• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Dalam dokumen Contoh PTK SD Mata Pelajaran Matematika (Halaman 27-33)

Peneliti menganalisa data yang diperoleh dalam proses perbaikan pembelajaran. Langkah-langkah yang ditempuh untuk menganalisa data adalah sebagai berikut :

1. Menyusun data hasil belajar siswa dari studi awal, siklus I, siklus II, dan siklus III.

2. Data disusun dalam bentuk tabel untuk mempermudah dalam mengamati perkembangan proses perbaikan.

3. Membuat tabel ketuntasan belajar dan penguasaan materi. 4. Membuat tabel keaktifan siswa.

Nilai perolehan dari hasil belajar 65 lebih dinyatakan tuntas belajar sedang nilai 65 ke bawah dinyatakan belum tuntas belajar.

Hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan peneliti dari studi awal, siklus I, siklus II, dan siklus III disusun dalam tabel berikut ini :

Tabel : 4.1 Hasil ulangan harian mata pelajaran matematika Pokok Bahasan Operasi hitung yang melibatkan Bilangan Berpangkat Tiga.

No Nama Siswa Kriteria Penilaian

Studi awal Siklus I Siklus II Siklus III

1 Adi Sefriyanto 40 40 50 50 2 Frendi Arnando 40 50 60 70 3 Tanti 60 60 60 60 4 Dimas Saputra 50 50 50 70 5 Rian Novendi 50 50 70 70 6 Agus Setiawan 70 70 70 70 7 Badrun Hidayat 70 80 80 80 8 Doni Irawan 40 60 60 70 9 Fitriyani 40 70 70 70 10 Hartiti 80 80 90 90 11 Krisnaeni 80 80 90 90 12 Mohamad Arifin 50 50 70 70 13 Noni Triyani 40 50 60 50 14 Febri Setiawan 40 50 70 70

15 Rada Putri Aprilia 60 60 70 70

16 Riski Jihan Saputri 60 70 80 80

17 Siska 70 80 80 80

18 Feri Ifranki 70 70 80 90

Jumlah 1.000 1.120 1.260 1.300

Rata-rata 55,55 62,22 70,00 72,22

Berdasarkan data di atas yaitu data studi awal, siklus I, siklus II dan siklus III terlihat adanya peningkatan hasil perolehan nilai rata-rata kelas dan peningkatan ketuntasan belajar. Nilai rata-rata pada studi awal adalah 55,55, sedangkan pada siklus I nilai rata-rata 62,22. Dari data tersebut berarti ada peningkatan sebanyak 6,67 atau naik 10,72%. Pada siklus II nilai rata-rata meningkat lagi menjadi 70, berarti ada peningkatan sebanyak 7,78 atau naik

12,50%, dan pada siklus III nilai rata-rata meningkat lagi menjadi 72,22 berarti ada kenaikan sebanyak 2,22 atau naik 3,17%.

Begitu juga tentang ketuntasan belajar siswa. Dari data studi awal siswa yang tuntas ada 6 siswa atau 33,33%. Sedangkan pada siklus I siswa tuntas naik menjadi 8 siswa, berarti ada kenaikan sebanyak 2 siswa atau naik 11,11%. Pada siklus II siswa tuntas naik menjadi 12 siswa, berarti ada kenaikan sebanyak 4 siswa atau naik 22,22%. Dan pada siklus III siswa tuntas naik menjadi 15 siswa, berarti ada kenaikan sebanyak 3 siswa atau naik menjadi 72,22%.

Selanjutnya peneliti sajikan data tingkat ketuntasan siswa dalam pembelajaran matematika dengan konsep dasar Operasi hitung yang melibatkan Bilangan Berpangkat Tiga.

Gambar : 4.1 Data Tingkat Ketuntasan Siswa dalam Pembelajaran Matematika konsep dasar Operasi hitung yang melibatkan Bilangan Berpangkat Tiga.

Dari diagram tersebut di atas, dapat diketahui adanya peningkatan prestasi ketuntasan siswa pada siklus perbaikan. Peningkatan tertinggi pada siklus III. Siswa yang belum tuntas belajar dilihat dalam diagram adanya penurunan jumlah siswa. Penurunan tertinggi pada siklus III. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode diskusi mampu meningkatkan ketuntasan siswa dalam penguasaan materi.

Selanjutnya akan disajikan data tingkat ketuntasan siswa dalam pembelajaran Matematika konsep dasar Operasi hitung yang melibatkan Bilangan Berpangkat Tiga.

Tabel : 4.2 Tingkat ketuntasan siswa dalam pembelajaran matematika dengan konsep dasar Operasi hitung yang melibatkan Bilangan Berpangkat Tiga.

No Tahap JumlahSiswa Tuntas% Siswa Belum TuntasJumlah %

1 Studi Awal 6 33,33 12 66,67

2 Silkus I 8 44,44 10 55,56

3 Siklus II 12 66,66 6 33,34

4 Siklus III 15 83,33 3 16,67

Dari tabel tersebut di atas diketahui adanya penigkatan ketuntasan belajar pada setiap siklusnya. Sebelum adanya perbaikan pembelajaran, siswa yang tuntas hanya 6 atau 33,33%, setelah diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus I ada kenaikan menjadi 8 siswa atau naik 11,11%, pada perbaikan pembelajaran siklus II, siswa tuntas menjadi 12 siswa atau naik 66,66%. Dan pada perbaikan pembelajaran siklus III siswa tuntas menjadi 15 siswa atau naik 16,67%.

Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran matematika dengan konsep dasar Operasi hitung yang melibatkan Bilangan Berpangkat Tiga. menggunakan metode diskusi sangat mendukung dalam meningkatkan ketuntasan siswa, hasil belajar, dan kreatifitas siswa. Penguasaan materi pelajaran mudah dan cepat dikuasai anak sehingga prestasi belajar meningkat.

Selanjutnya akan disajikan data perkembangan ketuntasaan siswa dalam bentuk diagram batang sebagai berikut!

Gambar : 4.2 Data perkembangan ketuntasan siswa dalam pembelajaran matematika dengan konsep dasar Operasi hitung yang melibatkan Bilangan

Selanjutnya akan disajikan data keaktifan siswa dari studi awal, siklus I, siklus II, siklus III dalam bentuk tabel.

Tabel : 4.3 Tingkat keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika dengan konsep dasar Operasi hitung yang melibatkan Bilangan Berpangkat Tiga.

No Tahap Siswa Aktif Siswa Tidak Aktif

Jumlah % Jumlah %

1 Studi Awal 6 33,33 12 66,67

2 Silkus I 8 44,44 10 55,56

3 Siklus II 12 66,66 6 33,34

4 Siklus III 15 83,33 3 16,67

Pada tabel di atas dapat dilihat kenaikan keaktifan siswa dari studi awal mula-mula 33,33%, pada saat siklus I naik menjadi 44,44%, pada siklus II naik lagi menjadi 66,66%, dan pada siklus III naik menjadi 83,33%.

Selanjutnya akan disajikan data keaktifan siswa dari studi awal, siklus I, siklus II, dan siklus III dalam bentuk diagram batang berikut ini.

Gambar :4.3 Data Tingkat Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Matematika konsep dasar Operasi hitung yang melibatkan Bilangan Berpangkat Tiga.

Melihat hasil tes formatif pada studi awal, kemudian dilanjutkan dengan perbaikan siklus I siklus II dan siklus III, terlihat bahwa setiap siklus perbaikan pembelajaran terjadi kenaikan dalam hal keaktifan siswa dan hasil belajar siswa baik secara klasikal maupun individual.

Dalam hal ini, penerapan metode diskusi pada perbaikan pembelajaran matematika, dengan konsep dasar Operasi hitung yang melibatkan Bilangan Berpangkat Tiga dikatakan sangat tepat pada sasaran dan berpengaruh besar dalam diri siswa.

Mencermati proses perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan di atas dengan menggunakan metode diskusi mengalami peningkatan yang cukup menyenangkan. Hasil observasi terhadap keaktifan siswa menunjukkan bahwa pada setiap tindakan perbaikan dari siklus I, siklus II, dan siklus III selalu ada peningkatan yaitu : pada studi awal 33,33%, siklus I 44,44%, siklus II 66,66% dan siklus III 83,33%. Begitu pula hasil belajar atau prestasi belajar atau ketuntasan belajar selalu mengalami peningkatan yaitu : pada studi awal 33,33%, siklus I 44,44%, siklus II 66,66% dan siklus III 83,33%.

Namun bagi siswa yang belum tuntas belajarnya merupakan bahan pemikiran bagi guru untuk perbaikan selanjutnya.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen Contoh PTK SD Mata Pelajaran Matematika (Halaman 27-33)

Dokumen terkait