• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi politik dan sosial yang dilakukan oleh sebuah partai politik akan memberikan pengaruh bagi perolehan suara dalam pemilu. Partai Demokrat yang dikatakan baru dalam pemilu ternyata berhasil mempengaruhi tingkat perolehan

46

Wawancara dengan Mualim, 24 April 2016

47

suara yang ada di nasional maupun di tingkat lokal daerah dalam hal ini adalah Kabupaten Sragen

Perolehan suara Partai Demokrat 2004 dan 2009 dikatakan cukup tinggi sebagai partai baru dengan mendapatkan urutan keempat pada pemilu 2004 dan naik keurutan ketiga pada pemilu 2009. Pada pemilu legislatif 2009 Partai Demokrat mengalami peningkatan suara dari total pemilih di Sragen. Dari perolehan suara tersebut, Partai Demokrat berhasil mendudukkan empat orang wakilnya pada pemilu legislatif 2004 dan tujuh orang wakilnya pada pemilu 2009 di DPRD Sragen. Bersama-sama dengan PDI-P dan Golkar, Partai Demokrat ditempatkan sebagai lima partai besar dalam pemilu 2004 dan 2009. Untuk lebih jelasnya lihat tabel berikut:

Tabel. 5

Perolehan Suara 10 Besar Partai Peserta Pemilu Legislatif Tahun 2004 di Kabupaten Sragen.

No Nama Partai Jumlah Suara

1. PDI-P 243.117 2. Partai Golkar 68.578 3. PAN 35.596 4. Partai Demokrat 30.238 5. PKS 27.736 6. PKB 20.851 7. PPP 13.181 8. PPDI 13.124 9. PNI-M 10.493 10. Partai Pelopor 7.674

Tabel. 6

Perolehan Suara 10 Besar Partai Peserta Pemilu Legislatif Tahun 2009 di Kabupaten Sragen.

No. Nama Partai Jumlah Suara

1. PDI-P 170.952 2. Partai Golkar 59.746 3. Partai Demokrat 46.942 4. PKB 35.557 5. PKS 31.037 6. PAN 27.257

7. Partai Peduli Rakyat

Nasional 15.926

8. Partai Gerindra 11.280

9. Partai Hanura 11.255

10. PPP 10.110

Sumber: Koleksi Arsip KPUD Kabupaten Sragen Tahun 2009 Tabel. 7

Hasil Perolehan Suara Partai Demokrat per Kecamatan di Kabupaten Sragen Tahun 2004 dan 2009

No. Kecamatan Jumlah Suara

2004 2009 1. Sragen 2.114 6.589 2. Masaran 900 8.687 3. Sidoharjo 746 1.868 4. Karangmalang 2.782 4.243 5. Ngrampal 1.158 3.111 6. Kedawung 1.509 2.609 7. Kalijambe 3.686 1.960 8. Plupuh 1.985 1.425 9. Gemolong 3.439 1.994 10. Miri 1.494 2.374 11. Sumberlawang 1.049 1.946 12. Tanon 1.125 1.257 13. Gesi 1.575 1.448 14. Jenar 1.096 656 15. Mondokan 352 495 16. Sukodono 714 975 17. Tangen 1.498 735 18. Gondang 1.242 1.949 19. Sambirejo 1.100 849 20. Sambungmacan 674 1.772

Perolehan suara Partai Demokrat pada pemilu 2004 berjumlah 30.238 atau 6,05% dari total pemilih di Sragen. Sedangkan pada pemilu 2009 Partai Demokrat mendapat perolehan 46.942 suara dan mengalami peningkatan suara seperti yang terlihat di tabel 5 dan 6. Partai Demokrat memang tidak memenangi pemilu tetapi sudah menunjukkan keberhasilannya dalam pemilu dilihat dari perolehan suaranya yang mampu bersaing dengan partai lama.

Berdasarkan tabel 7, 10 kecamatan yang memperoleh suara terbesar Partai Demokrat di Kabupaten Sragen pada pemilu 2004 adalah Kecamatan Kalijambe dengan 3.686 suara, diikuti Gemolong dengan 3.439 suara, Karangmalang dengan 2.782 suara, keempat Sragen Kota dengan 2.114 suara, kelima Plupuh dengan 1.985 suara, lalu Gesi dengan 1.575 suara, ketujuh Kedawung dengan 1.509 suara, kemudian Tangen dengan 1.498 suara, Miri dengan 1.494 suara, dan yang kesepuluh Gondang dengan 1.242 suara. Pada pemilu 2009, 10 kecamatan yang memperoleh suara Partai Demokrat terbanyak, yaitu: Masaran dengan 8.687 suara, kemudian Sragen Kota dengan 6.589 suara, ketiga Karangmalang dengan 4.243 suara, keempat Ngrampal dengan 3.111 suara, kelima Kedawung dengan 2.609 suara, lalu Miri dengan 2.374 suara, ketujuh Gemolong dengan 1.994 suara. Kedelapan Kalijambe dengan 1.960 suara, kesembilan Gondang dengan 1.949 suara, dan yang terakhir Sumberlawang dengan 1.946 suara. Perolehan suara Partai Demokrat belum merata dan belum terikat di suatu wilayah. Dapat dilihat pada pemilu 2004 Kecamatan Kalijambe dan Gemolong adalah penghasil suara terbanyak di Kabupaten Sragen, akan tetapi pada pemilu 2009 perolehan suara Partai Demokrat di dua kecamatan tersebut

mengalami peningkatan drastis. Kemudian pada pemilu 2009, peningkatan drastis terjadi di Kecamatan Masaran yang pada pemilu 2004 mendapat 900 suara dan saat pemilu 2009 mendapat perolehan 8.687suara.

Persebaran suara Partai Demokrat bisa dikatakan belum merata di daerah. Perolehan suara pun didominasi oleh PDI-P dihampir semua kecamatan di Kabupaten Sragen. Hal ini dapat dilihat dari peta politik dibawah ini:

84

Peta Politik Pemilu Legislatif Tahun 2004 Kabupaten Sragen

Keterangan PDI-P Partai Golkar PAN

Tabel. 8

Keterangan Peta Politik Pemilu Legislatif Tahun 2004 Kabupaten Sragen

Kecamatan Partai PDI-P Partai Golkar PAN Partai Demokrat Sragen 17.578 6.859 2.172 2.114 Masaran 19.486 4.657 6.356 900 Sidoharjo 16.261 3.462 2.154 746 Karangmalang 18.662 4.234 1.222 2.782 Ngrampal 12.993 2.158 554 1.158 Kedawung 20.049 4.042 1.243 1.509 Kalijambe 10.481 2.087 2.680 3.686 Plupuh 12.230 3.416 2.768 1.985 Gemolong 13.355 2.795 1.721 3.439 Miri 10.655 2.426 557 1.494 Sumberlawang 6.981 7.583 2.222 1.049 Tanon 14.417 2.434 5.440 1.125 Gesi 4.582 1.820 435 1.575 Jenar 7.995 1.865 648 1.096 Mondokan 7.448 3.638 341 352 Sukodono 5.575 5.592 749 714 Tangen 5.673 2.301 567 1.498 Gondang 13.841 3.310 1.592 1.242 Sambirejo 11.605 2.231 496 1.100 Sambungmacan 13.250 1.848 1.679 674

86

Peta Politik Pemilu Legislatif Tahun 2009 Kabupaten Sragen

Keterangan PDI-P Partai Golkar PKB

Tabel. 9

Keterangan Peta Politik Pemilu Legislatif Tahun 2009 Kabupaten Sragen

Sumber: Koleksi Arsip KPUD Kabupaten Sragen Tahun 2004 Kecamatan Partai PDI-P Partai Golkar Partai Demokrat PKB Sragen 10.332 5.978 6.589 1.621 Masaran 9.065 3.856 8.687 473 Sidoharjo 8.885 2.348 1.868 4.985 Karangmalang 14.693 4.127 4.243 942 Ngrampal 6.395 2.897 3.111 845 Kedawung 15.687 3.949 2.609 1.638 Kalijambe 8.430 2.618 1.960 1.723 Plupuh 12.642 4.325 1.425 628 Gemolong 10.962 2.925 1.994 2.995 Miri 9.546 1.890 2.374 327 Sumberlawang 12.626 3.045 1.946 1.048 Tanon 11.452 1.803 1.257 3.354 Gesi 2.875 1.578 1.448 2.467 Jenar 3.003 4.475 656 1.060 Mondokan 5.315 1.532 495 6.346 Sukodono 4.463 3.757 975 1.651 Tangen 3.619 1.582 735 2.760 Gondang 7.315 2.949 1.949 160 Sambirejo 6.149 1.765 849 111 Sambungmacan 7.498 2.347 1.772 423

Gambar diatas adalah peta politik Kabupaten Sragen untuk pemilu legislatif tahun 2004 dan 2009. Seperti yang sudah dibahas pada bab sebelumnya bahwa Kabupaten Sragen terbagi menjadi dua wilayah, yaitu Utara Bengawan Solo dan Selatan Bengawan Solo. Daerah Utara Bengawan Solo meliputi Kalijambe, Plupuh, Gemolong, Miri, Sumberlawang, Tanon, Gesi, Jenar, Mondokan, Sukodono, dan Tangen. Sedangkan Selatan Bengawan Solo meliputi Kecamatan Sragen, Masaran, Sidoharjo, Karangmalang, Ngrampal, Kedawung, Gondang, Sambirejo, dan Sambungmacan. Pembagian tersebut mempengaruhi paham politik masyarakat di daerah tersebut.

Pada pemilu 2004 hampir diseluruh kecamatan di Kabupaten Sragen dimenangkan oleh PDI-P kecuali Kecamatan Sumberlawang dan Kecamatan Sukodono yang dimenangkan oleh Partai Golkar. Sedangkan partai yang berpaham keagamaan seperti PAN hanya mampu berada di urutan kedua dibeberapa wilayah seperti Masaran dan Tanon. Partai Demokrat pada pemilu 2004 merupakan partai baru mampu mengumpulkan suara terbanyak di daerah Kalijambe dan Gemolong. Perolehan suara Partai Demokrat paling minim berada di daerah Masaran, Sidoharjo, Mondokan, Sukodono, dan Sambungmacan karena di daerah ini lebih didominasi oleh massa PDI-P dan Partai Golkar, kecuali Kecamatan Masaran yang massanya terbelah antara PDI-P dengan PAN. Perolehan suara Partai Demokrat pada pemilu 2004 didominasi di daerah-daerah Utara Bengawan Solo yang dilalui jalur transportasi Solo-Purwodadi yang menjadikan daerah ini lebih terbuka terhadap partai-partai baru, kemudian beberapa daerah Selatan Bengawan Solo seperti Kecamatan Karangmalang dan

Kecamatan Sragen Kota yang disebabkan oleh kampanye-kampanye yang dilakukan Partai Demokrat lebih banyak berada di daerah ini.

Pada pemilu tahun 2009 peta politik Kabupaten Sragen mulai berubah kembali, tetapi tetap didominasi oleh PDI-P. Pemilu tahun ini 18 kecamatan di Sragen dimenangkan oleh PDI-P, Kecamatan Jenar dimenangkan oleh Partai Golkar dan Kecamatan Mondokan dimenangkan oleh PKB. Partai Demokrat pada pemilu tahun 2009 mengalami peningkatan suara dihampir semua kecamatan di Sragen. Peningkatan paling tinggi berada di Kecamatan Masaran yang merupakan basis massa dari PDI-P. Penurunan suara Partai Demokrat terjadi di daerah-daerah Utara Bengawan Solo yang dilewati jalur transportasi Solo-Purwodadi, perolehan suara Partai Demokrat mengalami penurunan yang tinggi dibandingkan pada pemilu tahun 2004, begitu pula dengan PDI-P yang mengalami penurunan di daerah ini. Di daerah ini partai-partai yang berbasis religius mendapatkan perolehan suara yang stabil.

Melihat peta politik diatas dapat disimpulkan bahwa suara masyarakat Sragen kurang terikat dengan partai-partai baru karena kurangnya pengaruh di daerah. Kemudian hampir disemua wilayah Kabupaten Sragen lebih terikat pada partai-partai lama yang mempunyai pengaruh di daerah seperti PDI-P dan Partai Golkar. Sedangkan partai-partai yang berbasis religius seperti PAN, PKB, PPP, dan lain-lain mempunyai massa yang stabil di wilayah Sragen sehingga bisa dikatakan mereka tidak mempunyai pengaruh yang kuat disuatu wilayah tetapi memiliki massa yang tetap dan tersebar di semua daerah. Politik aliran di Kabupaten Sragen sudah tidak berlaku lagi karena suara masyarakat lebih terikat

pada pengaruh suatu partai di daerahnya tanpa melihat aliran politik partai tersebut. Selain pengaruh partai yang kuat, tokoh masyarakat yang masuk dalam suatu partai juga menjadi salah satu faktor pemilihan partai dari masyarakat. Contohnya, seperti Joko Saptono dari Partai Demokrat yang mencalonkan di dapil II untuk wilayah Karangmalang, Ngrampal, dan Kedawung yang mengalami peningkatan suara, kemudian Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang merupakan caleg dari PDI-P.

Persebaran suara Partai Demokrat bisa dikatakan belum merata pada pemilu 2004 dan 2009 karena Partai Demokrat belum mengikat suara dari masyarakat sehingga mengalami peningkatan dan penurunan di beberapa wilayah. Pada tahun 2004 Partai Demokrat bisa dikatakan berhasil karena mampu menjaring suara masyarakat di Kabupaten Sragen dan berhasil mendudukkan wakilnya di dalam parlemen. Sedangkan pada tahun 2009 suara Partai Demokrat mengalami peningkatan dan penurunan. Peningkatan suara yang terjadi pada Partai Demokrat terjadi karena masyarakat merasa Partai Demokrat mampu membawa perubahan di dalam masyarakat pada periode sebelumnya sehingga membuat masyarakat memilih partai ini. Penyebab penurunan suara ini disebabkan persebaran kader Partai Demokrat yang kurang merata, kurangnya tokoh masyarakat di dalam Partai Demokrat yang berada di daerah sehingga masyarakat di daerah kurang respect terhadap para caleg yang ada di dapilnya, kemudian adanya persaingan partai-partai baru dan partai lama yang mengikuti pemilu sehingga masyarakat lebih terbuka lagi terhadap partai-partai lainnya dan

kurangnya sosialisasi juga sangat mempengaruhi perolehan suara Partai Demokrat di Kabupaten Sragen.

Dokumen terkait