• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

3. Hasil Penelitian

Berdasarkan wawancara dengan wali kelas III serta analisis RPP tentang persepsi guru terhadap metode problem solving dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah matematika pada kelas III SDNegeri Bakalan Bantul, didapatkan hasil penelitian sebagai berikut. a. Pelaksanaan problem solving

Pelaksanaan metode problem solving dalam meningkatan keterampilan pemecahan masalah matematika.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas III SDN Bakalan, guru kemudian melaksanakan metode problem solving. Tahap pelaksanaan yang dilakukan oleh guru meliputi hal-hal sebagai berikut.

1. Mendorong siswa untuk mengemukakan masalah yang mereka temukan

Guru selalu memberikan dorongan kepada siswanya untuk mengemukakan segala sesuatu yang mereka temui dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari jawaban guru pada waktu wawancara adalah sebagai berikut:

IR “ iya, guru selalu memberikan dorongan kepada siswa untuk mengemukakan apa yang mereka temukan walaupun masih ada siswa yang belum menyampaikan apa yang mereka temukan”.

2. Guru menggunakan permainan pada saat proses pembelajaran untuk menyelesaikan masalah

Guru belum menggunakan permainan pada saat proses pembelajaran yang membuat siswa lebih semangat untuk mengikuti proses pembelajaran tetapi guru selalu menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari jawaban guru pada saat proses wawancara.

IR “Tidak, guru tidak menggunakan permainan pada saat proses pembelajaran. Guru hanya menggunakan metode ceramah”.

3. Memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan strategi dalam menyelesaikan masalah.

Guru selalu memberikan dorongan atau memotivasi siswa untuk meyelesaikan suatu masalah menggunakan strategi tertentu atau langkah-langkah tertentu yang bisa dimengerti siswa atau bisa dikerjakan oleh siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara

IR “ Ya, guru selalu memberikan dorongan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah.

4. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan

Guru belum melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan karena pada saat proses pembelajaran guru yang menyampaikan suatu penemuan atau suatu masalah kepada siswanya. Selain dari itu siswa juga belum mampu atau masih malu-malu dalam menyampaikan pendapatnya di kelas. Hal ini dapat dilihat pada hasil wawancara berikut ini

IR “ Belum, karena siswa belum bisa menyampaikan pendapatnya atau masih malu-malu dalam menyampaikan pendapatnya.

5. Persepsi guru tentang pembelajaran menggunakan Problem Solving di kelas 3 SDN Bakalan.

Proses pembelajaran yang menggunakan metode problem solving belum berjalan dengan baik, karena ada beberapa tahapan yang ada pada metode problem solving belum bisa diterapkan di kelas 3 SDN Bakalan. Hal ini dapat dilihat pada hasil wawancara berikut ini.

IR “ pelaksanaan problem solving dalam pembelajaran di kelas 3 SDN Bakalan belum berjalan dengan baik karena ada beberapa tahap yang ada pada metode problem solving belum bisa diterapkan di kelas 3 SDN Bakalan”.

Dari hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa guru sudah melaksanakan langkah-langkah dalam metode problem solving akan tetapi, semua langkah-langkah dalam problem solving belum terlaksana semuanya karena terkendala dengan tingkat pemahaman

siswa di kelas tersebut selain dari itu waktu juga menjadi penghambat dalam pelaksanaan metode problem solving di kelas tersebut.

b. Pelaksanaan pemecahan masalah dalam pembelajaran

Berdasarkan hasil wawancara, guru melaksanakan pemecahan masalah dalam pembelajaran. Tahap pelaksanaannya meliputi hal-hal sebagai berikut.

1. Memberikan contoh masalah/soal dalam pembelajaran.

Di dalam pembelajaran guru selalu memberikan soal atau contoh masalah yang nantinya akan dikerjakan oleh siswanya. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara berikut ini.

IR “ iya, guru memberikan soal atau contoh masalah yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya guru memberikan soal yang berkaitan dengan daftar belanja sehari-hari dan luas bangun persegi panjang yang dikaitkan dengan luas lapangan.

2. Membaca dan memahami masalah

Dari soal yang diberikan, siswa membaca soal dan berusaha untuk memahami masalah atau soal yang diberikan walaupun harus dibantu oleh guru karena siswa masih mendapatkan kesulitan untuk memahami masalah atau soal yang diberikan guru. Hal ini dapat dilihat pada hasil wawancara berikut.

IR “ ya, siswa selalu membaca dan berusaha memahami masalah atau soal diberikan walaupun dibantu oleh guru kelasnya.

3. Mengidentifikasi kembali soal yang telah dibacakan

Guru selalu meminta siswa untuk mengidentifikasi kembali soal yang telah dibacakan. Hal ini terlihat pada hasil wawancara berikut ini.

IR “ya, siswa diminta mengidentifikasi kembali soal yang telah dibaca”.

4. Menggunakan tabel

Guru menggunakan tabel dalam pembelajaran tetapi siswa masih belum begitu mengerti tentang pembelajaran yang menggunakan tabel, misalnya pada materi luas dan keliling persegi dan persegi panjang siswa belum bisa menyelesaikan soal atau masalah yang diberikan menggunakan tabel. Hal ini dapat dilihat pada hasil wawancara berikut.

IR “ya, guru menggunakan tabel tetapi siswa masih belum mengerti tentang penggunaan tabel tersebut.

5. Mengulang gambar yang dibuat

Pada saat proses pembelajaran siswa mengulang kembali gambar yang telah dibuat oleh guru, misalnya guru membuat contoh gambar persegi panjang di papan tulis kemudian guru meminta siswa siswa untuk mengulang kembali contoh gambar yang telah diberikan. Hal ini dapat dilihat pada hasil wawancara berikut ini

IR “ iya, guru sudah menyuruh siswa untuk mengulang kembali gambar tersebut”.

6. Membuat pola

Dalam pembelajaran guru belum menggunakan pola karena siswa belum mengerti tentang pembelajaran menggunakan pola. Hal ini dapat dilihat pada hasil wawancara berikut ini.

IR “belum, guru belum menggunakan pola dalam pembelajaran”. 7. Mengulang kembali pernyataan

Pada saat proses pembelajaran guru tidak mengulang kembali pernyataan atau mengulang kembali materi yang telah disampaikan karena guru harus mengejar target untuk menyelesaikan materi pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusunya. Hal ini dapat dilihat pada hasil wawancara berikut ini.

IR “tidak, guru tidak mengulang kembali pernyataan yang telah disampaikan”.

8. Memberikan suatu contoh penalaran

Pada proses pembelajaran yang berlangsung guru selalu memberikan suatu contoh penalaran yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan, misalnya guru memberikan sebuah soal tentang permasalahan yang berkaitan dengan luas persegi panjang. Hal ini dapat dilihat pada hasil wawancara berikut ini.

IR “ya, guru selalu memberikan contoh soal penalaran”. 9. Mengajarkan cara yang baik untuk penyelesaian masalah

Guru selalu mengajarkan kepada siswa bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah dalam pembelajaran, misalnya pada

pembelajaran matematika guru memberikan soal berupa masalah matematika setelah itu guru juga mengajarkan atau menjelaskan bagaimana cara atau langkah-langkah dalam penyelesaian masalah tersebut. Hal ini dapat dilihat pada hasil wawancara berikut ini.

IR “ iya, guru selalau mengajarkan kepada siswa tentang cara untuk menyelesaikan suatu masalah dalam pembelajaran khususnya pada mata pelajaran matematika”.

10. Memberikan penjelasan tentang cara penyelesaian masalah yang baik dalam pembelajaran.

Guru selalu memberikan penjelesan tentang cara penyelesaian masalah yang terbaik tentang suatu masalah dalam suatu pembelajaran seperti pada waktu mengerjakan soal matematika guru selalu menjelaskan tentang langkah-langkah penyelesaian masalah tersebut sebelum meminta siswa untk meyelesaikan sendiri masalah yang diberikan. Hal ini dapat dilihat pada hasil wawancara berikut ini.

IR “ya, guru selalu memberikan penjelasan tentang cara penyelesaian masalah yang baik”.

11. Persepsi guru tentang pemecahan masalah pada pembelajaran di SD Proses pembelajaran menggunakan pemevahan masalah dalam pembelajaran sudah berjalan dengan baik sesuai dengan langkah-langkah dalam pemecahan masalah, akan tetapi belum semua siswa bisa mengikuti pembelajaran menggunanakan langkah-langkah pemecahan masalah yang sebenarnya karena kemampuan siswa yang berbeda-beda. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara berikut.

IR “pelaksanaan pembelajaran menggunakan pemecahan masalah berjalan dengan baik”.

Dari hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pemecahan masalah dalam pembelajaran sudah berjalan dengan baik hanya saja ada beberapa siswa yang kurang bisa mengikuti pembelajaran yang menggunakan pemecahan masalah dan selain dari itu, proses pembelajaran menggunakan pemecahan masalah masih terkendala dengan waktu.

c. Metode problem solving dalam pemecahan masalah dalam

matematika.

Penggunaan problem solvung dalam pemecahan masalah dalam matematika adalah penggunaan metode yang tepat karena dalam metode problem solving juga terdapat langkah-langkah yang menganalisis suatu masalah atau metode yang mengajarkan pembelajaran berdasarkan masalah dan menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini dapat dilihat pada hasil wawancara berikut ini.

IR “penggunaan metode problem solving dalam dalam pemecahan masalah sangat bagus karena dalam problem solving proses pembelajaran menggunakan masalah dan cara penyelesaiannya”. d. Hambatan pelaksanaan metode problem solving dalam meningkatan

keterampilan pemecahan masalah matematika.

Hambatan yang dialami adalah terkait dengan waktu karena guru dalam menerapkan metode tersebut menyesuaikan dengan tagihan dalam RRP, maka guru belum dapat memberikan tugas kepada siswa dengan rencana yang terdapat dalam RRP karena waktu dalam RPP

terkadang tidak sesuai dengan kenyataannya.Siswa membutuhkan waktu yang cukup lama dalam memahami suatu materi sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk memdapatkan penjelasan dari guru. Hal tersebut menyebabkan siswa kurang mendapatkan tugas yang diberikan oleh guru karena waktu tidak memungkinkan.

Hambatan juga dialami guru yaitu sulitnya mengatur atau mengkondisikan siswa dalam mengerjakan tugas karena siswa kelas III masih belum mengerti pentingnya metode probem solving hal tersebut menyebabkan guru kesulitan dalam membimbing siswa yang cukup banyak dan mereka masih cenderung bermain dengan teman-temannya.

Dokumen terkait