• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Hasil dan Pembahasan

1. Hasil Penelitian

Hasil penelitian yang diperoleh dari Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Sungguminasa yaitu berupa sebagai berikut:

a. Jumlah WPOP yang melakukan Kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terdaftar Wajib SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun 2016-2019 pada KP2KP Sungguminasa.

No. Tahun Jumlah WP OP UMKM

Terdaftar Wajib SPT Tahunan PPh

1. 2016 2.952

2. 2017 5.042

3. 2018 7.876

4. 2019 12.286

Sumber: Staf Pengolah Data (2020)

Tabel 4.4. Jumlah Wajib Pajak Orang pribadi yang melakukan kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Terdaftar Wajib SPT

Tahunan Pajak penghasilan Tahun 2016-2019

Sumber data yang didapatkan pada Tabel 4.4 di atas dapat diketahui jumlah Wajib Pajak UMKM yang terdaftar untuk wajib SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun 2016 berjumlah 2.952 Wajib Pajak, tahun 2017 meningkat sebanyak 5.042 Wajib Pajak tahun 2018 meningkat sebanyak 7.876 Wajib Pajak dan tahun 2019 naik menjadi 12.286 Wajib Pajak.

Jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM terdaftar Wajib SPT Tahunan Pajak Penghasilan pada tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami peningkatan sebanyak 2.090 Wajib Pajak atau 70.8% dari jumlah Wajib

Pajak Orang Pribadi UMKM terdaftar Wajib SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun 2016, pada tahun 2017 ke tahun 2018 mengalami peningkatan sebanyak 2.774 Wajib Pajak atau 55.01% dari jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM terdaftar Wajib SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun 2017, sedangkan tahun 2018 ke tahun 2019 mengalami kenaikan sejumlah 4.410 Wajib Pajak atau 55.99% dari jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM terdaftar Wajib SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun 2018.

b. Jumlah WPOP yang melakukan Kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun 2016-2019 tepat waktu pada KP2KP Sungguminasa.

No. Tahun Jumlah WP OP UMKM Lapor

SPT Tahunan PPh Tepat Waktu

1. 2016 1.317

2. 2017 2.359

3. 2018 4.744

4. 2019 2.909

Sumber: Staf Pengolah Data (2020)

Tabel 4.5. Jumlah Wajib Pajak Orang pribadi yang melakukan kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang melaporkan SPT

Tahunan Pajak penghasilan Tahun 2016-2019

Dari tabel 1.4 maka dapat disimpulkan bahwa jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang melaporkan SPT Tahunan SPT Tahunan Pajak

Penghasilan tepat waktu mengalami penurunan jika dilihat dari pertambahan jumlah wajib pajak setiap tahunnya. Pada tahun pajak 2016, sebanyak 1.317 Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM, tahun pajak 2017 2.359 Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM, tahun pajak 2018 terdapat 4.744 Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM dan tahun pajak 2019 terdapat 2.909 Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM.

Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM yang telah melakukan pelaporan SPT Tahunannya secara tepat waktu pada tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami kenaikan 1.042 Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM atau 79% dari 1.317 Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM tahun pajak 2016, sedangkan tahun 2017 ke tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 2.385 Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM atau 101.1% dari 2.359 Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM tahun pajak 2017 dan pada tahun pajak 2018 ke tahun pajak 2019 mengalami penurunan sebesar 1.835 Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM atau 38.68% dari 4.744 Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM tahun pajak 2018.

c. Hambatan yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM dalam Pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan di KP2KP Sungguminasa.

Berdasarkan hasil wawancara responden dengan bapak Zulfikar selaku Kepala Kantor KP2KP Sunggminasa dan bapak Imam selaku Staf Seksi Pelayanan kami menanyakan tentang hambatan dalam pelaporan

SPT Tahunan Wajib Pajak UMKM bahwa ada beberapa hambatan yang dialami oleh Wajib Pajak khususnya UMKM adalah Kesadaran Wajib Pajak dalam melaporkan SPT masih rendah. Ada Wajib Pajak yang kurang teliti atau kurang paham mengenai prosedur dan tata cara pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi.Turunnya tingkat kepercayaan masyarakat mengenai pajak. Adanya keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) di KP2KP Sungguminasa. Terutupnya Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Pepajakan Sungguminasa untuk melakukan pelayanan secara tatap muka. Jarak wilayah Wajib Pajak untuk ke KP2KP cukup jauh serta Terbatasnya Teknologi dan Jaringan Internet.

d. Upaya KP2KP Sungguminasa agar dapat Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM dalam pelaporan SPT Tahunan PPh.

Upaya KP2KP Sungguminasa untuk dapat meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak UMKM dalam melaporkan SPT Tahunannya dengan melakakan penyuluhan perpajakan baik secara langsung maupun tidak langsung serta dengan melakukan himbauan kepada Wajib Pajak dan adanya Sanksi Perpajakan yang dikeluaran Ditjend Pajak, Petugas pajak berusaha memberikan dan meningkatkan kepercayaan bagimasyarakat dengan cara melakukan peningkatan pelayanan secara transparan, sosialisasi, berkomunikasi dengan jujur kepada masyarakat mengenai segala hal kecuali seperti rahasia jabatan.

Seluruh petugas KP2KP Sungguminasa ikut berperan secara aktif menjadi seksi pelayanan dalam melakukan penanganan khususnya pelaporan SPT. Tetapi adanya keterbatasan Sumber Daya Manusia maka pelajar PKL membantu petugas pajak untuk melakukan pelayanan pelaporan SPT adanya pelajar PKL ini dimaksudkan untuk dapat memperlancar, efektif dan efisien, serta adanya Prioritas untuk Wajib Pajak Baru dan Lama di KP2KP Sungguminasa, adanya prioritas yang dilakukan bertujuan untuk menambah wawasan bagi Wajib Pajak Baru agar dapat memenuhi dan taat terhadap kewajiban perpajakannya.. KP2KP Sunggminasa juga menerbitkan Surat Tagihan Pajak kepada Wajib Pajak Lama agar taat dan menyampaikan SPT sesuai dengan keadaan sebenarnya, serta dalam mengatasi Jarak Wilayah, Teknologi dan Jaringan Internet Wajib Pajak Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Sungguminasa membuka pos-pos pajak di wilayah terpencil di Kabupaten Gowa yang diperuntukan bagi Wajib Pajak yang mengalami masalah pajaknya dan bisa langsung mendatangi pos pajak yang sudah disiapkan.

2. Pembahasan

a. Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM dalam Pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2016-2019 di KP2KP Sungguminasa.

No. Tahun Jumlah WP OP UMKM

Terdaftar Wajib SPT

Jumlah WPOP UMKM Lapor SPT

Tahunan PPh Tahunan PPh Tepat Waktu

1. 2016 2.952 1.317

2. 2017 5.042 2.359

3. 2018 7.876 4.744

4. 2019 12.286 2.909

Sumber: Staf Pengolaha Data (2020).

Tabel 4.6. Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM Terdaftar Wajib SPT Tahunan Pajak Penghasilan dan Wajib Pajak Orang Pribadi yang Melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tepat Waktu

Untuk dapat mengukur tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM dalam pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan maka digunakan rasio sebagai berikut:

1) Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM dalam Pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2016.

44.61%

2) Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM dalam Pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2017.

3) Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM dalam Pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2018.

4) Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM dalam Pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2019.

No. Tahun dalam pelaporan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2016 - 2019

Berdasarkan tabel 4.7, dapat dilihat bahwa tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan nya di Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Sungguminasa setiap tahunnya masih kurang serta belum terealisasi dengan baik. Keadaannya masih terjadi peningkatan serta penurunan atau fluktuatif. Tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM dalam melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 yaitu 44.61%, 46.79%, 60.23% dan 23.67%. Adanya kenaikan yang tejadi di tahun pajak 2016 ke tahun 2017 sebesar 2.18%

serta peningkatan pada tahun pajak 2017 ke tahun 2018 sebesar 13.44%, dan penurunan terjadi pada tahun pajak 2018 ke tahun 2019 sebesar 36.56%.

Agar meraih hasil tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM yang melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilannya pada tahun 2016-2019 dengan menggunakan pedoman konversi. Pedoman yang digunakan adalah:

Tabel 4.9. Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM dalam Pelaporan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2016-2019

Pada tabel di atas dapat diliahat jumlah Wajib Pajak UMKM yang melaporkan SPT tahunan pajak penghasilannya tahun pajak 2016 sebanyak 44.61%, sedangkan tahun pajak 2017 sebesar 46.79%, tahun pajak 2018 sebesar 60.23% dan tahun pajak 2019 sebesar 23.67%.

Berdasarkan pedoman di atas tingkat kepatuhan Wajib Pajak dalam melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak 2016 sampai tahun 2019 berada diantara 0-54% dengan skor standar rendah dan 55-64% dengan skor kurang.

b. Hambatan yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM dalam Pelaporan SPT Tahunan PPh di KP2KP Sungguminasa

Masih banyak Hambatan yang dialami oleh KP2KP Sungguminasa dalam pelaporan SPT Tahunan di KP2KP Sungguminasa dilihat dari hasil penelitian yang didapatkan yaitu tingkat kesadaran Wajib Pajak dalam hal melaporkan SPT Tahunannya masih belum terealisasikan dengan baik atau masih rendah, masih banyak masyarakat yang enggan enggan melakukan pelaporkan SPT Tahunannya sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan diakibatkan karena lupa dan adanya kegiatan yang dilakukan..

Bahkan ada masyarakat yang enggan untuk melaporkan SPT Tahunannya. Hal lain diakibatkan ada sebagian Wajib Pajak baru yang masih belum paham mengenai tata cara perpajakan baik itu dalam

membayar atau melaporkan pajaknya. Sebagian Wajib Pajak yang mengerti tentang pengisian dan pelaporan SPT tetapi pada saat pengisian SPT mereka kurang teliti pada menghitung jumlah pajak terutangnya dan pengisian SPTnya pun tidak diisi secara lengkap. Wajib Pajak menganggap pengisian SPT Tahunan terlalu rumit terutama bagi mereka yang kurang mengetahui kewajiban perpajakannya yang sudah ditetapkan pada undang-undang perpajakan. Penuruna juga terjadi terhadap tingkat kepercayaan Wajib Pajak terhadap fiskus pajak diakibatkan karena banyaknya kasus korupsi di Indonesia. Kasus tersebut mengakibatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Ditjen Pajak atau fiskus pajak menurun. Wajib Pajak beranggapan manfaat apa yang saya dapatkan jika membayar pajak jika uang pajak yang mereka bayarkan disalahgunakan dan tidak dimanfaatkan dengan baik. Salah satu alasan itulah, sehingga banyak masyarakat yang menghindari kewajiban perpajakannya. Terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) di KP2KP Sungguminasa, petugas pajak atau karyawan tidak sebanding dengan jumlah Wajib Pajak yang ada. Terbatasnya pegawai pajak yang ada untuk melayani Wajib Pajak menyebabkan Wajib Pajak merasa bosan dikarenakan harus menunggu antrian yang lama dan mengakibatkan mereka tidak mau melaporkan SPT Tahunannya. Selain itu, terbatasnya fiskus pajak di KP2KP Sungguminasa menyebabkan pengawasan terhadap Wajib Pajak kurang maksimal karena jumlah Wajib Pajak yang ada setiap tahunnya meningkat. Terutupnya Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Pepajakan Sungguminasa untuk melakukan pelayanan secara tatap muka, pemberhentian pelayanan

pajak tatap muka secara langsung di KP2KP Sungguminasa pada tanggal 16 Maret sampai dengan 14 Juni 2019 dikarenakan adanya Pandemi Covid-19. Ditutupnya KP2KP ini mengakibatkan banyak Wajib Pajak Orang Pribadi khususnya UMKM tidak melaporkan SPT Tahunannya secara tepat waktu diakibatkan karena masih banyak Wajib Pajak yang belum mengetahui tata cara pelaporan SPT Tahunannya secara online menggunakan aplikasi E-SPT. Wajib Pajak Orang Pribadi UMKM masih banyak melaporkan SPT Tahunannya dengan datang langsung di Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Sungguminasa. Jarak wilayah Wajib Pajak untuk ke KP2KP cukup jauh.

karena banyak Wajib Pajak yang berdomisili di daerah pegunungan dan membutuhkan waktu yang lama ke Kantor Pajak untuk melaporkan SPT Tahunannya. Terbatasnya Teknologi dan Jaringan Internet, KP2KP sudah membuka fasilitas pelaporan SPT Tahunan secara online tetapi masih banyak Wajib Pajak yang tidak memiliki akses Internet yang memadai sehingga Wajib Pajak terlambat melaporkan SPT Tahunannya.

Penelitian yang dilakukan Edy dan Riyanti di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Penjaringan memiliki hambatan yang sama dengan KP2KP Sungguminasa dalam pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi (UMKM), yaitu ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan publik, pembangunan infrastruktur yang tidak merata dan banyaknya kasus korupsi yang dilakukan pejabat tinggi yang mengakibatkan masyarakat (Wajib Pajak) sudah tidak percaya dengan pajak yang mengakibatkan mereka enggan membayar pajak dan melaporkan SPT Tahunannya.

c. Upaya KP2KP Sungguminasa untuk Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dalam Pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan.

1) Agar Pemahaman Wajib Pajak untuk melaporkan SPT Tahunannya meningkat, dilakukan upaya untuk melakukan penyuluhan mengenai tata cara perpajakan dengan baik dan benar bagi Wajib Pajak yang statusnya masih Baru dengan melakukan menambah pemahaman mengenai pajak sehingga Wajib Pajak dapat memenuhi kewajiban perpajakan sesuai aturan yang ada. Melakukan penyuluhan bagi Wajib Pajak yang bertujuan agar Wajib Pajak mengetahui apa saja kewajiban perpajakannya yang mereka harus laksanakan sehingga mereka akan sadar dan peduli mengenai pajak. Penyuluhan ini dilakukan secara langsung dan secara massal dengan cara petugas pajak atau fiskus pajak mendatangi Wajib Pajak di dinas atau pada lembaga tertentu. Sebelum melakukan penyuluhan petugas pajak mengirimkan surat penawaran untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Penyuluhan pajak ini dilakukan dengan cara Petugas pajak memberikan arahan secara detail bagi Wajib Pajak dengan menyajikan materi tentang perpajakan. Selain itu, KP2KP Sungguminasa juga menyiapkan arahan petunjuk dalam bentuk buku yang telah disiapak untuk mempermudah pengisian SPT dan Wajib Pajak dapat datang langsung ke Kantor Pajak jika belum mengetahui mengenai pengisian SPT Tahunan. Tugas ini dilakukan oleh Staf Konsultasi perpajakan dengan cara memberikan arahan sesuai permasalahan yang dikonsultasikan oleh Wajib Pajak. Staf Konsultasi Perpajakan memiliki

berkewajiban untuk memberikan bimbingan atau konsultasi dan melakukan pengawasan terhadap kewajiban perpajakan.

Bukan hanya penyuluhan secara langsung yang diberikan tetapi KP2KP Sungguminasa juga melakuakan Penyuluhan secara tidak langsung yang dilakukan dengan cara membuat iklan mengenai perpajakan pada media cetak ataupun elektronik baik secara online maupun offline seperti pemasangan baliho, spanduk, dsb. Dengan cara ini diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan lebih mudah mendapatkan informasi mengenai perpajakan, salah satunya seperti dapat melakukan pelaporan SPT Tahunannya sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Melakukan sosialisasi perpajakan diharapkan dapat menambah wawasan Wajib Pajak untuk mengetahui kewajiban perpajakannya dan tidak memandang negatif lagi mengenai pajak ataupun fiskus pajak.

KP2KP juga memberikan teguran bagi Wajib Pajak, jika mendapatkan ketidakbenaran atau Wajib Pajak tidak sesuai dalam hal mengisi dan melaporkan SPT Tahunannya dengan melihat data yang falid di kantor pajak, maka KP2KP Sungguminasa akan membuat surat teguran bagi Wajib Pajak untuk menunjukkan serta meminta penjelasan karena adanya dugaan belum terpenuhinya kewajiban perpajakan sesuai denganperaturat perpajakan yang ada. Setelah itu, memberitahu kepada Wajib Pajak untuk segera melakukan Pelaporan dan melakukan pembetulan SPT Tahunannya.. Serta diberlakukannya sanksi perpajakan KP2KP Sungguminasa menerbitkan surat himbauan kepada Wajib Pajak yang tidak melakukan pelaporan SPT Tahuanan sesuai waktu yang telah

ditentukan. Jika surat yang telah dikirim belum dilpenuhi maka Wajib Pajak akan dikenakan hukuman berupa sanksi perpajakan berupa denda.

2) Memberikan serta melakukan peningkatan kepercayaan kepada masyarakat terhadap fiskus pajak

Petugas pajak memberikan arahan berupa penjelasan mengenai uang yang disetor Wajib Pajak dan dibayarkan melalui bank atau pos dengan menggunakan kode e-billing terlebih dahulu yang diambil dari Kantor Pajak dan tidak diterima langsung oleh petugas pajak tetapi langsung masuk ke dalam kas negara sehingga masyarakat mengetahui jika uang pajak yang dibayarkan tidak disalahgunakan oleh petugas pajak. Dengan memberikan arahan seperti ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pajak.

3) Untuk mengatasi terbatasnya Sumber Daya Manusia maka KP2KP Sungguminasa maka dilakuakan adanya kontribusi dari pelajar yang melakukan Praktik Lapangan Kerja untuk membantu menangani Wajib Pajak yang ingin melakukan pelaporan SPT Tahunan dan seluruh petugas pajak ikut berperan menjadi seksi pelayanan bagi Wajib Pajak yang ingin melaporkan SPT Tahunannya. Cara ini dilakukan untuk mewujudkan pelayanan secara cepat, efektif serta efisien sehingga Wajib Pajak tidak membutuhkan waktu yang lama untuk antri dan kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Petugas pajak KP2KP Sungguminasa juga menjelaskan secara detail bagi Wajib Pajak Baru untuk menambah wawasan mengenai perpajakan sehingga Wajib Pajak ini mampu

memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.

4) Untuk mengatasi Jarak Wilayah, Teknologi dan Jaringan Internet Wajib Pajak

Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Sungguminasa membuka pos-pos pajak di wilayah terpencil di Kabupaten Gowa yang diperuntukan bagi Wajib Pajak yang mengalami masalah pajaknya dan bisa langsung mendatangi pos pajak yang sudah disiapkan.

Upaya-upaya yang dilakukan Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Sungguminasa dalam meningkatkan Pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi (UMKM) juga dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Penjaringan (Edy dan Riyanti, 2017) yaitu dengan melakukan sosialisasi perpajakan, meningkatkan citra kepemerintahan khususnya masalah perpajakan yaitu dengan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pajak serta melakukan sistem Drop box.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil dan pembahasan penelitian yang telah disajikan pada bab bab yang tertera, maka dapat sisimpulkan sebagai berikut:

1. Tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan di Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Sungguminasa Tahun Pajak 2016 sampai dengan 2019 adalah 44.61%, 46.79%, 60.23% dan 23.67% yang menunjukkan bahwa fluktuatif, peningkatan terjadi pada tahun pajak 2016 ke tahun pajak 2017 sebesar 2.18%

dan tahun pajak 2017 ke tahun pajak 2018 sebesar 13.44%, sedangkan penurunan terjadi pada tahun pajak 2018 ke tahun pajak 2019 sebesar 36.56%.

2. Upaya yang dilakukan pihak Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Sungguminasa untuk meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiata Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan adalah

a. Dengan Memberikan penyuluhan perpajakan baik secara langsung maupun tidak langsung.

b. Dengan memberikan dan meningkatkan kepercayaan kepada masyarakat (Wajib Pajak)

Fiskus Pajak memperbaiki kualitas pelayanan, bersosialisasi atau melakukan penyuluhan serta memperbaiki komunikasi kepada Wajib Pajak dengan cara selalu jujur dan transparan mengenai perpajakan kecuali rahasia jabatan.

c. Partisipasi dari pelajar Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan tingkat prioritas bagi Wajib Pajak. Wajib Pajak dapat melaporkan SPT Tahunannya melalui, e-filling pada website Direktorat Jendral Pajak (www.pajak.go.id) jika tidak sempat untuk mendatangi kantor pajak.

B. Saran

Berikut saran peneliti yang dapat ditarik dengan melihat kesimpulan di atas, yaitu:

1. Melakukan peningkatan untuk melakukan penyuluhan ataupun sosialisasi kepada Wajib Pajak UMKM yang masih minim atau belum mengerti mengenai kewajiban perpajakannya. Sehingga, mereka dapat memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan peraturan yang ada.

2. Melakukan pengawasan secara ketat terhadap Wajib Pajak dan Fiskus Pajak serta meningkatkan rasa kepercayaan masyarakat mengenai pajak. Sehingga, pembayaran dan pelaporan Wajib Pajak dilakukan secara tepat waktu.

3. Meningkatkan kinerja Fiskus pajak dengan cara menambah Sumber Daya Manusia di KP2KP Sungguminasa. Sehingga petugas pajak berbanding lurus dengan jumlah Wajib Pajak yang ada.

Dokumen terkait