KELAS VIII A SMP NEGERI 5 BATANG”
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Deskripsi Objek Penelitian
SMP Negeri 5 Batang beralamatkan di Jl. RE. Martadinata No. 138
Batang. Sekolah tersebut merupakan sekolah menengah pertama yang
mempunyai 20 kelas. Kelas VII ada 8 kelas. Kelas VIII ada 6 kelas. Kelas IX
ada 6 kelas. Objek dalam penelitian ini adalah kelas VIII A semester 2 tahun
ajaran 2012/2013 yang berjumlah 40 siswa.
4.1.2 Deskripsi Kondisi Awal (Sebelum Ada Perlakuan)
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan untuk dapat meningkatkan
aktivitas dan hasil belajar permasalahan tenaga kerja Indonesia pada siswa
kelas VIII A SMP Negeri 5 Batang dengan menggunakan model
pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Untuk mengukur hasil
belajar siswa sebelum tindakan (pratindakan) dilakukan pretest terhadap
subjek penelitian yaitu kelas VIII A , yaitu pada tanggal 2 April 2013.
Peneliti memberikan pretest sejumlah 20 butir soal kepada siswa kelas
VIII A untuk dikerjakan. Dua puluh (20) soal tersebut merupakan soal yang
diambil dari materi permasalahan tenaga kerja Indonesia.
Adapun data nilai hasil pretest yang diperoleh siswa kelas VIII A
tersebut secara ringkas dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah ini, sedangkan
hasilnya secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel 4.1
Tabel 4.1
Hasil Nilai Pretest Siswa
Nilai Jumlah siswa Persentase
90 – 100 0 0.00% 80 – 89 2 5.00% 70 – 79 14 35.00% 60 – 69 5 12.50% 50 – 59 11 27.50% Dibawah 50 8 20.00% Jumlah 40 100% Nilai Tertinggi 85 Nilai Terendah 40 Nilai Rata-Rata Kelas 60,75 % ketuntasan klasikal 42,5%
Sumber: Data Penelitian 2013 (Lampiran 41 halaman 231)
Dari hasil tes awal pada table 4.1 diatas, diketahui bahwa dari 40
siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Batang sebanyak 17 siswa atau 42,50%
yang sudah mencapai batas nilai batas ketuntasan belajan IPS yang
ditargetkan, yaitu 65 sedangkan yang belum mencapai tingkat ketuntasan
sebanyak 23 siswa atau 57,50%. Hal ini mengindikasikan akan kemampuan
pemahaman siswa yang masih rendah. Jika ditinjau dari nilai rata-ratanya,
diperoleh rata-rata nilai awal adalah sebesar 60,75 dengan nilai maksimal
sebesar 85 dan nilai terendah sebesar 40. Hal ini berarti bahwa hasil belajar
siswa pada mata pelajaran IPS siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Batang
Oleh karena itu, perlu menghadirkan sesuatu yang baru dalam hal ini
adalah model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan hasil
belajar dan meningkatkan kualitas pengajaran. Karena siswa akan
memperoleh sesuatu yang baru dan berbeda di dalam proses belajar mengajar,
sehingga menimbulkan minat belajar pada siswa dan dapat meningkatkan
hasil belajarnya. Salah satu model pembelajaran yang sesuai untuk digunakan
pada materi permasalahan tenaga kerja Indonesia kelas VIII A adalah
menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). dengan
menggunakan model ini siswa diharapkan dapat lebih aktif dan memahami
materi yang dipelajari. penggunaan model ini juga diharapkan dapat membuat
pengajaran lebih efektif atau meningkatkan kualitas pengajaran dan
meningkatkan hasil belajar siswa sehingga tercapai tujuan pembelajaran.
Adapaun hasil yang diperoleh dari penerapan model pembelajaran
Numbered Head Together (NHT) tersebut dipaparkan dalam uraian hasil
penelitian berikut ini.
4.1.3 Hasil Penelitian Siklus I
Pelaksanaan siklus I metode model pembelajaran Numbered head
together (NHT) dilakukan dalam pembelajaran IPS siswa kelas VIII A di
SMP Negeri 5 Batang. Pelaksanaan siklus I dilaksanakan pada tanggal 6
April 2013 dan pertemuan kedua pada tanggal 16 April 2013. Pada penelitian
ini pembelajaran dengan model pembelajaran Numbered head together
(NHT) dilakukan pada materi permasalahan tenaga kerja di Indonesia.
1. Perencanaan
Tahap perencanaan meliputi penyusunan instrumen seperti rencana
pelaksanaan pembelajaran, persiapan materi dalam slidepower point, soal,
materi diskusi, menyiapkan sarana untuk dokumentasi, pencatatan
kegiatan mengajar dan fasilitas lain, Mempersiapkan lembar observasi
untuk mengamati situasi dan kondisi kegiatan belajar mengajar.
2. Pelaksanaan
Proses pembelajaran pada pertemuan pertama dimulai dengan guru
menyampaikan materi permasalahan tenaga kerja di Indonesia dengan
bantuan media power point. Materi yang disampaikan guru hanya sebagian
besarnya saja, karena proses pembelajaran bukan berpusat pada guru akan
tetapi pada siswa. Siswa harus berpikir aktif dan kreatif dalam belajar
karena itu siswa harus dibiasakan untuk mengerjakan tugas baik secara
individu maupun bekerja sama dalam kelompok. Siswa dapat saling
membantu antara anggota kelompok apabila masih ada yang merasa
kesulitan. Melalui tugas tersebut siswa akan mulai berpikir logis, menggali
informasi dan belajar menyampaikan gagasannya.
Proses pembelajaran dilanjutkan dengan pembagian kelompok siswa
menjadi 8 kelompok dengan jumlah setiap kelompoknya 5 siswa.
pembenukan kelompok berdasarkan tingkat kemampuan siswa, dalam satu
kelompok terdiri dari anggota yang bervariatif mulai dari yang pintar,
sedang dan yang kurang pintar. Masing-masing anggota kelompok
diberikan nomor yang merupakan ciri khas dari model pembelajaran NHT.
soal yang diberikan oleh guru yang sebelumnya telah didiskusikan dengan
anggota kelompok. Proses diskusi dilaksanakan dengan saling membantu
antara anggota kelompok untuk memastikan semua anggota kelompok
memahami jawaban dari tugas yang diberikan oleh guru. Salah satu nomor
anggota pada suatu kelompok ditunjuk oleh guru untuk menjawab
pertanyaan dilanjutkan dengan siswa dari kelompok lain dengan nomor
anggota yang sama menanggapi jawaban temannya.
Pertemuan kedua dilaksanakan dengan melanjutkan proses
pembelajaran pada pertemuan pertama dengan proses pembelajaran yang
sama pada pertemuan pertama, setelah itu guru memberikan tes individu
untuk mengukur sejauh mana siswa memahami materi yang telah
disampaikan. Selama proses belajar mengajar ini berlangsung penulis
mengamati kegiatan guru dan siswa.
3. Pengamatan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah pengamatan terhadap
aktifitas guru dan siswa selama proses pembelajaran. aspek yang diamati
dari guru adalah kinerja guru dalam menyampaikan materi permasalahan
tenaga kerja di Indonesia menggunakan model pembelajaran NHT.
Sedangkan lembar observasi siswa adalah aktivitas afektif dan aktifitas
psikomotorik.
Penelitian tindakan kelas dilakukan dengan menggunakan 3 ukuran
yaitu keterampilan guru, aktivitas siswa dan kemampuan siswa.
saat pembelajaran dilakukan sedangkan kemampuan siswa diukur dengan
nilai test yang diperoleh pada akhir pembelajaran. Berikut adalah hasil
penelitian mengenai pelaksanaan Siklus I.
adapun hasil observasi tersebut pada siklus I ini adalah sebagai
berikut: