• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN YANG DICAPAI 5.1 Hasil Penelitian yang Sudah Dicapai

5.1.1 Hasil Analisis Kebutuhan Laboratorium Sekolah

SMA Negeri 1 Metro untuk bidang IPA saat ini memiliki tiga laboratorium, yaitu: laboratorium fisika, laboratorium kimia dan laboratorium biologi. Ketiga laboratorium tersebut masing-masing telah memiliki gedung sendiri dan dilengkapi dengan alat dan bahan laboratorium serta sarana lainnya seperti meja, kursi, lemari, listrik dan sebagainya. Laboratorium juga sudah dilengkapi dengan tata pamong yang terdiri dari kepala laboratorium dan laboran.

Khusus laboratorium fisika saat ini sudah dimanfaatkan dalam mendukung pembelajaran. Laboratorium sudah digunakan untuk kegiatan praktikum atau digunakan dalam metode demostrasi di kelas dengan meminjam alat dan bahan laboratorium. Namun demikian, penggunaanya masih sangat terbatas dan banyak masalah dalam pemanfaatannya. Beberapa masalah yang ditemukan di lapangan antara lain: (1) alat-alat laboratorium fisika belum tersusun dengan baik, sehingga untuk mencari satu jenis alat saja diperlukan waktu dan curah tenaga yang cukup banyak; (2) Kepala laboratorium hanya sebagai profesi sampingan atau tugas tambahan dari guru fisika; (3) minat dan motivasi guru untuk menggunakan laboratorium dalam pembelajaran kurang, karena jika guru ingin menggunakan laboratorium fisika harus menyiapkan sendiri mulai dari perencanaan, penyiapan alat dan bahan, meskipun dibantu oleh laboran dalam penyiapan, pengembalian serta penyimpanan alat, (4) dokumen administrasi yang ada hanya data inventaris alat dan bahan secara manual, dan tata tertib penggunaan laboratorium, sedangkan program kerja, jadwal dan panduan praktikum tidak ditemukan di laboratorium.

Berdasarkan hasil temuan lapangan tersebut, maka dibangun sistem pengelolaan laboratorium sekolah daring. Untuk mengatasi masalah poin (1) dibangun data inventaris daring dengan ikon inventaris; untuk mengatasi masalah poin (2) dibangun manual pengelolaan laboratorium yang memuat tupoksi masing-masing pengelola laboratorium pada ikon SDM; untuk mengatasi masalah poin (3) maka dikembangkan SOP penggunaan laboratorium dengan ikon SOP; sedangkan untuk mengatasi masalah administrasi dan melengkapi panduan praktikum, maka

dikembangkan pada ikon panduan praktikum. Untuk menambah khasanah kegiatan praktikum, terutama untuk konsep dan prinsip yang tidak dapat dipenuhi atau ditunjukkan dengan alat dan bahan laboratorium yang ada, maka ditambahkan ikon laboratorium virtual.

5.1.2 Desain Sistem Pengelolaan Laboratorium Sekolah Daring

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan dalam pengelolaan laboratorium sekolah, maka sistem pengelolaan laboratorium daring desain rancangannya meliputi 7 ikon sesuai kebutuhan lapangan, terdiri dari: home, profil, inventaris, SDM, SOP, Panduan Praktikum dan Laboratorium virtual. Desain rancangan dikemukakan sebagai berikut:

5.1.3 Hasil Penilaian Produk Melalui FGD

Berdasarkan desain sistem pengelolaan laboratorium sekolah daring, diimplementasikan kedalam aplikasi daring, dan dihasilkan tampilan sebagai berikut:

Gambar 3. Tampilan awal sistem pengelolaan laboratorium sekolah daring Hasil FGD mendapatkan beberapa masukan sebagai berikut:

a. Aspek Desain/layout

- Perlu digunakan berbagai warna untuk memperoleh tampilan yang baik - Tata letak menu navigasi perlu diatur agar tampilan baik dan agar

diperhatikan hirarki sesuai keperluan/kepentingan dalam mengakses laboratorium

- Ukuran dan jenis huruf yang digunakan agar dipertimbangkan dan diperhatikan

b. Aspek isi

- Sesuai kebutuhan dalam pengelolaan laboratorium sekolah, maka menu yang diperlukan meliputi: home, profil, inventaris, sdm, sop, panduan praktikum, laboratorium virtuial dan penelitian.

- pada menu home sebaiknya menampilkan nama laboratorium, alamat, data inventaris, agenda dan informasi.

- pada menu profil meliputi informasi laboratorium sekolah secara umum dan memuat denah pembagian ruang laboratorium

- pada menu inventaris, memuat data inventaris alat, data inventaris bahan dan data inventaris barang

- pada menu SDM memuat tata pamong laboratorium dan tupoksinya - pada menu SOP memuat sop pelaksanaan praktikum, sop peminjaman

alat, sop penelitian dan sebagainya

- pada menu panduan praktikum memuat panduan praktikum yang dikelompokkan berdasarkan kelas dan semester (kelas X (semester 1 dan semester2), kelas XI (semester 1 dan semester 2), kelas XII (semester 1 dan semester 2))

- pada menu lab virtual memuat animasi/simulasi softwere dan panduannya yang dikelompokkan berdasarkan kelas dan semester

- pada menu penelitian memuat judul penelitian dan nama penelitinya serta tahun pelaksanaan.

c. Aspek kemudahan Penggunaan

- Nama alamat website agar mudah diingat, agar menggunakan: labfisika.smansametro.com

- menu login sebaiknya ditampilkan pada hompage, agar mudah dalam pengelolaannya

- istilah yang digunakan pada menu tampilan agar menggunakan istilah yang mudah dimengerti

- perlu dipertimbangkan kelancaran akses website dengan memilih server hosting dan penyediaan jaringan internet, dengan daring maka sistem pengelolaan laboratorium dapat diakses dimana saja baik menggunakan komputer maupun handphone android.

5.1.4 Pelaksanaan Ujicoba Produk

Ujicoba dilaksanakan di sekolah dengan melibatkan kepala sekolah, kepala laboratorium, laboran, guru dan siswa. Kegiatan ujicoba telah dilaksanakan di laboratorium Fisika SMA Negeri 1 Metro dan dilakukan pengambilan data,

dengan melibatkan kepala laboratorium, laboran, para guru fisika, dan siswa. Penelitian ini juga melibatkan 4 mahasiswa yang sedang tugas akhir dan pada penelitian ini berperan sebagai petugas yang membantu dalam pengambilan data. Tampilan produk model pengelolaan laboratorium fisika sistem daring yang diujicoba adalah sebagai berikut yang diperlihatkan pada gambar 4.

Gambar 4. Tampilan Produk sistem pengelolaan laboratorium sekolah daring

5.2. Hasil Ujicoba Model Pengelolaan Laboratorium Sekolah Sistem Daring

Hasil Penilaian terhadap produk berupa sistem pengelolaan laboratorium sekolah daring, dilakukan terhadap 12 responden yang meliputi: kepala laboratorium, laboran dan guru. Data hasil penilaian dikemukakan sebagaimana diagram pada gambar 5.

Gambar 5. Data hasil penilaian dalam ujicoba produk

86 90 86 87.3 0 0 20 40 60 80 100

Berdasarkan data pada gambar 5, maka dapat dikemukakan bahwa hasil penilaian dari uji coba produk oleh para pengguna produk (pengelola laboratorium fisika), diperoleh nilai rata-rata 87,3% dengan kategori sangat layak. Nilai yang terbesar pada aspek isi dari sistem pengelolaan laboratorium sekolah daring sebesar 90% kategori sangat layak, sedangkan aspek desian model dan kemudahan penggunaan mendapatkan nilai 86 juga dengan kategori sangat layak.

Untuk mengetahui efisiensi waktu dalam penggunaan laboratorium sekolah dengan sistem daring, maka dilakukan uji coba laboratorium dalam penyelenggaraan kegiatan praktikum. Kondisi dan situasi sekolah dalam uji coba digambarkan sebagai berikut: (1) alokasi waktu pembelajaran 2 jam pelajaran setara dengan 80 menit; (2) jadwal pelajaran yang diuji coba yaitu 2 jam pertama (jam ke-1&2), jam ke-3&4 (sebelum dan sesudahnya ada mata pelajaran lain) dan 2 jam terakhir; (3) jarak rata-rata kelas ke laboratorium 16 meter.

Data hasil ujicoba terkait efisiensi penggunaan laboratorium sistem daring dalam penyelenggaraan praktikum sesuai jadwal pelajaran diperoleh waktu rata-rata yang diperlukan oleh siswa dalam aktivitas pembelajaran menggunakan metode praktikum di laboratorium sistem daring dikemukakan pada Tabel 6. Sedangkan data waktu rata-rata yang diperlukan laboran untuk penyiapan dan penyimpanan alat prakrikum sebagaimana dikemukakan pada Tabel 7.

Tabel 6 Data Aktivitas siswa dalam pembelajaran menggunakan metode praktikum di laboratorium

No Kegiatan Rata-rata waktu Keterangan

1. Pembukaan di kelas 13,5 menit alokasi waktu di RPP 10 menit (lebih 3,5 menit)

2. Perpindahan siswa

dari kelas ke lab 3,5 menit

Tidak ada alokasi waktu dalam RPP

3. Kegiatan praktikum

sampai kesimpulan 56,5 menit

Alokasi waktu di RPP 60 menit (kegiatan inti (praktikum) hingga menarik kesimpulan

4. Penutupan dan

merapihkan alat 6 menit

Alokasi waktu 5 menit (siswa mengecek dan merapihkan alat serta mengembalikan ke meja persiapan

5. Kembali kekelas dari

laboratorium 3,5 menit

Tidak ada alokasi waktu dalam RPP

Jumlah waktu yang

diperlukan 83 menit

Lebih 3 menit dari alokasi waktu yang disediakan

Tabel 7 Aktivitas laboran dalam penyelenggaraan praktikum

No Kegiatan Rata-rata waktu yang diperlukan

1. Penyiapan alat praktikum 12,5 menit

2. Penyimpanan alat Praktikum 12 menit

Jumlah waktu yang diperlukan 24,5 menit

Data tabel 7 menunjukkan bahwa waktu yang diperlukan oleh laboran dalam menyiapkan dan menyimpan alat praktikum untuk satu kali praktikum adalah 24,5 menit. Kegiatan praktikum dalam satu hari maksimal 5 kali praktikum dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran. Karena itu dalam satu hari membutuhkan waktu 122,5 menit atau 2 jam 2,5 menit untuk penyiapan dan penyimpanan alat praktikum. Dengan demikian alokasi waktu tersebut sangat efisien dan dapat dikerjakan oleh seorang laboran yang memiliki kewajiban jam kerja 8 jam per-hari.

Data tabel 6 menunjukkan bahwa terjadi kelebihan waktu 3 menit dari alokasi waktu pembelajaran 80 menit. Hal ini dikarenakan para guru tidak mengalokasikan waktu perpindahan siswa dari kelas ke laboratorium. Sekiranya para guru memperhitungkan dan memasukkan alokasi waktu perpindahan siswa, maka kegiatan praktikum sesuai jadwal pelajaran dapat dilaksanakan dan tidak mengganggu jadwal pelajaran lainnya. Dengan demikian, maka pelaksanaan praktikum dapat dilaksanakan secara efisien sesuai jadwal mata pelajaran tanpa harus menambah jadwal pada waktu lain diluar jam pelajaran, sehingga praktikum dapat dilaksanakan secara efisien, baik dari aspek waktu, biaya dan tenaga.

5.3 Luaran yang Dihasilkan pada Tahun Pertama

Pelaksanaan penelitian pengembangan model pengelolaan laboratorium fisika secara daring pada tahun pertama, telah menghasilkan beberapa luaran. Luaran berupa atikel ilmiah sebanyak 3 artikel yang diterbitkan di proseding dan jurnal ilmiah, sebagai berikut:

Tabel 8 Data Publikasi Artikel Ilmiah

No. Judul Artikel Tempat Publikasi

1. Optimalisasi Peran Laboratorium IPA Sekolah untuk Mewujudkan Kegiatan Praktikum yang Efisien dalam Proses Pembelajaran

Jurnal Terakreditasi

(Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-BiRuNi) Url:

https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/al-biruni/index

2. Sistem Pengelolaan Laboratorium Sekolah Era Revolusi Industri 4.0

Prosiding seminar Nasional Pendidikan MIPA FKIP Unila di Bandar lampung, tanggal 3 November 2018

3. School Laboratory Management information System

International Conference of Computer Science and Information Teknology

Penelitian tahun pertama ini juga telah menghasilkan produk berupa sistem pengelolaan laboratorium sekolah daring yang telah tercatat sebagai hak cipta di Kemenkumhan RI dengan nomor pencatatan 000115901, dimana produk tersebut memiliki tingkat kesiapterapan teknologi level 5 yakni produk berupa model pengelolaan laboratorium sekolah sistem daring telah divalidasi dalam suatu

lingkungan yang relevan, produk dapat diakses melalui:

http://labfisika.smansametro.com/, atau melalui code QR seperti pada gambar 6. Penelitian tahun pertama ini juga telah menghasilkan luaran berupa draft buku dengan judul: Sistem Pengelolaan Laboratorium sekolah Era Revolusi Industri 4.0.

Dokumen terkait