• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Pada bab 4 ini akan dijelaskan tentang hasil penelitian dan pembahasan mengenai Pemanfaatan Koleksi Picture Book (Buku Bergambar) di Taman Kanak-Kanak Tunas Mentari Tangerang Selatan yang diawali dengan observasi pada bagian pemanfaatan picture book

yang bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan kegiatan pemanfaatan koleksi picture book.

Pada bab ini juga penulis memaparkan tentang hasil wawancara penulis dengan Ibu Ratu Chaironniyyah sebagai Kepala Sekolah TK Tunas Mentari dan Ibu Nur Budhi Cahyani sebagai Wakil Kepala Sekolah. Observasi ini dilakukan kurang lebih 1 bulan sejak tanggal 10 Agustus 2015 yang di akhiri dengan wawancara kepada Ibu Diah Asternita Hakim sebagai Guru dan Staff Harian Pengurus Perpustakaan. Pada pembahasan,

penulis mencantumkan ulasan hasil penulis kemudian akan

membandingkannya dengan teori yang telah ada di bab 2, kemudian akan dicantumkan pendapat penulis mengenai hasil dan teori yang telah ada.

1. Pemanfaatan Koleksi Picture Book (Buku Bergambar) di Taman Kanak-Kanak Tunas Mentari

Pemanfaatan picture book atau buku cerita bergambar di Taman Kanak-Kanak Tunas Mentari adalah dengan adanya kegiatan pembukaan

(opening), storytelling, penutupan (closing). Adapun penjelasan dari kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:

a) Kegiatan Pembukaan (Opening)

Kegiatan pembukaan (opening) di Taman Kanak-Kanak Tunas Mentari yaitu pengenalan peserta didik sebelum memulai pelajaran di kelas dengan menggunakan buku bergambar. Kegiatan opening ini diadakan pada pagi hari pukul 08.00 sampai 09.00.

Kegiatan ini diawali dengan guru menanyakan terlebih dahulu buku apa yang sudah murid-murid baca, lalu guru tersebut mempersilahkan peserta didik untuk memilih buku yang disukainya untuk dibacakan di dalam kelas. Selain itu kegiatan ini juga mengenalkan anak-anak tentang berbagai angka-angka, huruf, lingkungan sekitar, berbagai macam bentuk yang gambar-gambarnya terdapat dalam buku. Berdasarkan wawanacara penulis dengan Ibu Nur Budhi Cahyani mengenai kegiatan opening atau pembukaan serta jenis buku yang digunakan dalam kegiatan pembukaan atau opening adalah sebagai berikut :

“kalau setiap pagi kita berikan materi ke anak yang tidak terlalu berat, seperti diajarkan menggambar, mewarnai, tapi tetap anak-anak menggambarnya berdasarkan buku yang mereka baca, bisa menggambar sederhana seperti dibuku-buku konsep, kita disini juga mengajarkan anak belajar membaca juga sebelum masuk kelas”

Buku konsep berisi mengenai warna, bentuk dan ukuran suatu benda sedangkan buku abjad atau buku alphabet adalah buku yang isinya mengenai pengenalan huruf. Manfaat dari kegiatan dengan menggunakan buku konsep berdasarkan wawancara penulis dengan Ibu Diah adalah sebagai berikut :

dengan membaca buku-buku picture book khususnya buku konsep, anak-anak dapat termotivasi untuk berkarya, seperti melipat kertas, mewarnai dan menggambar berdasarkan buku yang mereka baca

Karya dari anak-anak tersebut disimpan di perpustakaan. Sedangkan manfaat dari penggunaan buku abjad atau alphabet adalah untuk membantu anak belajar membaca. Kegiatan ini biasanya dilakukan di perpustakaan karena kegiatan ini adalah kegiatan pemanasan sebelum masuk kelas maka kegiatan ini dilakukan dengan sangat santai. Anak-anak tidak selalu harus didalam kelas, bahkan saat anak-anak sedang bermain, sedang melihat-lihat buku di perpustakaan, guru akan mecoba mengajak berdiskusi mengenai buku dengan bahasa yang ringan, ketika anak terlihat sudah tertarik ke dalam diskusi maka guru akan mengenalkannya pada buku konsep yang didalamnya banyak terdapat gambar. Sebagai contoh, ketika anak sedang di perpustakaan guru menanyakan buku apa yang sedang dicarinya atau menanyakan buku apa yang sudah dibacanya kemarin.,

“…cari buku apa nak?” atau “…kamu kemarin pinjam buku perpustakaan ya?, ceritain ke ibu dong bukunya tentang apa sih?...”

ketika anak sudah tertarik maka guru akan mengalihkannya untuk menyimak buku yang akan disampaikan oleh guru, seperti contoh : “nak, ibu punya buku ini? Ini ada angka-angkanya, eh ini amgka berapa ya?” ketika anak-anak sudah tertarik dengan buku yang disampaikan maka dengan sendirinya anak-anak akan mulai bercerita. Anak-anak juga akan termotivasi untuk meminjam buku di

perpustakaan untuk dibaca dirumah agar bisa bercerita kepada gurunya tentang buku yang sudah ia baca di rumah.

b) Kegiatan Utama (Storytelling)

TK Tunas Mentari memiliki tiga kegiatan utama yaitu storytelling atau bercerita yang dilakukan oleh guru, menceritakan kembali yang dilakukan oleh peserta didik, dan anak dipersilahkan untuk memilih buku cerita yang mereka sukai.

Storytelling atau bercerita merupakan kegiatan utama di Taman Kanak-Kanak Tunas Mentari, setiap hari guru bercerita kepada peserta didik didalam kelas. Kegiatan ini dilakukan pada pukul 09.00 sampai anak-anak beristirahat untuk makan sekitar jam 10.00. Buku yang biasa digunakan untuk storytelling berdasarkan wawancara penulis dengan Ibu Nur Budhi Cahyani adalah sebagai berikut :

guru-guru membawakan storytelling menggunakan buku yang lebih banyak gambarnya daripada kata-katanya atau yang disebut dengan wordless book tema bukunya tentang kegiatan sehari-hari seperti memakai sepatu, mengantre , dan memakai baju sendiri, lalu anak-anak ditunjuk untuk menceritakan kembali cerita yang sudah dibawakan oleh gurunya

Buku bergamabar tanpa kata atau wordless book yang digunakan pun harus mengandung tema kegiatan sehari-hari seperti buku seri “Aku Bisa Pakai Baju Sendiri”, “Aku Anak Pemberani”, “Aku Anak Sabar” dan lain-lain. Anak-anak terlihat sangat antusias ketika mendengarkan guru bercerita menggunakan buku bergambar, hal tersebut dikarenakan gambar dalam buku tersebut menarik, kaya

akan warna, dan jalan cerita yang ringan sehingga anak-anak dapat dengan mudah memahami jalan cerita yang ada dalam buku tersebut. Selain itu, penyampaian cerita oleh guru kepada anak sangat ekspresif, menarik, dan penekanan suara yang pas serta gerak tubuh yang sesuai dengan cerita.

Setelah guru menyampaikan cerita di depan kelas, anak-anak diwajibkan untuk menyampaikan kembali cerita yang telah dibacakan di depan kelas. Murid yang akan menyampaikan kembali cerita tersebut adalah murid yang paling antusias mendengarkan. Sebagai contoh, ketika penulis melakukan observasi dan mengikuti kegiatan storytelling tersebut, seorang murid TK Tunas Mentari bernama Dannis dipilih gurunya untuk menyampaikan kembali cerita dengan judul Aku Bisa Pakai Baju Sendiri, Dannis bersedia untuk menceritakan kembali cerita tersebut di depan teman-temanya, dengan sikap yang malu-malu namun dapat dengan baik menceritakan kembali cerita yang telah disampaikan oleh guru di depan teman-temannya. Tujuan dari kegiatan storytelling ini adalah memberikan motivasi kepada anak-anak agar gemar membaca, melatih anak-anak untuk berani berbicara di depan kelas, dan melatih anak-anak untuk selalu menghargai orang yang sedang berbicara di depan kelas.

Setelah kegiatan bercerita dan menceritakan kembali selesai, maka guru akan mempersilahkan peserta didik untuk

memilih buku yang mereka sukai diperpustakaan, kemudian anak-anak dapat membaca.

Manfaat diadakannya kegiatan storytelling atau bercerita menurut wawancara penulis dengan Ibu Ratu Choirunniyah adalah sebagai berikut :

menurut saya manfaat picture book itu dari segi perkembangan kognitif dapat menambah kosa kata anak, kemampuan membaca dan berhitungnya juga baik dan dari segi moral pun anak lebih disiplin karena kami ajarkan dengan menggunkan karakter yang ada didalam sebuah buku

c) Kegiatan Penutup (Closing)

Kegiatan penutup (Closing) ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kegiatan pada kegiatan pembukaan (Opening), kegiatan ini tidak selalu di lakukan di dalam kelas, kegiatan ini merupakan kegiatan pengawas kelas, Dimana yang dimaksud dengan kegiatan pengawas kelas adalah dimana guru membiasakan anak-anak membaca buku sebelum mereka dijemput oleh orang tua masing-masing. Kegiatan ini dilakukan agar anak-anak tidak bermain yang membahayakan diri mereka, seperti berlarian, bercanda yang berlebihan, dan lain-lain. Jenis buku yang digunakan berdasarkan hasil wawancara dengan penulis adalah sebagai berikut:

kalau pulang sekolah anak-anak lebih suka bermain menggunakan buku puzzle, buku pop-up, dan buku-buku mainan atau toys book

Pada awalnya kegiatan ini selalu di bimbing oleh guru namun seiring berjalannya waktu, anak-anak akan terbiasa untuk selalu

membaca buku sebelum mereka dijemput oleh orangtua masing-masing, baik membaca atau menyimak bukunya seorang diri, menceritakan isi buku tersebut menggunakan bahasa sendiri di depan guru ataupun kepada teman-temannya. Sebagai contoh, ketika penulis melakukan observasi, penulis mendapati seorang anak perempuan dari kelas Playgroup sedang menyimak buku yang didalamnya terdapat gambar binatang-binatang hutan, dan anak perempuan tersebut menceritakan isi buku tersebut dengan menggunakan bahasanya sendiri, gerak tubuh dan menirukan suara dari binatang-binatang tersebut. Manfaat diadakannya kegiatan ini adalah untuk membiasakan anak-anak mengisi waktu luang dengan hal yang positif misalnya seperti membca buku.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Ibu Diah1, mengenai efektifitas pemanfaatan picture book adalah sebagai berikut:

“Pemanfaatan picture book dalam kegiatan belajar mengajar sangat efektif karena anak lebih antusias dan sangat tertarik dengan picture book, karena picture book dapat merangsang anak untuk berani bertanya dan menstimulus rasa keingintahuan anak. Dengan adanya picture book anak lebih tertarik pada materi yang diberikan guru di kelas dan berani mengungkapkan bahasa melalui gambar”

Pemanfaatan koleksi picture book dalam kegiatan belajar mengajar sangat efektif¸ karena anak lebih antusias dan lebih tertarik dengan picture book.

1

Hasil wawancara dengan Ibu Diah Asternita Hakim pada tanggal 25 Agustus 2015

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Ibu Cahya2, mengenai kegiatan yang dilakukan dalam kaitannya dengan pemanfaatan

picture book, adalah sebagai berikut:

Disetiap pembukaan pelajaran atau opening, anak-anak dibiasakan membaca buku yang dia inginkan¸salah satunya picture book. Selain itu kegiatan utama dalam pemanfaatan picture book adalah sebagai media belajar, seperti storytelling oleh guru dan kegiatan pengaman yang dilakukan, setiap anak-anak yang sudah selesai dalam kaitannya dengan kegiatan dikelas”

Kegiatan yang berhubungan dalam pemanfaatan picture book di Taman Kanak-Kanak Tunas Mentari adalah setiap pembukaan pelajaran dimana anak-anak dibiasakan oleh guru-guru untuk membaca dan kegiatan utama dalam pemanfaatan picture book yaitu storytelling.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Ibu Cahya3 mengenai cara penyampaian informasi yang terdapat dalam picture book adalah sebagai berikut:

“Cara penyampaian informasi yang terdapat di dalam picture book adalah dengan cara dibacakan oleh guru dengan sejelas mungkin, menceritakan apa yang digambarkan, setelah itu anak-anak selalu dibiasakan mengulang cerita yang sudah dibacakan oleh guru. Hal ini sering dilakukan untuk membuat anak mengerti dan menyerap informasi yang terdapat didalam picture book”

Cara penyampaian informasi yang terdapat di dalam picture book

dilakukan dengan cara bercerita oleh guru, menyampaikan pesan yang terdapat dalam picture book atau anak-anak yang sudah mendengarkan

2

Hasil wawancara dengan Ibu Nur Budhi Cahyani pada tanggal 20 Agustus 2015 3

Hasil wawancara dengan Ibu Nur Budhi Cahyani pada tanggal 25 Agustus 2015

guru bercerita selalu dibiasakan untuk menceritakan apa yang telah guru sampaikan. Hal ini akan membuat anak lebih cepat mengerti.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Ibu Ratu4, mengenai dampak terhadap perkembangan kognitif anak dalam penggunaan koleksi

picture book dalam kegiatan belajar mengajar adalah sebagai berikut:

“Anak mampu mengungkapkan sebab akibat dan anak mampu mengungkapkan asal mula terjadinya sesuatu. Penggunaan media picture book juga mampu merangsang anak untuk bercerita dengan kalimat sederhana, dan pengetahuan anak pun akan bertambah karena media visual lebih mudah dicerna oleh anak”

Dampak terhadap perkembangan kognitif anak dalam pemanfaatan

picture book akan mampu membuat anak mengungkapkan sebab akibat dan anak akan lebih mampu untuk bercerita dengan kalimat yang sederhana.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Ibu Cahya5, mengenai dampak terhadap perkembangan psikologi anak dalam penggunaan koleksi picture book dalam kegiatan belajar mengajar adalah sebagai berikut:

“Anak belajar tentang kebaikan atau tentang nilai-nilai moral yang terkandung di dalam picture book. Anak juga akan mampu berbicara dan berbahasa yang baik, sopan dengan orang yang lebih dewasa dan sabar menunggu giliran”

Dampak terhadap perkembangan psikologi anak dalam pemanfaatan picture book akan membuat anak belajar tentang kebaikan,

4

Hasil wawancara dengan Ibu Ratu Chairunniyyah pada tanggal 25 Agustus 2015 5

Hasil wawancara dengan Ibu Nur Budhi Cahyani pada tanggal 29 Agustus 2015

belajar tentang nilai-nilai moral yang terdapat dalam picture book, dan anak akan mampu berbicara yang baik dan sopan.

2. Kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan koleksi picture book di Taman Kanak-Kanak Tunas Mentari

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Ibu Cahya6, mengenai kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan picture book adalah sebagai berikut:

“masih terbatasnya koleksi picture book khususnya picture book yang berukuran besar dan kertas yang kurang tebal, hal ini mengakibatkan kertas mudah sobek. Sedangkan buku yang ukurannya kurang besar menyebabkan anak-anak sulit melihat ketika guru sedang bercerita menggunakan picture book. Selain itu perpustakaan yang dijadikan sarana untuk belajar belum memiliki ruangan tersendiri atau ruangan khusus, agar para peserta didik lebih nyaman ketika membaca buku”

Kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan koleksi picture book di TK Tunas Mentari belum adanya koleksi picture book berukuran besar dan kualitas kertas yang baik atau tebal selain itu belum terdapatnya ruangan khusus untuk perpustakaan yang dimana sementara ini perpustakaan di TK Tunas Mentari hanya terletak disudut ruangan dan diberi rak-rak buku.

3. Solusi terhadap kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan koleksi picture book di TK Tunas Mentari

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Ibu Diah7, mengenai solusi dari kendala yang dihadapi adalah sebagai berikut:

6

Hasil wawancara dengan Ibu Nur Budhi Cahyani pada tanggal 29 Agustus 2015

“dengan mencari buku picture book yang kualitas kertasnya bagus misalkan dengan membeli buku dari luar Indonesia yang sudah terjamin kualitas luar buku maupun isi buku. Selain itu guru-guru di TK Tunas Mentari juga mengajarkan anak bagaimana merawat dan manjaga buku seperti miliknya sendiri. Dan membuat ruangan khusus untuk perpustakaan agar anak-anak lebih nyaman”

Solusi yang diambil dalam menghadapi kendala tersebut dengan mencari buku ukuran besar dan kualitas kertas yang baik.

Dokumen terkait