• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tingkat kompleksitas per tanyaan dalam contoh-contoh soal buku teks matematika berdasarkan Taksono mi SOLO. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dikembang kan oleh Miles dan Huberman. Tahap analisis yang dilakukan meliputi (1) re duksi data, (2) penyajian data, dan (3) menarik kesimpulan atau verifikasi. Be rikut ini adalah hasil tahap analisis penelitian yang menggunakan contoh soal pada setiap buku teks matematika yang menjadi sumber data penelitian.

1. Reduksi Data

Tahap analisis pertama yaitu reduksi data, peneliti mengumpulkan seluruh contoh-contoh soal yang terdapat dalam buku teks matematika yang digunakan dalam penelitian ini. Peneliti memisahkan contoh-contoh soal yang dapat dianalisis dan tidak dapat dianalisis. Kemudian, peneliti menggunakan tabel checklis untuk menglasifikasikan contoh-contoh soal berdasarkan Taksonomi SOLO dan menjelaskan hasil analisis pada lembar pengamatan dan pencatatan data (terdapat pada lampiran 1, lampiran 2 dan lampiran 3). Adapun hasil reduksi data pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

a. Buku Teks Matematika SMP Kelas VII Terbitan Pusat

Kurikulum dan Perbukuan

Buku teks matematika SMP kelas VII terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan ini merupakan buku teks matematika yang digunakan secara wajib oleh sekolah menengah pertama yang menggunakan stan dar kurikulum 2013. Dalam buku teks ini, terdapat 8 bab yang dianta ranya sebanyak 4 bab diajarkan pada semester 1 dan sebanyak 4 pada semester 2 bab. 4 bab yang diajarkan pada semester 1 meliputi bab bi langan, bab himpunan, bab perbandingan, serta bab garis dan sudut. Sedangkan, 4 bab pada semester 2 meliputi bab segi empat dan segit i ga, bab persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel serta arit metika sosial, bab transformasi, dan terakhir bab peluang dan statistik. Bab-bab yang disajikan meliputi 3 konten yang terdiri dari konten alja bar, bilangan, dan geometri.

Setiap bab yang terdapat dalam buku teks matematika ini ba nyak menyajikan contoh-contoh soal. Contoh-contoh soal yang diteliti dalam buku teks matematika ini hanya pada setiap pada semester 1. Contoh soal pada bab-bab semester 2 tidak diikutkan karena tingkat kompleksitas pertanyaan dalam contoh soal pada bab-bab semester 1 yang diteliti sudah dapat mewakili tingkat kompleksitas pertanyaan da lam contoh soal pada keseluruhan contoh soal buku teks matematika tersebut.

Contoh-contoh soal yang dianalisis tingkat kompleksitas perta nyaannya ada 66 contoh soal dan sebanyak 7 contoh soal yang tidak dianalisis. Contoh soal dalam buku teks ini yang tidak dianalisis dika renakan 7 contoh soal tersebut hanya menyajikan konsep dan tidak memuat pertanyaan. Berikut ini, disajikan tabel distribusi contoh-con toh soal yang dianalisis berdasarkan tingkat kompleksitas Taksonomi SOLO.

Tabel 4.

Distribusi Contoh Soal Buku Teks Matematika Terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan

Bab Judul Bab Konten

Total Contoh

soal

Jumlah Contoh Soal Keterangan untuk contoh soal yang

tidak dianalisis Dianalisis Tidak

Dianalisis

1. Bilangan Bilangan 40 39 1

Hanya menyajikan konsep dan tidak memuat pertanyaan

2. Himpunan Aljabar 14 11 3

Hanya menyajikan konsep dan tidak memuat pertanyaan

3. Perbandingan Aljabar 10 8 2

Hanya menyajikan konsep dan tidak memuat pertanyaan 4. Garis dan

Sudut Geometri 9 8 1

Hanya menyajikan konsep dan tidak memuat pertanyaan Berdasarkan hasil analisis, contoh-contoh soal dalam buku teks matematika terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan tingkat komplek sitas pertanyaannya meliputi tingkat unistruktural, multistruktural, rela sional, dan abstrak diperluas. Ada sebanyak 31 contoh soal yang terma suk pada tingkat kompleksitas pertanyaan unistruktural, 24 contoh soal

yang termasuk pada tingkat kompleksitas pertanyaan multistruktural, 6 contoh soal yang termasuk pada tingkat kompleksitas pertanyaan relasional dan 5 contoh soal yang termasuk pada tingkat kompleksitas pertanyaan abstrak diperluas. Berikut ini, deskripsi tingkat kompleksi tas pertanyaan dalam contoh-contoh soal yang memenuhi indikator dan merepresentasi kan tingkat kompleksitas pertanyaan berdasarkan Taksonomi SOLO secara keseluruhan pada buku teks matematika ter bitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

1) Analisis Contoh Soal Nomer 1.4 Halaman 12 Bab Bilangan

Teks soal pada contoh soal nomer 1.4 adalah sebagai berikut.

Soal di atas melatih siswa untuk dapat mengidentifikasi dan me nerjemahkan informasi yang terdapat dalam teks soal. Dalam me nentukan penyelesaian, contoh soal tersebut mengarahkan siswa un tuk dapat menentukan nilai bilangan bulat negatif atau bilangan bu lat positif melalui informasi yang terdapat dalam teks soal.

Pada contoh soal nomer 1.4 peserta didik diarahkan untuk memahami konsep bilangan bulat negatif atau bilangan bulat posi tif melalui hasil terjemahan ilustrasi pada teks soal dan dapat me

ngubah konsep bilangan bulat pada garis bilangan. Dimana kedu dukan mula-mula atau diam mewakili angka 0, kedudukan di ba wah permukaan mewakili bilangan bulat negatif, kedudukan turun mewakili operasi pengurangan. Ketika siswa sudah memahami ilus trasi yang disajikan dengan garis bilangan, siswa dapat menerap kan operasi pengurangan sebarang bilangan bulat oleh sebarang bi langan bulat positif.

Contoh soal ini menyajikan beberapa informasi yang secara je las disajikan dalam teks soal yaitu berupa operasi pengurangan dua buah bilangan bulat negatif. Dalam menentukan penyelesaian akhir dapat menggunakan satu cara. Maka contoh soal tersebut dapat di simpulkan berada pada tingkat kompleksitas pertanyaan multistruk tural.

2) Analsisis Contoh Soal Nomer 2.12 Halaman 137 Bab

Himpunan

Teks soal pada contoh soal nomer 2.12 adalah sebagai berikut.

Soal tersebut melatih siswa untuk dapat mengidentifikasi informa si yang disajikan dalam teks soal yang digunakan dalam menentu kan hasil akhir dari suatu soal himpunan. Contoh soal tersebut membantu siswa untuk menentukan komplemen dari suatu himpu nan yang diketahui. Siswa dapat memahami konsep komplemen da ri suatu himpunan terlebih dahulu agar dapat menjawab dengan be

nar melalui contoh soal nomer 2.12 ini. Komplemen dari suatu him punan adalah suatu himpunan yang semua anggotanya merupakan anggota himpunan semesta yang bukan anggota himpunan yang di tentukan.

Selain itu, siswa dapat memahami makna dari notasi komple men himpunan. Pada contoh ditemui notasi komplemen himpunan yaitu “Ac”. Notasi “Ac” digunakan untuk menunjukkan komplemen dari himpunan yang ditentukan yaitu himpunan A. Setelah konsep tersampaikan dengan jelas mengenai komplemen himpunan A pada contoh soal tersebut maka dapat langsung digunakan secara lang sung untuk menentukan hasil akhirnya.

Berdasarkan analisis contoh soal di atas, contoh soal nomer 2. 12 ini menggunakan satu informasi dan satu cara penyelesaian un tuk menentukan hasil akhir. Informasi yang terdapat dalam teks so al yaitu mengenai komplemen himpunan A. Penyelesaiannya pun cukup menggunakan satu cara dengan menggunakan satu informasi dari teks soal, maka contoh soal tersebut berada pada dengan ting kat kompleksitas pertanyaan unistruktural.

3) Contoh Soal Nomer 3.5 Halaman 171 Bab Perbandingan

Teks soal pada contoh soal nomer 3.5 adalah sebagai beri kut.

Soal di atas membantu siswa untuk memahami konsep-konsep per bandingan. Siswa dilatih untuk dapat mengubah informasi yang di sajikan dalam teks soal ke model matematika yang relevan dengan permasalahan tersebut. Menyusun model matematika sesuai de ngan masalah matematika yang disampaikan pada teks contoh soal nomer 3.5 bertujuan untuk menemukan adanya hubungan dengan konsep aljabar dalam perbandingan. Soal di atas tidak dapat secara langsung dijawab oleh siswa. Siswa harus membuat sebuah pemi salah untuk membedakan mana pembilangnya dan mana penyebut nya. Pemisalan tersebut dapat menggunakan konsep aljabar. Kemu dian untuk menyelesaikannya dapat dengan menerapkan konsep al jabar dalam konsep perbandingan setara.

Cara lain yang dapat digunakan siswa dalam menentukan hasil akhir yaitu dengan memisalkan dua sembarang bilangan yang didu ga adalah bilangan pembilang atau bilangan penyebut yang ditanya kan. Kemudian langkah mengerjakan selanjutnya yaitu siswa meng gunakan konsep perbandingan. Contoh soal nomer 3.5 memuat le bih dari satu informasi yang berasal dari teks soal dan informasi yang disajikan saling terpisah. Contoh soal ini dapat diselesaikan dengan menggunakan dua cara. Sehingga, contoh soal 3.5 dapat di ketgorikan sebagai contoh soal dengan tingkat kompleksitas perta nyaan multistruktural.

4) Contoh Soal Nomer 4.5 Halaman 215 Bab Garis dan Sudut

Teks soal pada contoh soal nomer 4.5 adalah sebagai berikut.

Contoh soal 4.5 merupakan contoh soal yang membantu siswa agar lebih terampil menggunakan konsep-konsep sudut. Untuk menen tukan besar sudut yang ditanyakan dalam teks soal di atas, peserta didik harus secara tepat menggunakan beberapa konsep-konsep pa sangan sudut. Siswa dapat menggunakan beberapa konsep-konsep pasangan sudut seperti pasangan sudut yang saling bertolak bela kang, berhadapan, dalam berseberangan, luar berseberangan, dan yang lainnya sesuai dengan materi yang disajikan pada bab garis dan sudut.

Untuk contoh soal 4.5 siswa dapat menggunakan konsep pasa ngan sudut yang saling bertolak belakang untuk menyelesaikan per masalahan. Tidak hanya itu, siswa juga dilatih untuk mampu me nentukan pasangan dari sudut-sudut yang mempunyai besar sudut sama. Dalam menentukan besar sudut yang sama, siswa harus mam pu memberikan argumen berdasarkan konsep-konsep pasangan su dut yang telah mereka pelajari. Contoh soal ini mampu untuk di kembangkan oleh guru agar respon siswa semakin meningkat. Con

toh soal ini tidak hanya dapat dikerjakan dengan satu cara dengan menerapkan konsep pasangan sudut yang saling bertolak belakang, tetapi dapat juga dengan menerapkan konsep-konsep pasangan su dut yang lainnya. Misalnya menentukan besar sudut x menerapkan konsep sudut yang saling berpelurus.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan contoh soal nomer 4.5 berada pada tingkat kompleksitas pertanyaan relasi onal. Contoh soal nomer 4.5 memiliki lebih dari satu informasi yang tersampaikan dan setiap informasi tersebut memiliki hubung an satu sama lain dengan informasi yang disajikan dalam teks soal. Informasi ini saling dikaitkan untuk menghasilkan informasi yang baru dari hasil pengembangan informasi yang didapat dari teks so al, sehingga siswa dapatdapat menentukan hasil akhir secara benar.

5) Contoh Soal Nomer 1.37 Halaman 86 Bab Bilangan

Teks soal pada contoh soal nomer 1.37 adalah sebagai berikut.

Contoh soal 1.37 melatih siswa untuk dapat membuat kesimpulan berdasarkan informasi yang disajikan terkait dengan perkalian. Me

lalui contoh soal ini, siswa dibimbing untuk mampu menafsirkan masalah matematika yang digambarkan melalui ilustrasi gambar visual pola-pola susunan bola yang terkait dengan perkalian bila ngan. Informasi pada masing-masing susunan bola harus dapat di pecahkan oleh siswa dan pola-pola susunan bola tersebut memuat informasi yang harus dapat dihubungkan oleh peserta didik. Setiap pola bilangan memuat suatu hubungan terhadap pola bilangan se lanjutnya.

Siswa harus mampu menafsirkan dan membuat suatu rumus matematika yang menghubungkan satu pola tersebut dengan pola selanjutnya pada teks contoh soal 1.37 ini. Informasi-informasi yang saling berdiri sendiri harus mampu dihubungkan melalui se buah rumus pola bilangan. Rumus tersebut tidak dapat langsung di temukan oleh siswa, siswa harus menentukannya melalui proses dan langkah-langkah analisa yang tepat sehingga rumus pola ke- n suatu bilangan dapat ditentukan dengan benar.

Contoh soal 1.37 membantu siswa untuk memahami simbol pola ke-n suatu bilangan dan rumus jumlah hingga pola ke–n suatu bilangan. Notasi yang digunakan untuk simbol pola ke-n yaitu “Un” dan notasi untuk jumlah hingga pola ke – n yaitu “Sn”. Con toh soal ini memiliki beberapa cara penyelesaian dan membutuh kan analisa yang baik. Informasi yang disajikan saling berdiri sendi ri, siswa perlu untuk menghubungkan pola-pola informasi tersebut

dengan menentukan rumusrnya menggunakan suatu prinsip umum. Setelah siswa mampu menentukan rumus, siswa dilatih untuk me ngembangkan dan menentukan pola bilangan yang ditentukan.

b. Buku Teks Matematika SMP Kelas VII Terbitan Erlangga

Buku teks matematika untuk SMP kelas VII jilid 1A karya M. Cholik Adinawan dan Sugijono terbitan Erlangga ini merupakan buku teks matematika yang digunakan secara wajib oleh sekolah menengah pertama yang menggunakan standar kurikulum 2006. Dalam buku teks ini, terdapat 6 bab. Enam bab tersebut meliputi bab bilangan bulat, bab bilangan peca han, bab operasi bentuk aljabar, bab persamaan dan pertidaksamaan linear dengan satu variabel, bab aritmetika sosial serta bab perbandingan. Setiap bab yang disajikan meliputi 2 konten yang terdiri dari konten aljabar dan bilangan.

Setiap Bab yang terdapat dalam buku teks matematika ini banyak menyajikan contoh-contoh soal. Contoh-contoh soal yang terdapat dalam buku matematika jilid 1A ini diteliti secara keseluruhan. Sedangkan, con toh-contoh soal yang terdapat dalam buku teks matematika jilid 2B tidak diteliti karena bukan merupakan objek penelitian ini.

Contoh soal yang dianalisis tingkat kompleksitas pertanyaannya da lam buku ini terdapat 128 contoh soal dan sebanyak 22 contoh soal yang ti dak dianalisis. Contoh soal yang tidak dianalisis dikarenakan ke-22 contoh soal tersebut hanya menyajikan konsep dan tidak memuat pertanyaan.

Berikut ini, disajikan tabel distribusi contoh-contoh soal dalam buku teks matematika untuk SMP kelas VII jilid 1A terbitan Erlangga yang diana lisis berdasarkan Taksonomi SOLO.

Tabel 5.

Distribusi Contoh Soal Buku Teks Matematika Terbitan Erlangga

Bab Judul Bab Konten

Total Contoh

soal

Jumlah Contoh Soal Keterangan untuk contoh soal yang

tidak dianalisis Dianalisis Tidak

Dianalisis

1 Bilangan Bulat Bilangan 30 23 7

Hanya menyajikan konsep dan tidak memuat pertanyaan 2 Bilangan Pecahan Bilangan 45 39 6

Hanya menyajikan konsep dan tidak memuat pertanyaan 3 Operasi Bentuk

Aljabar Aljabar 28 25 4

Hanya menyajikan konsep dan tidak memuat pertanyaan 4 Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Dengan Satu Variabel Aljabar 30 25 5 Hanya menyajikan konsep dan tidak memuat pertanyaan

5 Aritmetika Sosial Aljabar 16 16 0 -

6 Perbandingan Aljabar 15 15 0 -

Data yang diperoleh berupa tingkat kompleksitas pertanyaan dalam contoh soal berdasarkan Taksonomi SOLO. Tingkat kompleksitas perta nyaan dalam Contoh-contoh soal buku teks matematika terbitan Erlangga meliputi tingkat kompleksitas pertanyaan unistruktural, multistruktural, dan relasional. Ada sebanyak 88 contoh soal yang termasuk pada tingkat kompleksitas pertanyaan unistruktural, 45 contoh soal yang termasuk pada tingkat kompleksitas pertanyaan multistruktural, dan 8 contoh soal terma

suk pada tingkat kompleksitas pertanyaan relasional dari total contoh soal sebanyak 164 dalam buku teks tersebut.

Berikut di bawah ini, disajikan deskripsi dan gambar grafik hasil ana lisis akumulasi tingkat kompleksitas pertanyaan dalam contoh-contoh soal pada buku teks matematika untuk SMP kelas VII semester I terbitan Er langga.

1) Contoh Soal Nomer 5.2 Halaman 5 Bab Bilangan Bulat

Teks soal pada contoh soal nomer 5.2 adalah sebagai berikut.

Contoh soal di atas membantu siswa untuk memahami simbol matematika berupa simbol kurang dari (<) dan simbol lebih dari (>). Siswa mampu menerapkan simbol tersebut dalam sebuah per nyataan matematika dengan menggunakan garis bilangan. Pada ga ris bilangan mendatar, jika suatu bilangan lebih dari bilangan yang lain maka bilangan itu terletak di sebelah kanan. Jika suatu bilang an kurang dari bilangan yang lain maka pada garis bilangan, bila ngan itu terletak di sebelah kiri. Sedangkan pada garis bilangan me nurun, Jika suatu bilangan lebih dari bilangan yang lain maka bila ngan itu terletak di sebelah atas. Jika suatu bilangan kurang dari bi langan yang lain maka bilangan itu terletak di bawah. Dengan

menggunakan konsep di atas, contoh soal di atas dapat diselesaikan secara langsung dan cukup menggunakan satu cara penyelesaian. Berdasarkan uraian di atas, maka contoh soal nomer 5.2 dika tegorikan sebagai contoh soal dengan tingkat kompleksitas per tanyaan unistrukural. Contoh soal nomer 5.2 memuat sebuah infor masi yang secara jelas tersampaikan pada teks soal. Contoh soal no mer 5.2 cukup dikerjakan dengan satu cara penyelesaian mengguna kan garis bilangan.

2) Contoh Soal Nomer 7.26 Halaman 108 Bab Operasi Bentuk

Aljabar

Teks soal pada contoh soal nomer 7.26 adalah sebagai beri kut.

Contoh soal 7.26 tersebut merupakan contoh soal dengan menera pan konsep aljabar dalam kehidupan. Dalam contoh soal 7.26, sis wa diajarkan bagaimana menerjemahkan permasalahan yang disaji kan dalam teks soal menjadi bentuk kalimat matematika bentuk al jabar. Ketika siswa sudah mampu merubah menjadi bentuk aljabar maka dapat dengan mudah dalam menentukan penyelesaian akhir. Informasi yang disajikan dalam contoh soal nomer 7.26 sangat lah jelas. Penggunaan rumus kecepatan yaitu “v” sudah disertai de ngan keterangan dan satuannya. Sehingga, siswa tidak akan kebi

ngungan dengan adanya rumus baru tersebut. Rumus tersebut digu nakan dalam menentukan akhir dari persoalan pada contoh soal 7.26. Siswa dapat langsung menggunakannya dengan mengguna kan konsep perkalian pada rumus di atas, kita dapat langsung men substitusikan nilai “t” yang diketahui dalam teks soal untuk menen tukan kecepatan batu pada saat 2 detik.

Berdasarkan uraian di atas, contoh soal 7.26 dikategorikan dalam tingkat kompleksitas pertanyaan unistruktural. Contoh soal 7.26 menyajikan informasi-informasi yang jelas. Sehingga, dapat langsung diselesaikan tanpa menggunakan konsep-konsep diluar konteks soal.

3) Contoh Soal Nomer 8.15 Halaman 132 Bab Persamaan dan

Pertidaksamaan Linear dengan Satu Variabel

Teks soal pada contoh soal nomer 8.15 adalah sebagai beri kut.

Contoh soal di atas menggunakan prosedur mengubah bilangan de simal menjadi bilangan pecahan. Siswa diarahkan untuk mampu memahami bagaimana menerjemahkan kalimat dalam teks soal menjadi bentuk persaman dan menyelesaikan persamaan tersebut. Siswa dilatih dengan membuat sebuah pemisalan dengan menggu nakan model matematika sesuai dengan yang disajikan pada teks

soal. Model matematika yang digunakan dapat menggunakan kon sep persamaan linear satu variabel.

Informasi yang dapat diambil dalam teks soal tersebut dapat digunakan dalam menyusun penyelesaian tersebut. Siswa pun juga dilatih untuk mampu mengembangkan prosedur penyelesaian terse but dengan menerapkan operasi hitung perkalian dan pengurangan. Setelah hasil akhir penyelesaian dijawab, siswa juga harus mampu memahami bagaimana menyederhanakan bentuk pecahan.

Soal ini memuat informasi yang menuntut siswa mempunyai membutuhkan kemampuan menalar yang baik dan penggunaan kon sep-konsep aljabar yang tepat pula. Siswa harus mampu mengem bangkan pola pemikiran mereka terhadap penggunaan aljabar dan o perasinya. Jadi, contoh soal ini dapat disimpulkan berada pada ting kat kompleksitas pertanyaan relasional.

4) Contoh Soal Nomer 9.7 Halaman 158 Bab Aritmetika Sosial

Teks soal pada contoh soal nomer 9.7 adalah sebagai berikut.

Contoh soal nomer 9.7 merupakan contoh soal menentukan harga pembelian berdasarkan presentase rugi yang diketahui. Untuk da pat menyelesaikan permasalahan tersebut, siswa harus dapat mener jemahkan soal tersebut menjadi bentuk kalimat matematika.

Dalam menghitung harga pembelian dengan persentase keru gian yang diketahui, siswa dapat menentukan persentase harga a wal pembelian dengan menggunakan operasi pengurangan. Setelah menerapkan langkah tersebut, selanjutnya siswa menghitung harga pembelian kain berdasarkan langkah sebelumnya. Jika siswa sudah mampu menghitung langkah tersebut, maka siswa akan mendapat informasi baru yaitu mengenai harga pembelian seluruh kain. Informasi-informasi tersebut saling berkaitan dan membutuh kan beberapa proses penyelesaian. Siswa juga bisa menggunakan konsep pecahan dalam menenentukan harga pembelian. Siswa da pat merubah persentase rugi menjadi bentuk pecahan. Berdasarkan uraian di atas maka contoh soal 9.7 dikategorikan contoh soal de ngan tingkat kompleksitas pertanyaan relasional.

5) Contoh Soal Nomer 10.11 Halaman 182 Bab Perbandingan

Teks soal pada contoh soal nomer 10.11 adalah sebagai beri kut.

Contoh soal 10.11 merupakan contoh soal yang terdapat pada Bab Perbandingan. Contoh soal di atas merupakan salah satu contoh per soalan matematika yang menggunakan konsep perbandingan. Infor masi yang dapat di ambil dariteks soal adalah tentang penggunaan perbandingan. Konsep perbandingan yang digunakan pada contoh

ini yaitu perhitungan perbandingan seharga (senilai). Siswa diajar kan menerapkan konten aljabar dalam perbandingan melalui con toh soal ini.

Setelah itu, siswa diminta untuk mampu menafsirkan masalah yang disajikan dalam teks soal dan merumuskannya ke dalam mo del matematika agar lebih mudah untuk diselesaikan. Siswa mam pu membuat hubungan jarak dengan waktu menggunakan konsep perbandingan yang terdapat dalam teks soal. Siswa dapat menggu nakan konsep perbandingan senilai yang sudah dijabarkan pada ma teri perbandingan

Siswa dapat menggunakan dua cara dalam menentukan pe nyelesaian yaitu dengan tidak merubah satuan waktu atau merubah satuan waktu pada teks soal tersebut. Siswa juga di arahkan untuk mampu menyederhanakan hasilnya berupa bilangan pecahan yang dihasilkan dari dua cara penyelesaian tersebut. Jadi, dapat disimpul kan contoh soal di atas termasuk contoh soal dengan tingkat kom pleksitas pertanyaan multistruktural.

2. Penyajian Data

Tahapan analisis selanjutnya yaitu penyajian data. Pada tahap ini peneliti menyajikan data yang diperoleh dengan menguraikannya dalam bentuk naratif pada tabel. Hasil dari penyajian data pada setiap buku teks matematika yang diteliti adalah sebagai berikut.

a. Buku Teks Matematika SMP Kelas VII Terbitan Pusat Kuriku

lum dan Perbukuan

Dokumen terkait