BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Penelitian-penelitian yang berhubungan dengan budaya organisasi, motivasi kerja dan kepuasan kerja menunjukkan hasil yang beraneka ragam sebagai berikut:
1. Penelitian Faqihuddin (2008) yang berjudul Pengaruh Stres Kerja terhadap Kepuasan Kerja dan Intensi Meninggalkan Organisasi pada Bank-Bank Milik Negara di Kota Tegal menyimpulkan bahwa stres kerja mempunyai pengaruh signifikan dan negatif terhadap kepuasan kerja karyawan dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,5214 dan nilai t-hitung -5,5226 dengan taraf signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat stres yang rendah akan mempengaruhi yang nyata pada tercapainya kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja memberikan pengaruh yang signifikan
dan negatif terhadap intensi meninggalkan organisasi. Adanya kepuasan yang tinggi akan membuat karyawan tetap bertahan di organisasi dan terus bekerja semaksimal mungkin mewujudkan tujuan organisasi.
2. Penelitian Soeharto (2010) yang berjudul Konflik Pekerjaan-Keluarga dengan Kepuasan Kerja Metaanalisis menyimpulkan bahwa ada hubungan negatif konflik pekerjaan-keluarga dengan kepuasan kerja dengan korelasi populasi sebesar -0,263, varians populasi sebesar 0,0011 dan standar deviasi sebesar 0,0331, iterval kepercayaan 95% dengan batas penerimaan antara -0,198 -0,327. Kepuasan merupakan hal yang penting bagi kehidupan individu yang bekerja. Kepuasan kerja dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain konflik pekerjaan-keluarga/work family conflict. Sikap dan perasaan yang negatif terhadap pekerjaan merupakan akibat dari konflik pekerjaan-keluarga yang dialami, sebaliknya, individu yang dapat menyeimbangkan peran dalam pekerjaan dan keluarga akan membuat individu merasa dan bersikap positif terhadap pekerjaan.
3. Penelitian Ahmed et al., (2012) yang berjudul The Impact of Work-Family Conflict and Pay on Employee Job Satisfaction With the Moderating Affect
of Perceived Supervisor Support in Pakistan Banking Sector yang menyimpulkan bahwa work family conflict berhubungan secara negatif dengan kepuasan kerja dengan t-hitung sebesar -4,098 dengan taraf signifikansi 100%, hal ini dikarenakan adanya jam kerja yang kaku, pekerjaan yang berorientasi target, dan tidak fleksibel dalam jam kerja.
C. Kerangka Pikir
1. Pengaruh Work-family Conflict terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Parasuraman dan Simmers (2001) dalam Purnamasari (2008) menemukan bahwa konflik keluarga di pekerjaan (work-family conflict) berdampak pada berbagai profesi dengan tingkatan yang berbeda. Berdasarkan studi metaanalisis oleh Soeharto (2010) bahwa sikap dan perasaan yang negatif yang menimbulkan menurunnya kepuasan terhadap pekerjaan merupakan akibat dari work-family confict yang dialami, sebaliknya individu yang dapat menyeimbangkan peran dalam pekerjaan dan keluarga akan membuat individu akan merasa dan bersikap positif terhadap pekerjaan sehingga meningkatkan kepuasan dalam pekerjaan.
Keterbatasan waktu yang dimiliki oleh seseorang, yaitu waktu yang dipergunakan untuk pekerjaan seringkali berakibat terbatasnya waktu untuk keluarga, ketegangan dalam suatu peran yang akhirnya memengaruhi kinerja peran yang lain sehingga dibutuhkan penyeimbangan peran dalam pekerjaan dan keluarga untuk mencapai suatu kepuasan. Work family conflict dihubungkan dengan penurunan kepuasan kerja, penyesuaian kehidupan keluarga yang rendah, penurunan kepuasan dalam karir dan keluarga dan meningkatnya tekanan hidup.
2. Pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan
Stres adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi seseorang. Sedangkan kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan dimana para karyawan
memandang pekerjaan mereka. Keduanya saling berhubungan seperti yang dikemukakan Robbins (2009), bahwa salah satu dampak stres secara psikologis dapat menurunkan kepuasan kerja karyawan. Robbins (2009) juga berpendapat stres dapat menyebabkan ketidakpuasan. Stres yang dikaitkan dengan pekerjaan menimbulkan ketidakpuasan yang berkaitan dengan pekerjaan dan memang itulah efek psikologis yang paling sederhana dan paling jelas dari stres itu. Lebih jauh lagi Robbins (2009) menjelaskan bahwa dampak dari stres terhadap kepuasan adalah secara langsung.
D. Paradigma Penelitian
Berdasarkan pada faktor-faktor yang memiliki pengaruh terhadap motivasi kerja dan komitmen karyawan, maka paradigma penelitian ini ditunjukkan oleh gambar berikut:
Gambar 1. Paradigma Penelitian
Kepuasan Kerja Karyawan Work-family conflict Stres Kerja H1 H3 H2
E. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan uraian kerangka pikir, maka peneliti mengajukan beberapa hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut:
: Work-family conflict berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja karyawan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Wonosobo.
: Stres Kerja berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja karyawan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Wonosobo.
:Work-family Conflict dan Stres Kerja secara simultan berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja karyawan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Wonosobo.
30
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian asosiatif kausal karena penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengetahui pengaruh work-family conflict dan stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan di
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Wonosobo. B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Wonosobo, yang beralamat di Jl. Jend. A. Yani No. 1, Wonosobo 56311. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan September 2015 sampai selesai.
C. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Variabel Independen
Variabel independen adalah variabel yang memengaruhi variabel terikat (dependen), baik secara positif atau negatif (Sekaran, 2006). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah: a. Work Family Conflict ( )
Greenhaus dan Beutell (1985) mendefinisikan konflik pekerjaan keluarga sebagai bentuk konflik antar peran yang mana tekanan dari domain pekerjaan dan keluarga tidak sesuai secara mutual
dalam beberapa hal. Interface antar kedua peran tersebut yang menjadi pemicu konflik pekerjaan-keluarga. Work family conflict dapat diukur melalui bagaimana tekanan dari pekerjaan serta tekanan dari keluarga yang saling memengaruhi satu sama lain, dan keluhan ataupun dukungan oleh keluarga terhadap pekerjaan. b. Stres Kerja ( )
Stres kerja yang didefinisikan oleh Luthans (2006) adalah penyimpangan fisik, psikologis dan atau perilaku pada anggota organisasi. Variabel stres kerja dapat diukur melalui bagaimana tuntutan pekerjaan dan instruksi dari atasan yang ada di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Wonosobo, hubungan dengan rekan kerja, rasa bosan terhadap pekerjaan dan kurangnya waktu istirahat.
2. Variabel Dependen
Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel-variabel independen. Dalam penelitian ini peneliti menetapkan kepuasan kerja karyawan (Y) sebagai variabel terikat atau dependen. Menurut Weiss et al., (1967) dalam Spector (2000), kepuasan kerja adalah bagaimana persepsi individu terhadap pekerjaannya yang akan menimbulkan penilaian terhadap perusahaan, juga perasaan suka atau tidak suka terhadap pekerjaannya. Kepuasan kerja karyawan tersebut dapat diukur melalui kemampuan individu,
tugas yang diberikan, pencapaian terhadap prestasi kerja, kesempatan untuk lebih mengembangkan diri dalam pekerjaan, hubungan dengan atasan dan rekan kerja, jumlah gaji yang diterima dan jaminan keamanan dalam pekerjaan.
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah 327 orang karyawan yang berada di kantor cabang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Wonosobo yang terdiri dari 1 orang pimpinan cabang, 1 orang pimpinan Cabang Pembantu, 3 orang manajer yang meliputi manajer pemasaran, manajer operasional dan manajer bisnis mikro, 15 orang kepala unit, dan 307 staff yang meliputi account officer, funding officer, administrasi kredit, pelayanan intern, pelayanan kas, dan administrasi unit.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2008). Dalam pengambilan sampel diperlukan metode yang tepat agar diperoleh sampel yang tepat serta sampel yang representatif dan dapat menggambarkan populasi secara maksimal.
Menurut rekomendasi dari Hair et al., (1998) ukuran sampel minimal berkisar antara 100 sampai 200 observasi tergantung dari jumlah indikator yang diestimasi. Pedomannya adalah 5-20 kali jumlah indikator yang diestimasi. Terdapat 27 indikator yang digunakan, maka minimal jumlah sampel yang digunakan adalah sebesar 27x5 yaitu 135 sampel. Kerena, minimal jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 135 orang responden maka peneliti mengambil 170 responden yang ada di kantor Cabang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Wonosobo. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik systematic random sample yaitu dengan metode pemilihan sampel di mana unsur pertama dari sampel yang dipilih secara acak, sedang unsur-unsur selanjutnya dipilih secara sistematis menurut suatu pola tertentu sesuai dengan interval yang telah dihitung. Dari jumlah populasi 327 dihitung intervalnya sebagai berikut:
Interval =
=
= 1,9 = 2 interval E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan angket/kuesioner. Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah dirumuskan sebelumnya, dan kuesioner inilah yang akan dijawab oleh
responden. Kuesioner dipilih karena merupakan suatu mekanisme pengumpulan data yang efisien untuk mengetahui dengan tepat apa yang diperlukan dan bagaimana mengukur variabel penelitian. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert, yang memiliki 5 preferensi jawaban, yaitu:
1 = Sangat tidak setuju 2 = Tidak setuju
3 = Kurang setuju 4 = Setuju
5 = Sangat setuju F. Instrumen Penelitian
Tabel 2. Kisi-kisi Instrumen
Variabel Indikator Item
Work family Conflict Greenhaus dan Beutell (2006)
Time-based Conflict Strain-based Conflict Behaviour-based Conflict
1, 2 3, 4 5, 6, 7 Stres Kerja Luthans (2006) Stressor Ekstraoganisasi Stressor Organisasi Stressor Kelompok Stressor Individual 1 2, 3 4, 5 6, 7 Kepuasan Kerja Weiss et al., (1967) dalam Spector (2000) Activity Independence Variety Social Status Supervision-human relation 1 2 3 4 5
Supervision-technical Moral Values Security Social Service Authority Ability Utilization
Company policy and practices Compensation Advancement Responsibility Creativity Working Condition Co-workers Recognition Achievment 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Dalam penelitian skala ini, skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert, yaitu skala yang digunakan untuk mengukur pendapat orang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial, penulisan analisis kuantitatif menggunakan pertanyaan dan skor sebagai berikut:
1. Skor 5 untuk jawaban sangat setuju (SS) 2. Skor 4 untuk jawaban setuju (S)
3. Skor 3 untuk jawaban kurang setuju (KS) 4. Skor 2 untuk jawaban tidak setuju (TS)
G. Uji Coba Instrumen Penelitian
Sebelum menggunakan sebuah kuesioner untuk penelitian, maka kuesioner tersebut harus diuji terlebih dahulu. Uji coba instrumen dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen yang disusun merupakan hasil yang baik karena baik buruknya instrumen akan berpengaruh pada benar tidaknya data dan menentukan kualitas hasil pada suatu penelitian. Uji coba penelitian ini adalah :
1. Uji Validitas
Uji validitas adalah uji yang dilakukan untuk memastikan kemampuan sebuah skala untuk mengukur konsep yang dimaksudkan. Manfaat dari uji validitas yaitu untuk mengetahui apakah item-item yang ada dalam kuesioner benar-benar mampu mengungkapkan dengan pasti apa yang akan diteliti.
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui kemampuan instrumen dalam mengukur variabel penelitian. Pengujian ini dilakukan dengan mengajukan butir-butir pertanyaan kuesioner yang nantinya akan diberikan kepada responden kemudian dilakukan uji construct validity dengan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Butir-butir pertanyaan yang mempunyai factor loading yang valid yaitu ≥ 0,50 menunjukan bahwa indikator-indikator yang ada merupakan satu kesatuan alat ukur yang mengukur suatu konstruk yang sama dan dapat memprediksi apa yang seharusnya dapat diprediksi. Item-item yang mengukur konsep yang sama akan memiliki korelasi yang tinggi dan
berkorelasi rendah dengan item-item yang mengukur konsep yang berbeda (Ghozali, 2011). Hal ini ditunjukan dengan muatan faktor item yang tinggi pada satu faktor yang seharusnya diukur saja dan bermuatan faktor rendah yang diukur oleh item-item.
Hasil Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequancy (KMO MSA) dan uji validitas dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA) ditunjukkan pada tabel di bawah ini.
Tabel 3. KMO and Bartlett's Test Tahap 1
Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. ,843
Bartlett's Test of Sphericity
Approx. Chi-Square 3531,610
df 561
Sig. ,000
Selanjutnya pada tabel 4 ini menunjukkan hasil uji factor loading Tabel 4. Rotated Factor Matrixa tahap 1
Factor 1 2 3 KK1 ,657 KK2 KK3 ,590 KK4 ,665 KK5 ,515 KK6 ,580 KK7 ,562 KK8 ,746 KK9 ,710 KK10 ,692 KK11 ,686 KK12 ,743 KK13 ,636 KK14 ,650 KK15 ,664 KK16 ,714
KK17 KK18 KK19 ,501 KK20 ,692 WFC1 WFC2 -,508 WFC3 ,675 WFC4 ,681 WFC5 WFC6 ,669 WFC7 ,744 SK1 ,699 SK2 ,714 SK3 -,666 SK4 SK5 -,633 SK6 -,614 SK7
Sumber: Data Primer yang diolah 2015
Berdasarkan tabel 4 di atas diketahui bahwa item Kepuasan Kerja 1, 3, 4, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, dan 20 yang merupakan item dari Kepuasan Kerja yang mengelompok pada faktor 1. Item Work-family conflict 3, 4, 6 dan 7 yang merupakan item dari Work-family conflict mengelompok pada faktor 3. Item Stres Kerja 3, 5, dan 6 merupakan item dari variabel Stres kerja yang mengelompok pada faktor 2.
Oleh karena uji CFA pada tahap 1 ada butir pertanyaan yang gugur maka perlu dilakukan uji CFA tahap 2. Hasil Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequancy (KMO MSA) dan uji validitas dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA) tahap 2 ditunjukkan pada tabel 5:
Tabel 5. KMO and Bartlett's Test Tahap 2 Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. ,864
Bartlett's Test of Sphericity
Approx. Chi-Square 2079,258
df 210
Sig. ,000
Sumber: Data Primer yang diolah 2015
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequancy (KMO MSA) adalah 0,864 angka ini naik setelah dikurangi nilai yang gugur, ini berarti data menjadi lebih baik dan lebih valid lagi. Nilai 0,864 lebih besar dari 0,50; ini menunjukkan bahwa data layak untuk dianalisis, sedangkan pada hasil uji Bartlett’s Test of Sphericity diperoleh taraf signifikansi 0,000, artinya antar variabel terjadi korelasi (signifikansi <0,05), dapat disimpulkan bahwa semua variabel yang ada dapat dianalisis lebih lanjut karena telah memenuhi kriteria.
Pada tabel 6 menunjukkan bahwa semua item pertanyaan pada masing-masing variabel mengelompok menjadi satu, dengan semua nilai loading factor di atas 0,50.
Tabel 6. Rotated Factor Matrixa tahap 2
Factor 1 2 3 WFC3 ,738 WFC4 ,804 WFC6 ,626 WFC7 ,716 SK3 ,570 SK5 ,814 SK6 ,631 KK1 ,672 KK3 ,576
KK4 ,663 KK7 ,599 KK8 ,766 KK9 ,705 KK10 ,688 KK11 ,683 KK12 ,788 KK13 ,655 KK14 ,680 KK15 ,695 KK16 ,716 KK20 ,725
Sumber: Data Primer yang diolah 2015
Dari tabel 6 dapat disimpulkan bahwa hasil uji CFA tahap dua menunjukan hasil setiap faktor di atas 0,50 dan tiap faktor mengelompok pada satu lajur artinya semua pertanyaan layak diujikan dan valid.
Untuk tahap selanjutnya dilakukan uji validitas convergent validity dan divergent validity.
1) Convergent Validity
Convergent validity diukur berdasarkan nilai Average Variance
Extracted (AVE). Convergent validity digunakan untuk mengetahui atau menguji apakah satu konstruk dan konstruk yang lain adalah sama. Nilai convergent validity diterima jika nilai AVE diatas 0.5 (Fornell dan Larcker, 1981). AVE value akan ditunjukkan pada tabel 7 berikut.
Tabel 7. Mean, Standard Deviation (SD), AVE, Cronbach`s value and Correlations
No. Variabel Mean SD AVE 1 2 3
1 Work-family Conflict 2,549 0,695 0,721 0,822
2 Stres Kerja 3,071 0,769 0,672 0,265** 0,736
3 Kepuasan Kerja 3,789 0,516 0,687 -0,247** -0,311** 0,926 Sumber: Data diolah tahun 2015
*Korelasi signifikan pada level 0.05.**Korelasi signifikan pada level 0.01. Nilai Cronbach` s Alpha pada angka bercetak tebal.
2)Divergent validity
Divergent validity diukur berdasarkan correlation matrix dan
discriminantvalidity. Divergent validity digunakan untuk menguji
apakah antar konstruk signifikan berbeda. Nilai Divergent validity dilihat atau diukur dari nilai korelasi dan discriminant validity. Nilai korelasi ditunjukkan pada tabel 7 kurang dari 0,85 menunjukkan bahwa variabel tersebut terbukti berbeda. Pada tabel 8 nilai discriminant validity kurang dari 0,85 hal ini menunjukkan bahwa antar variabel
memang berbeda. Nilai discriminant validity ditunjukkan pada tabel berikut.
Tabel 8. Average Variance Extracted, square correlation and Discriminant Validity
No. Variabel AVE 1 2 3
1. Work-family Conflict 0,721 ,721 0,070 0,061
2. Stres Kerja 0,672 0,341 0,672 0,097
3. Kepuasan Kerja 0,687 -0,283 -0,377 0,687 Sumber: Data diolah tahun 2015
Nilai AVE ditunjukkan pada angka bercetak tebal
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjukan konsistensi dan stabilitas dari suatu skor (skala pengukuran). Reliabilitas memusatkan perhatian pada masalah konsistensi dan masalah ketepatan (Kuncoro, 2003).
Untuk mengukur reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan nilai koefisien cronbach`s alpha yang mendekati 1 menandakan reliabilitas dengan konsistensi yang tinggi.
Indikator pengukuran reliabilitas menurut Sekaran (2006) yang membagi tingkatan reliabilitas dengan kriteria alpha sebagai berikut : a. 0.80 – 1,0 = Reliabilitas Baik
b. 0,60 – 0,79 = Reliabilitas Diterima c. < 0,60 = Reliabilitas Buruk
Tabel 9. Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach
Alpha
Keterangan Kepuasan Kerja Karyawan 0,926 Reliabilitas Baik Work-family Conflict 0,822 Reliabilitas Baik
Stres Kerja 0,736 Reliabilitas Diterima
Sumber: Data Primer diolah 2015 H. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini alat yang digunakan untuk analisis data adalah SPSS for window versi 20. SPSS (statistical package for social sciences) adalah sebuah program komputer yang digunakan untuk
menganalisa sebuah data dengan analisis statistika. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Analisis Deskriptif
Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis dan menyajikan data kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui gambaran perusahaan yang dijadikan sampel penelitian. Dengan menggunakan statistik deskriptif maka dapat diketahui nilai rata-rata (mean), standar deviasi, sum, range, kurtosis dan skewness (Ghozali, 2011). Adapun berdasarkan kriteria yang dipakai pada kategori jawaban responden, maka untuk lebih memudahkan digunakan 3 kategori, yaitu: tinggi, sedang dan rendah.
Tabel 10. Kategorisasi Jawaban Responden
Tinggi : X ≥ M + SD
Sedang : M –SD ≤ X < M + SD
Rendah : X < M – SD
Sumber: Azwar (2009) 2. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Pengujian normalitas adalah pengujian tentang kenormalan distribusi data (Santoso dan Ashari, 2005). Pengujian normalitas dilakukan untuk mengetahui sebuah data berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian menggunakan uji Kolmogorov-smirnov dengan pedoman sebagai berikut:
1) H0 diterima jika nilai p-value pada kolom Asimp.Sig(2-tailed) > level of significant (α=0,05), sebaliknya Hα ditolak.
2) H0 diterima jika nilai p-value pada kolom Asimp.Sig(2-tailed) < level of significant (α=0,05), sebaliknya H0 diterima (Nugroho, 2005)
b. Uji Linearitas
Uji linearitas adalah untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat linier atau tidak. Uji ini biasanya digunakan sebagai prasyarat dalam analisis korelasi atau regresi liniear. Pengujian pada SPSS dengan menggunakan test of linearity dengan taraf signifikansi 0,05. Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan liniear bila signifikansi lebih dari 0,05 (Ghozali, 2011)
c. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya variabel independen yang memiliki kemiripan dengan variabel independen lain dalam satu model (Nugroho, 2005). Uji multikolineritas pada suatu model dapat dilihat dari beberapa hal antara lain:
1) Jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) tidak lebih dari 10 dan nilai tolerance tidak kurang dari 0,1, maka model dapat dikatakan bebas dari multikolineritas.
2) Jika nilai koefisien korelasi antar masing-masing variabel independen kurang dari 0,70, maka model dapat dinyatakan bebas dari asumsi klasik multikolineritas (Nugroho, 2005). 3. Uji Hipotesis
Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang jelas dan dapat dipercaya antara variabel independen terhadap variabel dependen. Melalui langkah ini akan diambil suatu kesimpulan untuk menerima atau menolak hipotesis yang diajukan.
a. Analisis Regresi Berganda
Persamaan regresi linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Y = α+( + ( +e Keterangan :
Y = Kepuasan Kerja Karyawan α = Konstanta
, = Koefisien Regresi = Work-family Conflict = Stres Kerja
E = Error Term
b. Uji Koefisien Determinasi (Adjusted )
Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel-variabel dependen. Nilai koefisien determinasi terletak diantara nol dan satu. Nilai yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel-variabel dependen
sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
47
A. Gambaran Umum Obyek Penelitian
1. Sejarah Berdirinya PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.
Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden
(Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.
Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).
Berdasarkan Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini,
sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.