• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen Disusun oleh : Nama : HERMANTO NIM : (Halaman 64-72)

ANALISA LOSS POWER PADA DISC BRAKE SERI 5K

4.1 Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian didapatkan data :

Tabel 1. Data Hasil Pengamatan

Kasus Sistem Rem yang Terjadi Penyebab Kerusakan Sistem Rem

Rem tidak pakem Seal roda bocor, karet tutup debu sobek, wheel master bocor.

Tekanan uadara terlalu rendah Breake valve bocor

Rem buang kanan Kanvas rem tipis, wheel master bocor

Minyak rem boros, booster rem bocor

Seal booster mengeras

Rem keras Banyaknya kotoran dalam tangki

udara

4.2 Pembahasan

Dari permasalahan rem diatas dapat diatasi dengan :

a. Penyebab dari rem tidak pakem tersebut setelah dilakukan penelitian adalah :

1). Seal roda bocor roda belakang kanan, kiri sehingga grease akan membasahi kanvas rem dan tromol akan menjadi licin.

2). Karet tutup debu sobek sehingga kotoran mudah masuk ke wheel master.

3). Wheel master bocor roda belakang kanan, kiri sehingga tekanan minyak terhadap piston roda tidak maksimal.

v Cara mengatasi permasalahan diatas adalah dengan mengganti seal roda, tutup debu dan seal piston wheel master.

b. Penyebab tekanan udara rendah setelah dilakukan penelitian adalah : 1). Breake valve bocor sehingga tekanan udara dari tangki ke booster

menjadi lemah.

v Cara mengatasi permasalahan diatas adalah dengan mengganti seal-seal (repair-kit) dari breake valve.

c. Setelah diadakan penelitian penyebab rem buang kanan adalah :

1). Kanvas rem tipis sehingga gesekan antara kanvas rem dengan tromol menjadi kurang maksimal.

2). Wheel master bocor sehingga tekanan minyak terhadap piston roda tidak maksimal.

v Cara mengatasinya adalah dengan mengganti kanvas rem dan seal piston wheel master roda depan sebelah kiri.

d. Setelah dilakukan penelitian penyebab minyak rem boros dan rem kurang pakem adalah :

1). Terjadi kebocoran pada booster rem yang disebabkan seal booster telah mengeras sehingga minyak rem akan menjadi boros dan tekanan minyak rem dari master silinder ke wheel master menjadi kurang maksimal.

v Cara mengatasi permasalahan diatas adalah dengan mengganti seal-seal (repair kit) booster rem.

e. Setelah diadakan penelitian penyebab rem keras adalah :

1). Banyaknya kotoran pada tangki udara sehingga mengakibatkan aliran udara ke breake valve menjadi tidak lancar.

v Cara mengatasinya adalah dengan membersihkan nepel pembuangan udara dan menguras kotoran yang ada pada tangki udara.

Gunakan tabel di bawah ini untuk membantu menemukan penyebab dari problem nomor-nomor menunjukkan prioritas yang sangat mungkin menjadi penyebab dari problem. Periksa setiap bagian sesuai dengan urutan . Bila perlu, gantilah

komponen tersebut.

Gejala Area yang diduga

Pedal rendah atau pedal blong

1. Sistem rem (minyak bocor) 2. Sistem rem (Ada udara)

3. Dudukan piston (Aus atau rusak)

4. Celah sepatu rem belakang (penyetelan berlebihan)

5. Master silinder (rusak)

6. Booster batang pendorong (penyetelan berlebihan)

Rem macet 1. Gerak bebas pada rem (minimal)

2. Langkah tuas rem parkir (penyetelan berlebihan)

3. Kabel rem parkir (macet)

4. Celah sepatu rem belakang (penyetelan berlebihan)

5. Pad atau sepatu rem (retak atau berubah bentuk)

6. Piston (macet) 7. Piston (membeku)

8. Anchor atau pegas pembalik (rusak) 9. Booster barang pendorong (penyetelan

berlebihan)

10. Sistem booster (vakum bocor) 11. Master silinder (rusak)

Rem narik 1. Piston (macet)

2. Pad atau sepatu rem (berminyak) 3. Piston (membeku)

4. Piringan (tergores)

5. Pad atau sepatu rem (retak atau berubah bentuk)

Pedal keras tetapi rem tidak pakem

1. Sistem rem (minyak bocor) 2. Sistem rem (ada udara) 3. Pad atau sepatu rem (aus)

4. Pad atau sepatu rem (retak atau berubah bentuk)

5. Celah sepatu rem belakang (penyetelan berlebihan)

6. Pad atau sepatu rem (berminyak)

7. Pad atau sepatu rem (mengeras dan berkilau)

8. Piringan (tergores)

9. Booster batang pendorong (penyetelan berlebihan)

10. Sistem booster (vakum bocor)

Suara berisik dari rem 1. Pad atau sepatu rem (retak atau berubah bentuk)

2. Baut pemasangan (kendor) 3. Piringan (tergores)

4. Plat penahan plat (kendor) 5. Pin geser (aus)

6. Pad atau sepatu rem (kotor)

7. Pad atau sepatu rem (mengeras dan berkilau)

8. Anchor atau pegas pembalik (rusak) 9. Shim anti squeal (rusak)

10. Pegas penahan sepatu (rusak)

Sistem rem yang terdapat pada mobil merupakan salah satu yang penting. Hal itu disebabkan karena sistem pengereman sangat penting pada sebuah kendaraan. Apabila sistem rem pada mobil ini tidak bekerja maka pengguna kendaraan akan menjadi kurang nyaman. Oleh karena itu diperlukan adanya perawatan yang rutin untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada saat mengendarai.

Dengan banyaknya komponen yang terdapat pada sistem rem ini maka kita perlu melakukan pengecekan secara bertahap dan satu persatu. Pada dasarnya ada 3 faktor uatama yang menyebabkan kerusakan pada sistem rem yang terdapat pada mobil, yaitu :

1. Masuknya oli kedalam tangki uadara yang menyebabkan kerusakan pada komponen sistem rem terutama seal-seal akan menjadi keras dan akan menyebabkan banyaknya kotoran yang ada di tangki udara hal ini bisa menyumbat aliran udara. Hal ini dapat kita atasi dengan melakukan pembongkaran pada bagian kompresor. Ini dikarenakan hanya pada bagian kompresor saja yang menggunakan pelumasan dengan menggunakan oli. Kebocoran oli tersebut dapat disebabkan sudah lemahnya ring piston yang terdapat pada kompresor , silinder yang sudah afkir. Untuk perbaikan pada ring piston hanya dapat kita ganti dengan yang baru.

2. Kualitas spare-part yang digunakan pada waktu perbaikan komponen yang mengalami kerusakan. Apabila kita menggunaklan spare part yang original maka akan kita peroleh usia pakai yang lebih lama daripada ketika menggunakan spare-part yang non original.

3. Kotoran yang menempel pada body komponen sistem rem yang menyebabkan tersumbatnya saluran udara maupun saluran minyak rem

sehingga menyebabkan kerusakan pada komponen yang ada. Untuk itu kotoran yang menempel pada body komponen harus selalu dibersihkan.

Dalam melakukan perawatan pada sistem rem ini hendaknya kita lakukan secara berkala dan rutin, hal ini dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada saat melakukan perjalanan jarak jauh. Apabila terjadi kerusakan maka hendaknya kita harus menggunakan spare part yang original, hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan umur pakai yang lebih lama daripada menggunakan spare part yang non original . Lakukanlah pengecekan dan penyetelan rem secara rutin. Lakukan juga pembuangan udara pada tangki udara secara rutin supaya tidak terjadi penyumbatan pada katup pembuangan udara yang ada pada tangki udara.

Kesimpulan :

· Gaya pengereman untuk aksel belakang pada beban statis dua kali lebih besar daripada beban dinamis

· Kalau tekanan hidraulis pada aksel belakang tidak dikurangi, roda belakang akan memblokir

· Maka diperlukan pengatur tekanan hidraulis pada silinder roda belakang

BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Sistem rem yang terdapat pada mobil merupakan salah satu yang penting. Hal itu disebabkan karena sistem pengereman sangat penting pada sebuah kendaraan. Apabila sistem rem pada mobil ini tidak bekerja maka pengguna kendaraan akan menjadi kurang nyaman. Oleh karena itu diperlukan adanya perawatan yang rutin untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada saat mengendarai.

Jika gaya rem persatuan luas adalah P (kg/mm2) dan kecepatan keliling drum rem adalah v (m/s), maka kerja gesekan persatuan luas permukaan gesek persatuan waktu, dapat dinyatakan dengan µpv (kg.m/mm2.s) . Besaran ini disebut kapasitas pengereman. Bila suatu permukaan rem terus-menerus bekerja, jumlah panas yang timbul pada setiap 1 mm2 permukaan gesek tiap detik adalah sebanding dengan µpv. Dalam satuan panas besaran tersebut dapat ditulis sebagai µpv/860 (Kcal/(mm2.s)). Bila harga µpv pada suatu rem lebih kecil daripada harga batasnya. Maka pemancaran panas akan berlangsung dengan mudah, dan sebaliknya akan terjadi bila harga tersebut melebihi batas, yang dapat merusak permukaan lapisan gesek.

Kotoran yang menempel pada body komponen sistem rem yang menyebabkan tersumbatnya saluran udara maupun saluran minyak rem sehingga menyebabkan kerusakan pada komponen yang ada. Untuk itu kotoran yang menempel pada body komponen harus selalu dibersihkan.

5.2. Saran

Menurut kesimpulan yang dibuat berdasarkan pada perhitungan dan analisa loss power bahwa rem perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala dan penggantian juga perlu dilakukan bila sudah tidak sesuai dengan standar spesifikasi. Komponen-komponen dari rem itu sendiri harus di setel sesuai dengan fungsinya agar menghasilkan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara.

Dalam dokumen Disusun oleh : Nama : HERMANTO NIM : (Halaman 64-72)

Dokumen terkait