• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil penelitian

Pada tahap ini peneliti akan memaparkan bagian terpenting yang menjadi focus penelitian yaitu analisis motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan pada PT Telekomunikasi Indonesia Witel Makassar, dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.

Pada penelitian deskriptif kualitatif ini peneliti di tuntut agar dapat mengidentifikasikan, menjelaskan, mengambarkan atau mendeskripsikan dan menggali data berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan yang berdasarkan dengan hasil wawancara mendalam, observasi langsung, serta dokumentasai dilokasi penelitian.

Berdasarkan data yang diperoleh, maka hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi kerja yang diberikan oleh perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia Witel Makassar dapat meningkatkan kinerja karyawan. Dengan pemberian motivasiyang berkatian dengan sikap terhadap pekerjaan. yang diadakan setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis para atasan memberikan motivasi kepada para karyawan. Serta karyawan yang berprestasi akan diberikan sebuah penghargaan.

1. Deskripsi karakteristik informan

Pada penelitian ini yang menjadi informan adalah manajer dan karyawan PT. Telekomunikasi witel Makassar yang dianggap representatif dalam pengumpulan informasi selama penelitian berlangsung. Dengan informan kunci yaitu Bapak Soetedjo sebagai manajer HRD & CDC dan yang menjadi informan nonkunci yaitu Bapak Zainal Abidin sebagai karyawan HRD & CDC dan Bapak Abdul Rahman sebagai karyawanlogistic &GS. Berikut ini informan penelitian, sebagai berikut :

Tabel 4.2 Karakteristik Informan Berdasarkan Jabatan/Pekerjaan

No Nama Jabatan

1 Soetedjo Manajer HRD & CDC

3 Abdul Rahman Karyawan Logistik & GS

2. Deskripsi hasil penelitian

Data dari hasil penelitian didapatkan melalui wawancara mendalam yang dilakukan oleh peneliti pada perusahaan PT. Telekomunikasi indonesia witel Makassar. Dimana informan adalah manajer dan karyawan perusahaan PT. Telekomunikasi indonesia witel Makassar.

1. Deskripsi wawancara dengan manajer PT. Telekomunikasi Witel Makassar

a. Motivasi kerja

Berdasarkan wawancara mendalam yang dilakukan peneliti dengan informan. pertama peneliti menanyakan tentang. Apakah dalam melakukan pekerjaan karyawan membutuhkan motivasi ? Kemudian beliau menjawab yaitu sebagai berikut:

“Jelas, para karyawan disini membutuhkan motivasi karena., motivasi disini sangatlah berperan penting bagi para karyawan untuk menunjang kinerjanya (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

Kemudian penelitilebih lanjut menanyakan mengenai. Bagaimana cara memotivasi karyawan agar dapat meningkatkan kinerja ? kemudian beliau menjawab sebagai berikut :

“Cara memotivasi karyawan agar dapat meningkatkan kinerja yaitu dengan beberapa cara diantaranya adalahsikap yang terkait dengan motivasi, dibuka forum setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis para atasan memberikan motivasi kerja kepada para karyawan. serta karyawanyang berprestasi akan diberikan sebuah penghargaan(wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

Peneliti lebih lanjut menanyakan mengenai apakah karyawan yang berprestasi akan diberikan suatu penghargaan atas hasil kerjanya? kemudian beliau menjawab sebagai berikut :

“Iya. Pemberian penghargaan atas karyawan yang berprestasi akan dilakukan oleh perusahaan. Pemberian penghargaan tersebut merupakan upaya perusahaan dalam memberikan balas jasa atas hasil kerja karyawan, sehingga dapat mendorong karyawan lain bekerja lebih giat dan berpotensi (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”. Kemudian peneliti kembali menanyakan mengenai apakah pemberian penghargaan perlu diberikan kepada para karyawan? Kemudian beliau menjawab sebagai berikut :

“Ya. karyawan memerlukan suatu penghargaan pada saat hasil kerjanya telah memenuhi atau bahkan melebihi standar yang telah ditentukan perusahaan. Penghargaan ini dapat berupa pujian, hadiah atau apresiasi perusahaan terhadap karyawan. Karena penghargaan ini dapat juga memotivasi karyawan yang lainnya (wawancara pada hari Kamis, tanggal

24 Mei 2018)”.

b. Kinerja karyawan

Peneliti menanyakan lebih lanjut mengenai bagaimana cara untuk meningkatkan kualitas kerja ?, beliau menjawab sebagai berikut :

“Cara untuk meningkatkan kualitas kerja karyawan adalah dengan pelatihan sesuai bidangnya, penambahan wawasan seperti seminar, pengarahan tentang bagaimana dengan program yang dijalankan dan pemberian gaji yang sepadan (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

Kemudian peneliti menanyakan kembali mengenai bagaimana cara untuk meningkatkan kemampuan kinerja karyawan ?kemudian beliau menjwab sebagai berikut :

“Cara untuk meningkatkan kemampuan kinerja karyawan meliputi pengetahuan dari segi pendidikan dan pelatihan (wawancara pada hari

Selanjutnya peneliti menanyakan kembali apakah dengan memiliki kemampuan kerja yang baik dapat meningkatkan citra perusahan?kemudian beliau menjawab sebagai berikut :

Jelas. Dengan memiliki kemampuan kerja yang baik dapat meningkatkan citra perusahaan artinya dapat memberikan kepuasan terhadap pelanggan dan profit perusahaan akan meningkat sehingga citra perusahaan dipandang dengan baik oleh kalangan masyarakat (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

Peneliti kembali menanyakan mengenai bagaiman cara memaknai kinerja karyawan ?, lalu beliau menjawab sebagi berikut :

““Cara memaknai kinerja karyawan, apakah sudah baik atau belum yaitu

berdasarkan indikator-indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan. Sebagai hasilnya akan diketahui bahwa karyawan tersebut masuk dalam tingkatan kinerja tertentu. Dan dapat dinilai dari beberapa aspek seperti : tingkat efektivitas, efisiensi, keamanan dan kepuasan pelanggan atau pihak yang dilayani (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”. Selanjutnya peneliti menanyakan lebih lanjut lagi mengenai apakah hasil kinerja karyawan memuaskan? Kemudian beliau menjawab sebagai berikut :

“Ya. Kinerja karyawan sangat memuaskan bagi perusahaan maupun pelanggan. Hal ini dapat dilihat bahwa perusahaan memperoleh profit yang maksimal dan dari pelanggan itu sendiri mendapatkan kepuasan seperti pelayanan yang baik yang diberikan oleh karyawan (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

Peneliti kembalimenanyakan mengenai apakah penyesuaian kerja harus diperhatikan dalam perusahaan ? kemudian beliau mengutarakan pendapatnya sebagai berikut :

“Penyesuaian kerja sangat penting bagi para karyawan karena untuk dapat menjalin hubungan yang baik dengan lingkungan disekitar pekerjaan. Karena lingkungan bisa menjadi nilai-nilai yang bisa digunakan oleh seorang karyawan untuk mencapai suatu keberhasilan (wawancara

pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

Selanjutnya peneliti kembali menanyakan mengenai bagaimana upaya yang dilakukan karyawan agar dapat hidup lebih baik? Kemudian beliau menjawab sebagai berikut :

“upaya yang dilakukan para karyawan agar dapat hidup lebih baik yaitu dengan cara memberikan profit kepada perusahaan artinya karyawan bekerja dengan tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu, apabila karyawan telah bekerja semaksimal mungkin, maka akan di beri upah yang sepadan (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

Peneliti menanyakan lebih lanjut mengenai bagaimana cara agar dapat memporoleh penghargaan? Kemudiann beliau menjawab sebagai berikut :

“cara agar dapat memperoleh penghargaan yaitu dengan cara karyawan harus memberikan hasil kinerjanya yang baik kepada perusahaan dengan menambah laba perusahaan dengan kata lain karyawan harus berprestasi (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

Kemudian peneliti menanyakan lebih lanjut lagi mengenai apakah dengan adanya faktor internal kinerja karyawan dapat diakui dengan baik? Lalu beliau menjawab sebagai berikut :

“ya. Kinerja karyawan dapat diakui dengan baik dengan adanya beberapa faktor internal diantaranya adalah pemberian penghargaan bagi karyawan yang berprestasi artinya dengan pemberian penghargaan tersebut maka, kinerja karyawan diakui dengan baik oleh perusahaan karena dapat memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan itu sendiri (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

2. Deskripsi wawancara dengan karyawan PT. Telekomunikasi Witel Makassar a. Motivasi kerja

Berdasarkan wawancara mendalam yang dilakukan oleh peneliti dengan karyawan PT. Telekomunikasi Indonesia Witel Makassar tentang motivasi apa saja yang dibeikan oleh perusahaan ? lalu, beliau menjawab sebagai berikut

“motivasi yang diberikan oleh perusahaan kepada para karyawan yaitu diantaranya membuka suatu forum diskusi dimana para karyawan memaparkan program kerja yang dijalankannya (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

Kemudian peneliti menanyakan mengenai apakah karyawan yang berprestasi akan diberikan suatu penghargaan atas hasil kerjanya? kemudian beliau menjawab sebagai berikut :

“Iya. Pemberian penghargaan atas karyawan yang berprestasi akan dilakukan oleh perusahaan. Pemberian penghargaan tersebut merupakan upaya perusahaan dalam memberikan balas jasa atas hasil kerja karyawan, sehingga dapat mendorong karyawan lain bekerja lebih giat dan berpotensi (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

Selanjutnyapeneliti menanyakan mengenai apakah pemberian penghargaan perlu diberikan kepada para karyawan? Kemudian beliau menjawab sebagai berikut :

“Ya. Karyawan memerlukan suatu penghargaan pada saat hasil kerjanya telah memenuhi atau bahkan melebihi standar yang telah ditentukan perusahaan. Penghargaan ini dapat berupa pujian, hadiah atau apresiasi perusahaan terhadap karyawan. Karena penghargaan ini dapat juga memotivasi karyawan yang lainnya (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

b. Kierja karyawan

Peneliti kembali menanyakan mengenai bagaimana cara untuk meningkatkan kualitas kerja ?, beliau menjawab sebagai berikut :

“Cara untuk meningkatkan kualitas kerja karyawan adalah dengan pelatihan sesuai bidangnya, penambahan wawasan seperti seminar, pengarahan tentang bagaimana dengan program yang dijalankan dan pemberian gaji yang sepadan (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

Kemudian peneliti menanyakan mengenai bagaimana cara untuk meningkatkan kemampuan kinerja karyawan ?kemudian beliau menjwab sebagai berikut :

“Cara untuk meningkatkan kemampuan kinerja karyawan meliputi pengetahuan dari segi pendidikan dan pelatihan (wawancara pada hari

Peneliti kembali menanyakan mengenai bagaimana cara memaknai kinerja karyawan?, kemudian beliau mengutarakan pendapatnya sebagai berikut :

“Cara memaknai kinerja karyawan, apakah sudah baik atau belum yaitu erdasarkan indikator-indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan. Sebagai hasilnya akan diketahui bahwa karyawan tersebut masuk dalam tingkatan kinerja tertentu. Dan dapat dinilai dari beberapa aspek seperti : tingkat efektivitas, efisiensi, keamanan dan kepuasan pelanggan atau pihak yang dilayani (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”. Kemudian peneliti menanyakan mengenai apakah dengan memiliki kemampuan kerja yang baik dapat meningkatkan citra perusahaan ?, lalu beliau menjawab sebagi berikut :

“Jelas. Dengan memiliki kemampuan kerja yang baik dapat meningkatkan citra perusahaan artinya dapat memberikan kepuasan terhadap pelanggan dan profit perusahaan akan meningkat sehingga citra perusahaan dipandang dengan baik oleh kalangan masyarakat (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

Peneliti menanyakan kembali mengenai apakah hasil kinerja karyawan memuaskan? Kemudian beliau menjawab sebagai berikut :

“Ya. Kinerja karyawan sangat memuaskan bagi perusahaan maupun pelanggan. Hal ini dapat dilihat bahwa perusahaan memperoleh profit yang maksimal dan dari pelanggan itu sendiri mendapatkan kepuasan seperti pelayanan yang baik yang diberikan oleh karyawan (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

Selanjutnya peneliti menanyakan mengenai apakah penyesuaian kerja harus diperhatikan dalam perusahaan ? kemudian beliau mengutarakan pendapatnya sebagai berikut :

“Penyesuaian kerja sangat penting bagi para karyawan karena untuk dapat menjalin hubungan yang baik dengan lingkungan disekitar pekerjaan. Karena lingkungan bisa menjadi nilai-nilai yang bisa digunakan oleh seorang karyawan untuk mencapai suatu keberhasilan (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

Peneliti kembali menanyakan mengenai bagaimana upaya yang dilakukan karyawan agar dapat hidup lebih baik? Kemudian beliau menjawab sebagai berikut :

“upaya yang dilakukan para karyawan agar dapat hidup lebih baik yaitu dengan cara memberikan profit kepada perusahaan artinya karyawan bekerja dengan tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu, apabila karyawan telah bekerja semaksimal mungkin, maka akan di beri upah yang sepadan (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

Selanjutnya peneliti menanyakan bagaimana cara agar dapat memporoleh penghargaan? Kemudiann beliau menjawab sebagai berikut :

“cara agar dapat memperoleh penghargaan yaitu dengan cara karyawan harus memberikan hasil kinerjanya yang baik kepada perusahaan dengan menambah laba perusahaan dengan kata lain karyawan harus berprestasi (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

Kemudian peneliti menanyakan mengenai apakah dengan adanya faktor internal kinerja karyawan dapat diakui dengan baik? Lalu beliau menjawab sebagai berikut :

“ya. Kinerja karyawan dapat diakui dengan baik dengan adanya beberapa faktor internal diantaranya adalah pemberian penghargaan bagi karyawan yang berprestasi artinya dengan pemberian penghargaan tersebut maka, kinerja karyawan diakui dengan baik oleh perusahaan karena dapat memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan itu sendiri (wawancara pada hari Kamis, tanggal 24 Mei 2018)”.

3. Deskripsi wawancara dengan karyawan PT. Telekomunikasi Witel Makassar a. Motivasi kerja

Berdasarkan wawancara mendalam yang dilakukan oleh peneliti dengan karyawan PT. Telekomunikasi Indonesia Witel Makassar tentang motivasi

apa saja yang dibeikan oleh perusahaan ? lalu, beliau menjawab sebagai berikut

“motivasi yang diberikan oleh perusahaan kepada para karyawan yaitu

diantaranya membuka suatu forum diskusi dimana para karyawan memaparkan program kerja yang dijalankannya(wawancara pada hari sabtu,tanggal 26 mei 2018)”

Kemudian peneliti menanyakan mengenai apakah karyawan yang berprestasi akan diberikan suatu penghargaan atas hasil kerjanya? kemudian beliau menjawab sebagai berikut :

“Jelas, para karyawan disini membutuhkan motivasi karena tujuan perusahaan itu sendiri adalah memperoleh profit semaksimal mungkin. Jadi, motivasi disini sangatlah berperan penting bagi para karyawan untuk menunjang kinerjanya(wawancara pada hari sabtu,tanggal 26 mei 2018)”

Selanjutnya peneliti menanyakan mengenai apakah pemberian penghargaan perlu diberikan kepada para karyawan? Kemudian beliau menjawab sebagai berikut :

Ya, itu sangat perlu sebagai motivasi agar para karyawan lebih giat bekerja dan selalu melakukan yang terbaiki,demi tercapainya suatu tujuan perusahaan (wawancara pada hari sabtu,tanggal 26 mei 2018)”

b. Kierja karyawan

Peneliti menanyakan kembali mengenai bagaimana cara untuk meningkatkan kualitas kerja ?, beliau menjawab sebagai berikut :

“Yang namanya kualitas,ya harus dengan pelatihan selalu mau belajar. Ketika mendapat kegagalan, bukanya down dan tidak mau berusaha lagi tetapi sebaliknya,yakni harus terus berusaha dan belajar dari kegagalan itu sendiri tentunya kita juga harus belajar dari teman-teman dan tim work(wawancara pada hari sabtu,tanggal 26 mei 2018)”

Kemudian peneliti menanyakan mengenai bagaimana cara untuk meningkatkan kemampuan kinerja karyawan ?kemudian beliau menjwab sebagai berikut :

“Ya,tentunyadengan mengikuti pelatihan dan peningkatan pengetahuan,utamanya di bidan yang di ambil(wawancara pada hari sabtu,tanggal 26 mei 2018)”

Peneliti kembali menanyakan mengenai bagaimana cara memaknai kinerja karyawan ?, kemudian beliau mengutarakan pendapatnya sebagai berikut :

“Untuk memaknai kinerja karyawan yang dengan hasil kerjanya apakah sudah mencapai target atau tidak juga dari kualitas kerjanya,baik itu efesiensi, efektivitas dan kepuasan costumer(wawancara pada hari sabtu,tanggal 26 mei 2018)”

Kemudian peneliti menanyakan mengenai apakah dengan memiliki kemampuan kerja yang baik dapat meningkatkan citra perusahaan ?, lalu beliau menjawab sebagi berikut :

“Tentu karena citra sebuah perusahaan itu tergantung pada kemampuan kinerja kerja yang baik para karyawannya(wawancara pada hari sabtu,tanggal 26 mei 2018)”

Peneliti menanyakan mengenai apakah hasil kinerja karyawan memuaskan? Kemudian beliau menjawab sebagai berikut :

“Ya. Kinerja karyawan sangat memuaskan bagi perusahaan maupun pelanggan. Hal ini dapat dilihat bahwa perusahaan memperoleh profit yang maksimal dan dari pelanggan itu sendiri mendapatkan kepuasan seperti pelayanan yang baik yang diberikan oleh karyawan(wawancara pada hari sabtu,tanggal 26 mei 2018)”

Selanjutnya peneliti menanyakan mengenai apakah penyesuaian kerja harus diperhatikan dalam perusahaan ? kemudian beliau mengutarakan pendapatnya sebagai berikut :

“Ya itu sangat penting,suatu pekerjaan yang tidak koheren dengan disiplin ilmu yang dimilikioleh karyawan akan sedikit sulit dilaksanakan oleh karyawanitu sendiri,yah meskipun ada training pasti berbeda dengan yang sudah memiliki basic di bidang tersebut(wawancara pada hari sabtu,tanggal 26 mei 2018)”

Kemudian peneliti menanyakan mengenai bagaimana upaya yang dilakukan karyawan agar dapat hidup lebih baik? Kemudian beliau menjawab sebagai berikut :

“Tentunya dengan berprestasi dan memberikan provit yang besar sesuai dengan tujuan perusahaan itu,dengan prestasi yang bagus maka perusahaan juga pastinya akan memberikan bonus kepada para karyawannya(wawancara pada hari sabtu,tanggal 26 mei 2018)”

Peneliti menanyakan kembali mengenai bagaimana cara agar dapat memporoleh penghargaan? Kemudiann beliau menjawab sebagai berikut :

“Caranya agar dapat memporoleh penghargaan yaitu dengan menunjukkan kinerja yang baik,bekerja maksimal dan menunjukkan aktitude yang baik(wawancara pada hari sabtu,tanggal 26 mei 2018)”

Kemudian peneliti menanyakan mengenai apakah dengan adanya faktor internal kinerja karyawan dapat diakui dengan baik? Lalu beliau menjawab sebagai berikut :

“Faktor internal dari diri sendiri sebagai karyawan sangat perlu kalau dari karyawan sendiri itu ingin maju,pastilah akan melakukan yang terbaik dengan itu maka semuanya akan baik(wawancara pada hari sabtu,tanggal 26 mei 2018)”

C. Pembahasan hasil penelitian

Hasil penelitian diatas merupakan proses pengumpulan data dari informan yang dilakukan peneliti sesuai dengan prosedur penelitian. Peneliti ini menggunakan metode deksriptif kualitatif tentang analisis motivasi kerja dalam meningkatkan kinerjakaryawan pada PT telekomunikasi Indonesia witel Makassar.

Hasil penelitian dari fakta lapangan menunjukkan bahwa pemberian motivasi sangatlah penting untuk menunjang kinerja karyawan .adapun motivasi yang diberikan oleh perusahaan PT telekomunikasi Indonesia witel Makassar

berupa penghargaan dalam upaya untukmemotivasi para karyawan yang berprestasi sebagai bentuk penghargaan dari perusahaan.

Pemberian motivasi oleh PT telekomunikasi Indonesia witel Makassar sangatlah berperan terhadap karyawan untuk menunjang kinerjanya. Beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan kinerjakaryawan adalah dengan cara melakukan pelatihan sesuai bidangnya,penambahan wawasan seperti mengadakan pertemuan intesif secara rutin dalam pengarahan tentang bagaimana program kerja yang di jalankan serta pemberian gaji yang sepadan, dengan kinerja yang di tunjukkan oleh karyawan.dengan adanya kemampuan kinerja yang baik maka dapat meningkatkan citra perusahaan.adapun beberapa cara memaknai kinerja karyawan apakah sudah baik atau belum yaitu berdasarkan indikator-indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan oleh PT telekomunikasi Indonesia witel makassar. sebagai hasilnya bahwa karyawan tersebut masuk dalam tingkatan kinerja tertentu sehingga dapat dinilai dari beberapa aspek tertentu sebagai berikut: tingkat efektivitas, efesiensi, keamanan dan kepuasan pelanggan atau pihak yang dilayani. sehingga penyusuaian pekerjaan juga harus diperhatikan dalam perusahaan karna penyusuaian pekerjaan sangatlah penting bagi para karyawan untuk dapat menjalin hubunggan yang baik dengan lingkungan disekitar pekerjaan. Karena lingkungan bisa menjadi nilai-nilai yang bisa digunakan oleh seorang karyawan untuk mencapai suatu keberhasilan.

Dari penjelasan diatas terlihat sangat jelas bahwa motivasi kerja yang diberikan oleh perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia Witel Makassar dapat meningkatkan kinerja karyawan. Dengan pemberian motivasiyang berkatian dengan sikap terhadap pekerjaan.Serta karyawan yang berprestasi akan

diberikan sebuah penghargaan atas hasil kerjanya.hal ini sesuai dengan teori yang di kemukakan oleh hamzaB.uno dan ninalamatenggo(2014:59) menyatakan bahwa ‘ kinerja adalah fungsi-fungsi yang dituntut dari seseorang sedangkan galtot dan sinom bahwa kinerja antau promance merupakan hasil inteksi atau berfungsinya unsure-usur motivasi, kemampuan, dan persepsi pada diri seseorang.serta dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil kerja yang dilakukan seseorang karyawan dengan baik yang telah mencapai tujuan perusahaan.

52 A. Kesimpulan

Dari hasil pembahasan mengenai analisis motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan pada PT telekomunikasi Indonesia witel Makassar dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja sangatlah berperan penting bagi karyawan untuk menunjang kinerjanya dan kinerja karyawan perusahaan PT Telekomunikasi indonesia witel Makassar dapat dikatakan baik apabila kinerja karyawan memuaskan serta dapat meningkatkan citra perusahaan.

B. Saran

Saran yang dapat diajukan oleh peneliti, yaitu diantaranya sebagai berikut : 1. Bagi perusahaan

Peneliti menyarankan agar pemberian motivasi kepada para karyawan telkom lebih ditingkatkan lagi khususnya pada pengetahuan yang sesuai dengan bidang para karyawan telkom.

2. Bagi karyawan

Peneliti menyarangkan agar Dalam melaksanakan tugas masing-masing karyawan, para atasan sebaiknya melakukan pengawasan untuk mengetahui kinerja para pkaryawan atau dibentuknya tim internal audit yang khusus mengontrol kinerja para karyawan

3. Bagi peneliti selanjutnya

Peneliti menyarangkan agar melakukan penelitian tentang motivasi kerja dan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan pada PT Telekomunikasi Indonesia witel Makassar.

54

Perusahaan. Remaja Rosdakarya. Bandung

Irianto, Jausuf. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Surabaya: Insan Cendekia.

Kasmir. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori dan Praktik). Depok : PT. Rajagrafindo Persada.

Mathis, Robert L. Dan John H. Jackson. 2012. Manajemen Sumber Daya

Manusia, Edisi Pertama. Jakarta. Salemba Empat.

Marwansyah. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Kedua. Bandung : Alfabeta.

Malayu S.P. Hasibuan. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Nawawi Hadari, H. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta. Gajah Mada University Press.

Robbins, Stephen P. and Timothy Judge. 2011. Organization Behavior 15th

Edition. Pearson edition.

Samsudin. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Pustaka Setia.

S.P, Hasibuan, Malayu. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Sondang P. Siagian. 2009. Motivasi Kerja. Jakarta. PT Rineka Cipta.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kualitatif Edisi Ketiga. Bandung : Alfabeta. Wirawan. 2009. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia : Teori Aplikasi dan

Penelitian. Jakarta: Salemba Empat.

Olivia Theodora (2015). Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Sejahtera Motor Gemilang, (online), (http://www. Schoolar google.com/jurnal/Motivasi Kerja.htm, diakses 30 Januari 2018).

Sindi Larasati dan Alini Gilang (2014). Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Wilayah Telkom Jabar Barat Utara (Witel Bekasi), (online),

(http://www. Schoolar google.com/jurnal/Motivasi Kerja.htm, diakses 30 Januari 2018).

Hery Murti dan Veronika Agustini Srimulyani (2013). Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai dengan Variabel Pemediasi Kepuasan Kerja Pada PDAM Kota Madiun, (online), (http://www. Schoolar google.com/jurnal/Motivasi Kerja.htm, diakses 30 Januari 2018).

Yuli Suwati (2013). Pengaruh Kompensasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Tunas Hijau Samarinda, (online), (http://www. Schoolar google.com/jurnal/Motivasi Kerja dan Kinerja Pegawai.htm, diakses 30 Januari 2018).

Leonando Agusta dan Eddy Madiono Sutanto (2013). Pengaruh Pelatihan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan CV. Haragon Surabaya,

(online), (http://www. Schoolar google.com/jurnal/Motivasi Kerja.htm, diakses 30 Januari 2018).

Lampiran 1

Kisi-kisi pedoman wawancara

Analisis Motivasi Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Pada pt telekomunikasi witel Makassar.

Variable penelitian Sub Variabel Indikator

Motivasi kerja Dan Kinerja Karyawan

Motivasi Kerja

Metode Motivasi Kerja

Apresiasi Motivasi

Dokumen terkait