pada saat penyemaian dan awal penanaman yakni sekitar 460.7 mm/bulan, curah hujan meningkat saat fase pertumbuhan vegetatif yaitu sekitar 460.7 dan 414.5 mm/bulan dan curah hujan berkurang saat fase generatif hingga pascapanen atau sekitar 42.9 mm/bulan. Suhu dan kelembaban rata-rata pada saat penelitian yaitu 25.9 0C dan 84%. Rata-rata penyinaran matahari yaitu 57.35% atau dengan intensitas cahaya sebesar 288.4 cal/cm2.

Hama utama yang menyerang padi saat awal penanaman adalah keong mas (Pomacea canaliculata). Pemberian molusida Sapponen dengan dosis 5 gr/m2 efektif digunakan untuk mengendalikan hama keong mas sehingga populasi tanaman padi per petak dapat dipertahankan. Tanaman padi yang berumur 5 MST menunjukkan gejala terserang belalang (Valanga nigricornis). Serangan belalang menimbulkan kerusakan dengan adanya bekas gigitan pada daun. Pengendalian hama belalang dilakukan dengan penyemprotan insektisida Sidametrin dengan konsentrasi 1.5 cc/l. Penyemprotan insektisida Sidametrin dilakukan pada 5, 7, 9 dan 10 MST yaitu berdasarkan tingkat populasi dan serangan belalang. Pada saat pembungaan dan saat bulir matang susu yaitu pada 11 MST, populasi hama walang sangit (Leptocoria acuta) mengalami peningkatan. Pengendalian walang sangit dilakukan dengan penyemprotan insektisida bulkok 80 EC dengan konsentrasi 1 cc/l. Serangan cendawan seperti penyakit blast yang diakibatkan

Cercospora sp. di akhir fase vegetatif atau awal fase generatif cukup tinggi. Hal

ini dikarenakan pertumbuhan gulma E. crus-galli lebih tinggi dibandingkan tanaman padi.

Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Padi Hibrida

Tinggi Tanaman Padi

Perlakuan periode kompetisi antara padi dan E. crus-galli tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman padi (Lampiran 5). Tinggi tanaman padi pada 8 MST (Tabel 1) adalah berkisar antara 62.43–74.57 cm.

Tabel 1. Pengaruh Periode Kompetisi Padi dan E. crus-galli terhadap Tinggi Tanaman Padi

Perlakuan Tinggi Tanaman (cm)

2 MST 3 MST 4 MST 5 MST 6 MST 7 MST 8 MST BG 0-2 24.60 31.27 40.10 47.03 54.95 64.00 67.17 BG 0-4 25.00 31.13 40.07 47.27 56.77 63.12 69.52 BG 0-6 26.07 33.03 40.73 47.78 54.13 61.80 68.65 BG 0-8 22.63 29.47 38.08 47.95 53.30 59.70 64.30 BG 0-10 25.13 29.40 39.80 48.00 56.02 65.43 73.85 BG 0-12 26.60 32.90 41.80 49.90 58.47 64.98 72.15 BG 0-14 26.93 33.40 41.98 51.65 58.37 65.53 72.73 G 0-2 24.80 31.27 42.03 48.80 57.77 69.67 72.67 G 0-4 26.13 32.93 39.80 50.63 57.63 66.27 74.57 G 0-6 25.53 33.13 37.20 49.73 55.55 63.30 67.78 G 0-8 25.07 31.00 42.30 49.27 56.70 67.45 68.65 G 0-10 25.40 34.53 43.37 52.18 58.77 59.15 62.43 G 0-12 25.00 31.93 41.47 51.47 56.55 60.63 65.03 G 0-14 26.27 34.00 43.70 54.77 57.50 60.38 62.90 Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama, tidak berbeda

nyata pada uji DMRT taraf 5%.

Jumlah Anakan Padi

Perlakuan periode kompetisi antara padi dan E. crus-galli berpengaruh terhadap jumlah anakan padi pada 4-8 MST (Lampiran 6). Pada 8 MST (Tabel 2) menunjukkan bahwa perlakuan periode bersih gulma E. crus-galli hingga 6 MST jika dibandingkan dengan perlakuan G 0-14 MST mampu meningkatkan jumlah anakan padi sebesar 158.8% (dari 8.5 anakan/rumpun meningkat menjadi 22.0 anakan/rumpun), namun peningkatan jumlah anakan dari perlakuan BG 0-8 MST hingga BG 14 MST tidak berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan BG 0-6 MST. Gulma E. crus-galli pada 0-4 MST jika dibandingkan dengan perlakuan

BG 0-14 MST tidak berpengaruh terhadap penurunan jumlah anakan padi. Akan tetapi, apabila gulma E. crus-galli mulai hadir pada 4 MST hingga panen maka pertambahan jumlah anakan padi terhambat. Perlakuan bergulma E. crus-galli 14 MST jika dibandingkan dengan perlakuan bersih gulma E. crus-galli pada 0-14 MST mampu menurunkan jumlah anakan padi sekitar 64.43% (dari 23.9 anakan/rumpun menurun menjadi 8.5 anakan/rumpun).

Tabel 2. Pengaruh Periode Kompetisi Padi dan E. crus-galli terhadap Jumlah Anakan Padi

Perlakuan Jumlah Anakan Per Rumpun

2 MST 3 MST 4 MST 5 MST 6 MST 7 MST 8 MST BG 0-2 0.8 4.6 7.5ab 13.4a-d 18.1ab 18.1ab 16.5b-c BG 0-4 0.8 5.6 7.6ab 12.7b-e 15.1b 17.4ab 18.7a-c BG 0-6 0.9 5.2 7.6ab 17.1a 17.9ab 20.3ab 22.0a BG 0-8 0.8 3.1 7.0abc 12.8b-e 18.4ab 21.6a 22.6a BG 0-10 0.6 3.2 6.0abc 13.6a-c 18.6ab 20.4ab 24.0a BG 0-12 1.0 5.1 7.8a 14.7a-c 19.4ab 18.5ab 23.5a BG 0-14 1.0 4.5 7.4ab 15.8ab 20.1a 22.2a 23.9a G 0-2 1.0 5.3 8.0a 14.0a-c 17.4ab 21.2a 24.4a G 0-4 0.8 4.2 5.0bc 10.9c-f 14.9b 15.6bc 21.2ab G 0-6 0.6 4.1 4.9bc 9.6ef 9.4c 10.8d 14.5c-e G 0-8 0.9 3.4 5.4abc 10.8ef 9.9c 10.5d 11.3d-f G 0-10 0.8 5.0 5.6abc 8.4f 10.4c 10.8d 9.3ef G 0-12 0.9 3.5 5.0bc 9.1ef 9.0c 11.3dc 11.0d-f G 0-14 1.2 4.9 4.7c 8.5f 8.1c 7.9d 8.5f Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama, tidak berbeda

nyata pada uji DMRT taraf 5%. Jumlah Daun Padi

Perlakuan periode kompetisi antara padi dan E. crus-galli berpengaruh terhadap jumlah daun padi pada 4-8 MST (Lampiran 7). Pada 8 MST (Tabel 3) menunjukkan bahwa perlakuan periode bersih gulma E. crus-galli hingga 6 MST jika dibandingkan dengan perlakuan G 0-14 MST (kontrol) dapat meningkatkan jumlah daun yaitu sebesar 154.2% (dari 38.0 daun/rumpun meningkat menjadi 96.6 daun/rumpun), namun peningkatan jumlah daun dari perlakuan BG 0-8 MST hingga BG 14 MST tidak berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan BG 0-6 MST. Gulma E. crus-galli pada 0-4 MST jika dibandingkan dengan perlakuan BG 0-14 MST tidak berpengaruh terhadap penurunan jumlah daun padi. Akan

tetapi, apabila gulma E. crus-galli mulai hadir pada 4 MST hingga panen maka pertambahan jumlah daun padi terhambat. Perlakuan bergulma E. crus-galli 0-14 MST jika dibandingkan dengan perlakuan bersih gulma E. crus-galli pada 0-14 MST mampu menurunkan jumlah daun padi sekitar 63.53% (dari 104.2 daun/rumpun menurun menjadi 38.0 daun/rumpun).

Tabel 3. Pengaruh Periode Kompetisi Padi dan E. crus-galli terhadap Jumlah Daun Padi

Perlakuan Jumlah Daun Per Rumpun

2 MST 3 MST 4 MST 5 MST 6 MST 7 MST 8 MST BG 0-2 5.8 13.2 24.1 45.5a-c 66.2ab 70.1ab 68.6bc BG 0-4 4.7 13.1 23.8 40.3b-d 48.5bc 74.5a 85.1ab BG 0-6 5.8 14.2 26.0 61.7a 57.6ab 80.9a 96.6a BG 0-8 5.5 9.8 23.3 38.3b-d 65.6ab 84.3a 97.3a BG 0-10 4.6 8.8 20.1 43.6a-d 60.4ab 81.6a 103.2a BG 0-12 4.6 13.2 25.6 47.2ab 62.6ab 83.9a 110.1a BG 0-14 5.0 12.0 24.4 44.2a-d 68.6a 83.8a 104.2a G 0-2 5.4 12.8 25.9 44.1a-d 60.8ab 91.7a 102.7a G 0-4 5.6 13.0 17.1 33.9b-d 51.4bc 67.1-c 84.5ab G 0-6 4.3 10.6 16.9 27.9dc 30.1d 49.6b-d 65.6bc G 0-8 5.2 10.1 18.5 34.1b-c 33.1dc 44.4dc 59.1b-d G 0-10 5.5 13.8 19.2 26.1a-d 32.6dc 46.0dc 38.3d G 0-12 5.5 10.4 16.7 28.8b-c 28.8d 43.7dc 44.7cd G 0-14 5.8 12.3 21.2 26.4d 27.9d 35.0d 38.0d Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama, tidak berbeda

nyata pada uji DMRT taraf 5%.

Bobot Kering Tajuk Padi

Perlakuan periode kompetisi antara padi dan E. crus-galli berpengaruh terhadap bobot kering tajuk padi pada 6-14 MST (Lampiran 8). Pada 14 MST (Tabel 4) menunjukkan bahwa perlakuan periode bersih gulma E. crus-galli hingga 8 MST jika dibandingkan dengan perlakuan G 0-14 MST mampu meningkatkan bobot kering tajuk padi sebesar 325.6% (dari 12.53 g/rumpun meningkat menjadi 53.30 g/rumpun), namun peningkatan bobot kering tajuk padi dari perlakuan BG 0-10 MST hingga BG 0-14 MST tidak berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan BG 0-8 MST. Sebaliknya apabila pertanaman

padi dibiarkan dalam kondisi bergulma E. crus-galli maka bobot kering akar akan berkurang, namun kondisi bergulma E. crus-galli hingga 4 MST jika dibandingkan dengan BG 0-14 MST tidak berpengaruh terhadap penurunan bobot kering tajuk padi. Perlakuan bergulma E. crus-galli 0-14 MST jika dibandingkan dengan perlakuan bersih gulma E. crus-galli pada 0-14 MST mampu menurunkan bobot kering tajuk sekitar 77.94% (dari 56.80 g/rumpun menurun menjadi 12.53 g/rumpun).

Tabel 4. Pengaruh Periode Kompetisi Padi dan E. crus-galli terhadap Bobot Kering Tajuk Padi

Perlakuan Bobot Kering Tajuk (g/rumpun)

2 MST 4 MST 6 MST 8 MST 10 MST 12 MST 14 MST BG 0-2 0.15 2.59 6.80a-c 16.27b-d 18.60cd 6.93c 11.53e BG 0-4 0.14 2.27 6.37a-e 23.87a-c 25.33b-d 12.20c 16.60de BG 0-6 0.24 3.43 4.70b-e 18.83a-d 19.70cd 23.87cb 27.67b-e BG 0-8 0.28 1.72 5.30b-e 22.10a-d 25.50b-d 37.07b 53.33a BG 0-10 0.22 1.44 6.70a-d 19.80a-d 29.57bc 61.03a 46.40ab BG 0-12 0.18 2.07 7.13a 31.43a 45.33a 78.10a 56.57a BG 0-14 0.17 2.54 8.43a 25.63ab 38.17ab 61.67a 56.80a G 0-2 0.24 2.36 7.00a-c 17.50b-d 26.60b-d 78.43a 35.90a-d G 0-4 0.26 1.03 6.47a-e 17.20b-d 26.53b-d 63.87a 40.10a-c G 0-6 0.17 2.33 4.87b-e 16.27b-d 16.93cd 26.93cb 23.00c-e G 0-8 0.12 1.75 5.67a-e 11.43dc 19.10cd 9.77c 22.47c-e G 0-10 0.26 1.84 3.53e 12.53b-d 24.07b-d 15.20c 19.73c-e G 0-12 0.16 1.77 4.00c-e 15.43b-d 13.10d 12.20c 19.57c-e G 0-14 0.23 1.15 3.70ed 8.57d 17.97cd 8.20c 12.53e Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama, tidak berbeda

nyata pada uji DMRT taraf 5%.

Bobot Kering Akar Padi

Perlakuan periode kompetisi antara padi dan E. crus-galli berpenaruh terhadap bobot kering akar padi pada 10-MST (Lampiran 9). Pada 14 MST (Tabel 5) menunjukkan bahwa perlakuan periode bersih gulma E. crus-galli hingga 6 MST jika dibandingkan dengan perlakuan G 0-14 MST mampu meningkatkan bobot kering akar padi sebesar 101.8% (dari 3.73 g/rumpun meningkat menjadi 7.53 g/rumpun ), namun peningkatan bobot kering akar padi dari perlakuan BG

0-8 MST hingga BG 0-14 MST tidak berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan BG 0-6 MST. Sebaliknya apabila pertanaman padi dibiarkan dalam kondisi bergulma E. crus-galli maka bobot kering akar akan berkurang, namun kondisi bergulma E. crus-galli hingga 4 MST tidak berpengaruh terhadap penurunan bobot kering akar padi. Perlakuan bergulma E. crus-galli 0-14 MST jika dibandingkan dengan perlakuan bersih gulma E. crus-galli pada 0-14 MST mampu menurunkan bobot kering akar sekitar 63.8% (dari 10.33 g/rumpun menurun menjadi 3.73 g/rumpun).

Tabel 5. Pengaruh Periode Kompetisi Padi dan E. crus-galli terhadap Bobot Kering Akar Padi

Perlakuan Bobot Kering Akar (g/rumpun)

2 MST 4 MST 6 MST 8 MST 10 MST 12 MST 14 MST BG 0-2 0.03 0.78 3.00 5.37 3.33bc 1.17d 2.80e BG 0-4 0.04 0.93 3.10 5.47 3.77a-c 2.57dc 3.33c-e BG 0-6 0.09 1.81 2.83 4.7 3.43bc 4.07b-d 7.53a-e BG 0-8 0.09 0.79 2.53 6.07 4.97a-c 7.30ac 10.50ab BG 0-10 0.05 0.56 3.17 5.07 4.73a-c 8.60ab 8.20a-c BG 0-12 0.04 0.82 2.10 7.77 5.40ab 11.43a 12.43a BG 0-14 0.06 1.00 2.77 9.40 6.23a 9.97a 10.33ab G 0-2 0.08 1.05 2.07 4.97 5.03ab 11.90a 7.60a-e G 0-4 0.09 0.58 1.80 5.90 4.33a-c 10.53a 8.03a-d G 0-6 0.02 1.12 1.47 4.93 3.07bc 4.80b-d 4.07c-e G 0-8 0.03 0.48 1.50 2.77 2.87bc 1.50d 5.03c-e G 0-10 0.07 0.77 1.17 3.67 3.40bc 2.70dc 3.00de G 0-12 0.05 0.49 1.33 4.50 2.37c 2.07d 3.73c-e G 0-14 0.07 0.37 0.80 1.80 2.33c 2.10d 6.17b-e Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama, tidak berbeda

nyata pada uji DMRT taraf 5%.

Rasio Bobot Kering Tajuk dan Akar Padi

Perlakuan periode kompetisi antara padi dan E. crus-galli tidak berpengaruh terhadap rasio bobot kering tajuk dan akar padi (Lampiran 10). Pada 14 MST (Tabel 6), menunjukkan bahwa rasio tajuk dan akar tanaman padi hibrida adalah 2.03–5.68 tajuk/akar.

Tabel 6. Pengaruh Periode Kompetisi Padi dan E. crus-galli terhadap Rasio Bobot Kering Tajuk dan Akar Padi

Perlakuan Rasio Tajuk dan Akar Padi

2 MST 4 MST 6 MST 8 MST 10 MST 12 MST 14 MST BG 0-2 5.50 3.34 2.27 3.03 5.58 5.94 4.12 BG 0-4 3.82 2.45 2.05 4.37 6.73 4.75 4.98 BG 0-6 2.61 1.90 1.66 0.46 5.74 5.87 3.67 BG 0-8 2.96 2.19 2.09 3.64 5.13 5.08 5.08 BG 0-10 4.40 2.56 2.12 3.91 6.25 7.10 5.66 BG 0-12 4.91 2.51 3.40 4.05 8.40 6.83 4.55 BG 0-14 2.83 2.55 3.05 2.73 6.12 6.19 5.50 G 0-2 2.96 2.25 3.39 3.52 5.28 6.59 4.72 G 0-4 2.93 1.78 3.59 2.92 6.12 6.06 4.99 G 0-6 7.14 2.08 3.32 3.30 5.52 5.61 5.66 G 0-8 4.00 3.67 3.78 4.13 6.66 6.51 4.46 G 0-10 3.50 2.40 3.03 3.42 7.08 5.63 6.58 G 0-12 3.06 3.64 3.00 3.43 5.54 5.90 5.24 G 0-14 3.45 3.09 4.63 4.76 7.70 3.90 2.03

Indeks Luas Daun

Perlakuan periode kompetisi antara padi dan E. crus-galli berpengaruh terhadap indeks luas daun padi (Lampiran 11). Pada Tabel 7, periode bersih gulma

E. crus-galli 0-10 MST meningkatkan ILD padi sebesar 175.6% (dari 1.15

meningkat menjadi 3.17), namun peningkatan ILD padi dari perlakuan BG 0-12 MST hingga BG 0-14 MST tidak berbeda nyata jika dibandingkan dengan perlakuan BG 0-10 MST. Gulma E. crus-galli pada 0-4 MST tidak berpengaruh terhadap penurunan ILD padi. Akan tetapi, apabila gulma E. crus-galli mulai hadir pada 4 MST hingga panen maka nilai ILD akan menurun. Hal ini disebabkan kompetisi gulma E. crus-galli dan padi dalam mendapatkan sarana tumbuh untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi. Perlakuan bergulma

E. galli 0-14 MST jika dibandingkan dengan perlakuan bersih gulma E. crus-galli pada 0-14 MST mampu menurunkan ILD padi sekitar 58.9% (dari 2.8

Tabel 7. Pengaruh Periode Kompetisi Padi dan E. crus-galli terhadap Indeks Luas Daun Padi

Perlakuan Indeks Luas Daun pada 8 MST

BG 0-2 2.63a-e BG 0-4 2.45b-f BG 0-6 2.18d-f BG 0-8 2.54b-f BG 0-10 3.17ab BG 0-12 3.39a BG 0-14 2.80a-c G 0-2 2.75a-d G 0-4 3.08ab G 0-6 1.82e-h G 0-8 1.10h G 0-10 1.71f-h G 0-12 1.93d-g G 0-14 1.15gh

Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama, tidak berbeda nyata pada uji DMRT taraf 5%.

Pertumbuhan Generatif Tanaman Padi Hibrida

Waktu Heading dan 75% Berbunga Padi

Perlakuan periode kompetisi antara padi dan E. crus-galli tidak berpengaruh terhadap waktu heading padi dan 75% berbunga (Lampiran 12). Pada Tabel 8, waktu heading padi adalah 68 HST untuk setiap perlakuan. Waktu berbunga padi hingga 75% berbunga adalah 74.33-77 HST.

Tabel 8. Pengaruh Populasi Padi dan E. crus-galli terhadap Waktu Heading Padi dan 50 % Berbunga

Perlakuan Waktu Heading (HST) 75% Berbunga (HST)

BG 0-2 68 77.0 BG 0-4 68 77.0 BG 0-6 68 77.0 BG 0-8 68 76.6 BG 0-10 68 76.6 BG 0-12 68 75.3 BG 0-14 68 76.3 G 0-2 68 76.0 G 0-4 68 75.6 G 0-6 68 74.3 G 0-8 68 75.0 G 0-10 68 74.6 G 0-12 68 76.3 G 0-14 68 76.6

Jumlah Anakan pada Saat Panen

Perlakuan periode kompetisi antara padi dan E. crus-galli berpengaruh terhadap jumlah anakan total dan jumlah anakan produktif padi (Lampiran 13). Pada Tabel 9, perlakuan bersih gulma hingga 8 MST jika dibandingkan dengan perlakuan G 0-14 MST mampu meningkatkan jumlah anakan produktif sebesar 260% (dari 5.0 anakan/rumpun meningkat menjadi 18.0 anakan/rumpun). Sebaliknya apabila semakin lama pertanaman padi dibiarkan bergulma E.

crus-galli maka jumlah anakan produktif padi akan semakin berkurang. Perlakuan

bergulma E. crus-galli 0-14 MST jika dibandingkan dengan perlakuan bersih gulma E. crus-galli pada 0-14 MST mampu menurunkan jumlah anakan produktif padi sekitar 64.8% (dari 14.2 anakan/rumpun menurun menjadi 5 anakan/rumpun).

Tabel 9. Pengaruh Populasi Padi dan E. crus-galli terhadap Jumlah Anakan Total dan Anakan Produktif Padi

Perlakuan Jumlah Anakan Total/Rumpun Jumlah Anakan Produktif/Rumpun

BG 0-2 9.2d 4.7f BG 0-4 11.5d 7.0ef BG 0-6 13.7b 11.0dc BG 0-8 21.4a 18.0a BG 0-10 18.2ab 15.3ab BG 0-12 20.1a 17.1ab BG 0-14 17.4ab 14.2bc G 0-2 19.4a 16.3ab G 0-4 18.0ab 15.1ab G 0-6 16.6a-c 11.6cd G 0-8 11.9cd 8.9de G 0-10 12.1cd 6.5ef G 0-12 14.1b-d 5.6ef G 0-14 9.6d 5.0f

Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama, tidak berbeda nyata pada uji DMRT taraf 5%.

Panjang Malai dan Jumlah Biji Per Malai

Perlakuan periode kompetisi antara padi dan E. crus-galli berpengaruh terhadap panjang malai dan jumlah biji per malai padi (Lampiran 13). Pada

Tabel 10, menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan semakin lama lahan bersih gulma E. crus-galli (BG) maka panjang malai dan jumlah biji per malai padi semakin meningkat dan semakin lama lahan bergulma E. crus-galli (G) maka panjang malai dan jumlah biji per malai padi akan semakin menurun. Panjang malai tertinggi adalah 22.87 cm dan panjang malai terendah adalah 19.13 cm. Jumlah biji per malai tertinggi adalah sekitar 139.6 biji dan jumlah biji per malai terendah adalah 93.9 biji. Kondisi periode kompetisi yang lebih lama jika dibandingkan dengan perlakuan BG 0-14 MST dapat menurunkan panjang malai dan jumlah biji per malai tanaman padi hingga 16.4% (dari 22.87 cm menurun menjadi 19.13 cm) dan 28.3% (dari 134.70 biji/malai menurun menjadi 96.60 biji/malai).

Tabel 10. Pengaruh Populasi Padi dan E. crus-galli terhadap Panjang Malai dan Jumlah Biji Per Malai

Perlakuan Panjang Malai (cm) Jumlah Biji Per Malai (n)

BG 0-2 20.65b-e 108.2dc BG 0-4 20.42c-f 109.0dc BG 0-6 20.18c-f 103.5b-d BG 0-8 22.62ab 133.5ab BG 0-10 22.83a 136.4ab BG 0-12 22.87a 144.0a BG 0-14 22.87a 134.7ab G 0-2 22.65ab 139.6ab G 0-4 22.12a-c 130.4a-c G 0-6 21.05a-d 117.0b-d G 0-8 18.65ef 96.8d G 0-10 18.32f 93.9d G 0-12 18.98d-f 96.4d G 0-14 19.13d-f 96.6d

Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama, tidak berbeda nyata pada uji DMRT taraf 5%.

Bobot 1000 Butir Gabah Padi

Perlakuan periode kompetisi antara padi dan E. crus-galli tidak berpengaruh terhadap bobot 1000 butir gabah padi (Lampiran 13). Pada Tabel 11, Bobot 1000 butir gabah padi berkisar antara 18.51-22.73 g.

Tabel 11. Pengaruh Populasi Padi dan E. crus-galli terhadap Bobot 1000 Butir Gabah Padi

Perlakuan Bobot 1000 Butir (g)

BG 0-2 20.42 BG 0-4 19.07 BG 0-6 20.40 BG 0-8 21.80 BG 0-10 20.86 BG 0-12 19.75 BG 0-14 22.73 G 0-2 21.56 G 0-4 20.33 G 0-6 21.66 G 0-8 19.79 G 0-10 18.51 G 0-12 18.73 G 0-14 20.77

Bobot GKP dan GKG Per Rumpun dan Ubinan Padi

Perlakuan periode kompetisi antara padi dan E. crus-galli berpengaruh terhadap bobot GKP dan GKG per rumpun dan per ubinan padi (Lampiran 13). Pada Tabel 12, bobot GKG per rumpun padi pada keadaan bersih gulma E.

crus-galli 0-8 MST jika dibandingkan dengan G 0-14 MST meningkat sebesar 267.4%

(dari 1.23 ton/ha meningkat menjadi 4.53 ton/ha), namun peningkatan bobot GKG per rumpun padi dari perlakuan BG 0-8 MST hingga BG 0-14 MST tidak berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan BG 0-8 MST. sedangkan bobot GKG per ubinan padi pada keadaan bersih gulma E. crus-galli 0-6 MST jika dibandingkan dengan G 0-14 MST meningkat sebesar 474.7% (dari 0.51 ton/ha meningkat menjadi 2.95 ton/ha). Perlakuan bergulma E. crus-galli pada 0-4 MST tidak berpengaruh terhadap pertambahan bobot GKG berdasarkan data per rumpun dan ubinan padi. Akan tetapi, apabila gulma E. crus-galli mulai hadir pada 4 MST hingga panen maka pertambahan bobot GKG padi terhambat. Keadaan bergulma

E. crus-galli 0 hingga panen jika dibandingkan dengan perlakuan BG 0-14 MST

mengakibatkan penurunan hasil GKG hingga 85.9% (dari 3.66 ton/ha menurun menjadi 0.51 ton/ha).

Tabel 12. Pengaruh Populasi Padi dan E. crus-galli terhadap Bobot Gabah Kering Panen dan Gabah Kering Giling Perumpun dan Ubinan Padi

Perlakuan Bobot Gabah Per Rumpun Bobot Gabah Kering Per Ubinan GKP (g) GKG (g) Ton/ha GKP (g) GKG (g) Ton/ha BG 0-2 5.79e 4.01e 1.00e 330.07c 245.50de 0.64de BG 0-4 6.59de 5.42e 1.35e 681.90bc 477.13c-e 1.25c-e BG 0-6 11.65c 9.39cd 2.34cd 1702.53a 1122.10ab 2.95ab BG 0-8 22.57a 18.15a 4.53a 1466.17ab 816.93a-d 2.14a-d BG 0-10 19.62a 15.88ab 3.97ab 1684.20a 870.03a-c 2.28a-c BG 0-12 22.50a 17.93ab 4.48ab 1687.33a 1331.27ab 3.50ab BG 0-14 19.93a 16.23ab 4.05ab 2129.67a 1393.70a 3.66a G 0-2 19.87a 14.98b 3.74b 1652.00a 1129.23ab 2.97ab G 0-4 19.17a 15.67ab 3.91ab 1849.77a 1303.53ab 3.43ab G 0-6 15.30b 11.61c 2.90c 1553.37a 782.27b-e 2.05b-e G 0-8 9.87cd 6.70de 1.67de 726.33bc 492.23c-e 1.29c-e G 0-10 7.95de 5.54e 1.38e 629.97bc 442.83c-e 1.16c-e G 0-12 7.25de 4.99e 1.24e 445.90c 323.17c-e 0.85c-e G 0-14 7.08de 4.94e 1.23e 285.03c 195.23e 0.51e

Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama, tidak berbeda nyata pada uji DMRT taraf 5%.

Jumlah dan Persentase Gabah Isi dan Gabah Hampa Padi

Perlakuan periode kompetisi antara padi dan E. crus-galli berpengaruh terhadap jumlah dan persentase gabah isi, dan persentase gabah hampa padi, tetapi tidak berpengaruh terhadap jumlah biji hampa (Lampiran 13). Pada Tabel 13, jumlah biji isi per malai berkisar antara 71.0-108.0 biji dan jumlah biji hampa per malai berkisar antara 19.2-33.8 biji. Terdapat kecenderungan bahwa semakin lama gulma E. crus-galli pada pertanaman padi maka persentase biji isi per malai padi akan semakin rendah. Sebaliknya semakin lama gulma E. crus-galli pada pertanaman padi maka persentase biji hampa per malai padi akan semakin besar. Hal ini menunjukkan bahwa gulma E. crus-galli mempengaruhi proses pembentukan dan pengisian bulir padi. Periode bersih gulma E. crus-galli 0-4 MST meningkatkan % biji isi padi sebesar 18.7% (dari 69.5% meningkat menjadi 82.5%), namun peningkatan % biji isi padi dari perlakuan BG 0-6 MST hingga BG 0-14 MST tidak berbeda nyata jika dibandingkan dengan perlakuan BG 0-4 MST. Periode bersih gulma E. crus-galli 0-4 MST menurunkan % biji hampa padi

sebesar 42.7% (dari 30.4% menurun menjadi 17.4%), namun penurunan % biji hampa padi dari perlakuan BG 0-6 MST hingga BG 0-14 MST tidak berbeda nyata jika dibandingkan dengan perlakuan BG 0-4 MST. Keadaan bergulma E.

crus-galli 0 hingga panen jika dibandingkan dengan perlakuan BG 0-14 MST

mengakibatkan penurunan persentase gabah isi hingga 12.87% (dari 80.8% menurun menjadi 70.4%) dan dapat meningkatkan persentase gabah hampa hingga 54.5% (dari 19.1% menurun menjadi 29.5%). Sastroutomo (1990) menyatakan bahwa gulma mengakibatkan penurunan kuantitas dan kualitas hasil panen tanaman budidaya.

Tabel 13. Pengaruh Populasi Padi dan E. crus-galli terhadap Jumlah dan .Persentase Gabah Isi, dan Gabah Hampa Padi

Perlakuan Jumlah Biji Per Malai % Sebaran Biji Per Malai

Isi Hampa Isi Hampa

BG 0-2 74.2dc 33.8 69.5b-d 30.4a-c BG 0-4 89.1bc 19.2 82.5a 17.4d BG 0-6 89.1bc 20.6 80.8ab 19.1cd BG 0-8 104.5ab 26.3 79.9a-c 20.0b-d BG 0-10 106.9ab 26.2 80.3a-c 19.6b-d BG 0-12 113.0a 29.3 79.1a-c 20.8b-d BG 0-14 105.7ab 25.0 80.8ab 19.1cd

G 0-2 101.7ab 34.5 74.5a-d 25.4a-d

G 0-4 108.0ab 23.7 81.9a 18.0d G 0-6 88.0bc 28.9 75.8a-d 24.1a-d G 0-8 65.8d 31.0 67.9d 32.1b-d G 0-10 71.5cd 29.2 71.3a-d 28.6b-d G 0-12 71.0cd 32.2 68.9cd 31.0b-d G 0-14 72.9cd 30.3 70.4b-d 29.5a-c

Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama, tidak berbeda nyata pada uji DMRT taraf 5%.

Pertumbuhan Vegetatif Gulma Echinochloa crus-galli

Tinggi Gulma E. crus-galli

Tinggi gulma E. crus-galli selama 6 MST tidak berbeda nyata pada (Lampiran 14). Tinggi gulma E. crus-galli pada 6 MST adalah antara 94.1–104.1 cm (Tabel 14). Rata- rata pertambahan tinggi gulma E. crus-galli hingga 6 MST adalah sekitar 15 cm/minggu.

Tabel 14. Tinggi Gulma E. crus-galli

Perlakuan Tinggi Tanaman (cm)

2 MST 3 MST 4 MST 5 MST 6 MST BG 0-2 0.0 36.3 52.9 62.5 89.9 BG 0-4 0.0 0.0 0.0 75.7 88.4 BG 0-6 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 BG 0-8 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 BG 0-10 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 BG 0-12 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 BG 0-14 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 G 0-2 33.8 0.0 0.0 0.0 0.0 G 0-4 28.5 37.8 54.9 0.0 0.0 G 0-6 31.3 38.6 55.3 69.4 99.7 G 0-8 33.0 39.3 59.4 71.1 97.3 G 0-10 37.6 42.3 61.8 88.3 100.7 G 0-12 31.8 38.4 58.3 82.3 94.1 G 0-14 32.9 40.9 53.1 80.5 104.1

Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama, tidak berbeda nyata pada uji DMRT taraf 5%.

Jumlah Anakan E. crus-galli

Pada 3 MST (Lampiran 15) menunjukkan bahwa jumlah anakan pada perlakuan BG 0-2 MST berbeda nyata dengan perlakuan G 0-4 MST hingga G 0-14 MST. Jumlah anakan gulma E. crus-galli pada perlakuan BG 0-2 MST dengan 1.7 anakan/rumpun berbeda nyata dengan perlakuan G 0-4 MST dengan 3.1 anakan/rumpun (Tabel 15). Pada 6 MST jumlah anakan gulma E. crus-galli berkisar antara 7.9–16.5 anakan/rumpun.

Tabel 15. Jumlah Anakan Gulma E. crus-galli

Perlakuan 2 MST 3 MST Jumlah Anakan Per Rumpun 4 MST 5 MST 6 MST

BG 0-2 0.0 1.7b 4.2 6.1 8.9 BG 0-4 0.0 0.0c 0.0 5.3 7.9 BG 0-6 0.0 0.0c 0.0 0.0 0.0 BG 0-8 0.0 0.0c 0.0 0.0 0.0 BG 0-10 0.0 0.0c 0.0 0.0 0.0 BG 0-12 0.0 0.0c 0.0 0.0 0.0 BG 0-14 0.0 0.0c 0.0 0.0 0.0 G 0-2 2.3 0.0c 0.0 0.0 0.0 G 0-4 2.7 3.1a 6.5 0.0 0.0 G 0-6 2.1 3.3a 6.5 9.1 16.5 G 0-8 2.5 2.5a 7.3 11.3 13.3 G 0-10 2.1 3.4a 7.9 9.5 12.5 G 0-12 2.1 2.7a 8.7 15.4 13.1 G 0-14 2.3 2.8a 7.8 10.4 14.9

Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama, tidak berbeda nyata pada uji DMRT taraf 5%.

Jumlah Daun E. crus-galli

Pada 3 MST (Tabel lampilan 16) menunjukkan bahwa jumlah daun E.

crus-galli pada perlakuan BG 0-2 MST berbeda nyata dengan perlakuan G 0-4

MST hingga perlakuan G 0-14 MST. Pada 6 MST (Tabel 16), jumlah daun gulma

E. crus-galli berkisar antara 29.3–58.5 daun/rumpun.

Tabel 16. Jumlah Daun Gulma E. crus-galli

Perlakuan 2 MST 3 MST Jumlah Daun Per Rumpun 4 MST 5 MST 6 MST

BG 0-2 0.0 5.7b 16.2 20.8 34.7 BG 0-4 0.0 0.0c 0.0 23.5 29.3 BG 0-6 0.0 0.0c 0.0 0.0 0.0 BG 0-8 0.0 0.0c 0.0 0.0 0.0 BG 0-10 0.0 0.0c 0.0 0.0 0.0 BG 0-12 0.0 0.0c 0.0 0.0 0.0 BG 0-14 0.0 0.0c 0.0 0.0 0.0 G 0-2 11.7 0.0c 0.0 0.0 0.0 G 0-4 11.5 12.5a 23.2 0.0 0.0 G 0-6 11.0 11.3a 24.8 32.7 58.3 G 0-8 11.3 10.1a 27.9 44.6 52.4 G 0-10 8.2 12.7a 30.3 37.9 51.5 G 0-12 9.8 10.7a 34.0 57.8 52.1 G 0-14 10.5 10.9a 32.5 58.9 58.5

Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama, tidak berbeda nyata pada uji DMRT taraf 5%.

Bobot Kering Tajuk E. crus-galli

Pada Lampiran 17, menunjukkan bahwa bobot kering tajuk E. crus-galli berbeda nyata pada 6-12 MST. Terdapat kecenderungan bahwa bobot kering tajuk

E. crus-galli pada perlakuan bergulma E. crus-galli lebih tinggi dibandingkan

dengan perlakuan bersih E. crus-galli (Tabel 17). Hal ini terjadi karena faktor perlakuan periode kompetisi dengan waktu tanam gulma E. crus-galli yang berbeda. Pada 12 MST (Tabel 17) bobot kering tajuk E. crus-galli berkisar antara 54.4-153 g/0.25 m2.

Tabel 17. Bobot Kering Tajuk Gulma E .crus-galli

Perlakuan Bobot Kering Tajuk (g/0.25 m

2) 2 MST 4 MST 6 MST 8 MST 10 MST 12 MST BG 0-2 0.0 5.9 16.0b 48.5b 81.5ab 143.4a BG 0-4 0.0 0.0 13.8b 22.5b 61.4a-c 66.5cd BG 0-6 0.0 0.0 0.0c 38.5b 50.4bc 98.6bc BG 0-8 0.0 0.0 0.0c 0.0c 39.6c 81.1b-d BG 0-10 0.0 0.0 0.0c 0.0c 0.0d 54.4d BG 0-12 0.0 0.0 0.0c 0.0c 0.0d 0.0e BG 0-14 0.0 0.0 0.0c 0.0c 0.0d 0.0e G 0-2 3.2 0.0 0.0c 0.0c 0.0d 0.0e G 0-4 4.2 17.5 0.0c 0.0c 0.0d 0.0e G 0-6 4.5 23.3 29.5ab 0.0c 0.0d 0.0e G 0-8 3.3 21.0 49.7ab 91.7a 0.0d 0.0e

G 0-10 4.7 29.1 69.2a 88.1a 67.3a-c 0.0e

G 0-12 4.6 12.0 56.1ab 99.1a 92.9a 108.2b

G 0-14 5.6 44.0 77.1a 86.6a 95.9a 153.3a

Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama, tidak berbeda nyata pada uji DMRT taraf 5%.

Bobot Kering Akar E. crus-galli

Pada Lampiran 18, menunjukkan bahwa bobot kering akar E. crus-galli berbeda nyata pada 8-12 MST. Terdapat kecenderungan bahwa bobot kering akar

E. crus-galli pada perlakuan bergulma E. crus-galli lebih tinggi dibandingkan

perlakuan periode kompetisi dengan waktu tanam gulma E. crus-galli yang berbeda. Pada 12 MST (Tabel 18) bobot kering akar gulma E. crus-galli berkisar antara 7.0–32.6 g/0.25 m2.

Tabel 18. Bobot Kering Akar Gulma E. crus-galli

Perlakuan Bobot Kering Akar (g/0.25 m

2) 2 MST 4 MST 6 MST 8 MST 10 MST 12 MST BG 0-2 0.0 3.6 4.8 9.1bc 7.1c 25.2ab BG 0-4 0.0 0.0 3.9 5.1c 6.4c 10.6bc BG 0-6 0.0 0.0 0.0 6.2bc 6.9c 18.3a-c BG 0-8 0.0 0.0 0.0 0.0d 9.1c 11.0bc BG 0-10 0.0 0.0 0.0 0.0d 0.0d 7.0c BG 0-12 0.0 0.0 0.0 0.0d 0.0d 0.0d BG 0-14 0.0 0.0 0.0 0.0d 0.0d 0.0d G 0-2 1.9 0.0 0.0 0.0d 0.0d 0.0d G 0-4 1.6 7.5 0.0 0.0d 0.0d 0.0d G 0-6 2.5 11.1 9.6 0.0d 0.0d 0.0d G 0-8 1.2 11.2 14.8 10.9bc 0.0d 0.0d G 0-10 1.5 14.2 18.3 14.4ab 18.5b 0.0d G 0-12 2.3 7.8 15.9 19.8a 19.9b 25.0ab

G 0-14 3.1 16.6 20.3 20.1a 30.5a 32.6a

Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama, tidak berbeda nyata pada uji DMRT taraf 5%.

Bobot Kering Total E. crus-galli

Pada Lampiran 19, menunjukkan bahwa bobot kering total E. crus-galli berbeda nyata pada 2 MST dan 6-12 MST, namun tidak berbeda nyata pada 4 MST. Pada Tabel 19, bobot kering total E. crus-galli pada 12 MST berkisar antara 61.4-186.0 g/0.25 m2. Bobot kering total E. crus-galli tertinggi pada perlakuan G 0-14 MST dan Bobot kering total E. crus-galli terendah adalah pada perlakuan BG 0-10 MST. Terdapat kecenderungan bahwa bobot kering total gulma E. crus-galli pada perlakuan bergulma E. crus-galli lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan bersih gulma E. crus-galli.

Tabel 19. Bobot Kering Total Gulma E. crus-galli

Perlakuan Bobot Kering Total (g/0.25 m

2) 2 MST 4 MST 6 MST 8 MST 10 MST 12 MST BG 0-2 0.0 9.4 20.9b 57.7b 88.6bc 168.6ab BG 0-4 0.0 0.0 17.6b 27.6b 67.8cd 77.1de BG 0-6 0.0 0.0 0.0c 44.7b 57.3cd 117.0dc BG 0-8 0.0 0.0 0.0c 0.0c 48.7d 92.1d-e BG 0-10 0.0 0.0 0.0c 0.0c 0.0e 61.4e BG 0-12 0.0 0.0 0.0c 0.0c 0.0e 0.0f BG 0-14 0.0 0.0 0.0c 0.0c 0.0e 0.0f G 0-2 5.0b 0.0 0.0c 0.0c 0.0e 0.0f G 0-4 5.9b 25.0 0.0c 0.0c 0.0e 0.0f G 0-6 6.9ab 34.4 39.1ab 0.0c 0.0e 0.0f G 0-8 4.6b 32.3 64.5ab 102.6a 0.0e 0.0f G 0-10 6.2ab 43.3 87.5a 102.5a 85.9b-d 0.0f G 0-12 6.9ab 19.8 72.0ab 118.8a 112.9ab 133.2bc G 0-14 8.7a 60.5 97.5a 106.6a 126.3ab 186.0a Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama, tidak berbeda

nyata pada uji DMRT taraf 5%.

Rasio Bobot Kering Tajuk dan Akar E. crus-galli

Pada Lampiran 20, rasio tajuk dan akar E. crus-galli pada perlakuan periode kompetisi antara padi dan E. crus-galli tidak berbeda nyata. Pada 12 MST (Tabel 20) rasio tajuk dan akar adalah berkisar antara 54.4-153.3.

Tabel 20. Rasio Bobot Kering Tajuk dan Akar Gulma E. crus-galli

Dokumen terkait