• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitan

Berdasarkan pengumpulan data yang peneliti lakukan mulai dari tanggal 20 Juli sampai dengan Tanggal 29 Juli 2013 pada Ibu yang memiliki anak usia 2-4 tahun di desa Miruk Kecamatan Krueng barona jaya Kabupaten Aceh Besar tahun 2013 dengan jumlah sampel 37 orang diperoleh hasil sebagai berikut:

1. Analisa Univariat

a. Kesiapan Ibu Dalam Mengaplikasikan Toilet Training Tabel 5.1

Distribusi Frekuensi Kesiapan ibu dalam mengaplikasikan toilet training Pada Anak Yang Berusia 2-4 Tahun di Desa Miruk Kecamatan

Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013

No Kesiapan Ibu Frekuensi %

1 Ada 16 43.2

2 Tidak ada 21 56.8

Total 37 100

Sumber : Data primer diolah tahun 2013

Berdasarkan tabel 5.1 menunjukan bahwa dari 37 responden, mayoritas berada pada kategori ibu yang tidak memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training yaitu sebanyak 21 responden (56.8%).

b. Pengetahuan Ibu

Tabel 5.2

Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu dalam Mengaplikasikan Toilet Training Pada Anak Yang Berusia 2-4 Tahun di Desa Miruk

Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013

Sumber : Data primer diolah tahun 2013

Berdasarkan tabel 5.2 menunjukan bahwa dari 37 responden, mayoritas berada pada kategori pengetahuan ibu tinggi dalam mengaplikasikan kesiapan toilet training yaitu sebanyak 13 responden (35.1%).

c. Pendidikan Ibu

Tabel 5.3

Distribusi Frekuensi Pendidikan Ibu Yang Memiliki Anak Usia 2-4 Tahun di Desa Miruk Kecamatan Krueng Barona Jaya

Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013

Sumber : data primer diolah tahun 2013

Berdasarkan tabel 5.3 menunjukan bahwa dari 37 responden, mayoritas berada pada kategori pendidikan menengah dalam mengaplikasikan kesiapan toilet training yaitu sebanyak 14 responden (37.8%).

d. Kesiapan Psikologis Anak

Tabel 5.4

Distribusi Frekuensi Kesiapan Psikologis anak terhadap Toilet Training Pada Anak Yang Berusia 2-4 Tahun di Desa Miruk Kecamatan

Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013

No Kesiapan Psikologis Anak Frekuensi %

1 Ada 16 43.2

2 Tidak ada 21 56.8

Total 37 100

Sumber :data Primer diolah tahun 2013

Berdasarkan tabel 5.4 menunjukan bahwa dari 37 responden, mayoritas berada pada kategori anak yang tidak ada kesiapan psikologis yaitu sebanyak 21 responden (56.8%).

2. Analisa Bivariat

a. Hubungan Pengetahuan ibu dengan Kesiapan ibu dalam Mengaplikasikan Toilet Training

Tabel 5.5

Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan kesiapan ibu dalam Mengaplikasikan Toilet Training Pada Anak Usia 2-4 Tahun di Desa Miruk Kecamatan

Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013

No Pengetahuan Kesiapan Ibu

Total Uji Statistik

Ada Tidak ada α P value

1 Tinggi 9 (69.2%) 4 (30.8%) 13 (100%)

0.05 0.030 2 Sedang 5 (41.7%) 7 (58.3%) 12 (100%)

3 Rendah 2 (16.7%) 10 (83.3%) 12(100%) Total 16 (43.2%) 21 (56.8%) 37 (100%)

Sumber : data diolah tahun 2013

Berdasarkan tabel 5.5 menunjukan bahwa dari 13 responden yang memiliki pengetahuan tinggi ternyata 9 responden (69.2%) memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training, dari 12 responden yang memiliki pengetahuan sedang ternyata 7 responden (58.3%) tidak memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training, dan dari 12 responden yang memiliki pengetahuan rendah ternyata 10 responden (83.3%) tidak memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training.

Setelah dilakukan uji statistik dengan Chi Square test diperoleh nilai p value

= 0.030 (p value < 0.05), dengan demikian hipotesa (Ha) yang menyatakan ada pengaruh antara pengetahuan ibu dengan kesiapan ibu dalam mengaplikasikan toilet training pada anak usia 2-4 tahun di Desa Miruk Kecamatan Krueng barona jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013 terbukti (diterima).

b. Hubungan Pendidikan Ibu Dengan Kesiapan Ibu Dalam Mengaplikasikan Toilet Training

Tabel 5.6

Hubungan Pendidikan Ibu Dengan kesiapan ibu dalam Mengaplikasikan Toilet Training Pada Anak Usia 2-4 Tahun di Desa Miruk Kecamatan

Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013

No Pendidikan Kesiapan Ibu

Total Uji Statistik berpendidikan tinggi ternyata 10 responden (83.3%) memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training, dari 14 responden yang berpendidikan menengah ternyata 9 responden (64.3%) tidak memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training, dan dari 11 responden yang berpendidikan rendah ternyata 10

responden (90.9%) tidak memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training.

Setelah dilakukan uji statistik dengan Chi Square Test diperoleh nilai p value = 0.001 (p value < 0.05), dengan demikian hipotesa (Ha) yang menyatakan ada pengaruh antara pendidikan ibu dengan kesiapan ibu dalam mengaplikasikan toilet training pada anak usia 2-4 tahun di Desa Miruk Kecamatan Krueng barona jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013 terbukti (diterima).

c. Hubungan Kesiapan Psikologis Anak dengan Kesiapan Ibu

Tabel 5.7

Hubungan Kesiapan Psikologis Anak Dengan kesiapan ibu dalam Mengaplikasikan Toilet Training Pada Anak Usia 2-4 Tahun

di Desa Miruk Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013

Berdasarkan tabel 5.7 menunjukan bahwa dari 16 responden yang anaknya memiliki kesiapan psikologis ternyata 11 responden (68.8%), memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training, dan dari 21 responden yang anaknya tidak memiliki kesiapan psikologis ternyata 16 responden (76.2%), tidak memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training.

Setelah dilakukan uji statistik dengan Chi Square Test diperoleh nilai p value = 0.016 (p value < 0.05), dengan demikian hipotesa (Ha) yang menyatakan ada pengaruh antara kesiapan psikologis anak dengan kesiapan ibu dalam mengaplikasikan toilet training pada anak usia 2-4 tahun di Desa Miruk Kecamatan Krueng barona jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013 terbukti (diterima).

C. Pembahasan

1. Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kesiapan Ibu Dalam Mengaplikasikan Toilet Training Pada Anak Usia 2-4 Tahun

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dari 13 responden yang memiliki pengetahuan tinggi ternyata 9 responden memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training, dari 12 responden yang memiliki pengetahuan sedang ternyata 7 responden tidak memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training, dan dari 12 responden yang memiliki pengetahuan rendah ternyata 10 responden tidak memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training.

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa semakin kurang baik pengetahuan responden maka cenderung semakin kurang baik pula kesiapan ibu dalam mengaplikasikan toilet training pada anaknya.

Penelitian diatas sesuai dengan teori Bloom (1908) yang menyatakan bahwa, untuk kepentingan pendidikan praktis, dikembangkan manusia dalam tiga ranah perilaku, yaitu pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan praktik atau tindakan (practice). Mulai dari pengetahuan ibu tentang apa

itu toilet training, bagaimana cara toilet training serta apa saja yang dibutuhkan dalam toilet training, setelah ibu mengetahui tentang toilet training, ibu harus mempersiapkan diri serta balita untuk latihan toilet training, diharapkan setelah ibu memahami dan mempersiapkan diri untuk toilet training, ibu dapat mempraktekkan apa yang telah diketahui dan dipersiapkan untuk toilet training (Notoatmodjo. 2010).

Menurut sarwono (2003) bahwa, Karena manusia pertama-tama tergantung sekali pada orang lain, maka penting sekali peranan orang tersebut misalkan ibu, terhadap perkembangan kepribadian anak. Maka dalam hal ini pengetahuan ibu yang baik sangat berguna terhadap kebiasaan anak sehari-hari.

Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fitriyanty (2011) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan dengan kesiapan ibu dalam mengaplikasikan toilet training kepada anaknya.

Peneliti berasumsi bahwa dalam mengaplikasikan Toilet training pada anak usia 2-4 tahun, pengetahuan orang tua terutama ibu sangat dibutuhkan, karena dengan pengetahuan ibu yang baik, ibu dapat mempersiapkan diri dengan baik dan tepat bagi anak tersebut sehingga menghasilkan perkembangan anak yang sesuai dengan umurnya terutama dalam hal buang air besar dan kecil.

Selain itu, peneliti berasumsi bahwa banyak orangtua terutama ibu tidak mengerti tentang toilet training dan manfaat toilet training, dikarenakan kurangnya informasi yang didapatkan, dan mereka juga mengatakan pernah mendengar kata toilet training tapi tidak tahu bagaimana melakukannya dengan tepat. Karena itulah mereka jarang mengaplikasikan toilet training, jikalaupun ada melakukan toilet training tetapi tidak sesuai dengan prinsip, tata cara dan usia anak.

2. Hubungan Pendidikan Ibu Dengan kesiapan ibu dalam Mengaplikasikan Toilet Training Pada Anak Usia 2-4 Tahun

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dari 12 responden yang berpendidikan tinggi ternyata 10 responden memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training, dari 14 responden yang berpendidikan menengah ternyata 9 responden tidak memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training, dan dari 11 responden yang berpendidikan rendah ternyata 10 responden tidak memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training.

Penelitian ini sesuai dengan teori Soekanto (2003) yang menyatakan bahwa pendidikan dapat membawa wawasan atau pengetahuan seseorang.

Secara umum, seseorang yang berpendidikan lebih tinggi akan mempunyai pengetahuan yang lebih luas dibandingkan dengan seseorang yang tingkat pendidikannya lebih rendah. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka ia akan mudah menerima hal-hal baru dan mudah menyesuaikan dengan hal yang baru tersebut.

Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Puspitasari (2012) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan dengan kesiapan ibu dalam mengaplikasikan toilet training kepada anaknya.

Peneliti berasumsi bahwa tingkat pendidikan ibu turut menentukan mudah tidaknya seseorang menyerap dan memahami pengetahuan yang mereka peroleh. Dari kepentingan keluarga pendidikan itu sendiri amat diperlukan seseorang agar lebih tanggap adanya masalah perkembangan anak salah satunya penerapan toilet training di dalam keluarganya.

Peneliti juga berasumsi bahwa Tingkat pendidikan berpengaruh pada pengetahuan ibu tentang penerapan toilet training, apabila pendidikan ibu rendah berpengaruh pada pengetahuan tentang penerapan toilet training sehingga berpengaruh pada saat melatih secara dini penerapan toilet training.

3. Hubungan Kesiapan Psikologis Anak Dengan kesiapan ibu dalam Mengaplikasikan Toilet Training Pada Anak Usia 2-4 Tahun

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa bahwa dari 16 responden yang anaknya memiliki kesiapan psikologis ternyata 11 responden memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training, dan dari 21 responden yang anaknya tidak memiliki kesiapan psikologis ternyata 16 responden tidak memiliki kesiapan dalam mengaplikasikan toilet training.

Hasil penelitian sesuai dengan pendapat psikolog Ivonne Edr SPsi, kepala divisi TPA Ubaya yaitu, saat yang tepat untuk memulai toilet training adalah ketika anak dan orang tua sama-sama siap. Ibu juga sedang tidak terikat dengan komitmen lain sehingga bisa fokus (Jawa pos. 2012)

Selain itu hasil penelitian ini juga sesuai dengan teori Hidayat (2006) yang menyatakan bahwa suksesnya toilet training tergantung pada diri anak dan keluarga, seperti: kesiapan fisik, psikologis dan intelektual anak.

Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fina Amalia (2010), dimana hasil penelitiannya menyatakan terdapat pengaruh antara kesiapan psikologis anak dengan kesiapan ibu dalam mengaplikasikan kesiapan toilet training pada anaknya.

Peneliti berasumsi bahwa kesiapan psikologis anak juga turut berperan dalam penerapan toilet training, apabila psikologis anak siap maka itu akan sangat membantu ibu dalam mengaplikasikan toilet training pada anaknya. Peneliti juga berasumsi bahwa dalam mengaplikasikan toilet training pada anak usia 2-4 tahun, anak tidak hanya harus memiliki kesiapan psikologis yang baik, karena tidak selamanya anak yang memiliki kesiapan psikologis yang baik berhasil dalam hal penerapan toilet training, karena tingkat kesiapan anak tidak hanya diperoleh dari kesiapan psikologis semata, tapi juga harus dari kesiapan fisik anak, intelektual anak, pengetahuan dan pendidikan ibu. Namun, kesiapan psikologis anak yang baik juga sangat menentukan ibu dalam menerapkan toilet training.

BAB VI

Dokumen terkait