HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Penelitian ini mengambil judul “Tingkat Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Perawatan Payudara di BPS Sunarsi Kabupaten Sragen” dengan jumlah responden 30 orang.
Setelah dilakukan penelitian didapatkan nilai mean dan standar deviasi yaitu :
Tabel 4.1 Mean dan Standar Deviasi
Variabel Mean Standar Deviasi
Tingkat Pemgetahuan Ibu Primigravida tentang Perawatan Payudara
23.3 5,04
Baik : Bila nilai responden yang diperoleh (x) > mean + 1SD x > 23,3+ 1x 5,04 = x > 28,34
Jadi pengetahuan baik jika nilai responden > 28,34 Cukup : Bila nilai responden mean – 1 SD ≤ x ≤ mean + 1 SD
23,3–1x 5,04 ≤ x ≤ 23,3 +1x 5,04 = 18,26 ≤ x ≤ 28,34 Jadi pengetahuan cukup jika nilai responden 18,26 ≤ x ≤ 28,34
Kurang : Bila nilai responden yang diperoleh ( x ) < mean – 1 SD ( x ) < 23,3 – 1 x 5,04 = x < 18,34
Sehingga tingkat pengetahuan ibu primigravida tentang perawatan payudara di BPS Sunarsi Kabupaten sragen didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel 4.2 Frekuensi tingkat Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Perawatan Payudara di BPS Sunarsi Kabupaten Sragen
No Pengetahuan Jumlah Prosentase ( % )
1 Baik 1 3,3
2 Cukup 28 93,4
3 Kurang 1 3,3
Total 30 100
Sumber : Data Primer, 2012
Berdasarkan tabel diatas tingkat pengetahuan ibu primigravida tentang perawatan payudara di BPS Sunarsi Kabupaten Sragen dapat dikategorikan pengetahuan baik sebanyak 1 responden (3,33%), pengetahuan cukup sebanyak 28 responden (93,4%), dan pengetahuan kurang sebanyak 1 responden (3,33%). Jadi Tingkat pengetahuan Ibu Primigravida tentang perawatan payudara di BPS Sunarsi kabupaten Sragen mayoritas dapat dikategorikan pengetahuan cukup yaitu sebanyak 28 responden (93,4%).
C. Pembahasan
Tingkat pengetahuan ibu primigravida tentang perawatan payudara di BPS Sunarsi Kabupaten Sragen dapat dikategorikan pengetahuan baik sebanyak 1 responden (3,33%), pengetahuan cukup sebanyak 28 responden (93,4%), pengetahuan kurang sebanyak 1 responden (3,33%).
Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan ibu primigravida tentang perawatan payudara di BPS Sunarsi Kabupaten Sragen mayoritas
dapat dikategorikan pengetahuan cukup yaitu sebanyak 28 responden (93,4%). Berdasarkan beberapa teori, pengetahuan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti yang diungkapkan oleh Soekanto (2005), faktor usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik, individu akan lebih berperan aktif dalam masyarakat dan kehidupan sosial serta lebih banyak melakukan persiapan demi suksesnya upaya menyesuaikan diri menuju usia tua dan akan lebih banyak menggunakan banyak waktu untuk membaca. Semakin tua semakin bijaksana, semakin banyak informasi yang dijumpai dan semakin banyak hal yang dikerjakan sehingga menambah pengetahuannya. Tetapi teori tersebut tidak dapat dibuktikan, karena berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan usia responden mayoritas antara 21-30 tahun dengan rata-rata tingkat pengetahuan yang sama. Menurut Muhibbin Syah (2003) pada salah satu bukunya berjudul Psykologi Pendidikan bahwa usia 21-30 termasuk dalam masa dewasa awal (early adulthood ) yaitu fase perkembangan saat seorang remaja mulai memasuki masa dewasa yang sudah mampu untuk belajar hidup bersama pasangan dan dalam suasana rumah tangga, yakni dengan suaminya dan menerima tanggung jawab serta sudah mampu dan siap dengan keadaannya yang sedang hamil, berperan aktif terhadap kehamilannya dan proses persalinannya kelak. Berdasarkan kedua teori tersebut tidak dapat membuktikan bahwa usia mempengaruhi tingkat pengetahuan, karena dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis
terhadap ibu primigravida usia 21 – 30 tahun atau tahap dewasa awal memiliki rata-rata tingkat pengetahuan yang sama. Jadi berdasarkan perbandingan antara teori dengan hasil penelitian tidak membuktikan bahwa usia masuk dalam faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan
Sedangkan menurut Notoadmodjo (2003), faktor yang mempengaruhi pengetahuan antara lain berdasarkan pikiran kritis pengalaman yang disusun secara sistematis oleh otak. Sesuatu yang pernah dialami oleh seseorang akan menambah tentang sesuatu yang bersifat informasi. Pengalaman itu merupakan sumber pengetahuan atau pengalaman itu merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran. Pengalaman pribadi dapat digunakan supaya memperoleh pengetahuan. Dari hasil analisa peneliti mengungkapkan bahwa pengalaman para responden mayoritas masih menengah keatas, karena dipengaruhi pula kebiasaannya setiap hari sebagai ibu rumah tangga dan lingkungannya yang jauh dari kota. Sebagaimana teori yang dikemukakan oleh Nursalam (2009) lingkungan adalah seluruh kondisi yang ada di sekitar manusia dan pengaruhnya dapat mempengaruhi perkembangan dan perilaku orang atau kelompok.
Faktor lain yang mempengaruhi adalah pendidikan, Menurut Koencoroningrat (2008) bahwa pendidikan diperlukan untuk mendapatkan informasi misalnya hal-hal yang menunjang kesehatan sehingga meningkatkan kualitas hidup. Oleh sebab itu makin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki, sebaliknya pendidikan yang kurang akan
menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai yang baru diperkenalkan. Setelah di lakukan penelitian di BPS Sunarsi, pendidikan terakhir responden mayoritas adalah SLTA dan pekerjaannya mayoritas sebagai IRT (ibu rumah tangga). Dari hasil wawancara kegiatan ibu rumah tangga dirumah hanya membersihkan rumah dan mengurus suami serta menonton tv sehingga responden hanya mengandalkan informasi seputar kehamilannya dari penyuluhan bidan saat kelas ibu hamil ataupun saat ANC (antenatal care). Bagi sebagian ibu yang pendidikannya tinggi selalu menyempatkan waktu senggangnya untuk bermain internet dan mencari informasi-informasi penting terhadap kehamilannya. Sedangkan sebagian lagi yang hanya memiliki pendidikan rendah, waktu senggangnya digunakan untuk saling bertukar pikiran tentang kehamilannya dengan teman yang sesama hamil maupun tetangga yang sudah pernah hamil dan melahirkan sebelumnya dengan pengalaman yang sederhana. Sebagaimana teori yang diungkapkan oleh Soekanto (2005), faktor yang mempengaruhi pengetahuan antara lain informasi. Seseorang yang mempunyai sumber informasi lebih banyak akan memiliki pengetahuan yang luas. Pengetahuan dipengaruhi oleh banyak hal diantaranya adalah sumber informasi dan media informasi, baik media cetak, elektronik, human media antara lain bidan.
Dari hasil pengisian kuesioner, hasil wawancara dan dari hasil analisa peneliti kategori pengetahuan cukup di atas dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu dari tingkat pendidikan mayoritas SLTA (menengah ke atas), lingkungan yang jauh dari kota, informasi yang hanya sedikit, pengalaman yang
sederhana, dan pekerjaan yang mayoritas sebagai ibu rumah tangga sedangkan usia seperti pembahasan diatas tidak mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu primigravida.
Keterbatasan Penelitian
1. Kelemahan yaitu ketepatan waktu saat pengisian kuesioner dan perbedaan trimester pada ibu primigravida. Penelitian ini dilakukan pada saat kelas ibu hamil, ada beberapa responden yang datang terlambat atau tidak tepat waktu sehingga kesulitan memberikan informasi ulang kepada responden yang baru datang sehingga mungkin responden tidak terlalu paham. Kemudian kelemahan berikutnya terletak pada perbedaan trimester. 2. Keterbatasan yaitu terletak pada variabel penelitian ini merupakan variabel
tunggal, sehingga hasil penelitian terbatas pada pengetahuan tentang perawatan payudara dan penelitian ini akan berbeda hasil jika faktor yang mempengaruhi diteliti dan kuesioner yang digunakan kuesioner tertutup sehingga responden hanya bisa menjawab ya atau tidak dan jawaban responden belum bisa untuk mengukur pengetahuan secara mendalam
45 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Penelitian ini mengambil judul “Tingkat Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Perawatan Payudara di BPS Sunarsi Sumberlawang Kabupaten Sragen Tahun 2013“ dengan jumlah responden 30 ibu primigravida.
1. Tingkat pengetahuan ibu primigravida tentang perawatan payudara di BPS Sunarsi Kabupaten Sragen dikategorikan pengetahuan baik sebanyak 1 responden dengan prosentase 3,33 %.
2. Tingkat pengetahuan ibu primigravida tentang perawatan payudara di BPS Sunarsi Kabupaten Sragen dikategorikan pengetahuan cukup sebanyak 28 responden 93,4 %.
3. Tingkat pengetahuan ibu primigravida tentang perawatan payudara di BPS Sunarsi Kabupaten Sragen dikategorikan pengetahuan kurang sebanyak 1 responden 3,33 %.
B. Saran
1. Bagi responden
Responden lebih memperbanyak pengetahuan tentang perawatan payudara masa hamil untuk mempersiapkan laktasi saat menyusui dan mningkatkan produksi ASI serta dapat mencegah terjadinya bendungan ASI atau pembengkakan payudara dan hendaknya aktif mengikuti penyuluhan pada
kelas ibu hamil dan mencari informasi dari media, baik elektronik maupun media cetak.
2. BPS / Pelayanan kesehatan
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dan masukkan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan bidan dalam upaya menekankan pentingnya perawatan payudara pada ibu primigravida melalui penyuluhan-penyuluhan maupun pelatihan.
3. Peneliti Selanjutnya
Bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan variabel dalam penelitian dan menambah jumlah sempel penelitian, sehingga didapatkan hasil yang lebih baik.
4. Bagi Pendidikan
Pendidikan mampu memberikan referensi lebih banyak tentang perawatan payudara masa kehamilan.