• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer

dalam penelitian ini diperoleh dengan cara menyebar kuesioner di Dinas

Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral. Sampel

dalam penelitian ini berjumlah 120 responden. Dengan jumlah item

pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner adalah 21 item. Adapun hasil

49

1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif dalam penelitian ini meliputi: analisis

karakterisitik karyawan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi

Sumber Daya Mineral, analisis statisitik deskriptif yang terdiri dari: nilai

maksimal, minimal, mean, dan standar deviasi, serta kategorisasi

jawaban karyawan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi

Sumber Daya Mineral. Adapun pembahasan mengenai masing-masing

analisis deskriptif disajikan sebagai berikut.

a. Karakteristik Responden

Karakteristik responden yang diamati dalam penelitian ini

meliputi: jenis kelamin, usia, pendidikan ditamatkan, dan lama

bekerja. Deskripsi karakteristik responden disajikan sebagai berikut:

1. Jenis Kelamin

Deskripsi karakteristik karyawan berdasarkan jenis kelamin

disajikan pada Tabel 9 di bawah ini:

Tabel 9. Karakteristik Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)

Laki-Laki 72 60.0

Perempuan 48 40.0

Jumlah 120 100.0

Sumber: Data Primer 2019

Tabel 9 menunjukkan bahwa karyawan dengan jenis

kelamin laki-laki sebanyak 60% dan karyawan dengan jenis

kelamin perempuan sebanyak 40%. Hal ini menunjukkan bahwa

50

Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral berjenis kelamin

laki-laki 60%.

2. Pendidikan

Deskripsi karakteristik karyawan berdasarkan pendidikan

terakhir disajikan pada Tabel 10 berikut ini:

Tabel 10. Karakteristik Karyawan Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Pendidikan Terakhir Frekuensi Persentase (%)

SLTA 42 35.0

Diploma 13 10.8

S1 60 50.0

S2 5 4.2

Jumlah 120 100,0

Sumber: Data Primer 2019

Tabel 10 menunjukkan bahwa karyawan yang

berpendidikan SLTA sebanyak 35%, karyawan yang

berpendidikan Diploma sebanyak 10,8%, karyawan yang

berpendidikan S1 sebanyak 50%, dan karyawan yang

berpendidikan S2 sebanyak 4,2%. Hal ini menunjukkan bahwa

mayoritas yang menjadi karyawan Dinas Pekerjaan Umum,

Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral yaitu S1 sebesar

50%.

3. Usia

Deskripsi karakteristik karyawan berdasarkan usia disajikan

51

Tabel 11. Karakteristik Karyawan Berdasarkan Usia

Usia Frekuensi Persentase (%)

21-30 tahun 29 24,2

31-40 tahun 32 26,7

41-50 tahun 32 26,7

51-60 tahun 27 22,5

Jumlah 120 100,0

Sumber: Data Primer 2019

Tabel 11 menunjukkan bahwa karyawan yang berusia

antara 21-30 tahun sebanyak 24,2%, karyawan yang berusia

antara 31-40 tahun sebanyak 26,7%, karyawan yang berusia

antara 41-50 tahun 26,7%, dan karyawan yang berusia 51-60

tahun sebanyak 22,5%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas

yang menjadi karyawan Dinas Pekerjan Umum, Perumahan dan

Energi Sumber Daya Mineral berusia antara 31-40 tahun 26,7%

dan 41-50 tahun 26,7%.

4. Lama Kerja

Deskripsi karakteristik karyawan berdasarkan lama kerja

disajikan pada Tabel 12 berikut ini:

Tabel 12. Karakteristik Karyawan Berdasarkan Lama Kerja

Lama Kerja Frekuensi Persentase (%)

1-10 tahun 61 50,8

11-20 tahun 24 20,0

21-30 tahun 19 15,8

31-40 tahun 16 13,3

Jumlah 120 100,0

Sumber: Data Primer 2019

Tabel 12 menunjukkan bahwa karyawan dengan lama kerja

52

11-20 tahun sebanyak 20.0%, karyawan dengan lama kerja

antara 21-30 tahun 15,8%, dan karyawan dengan lama kerja

31-40 tahun sebanyak 13,5%. Hal ini menunjukkan bahwa

mayoritas yang menjadi karyawan Dinas Pekerjan Umum,

Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral dengan lama kerja

1-10 tahun 50%.

b. Deskripsi Kategori Variabel

Deskripsi kategori variabel menggambarkan tanggapan karyawan

terhadap variabel penelitian yang meliputi: disiplin kerja, lingkungan

kerja, dan kinerja karyawan. Data hasil penelitian kemudian

dikategorikan ke dalam tiga kelompok yaitu tinggi, sedang, dan

rendah. Hasil kategorisasi tersebut disajikan berikut ini:

1. Disiplin Kerja

Hasil analisis deskriptif pada variabel disiplin kerja

diperoleh nilai minimum sebesar 15,00; nilai maksimum sebesar

32,00; mean sebesar 24,7250; dan standar deviasi sebesar

5,23396. Selanjutnya variabel disiplin kerja dikategorikan

dengan menggunakan skor rerata (M) dan simpangan baku (SD).

Jumlah butir pertanyaan untuk variabel disiplin kerja terdiri dari

8 pertanyaan yang masing-masing mempunyai skor 1, 2, 3, dan

4. Kategorisasi untuk variabel disiplin kerja disajikan pada

53

Tabel 13. Kategorisasi Variabel Disiplin Kerja

Kategori Interval Skor Frekuensi Persentase (%)

Tinggi X ≥ 29,96 31 25,8

Sedang 19,49 ≤ X < 29,96 68 56,7

Rendah X< 19,49 21 17,5

Jumlah 120 100,0

Sumber: Data Primer 2019

Tabel 13 di atas menunjukkan bahwa variabel disiplin kerja

dalam kategori tinggi sebanyak 25,8%, karyawan yang menilai

disiplin kerja dalam kategori sedang sebanyak 56,7%, dan

karyawan yang menilai disiplin kerja dalam kategori rendah

sebanyak 17,5%. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas karyawan

menilai disiplin kerja dalam kategori sedang yaitu ada 56,7%.

2. Lingkungan Kerja

Hasil analisis deskriptif pada variabel lingkungan kerja

diperoleh nilai minimum sebesar 15,00; nilai maksimum sebesar

28,00; mean sebesar 22,7917; dan standar deviasi sebesar

2,85768. Selanjutnya variabel lingkungan kerja dikategorikan

dengan menggunakan skor rerata (M) dan simpangan baku (SD).

Jumlah butir pertanyaan untuk variabel komitmen karyawan

terdiri dari 7 pertanyaan yang masing-masing mempunyai skor

1, 2, 3 dan 4. Kategorisasi untuk variabel lingkungan kerja

54

Tabel 14. Kategorisasi Variabel Lingkungan Kerja

Kategori Interval Skor Frekuensi Persentase (%)

Tinggi X ≥ 25,86 23 19,2

Sedang 20,14 ≤ X < 25,86 82 68,3

Rendah X< 20,14 15 17,5

Jumlah 120 100,0

Sumber: Data Primer 2019

Tabel 14 menunjukkan bahwa karyawan yang merasakan

lingkungan kerja dalam kategori tinggi sebanyak 19,2%,

karyawan yang menilai lingkungan kerja dalam kategori sedang

sebanyak 68,3%, dan karyawan yang merasakan lingkungan

kerja dalam kategori rendah sebanyak 17,5%. Dapat

disimpulkan bahwa mayoritas karyawan merasakan lingkungan

kerja dalam kategori sedang yaitu ada 68,3%.

3. Kinerja Karyawan

Hasil analisis deskriptif pada variabel kinerja karyawan

diperoleh nilai minimum sebesar 12,00; nilai maksimum sebesar

24,00; mean sebesar 19,1833; dan standar deviasi sebesar

2,03327. Selanjutnya variabel kinerja karyawan dikategorikan

dengan menggunakan skor rerata (M) dan simpangan baku (SD).

Jumlah butir pertanyaan untuk variabel kinerja karyawan terdiri

dari 6 pertanyaan yang masing-masing mempunyai skor 1, 2, 3

dan 4. Kategorisasi untuk variabel kinerja karyawan disajikan

55

Tabel 15. Kategorisasi Variabel Kinerja Karyawan

Kategori Interval Skor Frekuensi Persentase (%)

Tinggi X ≥ 21,22 17 14,2

Sedang 17,15 ≤ X < 21,22 92 76,7

Rendah X< 17,15 11 9,2

Jumlah 120 100,0

Sumber: Data Primer 2019

Tabel 15menunjukkan bahwa kinerja dalam kategori tinggi

sebanyak 14,2%, karyawan dengan kinerja dalam kategori

sedang sebanyak 76,7%, dan karyawan dengan kinerja dalam

kategori rendah sebanyak 9,2%. Dapat disimpulkan bahwa

mayoritas kinerja karyawan dalam kategori sedang yaitu ada

76,7%.

2. Uji Asumsi Klasik

Pengujian prasyarat analisis dilakukan sebelum melakukan analisis

regresi linier berganda. Prasyarat yang digunakan dalam penelitian ini

meliputi uji normalitas, uji linieritas, dan uji multikolinieritas yang

dilakukan menggunakan bantuan komputer program SPSS 20.00 for

Windows. Hasil uji prasyarat analisis disajikan berikut ini.

a. Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2011) uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau

residual memiliki distribusi normal. Uji normalitas data dalam

penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan

56

Ho: data residual berdistribusi normal.

Ha: data residual tidak berdistribusi normal.

Jika data pada baris Asymp. Sig. (2-tailed) tingkat signifikansi lebih besar dari 0,05 atau 5% maka dapat disimpulkan

bahwa H0 diterima, sehingga dikatakan data berdistribusi normal

(Ghozali, 2011).

Tabel 16. Hasil Uji Normalitas

Variabel Asymp. Sig.

(2-tailed)

Keterangan

Residual Variabel Disiplin Kerja, Lingkungan Kerja,

Kinerja Karyawan

0,063 Normal

Sumber: Data Primer 2019

Dari Tabel 16 dapat disimpulkan bahwa data variabel yang

ada berdistribusi normal. Hal ini dapat dilihat dari nilai Asymp. Sig.

(2-tailed) pada residual variabel adalah 0,063 berada di atas 0,05

atau 5%, maka dapat disimpulkan data tersebut terdistribusi normal.

b. Uji Linieritas

Tujuan uji linieritas adalah untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat linier atau tidak (Ghozali).

Kriteria pengujian linieritas adalah jika nilai signifikasi lebih besar

dari 0,05, maka hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat

adalah linear. Hasil rangkuman uji linieritas disajikan berikut ini:

Tabel 17. Hasil Uji Linieritas

Variabel Signifikansi Keterangan

Disiplin kerja 0,953 Linear

Lingkungan kerja 0,052 Linear

57

Hasil uji linieritas pada Tabel 17 dapat diketahui bahwa

semua variabel memiliki nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05

(sig>0,05), hal ini menunjukkan bahwa semua variabel penelitian

adalah linier, artinya hubungan antara variabel bebas dengan variabel

terikat bersifat linear (garis lurus).

c. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui besarnya interkolerasi antar variabel bebas dalam penelitian ini. Jika terjadi

korelasi, maka dinamakan terdapat masalah multikolinieritas

(Ghozali, 2011). Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas

dapat dilihat pada nilai tolerance dan VIF. Apabila nilai toleransi di

atas 0,1 dan nilai VIF di bawah 10 maka tidak terjadi

multikolinieritas. Hasil uji multikolinieritas untuk model regresi

pada penelitian ini disajikan pada Tabel 18 di bawah ini:

Tabel 18. Hasil Uji Multikolinieritas

Variabel Tolerance VIF Kesimpulan

Disiplin kerja 0,997 1,003 Non Multikolinieritas Lingkungan kerja 0,997 1,003 Non Multikolinieritas Sumber: Data primer 2019

Dari Tabel 18 terlihat bahwa semua variabel mempunyai

nilai toleransi di atas 0,1 dan nilai VIF di bawah 10, sehingga dapat

disimpulkan bahwa model regresi pada penelitian ini tidak terjadi

multikolinieritas, hal ini menunjukkan variabel-variabel independen

58

3. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan untuk menguji hipotesis yang

diajukan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terkait pengaruh

disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan Dinas

Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral. Teknik

analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi

berganda. Berikut ini hasil analisis regresi berganda yang dilakukan

dengan menggunakan program SPSS 20.00 for Windows.

Tabel 19.Rangkuman Hasil Analisis Regresi

Independen dan Kontrol Variabel Kinerja Karyawan Model 1 (β) Model 2 (β) Model 3 (β) Model 4 (β) Jenis Kelamin -0,122 -0,174 -0,077 -0,124 Usia -0,235 -0,234 -0,226 -0,226 Pendidikan Ditamatkan 0,315** 0,373*** 0,240* 0,292** Lama Kerja 0,410*** 0,470*** 0,330** 0,385*** Disiplin Kerja 0,285*** 0,233** Lingkungan Kerja 0,419*** 0,389*** R2 0,186*** 0,259*** 0,351*** 0,400*** ∆ R2 0,186 0,074 0,166 0,140

Sumber: Data Primer yang diolah 2019 ***p < 0,001; ** p < 0,01; * p < 0,05

59

Berdasarkan Tabel 19 hasil pengujian hipotesis disajikan sebagai berikut:

a. Uji Hipotesis I

Berdasarkan analisis regresi diketahui bahwa nilai koefisien beta (β) sebesar 0,285 dan p<0,001; hal ini menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan Dinas

Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral,

maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama diterima. Kontribusi pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan (∆R2

)

sebesar 0,074. Nilai koefisien regresi positif menunjukkan bahwa

apabila disiplin kerja meningkat; maka kinerja karyawan meningkat.

b. Uji Hipotesis II

Berdasarkan analisis regresi diketahui koefisien beta (β) sebesar 0,419 dan p<0,001; hal ini menunjukkan bahwa lingkungan

kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan Dinas Pekerjaan

Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral, maka dapat

disimpulkan bahwa hipotesis kedua diterima. Kontribusi pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan (∆R2

) sebesar 0,166.

Nilai koefisien regresi positif menunjukkan bahwa apabila

lingkungan kerja meningkat; maka kinerja karyawan meningkat.

c. Uji Hipotesis III

Berdasarkan analisis regresi diketahui bahwa koefisien beta (β) pada variabel disiplin kerja sebesar 0,233 dan p<0,05; dan koefisien beta (β) pada variabel lingkungan kerja sebesar 0,389 dan

60

p<0,001; hal ini menunjukkan bahwa secara simultan disiplin kerja

dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya

Mineral. Kontribusi pengaruh disiplin kerja dan lingkugan kerja

terhadap kinerja karyawan (∆R2) sebesar 0,140.

Tabel 20. Ringkasan Hasil Hipotesis

No Hipotesis Hasil

1. Disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan Dinas Pekerjaan, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral.

Terbukti

2. Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan Dinas Pekerjaan, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral.

Terbukti

3. Disiplin kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan Dinas Pekerjaan, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral.

Terbukti

Dokumen terkait