• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Pada bab ini diuraikan hasil penelitian dan pembahasan penelitian mengenai hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu dalam kunjungan kehamilan di Klinik Bersalin Niar. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret - April tahun 2015 dengan jumlah responden sebanyak 48 ibu.

Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu dalam kunjungan kehamilan, peneliti menggunakan kuesioner yang berisikan sepuluh pertanyaan mengenai dukungan keluarga dukungan keluarga dan kepatuhan ibu dilihat dari segi jumlah kunjungan ibu selama kehamilan:

1. Analisis Univariat

a. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Data Demografi Responden Tabel 5.1

Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik Ibu Di Klinik Bersalin Niar Tahun 2015

Karakteristik Responden F (%) Pendidikan SD SMP SMA PT 8 20 11 9 16,6 41,1 22,9 8,8 Jumlah 48 100 Paritas F (%) Primipara Multipara Garnde Multipara 14 28 6 29,1 58,3 12,6 Jumlah 48 100

Penelitian karakteristik responden pendidikan. Berdasarkan tabel 5.1. dapat digambarkan bahwa mayoritas responden yang berpendidikan SMP sebesar 20 orang (41,7%), dan minoritas responden yang berpendidikan SD yaitu sebesar 8 orang (16,6%). Karakteristik responden berdasarkan paritas dapat digambarkan bahwa mayoritas responden multipara sebesar 28 orang (58,3%), dan minoritas responden grande multipara yaitu sebesar 6 orang (12,6%).

2. Dukungan Keluarga tentang Item Jawaban Responden

Tabel 5.2

Distribusi Frekuensi Responden Terhadap Dukungan Keluarga Dalam Kunjungan Kehamilan Berdasarkan Butir Item Kuesioner di

Klinik Bersalin Niar Tahun2015

No Pernyataan Ya Tidak f % f % 1. Suami selalu memberikan jalan keluar terhadap 25 52 23 48

permasalahan seputar kehamilan

2. Suami dan orang tua bersedia mengantarkan 20 41,6 28 5 8,4 saya ke klinik/RS

3. keluarga selalu menemani saya pada saat 31 64,5 17 35,5 pemeriksaan kehamilan

4. Keluarga mau memaklumi dan 28 58,4 20 41,6 menggantikan pekerjaan rumah

5. Keluarga selalu mengusahakan dana 30 62,5 18 37,5 untuk keperluan kehamilan ini

6. Keluarga saya selalu mengingatkan 31 64,5 17 35,5 saya tentang kunjungan ulang

7. Keluarga saya selalu mendukung saya 27 56,2 21 43,8 memeriksa kehamilan saya

8. Keluarga saya selalu hawatir dan cemas 30 62,5 18 37,5 jika saya pergi memeriksa kehamilan sendiri

9.Saya selalu diberi izin keluar rumah 18 37,5 30 62,5 untuk memeriksakan kehamilan

10. Keluarga saya selalu menjaga kesehatan 25 52 23 48 saya dan bayi saya dalam kehamilan ini

Berdasarkan table 5.2 Pada penelitian ini mencakup hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu dalam kunjungan kehamilan. Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas jawaban responden tentang dukungan keluarga dalam kunjungan kehamilan menjawab ya adalah pertanyaan no 3 dan 6 sebesar 31 orang (64,5%),dan minoritas jawaban no 9 sebesar 18 orang (37,5%)

3. Dukungan Keluarga

Tabel 5.3

Distribusi Frekuensi Responden Menurut Dukungan Keluarga Dalam Kunjungan Kehamilan Di Klinik Bersalin Niar

Tahun 2015

Dukungan Keluarga F %

Mendukung 27 56,2

Tidak Mendukung 21 43,8

Jumlah 48 100

Berdasarkan tabel 5.3 menunjukkan bahwa mayoritas responden yang mendapat dukungan keluarga sebesar 27 orang (56,2%), dan minoritas responden tidak mendapat dukungan sebesar 21 orang 43,8%).

Tabel 5.4

Distribusi Frekuensi Responden Menurut Dukungan Keluarga Brdasarkan Pendidikan Dalam Kunjungan

Di Klinik Bersalin Niar

Pendidikan Dukungan Keluarga

Total Mendukun g Tidak Mendukung F % F % F % SD 7 14,5 1 2,1 8 16,6 SMP 6 12,5 14 29,1 20 41,7 SMA 6 12,5 55 10,4 6 22,9 PT 8 16,7 1 2,1 8 18,8 Total 27 56,2 21 43,8 48 100%

Berdasarkan Tabel 5.4 Diatas dari 48 responden diperoleh hasil penelitian mayoritas responden memiliki pendidikan PT yang mendukung sebanyak 8 orang orang (41,7%), dan yang tidak mendukung sebanyak 1 orang (2,1%), dan minoritas responden memiliki Pendidikan SMP yang mendukung sebanyak 6 orang (22,9%) dan yang tidak mendukung 14 orang (29,1%).

Tabel 5.5

Distribusi Frekuensi Responden Menurut Dukungan Keluarga Brdasarkan Paritas Dalam Kunjungan

Di Klinik Bersalin Niar

Paritas Dukungan Keluarga

Total Mendukung Tidak Mendukung F % F % F % Primipara 10 20,97 4 8,4 14 29,1 Multipara 15 31,3 13 27 28 25 Grande Multipara 2 4,1 4 8,4 6 12,5 Total 27 56,2 21 43,8 48 100%

Berdasarkan Tabel 5.5 Diatas dari 48 responden diperoleh hasil penelitian mayoritas responden mendukung pada paritas multipara sebanyak 15 orang (31,3%), dan yang tidak mendukung sebanyak 13 orang (27%), dan minoritas responden paritas garnde multipara yang mendukung sebanyak 2 orang (4,1%) dan yang tidak mendukung 4 orang (8,4%).

4. Kunjungan Kehamilan Responden

Tabel 5.6

Distribusi Fekuensi Kepatuhan Ibu Berdasarkan Kunjungan Kehamilan di Klinik Bersalin Niar Tahun 2015

Kunjungan Kehamilan F (%)

1 kali kunjungan kehamilan 2 kali kunjungan kehamilan 3 kali kunjungan kehamilan

≥ 4 kali kunjungan kehamilan

6 12 22 18 2,1 2,1 4,2 91,6 Jumlah 48 100

Berdasarkan Tabel 5.6 Diatas dari 48 responden diperoleh hasil penelitian mayoritas responden ≥ 4 kali kunjungan kehamilan sebanyak 44 orang (66,7%), dan minoritas

responden memiliki 1 kali kunjungan kehamilan sebanyak 1 orang (2,1%) . 5. Kepatuhan Ibu

Tabel 5.7

Distribusi Frekuensi Responden Menurut Kepatuhan Ibu Dalam Kunjungan Kehamilan Di Klinik Bersalin Niar

Tahun 2015

Kepatuhan Ibu F %

Patuh 18 37,5

Tidak Patuh 30 62,5

Jumlah 48 100

Berdasarkan tabel 5.7 menunjukkan bahwa mayoritas responden menurut kepatuhan ibu dalam kunjungan kehamilan mayoritas responden yang patuh sebanyak 18 orang (37,5%) dan minoritas responden yang tidak patuh sebanyak 30 orang (62,5%).

Tabel 5.8

Distribusi Frekuensi Responden Menurut Kepatuhan Ibu Berdasarkan Pendidikan Dalam Kunjungan Di Klinik Bersalin Niar

Pendidikan Kepatuhan Ibu Total Patuh Tidak Patuh F % F % F % SD 2 4,2 6 12,5 8 16,7 SMP 6 12,5 14 29,1 20 41,6 SMA 5 10,4 6 12,5 11 22,9 PT 5 10,4 4 8,4 9 18,8 Total 18 37,5 30 62,5 48 100%

Berdasarkan Tabel 5.8 Diatas dari 48 responden diperoleh hasil penelitian mayoritas responden pendidikan SMP yang patuh sebanyak 6 orang (12,5%), tidak patuh sebanyak 14 orang (29,1%), dan minoritas responden pendidikan SD yang patuh sebanyak 2 orang (4,2%), tidak patuh sebanyak 6 orang (12,5%).

Tabel 5.9

Distribusi Frekuensi Responden Menurut Kepatuhan Ibu Berdasarkan Paritas Dalam Kunjungan Kehamilan Di Klinik Bersalin Niar

Tahun 2015

Paritas Kepatuhan Ibu

Total Patuh Tidak Patuh F % F % F % Primipara 8 16,6 6 12,5 14 17,2 Multipara 8 16,7 20 41,6 28 58,2 Grande Multipara 2 4,2 4 8,4 2 12,6 Total 18 37,5 30 62,5 48 100%

Berdasarkan Tabel 5.9 Diatas dari 48 responden diperoleh hasil penelitian mayoritas responden paritas Primipara yang patuh sebanyak 8 orang (16,6%), dan yang tidak patuh sebanyak 6 orang (12,5%), dan minoritas responden memiliki

paritas garnde multipara yang patuh sebanyak 2 orang (4,2%) dan yang tidak patuh sebanyak 4 orang (8,4%)

6. Analisis Bivariat

Tabel 5.10

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Kunjungan Kehamilan Di Klinik Bersalin Niar

Tahun 2015 Kepatuhan Ibu

Dukungan Patuh Tidak Patuh Total % p value F % F % F % Tidak Mendukung 21 43,8 0 0 21 43,8 0,001 Mendukung 9 18,7 18 37,5 27 56,2 Jumlah 30 62,5 18 37,5 48 100

Analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square yang digunakan untuk mencari kekuatan hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan ibu dalam kunjungan kehamilan. Berdasarkan Dari hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,001 maka dapat disimpulkan ada hubungan signifikan dukungan keluarga dan kepatuhan ibu dalam kunjungan kehamilan

B. Pembahasan

Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa dari 48 responden, dijumpai mayoritas responden yang mendapat dukungan keluarga sebesar 27 orang (56,2%), dan minoritas responden tidak mendapat dukungan sebesar 21 orang (43,8%).

1. Kepatuhan Ibu Dalam Kunjungan Kehamilan

Berdasarkan tabel 5.7 data distribusi frekuensi kepatuhan ibumenunjukkan bahwa mayoritas responden menurut kepatuhan ibu dalam kunjungan kehamilan mayoritas responden yang patuh sebanyak 18 orang (37,5%) dan minoritas responden yang tidak patuh sebanyak 30 orang (62,5%).

Pada tabel 5.8 terlihat bahwa kepatuhan responden mayoritas tersebar pada latar belakang pendidikan SMP sebanyak 6 orang (12,5%) dan minoritas pendidikan SD sebanyak 2 orang (4,2%). Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah pendidikan seseorang dapat memperkecil kepatuhannya dalam pemeriksaan kesehatan, dalam hal ini yakni kunjungan kehamilan, dikarenakan rendahnya pendidikan dapat mempengaruhi pengetahuan dan pemahaman seseorang mengenai kesehatan.

Kepatuhan ibu terhadap pemeriksaan kehamilan berdasarkan paritas dijelaskan oleh tabel 5.9, yakni kepatuhan tertinggi tersebar pada primipara sebanyak 6 orang (16,6%) dan minoritas pada grande multipara 2 orang (4,2%). Hal ini disebabkan oleh pada paritas primipara cenderung lebih membutuhkan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, termasuk bidan, terkait pengalaman mengenai kehamilan yang masih awam pada kelompok responden ini. Pada kehamilan pertama cenderung timbul rasa kuatir yang lebih tinggi. Sebaliknya pada multipara pemeriksaan ANC kadang kala dapat diabaikan apabila kondisi kehamilan tidak menemui gangguan atau keluhan, karena ibu sudah lebih berpengalaman menghadapi kehamilan dan persalinan.

Dalam hal kesehatan, kepatuhan seseorang terhadap konseling salah satunya dipengaruhi oleh pemahaman terhadap instruksi atau konseling yang diberikan (Ley dan Spelman, 1967. Kesalahpahaman mengenai insturkis dapat juga disebabkan oleh kegagalan profesional kesalahan dalam memberikan informasi lengkap, penggunaan istilah-istilah medis dan memberikan banyak instruksi yang harus di ingat oleh

penderita, dan tidak semata-mata oleh tingkat pendidikan dan karakter individu (Suparyanto, 2010). Dengan demikian maka dalam memberikan konseling ANC, seorang bidan diharapkan mampu memberikan konseling dan instruksi yang jelas kepada pasien/klien sehingga ibu lebih patuh di dalam melakukan pemeriksaan kehamilannya.

2. Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Ibu dalam Kunjungan Kehamilan

Pada tabel 5.10 terlihat bahwa dukungan keluarga mempengaruhi kepatuhan ibu dalam kunjungan kehamilan dengan hasil chi square yakni p = 0,001 (p<0,05). maka dapat disimpulkan ada hubungan signifikan dukungan keluarga dan kepatuhan ibu dalam kunjungan kehamilan.

Hasil ini sejalan dengan penelitian Handayani (2012) yang memperoleh hasil bawasa sebagian ibu hamil yang mematuhi kunjungan kehamilan tidak memperoleh dukungan yang baik oleh keluarga. Hal ini dapat disebabkan bahwa kehamilan adalah hal yang sangat berharga bagi ibu, sehingga dukungan yang bersifat motivasi eksternal sering dapat diabaikan karena motivasi internal yang lebih dominan untuk memeriksakan kehamilannya dengan baik.

Hasil penelitian menyatakan, salah satu faktor yang mempengaruih penelitian ini adalah faktor pendidikan ibu; semakin tinggi pendidikan ibu akan mempengaruhi pemahamannya, sehingga meningkatkan kepatuhan ibu dalam melakukan kunjungan ANC. Dalam hal dukungan keluarga, peran dukungan keluarga bersifat sebagai motivator eksternal yang sangat penting dalam mencapai target kepatuhan ibu terhadap pemeriksaan kehamilan. Dukungan keluarga juga merupakan andil yang besar dalam menentukan status kesehatan ibu. Jika seluruh keluarga mengharapkan kehamilan, mendukung bahkan memperlihatkan dukungannya dalam berbagai hal,

maka ibu hamil akan merasa lebih percaya diri, lebih bahagia dan siap dalam menjalani kehamilan, persalinan dan masa nifas. Namun seorang bidann perlu membangun motivasi internal yang lebih dominan dalam diri ibu hamil sehingga dalam kondisi dukungan keluarga lemah atau minim, ibu tetap patuh dalam melakukan pemeriksaan ANC karena telah memiliki daya dorong yang kuat dari dalam diri sendiri.

Dokumen terkait