• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

F. Hasil Penelitian

Pada bagian ini peneliti akan menguraikan peran kohesivitas kelompok terhadap organizational citizenship behavior, peran kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior, peran kohesivitas kelompok dan kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior. Peneliti

menggunakan uji regresi linear berganda untuk mengetahui peran kohesivitas kelompok dan kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior, uji regresi linear sederhana untuk mengetahui peran kohesivitas kelompok ataupun kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior dan uji linear berganda metode stepwise untuk mengetahui peran dari masing-masing aspek kohesivitas kelompok dan dimensi kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior karyawan.

F.1. Peran Kohesivitas Kelompok dan Kecerdasan Emosional terhadap Organizational Citizenship Behavior

Berikut ini adalah hasil perhitungan uji regresi linear berganda antara kohesivitas kelompok, kecerdasan emosional dan organizational citizenship

behavior untuk membuktikan hipotesis mayor yakni terdapat pengaruh

kohesivitas kelompok dan kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior.

Tabel 22 Hasil Uji ANOVAb

ANOVAb Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 3646.769 2 1823.385 430.224 .000a

Residual 1551.188 366 4.238

Total 5197.957 368

a. Predictors: (Constant), KecerdasanEmosional, KohesivitasKelompok b. Dependent Variable: OCB

Dari uji ANOVA atau F test, F hitung adalah 430.224 dengan tingkat signifikan 0.00 (p<0.05), dengan demikian model regresi merupakan model yang

fit untuk menentukan pengaruh kohesivitas kelompok dan kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior.

Tabel 23

Hasil Uji Regresi Berganda Kohesivitas Kelompok, Kecerdasan Emosional terhadap Organizational Citizenship Behavior

Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .833a .694 .693 2.083 2 .838b .702 .700 2.059

a. Predictors: (Constant), KecerdasanEmosional b. Predictors: (Constant), KecerdasanEmosional, KohesivitasKelompok

Berdasarkan tabel 23 terlihat bahwa nilai R sebesar 0.833 untuk korelasi antara kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior. Sementara itu nilai R untuk korelasi antara kecerdasan emosional dan kohesivitas kelompok terhadap organizational citizenship behavior sebesar 0.838. hal ini menunjukkan nilai korelasi yang tergolong kuat (>0.5).

Selanjutnya juga dapat dilihat nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.694 untuk korelasi antara kecerdasan emosional dengan organizational citizenship behavior yang berarti bahwa variabel organizational citizenship behavior dipengaruhi oleh kecerdasan emosional sebesar 69.4% dan sisanya 30.6% dipengaruhi oleh faktor lain selain kecerdasan emosional. Koefisien determinasi untuk korelasi antara kecerdasan emosional dan kohesivitas kelompok sebesar 0.702 yang berarti bahwa variabel organizational citizenship behavior

dipengaruhi secara bersama-sama oleh kecerdasan emosional dan kohesivitas kelompok sebesar 70.2% dan sisanya 29.8% dipengaruhi oleh faktor lain.

Tabel 24 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardiz ed Coefficient s t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 47.110 1.808 26.059 .000 Kohesivitas Kelompok -.058 .018 -.120 -3.140 .002 Kecerdasan Emosional .636 .027 .913 23.852 .000 a. Dependent Variable: OCB

Dari tabel 24 diperoleh persamaan : Y = 47.110 + (-0.058)X1 + 0.636 X2 Konstanta sebesar 47.110 menyatakan jika tidak ada kohesivitas kelompok dan kecerdasan emosional maka organizational citizenship behavior nilainya sebesar 47.110 satuan. Koefisien regresi 0.636 menyatakan setiap penambahan (karena tanda +) 1 satuan kecerdasan emosional akan menambah nilai

organizational citizenship behavior sebesar 0.636 satuan. Koefisien regresi -0.058 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena tanda -) 1 satuan kohesivitas kelompok akan mengurangi nilai organizational citizenship behavior sebesar 0.058 satuan.

Pada kolom signifikan terlihat bahwa konstanta regresi dan kecerdasan emosional mempunyai angka signifikan dibawah 0.05. Berdasarkan perhitungan statistik diatas, maka hipotesis mayor dalam penelitian ini terbukti yakni terdapat pengaruh kohesivitas kelompok dan kecerdasan emosional terhadap

organizational citizenship behavior. Dengan demikian berarti kohesivitas kelompok dan kecerdasan emosional secara bersama-sama mempengaruhi tingkat

organizational citizenship behavior karyawan departemen produksi PT. Tanimas Soap Industries. Dalam hal ini tinggi rendahnya nilai organizational citizenship behavior karyawan dipengaruhi oleh tinggi rendahnya nilai kohesivitas dan kecerdasan emosional karyawan.

Tabel 25

Sumbangan Kohesivitas Kelompok dan Kecerdasan Emosional terhadap Organizational Citizenship Behavior

Model Summary

Model

Change Statistics R Square

Change F Change df1 df2 Sig. F Change

1 .694 830.531 1 367 .000

2 .008 9.862 1 366 .002

a. Predictors: (Constant), KecerdasanEmosional

b. Predictors: (Constant), KecerdasanEmosional, KohesivitasKelompok

Selanjutnya dari tabel 25 melalui metode stepwise, dapat diketahui variabel independen yang memberikan sumbangan yang lebih besar terhadap variabel dependen dalam hal ini untuk melihat kontribusi yang diberikan variabel kohesivitas kelompok dan variabel kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior.

Nilai R Square Change untuk variabel kecerdasan emosional sebesar 0.694. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya sumbangan kecerdasan emosional terhadap

organizational citizenship behavior adalah sebesar 69.4%. Sementara itu nilai R

Square Change untuk variabel kohesivitas kelompok sebesar 0.08, yang berarti bahwa besarnya sumbangan variabel kohesivitas kelompok terhadap

organizational citizenship behavior sebesar 8%. Dengan demikan berarti kecerdasan emosional karyawan lebih memberikan sumbangan terhadap tinggi

rendahnya organizational citizenship behavior karyawan dibandingkan kohesivitas kelompok karyawan.

F.2. Peran Kohesivitas Kelompok terhadap Organizational Citizenship Behavior

Berikut ini adalah hasil perhitungan korelasi dan regresi linear sederhana kohesivitas kelompok dengan organizational citizenship behavior untuk membuktikan hipotesis minor yang pertama yakni terdapat pengaruh positif yang signifikan dari kohesivitas kelompok terhadap organizational citizenship behavior.

Tabel 26 Hasil Uji ANOVAb

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 1235.518 1 1235.518 114.433 .000a

Residual 3962.438 367 10.797

Total 5197.957 368

Dari uji ANOVA atau F test, F hitung adalah 114.433 dengan tingkat signifikan 0.00 (p<0.05), dengan demikian model regresi merupakan model yang fit untuk menentukan pengaruh kohesivitas kelompok terhadap organizational citizenship behavior.

Tabel 27

Hasil Uji Korelasi Kohesivitas Kelompok dengan Organizational Citizenship Behavior Correlations OCB Kohesivitas Kelompok OCB Pearson Correlation 1 .488** Sig. (1-tailed) .000 N 369 369 Kohesivitas Kelompok Pearson Correlation .488** 1 Sig. (1-tailed) .000 N 369 369

**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

Dari tabel 27 dapat dilihat bahwa korelasi antara kohesivitas kelompok dengan organizational citizenship behavior adalah sebesar 0.488 (p<0.01). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kohesivitas kelompok dengan

organizational citizenship behavior dengan arah hubungan yang positif, yang berarti bahwa semakin positif persepsi karyawan terhadap kohesivitas kelompok maka semakin meningkat organizational citizenship behaviornya.

Untuk melihat pengaruh kohesivitas kelompok terhadap organizational citizenship behavior dilakukan dengan uji regresi linear sederhana. Nilai R dalam uji regresi sederhana menunjukkan korelasi sederhana (korelasi Pearson), yaitu korelasi antara variabel kohesivitas kelompok dengan organizational citizenship behavior. Sementara nilai R Square menunjukkan sumbangan pengaruh variabel kohesivitas kelompok terhadap organizational citizenship behavior. Hasil uji

regresi sederhana pengaruh kohesivitas kelompok terhadap organizational citizenship behavior dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 28

Hasil Uji Regresi Kohesivitas Kelompok terhadap Organizational Citizenship Behavior Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .488a .238 .236 3.286

a. Predictors: (Constant), KohesivitasKelompok

Berdasarkan tabel 28, terdapat hubungan yang cukup kuat antara kohesivitas kelompok dengan organizational citizenship behavior (R= 0.488; 0.25<r<0.5) dengan nilai koefisien determinasi 0.238 yang berarti menunjukkan 23.8 % variasi dari organizational citizenship behavior bisa dijelaskan oleh variasi kohesivitas kelompok, sedangkan sisanya (100 % - 23.8 % = 76.2 %) dijelaskan oleh faktor lain selain kohesivitas kelompok.

Tabel 29 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 81.182 1.768 45.906 .000 Kohesivitas Kelompok .234 .022 .488 10.697 .000 a. Dependent Variable: OCB

Persamaan regresi Y=81.182 + 0.234 X1. Konstanta sebesar 81.182 menyatakan bahwa tanpa ada kohesivitas kelompok, nilai organizational citizenship behavior sebesar 81.182 satuan. Koefisien regresi 0.234 menyatakan

bahwa setiap penambahan 1 satuan kohesivitas kelompok akan meningkatkan

organizational citizenship behavior sebesar 0.234 satuan.

Berdasarkan hal tersebut hipotesis minor yang pertama terbukti dalam hal ini yakni terdapat pengaruh positif yang signifikan dari kohesivitas kelompok terhadap organizational citizenship behavior. Dengan demikian berarti kohesivitas kelompok karyawan mempengaruhi secara positif organizational citizenship behavior karyawan departemen produksi PT. Tanimas Soap Industries. Hubungan yang positif menunjukkan hubungan yang searah yakni setiap penambahan 1 satuan kohesivitas karyawan akan meningkatkan organizational citizenship behavior karyawan sebanyak 0.234 satuan.

F.3. Peran Kecerdasan Emosional terhadap Organizational Citizenship Behavior

Berikut ini adalah hasil perhitungan regresi linear sederhana antara kecerdasan emosional dengan organizational citizenship behavior untuk membuktikan hipotesis minor yang kedua yakni terdapat pengaruh positif yang signifikan dari kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior.

Tabel 30 Hasil Uji ANOVAb

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 3604.971 1 3604.971 830.531 .000a

Residual 1592.986 367 4.341

Total 5197.957 368

a. Predictors: (Constant), KecerdasanEmosional b. Dependent Variable: OCB

Dari uji ANOVA atau F test, F hitung adalah 830.531 dengan tingkat signifikan 0.00 (p<0.05), dengan demikian model regresi merupakan model yang fit untuk menentukan pengaruh kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior.

Tabel 31

Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Organizational Citizenship Behavior Correlations OCB Kecerdasan Emosional OCB Pearson Correlation 1 .833** Sig. (1-tailed) .000 N 369 369 KecerdasanEmosional Pearson Correlation .833** 1 Sig. (1-tailed) .000 N 369 369

**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

Dari tabel 31 dapat dilihat bahwa korelasi antara kecerdasan emosional dengan organizational citizenship behavior adalah sebesar 0.833 (p<0.01). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan

organizational citizenship behavior dengan arah hubungan yang positif, yang berarti bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional karyawan maka semakin meningkat organizational citizenship behaviornya.

Untuk melihat pengaruh kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior dilakukan dengan uji regresi linear sederhana. Nilai R dalam uji regresi sederhana menunjukkan korelasi sederhana (korelasi Pearson), yaitu korelasi antara variabel kecerdasan emosional dengan organizational citizenship

behavior. Sementara nilai koefisien determinasi menunjukkan sumbangan variabel kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior. Hasil uji regresi linear sederhana kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 32

Hasil Uji Regresi Kecerdasan Emosional terhadap Organizational Citizenship Behavior Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .833a .694 .693 2.083

a. Predictors: (Constant), KecerdasanEmosional

Angka R sebesar 0.838 menunjukkan korelasi antara organizational citizenship behavior dengan variabel kecerdasan emosional adalah sangat kuat (r>0.75). Nilai koefisien determinasi 0.694 berarti 69.4% variasi dari

organizational citizenship behavior bisa dijelaskan oleh variasi dari kecerdasan emosional, sedangkan sisanya (100 % - 69.4 % = 30.6 %) dijelaskan oleh faktor lain selain kecerdasan emosional.

Tabel 33 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 47.512 1.825 26.036 .000 Kecerdasan Emosional .580 .020 .833 28.819 .000 a. Dependent Variable: OCB

Persamaan regresi Y= 47.512 + 0.580 X2. Konstanta sebesar 47.512 menyatakan bahwa tanpa ada kecerdasan emosional, nilai organizational citizenship behavior sebesar 47.512 satuan. Koefisien regresi 0.580 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 satuan kecerdasan emosional akan meningkatkan

organizational citizenship behavior sebesar 0.580 satuan.

Berdasarkan hal tersebut hipotesis minor yang kedua terbukti dalam hal ini yakni terdapat pengaruh positif yang signifikan dari kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior. Dengan demikian berarti kecerdasan emosional karyawan mempengaruhi secara positif organizational citizenship

behavior karyawan departemen produksi PT. Tanimas Soap Industries. Hubungan

yang positif menunjukkan hubungan yang searah yakni setiap penambahan 1 satuan kecerdasan emosional karyawan akan meningkatkan organizational citizenship behavior karyawan sebanyak 0.58 satuan.

F.4. Peran Aspek Kohesivitas Kelompok dengan Organizational Citizenship Behavior

Untuk mengetahui aspek-aspek kohesivitas kelompok yang berkontribusi terhadap organizational citizenship behavior dilakukan analisis regresi berganda metode stepwise. Untuk pengujian hipotesis minor yang ke-3 yaitu terdapat pengaruh aspek-aspek kohesivitas kelompok terhadap organizational citizenship behavior dapat dibuktikan dengan melihat nilai signifikansi dari uji F pada tabel 34 berikut:

Tabel 34 ANOVAb Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 2694.326 4 673.581 97.931 .000a

Residual 2503.631 364 6.878

Total 5197.957 368

a. Predictors: (Constant), IndividualToGroupSocial, IndividualToGroupTask, GroupIntegrationTask, GroupIntegrationSocial

b. Dependent Variable: OCB

Jika signifikansi <0.05 maka H0 ditolak dan jika signifikansi >0.05 maka H0 diterima. Karena nilai signifikansi pada tabel 34 sebesar 0.00 (<0.05) maka H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat pengaruh aspek-aspek kohesivitas kelompok terhadap organizational citizenship behavior.

Selanjutnya akan dilihat pengaruh masing-masing aspek kohesivitas kelompok terhadap organizational citizenship behavior untuk pengujian hipotesis minor 3a, 3b, 3c, 3d pada tabel 35 berikut:

Tabel 35 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 67.604 1.826 37.015 .000 GroupIntegration Task .005 .079 .007 .065 .949 GroupIntegration Social 2.829 .425 3.135 6.650 .000 IndividualToGroup Task .709 .052 .544 13.696 .000 IndividualToGroup Social -1.967 .350 -2.924 -5.618 .000 a. Dependent Variable: OCB

Untuk menguji hipotesis 3a, 3b, 3c, 3d akan dilihat dari nilai t untuk masing-masing aspek kohesivitas kelompok. Jika -t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel maka H0 diterima, namun jika –t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel maka H0 ditolak. Nilai t tabel untuk signifikansi 0.05 dengan df = 369 adalah 1.96. Berdasarkan hal tersebut, maka hipotesis 3a yakni terdapat pengaruh aspek group integration task terhadap organizational citizenship behavior tidak terbukti karena nilai t hitung (0.065) < t tabel (1.96). Selanjutnya untuk hipotesis 3b yakni terdapat pengaruh aspek group integration social terhadap organizational citizenship behavior terbukti karena nilai t hitung (6.650) > t tabel (1.96). Untuk hipotesis 3c yakni terdapat pengaruh aspek individual attraction to group task

terhadap organizational citizenship behavior terbukti karena t hitung (13.696) > t tabel (1.96), dan untuk hipotesis 3d yakni terdapat pengaruh aspek individual attraction to group social terhadap organizational citizenship behavior terbukti karena –t hitung (-5.618) < -t tabel (-1.96).

Selanjutnya untuk mengetahui kontribusi aspek group integration social, aspek individual attraction to group task dan aspek individual attraction to group social terhadap organizational citizenship behavior dilakukan analisa regresi berganda dengan metode stepwise. Hasil analisa regresi berganda dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 36

Hasil Uji Regresi Aspek Kohesivitas Kelompok dengan Organizational Citizenship Behavior Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .361a .130 .128 3.510 2 .419b .176 .171 3.421 3 .720c .518 .514 2.619

a. Predictors: (Constant), IndividualToGroupTask b. Predictors: (Constant), IndividualToGroupTask, GroupIntegrationSocial

c. Predictors: (Constant), IndividualToGroupTask, GroupIntegrationSocial, IndividualToGroupSocial

Berdasarkan tabel 36, terlihat bahwa nilai R sebesar 0.361 untuk korelasi antara aspek individual attraction to group task dengan organizational citizenship behavior. Nilai tersebut menunjukkan hubungan yang cukup kuat. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.130 berarti variabel organizational citizenship behavior dipengaruhi oleh aspek individual attraction to group task sebesar 13% dan sisanya sebesar 87% dipengaruhi oleh faktor lain selain aspek individual attraction to group task.

Nilai R sebesar 0.419 untuk korelasi antara aspek individual attraction to group task dan group integration social dengan organizational citizenship behavior. Nilai tersebut menunjukkan hubungan yang cukup kuat. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.176 berarti variabel organizational citizenship behavior dipengaruhi oleh aspek individual attraction to group task dan group integration social sebesar 17.6% dan sisanya sebesar 82.4% dipengaruhi oleh faktor lain selain aspek individual attraction to group task dan group integration social.

Nilai R sebesar 0.720 untuk korelasi antara aspek individual attraction to group task, group integration social dan individual attraction to group social

dengan organizational citizenship behavior. Nilai tersebut menunjukkan hubungan yang kuat. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.518 berarti variabel organizational citizenship behavior dipengaruhi oleh aspek individual attraction to group task, group integration social dan individual attraction to group social sebesar 51.8% dan sisanya sebesar 48.2% dipengaruhi oleh faktor lain selain aspek individual attraction to group task, group integration social dan

individual attraction to group social.

Tabel 37 Coefficients Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficient s t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 67.616 1.813 37.291 .000 GroupIntegrationS ocial 2.854 .168 3.163 16.989 .000 IndividualToGroup Task .709 .052 .544 13.717 .000 IndividualToGroup Social -1.988 .123 -2.956 -16.108 .000

a. Dependent Variable: OCB

Dari tabel 37 diperoleh persamaan Y = 67.616 + 2.854X1 + 0.709X2 – 1.988X3 Konstanta sebesar 67.616 menyatakan bahwa jika tidak ada aspek individual attraction to group task, group integration social dan individual attraction to

satuan. Koefisien regresi 2.854 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena tanda +) 1 satuan aspek group integration social akan menambah nilai

organizational citizenship behavior sebesar 2.854 satuan. Koefisien regresi 0.709 menyatakan setiap penambahan (karena tanda +) 1 satuan aspek individual attraction to group task akan menambah nilai organizational citizenship behavior

sebesar 0.709 satuan. Koefisien regresi -1.988 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena tanda -) 1 satuan aspek individual attraction to group social

akan mengurangi nilai organizational citizenship behavior sebesar 1.988 satuan. F.5. Peran Dimensi Kecerdasan Emosional dengan Organizational

Citizenship Behavior

Untuk mengetahui dimensi kecerdasan emosional yang berkontribusi terhadap organizational citizenship behavior dilakukan analisis regresi berganda metode stepwise. Untuk pengujian hipotesis minor yang ke-4 yaitu terdapat pengaruh dimensi-dimensi kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior dapat dibuktikan dengan melihat nilai signifikansi dari uji F pada tabel 38 berikut:

Tabel 38 ANOVAb Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 3276.533 5 655.307 123.802 .000a

Residual 1921.424 363 5.293

Total 5197.957 368

a. Predictors: (Constant), MemeliharaHubSosial, SelfRegulation, SelfAwareness, Motivation, Empati

Jika signifikansi <0.05 maka H0 ditolak dan jika signifikansi >0.05 maka H0 diterima. Karena nilai signifikansi pada tabel 38 sebesar 0.00 (<0.05) maka H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat pengaruh dimensi kecerdasan emosional terhadap

organizational citizenship behavior.

Selanjutnya akan dilihat pengaruh masing-masing dimensi kecerdasan emosional terhadap organizational citizenship behavior untuk pengujian hipotesis minor 4a, 4b, 4c, 4d dan 4e pada tabel 39 berikut:

Tabel 39 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficient s t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 57.888 2.052 28.209 .000 SelfAwareness .523 .025 .834 20.789 .000 SelfRegulation .352 .048 .249 7.326 .000 Motivation .755 .045 .564 16.776 .000 Empati .423 .029 .629 14.674 .000 Memelihara Hub Sosial .023 .059 .012 .389 .697

a. Dependent Variable: OCB

Untuk menguji hipotesis 4a, 4b, 4c, 4d dan 4e akan dilihat dari nilai t untuk masing-masing dimensi kecerdasan emosional. Jika -t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel maka H0 diterima, namun jika –t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel maka H0 ditolak. Nilai t tabel untuk signifikansi 0.05 dengan df = 369 adalah 1.96. Berdasarkan hal tersebut, maka hipotesis 4a yakni terdapat pengaruh dimensi self awareness terhadap organizational citizenship behavior terbukti

karena nilai t hitung (20.789) > t tabel (1.96). Selanjutnya untuk hipotesis 4b yakni terdapat pengaruh dimensi self regulation terhadap organizational citizenship behavior terbukti karena nilai t hitung (7.326) > t tabel (1.96). Untuk hipotesis 4c yakni terdapat pengaruh dimensi motivation terhadap organizational citizenship behavior terbukti karena t hitung (16.776) > t tabel (1.96). Untuk hipotesis 4d yakni terdapat pengaruh dimensi empati terhadap organizational citizenship behavior terbukti karena t hitung (14.674) > t tabel (1.96), dan untuk hipotesis 4e yakni terdapat pengaruh dimensi memelihara hubungan sosial terhadap organizational citizenship behavior tidak terbukti karena t hitung (0.389) < t tabel (1.96).

Selanjutnya untuk mengetahui kontribusi dimensi self awareness, self regulation, motivation dan empati terhadap organizational citizenship behavior

dilakukan analisa regresi berganda dengan metode stepwise. Hasil analisa regresi berganda dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 40

Hasil Uji Regresi Dimensi Kecerdasan Emosional terhadap Organizational Citizenship Behavior Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .458a .210 .208 3.345 2 .635b .403 .399 2.913 3 .759c .576 .572 2.458 4 .794d .630 .626 2.298

a. Predictors: (Constant), SelfAwareness

b. Predictors: (Constant), SelfAwareness, Motivation c. Predictors: (Constant), SelfAwareness, Motivation, Empati

Berdasarkan tabel 40, terlihat bahwa nilai R sebesar 0.458 untuk korelasi antara dimensi self awareness dengan organizational citizenship behavior. Nilai tersebut menunjukkan hubungan yang cukup kuat. Nilai koefisien determinasi (R

Square) sebesar 0.210 berarti variabel organizational citizenship behavior

dipengaruhi oleh dimensi self awareness sebesar 21% dan sisanya sebesar 79% dipengaruhi oleh faktor lain selain dimensi self awareness.

Nilai R sebesar 0.635 untuk korelasi antara dimensi self awareness dan

motivation dengan organizational citizenship behavior. Nilai tersebut menunjukkan hubungan yang kuat. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.403 berarti variabel organizational citizenship behavior dipengaruhi oleh dimensi self awareness dan motivation sebesar 40.3% dan sisanya sebesar 59.7% dipengaruhi oleh faktor lain selain self awareness dan motivation.

Nilai R sebesar 0.759 untuk korelasi dimensi self awareness, motivation dan empati dengan organizational citizenship behavior. Nilai tersebut menunjukkan hubungan yang sangat kuat. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.576 berarti variabel organizational citizenship behavior dipengaruhi oleh dimensi self awareness, motivation dan empati sebesar 57.6% dan sisanya sebesar 42.4% dipengaruhi oleh faktor lain self awareness, motivation dan empati.

Nilai R sebesar 0.794 untuk korelasi dimensi self awareness, motivation, empati dan self regulation dengan organizational citizenship behavior. Nilai tersebut menunjukkan hubungan yang sangat kuat. Nilai koefisien determinasi (R

Square) sebesar 0.630 berarti variabel organizational citizenship behavior

sebesar 63% dan sisanya sebesar 27% dipengaruhi oleh faktor lain self awareness,

motivation,empati, dan self regulation.

Tabel 41 Coefficients Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 58.183 1.905 30.546 .000 SelfAwareness .523 .025 .834 20.810 .000 SelfRegulation .351 .048 .249 7.326 .000 Motivation .754 .045 .563 16.803 .000 Empati .422 .029 .627 14.700 .000

a. Dependent Variable: OCB

Persamaan Y = 58.183 + 0.523X1 + 0.351X2 + 0.754X3 + 0.422X4, menunjukkan konstanta sebesar 58.183 menyatakan bahwa jika tidak ada dimensi

self awareness, self regulation, motivation dan empati maka organizational citizenship behavior nilainya sebesar 58.183 satuan. Koefisien regresi 0.523 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena tanda +) 1 satuan dimensi self awareness akan menambah nilai organizational citizenship behavior sebesar 0.523 satuan. Koefisien regresi 0.351 menyatakan setiap penambahan (karena tanda +) 1 satuan dimensi self regulation akan menambah nilai organizational citizenship behavior sebesar 0.351 satuan. Koefisien regresi 0.754 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena tanda +) 1 satuan dimensi motivation akan menambah nilai organizational citizenship behavior sebesar 0.351 satuan. Koefisien regresi 0.422 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena tanda +) 1

satuan dimensi empati akan menambah nilai organizational citizenship behavior

sebesar 0.422 satuan.

Dokumen terkait