• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemilihan sampel penelitian didasarkan pada metode purposive sampling. Adapun kriteria yang digunakan untuk memilih sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 1.Sampel Penelitian

No Keterangan

1 Perusahaan yang mempunyai IICG 22

2 Perusahaan yang tidak terdaftar di BEI (11)

3 Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan keuangan secara berturt (1)

Jumlah 10

Jumlah Sampel = 10 Perusahaan x 3 tahun 30

17

Tabel di atas menjelaskan, bahwa terdapat 10 (sepuluh) perusahaan yang masuk kriteria yang ditetapkan, yaitu PT. Aneka Tambang (ANTM), PT. Bank Central Asia (BBCA), PT. Bank Mandiri (BMRI), PT. Bank Negara Indonesia (BBNI), PT. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT. Bank Tabungan Negara (BBTN), PT. Bukit Asam (PTBA), PT. Jasa Marga (JSMR), PT. OCBC NISP (NISP), dan PT. Timah (TINS).

Analisis Statistik Deskriptif

Berikut adalah statistik deskriptif GCG, CSR, dan Nilai Perusahaan tahun 2012-2014,

Tabel 2.Statistik Deskriptif

Variabel N Minimum Maximum

GCG 30 2,00 3,00

CSR 30 ,41 ,82

NILAI 30 -166,79 4091,23

Sumber; Data Sekunder Yang Diolah, 2016

Tabel di atas menjelaskan, bahwa nilai GCG minimal adalah 2 dan maksimal adalah 3. Nilai CSR minimal 0,41 dan maksmimal 0,82. Nilai perusahaan minimal -166,79 dan maksimal 4091,23 menunjukkan bahwa terdapat perusahaan yang mengalami kerugian karena kewajiban lebih besar dibandingkan dengan aset yang dimiliki perusahaan.

Analisis Data

Pengujian Asumsi Klasik

Hasil pengujian asumsi klasik data penelitian, berikut penjelasannya:

Tabel 3.Hasil Pengujian Asumsi Klasik

Asumsi Klasik Nilai Kriteria Penerimaan Keterangan

Normalitas p-value= 0,853 p-value> α=5% Normal Multikolinieritas Semua variabel independen

tidak ada yang memiliki nilai cut-off tolerance <5%, dan tidak ada variabel independen yang memiliki nilai VIF>10.

Tidak ada gejala multikolinieritas

1. GCG Tolerance= 0,870 VIF= 1,149 2. CSR Tolerance= 0,870

VIF= 1,149

Heteroskedastisitas masing-masing variabel memiliki nilai signifikansi > 0,05

Tidak ada gejala heteroskedastisitas

1. GCG Sig= 0,236

2. CSR Sig= 0,277

Autokorelasi DW= 1,636 Nilai DW berada antara du (1,567) dan 4-du (2,433)

Tidak ada gejala autokorelasi positif maupun negatif

18

Sumber : Data Sekuder Yang Diolah, 2016

Hasil Analisis Regresi

Deskripsi Hasil Analisis Regresi

Analisis regresi dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh GCG dan CSR terhadap nilai perusahaan. Adapun hasil pengujiannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4. Hasil Analisis Regresi Variabel Koef. Regresi Standart Error t Significance (Constant) 22,745 5,637 4,035 ,000 GCG -2,447 2,935 -,834 ,412 CSR 7,662 2,863 2,676 ,013 R2 = 0,287 N = 30 ε = 0,845 Fhitung = 5,439 Probabilitas = 0,010

Sumber : Data Sekuder Yang Diolah, 2016

Tabel di atas menjelaskan, bahwa persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 22,745 - 2,2447X1 + 7,662X2 + 0,845. Berdasarkan persamaan tersebut dapat dijelaskan, bahwa nilai koefisien regresi variabel GCG (b1)= -2,447, dan CSR (b2)= 7,662. Sementara besarnya nilai ε = 0,845 artinya jumlah variance variabel nilai perusahaan yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel GCG, dan CSR adalah sebesar 0,845.

Selain itu dari tabel di atas juga dijelaskan, bahwa variasi variabel dependen (Nilai Perusahaan (Y)) yang dapat diterangkan oleh variasi dari variabel bebas (GCG dan CSR) adalah sebesar 0,287atau 28,70%, sementara sisanya 71,30% dijelaskan variabel lain diluar model.

Pengujian Hipotesis dan Pembahasan Pengujian Hipotesis 1

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p-value variabel GCG (0,412) > 0,05, maka GCG secara parsial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, sehingga pernyataan Ho1

19

diterima yaitu ”good corporate governance tidak berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan”. Tidak berpengaruhnya GCG terhadap nilai perusahaan menunjukkan bahwa penilaian GCG yang dilakukan selama ini tidak dapat dijadikan patokan bahwa perusahaan tersebut ”Sangat Terpercaya” atau ”Terpercaya”, artinya bahwa data penilaian GCG yang merupakan hasil riset dari The Indonesian Institute For Corporate Government yang diterbitkan oleh majalah SWA hanya dapat dijadikan sebagai sebuah rambu-rambu dalam menilai perusahaan bersangkutan. Maka untuk mengetahui sejauhmana pelaksanaan GCG pada perusahaan perlu dilakukan sendiri oleh pihak-pihak berkepentingan secara lebih mendalam.

Hasil penelitian ini bertentangan dengan teori yang diungkapkan oleh Black et al (2003), bahwa hubungan antara praktek corporate governance dengan nilai perusahaan adalah Signaling. Praktek corporate governance menyebabkan peningkatan nilai perusahaan karena penerapan corporate governance yang baik akan memberi sinyal positif. Tidak berpengaruhnya GCG terhadap nilai perusahaan menunjukkan bahwa penilaian perusahaan pada level ”Sangat Terpercaya” atau ”Terpercaya” oleh CGPI tidak selalu mendapat respon positif oleh investor melalui peningkatan nilai perusahaan, begitu pula sebaliknya perusahaan yang dinilai dengan pada level lebih rendah, seperti halnya ”Cukup Terpercaya atau bahkan pada level dibawahnya lagi” belum tentu mendapat respon negatif oleh investor melalui penurunan nilai perusahaan.

Sementara hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Levi (2013), Susanto (2013), dan Wijayanti (2014). Hasil penelitian Levi (2013) dan Susanto (2013) menunjukkan, bahwa tidak sepenuhnya perusahaan dapat menjalankan good corporate governance dengan baik, hal tersebut dibuktikan terdapat item dalam good corporate governance, yaitu: frekuensi rapat dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, kepemilikan institusional dan komite audit dinilai tidak memiliki

20

pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sementara penelitian yang dilakukan Wijayanti (2014) secara tegas menunjukkan bahwa GCG tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

Pengujian Hipotesis 2

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p-value variabel CSR (0,013) < 0,05, maka pernyataan hipotesis 2 penelitian, yaitu Pengungkapan corporate social responsibility berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dapat diterima.Sementara itu hasil penelitian menunjukkan, bahwa CSR berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, hal tersebut dibuktikan nilai p-value variabel CSR (0,013) < 0,05. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak aspek-aspek sosial yang diungkapkan perusahaan dalam laporan publikasi tahunannya, akan memberikan dampak terhadap peningkatan nilai perusahaan, demikian pula sebaliknya. Berpengaruhnya CSR terhadap nilai perusahaan merupakan hal yang nampak logis, sebab pengungkapan CSR lebih dilakukan perusahaan secara terbuka. Pada annual

report yang dipublikasi oleh masing-masing perusahaan di sana terlihat dengan jelas hal-hal

apa saja yang dilakukan oleh perusahaan berkenaan dengan CSR. Selain diungkapkan dengan data-data secara deskriptif, pemaparannyapun disertai dengan gambar-gambar yang menarik. Kondisi tersebut tepat untuk digunakan sebagai sarana publikasi perusahaan. Temuan hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Rustriarini (2010), Hadi (2011), dan Hikmah (2015), serta Sutojo (2004).

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan teori sinyal yang diungkapkan oleh Rustiarini (2010), teori sinyal membahas mengenai dorongan perusahaan untuk memberikan informasi kepada pihak eksternal. Dorongan tersebut disebabkan karena terjadinya asimetri informasi antara pihak manajemen dan pihak eksternal. Salah satu informasi yang wajib untuk diungkapkan oleh perusahaan adalah informasi tentang tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Informasi ini dapat dimuat dalam laporan tahunan atau laporan sosial perusahaan

21

terpisah. Perusahaan melakukan pengungkapan CSR dengan harapan dapat meningkatkan reputasi dan nilai perusahaan.

Rustriarini (2010) juga menegaskan bahwa perusahaan yang memiliki kinerja lingkungan dan sosial yang baik akan direspon positif oleh investor melalui peningkatan harga saham. Apabila perusahaan memiliki kinerja lingkungan dan sosial yang buruk, maka akan muncul keraguan dari investor sehingga direspon negatif melalui penurunan harga saham. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Hadi (2011), dan Hikmah (2015), bahwa praktik pengungkapan CSR jika dilakukan secara berkesinambungan oleh perusahaan dipercaya akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan itu sendiri. Sebab selain dapat digunakan sebagai alat legitimasi untuk meningkatkan citra perusahaan, kegiatan CSR juga dapat digunakan sebagai salah satu keunggulan kompetitif perusahaan yang dapat meningkatkan penjualan karena dapat menarik konsumen, meningkatkan loyalitas konsumen sehingga dalam waktu lama penjualan perusahaan akan membaik, dan profitabilitas perusahaan juga meningkat. Jika perusahaan berjalan lancar, maka nilai saham perusahaan akan meningkat.

Sutojo (2004) juga menambahkan, bahwa dalam jangka panjang pencitraan positif ini akan membawa banyak manfaat bagi perusahaan pelaku CSR, baik pada saat perusahaan sedang mengalami masa kejayaan maupun pada saat menghadapi berbagai macam krisis. Selain itu hasil penelitian ini juga memberikan dukungan pada beberapa penelitian yang dilakukan oleh Levi (2013), Setianingsih, Atmaja, dan Yuniarta (2013) menunjukkan, bahwa pengungkapan corporate social responsibility berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

22 PENUTUP

Kesimpulan

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa good corporate governance tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa penilaian perusahaan pada level ”Sangat Terpercaya” atau ”Terpercaya” oleh CGPI tidak selalu mendapat respon positif oleh investor melalui peningkatan nilai perusahaan, begitu pula sebaliknya perusahaan yang dinilai dengan pada level lebih rendah, seperti halnya ”Cukup Terpercaya atau bahkan pada level dibawahnya lagi” belum tentu mendapat respon negatif oleh investor melalui penurunan nilai perusahaan Pengungkapan corporate social

responsibility berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hal tersebut menunjukkan

bahwa semakin banyak aspek-aspek sosial yang diungkapkan perusahaan dalam laporan publikasi tahunannya, akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan nilai perusahaan, demikian pula sebaliknya. Berpengaruhnya CSR terhadap nilai perusahaan disebab pengungkapan CSR dilakukan perusahaan secara terbuka. Pada annual report yang dipublikasi oleh masing-masing perusahaan terlihat dengan jelas hal-hal apa saja yang diungkapkan oleh perusahaan berkenaan dengan CSR.

Saran

Saran yang dapat diberikan sejalan dengan hasil penelitian ini adalah:

1. Sejalan dengan temuan hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa GCG tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, maka langkah yang perlu dilakukan perusahaan adalah dengan memperbaiki cara perhitungan GCG yang dilakukan selama ini. Misal: a) Aspek-aspek yang dinilai untuk pengungkapan GCG perlu dilakukan dengan format yang sama (jumlah aspek yang nilai maupun model penulisannya), b) Data GCG yang diungkap dalam annual report ada baiknya menyajikan 2 (dua) model penilaian, yaitu

23

dilakukan penyimpulan berdasarkan dua hasil penilaian tersebut. Melalui model penilaian tersebut, maka data pengungkapan GCG lebih mudah dibaca, lebih mudah dipahami, dan lebih objektif, sehingga baik pemerintah, pihak-pihak eksternal yang berkepentingan (investor), maupun masyarakat secara umum lebih percaya dengan data GCG yang diungkapkan dalam annual report. Bukan seperti saat ini yang datanya hanya disajikan oleh pihak eksternal, seperti halnya oleh SWA.

2. Terbuktinya pengungkapan CSR terhadap nilai perusahaan, memperkuat upaya perusahaan untuk lebih memperhatikan faktor ini dalam rangka meningkatkan nilai perusahaan secara lebih baik. Kondisi tersebut sangat logis sebab bagaimanapun lingkungan (sumber daya) adalah faktor tempat perusahaan beroperasi, sehingga menjadi kewajiban bagi setiap perusahaan yang beroperasi untuk merawat, memelihara, dan membangun keberadaannya agar tetap mampu memberikan dukungan terhadap kegiatan operasional perusahaan. Untuk itu sejalan dengan temuan hasil penelitian ini, maka perlu kesadaran dari pihak perusahaan untuk menjaga kondisi lingkungan yang menjadi daya dukung kegiatan operasionalnya, sehingga ada baiknya jika aspek-aspek yang diungkapkan dalam CSR selama ini lebih ditingkatkan lagi.

Keterbatasan Penelitian

1. Dalam menghitung pengungkapan CSR tergantung pada pemahaman peneliti sehingga menimbulkan subjektifitas yang bisa jadi berbeda dengan peneliti lain.

2. Tidak adanya variabel kontrol, seperti jenis perusahaan dan besar perusahaan dalam penelitian ini menyebabkan data perusahaan yang diamati terlalu bervariasi.

3. Perusahaan yang diteliti tidak setara karena terdiri 10 perusahaan campuran yang terdiri dari bank dan perusahaan pertambangan. Hal tersebut menjadikan data hasil penelitian menjadi cukup bervariasi.

24 DAFTAR PUSTAKA

Anissa, Kristana. 2013. 10 Tahun Survei GCG : Indonesia Most Trusted Companies 2012.

SWA XXIX

Augustine, I. 2014. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan.

Jurnal FINESTA Vol. 2, No. 1, (2014) 42-47.

Boediono, G. 2005. Kualitas Laba: Study Pengaruh Corporate Governance Dan Dampak Manajemen Laba Dengan Menggunakan Analisis Jalur. Makalah

Disampaikan dalam Simposium Nasional Akuntansi VIII Solo.

Brigham, E. F. & Houston, J.F. 2006. Dasar – dasar Manajemen Keuangan. Buku 1. Edisi kesepuluh. Jakarta: Penerbit Salemba Empat

Djatmiko, Harmanto Edy. 2015. Indonesia Trusted Companies 2014. SWA XXXI

Effendi, A. 2009. The Power of Good Corporate Governance: Teori dan Implementasi. Jakarta: Salemba Empat.

Emirzon, J. 2007. Regulatory Driven dalam Implementasi Prinsip-prinsip Good Corporate Governance pada perusahaan di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Bisnis

Sriwijaya.Vol.4 No.8.

Ghozali, Imam, 2004. Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hadi, N. 2011. Corporate Social Responsibility. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Hikmah, N. L. 2015. Pengaruh GCG, CSR, Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Yang MasukDalamDaftar Efek Syariah Tahun 2008-2012). Skripsi Fakultas Syari'ah

dan Hukum Program Studi Keuangan Islam. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga

Yogyakarta.

Black, Bernard S.; H. Jang dan W Kim. (2003). “Does Corporate Governance

affect Firm Value? Evidence from Korea”. http://papers.ssrn.comakses tanggal

10 November 2015.

Kinasih, H. W. Pengaruh Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Terhadap Marke value Added dengan Good Corporate Governance sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Perusahaan yang termasuk dalam peringkat CGPI 2009-2011). Media Ekonomi & Teknologi Informasi Vol.21 No. 2 September 201 3 : 01 -10.

Komite Nasional Kebijakan Governance. 2006. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia 2006. Jakarta.

25

Levi, W. O. 2013. Pengaruh Mekanisme Corporate Governance dan Pengungkapan

Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Moestopo.Vol. 2 No. 12, 25-44

Nuswandari, C. 2009. Pengaruh Corporate Governance Perception Index terhadap Kinerja Perusahaan pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Bisnis

dan Akuntansi. Vol.16 No.2 : 70 - 84.

Retno, R. D. 2012. Pengaruh Good Corporate Governance dan Pengungkapan Corporate

Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan

Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2010). Jurnal Nominal / Volume I Nomor I / Tahun 2012.

Rustiarini, N. W. 2010. “Pengaruh Corporate Governance Pada Hubungan Corporate Social

Responsibility dan Nilai Perusahanan”. Simposium Nasional Akuntansi XIII. AKPM_12.

Sembiring,E.R. 2005. Karakteristik perusahaan dan tanggung jawab sosial : studi empiris pada perusahaan yang tercatat di BEJ. SNA VIII

Setianingsih, KT. Y. P., Atmaja, A. W. T., dan Yuniarta, G. A. 2013. Pengaruh Good

Corporate Governance dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility

Terhadap Kinerja Perusahaan dan Nilai Perusahaan (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI Periode 2010-2012). e-Journal S1

Ak Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Akuntansi SI (Volume: 2 No:1

Tahun 2014).

Sugiarsono, Joko. 2014. Indonesia Most Trusted Companies 2013. SWA XXX

Sukandarrumidi. 2006. Metode Penelitian: Petunjuk Praktis untuk Penelitian Pemula. Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Suprantiningrum, dan Nugroho, S. 2013. Pengaruh Moderasi Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Good Corporate Governance (GCG) Terhadap Hubungan Return On Equity(ROE) dan Nilai perusahaan. Serat Acitya – Jurnal

Ilmiah UNTAG Semarang (Tahun 2013).

Susanto, P. B. 2013. Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Good Corporate

Governance Terhadap Nilai Perusahaan (Pada Perusahaan yang Terdaftar di

Bursa Efek Indonesia). Artikel Universitas Brawijaya.

Susianti dan Yasa. 2013. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan dengan Pemoderasi Good Corporate Governance dan Corporate Sosial Responsibility.

Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 3.1. Hal 73-91

Sutedi, A. 2011. Good Corporate Governance. Jakarta: Sinar Grafika.

26

Utami, A. S. 2011. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility Dan Good Corporate

Governance Sebagai Variabel Pemoderasi. Skripsi Jurusan S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi. Jember: Universitas Jember.

Waryanto. 2010. Pengaruh Karakteristik Good Corporate Governance (GCG) terhadap Luas Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.

Weston, C.1995. Manajemen Keuangan. Edisi Kesembilan. Jilid1. Jakarta: Bina Aksara. Wijayanti (2014). Pengaruh Kinerja Perbankan Berbasis Good Corporate Governance (GCG)

Dan CAMELS Pada Industri Perbankan. Diakses dari

http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/3139/Abstra k.pdf?sequence=3.

http://www.bapepam.go.id/reksadana/files/regulasi/UU%2040%202007%20Perseroan% 20 Terbatas.pdf akses tanggal 10 November 2015.

27 LAMPIRAN

Dokumen terkait