• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V Hasil Penelitian dan Pembahasan

5.1. Hasil Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan selama bulan Oktober hingga November tahun 2015. Responden pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak balita yang mempunyai pengalaman kejadian diare. Penelitian ini diikuti 100 orang ibu yang telah bersedia mengikuti penelitian dan menjawab seluruh pertanyaan dari peneliti dengan kaedah wawancara. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jenis penelitian analitik. Proses pengambilan data untuk penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah disii oleh responden di tempat tanpa dibawa pulang ke rumah. Kemudian kuesioner dikumpulkan dan dianalisa supaya dapat disimpulkan hasil penelitian dalam paparan dibawah ini.

5.1.1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Ditinjau dari letaknya geografisnya, Kelurahan Labuhan Deli Termasuk dalam Kecamatan Medan Marelan Kota Medan dengan luas wilayah sekitar 44,47 km2 dengan ketinggian wilayah 5 meter di atas permukaan laut. Kecamatan Medan Marelan meliputi 6 Kelurahan yakni Kelurahan Terjun, Kelurahan Rengas Pulau, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kelurahan Paya Pasir dan Kelurahan Labuhan Deli. Secara geografis kelurahan ini dibatasi oleh wilayah-wilayah sebagai berikut:

a. Sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan

b. Sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan

c. Sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan

d. Sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan

Sebagian besar tanah di Kelurahan Labuhan Deli adalah Sungai Deli yang aktif dengan kegiatan lahan perikanan. Selain itu lahannya dipergunakan sebagai area perkantoran, area perumahan, sekolah daan pertanian. Jumlah penduduk Kelurahan Labuhan Deli pada tahun 2014 adalah 3822 jiwa/km2. Kebanyakan penduduk di Kelurahan Labuhan Deli bekerja sebagai nelayan atau petani dikarenakan geografis tempat tinggal mereka yang sesuai untuk bidang perikanan dan pertanian.

5.1.2. Deskripsi Karakteristik Responden

Karakteristik dapat dibagi menurut usia, pendidikan dan pekerjaan ibu. Data lengkap mengenai karakteristik responden tersebut dapat dilihat pada tabel-tabel yang ada di bawah ini.

Tabel 5.1. Distribusi Responden berdasarkan Umur No Umur Responden (tahun) Frekuensi (orang) %

1 <21 12 12 2 21-25 17 17 3 26-30 24 24 4 31-35 18 18 5 >35 29 29 Total 100 100

Pada tabel 5.1. tentang distribusi responden berdasarkan umur diketahui bahwa responden dengan kelompok usia <21 tahun adalah sebanyak 12 orang (12%), kelompok usia 21-25 tahun adalah sebanyak 17 orang (17%), kelompok usia 26-30 tahun sebanyak 24 orang (24%), kelompok usia 31-35 tahun sebanyak 18 orang (18%), dan kelompok usia >35 tahun adalah sebanyak 29 orang (29%). Dari data ini didapati mayoritas kelompok usia pada penelitian ini adalah kelompok usia >35 tahun dan minoritas adalah kelompok usia <21 tahun.

Tabel 5.2. Distribusi Responden berdasarkan Pendidikan Terakhir

1 SD 26 26

2 SMP 52 52

3 SMA 22 22

Total 100 100

Dari tabel 5.2. tentang distribusi responden berdasarkan pendidikan terakhir diketahui bahwa responden dengan pendidikan SD adalah sebanyak 26 orang (26%), SMP adalah sebanyak 52 orang (52%), SMA adalah sebanyak 22 orang (22%). Dari data ini didapati mayoritas pendidikan terakhir responden pada penelitian ini SMP dan minoritas adalah SMA.

Tabel 5.3. Distribusi Responden berdasarkan Pekerjaan No Umur Responden (tahun) Frekuensi (orang) %

1 IRT 81 81 2 Swasta 10 10 3 Wirausaha 2 2 4 Petani 3 3 5 Lain-lain 4 4 Total 100 100

Dari tabel 5.3. tentang distribusi responden berdasarkan pekerjaan diketahui sebanyak 81 orang (81%) responden adalah ibu rumah tangga. Responden yang bekerja sebagai swasta sebanyak 10 orang (10%). Responden yang bekerja sebagai wirausaha sebanyak 2 orang (2%), dan 3 orang (3%) bekerja sebagai petani. Pada pekerjaan lainnya mempunyai sebanyak 4 orang (4%).

5.1.3. Pengetahuan Responden

Pada penelitian ini, pengetahuan ibu dinilai berdasarkan 10 pertanyaan yang mencakupi pengetahuan mengenai diare pada balita. Sebelumnya telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap kuesioner pengetahuan dimana dari 16 pertanyaan, didapati 10 pertanyaan yang valid dan reliabel. Data lengkap distribusi frekuensi jawaban angket responden pada variabel pengetahuan dapat dilihat pada table 5.4. di bawah ini.

Tabel 5.4. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Tiap Pertanyaan Pengetahuan Mengenai Diare Pada Balita

Benar Salah

No Pertanyaan

n % n %

1 Definisi diare 78 78 22 22

2 Etiologi diare 16 16 84 84

3 Faktor resiko penularan diare 39 39 61 61

4 Gejala klinis pada anak diare 95 95 5 5

5 Penanganan awal diare 20 20 80 80

6 Cara pemberian makanan pada anak diare

41 41 59 59

7 Cairan atau makanan yang paling baik pada anak diare

65 65 35 35

8 Pemberian cairan pada anak yang muntah

58 58 42 42

9 Pemberian obat pengenti diare pada anak

23 23 77 77

10 Komplikasi diare pada anak 70 70 30 30

Berdasarkan tabel 5.4. pertanyaan yang paling banyak dijawab responden dengan jawaban benar adalah pertanyaan nomor 4 yaitu apakah gejala klinis anak/balita yang menderita diare sebanyak 95 responden (95%). Sedangkan pertanyaan yang paling banyak dijawab salah oleh reponden adalah pertanyaan nomor 2 yaitu etiologi diare pada anak, dimana pertanyaan tersebut dijawab salah oleh 84 responden (84%).

Berdasarkan hasil diatas maka tingkat pengetahuan ibu di Kelurahan Labuhan Deli dapat dikategorikan pada tabel 5.5

Balita di Kelurahan Labuhan Deli

No Pengetahuan n (orang) Persen (%)

1 Baik 3 3

2 Tidak Baik 97 97

Total 100 100

Berdasarkan tabel 5.5. dapat diketahui bahwa pengetahuan responden mengenai diare pada balita sebagian besar memiliki pengetahuan sedang dengan jumlah responden 67 orang (67%), lalu diikuti pengetahuan baik sebanyak 3 orang (3%), dan yang terkecil adalah responden dengan pengetahuan kurang yaitu 30 orang (30%).

5.1.4. Sikap Responden

Pada penelitian ini, tindakan ibu dinilai berdasarkan 10 pernyataan yang mencakup sikap mengenai diare pada balita. Sebelumnya telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap kuesioner pengetahuan dimana dari 15 pernyataan, didapati 10 pernyataan yang valid dan reliabel. Data lengkap distribusi frekuensi jawaban angket responden pada variabel tindakan dapat dilihat pada table 5.6. di bawah ini.

Tabel 5.6. Distribusi Frekuensi dan Persentasi Sikap Responden Tiap Pertanyaan Sikap Mengenai Diare Pada Balita

Benar Salah

No Pertanyaan

n % n %

1 Diare akan sembuh sendiri 56 56 44 44

2 Kebersihan balita dengan kejadian diare

78 78 22 22

3 Pengobatan segera pada diare 76 76 24 24

4 Pengobatan harus dari dokter 73 73 27 27

5 Pegobatan yang cukup pakai minyak angin

52 52 48 48

6 Pencegahan dengan makanan seimbang

47 47 53 53

peduli

8 Pengobatan dilakukan sekiranya melebihi 2 minggu diarenya

97 97 3 3

9 Diare yang disertai demam segera antar berobat

84 84 16 16

10 Memintakan surat sakit untuk anak istirahat

90 90 10 10

Berdasarkan tabel 5.6. pertanyaan sikap yang paling banyak dijawab responden dengan jawaban benar adalah pernyataan nomor 7 dan 8, yaitu diare akan memperberat sekiranya tidak dipedulikan dengan sebanyak 92 responden (92%) dan pengobatan diare harus dilakukan segera tanpa melebihi 2 minggu sebanyak 97 responden (97%). Sedangkan pertanyaan yang paling banyak dijawab salah oleh reponden adalah pertanyaan nomor 6 yaitu pencegahan diare dapat dilakukan dengan makanan yang seimbang, responden yang salah ada 53 orang (53%). Penilaian tindakan dibagi atas 3 kategori, yaitu baik, kurang, dan sedang.

Berdasarkan hasil diatas maka sikap responden ibu di kelurahan Labuhan Deli dapat dikategorikan dalam tabel 5.7. dibawah ini.

Tabel 5.7. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Mengenai Diare pada Balita di Kelurahan Labuhan Deli

No Pengetahuan n (orang) Persen (%)

1 Baik 58 58

2 Tidak Baik 42 42

Total 100 100

Berdasarkan tabel 5.7. dapat diketahui bahwa sikap responden mengenai diare pada balita sebagian besar memiliki sikap yang bagik dengan jumlah responden 58 orang (58%), lalu diikuti sikap yang kurang dan sedang sebanyak 42 orang (42%).

Pada penelitian ini, tindakan ibu dinilai berdasarkan 10 pernyataan yang mencakup tindakan mengenai diare pada balita. Sebelumnya telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap kuesioner tindakan dimana dari 12 pernyataan, didapati 10 pernyataan yang valid dan reliabel. Data lengkap distribusi frekuensi jawaban angket responden pada variabel tindakan dapat dilihat pada table 5.8. di bawah ini.

Tabel 5.8. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tiap Pertanyaan Tindakan Mengenai Diare pada Balita

No Pertanyaan Benar Salah

n % n %

1 Pemberian oralit 50 50 50 50

2 Pemberian cairan tambahan 64 64 36 36

3 Pemberian obat penghenti diare 61 61 39 39

4 Mengurangkan porsi makan 76 76 24 24

5 Memberikan air putih yang lebih banyak

94 94 6 6

6 Memberi antibiotika tanpa resep

78 78 12 12

7 Mendatangi Puskesmas sekiranya terlihat lesu

92 92 8 8

8 Mencuci Botol susu atau dot dengan air bersih sebelum digunakan

98 98 2 2

9 Mencuci tangan sebelum memasak atau menyuapi anak

94 94 6 6

10 Memberikan makanan kaya kalsium

80 80 20 20

Berdasarkan tabel 5.8. pertanyaan tindakan yang paling banyak dijawab responden dengan jawaban benar adalah pertanyaan nomor 8, yaitu ibu mencucikan botol susu dan dot dengan air bersih sebelum digunakan dengan jumlah sebanyak 98 responden (98%). Sedangkan pernyataan yang paling banyak dijawab salah oleh reponden adalah pertanyaan nomor 1 yaitu pemberian oralit pada anak yang diare ada 50 orang (50%). Penilaian tindakan dibagi atas 3 kategori, yaitu baik, kurang, dan sedang.

Berdasarkan hasil diatas maka tindakan responden ibu di kelurahan Labuhan Deli dapat dikategorikan dalam tabel 5.9. dibawah ini.

Tabel 5.9. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Mengenai Diare Pada Balita di Kelurahan Labuhan Deli

No Pengetahuan n (orang) Persen (%)

1 Baik 51 61

2 Tidak Baik 39 39

Total 100 100

Berdasarkan tabel 5.9. dapat diketahui bahwa tindakan responden mengenai diare pada balita sebagian besar memiliki tindakan yang baik dengan jumlah responden 61 orang (51%), lalu diikuti sikap yang sedang dan kurang sebanyak 39 orang (39%)

5.1.6. Kejadian Diare Pada Balita Tahun 2015

Pada penelitian ini peneliti telah memberikan kuesioner secara angket kepada 100 responden. Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 72 orang responden (72%) pernah kejadian diare pada anak balita mereka sementara 28 orang responden (28%) tidak pernah ada kejadian diare pada balita mereka dalam tahun 2015.

5.1.7. Hasil Analisis Statistik

Pada penelitian ini peneliti akan mencarikan hubungan antara perilaku ibu dan kejadian diare pada balita. Setelah mengumpulkan hasil kuesioner dari responden, peneliti akan menggunakan uji Chi-Square untuk menilai p value antara dua variable tersebut. Hasil uji Chi-Square telah dipaparkan di tabel 5.10, 5.11, dan 5.12 di bawah.

Tabel 5.10. Tabulasi Silang Pengetahuan dengan Kejadian Diare Pada Balita

No. Pengetahuan

Kejadian Diare Pada Balita

Total p value* Ya Tidak n % n % n 1 Baik 0 0 3 100 3 0.020 2 Tidak Baik 72 74.2 25 25.8 97

Berdasarkan tabel 5.10, didapatkan bahwa sampel yang mempunyai pengalaman diare dan memiliki pengetahuan yang tidak baik sebanyak 72 orang responden (74.2%). Sementara pada responden yang tidak pernah ada kejadian diare dan memiliki pengetahuan yang tidak baik adalah 25 orang responden (25.8%) dan responden yang tidak mengalami diare dengan pengetahuan yang baik adalah sebanyak 3 orang (100%). Dari hasil uji Fisher’s Exact Test mendapati bahwa nilai p value= 0.020 .

Tabel 5.11.Tabulasi Silang Antara Sikap dengan Kejadian Diare Pada Balita

No. Sikap

Kejadian Diare Pada Balita

Total p value* Ya Tidak n % n % n 1 Baik 37 63.8 21 36.2 58 0.032 2 Tidak Baik 35 83.3 7 16.7 42

*Nilai p didapati dari hasil uji Chi-Square

Berdasarkan tabel 5.11, didapatkan bahwa sampel yang mempunyai pengalaman diare dan memiliki sikap yang tidak baik ada sebanyak 35 orang responden (83.3%) dan responden yang pernah kejadian diare dan memiliki sikap baik ada 37 orang responden (63.8%). Pada responden yang tidak pernah mengalami diare pada balitanya dan memiliki tidak baik adalah 7 orang responden (16.7%) dan responden yang tidak pernah kejadian diare dengan sikap yang baik ada 21 orang (36.2%). Dari hasil uji Chi-Square mendapati bahwa nilai p value= 0.032 .

Tabel 5.12. Perbandingan Tindakan Dengan Kejadian Diare Pada Balita

No. Tindakan

Kejadian Diare Pada Balita

Total p value* Ya Tidak n % n % n 1 Baik 35 60.3 26 39.7 61 0.001 2 Tidak Baik 37 95.2 2 4.8 39

Berdasarkan tabel 5.12, didapatkan bahwa sampel yang mempunyai pengalaman diare dan memiliki tindakan yang tidak baik ada sebanyak 37 orang responden (95.2%) dan responden yang pernah kejadian diare dan memiliki tindakan baik ada 35 orang responden (60.3%). Pada responden yang tidak pernah mengalami diare pada balitanya dan memiliki tindakan yang tidak baik adalah 2 orang responden (4.8%) dan responden yang tidak pernah kejadian diare dengan sikap yang baik ada 26 orang (39.7%). Dari hasil uji Chi-Square mendapati bahwa nilai p value= 0.001 .

Dokumen terkait