a. Kebijakan Pengelolaan Keuangan Pada Pemerintah Daerah Kota Makassar
Pemerintah kota Makassar telah menerapkan otonomi daerah.Dengan menerapkan pendekatan baru ini relative akan menghadapi cukup banyak kendala. Pemerintah kota Makassar telah mendukung upaya penyempurnaan sistem sumber daya manusia dengan memberikan pemahaman yang memadai dan pemerintah juga sangat memahami peran dan fungsi laporan keuangan mereka.
Pembuatan laporan keuangan pemerintah kota Makassar bertujuan untuk memberikan informasi keuangan yang berguna untuk pembuatan keputusan ekonomi, sosial, politik dan juga laporan akuntabilitas itu sendiri. Selain dari tujuan tersebut, tujuan yang lebih penting dalam laporan itu adalah kepuasan pengguna informasi.
Salah satu alat untuk memfasilitasi kepuasan informasi yaitu melalui penyajian laporan keuangan pemerintah kota Makassar yang konfrehensif. Pemerintah diharapkan dapat menyajikan laporan keuangan yang terdiri dari laporan realisasi anggaran, laporan aliran kas dan neraca.
Laporan keuangan tersebut merupakan komponen penting untuk menciptakan akuntansi sektor publik dan merupakan salah satu alat ukur kinerja pemerintah kota Makassar.
Pemerintah kota Makassar dalam membuat laporan keuangan merupakan salah satu bentuk mekanisme pertanggungjawaban dan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan, maka laporan keuangan pemerintah kota Makassar perlu dilengkapi dengan pengungkapan yang memadai.
Penyajian laporan keuangan oleh pemerintah kota Makassar bertujuan untuk mewujudkan good governance. Oleh karena itu, pemberlakuan otonomi daerah dan pemerintah Kota Makassar kemudian menjadikan prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagai landasan perwujudan good governance dalam pelayanan kepada masyarakat.
Tuntutan pengelolaan keuangan daerah secara langsung agar pengelolaan dilakukan secara transparan sehingga terciptanya akuntabilitas publik, reformasi keuangan secara langsung juga akan berdampak pada perlunya dilakukan reformasi anggaran daerah (APBD), reformasi anggaran tidak hanya pada aspek perubahan struktur (APBD) namun jika diikuti dengan perubahan proses penyusunan anggaran, anggaran pendapatan dan pembiayaan daerah dalam era otonomi disusun dengan pendapatan kinerja, suatu sistem anggaran yang mengutamakan kepada upaya pencapaian hasil kinerja atau output dari perencanaan alokasi biaya atau input yang ditetapkan, berbagai perubahan tersebut harus tetap berpegang pada prinsip – prinsip pengelolaan keuangan daerah (anggaran) yang baik.
Pengelolaan keuangan pada pemerintah Kota Makassar berjalan dengan peraturan – peraturan yang telah ditetapkan.Pengelolaan keuangan
mencakup aktivitas pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, pelaporan dan evaluasi. Pengelolaan keuangan dapat dipertanggungjawabkan ditandai dengan hasil laporan keuangan yang transparan dan akuntabel, masyarakat sebagai pihak pemberi kepercayaan kepada pemerintah untuk mengelola keuangan public berhak untuk mendapatkan informasi dan pemerintah wajib memberikan informasi keuangan yang akan digunakan untuk pengembalian keputusan ekonomi, sosial dan politik oleh pihak yang berkepentingan.
b. Hambatan dan Kendala yang Ada Dalam Pencapaian Target yang Telah di Tetapkan
Secara umum dalam pelaksanaan program/kegiatan – kegiatan pada SKPD dalam lingkup Pemerintahan Kota Makassar, masih terdapat berbagai permasalahan yang mengakibatkan beberapa program/kegiatan yang belum efektif dalam pelaksanaannya. Permasalahan yang berkaitan dengan kebijakan pengelolaan keuangan diantaranya, yaitu :
1. Pendapatan yang berasal dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi akan mengalami pengaruh dan dampak dari krisis ekonomi global baik besaran target maupun realisasi pencapaian target pendapatan daerah secara umum;
2. Sebagian Pendapatan Daerah belum memiliki DataBase yang akurat;
3. Penerapan sanksi belum sepenuhnya dilaksanakan;
4. Sumber Daya Aparatur khususnya pengelolaan Pendapatan daerah masih perlu ditingkatkan;
5. Penerimaan masyarakat terhadap aturan yang menyangkut pajak dan retribusi belum maksimal;
6. Sarana dan prasarana pendukung pelayanan pemungutan baik pajak dan retribusi daerah relatif masih kurang memadai;
7. Penetapan target yang terlalu tinggi tidak sebanding dengan potensi yang ada;
8. Transfer yang dilakukan Pemerintah Pusat sering mengalami keterlambatan;
9. Belum efektifnya penyerahan kewenangan yang diikuti oleh penyerahan sumber-sumber penerimaan dari Pemerintah Pusat yang dapat dijadikan obyek Retribusi Daerah;
10. Produktivitas pemanfaatan Aset/kekayaan daerah sebagai obyek Retribusi masih relatif rendah;
11. Penerimaan yang bersumber dari Perusahaan Daerah masih kecil karena masih diperhadapkan dengan berbagai masalah managemen dan Modal;
12. Kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beraktivitas di Kota Makassar, melalui Sumbangan Pihak Ketiga belum signifikan dibandingkan dengan hasil kegiatan yang dilaksanakan;
13. Penyaluran realisasi penerimaan hak Pemerintah Daerah atas penerimaan Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam dari Pemerintah Pusat belum dilaksanakan tepat waktu;
14. Formulasi Bagi Hasil Pajak/Non Pajak dan Dana Alokasi Umum dari Dana Perimbangan belum memihak kepada penguatan Otonomi Daerah.
c. Implementasi Prinsip – Prinsip Good Governance pada Pemerintah Daerah Kota Makassar
Dari hasil wawancara yang dilakukan penyusun dapat diketahui bahwa prinsip – prinsip dalam good governance telah terimplementasi dengan baik pada pemerintah kota Makassar. Dalam prinsip partisipasi hal ini dibuktikan dengan masyarakat yang ikut terlibat dalam pengambilan keputusan dalam proses perencanaan pembangunan kota Makassar menjadi lebih baik, serta mereka menyalurkan aspirasinya melalui media yang disediakan oleh pemerintah kota Makassar itu sendiri, selain itu pula mereka menyampaikan apa yang menjadi keluhan kepada pemerintah.
Dimana dari keluhan tersebut dapat dijadikan sebagai masukan bagi pemerintah agar pemerintah lebih memperhatikan masyarakat. Dan dari hasil wawancara juga dapat diketahui bahwa pemerintah telah menyediakan media komunikasi untuk masyarakat seperti melalui media massa, lembaga musyawarah untuk menampung aspirasi masyarakat.
Kemudian pada prinsip supremasi hukum telah terlihat dari kondisi penegakan hukum di Kota Makassar yang sudah berjalan dengan cukup baik, namun tentu saja masih memerlukan peningkatan terutama dalam rangka pencegahan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan dan pelanggaran hukum. Adapun langkah kebijakan yang telah diambil oleh
pemerintah Kota Makassar dengan memberikan kepastian hukum dan ketentraman dalam kehidupan masyarakat, yaitu :
1. Meningkatkan pelayanan masyarakat di bidang hukum serta menyelenggarakan penyuluhan hukum agar masyarakat dapat mengerti dalam rangka meningkatkan kesadaran serta budaya hukum dan taat hukum.
2. Penyusunan dan pengkajian produk hukum daerah dimana hasil yang dicapai yaitu legalisasi rancangan peraturan perundang – undangan berupa terbentuknya produk hukum terdiri dari peraturan daerah, penetapan keputusan walikota dan pengaturan keputusan walikota.
3. Peningkatan sistem jaringan dokumentansi hukum dimana hasil yang dicapai adalah tersedianya buku perda, lembar keputusan walikota, buku himpunan perda, buku himpunan keputusan walikota.
Selain itu Pemerintah Kota Makassar telah mengimplementasikan prinsip ketiga yaitu prinsip transparansi. Hal ini diketahui dengan adanya upaya pemerintah untuk menyediakan informasi yang beguna bagi masyarakat untuk memperoleh informasi tersebut dengan cara menyediakan informasi melalui media massa atau media elektronik. Dan mereka juga menyediakan informasi bagi pihak – pihak yang membutuhkan.
Dalam menyediakan informasi pemerintah Kota Makassar telah melakukan pemberian informasi terbuka, yang dilihat dari sistem yang digunakan dalam memberikan informasi kepada masyarakat.Dari
hasilwawancara yang diberikan pemerintah Kota Makassar menyatakan telah menggunakan sistem online dalam hal pemberian informasi secara transparansi atau terbuka. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya website khusus yang di sediakan oleh pemkot sehingga semua yang dilakukan pemerintah bisa diakses oleh publik dimulai dari jumlah honorarium, jumlah gaji pegawai, jumlah pengeluaran ATK dan termasuk dalam jumlah pembangunan jembatan begitupun juga ABPD secara gambaran umumnya bisa di akses dengan mudah.
Pemerintah Kota juga telah mengimplementasikan kepedulian terhadap stakeholder dengan baik hal ini telah dibuktikan setiap tahunnya walikota Makassar mengadakan kegiatan atau event yang dinamakan MC EXPO (Makassar City) yang dihadiri sejumlah stakeholder dan pimpinan SKPD di lingkup Pemerintah Kota Makassar yang kegiatannya melibatkan masyarakat luas serta komunitas – komunitas di kota Makassar dan untuk tahun ini kegiatan ini akan dilaksanakan kembali pada tanggal 8 – 11 Mei 2016 serta pemerintah kota telah memberikan wewenang atau kesempatan kepada stakeholder untuk merumuskan pola pembangunan technopark yang bersifat jangka panjang sebagai indikator dalam mengukur keberhasilannya. Dalam hal ini pemerintah telah memberikan kesempatan kepada para stakeholder untuk bersama – sama untuk membangun atau menjadikan kota Makassar menjadi lebih baik.
B. Pembahasan
Dalam kebijakan pengelolaan keuangan yang berhubungan dengan perwujudan good governance pada Pemerintah Daerah Kota Makassar telah terimplementasi dengan baik hal ini dapat diketahui dengan adanya pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat dan mereka cepat dalam menanggapi keluhan yang disampaikan oleh masyarakat. Serta dapat diketahui juga dengan adanya media pelayanan masyarakat yang disediakan baik melalui media massa dan media elektronik atau bertatap muka langsung.
Hal in adalah merupakan salah satu cara mereka untuk melaksanakan prinsip utama dalam good governance diantaranya :
1. Akuntabilitas yang terjadi di Kota Makassar dalam penyelenggaraan pemerintah sudah mempertanggungjawabkan hasil kerja atas pelaksanaan tugas dan fungsi kepada masyarakat, pemerintah kota Makassar juga sudah memperkuat cara – cara yang mereka gunakan dalam melaksanakan tugasnya.
2. Transparansi yang terjadi dalam Pemerintahan Kota Makassar sudah berjalan dengan cukup efektif. Pemerintah kota Makassar menjamin akses terhadap berbagai informasi mengenai proses kerja, anggaran untuk pelaksanaan kebijakan pemantauan dan evaluasi, pemerintah kota Makassar juga sudah memberikan kekuasaan kepada para pejabat pemerintahan dan sudah memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi dengan mudah kepada masyarakat.
3. Para pengguna laporan keuangan dalam mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Pemerintah Daerah pada periode pelaporan telah memudahkan fungsi perencanaan, pengelolaan dan pengendalian atas seluruh aset, kewaijban, dan ekuitas dana Pemerintah Daerah untuk kepentingan masyarakat.
4. Pengendalian pemerintah kota Makassar sudah dapat membandingkan antara yang di anggarkan dengan yang dicapai, pemerintah kota Makassar menyatakan bahwa perlu dilakukan analisis varians antara penerimaan dan pengeluaran daerah agar dapat segera mungkin dicari penyebab timbulnya varians tindakan antisipsi kedepan.
5. Keterbukaan dan kejujuran pemerintah Kota Makassar sudah bisa menerima masukan dari rakyat termasuk kritik apabila itu bersifat membangun, pemerintah kota Makassar juga sudah siap menampung san mendengarkan keluhan masyarakat.
6. Aturan hukum pemerintah kota Makassar bahwa hukum harus tegas dan membuat jerah pelakunya jangan sampai ada ketidakadilan dimata hukum, siapapun yang bersalah harus dikenakan sanksi yang sesuai, baik itu rakyat biasa ataupun pejabat.
a. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Makassar
Laporan keuangan Pemerintah Daerah memiliki makna dan urgensi yang sangat strategis dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, dimana Laporan tersebut secara substansial merupakan realisasi dari pelaksanaan program/kegiatan yang disusun dan dilaksanakan dengan
mempertimbangkan potensi dan kondisi sosial ekonomi wilayah sebagai salah satu indicator untuk kemajuan dan perkembangan suatu daerah.
Pemerintah Daerah Kota Makassar dalam rangka menyelenggaraan Pemerintahan Daerah sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dan Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbanagnan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah Maka Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud merupakan sub penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Selain kedua undang – undang tersebut diatas, terdapat beberapa peraturan perundang-undangan yang menjadi acuan pengelolaan keuangan daerah yang telah terbit lebih dahulu. Undang – undang yang dimaksud adalah undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan negara, Undang –undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Undang – Undang Nomor 15 tentang pemeriksaan , pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan dan pertanggungjawaban Keuangan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomo 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah. Pada dasarnya pikiran yang melatarbelakangi terbitnya peraturan perundang-undangan di atas adalah keinginan untuk mengelola keuangan daerah secara efektif dan efisien.
Hal ini tentunya dapat terwujud melalui tata kelola pemerintahan yang baik dalam mencapai tujuan sesuai pilar-pilar utama yaitu
transparansi, akuntabilitas dan partisipatif. Hal ini tentu dapat dipahami karena sejauh mana penyelenggaraan kewenangan mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat daerah menurut prakarsa dan aspirasinya sangat ditentukan oleh Kemampuan Keuangan Derah .
Dalam hubungannya dengan pengelolaan dan pertanggungjawaban atas Keuangan Daerah yang sesuai dengan semangat desentralisasi dan otonomi daerah maka setiap daerah telah mencoba sesuai kemampuan masing-masing untuk menerapkan dan meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya keuangan, dengan dilandasi oleh ketentuan Perundang-undangan tentang pelaksanaan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah khususnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 dan mengalami perubahan menjadi Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 59 Tahun 207 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Laporan pertanggung jawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Makassar menyajikan informasi tentang Perhitungan atas pelaksanaan dari semua Program dan kegiatan –kegiatan yang telah di anggarkan dalam tahun anggaran berkenaan yang memuat Realisasi Pendapatan Daerah, Belanja Daerah dan Pembiayaan serta Neraca yang menggambarkan posisi aset, kewajiban dan ekuitas dana berdasarkan pengendalian intern yang memadai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Pemerintah Daerah Kota Makassar disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan yang meliputi serangkaian prosedur mulai dari proses pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, dan sebagai entitas pelaporan, maka Pemerintah Daerah harus menyusun laporan keuangan yang terdiri dari :
1. Laporan Realisasi Anggaran 2. Neraca Daerah
3. Laporan Arus Kas
4. Catatan atas Laporan Keuangan
Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Pemerintah Daerah disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan dan dirancang dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi secara transparan dari semua kelompok pengguna yang meliputi :
1. Masyarakat
2. Para Wakil Rakyat, Lembaga pengawas dan lembaga pemeriksa
3. Pihak yang memberi atau berperan dalam proses donasi, investasi dan pinjaman
Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Pemerintah Daerah Kota Makassar Tahun Anggaran 2016 dimaksudkan untuk :
a. Memberi gambaran program / kegiatan yang dianggarkan dalam RKA tiap – tiap SKPD sehingga dapat menjadi pedoman atau kerangak acuan yang bersifat umum dalam mencermati dan menjalankan Anggaran Pemerintah Daerah Tahun 2016.
b. Merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen laporan pertanggungjawaban Pemerintah Daerah dari aspek keuangan Tahun Anggaran 2016.
c. Memberikan informasi secara singkat tentang realisasi Anggaran Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan yang ada pada Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2016.
d. Sebagai acuan bagi seluruh pihak yang berkepentingan dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah Daerah Kota Makassar Tahun Anggaran 2016.
Laporan Pertanggungjawaban Pemerintah Daerah Kota Makassar disusun dengan tujuan :
a. Memberikan kemudahan pada publik untuk mengetahui seberapa besar pelaksanaan realisasi pendapatan dan Belanja Tahun Anggaran 2016.
b. Sebagai salah satu bahan evaluasi dalam perencanaan APBD berikutnya.
b. Laporan Realisasi Angaran pada Pemerintah Kota Makassar
Laporan Realisasi Anggaran (LRA) merupakan salah satu komponen laporan keuangan pemerintah yang menyajikan informasi
tentang realisasi dan anggaran entitas pelaporan secara tersanding untuk suatu periode tertentu.Penyandingan antara anggaran dan realisasinya menunjukkan tingkat ketercapaian target-target yang telah disepakati antara legislatif dan eksekutif sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Laporan Realisasi Anggaran menyajikan ikhtisar sumber, alokasi dan penggunaan sumber daya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah dalam satu periode pelaporan.Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya dalam satu periode pelaporan.
Laporan Realisasi Anggaran dijelaskan lebih lanjut dalam Catatan atas Laporan Keuangan.Penjelasan tersebut memuat hal-hal yang mempengaruhi pelaksanaan anggaran seperti kebijakan fiskal dan moneter, sebab-sebab terjadinya perbedaan yang material antara anggaran dan realisasinya, serta daftar-daftar yang merinci lebih lanjut angka-angka yang dianggap perlu untuk dijelaskan.
Entitas pelaporan menyajikan klasifikasi pendapatan menurut jenis pendapatan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) denganrincian lebih lanjut yaitu : jenis pendapatan disajikan pada Catatan atas Laporan Keuangan.
Entitas pelaporan menyajikan klasifikasi belanja menurut jenis belanja dalam Laporan Realisasi Anggaran.Klasifikasi belanja menurut organisasi disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran atau pada Catatan
atas Laporan Keuangan sedangkan klasifikasi belanja menurut fungsi disajikan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
Adapun bentuk Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kota Makassar dapat dilihat pada tabel berikut ini :
NO URAIAN ANGGARAN 2015 REALISASI 2015
1 PENDAPATAN
2 PENDAPATAN ASLI DAERAH
3 Pendapatan Pajak Daerah 785.486.018.000,00 635.647.206.877
4 Pendapatan Retribusi Daerah 135.664.742.000,00 115.220.022.385,00
5 Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yg Dipisahkan 13.591.767.000,00 13.389.022.041,72 6 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 57.405.085.000,00 64.615.641.548,88 7 Jumlah Pendaptan Asli Daerah 992.147.612.000,00 828.871.892.852,66 8 PENDAPATAN TRANSFER
9 TRANSFER PEMERINTAH PUSAT-DANA PERIMBANGAN
10 Dana Bagi Hasil Pajak 102.982.632.000,00 65.213.907.250,00
11 Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam) 2.538.659.000,00 1.840.245.234,00
12 Dana Alokasi Umum 1.198.866.380.000,00 1.198.866.380.000,00
13 Dana Alokasi Khusus 138.133.780.000,00 136.847.060.000,00
14 Jumlah Pendapatan Transfer Dana Perimbangan 1.442.521.451.000,00 1.402.767.592.484,00 15 TRANSFER PEMERINTAH PUSAT LAINNYA
16 Dana Otonomi Khusus -
-17 Dana Penyesuaian 398.503.857.000,00 398.503.857.000,00
18 Jumlah Pendapatan Transfer Lainnya 398.503.857.000,00 398.503.857.000,00 19 TRANSFER PEMERINTAH PROVINSI
20 Pendapatan Bagi Hasil Pajak 324.287.196.000,00 265.485.218.888,43
21 Pendapatan Bagi Hasil Lainnya -
-22 Jumlah Pendapatan Transfer Pemerintah Provinsi 324.287.196.000,00 265.485.218.888,43 23 Total Pendapatan Transfer 2.165.312.504.000,00 2.066.756.668.372,43 24 LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH
25 Pendapatan Hibah 4.500.000.000,00
-26 Bantuan Keuangan 59.782. 795.000,00 56.981.349.512,00
27 Pendapatan Dana Darurat -
-28 Pendapatan Lainnya -
-29 Jumlah Lain-lain Pendapatan yang Sah 64.282.795.000,00 56.981.349.512,00
30 JUMLAH PENDAPATAN 3.221.742.911.000,00 2.952.609.910.737,09
PEMERINTAH KOTA MAKASSAR
LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPTAN DAN BELANJA DAERAH UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2015
(dalam rupiah)
31 BELANJA
32 BELANJA OPERASI
33 Belanja Pegawai 1.347.685.076.000,00 1.193.551.732.693,31
34 Belanja Barang 1.309.453.003.756,00 1.162.028.991.434,08
NO URAIAN ANGGARAN 2015 REALISASI 2015
35 Belanja Bunga 2.000.000.000,00 1.554.071.748,86
36 Belanja Subsidi -
-37 Belanja Hibah 23.378.000.000,00 21.405.755.517,00
38 Belanja Bantuan Sosial -
-39 Jumlah Belanja Operasi 2.682.516.079.756,00 2.378.540.551.393,25 40 BELANJA MODAL
41 Belanja Tanah 44.290.318.700,00 23.572.150.840,00
42 Belanja Peralatan dan Mesin 287.281.899.869,00 261.558.387.760,00
43 Belanja Gedung dan Bangunan 153.277.886.307,00 121.682.989.491,00
44 Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan 288.441.893.468,00 263.918.045.260,00
45 Belanja Aset Tetap Lainya 1.726.299.400,00 796.352.478,00
46 Belanja Aset Lainnya 4.036.972.100,00 1.543.900.000,00
47 Jumlah Belanja Modal 779.055.269.844,00 673.026.825.829,00
48 BELANJA TAK TERDUGA
49 Belanja Tak Terduga 13.225.659.400,00 9.609.273.415,00
50 Jumlah Belanja Tak Terduga 779.055.269.844,00 9.609.273.415,00
51 JUMLAH BELANJA 3.474.797.009.000,00 3.601.176.650.637,25
52 TRANSFER
53 TRANSFER BAGI HASIL KE KELURAHAN
54 Bagi Hasil Pajak -
-55 Bagi Hasil Retribusi -
-56 Bagi Hasil Pendapatan Lainnya -
-57 JUMLAH TRANSFER/ BAGI HASIL KE KELURAHAN -
-58 TRANSFER/ BANTUAN KEUANGAN
59 Bantuan Keuangan Ke Pemerintah Daerah Lainnya -
-60 Bantuan Keuangan Lainnya 1.097.743.000,00 1.097.743.000,00
61 JUMLAH TRANSFER BANTUAN KEUANGAN 1.097.743.000,00 1.097.743.000,00
62 TOTAL BELANJA DAN TRANSFER 3.475.894.752.000,00 3.062.274.393.637,25
63 SURPLUS/DEFISIT -254.151.841.000,00 -109.664.482.900,16
64 PEMBIAYAAN
65 PENERIMAAN PEMBIAYAAN
66 Penggunaan SiLPA 258.151.841.000,00 258.145.116.393,31
67 Pencairan Dana Cadangan -
-68 Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan -
-69 Pinjaman Dalam Negeri-Pemerintah Pusat -
-70 Pinjaman Dalam Negeri-Pemerintah Daerah Lainnya -
-71 Pinjaman Dalam Negeri-Lembaga Keuangan Bank -
-72 Pinjaman Dalam Negeri-Lembaga Keuangan Bukan Bank -
-73 Pinjaman Dalam Negeri-Obligasi -
-74 Pinjaman Dalam Negeri-Lainnya -
-75 Penerimaan Kembali Pinjaman Keapada Perusahaan Negara -
-76 Penerimaan Piutang Daerah -
-77 Penerimaan Kembali Pinjaman Kepada Pemerintah Daerah Lainnya -
-78 Penerimaan Piutang Daerah - 34.697.000,00
88 Penerimaan Kewajiban Pihak Ketiga -
-89 Jumlah Penerimaan Pembiayaan 258.151.841.000,00 258.179.813.393,31
c. Laporan Neraca Pemerintah Daerah Kota Makassar
Neraca pemerintah kota Makassar dalam penyajian laporan keuangan dari daerah masing – masing penting sebab pemerintah pada umumnya mempunyai jumlah aset yang disignifikan dan utang pengungkapan atas informasi merupakan suatu elemen dasar dari transparansi fiskal dan akuntabilitas, disamping itu seiring dengan tuntutan yang dikehendaki dalam PP No 11 tahun 2010 tentang informasi keuangan daerah, neraca pembukuan menjadi suatu yang harus dimiliki oleh setiap pemerintah daerah sebab bila sistem informasi keuangan daerah ingin menghasilkan laporan keuangan secara lengkap pada akhir tahun, maka terlebih dahulu disusun neraca untuk lebih jelas dalam penyusunannya.Hal ini bentuk neraca Pemerintah Kota Makassar dapat di lihat pada lampiran.
Pemerintah kota Makassar juga telah melihat dari segi biaya atau kewjiban yang harus dikeluarkan baik itu berupa modal maupun hutang.
Dalam hal ini pemerintah kota Makassar mempunyai suatu catatan sistem dalam aspek yang mengukur dan membahas pembukuan berpasangan ,
NO URAIAN ANGGARAN 2015 REALISASI 2015
90 PENGELUARAN BIAYA
91 Pembentukan Dana Cadangan -
-92 Penyertaan Modal Pemerintah Daerah -
-93 Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri - Pemerintah Pusat 4.000.000.000,00 3.783.370.505,79
94 Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri - Pemerintah Daerah Lainya -
-95 Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri -Lembaga Keuangan Bank -
-105 Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri -Lembaga Keuangan Bukan Bank -
-106 Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri - Obligasi -
-107 Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri - Lainnya -
-108 Pemberian Pinjaman Kepada Perusahaan Negara -
-109 Pemberian Pinjaman Kepada Perusahaan Daerah -
-110 Pemberian Pinjaman Kepada Pemerintah Daerah Lainnya -
-111 Jumlah Pengeluaran 4.000.000.000,00 3.783.370.505,79
112 PEMBIAYAAN NETTO 254.151.841.000,00 254.396.442.887,52
113 SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN - 144.731.959.987,36
pendataan dan pencatatan suatu aktivitas transaksi yang memiliki data kredit.
Dengan demikian neraca pemerintah kota Makassar yang berisi tentang catatan transaksi akan siap menjadi sebuah laporan yang akan digunakan untuk resensi pemerintah.
70