• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

1. Pembelajaran Sebelum Penerapan Model Pembelajaran Search Solve Create

Share (SSCS)

Proses pembelajaran sebelum penerapan model pembelajaran Search Solve

Create Share (SSCS) tentang menemukan rumus keliling persegi dan menghitung

keliling persegi. Guru mengawali pembelajaran dengan membaca do’a dan dilanjutkan dengan mengabsensi siswa. Selanjutnya memberikan apersepsi tentang sifat-sifat persegi.

Pada kegiatan inti guru menjelaskan materi pelajaran di papan tulis. Selanjutnya memberi contoh soal dan penyelesaian tentang sifat-sifat persegi. Setelah itu guru meminta siswa untuk mengerjakan latihan yang berhubungan dengan contoh soal yang ada dibuku pegangan siswa. Guru membimbing siswa dalam mengerjakan latihan. Setelah selesai mengerjakan latihan, guru meminta siswa untuk mengumpulkan buku latihan.

Sebelum mengakhiri pembelajaran, guru memberikan soal evaluasi kepada siswa yang harus dikerjakan secara individu dalam waktu 20 menit. Kemudian dilanjutkan dengan memberi tugas rumah kepada siswa.

Pada saat proses pembelajaran sebelum penerapan pembelajaran Search

Solve Create Share (SSCS) berlangsung, guru dan pengamat mengamati aktivitas

proses pembelajaran berlangsung. Hasil observasi motivasi belajar siswa sebelum tindakan dapat dilihat pada tabel IV.7.

Tabel IV.7.

HASIL OBSERVASI MOTIVASI BELAJAR SISWA SEBELUM TINDAKAN

No Indikator Motivasi Jumlah %

1 Kenyaman dalam belajar 51 35.4

2 Keberanian dalam mengemukakan pendapat 44 30.6

3 Keberanian dalam mengajukan pertanyaan 48 33.3

4 Keinginan memperoleh pengetahuan yang bermanfaat 57 39.6

5 Belajar yang menyenangkan 53 36.8

6 Keinginan untuk memperoleh penghargaan dalam

belajar 49 34.0

7 Keinginan dalam menyelesaikan tugas dengan baik 47 32.6

8 Keinginan untuk meraih prestasi yang tinggi 48 33.3

9 Keinginan memperoleh nilai sesuai dengan usaha yang

dilakukan 60 41.7

457 317.4

50.8 35.3

Jumlah Rata-rata Sumber: Data Olahan Penelitian 2009

Dari tabel IV.7 hasil observasi motivasi belajar siswa dapat diketahui bawah motivasi siswa sebelum penerapan pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS) masih rendah. Persentase indikator motivasi kenyamanan dalam belajar diperoleh dari jumlah skor yang diperoleh seluruh siswa dibagi dengan jumlah skor seluruhnya dikali 100% yaitu , begitu selanjutnya untuk indikator motivasi siswa. Rata-rata skor yang diperoleh siswa pada sebelum tindakan sebesar 50,8 sedangkan persentasenya adalah 35,3%. Hal ini

menyebabkan peneliti melakukan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS).

2. Pembelajaran dengan Penerapan Model Pembelajaran Search Solve Create

Share (SSCS) a. Siklus I

Siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pertemuan pertama dan kedua berturut dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2009 dan 19 Mei 2009. Jadwal pelaksanaan penelitian disesuaikan dengan jadwal pembelajaran matematika di MTs Hasanah Pekanbaru.

Perencanaan

Perencanaan yang dilakukan peneliti sebelum dilaksanakan penelitian yaitu: lembar observasi yang berkaitan dengan motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), dan lembar observasi aktivitas guru dan siswa.

Pelaksanaan

Tahap-tahap untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah melaksanakan tahap awal, tahap inti, dan tahap penutup. Pelaksanaan penelitian dengan menerapkan pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS) dapat dijelaskan sebagai berikut.

Proses pembelajaran pada pertemuan pertama membahas tentang menemukan rumus keliling persegi panjang dan menghitung keliling persegi panjang. Kegiatan awal pembelajaran pada pertemuan pertama guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan apersepsi dengan memberikan soal yang berhubungan dengan keliling persegi dan meminta siswa untuk menyelesaikan soal tersebut di depan kelas. Tidak ada siswa yang bersedia menyelesaikan soal yang diberikan guru di depan kelas. Guru menyelesaikan soal tersebut dengan tanya jawab bersama siswa. Setelah itu guru memotivasi siswa dengan memberikan contoh penggunaan keliling persegi panjang dalam kehidupan sehari-hari dan menjelaskan manfaat pelajaran dalam kehidupan nyata.

Memasuki kegiatan inti, guru menjelaskan materi pelajaran dengan demonstrasi untuk menentukan rumus keliling persegi panjang. Selanjutnya guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok yang telah dibentuk. Siswa berada dalam kelompoknya masing-masing, kemudian guru membagikan LKS kepada setiap siswa. (Search) Guru mengarahkan siswa untuk memikirkan terlebih dahulu penyelesaian dari LKS yang diberikan dan bagaimana penyelesaian dari LKS yang benar. Guru meminta siswa untuk mengemukakan ide-ide lain yang diperoleh siswa untuk menyelesaikan LKS selain cara penyelesaian yang diberikan guru sebelum

menyelesaikan soal yang diberikan pada LKS. (Solve) Selanjutnya guru meminta siswa untuk menyelesaikan LKS tersebut dengan langkah-langkah yang diberikan guru maupun dangan ide-ide yang ditemukan. Guru meminta siswa untuk menuliskan alternatif jawaban dari soal yang telah dikerjakan siswa. (Create) Setelah kegiatan solve, guru melanjutkan dengan kegiatan create guru meminta siswa untuk mendiskusikan dan menyimpulkan penyelesaian LKS yang dianggap benar dan yang siap untuk mempersiapkan wakil dari kelompoknya untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.

Guru melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan Share dengan meminta perwakilan dari setiap kelompok yang telah dipersiapkan untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya ke depan kelas. Guru mengevaluasi jawaban dari siswa yang telah dipresentasikan di depan kelas dan menjelaskan kembali materi pelajaran yang masih rancu.

Kegiatan akhir guru memberikan evaluasi kepada siswa tentang materi yang telah dipelajari. Selanjutnya guru membimbing siswa dalam menyimpulkan materi pelajaran dan diakhiri dengan memberikan tugas rumah kepada siswa.

Berdasarkan pengamatan peneliti, proses pembelajaran masih jauh dari yang diharapkan. Kegiatan siswa belum menunjukkan karakteristik pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS) yang sesungguhnya. Hal

ini dilihat dari aktivitas siswa yang belum mampu bekerja secara baik. Dalam pelaksanaan tindakan yang pertama ini masih banyak siswa yang kurang memahami dalam pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS). 2)Pertemuan Kedua (Selasa, 19 Mei 2009)

Proses pembelajaran pada pertemuan kedua membahas tentang menemukan rumus keliling jajar genjang dan menghitung keliling jajar genjang. Kegiatan awal pembelajaran pada pertemuan kedua guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan apersepsi dengan memberikan soal yang berhubungan dengan keliling persegi panjang dan meminta siswa untuk menyelesaikan soal tersebut di depan kelas. Guru menunjuk seorang siswa untuk menyelesaikan soal tersebut di papan tulis. Guru menyelesaikan soal tersebut dengan tanya jawab bersama siswa. Setelah itu guru memotivasi siswa dengan memberikan contoh penggunaan keliling jajar genjang dalam kehidupan sehari-hari dan menjelaskan manfaat pelajaran dalam kehidupan nyata.

Memasuki kegiatan inti, guru menjelaskan materi pelajaran dengan demonstrasi untuk menentukan rumus keliling jajar genjang. Selanjutnya guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok yang telah dibentuk. Siswa berada dalam kelompoknya masing-masing, kemudian guru membagikan LKS kepada setiap siswa. (Search) Guru mengarahkan siswa

untuk memikirkan terlebih dahulu penyelesaian dari LKS yang diberikan dan bagaimana penyelesaian dari LKS yang benar. Guru meminta siswa untuk mengemukakan ide-ide lain yang diperoleh siswa untuk menyelesaikan LKS selain cara penyelesaian yang diberikan guru sebelum menyelesaikan soal yang diberikan pada LKS. (Solve) Selanjutnya guru meminta siswa untuk menyelesaikan LKS tersebut dengan langkah-langkah yang diberikan guru maupun dangan ide-ide yang ditemukan. Guru meminta siswa untuk menuliskan alternatif jawaban dari soal yang telah dikerjakan siswa. (Create) Setelah kegiatan solve, guru melanjutkan dengan kegiatan

create guru meminta siswa untuk mendiskusikan dan menyimpulkan

penyelesaian LKS yang dianggap benar dan yang siap untuk mempersiapkan wakil dari kelompoknya untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.

Guru melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan Share dengan meminta perwakilan dari setiap kelompok yang telah dipersiapkan untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya ke depan kelas. Guru mengevaluasi jawaban dari siswa yang telah dipresentasikan di depan kelas dan menjelaskan kembali materi pelajaran yang masih rancu.

Kegiatan akhir guru memberikan evaluasi kepada siswa tentang materi yang telah dipelajari. Selanjutnya guru membimbing siswa dalam

menyimpulkan materi pelajaran dan diakhiri dengan memberikan tugas rumah kepada siswa.

Pada pertemuan ini, kegiatan pembelajaran sudah terlihat kemajuan yang cukup berarti. Diskusi antar siswa maupun siswa dengan guru sebagai peneliti sudah lebih baik dari sebelumnya, siswa sudah lebih berani bertanya dan menjawab pertanyaan dari temannya termasuk siswa yang berkemampuan rendah. Suasana belajar lebih tenang dari sebelumnya, walaupun masih ada siswa belum terlibat secara aktif dalam kerja kelompoknya. Pada pertemuan ini secara umum tampak lebih mandiri dalam membangun pengetahuannya.

Pengamatan

Pada bagian ini dibahas pengumpulan data dan analisis data hasil pengamatan, data hasil observasi motivasi belajar siswa yang diperoleh selama pembelajaran pada siklus I.

1) Pengumpulan Data

Data penelitian pada siklus I ini dikumpulkan dengan lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, dan lembar observasi motivasi belajar siswa. Observasi aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran dilakukan untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung melalui penerapan pembelajaran Search Solve

pada setiap kali pertemuan. Observasi terhadap motivasi belajar siswa dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh peningkatan motivasi belajar siswa terhadap proses pembelajaran melalui penerapan pembelajaran Search

Solve Create Share (SSCS) dibandingkan dengan metode pembelajaran

yang dilakukan guru selama ini. 2) Hasil Analisis Data

Data yang telah terkumpul melalui pengamatan dianalisis dan dibahas sebagai berikut.

a)Hasil Observasi Aktivitas Guru

Observasi terhadap aktivitas guru dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan yang dilakukan oleh pengamat. Jumlah aktivitas guru yang diamati sebanyak 10 aktivitas berdasarkan langkah-langkah pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah ditetapkan. Berikut disajikan hasil observasi aktivitas guru pada pertemuan pertama, pertemuan kedua pada rekapitulasi siklus I.

Tabel IV.8.

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS GURU SIKLUS I

B CB KB B CB KB

1 Menyampaikan tujuan pembelajaran 2 2

2 Melakukan apersepsi dengan memberikan soal yang

berhubungan dengan materi pelajaran yang telah lalu 1 2 3 Memotivasi siswa dengan menjelaskan manfaat materi

pelajaran dalam kehidupan sehari-hai 1 1

4 Menjelaskan materi pelajaran secara garis besar 1 1

5 Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok 1 1

6 Membagikan LKS kepada setiap siswa 1 2

7

Memberikan arahan kepada siswa dalam menyelesaikan LKS secara berurutan sesuai dengan langkah-langkah penerapan pembelajaran SSCS

1 1

8 Meminta perwakilan setiap kelompok untuk

mempresentasikan di depan kelas 2 2

9 Mengevaluasi jawaban dari siswa yang telah

dipresentasikan di depan kelas 2 2

10 Membimbing siswa dalam menyimpulkan materi

pelajaran 1 2

0 6 7 0 12 4

No Aktivitas Guru Pertemuan II

16 Cukup baik

Alternatif Penilaian Pertemuan I

Skor Total 13

Kriteria Kurang Baik

Jumlah

Sumber : Data Olahan Penelitian 2009 Keterangan:

Skor 3 = Baik (B)

Skor 2 = Cukup Baik (CB) Skor 1 = Kurang Baik (KB)

Dari hasil observasi aktivitas guru siklus I pada tabel di atas, dapat diketahui perbandingan pertemuan I dan pertemuan II siklus I. Terjadi peningkatan skor dari 13 menjadi 16, dari kurang baik menjadi cukup baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pada siklus I.

Observasi aktivitas siswa dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Aktivitas siswa yang diobservasi sebanyak 10 aktivitas yang relevan dengan aktivitas yang dilakukan oleh guru. Lebih jelasnya hasil observasi aktivitas siswa dapat diketahui pada tabel IV.9:

Tabel IV.9.

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS I

Skor % Skor % Skor % 1 Memperhatikan tujuan pembelajaran yang

disampaikan guru 64 59.26 69 63.89 66.5 61.57 2

Menjawab pertanyaan yang diajukan guru berhubungan dengan materi pelajaran yang telah lalu

59 54.63 66 61.11 62.5 57.87

3 Mendengarkan motivasi yang disampaikan guru

yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari 59 54.63 69 63.89 64 59.26 4 Memperhatikan materi pelajaran yang

disampaikan oleh guru 65 60.19 69 63.89 67 62.04 5 Membentuk kelompok yang telah ditentukan 62 57.41 66 61.11 64 59.26 6 Menerima LKS yang diberikan guru 56 51.85 60 55.56 58 53.70 7

Siswa menyelesaikan LKS secara berurutan sesuai dengan langkah-langkah penerapan pembelajaran SSCS

52 48.15 67 62.04 59.5 55.09 8 Siswa mempresentasikan hasil kerja

kelompoknya di depan kelas 63 58.33 70 64.81 66.5 61.57 9 Melakukan tanya jawab terhadap presentasi

teman 63 58.33 63 58.33 63 58.33

10 Siswa menyimpulkan materi pelajaran

bersama-sama dengan guru 57 52.78 60 55.56 58.5 54.17 600 555.6 659 610.2 629.5 582.9 60 55.56 65.9 61.02 62.95 58.29 Siklus I P1 Siklus I P2

NO Aktivitas Siswa Rata-rata

cukup baik cukup baik cukup baik Jumlah

Rata-rata Kriteria

Sumber : Data olahan penelitian 2009 Keterangan:

Skor 3 = Baik (B)

Skor 2 = Cukup Baik (CB) Skor 1 = Kurang Baik (KB)

Berdasarkan tabel IV.9 aktivitas belajar siswa pada siklus I secara klasikal memiliki kriteria cukup baik, hal ini dapat terlihat dari skor rata-rata pada siklus I sebesar 629,5 berada pada rentang 600 - 839, yaitu criteria cukup baik.

c) Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa

Siklus I terdiri dari pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Hasil observasi motivasi belajar siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel IV.10.

Tabel IV.10.

HASIL OBSERVASI MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA SIKLUS I

Jumlah % Jumlah % Jumlah %

1 Kenyaman dalam belajar 57 39.6 74 51.4 65.5 45.5

2 Keberanian dalam mengemukakan pendapat 54 37.5 68 47.2 61 42.4 3 Keberanian dalam mengajukan pertanyaan 57 39.6 76 52.8 66.5 46.2 4 Keinginan memperoleh pengetahuan yang

bermanfaat 63 43.8 74 51.4 68.5 47.6

5 Belajar yang menyenangkan 60 41.7 77 53.5 68.5 47.6 6 Keinginan untuk memperoleh penghargaan

dalam belajar 56 38.9 75 52.1 65.5 45.5

7 Keinginan dalam menyelesaikan tugas dengan

baik 55 38.2 75 52.1 65 45.1

8 Keinginan untuk meraih prestasi yang tinggi 58 40.3 74 51.4 66 45.8 9 Keinginan memperoleh nilai sesuai dengan

usaha yang dilakukan 69 47.9 84 58.3 76.5 53.1

57.5 39.9 74.1 51.5 65.8 45.7 Rata-rata No Indikator Motivasi

Pertemuan I Pertemuan II

Rata-rata

Sumber: Data Olahan Penelitian 2009

Motivasi belajar siswa pada setiap pertemuan untuk setiap indikator pada siklus I meningkat baik jumlah maupun persentasenya. Analisis

motivasi belajar siswa untuk setiap indikator pada pertemuan pertama dan kedua diuraikan satu persatu berikut.

Pada pertemuan pertama, persentase siswa nyaman dalam belajar sebesar 39,6% diperoleh dari jumlah skor yang diperoleh siswa dibagi

dengan jumlah skor seluruh siswa dikali 100% yaitu ; dan pertemuan kedua terjadi peningkatan menjadi

51,4%. Peningkatan ini terjadi karena, siswa mulai asyik dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru melalui LKS. Selain itu, siswa yang kurang paham dengan tugas yang diberikan guru dapat bertanya langsung dengan teman sekelompoknya sehingga mereka dapat saling bekerja sama dalam menghadapi tugas yang diberikan guru. Hal ini menyebabkan siswa nyaman dalam belajar dan merasa proses pembelajaran yang diikutinya tidak menjadi beban.

Keberanian dalam mengemukakan pendapat meningkat dari pertemuan pertama, dan pertemuan kedua. Persentase pertemuan pertama sebesar 37,5%, dan pada pertemuan kedua meningkat sebesar 9,7%. Hal ini disebabkan masalah yang mereka hadapi dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru dapat mereka selesaikan dengan bertukar pendapat bersama teman sekelompok, sehingga mereka selalu termotivasi untuk menyelesaikan tugas tersebut dan tidak lekas putus asa.

Siswa semakin berani dalam mengajukan pertanyaan dari materi yang kurang dipahami. Tidak ada rasa ragu-ragu dan rasa takut dalam mengajukan pertanyaan. Persentase siswa pada indikator tersebut pada pertemuan pertama 39,6% dan pertemuan kedua sebesar 52,8%. Keberanian siswa untuk bertanya tentang materi yang kurang dipahaminya setelah penerapan pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS) tetap. Siswa selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik baik secara individu maupun berkelompok.

Tingginya keinginan siswa dalam memperoleh pengetahuan yang bermanfaat dalam proses pembelajaran setelah penerapan model pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS). Hal ini tampak dari aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan banyak bertanya tentang materi yang belum dipahami dan buku pegangan yang dimiliki siswa. Siswa tidak hanya terfokus pada satu buku pegangan saja. Mereka berusaha untuk menjadi yang terbaik dan mempunyai banyak cara dalam menyelesaikan soal yang diberikan guru. Ingin mendalami bahan pengetahuan yang diberikan pada pertemuan pertama sebesar 43,8%; dan pada pertemuan kedua meningkat menjadi 51,4% dari 36 orang siswa.

Setelah penerapan model pembelajaran Search Solve Create Share

(SSCS) proses pembelajaran yang dirasakan siswa sangat menyenangkan. Hal ini tampak pada pertemuan pertama persentase jumlah siswa yang

memperoleh indikator tersebut sebesar 41,7% dan pada pertemuan kedua meningkat menjadi 53,5%.

Indikator keinginan untuk memperoleh penghargaan dalam belajar sebesar 38,9%; sedangkan pada pertemuan kedua meningkat menjadi 52,1%. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang menunjuk tangan untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dan memberikan tanggapan atas hasil yang dipresentasikan temannya. Selain itu, jika guru memberikan soal baik itu soal tentang pelajaran yang telah lalu maupun yang akan dipelajari, siswa berlomba-lomba untuk maju ke depan menyelesaikan soal tersebut. Pada siklus I minat siswa terhadap masalah-masalah yang diberikan guru meningkat.

Keinginan dalam menyelesaikan tugas dengan baik pada pertemuan pertama diperoleh sebesar 38,2%; dan pada pertemuan kedua sebesar 52,1%. Hal ini tampak dari siswa mengerjakan tugas rumah yang diberikan guru dan pada saat diberi tugas, siswa cenderung membandingkan hasil yang diperolehnya dengan hasil kerja temannya.

Keinginan siswa untuk meraih prestasi yang tinggi sangat besar. Hal ini terlihat dari peningkatan yang dicapai siswa pada setiap pertemuan pada siklus I. Pada pertemuan pertama persentase siswa yang mencapai indikator tersebut sebesar 40,3%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 51,4%. Tetapi pada indikator ini, tidak semua siswa dapat

mencapai indikator tersebut. Hal ini diakibatkan siswa yang berkemampuan rendah sangat sulit beradaptasi dengan siswa yang berkemampuan tinggi.

Persentase keinginan siswa memperoleh nilai sesuai dengan yang dilakukan pada pertemuan pertama sebesar 47,9%, sedangkan pada pertemuan kedua meningkat menjadi 58,3%. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar yang diperoleh siswa setelah dilakukan ulangan harian.

Motivasi belajar siswa pada siklus I cukup memuaskan. Hal ini disebabkan siswa kurang terbiasa dengan pembelajaran Search Solve

Create Share (SSCS) yang diterapkan. Selama ini motivasi siswa dalam

belajar hanya melalui dorongan yang diberikan guru, sedangkan melalui penerapan model pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS) siswa dituntut untuk dapat memotivasi dirinya sendiri dan juga motivasi yang diberikan guru untuk mengikuti proses pembelajaran matematika melalui penerapan pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS).

Refleksi Siklus I

Dari hasil kegiatan dan analisis data pada siklus I ditemukan beberapa permasalahan antara lain sebagai berikut.

1)Pada awal pelaksanaan tindakan terlihat siswa belum maksimal mengikuti pembelajaran. Hal ini disebabkan siswa baru mengenal pembelajaran Search

2)Dalam proses pembelajaran, masih ada siswa yang belum dapat mengemukakan ide lain yang dimiliki siswa untuk menyelesaikan LKS, ini disebabkan oleh siswa masih malu dalam mengemukakan ide yang ada.

Dari hasil refleksi ini maka dilakukan kembali perencanaan untuk mengatasi permasalahan yang ditemui pada siklus I. Tindak lanjut dari refleksi adalah sebagai berikut.

1)Menjelaskan langkah-langkah penerapan pembelajaran Search Solve Create

Share (SSCS). Pada pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS)

pembelajaran berpusat pada siswa sehingga siswa harus aktif.

2)Pada siklus berikutnya, siswa didorong dan lebih ditegaskan lagi untuk belajar di rumah dan memberitahukan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya agar siswa dapat mengemukakan ide lain untuk menyelesaikan LKS tanpa harus takut salah atau malu.

3)Hasil analisis ini dan perencanaan akan diterapkan kembali pada siklus II dengan harapan pencapaian yang lebih sempurna.

Untuk lebih jelas dalam menganalisis aktivitas guru dan siswa, berikut rekapitulasi hasil pengamatan :

Tabel IV.11

REKAPITULASI HASIL PENGAMATAN AKTIVITAS GURU DAN SISWA PADA SIKLUS I

Jumlah % Jumlah % 1 Pertemuan Pertama 13 43.33 600 55.56 2 Pertemuan Kedua 16 53.33 659 61.02 29 97 1259 117 14.5 48.33 629.5 58.29 NO Siklus I Jumlah Rata-rata

Aktifitas Guru Aktifitas Siswa

Sumber : Data Olahan Penelitian 2009

Dari tabel IV.11 dapat dilihat peningkatan jumlah aktivitas guru dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua dan dengan rata-rata persentase sebesar 48.33%. Dan aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dengan persentase rata-rata sebesar 58.29%.

Berdasarkan pengamatan di atas, dapat di lihat bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS) dapat meningkatan motivasi belajar matematika siswa kelas VIIB MTs Hasanah, akan tetapi hasilnya masih belum maksimal, oleh karena itu peneliti melakukan siklus selanjutnya yaitu siklus II.

b. Siklus II

Kenyataan pada siklus I pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS) dalam proses pembelajaran matematika masih kurang dan belum maksimal. Motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran diperoleh dari lembar observasi belum memuaskan.

Untuk lebih meningkatkan motivasi belajar siswa perlu dirancang kembali suatu tindakan pada siklus II. Tindakan utama pada pada siklus I tetap

dipertahankan pada siklus II yaitu penerapan Search Solve Create Share (SSCS) dalam pembelajaran matematika. Langkah-langkah yang akan dilakukan adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.

Perencanaan

Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2009, pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2009, dan pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2009. Siklus II merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan pembelajaran pada siklus I. Peningkatan motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa melalui pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS) dengan menggunakan metode demonstrasi, ceramah, tanya jawab, diskusi, dan pemberian tugas.

Perencanaan yang dilakukan pada siklus II adalah mempersiapkan RPP 3, RPP 4, RPP 5, LKS 3, LKS 4, LKS 5, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, dan lembar observasi motivasi belajar siswa. Penggunaan waktu pembelajaran perlu diatur sebaiknya agar pencapaian materi sesuai dengan yang direncanakan. Tujuan pembelajaran lebih dijelaskan lagi pada siswa sebelum pembelajaran dimulai.

Pelaksanaan

1)Pertemuan Pertama (Selasa, 26 Mei 2009)

Proses pembelajaran pada pertemuan pertama siklus II membahas tentang menemukan rumus luas persegi dan menghitung luas persegi.

Kegiatan awal pembelajaran pada pertemuan pertama guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan apersepsi dengan memberikan soal yang berhubungan dengan keliling jajargenjang dan meminta siswa untuk menyelesaikan soal tersebut di depan kelas. Guru menunjuk seorang siswa untuk menyelesaikan soal tersebut di papan tulis. Guru menyelesaikan soal tersebut dengan tanya jawab bersama siswa. Setelah itu guru memotivasi siswa dengan memberikan contoh penggunaan keliling jajar genjang dalam kehidupan sehari-hari dan menjelaskan manfaat pelajaran dalam kehidupan nyata.

Memasuki kegiatan inti, guru menjelaskan materi pelajaran dengan

Dokumen terkait