• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Suatu penelitian data yang didapatkan masih berupa data yang mentah, jadi data yang didapat masih dianalisis kembali. Analisis data adalah cara untuk menyusun dan mengolah data yang telah terkumpul sehingga dapat diambil suatu kesimpulan yang bersifat ilmiah. Data yang disajikan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu data yang berupa skorangket fasilitas belajar siswa kelas IV SDN Gugus Wijaya Kusuma Kota Semarang dan nilai hasil belajar siswa semester genap. Penyajian data hasil penelitian sebagai berikut: a. Skor angket fasilitas belajar siswa

Data skor fasilitas belajar siswa diperoleh dari angket fasilitas belajar yang diberikan dan diisi oleh siswa kelas IV SDN Gugus Wijaya Kusuma Kota Semarang. Terdiri dari 25 butir pernyataan yang mempunyai 4 alternatif jawaban, apabila pernyataan positif: selalu bernilai 4, sering bernilai 3, kadang-kadang bernilai 2, tidak pernah bernilai 1, dan apabila pernyatan negatif: selalu bernilai 1, sering bernilai 2, kadang-kadang bernilai 3, tidak pernah bernilai 4. Jika skor terendah yang mungkin diperoleh adalah 25 dan skor tertinggi adalah 100.

Tiap item soal dihitung presentase skor nya menggunakan rumus berdasarkan penjelasan Riduwan (2012: 89), sebagai berikut:

(Data skor angket fasilitas belajar siswa terlampir) Dari data skor angket fasilitas belajar dapat di kategorikan sebagai berikut:

Skor Kategori Frekuensi Prosentase

X < 35 Rendah 0 0%

35 ≤ X < 65 Sedang 16 18%

65 ≤ X Tinggi 73 82%

Jumlah 89 100%

Interpretasi skor fasilitas belajar sebagai berikut: Presentase Kategori Frekuensi Prosentase 75% - 100% Sangat tinggi 52 58.43% 50% - 74,99 % Tinggi 37 41.57% 25% - 49,99% Sedang 0 0 0% - 24,99% Rendah 0 0 Jumlah 89 100%

Dari data skor fasilitas belajar dapat disimpulkan bahwa fasilitas belajar siswa kelas IV SDN Gugus Wijaya Kusuma Kota Semarang mempunyai skor fasilitas belajar tertinggi 95 dan skor terendah 58 yang diperoleh dari hasil

perhitungan angket fasilitas belajar (lihat lamp. 4 hal. 96) dan kriteria skor yang diperoleh 82% mendapatkan kriteria tinggi karena masuk dalam

sedang dengan rentan skor 35 ≤ X < 65. Jika di interpretasikan dalam presentase fasilitas belajar, presentase terkecil 58% dan presentase terbesar 95%, dan kriteria presentase skor yang diperoleh sekitar 41,57% atau 37 siswa yang mendapatkan skor presentase dalam kriteria tinggi dan kriteria presentasi skor yang diperoleh sekitar 58,43% atau 52 siswa yang mendapatkan skor presentase dalam kriteria sangat tinggi.

b. Hasil belajar

Adapun data skor hasil belajar siswa dalam penelitian ini menggunakan ranah kognitif (pengetahuan) diperoleh dari dokumentasi nilai ulangan semester genap, sedangkan ranah afektif (sikap) diperoleh melalui lembar pengamatan afektif, dan psikomotor (keterampilan) diperoleh melalui lembar pengamatan psikomotor yang merupakan data pendukung dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian diperoleh sebagai berikut:

(Data Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Gugus Wijaya Kusuma Kota Semarang terlampir)

Dari data hasil belajar dapat dikategorikan sebagai berikut: Angka 100 Kriteria Frekuensi Prosentase 80,00-100 Baik sekali 20 22.47% 66,00-79,99 Baik 62 69.66% 56,00-65,99 Cukup 7 7.87% 40,00-55,99 Kurang 0 0.00% 30,00-39,99 Gagal 0 0.00% Jumlah 89 100%

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas IV SDN Gugus Wijaya Kusuma yaitu, 20 siswa atau sekitar 22,47% mendapatkan nilai baik sekali, 62 siswa atau sekitar 69,66% mendapatkan nilai baik, 7 siswa atau sekitar 7,87% siswa mendapatkan nilai cukup.

4.1.2. Analisis Data Awal 4.1.2.1. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak. Dari data yang diperoleh kemudian diuji normalitas menggunakan uji liliefors dengan menggunakan bantuan SPSS, adapun langkah-langkah sebagai berikut: klik Analyze > Descriptive Statistics > Explore. Kemudian memasukkan variabel fasilitas belajar dan hasil belajar 3 mata pelajaran siswa yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA ke kotak dependent List. Klik Plots dan beri tanda checklist (√) pada Normality plots with test > Continue > OK. Hasil dari perhitungan uji normalitas menggunakan lili

efors adalah sebagai berikut: Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.

fasilitas_belajar .088 89 .087 .965 89 .017

hasil_belajar .048 89 .200* .991 89 .820

a. Lilliefors Significance Correction

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa data dari fasilitas belajar siswa dan hasil belajar siswa diatas memiliki nilai signifikan 0,087 dan 0,200. Nilai signifikan 0,087 dan 0,200 > 0,05 maka dapat dikatan bahwa data tersebut normal. Data dikatakan normal apabila signifikansi > 0,05.

4.1.3. Analisis Data Akhir

4.1.3.1. Analisis Korelasi (Uji Hipotesis)

Dalam penelitian ini pengujian hipotesis menggunakan korelasi product momen, seperti rumus di bawah ini :

rxy

Keterangan :

= Besarnya Koefisien Korelasi N = Jumlah Subyek Uji Coba X = Skor Butir

Y = Skor Total (Arikunto, 2013:213)

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment dengan menggunakan bantuan SPSS 16 dengan cara input data kemudian klik analyze > correlate > bivariate, maka dapat dilihat hasilnya adalah sebagai berikut:

Correlations

fasilitas_belajar hasil_belajar

fasilitas_belajar Pearson Correlation 1 .597**

Sig. (2-tailed) .000

N 89 89

hasil_belajar Pearson Correlation .597** 1

Sig. (2-tailed) .000

N 89 89

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa besar hubungan antara variabel fasilitas belajar dengan hasil belajar adalah 0,597 hal ini menunjukkan adanya hubungan yang positif. Hubungan antara dua variabel tersebut tergolong sedang, dapat dilihat pada tabel 5.4 skor tersebut terdapat pada rentang 0,40-0,599.

Dalam menginterpretasikan hasil korelasi ada hubungan antara fasilitas belajar dengan hasil belajar siswa kelas IV SDN Gugus Wijaya Kusuma ini peneliti menggunakan dua cara yaitu:

a.) Memberikan interpretasi secara sederhana, dari perhitungan rxy diatas ternyata angka korelasi antara variabel X (kebiasaan belajar) dengan Y (hasil belajar) ini ttidak bertanda negatif, berarti antara dua variabel tersebut terdapat korelasi yang positif.

Tabel 4.1 Interpretasi r Besarnya “r” product moment (rxy) Interpretasi 0,00 – 0,199

Antara variabel X dan Y memang terdapat korelasi, akan tetapi sangat rendah

0,20 – 0,399 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang rendah

0,40 – 0,599 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang sedang

0,60 – 0,799 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang kuat

0,80 – 1,000 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang sangat kuat

Dengan memperhatikan rhitung yang dihasilkan yaitu 0,597 yang berada pada rentang 0,40-0,599 yang menunjukkan antara variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi yang cukup atau sedang.

b.) Memberikan interpretasi dengan cara berkonsultasi pada tabel nilai “r” Product Moment.

Rumusan hipotesis alternatif dan hipotesis nihil yang penulis ajukan diawal adalah :

Ho : Tidak ada hubungan yang signifikan antara fasilitas belajar dengan hasil belajar siswa di kelas IV SDN Gugus Wijaya Kusuma Kota Semarang.

Ha : Ada hubungan yang signifikan antara fasilitas belajar dengan hasil belajar siswa di kelas IV SDN Gugus Wijaya Kusuma Kota Semarang.

Adapun kriteria pengajuannya adalah jika rhitung sama dengan atau lebih besar daripada rtabel maka Ha diterima atau terbukti kebenarannya. Sebaliknya, jika rxy sama dengan atau lebih kecil dari pada rtabel maka Ha ditolak dan Ho diterima. Untuk melihat apakah koefisien korelasi hasil perhitungan diatas signifikan atau tidak, maka perlu dibandingkan dengan r tabel Product Moment dengan terlebih dahulu mencari derajat kebebasan (db). Dikarenakan dalam penelitian memiliki ini dua variable yaitu fasilitas belajar dan hasil belajar, maka db dihitung dengan langkah sebagai berikut:

df = N – nr keterangan :

df = degress of freedom N = Number of Case

Nr = banyaknya variabel yang dikorelasikan df = 89 – 2 = 87

setelah diketahui df nya sebesar 87, kemudian dapat dilihat melalui tabel nilai r Product Moment, maka diperoleh taraf signifikansi 5% dalam tabel sebesar 0,2084 dan taraf signifikansi 1% dalam tabel sebesar 0,1755.

Dengan nilai rhitung yang diperoleh yaitu 0,597, sedangkan masing - masing r tabel pada taraf signifikan 5% dan 1% adalah 0,2084 dan 0,1755. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa rhitung lebih besar dari pada r tabel.

Karena r hitung > r tabel, maka Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat terbukti kebenarannya. Dengan demikian dapat disimpukan bahawa terdapat

korelasi antara fasilitas belajar dengan hasil belajar siswa kelas IV SDN Gugus Wijaya Kusuma Kota Semarang.

Diketahui bahwa terdapat korelasi antara fasilitas belajar dengan hasil belajar siswa kelas IV SDN Gugus Wijaya Kusuma Kota Semarang, maka untuk melihat seberapa besar pengaruh antara variabel X dan Y yang dinyatakan dalam bentuk prosentase maka dapat dihitung menggunakan koefisien determine dengan rumus sebagai berikut:

KD = rxy2 X 100% Keterangan:

KD = nilai koefisien determinan rxy = nilai koefisien korelasi KD = (0,597)2 x 100%

= 0,3564 x 100 = 35,64%

Dari hasil perhitungan koefisien determine diatas, dapat dinyatakan bahwa koefisien determinasi diperoleh sebesar 35,64 %. Hal ini dapat disimpulkan bahwa fasilitas belajar siswa dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 35,64%, dan 64,36% dipengaruhi oleh faktor lainnya.

Dokumen terkait