• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Hasil penelitian memuat data-data tentang kemandirian belajar di sekolah siswa kelas XI - MIA SMA MUHAMMADIYAH 02 MEDAN yang menggunakan angket. Sedangkan data tentang nilai prestasi matematika siswa kelas XI - MIA SMA MUHAMMADIYAH 02 MEDAN menggunakan tes (nilai ranah afektif dan psikomotorik). Penelitian ini melibatkan 2 (dua) variabel yaitu variabel bebas (X) adalah kemandirian belajar di sekolah, sedangkan variabel terikat (Y) adalah prestasi belajar IPA. Hasil penelitian tersebut diuraikan sebagai berikut :

4.1 Deskripsi Data Kemandirian Belajar Di Sekolah

Data skor kemandirian belajar di sekolah diperoleh melalui pengisian angket kemandirian belajar di sekolah. Pengisian angket kemandirian belajar di sekolah diisi oleh 45 responden dengan banyak butir 25 soal. Hasil penelitian diperoleh rata-rata skor kemandirian belajar di sekolah pada siswa kelas XI - MIAdi SMA MUHAMMADIYAH 02 MEDAN data 94,7 dengan persentase skor 40% yang masuk dalam kategori tinggi dan sangat tinggi.

Lebih jelasnya gambaran dari kemandirian belajardisekolahSMA

MUHAMMADIYAH 02 MEDAN ditinjau dari jawaban masing-masing siswa diperoleh hasil seperti tersaji pada tabel berikut :

Table 4.1 distribusi kemandirian belajar di sekolah Interval Frekuensi Persentase (%) Kategori

Diatas 108 7 15,6 Sangat tinggi

99 – 108 11 24,4 Tinggi

91 – 98 9 20 Cukup

82-90 15 33,3 Rendah

Dibawah 82 3 6,7 Sangat rendah

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa nilai skor kemandirian belajar di sekolah siswa kelas XI - MIA SMA MUHAMMDIYAH 02 MEDAN terbagi menjadi 5 kategori yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Persentase kategori skor kemandirian belajar di sekolah meliputi sangat tinggi (15,6%), tinggi(24.6%), sedang (20%), rendah (33,3%), dan sangat rendah (6,7%). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar di sekolah SMA MUHAMMADIYAH 02 MEDAN masih belum tinggi. Lebih jelasnya data kemandirian belajar di sekolah pada tabel di atas disajikan secara grafis pada diagram pie berikutini:

Gambar 4.1 Diagram Distribusi Kategori Kemandirian Belajar di Sekolah

4.2 Deskripsi Data Prestasi Belajar Matematika

Data prestasi belajar matematika (variabel Y) diperoleh melalui tes. Tes prestasi belajar matematika oleh 45 responden dengan banyak butir 20

soal. Hasil penelitian diperoleh rata-rata prestasi belajar matematika pada siswa kelas XI - MIA SMA MUHAMMADIYAH 02 MEDAN 72,6 dengan persentase skor 33,4% yang masuk dalam kategori tinggi dan sangat tinggi. Lebih jelasnya gambaran dari prestasi belajar matematika di SMA MUHAMMADIYAH 02 MEDAN diperoleh hasil seperti tersaji pada tabel berikut :

Table 4.2 Distribusi Prestasi Belajar Matematika Interval Frekuensi Persentase.(%) Kategori

Diatas 84 3 6,7 Sangat tinggi

77-84 12 26,7 Tinggi

70-76 12 26,7 Cukup

63-69 15 33,3 Rendah

Dibawah 63 3 6,7 Sangat rendah

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa nilai prestasi belajar matematika siswa kelas XI – MIA SMA MUHAMMADIYAH 02 MEDAN terbagi menjadi 5 kategori yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Persentase kategori nilai prestasi belajar matematika meliputi sangat tinggi (6,7%), tinggi(26,7%), cukup (26,7%), rendah (33,3%), dan sangat rendah (6,7%). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai prestasi belajar matematika siswa kelas XI – MIA SMA MUHAMMADIYAH 02 MEDAN masih rendah. Lebih jelasnya data prestasi belajar matematika pada tabel di atas disajikan secara grafis pada diagram pie berikut ini :

Gambar 4.2 Diagram Distribusi Prestasi Belajar Matematika

4.3 Uji Prasyaratan Analisis Data

a. Uji linearitasregresi

Hasil pengujian untuk mengetahui bentuk hubungan kemandirian belajar di sekolah dengan prestasi belajar matematika. Fhitung diperoleh dengan menggunakan SPSS 16.0. Fhitung sebesar 2,472 sedangkan Ftabel dengan taraf kesalahan 0,05 sebesar 4,06. Sehingga Fhitung< Ftabel maka datalinear dengan sigfikansi 0,20. Oleh karena itu, data linier.

b. Uji normalitas data

Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui data yang diambil berdistribusi normal atau tidak. Pengujian distribusi normal bertujuan mengetahui sampel yang diambil mewakili distribusi populasi. Jika distribusi normal sampel adalah normal, maka dapat dikatakan bahwa sampel yang diambil mewakili populasi. Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan chi kuadrat taraf signifikansi (α = 0,05) dengan

tingkat kepercayaan 95 % dengan sampel sebanyak 45 siswa. Uji normalitas ini menggunakan teknik uji statistik Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan program SPSS versi 16. Uji normalitas ini diketahui bila nilai signifikansinya lebih dari 0,05, maka distribusi data tersebut dapat dikatakan distribusi normal.

Table 4. 3 Hasil Uji Normalitas

Sub Variabel Sig, K-S Taraf Sig. (5%) Keterangan

Kemandirian belajar di sekolah 0,341 0,05 Normal

Prestasi belajar matematika 0,896 0,05 Normal

4.4 Analisis Data Akhir a. Uji persamaan regresi

Persamaan regresi yang dilakukan adalah regresi linier sederhana. Regresi ini bertujuan untuk mengukur bersarnya pengaruh variabel kemandirian belajar di sekolah terhadap prestasi belajar matematika dan memprediksi prestasi belajar matematika dengan menggunakan kemandirian belajar di sekolah. Demikian bentuk pengaruh antara kemandirian belajar di sekolah terhadap prestasi belajar matematika

memiliki persamaan regresi Y =16,065+0,592X.Persamaan regresi

ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu skor kemandirian belajar di sekolah dapat menyebabkan kenaikan hasil belajar matematika sebesar 0,592 pada konstanta 16,065. Dengan demikian kemandirian belajar di sekolah berpengaruh pada prestasi belajar matematika di SMA MUHAMMADIYAH 02 MEDAN.

b. Uji keberartian

Uji keberartian menggunakan hasil perhitungan SPSS 16.0 terlihat bahwa dari Fhitung sebesar 55,294. Ftabel diperoleh dari (0,05/45) dimana 0,05 adalah taraf signifikansi (α) dan 1/45 adalah dk penyebut/dk pembilang (k), hasilnya dapat diketahui dari tabel distribusi F. Berdasarkan hasil perhitungan Fhitung 55,294 > Ftabel 7,24 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima artinya pengaruh kemandirian belajar di sekolah terhadap prestasi belajar matematika berarti.

c. Uji koefisien korelasi

Pengujian koefisien korelasi bertujuan untuk membuktikan apakah terdapat hubungan antara variabel X dan variabel Y dengan menggunakan rumus koefisien korelasi Product Moment dan Pearson. Hasil perhitungan koefisien korelasi antara kemandirian belajar di sekolah dengan prestasi belajar matematika diperoleh koefisien korelasi sederhana dengan menggunakan SPSS 16.0 rhitung sebesar 0,750. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,750 menunjukkan tingkat keeratanhubungan atau korelasi yang tinggi atau sangat kuat antara kemandirian belajar di sekolah dengan prestasi belajar matematika. Dengan demikian, terdapat pengaruh kemandirian belajar di sekolah terhadap prestasi belajar matematika.

d. Uji signifikansi korelasi (uji t)

Pengujian keberartian atau signifikansi koefisien korelasi antara skor kemandirian belajar di sekolah terhadap prestasi belajar matematika

untuk mengetahui keberartian pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat. Berdasarkan pengujian keberartian korelasi diperoleh thitung = 7,43 > ttabel = 2,015. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga ada pengaruh antara variabel kemandirian belajar di sekolah terhadap prestasi belajar matematika.

e. Koefisien determinasi

Koefisien determinasi adalah tingkat pengaruh variabel X terhadap variabel Y yang dinyatakan dalam persentase 100 %. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh koefisien determinasi sebesar 65,6%. Oleh karena itu, 65,6% variabel prestasi belajar matematika ditentukan oleh kemandirian belajar di sekolah. Sedangkan 34,4% dipengaruhi oleh faktor lain.

Dokumen terkait