Perencanaan (Planning); Pada tahap perencanaan ini, guru mengidentifikasi senyawa-senyawa dan zat yang akan digunakan dalam pelaksanaan eksperimen yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari untuk ditentukan tingkat keasam dan basanya dengan menggunakan ―kertas lakmus ― merah dan biru. Senyawa dan zat yang digunakan adalah: senyawa cuka (CH3COOH ), senyawa kapur tohor , senyawa garam ( NaCl ), sari apel, dan air sabun.
Rencana pembelajaran ini memuat tentang: Pengalaman belajar yang berdasarkan kajian pustaka dari buku-buku pelajaran dan referen lainnya yang relefan. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok dengan beranggotakan 6 atau 7 orang dalam satu kelompok dengan salah satu yang dipilih oleh anggota kelompoknya sebagai ketua kelompok. Dalam kelompok siswa melakukan ekspewrimen berdasarkan petunjuk praktikum yang telah disediakan oleh guru. Siswa berdiskusi dalam anggota kelompok untuk mengidentifikasi sifat asam atau basa dari
(BORNEO, Volume X, Nomor 1, 2016) 149 senyawa atau larutan/zat yang dipraktekkan. Semua kelompok diminta untuk mempresentasekan hasil eksperimennya setelah dilakukan diskusi dalam kelompok masing-masing. Pelaksanaan (Acting ) Penelitian tindakan kelas ini, dilakukan pada saat proses belajar mengajar IPA Fisika dikelas VII-6 jam pelajaran 1 dan 2. Dan diperoleh hasil 54,13
Observasi (Observing); Observasi dilakukan terus menerus dalam proses belajar mengajar maupun terhadap hasil belajar. Dari hasil observasi dan dievaluasi diketahui efektifitas dari pembelajaran dengan penerapan model investigasi kelompok pada siklus pertama. Refleksi; Dari hasil penilai baik pengetahui maupun keaktifan siswa pada siklus I , dimana penguasaan siswa terhadap materi pelajaran hanya memperoleh nilai 54,13 Sedangkan keaktifan siswa 1,6 dikategorikan kurang.,Dengan demikiandapat disimpulkan bahwa hasil pembelajaran pada siklus pertama ini belum seperti yang diharapkan. Hal ini diserbabkan oleh beberapa hal : Penyebaran siswa yang pandai dalam kelompok belum merata, Penyebaran jumlah siswa laki-laki dan perempuan dalam setiap kelompok belum merata. Jumlah siswa dalam setiap kelompok pada siklus I mungkin terlalu banyak, yaitu 6 sampai 7 orang dalam setiap kelompok. Kurangnya pemahaman siswa terhadap petunjuk kerja yang ada pada lembaran ekperimen. Dari asumsi kurang efektifnya paroses pembelajaran pada siklus 1 yang melipu 4 faktor tersebut akan diperbaiki pada siklus II.
Siklus kedua
Perencanaan ( Planning); Pada tahapan perencanaan siklus II ini, guru mengidentifikasi senyawa-senyawa dan zat yang akan digunakan dalam pelaksanaan eksperimen. Pelaksanaan (Acting) Penelitian tindakan kelas ini, dilakukan pada saat proses belajar mengajar IPA Fisika dikelas VII-6 jam pelajaran 1 dan 2. Observasi (Observing); Dari hasil observasi dan dievaluasi diketahui efektifitas dari pembelajaran dengan penerapan model investigasi kelompok pada siklus kedua. Dari hasil penilai baik pengetahui maupun keaktifan siswa pada siklus II , dimana penguasaan siswa terhadap materi pelajaran hanya memperoleh nilai 69,93, Sedangkan keaktifan siswa 2,8 dikategorikan cukup. Disimpulkan bahwa hasil pembelajaran pada siklus dua ini sudah meningkat, baik dari penguasaan materi pelajaran maupun keaktifannya namun belum mencapai KKM. Maka dilanjutkan Siklus ketiga.
(BORNEO, Volume X, Nomor 1, 2016)
150
Perencanaan (Planning); Sebagai acuan dalam proses
pembelajaran, maka guru/peneliti menyusun perencanaan pembelajaran . Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok dengan beranggotakan 4 atau 5 orang dalam satu kelompok dengan salah satu yang dipilih oleh anggota kelompoknya sebagai ketua kelompok. Guru membagikan lembaran petunjuk praktikum/eksperimen dan alat-alat praktikum sertabahan pada setiap kelompok, melalui ketua-ketua kelompok. Dalam kelompok siswa melakukan ekspewrimen berdasarkan petunjuk praktikum yang telah dibagikan. Siswa berdiskusi dalam anggota kelompok untuk mengidentifikasi sifat asam atau basa dari senyawa atau larutan/zat yang dipraktekkan. Semua kelompok diminta untuk mempresentasekan hasil eksperimennya setelah dilakukan diskusi dalam kelompok masing-masing.
Guru memberikan penekanan dan kesimpulan pada akhir diskusi. Pelaksanaan (Acting) Penelitian tindakan kelas ini, dilakukan pada saat proses belajar mengajar IPA Fisika dikelas VII-6 jam pelajaran 1 dan 2. Observasi (Observing); Observasi dilakukan dalam proses belajar mengajar maupun terhadap hasil belajar. Efektifitas dari pembelajaran dengan penerapan model investigasi kelompok pada siklus III ini diperoleh nilai rata-rata 75,42. Refleksi; Dari hasil penilai baik pengetahui maupun keaktifan siswa pada siklus III , dimana penguasaan siswa terhadap materi pelajaran memperoleh nilai 75,42 . Ini berarti telah melampaui nilai KKM 7,0 Sedangkan keaktifan siswa 3,4 dikategorikan baik. Dengan demikiandapat disimpulkan bahwa hasil pembelajaran pada siklus III ini sudah pada kategori baik.
PEMBAHASAN
Dari penilaian dan pengamatan. Hasil kemajuan belajar siswa tersebut seperti pada tabel betikut ini.
Tabel 2. Perbandingan Siklus I, II dan III
Kriteria Siklus I Siklus II Siklus III
Kemajuan Hasil
Belajar 54,13 69,93 75,42
Prosentase
(BORNEO, Volume X, Nomor 1, 2016) 151 Dari tabel kemajuan rata-rata hasil belajar siswa kelas VII-6 setiap siklusnya semakin meningkat, yaitu siklus I rata-rata nilai = 54,13 , siklus II rata-rata nilai = 69,93 dan siklus III rata-rata nilai = 75,42. Dari tabel 8 tentang perbandingan ketuntasan belajar siswa dapat disimpulkan bahwa pada setiap siklusnya semakin meningkat, dari siklus I = 10,25 %, kemudian siklus II 56,41 % dan siklus III mencapai 92,31 %. Jadi dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa setiap siklus meningkat.
Tabel 3. Nilai Rata-Rata Sikap Siswa Kelas
Siklus Rata-rata sikap Kategori
I II III 1,6 2,8 3,4 Kurang Cukup Baik
Data nilai rata-rata sikap pada siklus I = 1,6 siklus II = 2,8 dan siklus III = 3,4 . diperoleh dari tabel 2, tabel 4 dan tabel 6 dari setiap siklus. Dari pengamatan sikap dalam 5 aspek yang dinilai. yaitu aspek: (1) sikap siswa dalam memperhatikan penjelasan guru (2) aspek keaktifan dalam melakukan eksperimen, (3) aspek keterampilan dalam menggunakan alat pada waktu eksperimen, (4) aspek keaktifan dalam berdiskusi dan (5) aspek mengemukakan ide dan tanggapan pada waktu diskusi.
KESIMPULAN
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul ―Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Pendekatan Group Investigasi Melalui Metode Ekperimen Dalam Bidang Studi IPA Pokok Bahasan Asam dan Basa Siswa Kelas VII-6 MTs Negeri 1 Balikpapan Tahun Pelajaran 2013/2014‖ dapat disimpulkan bahwa : Ada peningkatan prestasi belajar siswa dengan pendekatan group investigasi melaui metode eksperimen dalam bidang studi IPA Fisika pada pokok bahasan asam dan basa kelas VII-6 MTs Negeri 1 Balikpapan tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini berdasarkan pada nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada setiap siklus, siklus I 54,13 kemudian meningkat pada siklus II 69,93 dan pada siklus III meningkat menjadi 75,42. Ada peningkatan motivasi dan sikap siswa dalam proses belajar mengajar, pada setiap siklus, yaitu siklus I 1,6 dikategorikan kurang, mmeningkat pada siklus II 2,8 kategori cukup dan siklusi III 75,42 kategori baik.
(BORNEO, Volume X, Nomor 1, 2016)
152 SARAN
Berdasarkan hasil penelitian ini, dan untuk lebih meningkatkan prestasi belajar siswa disarankan : Kepada guru atau pengajar sebagai ujung tombak dalam dunia pendidikan agar dapat menggunakan model pembelajaran dan metode yang bervariasi dalam proses pembelajaran, sehingga terjadi proses pembelajaran yang menyenangkan. Sekolah dan bapak kepala sekolah sebagai penanggung jawab tetap dan selalu mengawali kebijakan dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan, baik sarana maupun peralatan-peralatan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar kapan dan dimanapun agar menghasilkan aut put yang bermutu dan berkualitas.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S., Suhardjono, Supardi. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara
B.Uno Hamzah. 2008. Model Pembelajaran Menjiptakan Proses Belajar
Mengajar Yang Efektif dan Kreatif. Jakarta : Bumi Aksara
Burton, W.H. 1986. Tehnik-Tehnik Belajar Mengajar.
Djamara Saiful Bahri. 2005. Guru Dan Anak Didik Dalam Interaktif
Edukatif .Jakarta : Renaka Sipta
Kunandar.2007 . Guru Profesional Implementasi Kurikulum KTSP Dan
Sukses Dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: Rajawali Pers
Lie Anita. 2008. Cooperative Learning .Jakarta: Gramedia
Nasution,S.,1987.Berbagai Pendekatan Dalam proses Belajar
Mengajar. Jakarta: Aksara
Purwanto Ngalim,M.2000. Ilmu Pendidikan Teoritis Dan
Praktis.Bandung : PT.Remaja Rosdakarya
Sudjana. 1992. Metode Statistika. Bandung : Tarsito
Suhardjono. 2011. Penelitian Tindakan Kelas dan Disekolah..Malang : Jakrawa
Uzer Usman,Moh. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya
(BORNEO, Volume X, Nomor 1, 2016) 153 PENGEMBANGAN MEDIA CAI DENGAN PROGRAM WINDOWS MOVIE MAKER UNTUK PEMBELAJARAN
MENULIS KREATIF PUISI MODEL TUTORIAL