• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Hasil penelitian yang didapatkan mengenai analisis kebutuhan siswa terhadap materi reproduksi disajikan dalam Tabel 1 berikut ini.

Tabel 1. Jawaban Siswa SMA Negeri Banda Aceh terhadap Kebutuhan Bahan Ajar Maeri Reproduksi

No Jenis Informasi Jumlah Jawaban Siswa (%)

SS S TS STS Jlh

1 Sumber belajar system reproduksi dalam biologi yang digunakan saat ini masih terbatas pada penggunaan buku teks

20 (80%) 4 (16%) 1 (4%) 25 (100%) 2 Perlu adanya bahan ajar tambahan system

reproduksi yang terintegrasi sehingga menjawab kebutuhan siswa di era globalisasi 19 (76%) 4 (16%) 2 (8%) 25 (100%)

3 Ide dan gagasan baru yang saya dapatkan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan system reproduksi masih kurang 16 (64%) 7 (24%) 2 (8%) 25 (100%)

Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Materi Reproduksi

Serambi PTK Page | 92

4 Saya tertarik dalam memecahkan persoalan reproduksi 19 (76%) 5 (20%) 1 (4%) 25 (100%) 5 Kemampuan saya dalam mengalisis

permasalahan reproduksi sehari-hari masih kurang 18 (72%) 4 (16%) 3 (12%) 25 (100%)

6 Saya sering berdiskusi dengan teman sebaya mengenai permasalahan reproduksi

20 (80%) 2 (8%) 3 (12%) 25 (100%) 7 Dalam memperoleh informasi belajar

biologi khususnya materi system reproduksi lebih teratarik melalui media elektronik (internet, tv, dan video)

18 (72%) 5 (20%) 2 (8%) 25 (100%)

8 Saya tidak meyakini kebenaran informasi yang saya peroleh

21 (84%) 3 (12%) 1 (4%) 25 (100%) 9 Penyaringan informasi diperlukan untuk

memahami masalah reproduksi

17 (68%) 5 (20%) 2 (8%) 25 (100%) 10 Saya membutuhkan informasi yang lebih

terpercaya mengenai permasalahan reproduksi 20 (80%) 3 (12%) 2 (8%) 25 (100%) Pilihan jawaban: SS = Sangat Setuju S = Setuju TS = Tidak Setuju STS =SangatTidak Setuju Pembahasan

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa siswa masih sangat membutuhkan sumber informasi mengenai reproduksi yang terpercaya untuk memperkaya khasanah pengetahuan mereka terhadap pengetahuan reproduksi. Selama ini mereka mengaku bahwa materi reproduksi yang diajarkan oleh guru mereka masih terbatas dari buku teks saja. Buku teks bisa memberikan informasi yang sangat sedikit dibandingkan kebutuhan

remaja akan pengetahuan reproduksi yang benar dan akurat.

Bahan ajar yang bersumber dari luar buku teks sangat diperlukan siswa sebagai tambahan materi system reproduksi yang berguna untuk menjawab kebutuhan di era globalisasi dewasa ini. Hal ini diperlukan siswa untuk mengup-date pengetahuan mereka yang perkembangannya sangat cepat seperti sekarang ini.

Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Materi Reproduksi

Serambi PTK Page | 93

Siswa juga mengakui bahwa ide dan gagasan baru yang didapatkan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan system reproduksi juga masih kurang. Untuk itu sangat diperlukan materi tambahan berupa bahan ajar di luar buku teks. Materi tambahan ini dapat dilakukan salah satunya dengan membuat bahan ajar dengan berbasis masalah. Hal ini bermakna bahwa bahan ajar yang ditambahkan itu adalah materi yang benar-benar diperlukan oleh siswa dalam perkembangan kehidupannya.

Dari hasil penelitian juga diperoleh bahwa siswa sangat tertarik dalam memecahkan persoalan reproduksi manusia. Ketertarikan siswa ini menjadi modal bagi pengembang materi ajar biologi khususnya reproduksi untuk mengembangkan materi ajar yang berbasis masalah. Di sini siswa sudah punya gairah (passion) dalam mempelajari biologi, sehingga keterbatasan bahan ajar yang diperlukan siswa perlu segera dilengkapi.

Terhadap pertanyaan kemampuan siswa dalam mengalisis permasalahan reproduksi sehari-hari masih kurang, pada umumnya siswa menyatakan mereka sangat setuju dan setuju dengan pertanyaan tersebut. Artinya siswa masih sangat membutuhkan materi yang mudah dimengerti oleh siswa sesuai dengan kemampuan kognitif mereka dalam menjawab tantangan yang dialami oleh perkembangan fisiologisnya yang terus berkembang.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa siswa sering berdiskusi dengan teman sebaya mengenai permasalahan reproduksi. Dari hasil jawaban siswa terhadap pertanyaan ini ada hal yang perlu kita khawatirkan. Bisa saja hasil dari diskusi tersebut ada hal-hal yang mereka belum ketahui sehingga hasil diskusinya bisa menimbulkan kesimpulan yang tidak kita harapkan. Apalagi kalau diskusi tersebut berlangsung antar siswa yang berlainan jenis kelamin, untuk menjawab pertanyaan mereka, mereka langsung mempraktekkan hal tersebut.

Dalam memperoleh informasi belajar biologi khususnya materi system reproduksi siswa lebih teratarik melalui media elektronik (internet, tv, dan video). Dalam hal memperoleh informasi yang cepat , penggunaan perangkat teknologi sudah baik. Namun terkadang siswa bisa terjerumus kepada pornografi yang didapatkan dari media tersebut. Seperti dikemukakan oleh BKKBN dan UNFPA (dalam Pinem, 2009) bahwa Keterpaparan remaja terhadap pornografi dalam bentuk bacaan berupa buku porno, melalui film porno semakin meningkat.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa siswa tidak meyakini kebenaran informasi yang diperoleh tentang materi reproduksi, apalagi yang didapatkan dari media elektronik. Hal ini menjadi starting point bagi kita pengembang bahan ajar untuk mengembangkan bahan ajar yang lebih bertanggung jawab dan terpercaya.

Menurut siswa informasi yang masuk tentang masalah reproduksi juga perlu disaring, agar informasi yang didapatkan benar-benar valid dan berguna bagi mereka. Karena itu mereka juga menganggap bahwa media elektronik tidak begitu mereka yakini, karena dalam media tersebut bercampur baur antara informasi yang benar dengan informasi yang tidak benar. Karena itu mereka membutuhkan media yang benar-benar mereka percayai. Salah satunya adalah bahan ajar yang dibuat oleh pengembang atau oleh guru.

PENUTUP

Dari hasil penelitian pendahuluan ini dapat disimpulkan bebarap hal sebagai berikut:

1. Siswa mengharapkan adanya suatu bahan ajar yang lebih dari bahan ajar yang terdapat dalam buku teks.

2. Siswa mendapatkan informasi dari sumber-sumber yang kurang dapat dipercaya.

3. Perlu dikembangkan bahan ajar ang dapat dipercaya oleh siswa.

Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Materi Reproduksi

Serambi PTK Page | 94

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Kurikulum dan Modul

Pelatihan Pengelolaan Pusat

Informasi dan konseling Kesehatan

Reproduksi Remaja (PIK-KRR)

Jakarta Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional.

Belawati, 2003. Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka

Pinem, S. 2009. Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi. Jakarta: Trans Info Media.

Priatiningsih, T. 2003. Pengembangan Instrumen Penilaian Biologi. Semarang: Depdikbud.

Santyasa, I. 2009. Metode Penelitian

Pengembangan dan Teori

Pengembangan Modul. Klungkung: Universitas Pendidikan Ganesha. Setyosari, P. 2010. Metode Penelitian

Pendidikan dan Pengembangan.

Malang: Kencana

Setyowati, H. 2002. Beberapa Faktor Yang Berhubungan dengan Sikap Remaja Putri Terhadap Pendewasaan Usia

Serambi PTK Page | 95

Penerbit

Dokumen terkait