Karakteristik Responden
Pembahasan karakteristik responden berdasarkan wilayah penelitian diarahkan pada aspek demografi dan ekonomi responden yang terdiri atas enam hal yaitu umur, agama, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan utama dan tingkat penghasilan.
Responden yang terjaring sebagian besar (34%) berusia antara 40 dan 50 tahun, 22% berusia antara 30 dan 40 tahun, sedangkan usianya berusia kurang dari 30 tahun dan lebih dari 50 tahun.
Seluruh responden yang terjaring beragama Islam dan mayoritas (62%) adalah laki-laki. Sementara itu, dalam hal pendidikan terakhir responden yang terjaring sebagian besar (50%) merupakan lulusan SMA/MA, disusul kemudian sebanyak 22% merupakan lulusan perguruan tinggi baik S1, S2 maupun S3, sedangkan sisanya adalah lulusan SMP/MTs, diploma dan SD/MI.
Gambar 1 Pendidikan Responden
Sebagian besar (41%) responden adalah pegawai swasta sebagai pekerjaan utamanya, disusul kemudian buruh/pekerja (17%), sedangkan sisanya adalah pensiunan, pegawai negeri/BUMN dan pekerja lainnya, selengkapnya mengenai pekerjaan utama responden disajikan pada Gambar 2.
Tamat Sd/MI 8% Tamat SMP/MTs 14% Tamat SMA/MA 50% Diploma 8% S1/S2/S3 20%
12
Gambar 2 Pekerjaan Utama Responden
Secara umum, rata-rata penghasilan responden Rp1 519 140,- perbulan, dengan penghasilan terendah Rp300 000,- perbulan dan penghasilan tertinggi Rp10 000 000,- perbulan.
Berdasarkan jenis pekerjaan utama responden yang bekerja sebagai pegawai negeri/BUMN merupakan kelompok responden dengan rata-rata penghasilan tertinggi, yaitu Rp3 219 167,- perbulan dengan penghasilan
terendah Rp1 300 000,- perbulan dan penghasilan tertinggi Rp10 000 000,- perbulan.
Tabel 1 Rata-rata penghasilan per bulan responden berdasarkan pekerjaan utama
No Nama Pekerjaan
Penghasilan Rata-rata standar
deviasi Minumum Maksimum
1 Perdagangan 700,000 141,421 600,000 800,000 2 Pegawai Negeri/BUMN 3,219,167 2,311,994 1,300,000 10,000,000 3 Pegawai Swasta 1,585,122 1,316,045 500,000 8,500,000 4 Pensiunan 1,238,000 545,714 700,000 2,500,000 5 Buruh/Pekerja 700,000 240,442 350,000 1,200,000 6 Lainnya 1,260,000 855,904 300,000 3,000,000 Total 1,519,140 1,394,417 300,000 10,000,000
Persepsi Terhadap Perbankan
Seluruh responden setuju dan menerima sistem perbankan. Akan tetapi hanya sekita 64% yang pernah memanfaatkan jasa perbankan. Responden yang belum memanfaatkan jasa perbankan sebagian besar berasal dari kelompok masyarakat biasa (data selengkapnya pada Tabel 2).
Pegawai Swasta 41% Buruh/Pekerja 17% Lainnya 15% pensiunan 13% Pegawai Negeri/BUMN 12% Pengusaha bidang perdagangan 2%
13
Tabel 2 Peneriman dan pemanfaatan terhadap perbankan
No Memanfaatkan jasa bank Kelompok Responden Tokoh Formal (%) Tokon Nonformal (%) Tokoh Masyarakat (%) Masyarakat Biasa (%) Total n=5 n=1 n=5 n=89 1. Ya 60 0 80 64.04 64 2. Tidak 40 100 20 35.96 36
Mengenai pertimbangan dalam memilih bank, sebagian besar (70%) nasabah bank konvensional memilih bank karena lokasi/aksesibilitas, disusul karena alasana popularitasnya (14.04%) dan alasan-alasan lainnya. Demikian juga untuk kelompok nasabah bank konvensional 75% responden memilih bank karena lokasi/aksesibilitas. Bagi responden yang belum memanfaatkan jasa perbankan (non nasabah) 20% responden memilih bank karena lokasi/aksesibilitas. Akan tetapi 71.43% tidak memberi respon atas alasan memilih bank, data lengkapnya ada pada Tabel 3.
Tabel 3 Penerimaan dan pertimbangan memilih bank
No Pertimbangan memilih bank
Kelompok Nasabah
Nasabah Bank Nasabah Bank Non
Konvensional Syariah Nasabah
(%) (%) (%) n=57 n=8 n=35 1. Lokasi/aksesibilitas 70.18 75 20.00 2. Profesional 5.26 0 0 3. Kredibilitas 7.02 25 2.86 4. Status Bank 1.75 0 0 5. Popularitas 14.04 0 0 6. Bunga Simpanan 1.75 0 0 7. Tidak Menjawab 0 0 71.43
Berkaitan dengan persepsi terhadap bunga bank, hampir seluruh responden tidak setuju dengan bunga bank. Akan tetapi, ada sekitar 19% responden dari kelompok masyarakat biasa yang setuju terhadap bunga bank. Hampir seluruh responden mengatakan bunga bank bertentangan dengan agama yang dianut, kecuali ada sekitar 19% responden dari kelompok masyarakat biasa mengatakan tidak tahu.
Sebagian besar responden mengatakan sistem bagi hasil dapat diterapkan, sistem bunga dapat diganti dengan bagi hasil dan sistem bagi hasil lebih
14
diminati daripada sistem bunga. Akan tetapi cukup banyak responden yang menyatakan tidak tahu.
Pada tanggal 22 syawal 1424 H/16 Desember 2003 MUI telah mengeluarkan fatwa tentang status bunga bank, dimana dalam fatwa tersebut dikatakan bahwa bunga bank termasuk ke dalam riba’. Karena bunga termasuk riba’ maka status bunga bank menjadi haram. Berkaitan dengan fatwa tersebut, mayoritas responden mengetahui fatwa tersebut. Namun cukup banyak responden yang tidak mengetahui fatwa tersebut, khususnya dari kelompok masyarakat biasa. Hampir seluruh responden yang mengetahui fatwa MUI memperoleh infomasi dari media massa, namun dari kelompok masyarakat biasa ada yang memperoleh fatwa MUI dari media elektronik dan ulama. Selengkapnya pendapat masyarakat tentang bunga bank disajikan pada Tabel 4.
Tabel 4 Pendapat masyarakat tentang bunga bank berdasarkan posisi sosial
No Persepsi Kelompok Responden Tokoh Formal Tokon Nonformal Tokoh Masyarakat Masyarakat Biasa (%) (%) (%) (%) n=5 n=1 n=5 n=89 1 Sistem Bunga 1. Setuju 0 0 0 19.10 2. Tidak setuju 100 100 100 80.90
2 Bunga bertentangan dengan
agama
1. Ya 100 100 100 79.78
2. Tidak 0 0 0 1.12
3. Tidak tahu 0 0 0 19.10
3 Bagi hasil dapat diterapkan
1. Ya 20 100 100 66.29
2. Tidak 0 0 0 1.12
3. Tidak tahu 80 0 0 32.58
4 Bunga dapat diganti bagi hasil
1. Ya 20 100 100 66.29
2. Tidak 0 0 0 5.62
3. Tidak tahu 80 0 0 28.09
5 Bagi hasil lebih diminati dari
bunga
1. Ya 20 0 80 61.80
2. Tidak 0 0 0 0
3. Tidak tahu 80 100 20 38.20
6 Pengetahuan tentang Fatwa MUI
1. Ya 60 100 80 51.69
2. Tidak 40 0 20 48.31
7 Sumber Informasi BRISyariah
1. Media massa 60 100 80 25.84
2. Media elektronik 0 0 0 11.24
3. Ulama 0 0 0 14.61
15
Pengetahuan masyarakat terhadap bank syariah berdasarkan kelompok responden nasabah bank konvensional cukup berimbang, sebagian besar pernah mendengar bank syariah (52.63%) dan sisanya tidak pernah mendengar bank syariah. Hal yang sama juga terjadi pada responden non nasabah, sebagian besar pernah mendengar (54.29%).
Tabel 5 Pengetahuan masyarakat mengenai perbankan syariah
No. Pengetahuan Mengenai Bank Syariah
Kelompok Responden Nasabah Bank
Konvensional Non Nasabah
n=57 n=35
1. Tahu 52.63 54.29
2. Tidak 47.37 45.71
Mayoritas responden mempunyai kesan terhadap bank syariah adalah bank yang menggunakan sistem bagi hasil (88.52%) dan bank yang tidak menggunakan sistem bunga (4.92%).
Tabel 6 Kesan masyarakat tentang bank syariah
No Uraian Jumlah (%)
1 Tidak mengetahui 6.56
2 Bank sistem bagi hasil 88.52
3 Bank yang tidak dengan sistem bunga 4.92
Jumlah 100
Kesan utama masyarakat terhadap BRI antara lain BRI tersebar dimana-mana, BRI berada di tengah-tengah masyarakat umum, BRI adalah sebuah bank milik pemerintah, BRI populer dan BRI nyaman dalam pelayanan.
Keunggulan BRI di bandingkan bank lainnya hampir sama halnya dengan kesan yang dijawab oleh responden, diantaranya: BRI milik pemerintah, menyebar dimana-mana, lebih memasyarakat, populer, menyebar ke pelosok daerah dan nasabahnya banyak.
Pengetahuan Masyarakat Kota Bogor Terhadap BRISyariah
Mayoritas responden mengetahui BRISyariah dari televisi (73.91%), sebagian responden lain mengetahui BRISyariah dari surat kabar (19.57%). Tidak ada satupun responden yang memperoleh informasi tentang BRISyariah dari majalah, radio, internet, bus/travel dan kantor.
16
Tabel 7 Sumber/media informasi responden untuk mengetahui BRISyariah
No Media n % 1 Surat Kabar 9 19.57 2 Televisi 34 73.91 3 Brosur/Pamflet 2 4.35 4 Teman/keluarga 1 2.17 5 Baliho/Spanduk 3 6.52
6 Langsung dari bank 4 8.70
BRISyariah saat ini gencar melakukan promosi melalui berbagai media terutama melalui media televisi, hal ini pun ditanyakan kepada responden seberapa jauh pengetahuan mereka mengenai iklan tersebut.
Sebagian besar responden tidak mengetahui iklan BRISyariah di televisi (53%) dan 47% mengetahui iklan BRISyariah di televisi. Dari 47% responden yang mengetahui iklan BRISyariah di televisi, mayoritas mengatakan iklan tersebut menarik (82.98%). Banyaknya responden yang mengatakan iklan tersebut menarik ternyata tidak berbanding lurus dengan respon setelah melihat iklan tersebut. Mayoritas responden memberi respon biasa saja (89.36%).
Tabel 8 Pengetahuan Responden terhadap BRISyariah dan Iklannya
No Uraian Jumlah
n %
1 Mengetahui iklan BRIS di TV
Tahu 47 47.00
Tidak 53 53.00
2 Pendapat Mengenai Iklan tsb
Menarik 39 82.98
Biasa Saja 8 17.02
3 Respon setelah melihat iklan
Biasa saja 42 89.36
Mencari informasi 3 6.38
Tertarik untuk mengadopsi 2 4.26
Minat responden dalam mengadopsi BRISyariah cukup berimbang. Sebagian besar menyatakan tidak berminat (56%) dan yang lainnya mengatakan berminat dalam mengadopsi BRISyariah (44%). Dari 44% responden yang menyatakan berminat dalam mengadopsi BRISyariah,
17
mayoritas responden akan menyimpan tabungan dengan alasan utama menggunakan sistem bagi hasil (81.82%). Jika responden diberikan pinjaman maka alasan utamanya adalah penanggungan resiko bersama (39.02%) dan menjalankan prinsip agama (34.15%). Adapun dalam penyediaan jasa alasan utamanya karena menjalankan prinsip agama (75.61%).
Mayoritas responden mengatakan kendala dalam mengadopsi BRISyariah adalah ketidaktahuan/kurang kenal mereka terhadap BRISyariah (63.79%).
Tabel 9 Minat dan produk yang akan diadopsi pada BRISyariah.
No Uraian Jumlah
1 Berminat mengadopsi BRIS n %
Minat 44 44.00
Tidak minat 56 56.00
2 Minat dalam hal Menyimpan
Sistem bagi hasil 36 81.82
Biaya transaksi rendah 2 4.55
Tidak menggunakan bunga 1 2.27
Menjalankan prinsip agama 5 11.36
3 Minat dalam hal meminjam
Penanggungan resiko bersama 16 39.02
Pelayanan cepat 1 2.44
biaya transaksi rendah 6 14.63
tidak menggunakan bunga 4 9.76
Menjalankan prinsip agama 14 34.15
4 Minat dalam hal penyediaan jasa
Biaya transaksi murah 6 14.63
Pelayanan cepat 1 2.44
Tingkat kesalahan rendah 2 4.88
Keragaman jasa perbankan 1 2.44
Menjalankan prinsip agama 31 75.61
5 Kendala dalam mengadopsi BRIS
Bank sistem bagi hasil 4 6.90
Bank khusus orang Islam 1 1.72
Berlandaskan moral/saling percaya 1 1.72
Kurang dikenal 37 63.79
Pasif 3 5.17
Lainnya 12 20.69
Karena kompetetifnya dunia perbankan syariah saat ini maka perlu kiranya mengetahui produk apa yang akan dipilih oleh nasabah jika mereka mengadopsi BRISyariah. Dalam hal penghimpunan dana mayoritas responden memilih tabungan haji (47.87%) dan giro wadiah (36.17%). Dalam hal pembiayaan/penyaluran dana sebagian besar responden akan
18
memilih ba’i salam. Dalam hal jasa perbankan mayoritas responden akan memilih talangan dana haji.
Tabel 10 Produk yang akan diadopsi jika menjadi nasabah BRISyariah
No Uraian Jumlah
1 Penghimpunan Dana n %
Giro Wadiah 34 36.17
Tabungan Mudharabah Mutlaqoh 15 15.96
Simpanan Haji 45 47.87 2 Pembiayaan/Penyaluran dana Ba'i Salam 36 63.16 Ba'i istina 11 19.30 Ba'i murabahah 2 3.51 Ijarah 4 7.02 Syirkah Musyarakah 2 3.51
Syirkah Mudharabah Muqayyadah 1 1.75
Qardh 1 1.75
3 Jasa Perbankan
Wakalah 23 27.06
Sharf/Jual beli valuta asing 13 15.29
Rahn 1 1.18
Gadai emas 14 16.47
Talangan dana haji 34 40.00
Perilaku Masyarakat Kota Bogor dalam Mengadopsi BRISyariah
Secara teoritis, setiap manusia memiliki persepsi terntang sosok dirinya sendiri, dalam posisi relatif dengan orang lain di sekitarnya. Interaksi sosial bertolak salah satunya dari bagaimana seseorang mempersepsikan dirinya. Dari konsep ini, maka perilaku responden terhadap perbankan BRISyariah, juga didasarkan atas bagaimana responden mempersepsikan dirinya dalam hal perbankan, keislaman, perolehan informasi dan lain-lain.
Sosok diri responden tidak diperoleh melalui jawaban-jawaban yang diberikan, namun dengan membebaskan dirinya memilih level dari 16 pernyataan sikap. Setiap pernyataan memiliki 5 level jawaban, yaitu 1 untuk “sangat tidak setuju”, 2 untuk “tidak setuju”, 3 untuk “antara setuju dan tidak”, 4 untuk “setuju”, dan 5 untuk “sangat setuju”. Seluruh pernyataan diri tersebut dikelompokkan ke dalam enam karakter sebagaimana dijelaskan pada tabel berikut.
19
Tabel 11 Pengelompokkan karakter individual dan bentuk-bentuk pernyataan sikap responden
Karakter individual
dan Simbol Bentuk pernyataan sikap
Y1 = Cepat dalam mengambil keputusan 1 = 2 = 3 = 4 =
Saya seringkali sangat cepat dalam menentukan keputusan untuk menjadi nasabah sebuah bank. Saya seringkali menjadi orang pertama yang menjadi nasabah suatu bank atau lembaga keuangan baru.
Saya seringkali terpengaruh iklan atau ajakan teman/saudara untuk menjadi nasabah pada suatu bank.
Saya akan meninggalkan suatu bank jika menurut saya pelayanan bank tersebut kurang sesuai dengan yang saya harapkan.
Y2 = Tertarik dan terbuka terhadap informasi baru.
5 =
6 =
Saya selalu menaruh perhatian yang besar terhadap lembaga-lembaga keuangan yang ada di daerah saya.
Saya senang dan selalu mencari informasi tentang produk-produk baru dari suatu bank.
Y3 = Tidak keberatan dengan bank konvensional
7 =
8 =
Bagi saya, tidak ada halangan/kendala apapun untuk menjadi nasabah bank konvensional (bank umum).
Saya lebih tenang dan senang jika menyimpan uang di bank.
Y4 = Tipe panutan atau pelopor
9 =
16 =
Saya senang merekomendasikan suatu hal baru kepada teman-teman saya.
Saya merasa bahwa diri saya menjadi contoh atau panutan orang-orang di sekitar saya.
Y5 = Lambat dalam menerima perubahan 10 = 11 = 12 =
Saya tidak suka menjadi nasabah bank baru yang tidak saya ketahui dengan pasti sebaik apapun bank tersebut.
Saya merasa lebih nyaman untuk menjadi nasabah suatu bank jika orang lain telah memberitahu bahwa bank tersebut terbukti baik.
Terkadang teman-teman dan keluarga saya harus mendorong saya untuk mencoba sesuatu yang baru. Y6 = merasa diri sebagai “sosok yang Islami”. 13 = 14 = 15 =
Saya rasa orang sering melihat saya sebagai orang yang tahu banyak mengenai hukum atau syariah Islam.
Saya sering meluangkan waktu untuk mengikuti kajian-kajian keislaman.
Saya selalu berusaha untuk memilih dan menggunakan produk-produk yang bernuansa Islami.
20
Tabel 12 Nilai psikografis responden
Kelompon Nasabah Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6
Nasabah Bank Konvensional non BRI 2.91 3.00 3.56 2.57 2.90 3.36
Nasabah Bank Syariah 3.05 3.38 3.31 2.75 3.00 3.42
Nasabah BRI 2.69 2.86 3.11 2.27 2.89 3.62
Non Nasabah 2.78 2.91 3.44 2.50 2.94 3.36
Minat terhadap BRIS 2.62 2.91 3.11 2.31 2.86 3.58
Dari gambar hasil analisis biplot yang menginformasikan posisi lima kelompok nasabah dan enam karakter individual, terlihat bahwa kelompok ”nasabah BRI” dan ”minat terhadap BRIS” berada pada sudut yang sama. Ini dapat dimaknai bahwa mereka memiliki kesamaan dalam mempersepsikan dirinya. Dibandingkan dengan empat kelompok yang lain, kelompok ”non nasabah” berada pada titik koordinat yang sangat berbeda dengan yang lain. Maknanya adalah bahwa mereka memandang bahwa dirinya sangat berbeda secara relatif.
Lebih jauh juga terbaca dari gambar tersebut bahwa terdapat korelasi yang positif antara sikap cepat dalam mengambil keputusan (Y1) dengan tipe panutan atau pelopor (Y4). Artinya orang-orang yang bertipe pelopor/panutan juga memiliki kecenderungan cepat dalam mengambil keputusan. Tipe sikap lamban dalam mengambil keputusan juga berkorelasi positif dengan sikap yang terbuka terhadap informasi, artinya orang-orang yang terbuka terhadap informasi memiliki kecendrungan lamban dalam mengambil keputusan.
Kelompok nasabah BRI (BRI) dan kelompok nasabah minat BRI (minatBRI) dicirikan oleh sosok Islami (Y6). Sementara kelompok nasabah bank syariah (NBS) dicirikan oleh sikap yang terbuka terhadap informasi (Y2), lamban dalam menerima perubahan (Y5), cepat dalam mengambil keputusan (Y1) dan tipe panutan atau pelopor (Y4). Kelompok nasabah konvensional selain nasabah BRI (NBKnonBRI) cenderung memiliki sikap tidak keberatan dengan bank konvensional (Y3).
21
Gambar 3 Biplot Kelompok Responden dengan peubah Psikografis Keterangan :
Y1 = Cepat dalam mengambil keputusan Y2 = Terbuka terhadap informasi
Y3 = Tidak keberatan dengan bank konvensional Y4 = Tipe panutan atau pelopor
Y5 = Lambat dalam menerima perubahan Y6 = Sosok Islami
Potensi Masyarakat Kota Bogor Mengadopsi BRISyariah
Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat untuk mau mengadopsi BRISyariah ditelaah melalui model logit. Dalam model logit tersebut, yang menjadi kasus adalah responden yang bukan nasabah BRISyariah, dan peubah responnya adalah berminat menjadi nasabah BRISyariah (1) atau tidak berminat menjadi nasabah BRISyariah (0). Sedangkan peubah bebasnya dipilih peubah-peubah yang dianggap relevan mempengaruhi keputusan untuk mau mengadopsi bank syariah atau tidak. Dengan menggunakan α sebesar 20% diperoleh sebagai berikut:
NBKnonBRI NBS BRI NonNas Mi nat BRI S Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 -0. 5 -0. 4 -0. 3 -0. 2 -0. 1 0. 0 0. 1 0. 2 0. 3 0. 4 Di mensi on 1 (76. 1%) -0. 5 -0. 4 -0. 3 -0. 2 -0. 1 0. 0 0. 1 0. 2 0. 3 0. 4 0. 5 0. 6
22
Tabel 13 Model regresi logistik biner
Peubah Koefesien SE Koef. Z P Odds Ratio Konstanta -3.0472 2.18922 -1.39 0.164 Pendidikan -3.386 1.25228 -2.7 0.007 0.03 Pekerjaan -0.329 0.64653 -0.51 0.611 0.72 Usaha Sndr -0.6159 0.83505 -0.74 0.461 0.54 Penghasilan 0.90743 1.26476 0.72 0.473 2.48 Posisi Sosial -0.0286 1.04087 -0.03 0.978 0.97 Nasabah BRI 0.57048 0.85275 0.67 0.504 1.77
Sistem Bunga Haram -0.2545 1.02015 -0.25 0.803 0.78
Bunga bertentangan dengan Agama 1.92765 1.17315 1.64 0.100 6.87 Bagi hasil dapat diterapkan 4.36508 2.0553 2.12 0.034 78.66 Bunga bank diganti oleh bagi hasil -0.493 1.16872 -0.42 0.673 0.61 Bagi hasil lebih diminati -5.2238 1.82262 -2.87 0.004 0.01 Pengetahuan tentang fatwa MUI 0.03845 0.66545 0.06 0.954 1.04 Pengetahuan tentang Bank Syariah 0.84428 1.00256 0.84 0.400 2.33 Pengetahuan pendirian BRIS -0.5785 1.03456 -0.56 0.576 0.56
Mengetahui Iklan BRIS 0.83398 1.04336 0.8 0.424 2.30
PMB_Lokasi 0.09354 0.57912 0.16 0.872 1.10 PMB_Profesional 1.90735 1.71212 1.11 0.265 6.74 PMB_Kredibilitas 0.72171 0.81648 0.88 0.377 2.06 PMB_ATM -4.0634 2.23037 -1.82 0.068 0.02 PMB_Status Bank 0.96995 1.46169 0.66 0.507 2.64 PMB_Popularitas 1.98066 1.00955 1.96 0.050 7.25 PMB_Bunga Simpanan 2.67047 2.24786 1.19 0.235 14.45
Ket : PMB = Pertimbangan memilih bank
Berdasarkan model logit di atas faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat untuk mengadopsi BRISyariah adalah Pendidikan, sarjana vs non sarjana : pendidikan sangat berpengaruh terhadap minat responden dalam mengadopsi BRISyariah. Mayoritas responden yang berminat untuk mengadopsi BRISyariah adalah masyarakat dengan pendidikan non sarjana. Peluang responden non sarjana untuk mengadopsi BRISyariah 33.33 kali peluang responden sarjana mengadopsi bank syariah.
Bunga Bank Bertentangan dengan Agama yang Dianut: Pendapat yang mengatakan bunga bank bertentangan dengan agama yang dianut mempengaruhi orang tersebut dalam mengadopsi BRISyariah. Peluang responden untuk mengadopsi BRISyariah yang mengatakan bahwa bunga bank bertentangan
23
dengan agama yang dianut 6.87 kali peluang responden yang mengatakan tidak bertentangan dengan agama yang dianut.
Bagi Hasil Dapat Diterapkan: pendapat yang mengatakan bahwa bagi hasil dapat diterapkan mempengaruhi minat seseorang dalam mengadopsi BRISyariah. Orang yang mengatakan bahwa bagi hasil dapat diterapkan cenderung untuk berminat mengadopsi BRISyariah. Peluang responden untuk mengadopsi BRISyariah yang mengatakan bagi hasil dapat diterapkan 78.66 kali peluang responden tidak mengatakan bagi hasil dapat diterapkan.
Bagi Hasil Lebih Diminati : pendapat yang mengatakan bagi hasil lebih diminati mempengaruhi yang bersangkutan dalam mengadopsi BRISyariah. Masyarakat yang tidak berpendapat bahwa bagi hasil lebih diminati cenderung akan mengadopsi BRISyariah. Peluang responden untuk mengadopsi BRISyariah yang tidak berpendapat bagi hasil lebih diminati 100 kali peluang responden yang berpendapat berpendapat bagi hasil lebih diminati.
Pertimbangan Memilih Bank karena ATM: Orang yang memilih bank karena pertimbangan adanya fasilitas ATM berpengaruh terhadap minat seseorang dalam mengadopsi BRISyariah. Peluang responden untuk mengadopsi BRISyariah yang tidak memilih bank karena pertimbangan adanya ATM 50 kali peluang responden yang memilih bank karena pertimbangan adanya ATM.
Pertimbangan Memilih Bank Popularitas: orang yang memilih bank karena pertimbangan popularitas akan mempengaruhi yang bersangkutan dalam mengadopsi BRISyariah atau tidak. Masyarakat yang memilih bank karena popularitasnya cenderung akan mengadopsi BRISyariah. Peluang responden untuk mengadopsi BRISyariah yang memilih bank karena pertimbangan popularitas 7.25 kali peluang responden yang tidak memilih bank karena popularitasnya.
Jika analisa potensi hanya didasarkan pada kemauan masyarakat untuk mengadopsi BRISyariah, maka faktor yang enam di atas lah yang berpotensi untuk mengadopsi BRISyariah. Namun demikian, analisa potensi yang hanya didasarkan pada persepsi kemauan untuk mengadopsi saja dapat menyesatkan dan berbias karena : 1) dalam kenyataannya, potensi tidak hanya diukur dari
24
kemauan masyarakat untuk mengadopsi, tetapi juga sangat tergantung dari sarana dan prasarana ekonomi yang ada di daerah tersebut ; 2) data yang dikumpulkan pada studi ini tidak didesain untuk mewakili kota Bogor secara umum, hanya mengambil dua kecamatan yang dilihat dari aksesibiltas ekonomi, sehingga analisis potensi yang hanya menggunakan data ini dapat menjadi berbias ; 3) tehnik sampling yang digunakan adalah quota sampling; 4) ukuran contoh yang digunakan terlalu sedikit.
Secara umum performa BRISyariah saat ini masih kalah jauh dibandingkan dengan bank- bank konvensional. Hal ini ditandai dengan:
1. Orang yang memilih bank karena pertimbangan pelayanan, fasilitas, kredibilitas, dan status bank, cenderung tidak mau menggunakan bank syariah. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan dan fasilitas bank syariah masih dianggap kurang dibandingkan dengan bank- bank konvensional, dan masih banyak yang masih meragukan status dan kredibilitas BRISyariah. 2. Informasi yang diberikan oleh bank-bank syariah khususnya BRISyariah
sangat minim sekali.
Namun demikian, ada beberapa potensi yang dapat digarap dalam rangka mengembangkan BRISyariah, yaitu:
1. BRISyariah ternyata lebih diminati kalangan berpendidikan rendah, nasabah perbankan saat ini lebih didominasi oleh masyarakat berpendidikan tinggi sehingga pangsa pasar ini belum dikelola secara maksimal.
2. Pengetahuan masyarakat tentang BRISyariah masih dapat dikatakan rendah, sehingga diperlukannya promosi yang lebih banyak dan menarik.
3. BRISyariah harus menghindari operasional yang menggunakan sistem bank konvensional (sistem bunga) karena hal ini dapat menyesatkan masyarakat dan pada akhirnya akan mengurangi nilai bank syariah itu sendiri.
4. BRISyariah sangat potensial pada daerah-daerah yang basis Islamnya kuat dimana pemahaman terhadap prinsip syariah sudah cukup baik.
5. BRI konvensional saat ini menjangkau pada level kecamatan, sehingga potensi ini sebenarnya bisa dimaksimalkan sehingga terjalin kerja sama antara BRISyariah dan BRI.
25