HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Perbandingan Terget Dan Realisasi PAD Kabupaten Bombana
Perbandingan targer dan realisasi Pendapat Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2013-2014 dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 5.1
Realisasi PAD Kabupaten Bombana TAhun Anggaran 2013
No Uraian Target Realisasi Selesi (%)
1 Pend PAD 20.759.160.820 32.349.672.227 11.590.511.407 115,83 2 Pendapatan Transfer 30.236.784.820 37.758.861.720 7.522.076.900 124,88 3 Lain2 Pend yang sah 15.517.991.000 18.879.430.889 3.361.438.889 121,66 Total/Rata2 60.513.936.640 88.987.964.836 22.474.076.900 120,79
Sumber data : Pemda Bombana,Diolah(2016) Tabel 5.2
Realisasi PAD Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2014
No Uraian Target Realisasi Selesi (%)
1 Pend PAD 31.366.892.973 42.717.823.266 11.350.930.293 136,19 2 Pendapatan Transfer 40.890.000.000 43.924.316.146 2.034.316.146 107.42 3 Lain2 Pend yang sah 18.850.765.533 21.962.158.074 3.111.392.521 116,50 Total/Rata2 91.107.658.526 108.604.297.486 16.496.638.960 120,04
Sumber data : Pemda Bombana,Diolah (2016)
39
Tabel 5.3
Realisasi PAD Kabupaten Bombana Tahun Anggara 2015
No Uraian Target Realisasi Selesi (%)
1 Pend PAD 38.380.741.420 43.242.004.348 4.861.262.928 112,66 2 Pendapatan Transfer 42.100.000.000 43.092.195.072 992.195.072 102,36 3 Lain2 Pend yang sah 19.644.752.700 21.546.097.537 1.901.244.837 109,68 Total/Rata2 100.125.494.120 107.880.296.957 7.754.802.837 108,23
Sumber data : Pemda Bombana,diolah(2016)
41
No URAIAN 2013 2014 2015
A PENDAPATAN 589.867.617.445 633.933.939.475 692.322.885.475 1 Pendapatan Asli Daerah 32.349.672.227 42.717.823.266 43.242.004.348
a. Pend transfer 30.236.784.820 43.924.316.146 43.092.195.072
b. Lain2 Pend yang sah 15.517.991.000 21.962.158.074 21.546.097.537
2 DANA PERIMBANGAN 454.241.369.000 459.443.167.769 463.470.486.266
a. Bagi hasil pajak 326.694.041.391 345.120.473.780 314.569.395.348
b. Dana alokasi umum 71.254.680.000 36.522.573.989 51.189.430.918
c. Dana alokasi khusus 56.292.638.609 77.800.120.000 97.711.660.000
B BELANJA 615.813.405.356 615.813.405.356 924.447.596.046
1 RUTIN 308.256.702.678 309.919.716.006 359.832.164.805
a. Belanja pegawai 267.010.709.270 227.222.848.951 284.103.902.116
b. Belanja barang 13.291.737.000 16.621.550.000 15.729.100.000
c. Belanja pemeliharaan 2.400.000.000 2.450.000.000 1.169.609.450
d. Belanja bunga 21.148.261.007 56.653.767.055 52.063.053.239
e. Belanja bantuan sosial 2.520.000.000 5.450.000.000 4.700.000.000
f. Belanja lain-lain 1.185.995.401 1.521.550.000 2.066.500.000
2 PEMBANGUNAN 487.415.274.046 731.370.447.615 564.615.431.241
a. Belanja Tanah 7.002.0689.046 18.152.822.295 25.362.431.241
b. Belanja peralatan dan mesin 69.183.263.000 145.383.108.908 125.000.000.000 c. Belanja bangunan dan gedung 150.500.261.928 294.653.767.055 167.000.000.000 d. Belanja jalan,irigasi dan jaringan 253.000.000.000 267.010.709.270 240.000.000.000 e. Belanja aset tetap lainnya 4.475.000.000 3.770.040.087 4.109.000.000
f. Belanja asset lainnya 3.254.680.000 2.400.000.000 3.144.000.0000
-Sumber Data : Pemda Bombana,Diolah(2016)
2. Rasio-rasio
a. Rasio Kemandirian
Pendapatan asli daerah
Rasio kemandirian = X 100 %
Transfer + Lain2 Pend yang sah Tabel 5.5
Pola Hubungan Dan Tingkat Kemandirian Daerah Kemampuan
Keuangan Daerah
Kemandirian (%) Pola Hubungan
Rendah sekali 0 – 25 % Instruktif
Rendah 25 – 50 % Konsultatif
Sedang 50 – 75 % Partisipatif
Tinggi 75 – 100 % Delegatif
Penyelesayan :
43.242.004.348
Rasio kemandirian Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2013-2015
2013 32.349.672.227 56.638.292.609 57,11 % Partisipatif
2014 42.717.823.266 65.886.474.220 64,83 % Partisipatif
2015 43.242.004.348 64.658.292.609 66,90 % Partisipasif
Sumber data : Pemda Bombana, Diolah (2016)
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, dapat diketahui bahwa tahun 2013 Rasio Kemandirian Keuangan Daerah hanya sebesar 57,11 %.
Hal ini berarti bahwa kemampuan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana dalam membiayai kegiatan pemerintahannya termasuk dalam golongan partisipasif ini disebabkan karena PAD yang dihasilkan lebih kecil bila dibanding dengan Sumber Pendapatan dari Pihak Ekstern.
Tahun 2014 Rasio Kemandirian Keuangan Daerah mengalami peningkatan yaitu sebesar 64,83 %. Tetapi kemampuan dalam membiayai pemerintahannya masih dalam golongan partisipasif peningkatan Rasio
Kemandirian Keuangan Daerah tersebut dipengaruhi oleh perkembangan Sumber Pendapatan dari Pihak Ekstern yang diimbangi dengan perkembangan PAD.
Dan pada Tahun 2015 Rasio Kemandirian Keuangan Daerah juga meningkat sebesar 66,90 %, tetapi kemampuan dalam membiayai Pemerintahannya masih termasuk dalam golongan partisipasif.peningkatan Rasio Kemandirian Keuangan Daerah tersebut dipengaruhi oleh perkembangan Sumber Pendapatan dari Pihak Ekstern yang diimbangi dengan perkembangan PAD.
Pola hubungan Partisipasif yaitu apabila tingkat kemandirian 50% -75 % berarti kemampuan keuangan daerah sedang,dengan demikian perananPemerintah pusat sudah mulai berkurang mengingat daerah yang bersangkutan tingkat kemandiriannya mendekati mampu melaksanakan otonomi daerah.
Diagram 5.1
Rasio kemandirian Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2013-2015
b. Rasio Efektivitas Dan Efesiensi
Nilai efektivitas PAD dapat digategorikan sebagai berikut : Keterangan :
X = < 100 % maka tidak Efektif
X = 100 % maka Efektifitasnya berimbang X = > 100 % maka Efektif
Realisasi anggaran PAD
Rasio Efektivitas = X 100 %
Target PAD Penyelesayan :
32.349.672.227
Tahun 2013 = X 100 %
20.759.160.820
= 155,83 %
42. 717.823.266
Tahun 2014 = X 100 %
31.366.892.973
= 136,19 % 43.242.004.348
Tahun 2015 = X 100 %
38.380.741.420
= 112,66 %
Tabel 5.7
Rasio Efektivitas Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2013-2015
2013 20.759.160.820 32.349.672.227 155,83 Efektif
2014 31.366.892.973 42.717.823.266 136,19 Efektif
2015 38.380.741.420 43.242.004.348 112,66 Efektif
Sumber Data : Pemda Bombana ,Diolah (2016)
Pada tahun 2013 target penerimaan PAD Kabupaten Bombana sebesar Rp20.759.160.820 dan realisasi penerimaan PAD sebesar Rp32.349.672.227 sehingga Rasio Efektifitas sebesar 155,83 %. Hal ini disebabkan oleh pendapatan pajak daerah, pendapatan retribusi, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah mengalami kenaikan.
Pada tahun 2014 target penerimaan PAD Kabupaten Bombana Rp.31.366.892.973 dan realisasi penerimaan PAD sebesar Rp42.717.823.266 sehingga Rasio Efektifitas mengalami peningkatan menjadi 136,19 % Karena realisasi penerimaan PAD lebih tinggi dari PAD yang ditargetkan, hal ini disebabkan oleh pendapatan pajak daerah, pendapatan retribusi, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah mengalami kenaikan.
Pada tahun 2015 target penerimaan PAD Kabupaten Bombana sebesar Rp 38.380.741.420 dan realisasi penerimaan PAD sebesar Rp43.242.004.348 sehingga Rasio Efektifitas mengalami penurunan sebesar 112,66 % Karena realisasi penerimaan PAD lebih tinggi dari PAD yang ditargetkan, hal ini disebabkan oleh pendapatan pajak daerah, pendapatan retribusi, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah mengalami kenaikan.
Grafik 5.2
Rasio Efektivitas Kabupaten Bombana Tahun anggaran 2013-2015
0 5E+09 1E+10 1.5E+10 2E+10 2.5E+10 3E+10 3.5E+10 4E+10
2013 2014 2015
Target penerimaan PAD Realisasi penerimaan PAD
Nilai efesiensi PAD dapat dikategorikan sebagai berikut : Keterangan :
X = < 10 % maka sangat efesien X = 10 % - 20 % maka efesien X = 21 % - 30 % maka cukup efesien X = 31 % -40 % maka kurang efesien X = > 40 % maka tidak efesien
Realisasi belanja Daerah
Rasio Efesiensi = X 100%
Realisasi penerimaan PAD
615.813.405.356
Tahun 2013 = X 100 %
589.867.617.445
= 104,40 %
615.813.405.356
Tahun 2014 = X 100 %
633.933.939.475
= 97,14 %
924.447.596.046
Tahun2015 = X 100 %
692.322.885.875
= 133,53 %
Tabel 5.8
Rasio Efesiensi Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2013-2015 Tahun Realisasi belanja
Daerah (Rp)
2013 615.813.405.356 589.867.617.445 104,40 Tidak efesien 2014 615.813.405.356 633.933.939.475 97,14 Tidak efesien 2015 924.447.596.046 692.322.885.875 133,53 Tidak efesien Sumber data : Pemda Bombana,Diolah(2016)
Hasil perhitungan rasio efisiensi Kabupaten Bombana Tahun 2013 biaya yang dikeluarkan untuk memungut PAD sebesar Rp 615.813.405.356 dan PAD yang berhasil diperoleh sebesar Rp 589.867.617.445. Dengan demikian diperoleh rasio Efisiensi sebesar 104,40 % yang berarti bahwa upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana dalam mengumpulkan PAD tidak efesien karena biaya yang digunakan untuk memungut PAD lebih tinggi dibanding dengan PAD yang diperoleh.
Pada tahun 2014 PAD yang diperoleh sebesar Rp 633.933.939.475 dan biaya yang digunakan untuk memungut PAD tetap sebesar Rp 615.813.405.356 karena pendapatan pajak daerah tidak mengalami kenaikan, sehingga diperoleh Rasio Efisiensi sebesar 97,14 %. Hal ini berarti kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sragen dalam upayanya mengumpulkan PAD tidak efesien.
Pada tahun 2015 PAD yang diperoleh sebesar Rp 692.322.885.875 dan biaya yang dikeluarkan untuk memungut PAD mengalami kenaikan sebesar Rp 924.447.596.046 karena pendapatan pajak daerah dan pajak retribusi daerah mengalami kenaikan, sehingga diperoleh Rasio Efisiensi sebesar 133,53 % . Hal ini berarti kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bombana dalam upayanya mengumpulkan PAD tidak efesien.
Grafik 5.3
Rasio Efesiensi Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2013-2015
c. Rasio Aktivitas
Total belanja rutin
Rasio aktivitas = X 100 %
Total belanja pembangunan
309.919.716.006
Rasio Aktivitas Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2013-2014 2013 308.256.702.678 487.415.274.046 63,24 2014 309.191.716.006 731.370.447.615 42,37 2015 359.832.164.805 564.615.413.241 63,73
Dari Hasil perhitungan Rasio Aktivitas pemerintah Kabupaten Bombana tahun 2013 total belanja rutin sebesar Rp 308.256.702.678 dan total belanja pembangunan sebesar Rp 487.415.274.046.Dengan demikian diperoleh Rasio Aktifitas sebesar 63,24 %. Hal ini berarti pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Bombana mengalami kenaikan.
Pada tahun 2014 total belanja rutin naik sebesar Rp 309.191.716.006 dan total belanja pembangunan sebesar Rp 731.370.447.615 sehingga diperoleh Rasio Aktifitas sebesar 42,37 %.
Rasio Aktifitas tahun 2014 mengalami penurunan hal in disebabkan belanja modal dan belanja operasi tidak melebihi dari yang ditargetkan.
Pada tahun 2015 belanja rutin naik sebesar Rp 359.832.164.805 dan total belanja pembangunan sebesar Rp 564.615.413.241.sehingga diperoleh Rasio Aktifitas sebesar 63,73 % Rasio Aktifitas tahun 2015 mengalami kenaikan hal ini disebabkan belanja modal dan belanja operasi tiak melebihi dari yang ditargetkan.
Grafik 5.4
Rasio Aktivitas Kabaupaten Bombana Tahun Anggaran 2013-2015
d. Rasio Pertumbuhan
Realisasi penerimaan PAD Xn-Xn-1
Rasio pertumbuhan PAD = X 100%
Realisasi penerimaan PAD Xn-1 42.717.823.266 – 32.349.672.227
43.242.004.348 – 42.717.823.266
Tahun 2015 = X 100 %
42.717.823.266 524.181.082
= X 100 %
42.717.823.266
= 1,22 %
Pada tahun 2013 PAD sebesar Rp 32.349.672.227 mengalami kenaikan ditahun 2014 sebesar Rp 42.717.823.266 atau sebesar 32,05 %.
Hal ini berarti kemampuan Pemerintahan Daerah Kabupaten Bombana dalam mempertahankan dan meningkatkan perolehan PAD dari tahun 2013 ke tahun 2014 sebesar 32,05 %. Pertumbuhan ini disebabkan karena Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana telah berhasil mengoptimalkan kemampuanya dalam meningkatkan perolehan PAD yang ditunjukan dengan kenaikan dari sektor Pajak Daerah dan Lain-lain PAD yang sah.
Tahun 2015 PAD juga mengalami kenaikan sebesar Rp 43.242.004.348 atau sebesar 1,22 % Pertumbuhan ini disebabkan karena Pemerintah Kabupaten Bombana telah berhasil mengoptimalkan kemampuannya dalam meningkatkan perolehan PAD yang ditunjukan dengan kenaikan PAD dari sektor Pajak Daerah dan Lain-lain PAD yang sah. Hal ini berarti dari tahun ke tahun rasio pertumbuhan PAD di Kabupaten Bombana mengalami penurunan.
Realisasi penerimaan pendapatan Xn-Xn-1
Rasio pertumbuhan pendapatan = X 100%
Realisasi penerimaan pendapatan Xn-1
633.933.939.475 – 589.867.617.445
Pada tahun 2013 pendapatan sebesar Rp 589.867.617.445 mengalami kenaikan di tahun 2014 sebesar Rp 633.933.939.475 sehingga diperoleh Rasio Pertumbuhan Pendapatan tahun 2014 sebesar 7,47 %.Hal ini berarti kemampuan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana dalam mempertahankan dan meningkatkan perolehan pendapatan dari tahun 2013 ke tahun 2014 sebesar 7,47 % Pertumbuhan ini disebabkan karena Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana berhasil mengoptimalkan kemampuannya dalam meningkatkan perolehan pendapatan.
Tahun 2015 pendapatan juga mengalami kenaikan sebesar Rp 692.322.885.875.sehingga diperoleh Rasio Pertumbuhan Pendapatan sebesar 9,21 %.Pertumbuhan ini disebabkan karena Pemerintah Daerah
Kabupaten Bombana berhasil mengoptimalkan kemampuannya dalam meningkatkan perolehan pendapatan
Realisasi belanja rutinXn-Xn-1
Rasio pertumbuhan belanja rutin = X 100 %
Realisasi belanja rutinXn-1
Belanja rutin tahun 2013 sebesar Rp 308.256.702.678 mengalami kenaikan ditahun 2014 menjadi Rp 309.919.716.006 sehingga diperoleh Rasio Pertumbuhan Belanja rutin tahun 2014 sebesar 0,54 % Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh naiknya Belanja Aparatur Publik dan Belanja Aparatur Daerah.
Belanja Operasi tahun 2015 mengalami kenaikan menjadi Rp 359.832.164.805 sehingga diperoleh Rasio Pertumbuhan Belanja Operasi tahun 2015 sebasar 16,10 %. Pertumbuhan ini disebabkan oleh naiknya Belanja Aparatur Publik dan Belanja Aparatur Daerah
Apabial rendahnya belanja Rutin ,maka pertumbuhannya adalah positif artinya bahwa daerah yang bersangkutan telah mampu mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhannya dari periode satu periode yang berikutnya Dan jika rendahnya belanja pembangunan maka pertumbuhannya adalah negative,artinya bahwa daerah yang bersangkutan belum mampu mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhannya dari periode satu ke periode yang selanjutnya.
Realisasi Bel Pembangunan Xn-Xn-1
Rasio pertumbuhan belanja pembangunan = X 100 %
Realisasi belanja pembanguan Xn-1
731.370.447.615 – 487.415.274.046
Belanja pembangunan tahun 2013 sebesar Rp 487.415.274.046 mengalami kenaikan pada tahun 2014 menjadi sebesar Rp 731.370.447.615 sehingga diperoleh Rasio Pertumbuhan Belanja pembangunan tahun 2014 sebesar 50,05 % Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh Belanja pembangunan yang tinggi. Hal ini berarti kinerja keuangan
Kabupaten Bombana dilihat dari perolehan Rasio Pertumbuhan Belanja pembangunan membaik.
Belanja pembangunan mengalami penurunan di tahun 2015 menjadi Rp 564.615.241.731 sehingga diperoleh Rasio Pertumbuhan Belanja pembangunan tahun 2015 sebesar (0,22) % Pertumbuhan ini disebabkan oleh belanja pembangunan yang semakin rendah. Hal ini berarti kinerja keuangan Kabupaten Bombana dilihat dari perolehan Rasio Pertumbuhan Belanja pembangunan memburuk.
Tabel 5.10
Rasio pertumbuhan Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2013 – 2015
Keterangan 2013 2014 2015
Rasio pertumbuhan
Sumber data : Pemda Bombana,Diolah (2016)
Dari uraian dan perhitungan diatas kondisi pertumbuhan APBD Kabupaten Bombana dapat disimpulkan bahwa APBD pada tahun anggaran 2013-2015 menunjukan pertumbuhan yang sangat positif. Total pendapatan diikuti kenaikan PAD, meskipun pengeluaran belanja rutin masih cukup besar. Selain itu dapat dilihat juga dari rasio pertumbuhan
belanja rutin dan belanja pembangunan. Hal ini menunjukan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana mulai memberikan perhatiannya yang besar terhadap pembangunan daerahnya.
Grafik 5.5
Rasio pertumbuhan Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2013 -2015
B. Pembahasan
Kemandirian keuangan daerah menunjukkan kemampuan Pemerintah Daerah dalam membiayai sendiri penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Kemandirian keuangan daerah dapat juga menggambarkan sampai seberapa besar tingkat ketergantungan finansial Pemerintah Daerah terhadap Pemerintah Pusat.
Kemandirian keuangan daerah Kabupaten Bombana dihitung dengan membandingkan penerimaan PAD terhadap penerimaan Bantuan dan Sumbangan Daerah.
Mengenai pola hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, ada 4 hubungan situasional yang dapat digunakan dalam pelaksanaan otonomi daerah ( Abdul halim 2004) :
a. Pola Hubungan Instruktif, dimana peranan Pemerintah Pusat lebih dominan daripada kemandirian Pemerintah Daerah
b. Pola Hubungan Konsultatif, dimana campur tangan Pemerintah Pusat sudah mulai berkurang karena daerah dianggap sedikit lebih mampu melaksanakan otonomi,
c. Pola Hubungan Partisipatif, dimana peran Pemerintah Pusat semakin berkurang, mengingat daerah yang bersangkutan tingkat kemandiriannya mendekati mampu melaksanakan otonomi daerah.
d. Pola Hubungan Delegatif, dimana campur tangan Pemerintah Pusat sudah tidak ada karena daerah telah benar-benar mampu dan mandiri dalam melaksanakan otonomi daerah.
Bertolak dari teori di atas, karena adanya potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) berbeda akan menyebabkan perbedaan dalam tingkat kemandirian daerah dan pola hubungan antar daerah terhadap Pemerintah Pusat. Sebagai pedoman dalam melihat hubungan dengan kemampuan daerah dari sisi keuangannya.
Terlihat bahwa kemandirian Kabupaten Bombana dalam mencukupi kebutuhan pembiayaan untuk melakukan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial masyarakat sudah memadai dan bahkan dari tahun 2013-2015 cenderung mengalami peningkatan Karena nilai
rata-ratanya yang menunjukkan Presentase di atas 50 %, ini berarti Kabupaten Bombana memiliki pola hubungan yang bersifat Partisipatif, dimana peran Pemerintah Pusat semakin berkurang, mengingat daerah yang bersangkutan tingkat kemandiriannya mendekati mampu melaksanakan otonomi daerah.Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Irawati (2011) dan Ikrana (2010) yang menunjukan bahwa dimana pemerintah pusat peranannya lebih dominan dibanding kemandirian pemerintah daerah dan keuanganya belum mampu untuk melaksanakan otonomi daerah.
61
Berdasarkan hasil perhitungan rasio keuangan pada APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana dari tahun 2013-2015 dapat disimpulkan bahwa : 1. kinerja APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana dari tahun
2013-2015 sudah memadai . Hal ini dapat dibuktikan dengan rasio kemandirian yang memadai dan tingkat ketergantungan terhadap bantuan pihak eksternal semakin berkurang.
2. rasio efektifitas menunjukan bahwa realisas penerimaan PAD telah melampaui anggaran yang ditetapkan dan rasio efisiensi telah mengalami kenaikan.
3. rasio aktivitas menujukkan bahwa pelaksanaan pembangunan semakin menurun dari tahun ke tahun.
4. rasio pertumbuhan menunjukkan pertumbuhan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data serta kesimpulan, penulis mencoba mengajukan saran yaitu :
1. Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana harus terus meningkatkan dan pengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tahun ke tahun dan
62
2. Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu sebaiknya memprioritaskan lagi pengalokasian dana yang dimiliki untuk belanja pembangunan sehingga semakin bertambahnya sarana dan prasarana yang diharapkanakan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
3. bagi peneliti selanjutnya hendaknya menambah rasio yang digunakan, obyek penelitian, tahun yang digunakan dan menganalisis keseluruhan unsur APBD sehingga dapat memperoleh hasil yang lengkap.
Salemba Empat.
Halim, Abdul,2004. Manajemen Keuangan Daerah (Edisi Revisi). Yogyakarta:UPP AMP YKPN
Halim, Abdul dan Theresia Damayanti. 2007. Pengelolaan Keuangan Daerah.
Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Haw,widjaja,2007 .penyelenggara otonomi daerahdi Indonesia.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Ikrana (2010) “ Analisis kemampuan keuangan daerah dikabupaten Bombana”
Skripsi FE UHO (22/02/2016 : 20.00)
Irawati (2011) “Analisis kemandirian daerah kabupaten Bombana sebelum dan selama Otonomi Daerah” Skripsi FE UHO (22/02/2016 : 20:00)
Kamus Hukum & Glosarium Otonomi daerah,edisi ketiga,Friedrich-Naumann-Stiftung-lembaga penelitian SMERU-Institute for research and community development studies,Jakarta
Kuncoro (2004), Otonomi dan Pembangunan Daerah; Reformasi, Perencanaan, Strategi dan Peluang, Jakarta: Penerbit Erlangga
Nurcholis,hanif,2007. Teori dan praktik pemerintahan dan otonomi daerah. jakarta : PT Grasindo
Prihatiningsih,ana (2010).Analisis kemampuan keuangan daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah di kota Surakarta.FE Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Raharjo,adisasmita ,2011,pengelolaan pendapatan dan anggaran daerah.penerbit graha ilmu:Yogyakarta.
Republik Indonesia. 2004. Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Bandung: Citra Umbara.
APBD dan Permasalahannya (Panduan Pengelolaan Keuangan Daerah).
Malang: Bayumedia Publishing.
Sunardi dan Purwanto, Tri Bambang. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Kelas IX SMP dan MTs. Jakarta :
Winarna,Surya Adisubrata. 2003. Perkembangan Otonomi Daerah di Indonesia (Sejak Proklamasi Sampai Awal Reformasi) 1. Semarang: CV. Aneka
Ilmu.
Yuliana (2013), analisis anggaran pendapatan dan belanja (APBD) ditinjau dari rasio keuangan.FEBIS Iniversitas Muhammadiyah Surakarta.
Yuliati,2001. Analisis Kemampuan Keuangan Daerah dalam Menghadapi Otonomi Daerah, Manajemen Keuangan Daerah. Yogjakarta. UPP YKPN.
LAMPIRAN
PEMERINTAH KABUPATEN BOMBANA RINGKASAN PERUBAHAN APBD
TAHUN ANGGARAN 2013
NO URUT URAIAN
JUMLAH (Rp) BERTAMBAH/(BERKURANG)
TARGET REALISASI (Rp) (%)
1 PENDAPATAN 421.875.619.640 589.867.617.445 167.991.997.805 139,82
1.1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 20.759.160.820 32.349.672.227 11590.511.407 115,83
1..1.1 Pendapatan transfer 30.236.784.820 37.758.861.720 7.522.076.900 124,88
1.1.1.2 Lain2 pendapatan yang sah 15.517.991.000 18.879.430.889 3.361.438.889 121,66 1.2 DANA PERIMBANGAN 324.865.897.000 454.241.369.000 129.375.382.000 139,82 1.2.1 Dana bagi hasil pajak 214.098.099.543 326.694.041.391 112.595.941.848 152,90
1.2.2 Dana alokasi umum 65.987.000.435 71.254.680.000 5.267.679.565 107,98
1.2.3 Dana alokasi khusus 45.345.786.000 56.292.638.609 10.946.852.609 124,14
1.3
LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH
YANG SAH 33.078.548.945 46.638.292.609 13.559.743.664 140,99
1.3.1 Pendapatan hibah 9.541.287.000 11.475.000.000 1.933.713.000 120,27
1.3.2
Dana bagi hasil pajak dari peovinsi
dan pemerintah daerah lain 3.876.984.245 5.000.000.000 1.123.015.755 128,97 1.3.3 Dana penyusaian dan otonomi khusus 18.654.212.000 27.680.931.264 9.026.719.264 148,39 1.3.4 Bantuan keuangan dari provinsi atau 1.000.000.000 2.400.000.000 1.400.000.000 240
2.1.1 Belanja pegawai 140.000.654.000 267.010.709.270 127.010.055.270 190,72
2.1.2 Belanja barang 10.563.976.000 13.291.737.000 2.727.761.000 125,82
2.1.3 Belanja pemeliharaan 1.500.000.000 2.400.000.000 900.000.000 160
2.1.4 Belanja bunga 17.567.990.678 21.148.261.007 3.580.270.329 120,38
2.1.5 Belanja bantuan sosial 1.000.000.000 2.520.000.000 1.520.000.000 252
2.1.6 Belanja Lain-lain 98.653.900 1.185.995.401 1.087.341.501 1.202,17
2.2 BELANJA PEMBANGUNAN 320.113.884.555 487.415.274.046 167.301.389.491 152,26
2.2.1 Belanja tanah 5.980.674.254 7.002.069.118 1.021.394.864 117,08
2.2.2 Belanja Peralatan dan Mesin 59.241.236.987 69.183.263.000 9.924.026.013 116,78 2.2.3 Belanja Bangunan dan Gedung 99.345.986.546 150.500.261.928 51.154.275.382 151,49 2.2.4 Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan 150.564.987.000 253.000.000.000 102.435.013.000 168,03 2.2.5 Belanja Aset Tetap Lainnya 3.000.000.000 4.475.000.000 1.475.000.000 149,16
2.2.6 Belanja Aset Lainnya 1.980.999.768 3.254.680.000 1.273.680.232 164,29
SURPLUS/DEFISIT 36.406.204.000 70.736.641.518 34.330.437.518 94,30
3 PEMBIAYAAN DAERAH
3.1
PENERIMAAN PEMBIAYAAN
DAERAH 39.406.204.000 72.236.641.518 32.830.437.518 83,31
3.1.1
Sisa lebih perhitungan anggaran tahun
anggaran sebelumnya 24.406.204.000 57.236.641.518 32.830.437.518 134,52
3.1.4 penerimaan pinjaman daerah 15.000.000.000 15.000.000.000 0 0
3.2
PENGELURAN PEMBIAYAAN
DAERAH 3.000.000.000 1.500.000.000 (1.500.000.000) (50,00)
SISA LEBIH PEMBIAYAAN TAHUN
BERKENAN 0 0 0 0
Rumbia,30 september 2013
BUPATI BOMBANA
H.TAFDIL
PEMERINTAHAN KABUPATEN BOMBANA RINGKASAN PERUBAHAN APBD
TAHUN ANGGARAN 2014
NO
URUT URAIAN
JUMLAH (Rp) BERTAMBAH/(BERKURANG)
TARGET REALISASI (Rp) (%)
1 PENDAPATAN 404.435.731.069 633.933.939.475 229.498.208.406 156,75
1.1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 31.366.892.973 42.717.823.266 11.350.930.293 136,19
1..1.1 Pendapatan transfer 40.890.000.000 43.924.316.146 2.034.316.146 107,42
1.1.1.2 Lain2 pendapatan yang sah 18.850.765.553 21.962.158.074 16.496.638.960 116.5 1.2 DANA PERIMBANGAN 284.753.042.543 459.443.167.769 174.680.125.226 161,35
1.2.1 Dana bagi hasil pajak 214.098.099.543 345.120.473.780 131.022.374.237 161,97
1.2.2 Dana alokasi umum 20.000.000.000 36.522.573.989 16.522.573.989 182,61
1.2.3 Dana alokasi khusus 50.654.943.000 77.800.120.000 27.145.177.000 153,59
1.3 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 28.575.030.000 65.886.474.220 37.311.444.220 230,57
1.3.1 Pendapatan hibah 0 65.397.500 65.397.500 0
1.3.2
Dana bagi hasil pajak dari peovinsi dan pemerintah
daerah lain 8.000.000.000 8.000.000.000 0 0
1.3.3 Dana penyusaian dan otonomi khusus 20.575.030.000 55.121.076.720 34.546.046.720 267,90
2.1 BELANJA OPERASI/RUTIN 266.666.225.971 309.919.716.006 43.253.490.035 166,22
2.1.1 Belanja pegawai 200.500.000.000 227.222.848.951 26.722.848.951 133,33
2.1.2 Belanja barang 12.879.000.000 16.621.550.000 3.742.550.000 129,06
2.1.3 Belanja pemeliharaan 1.500.000.000 2.450.000.000 950.000.000 163,33
2.1.4 Belanja bunga 47.000.324.984 56.653.767.055 9.653.424.068 120,54
2.1.5 Belanja bantuan sosial 3.786.900.987 5.450.000.000 1.663.099.013 143,92
2.1.6 Belanja Lain-lain 1.000.000.000 1.521.550.000 521.550.000 152,16
2.2 BELANJA PEMBANGUNAN 636.936.355.784 731.370.447.615 94.434.091.832 114,83
2.2.1 Belanja tanah 15.897.345.000 18.152.822.295 2.255.477.295 114,19
2.2.2 Belanja Peralatan dan Mesin 121.259.749.812 145.383.108.908 24.123.359.096 119,89
2.2.3 Belanja Bangunan dan Gedung 294.648.261.168 294.653.767.055 5.505.887 100,00
2.2.4 Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan 200.000.000.000 267.010.709.270 67.010.709.270 133,51
2.2.5 Belanja Aset Tetap Lainnya 3.150.000.000 3.770.040.087 620.040.087 119,68
2.2.6 Belanja Aset Lainnya 1.980.999.768 2.400.000.000 419.000.232 121,15
SURPLUS/DEFISIT 92.000.000.000 98.478.607.734 6.478.607.734 7,04
3 PEMBIAYAAN DAERAH
3.1 PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH 92.000.000.000 99.048.607.734 7.048.607.734 7,66
3.1.1
Sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran
sebelumnya 66.000.000.000 70.848.607.734 4.848.607.734 7,35
3.1.4 penerimaan pinjaman daerah 26.000.000.000 28.200.000.000 2.200.000.000 8,46
3.2 PENGELURAN PEMBIAYAAN DAERAH 0 570.000.000 570.000.000 0
3.2.2 Penyertaan modal (Investasi) pemerintah daerah 0 570.000.000 570.000.000 0
Rumbia , 30 September 2014
BUPATI BOMBANA
H.TAFDIL
PEMERINTAH KABUPATEN BOMBANA RINGKASAN PERUBAHAN APBD
TAHUN ANGGARAN 2015
NO URUT URAIAN
JUMLAH (Rp) BERTAMBAH/(BERKURANG)
TARGET REALISASI (Rp) (%)
1 PENDAPATAN 513.604.385.294 692.322.885.475 178.718.470.181 134,80
1.1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 38.380.741.420 43.242.004.348 4.861.262.928 112,66
1..1.1 Pendapatan transfer 42.100.000.000 43.092.195.072 992.195.072 102,36
1.1.1.2 Lain2 pendapatan yang sah 19.644.752.700 21.546.097.537 1.901.344.837 109,68 1.2 DANA PERIMBANGAN 318.027.674.000 463.470.486.266 145.442.812.266 145,73
1.2.1 Dana bagi hasil pajak 200.000.000.000 314.569.395.348 114.569.395.338 157,28
1.2.2 Dana alokasi umum 36.045.114.000 51.189.430.918 15.144.316.918 182,61
1.2.3 Dana alokasi khusus 81.982.560.000 97.711.660.000 15.729.100.000 153,59
1.3
LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG
SAH 95.451.217.174 120.972.102.652 25.520.885.478 126,74
1.3.1 Pendapatan hibah 9.000.000.000 10.352.035.652 1.352.035.652 115,02
1.3.2
Dana bagi hasil pajak dari peovinsi dan
pemerintah daerah lain 82.451.217.174 108.096.587.000 25.645.369.862 131,10
1.3.3 Dana penyusaian dan otonomi khusus 0 2.523.480.000 2.523.480.0000 0
1.3.4 Bantuan keuangan dari provinsi atau 0 0 0 0
2.1.1 Belanja pegawai 286.828.556.757 284.103.902.116 (2.724.654.641) 99,05
2.1.2 Belanja barang 10.000.000.000 15.729.100.000 5.729.100.000 157,29
2.1.3 Belanja pemeliharaan 1.500.000.000 1.269.609.450 (230.390.550) 84,64
2.1.4 Belanja bunga 47.000.324.984 52.063.053.239 5.062.728.255 110,77
2.1.5 Belanja bantuan sosial 4.000.000.000 4.700.000.000 700.000.000 117,5
2.1.6 Belanja Lain-lain 95.234.000 2.066.500.000 1971.971.266.000 21.699,18
2.2 BELANJA PEMBANGUNAN 542.185.803.807 564.615.431.241 22.429.672.434 104,14
2.2.1 Belanja tanah 24.192.821.791 25.362.431.241 1.169.609.450 104,83
2.2.2 Belanja Peralatan dan Mesin 115.602.764.887 125.000.000.000 9.397.235.113 108,13 2.2.3 Belanja Bangunan dan Gedung 236.414.769.506 167.000.000.000 (69.414.769.506) 70,64 2.2.4 Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan 157.987.547.623 240.000.000.000 82.012.452.377 151,91
2.2.5 Belanja Aset Tetap Lainnya 3.687.900.000 4.109.000.000 421.100.000 111,42
2.2.6 Belanja Aset Lainnya 4.300.000.000 3.144.000.000 (1.156.000.000) 73,11
SURPLUS/DEFISIT 35.604.184.261 42.744.492.361 7.140.303.100 20,05
3 PEMBIAYAAN DAERAH
3.1 PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH 43.104.189.261 42.744.492.361 (359.696.900) (0,83)
3.1.1
Sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran
sebelumnya 18.104.189.261 21.554.492.361 3.450.303.100 19,06
3.1.4 penerimaan pinjaman daerah 25.000.000.000 21.190.000.000 (3.810.000.000) (15,24) 3.2 PENGELURAN PEMBIAYAAN DAERAH 7.500.000.000 0 (7.500.000.000) (100,00)
3.2.2
Penyertaan modal (Investasi) pemerintah
daerah 7.500.000.000 0 (7.500.000.000) (100,00)
Rumbia, 11 November 2015
BUPATI BOMBANA
H.TAFDIL
Dongkala Kabupaten Bombana merupakan anak pertama dari tiga bersaudara,buah hati dari pasangan Ayah handa Abidin dengan IbundaNurmil.Pendidikan formal dimulai dari SDN 1 TAPUHAKA pada Tahun 2001 dan tamat pada Tahun 2006.Pada tahun 2006 penulis melanjutkan pendididkan ke MTSN 1 KABAENA TIMUR dan tamat pada tahun 2009.pada tahun 2009 penulis melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 KABAENA TIMUR dan tamat pada tahun 2012.Penulis diterima sebagai Mahasiswi pada jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Unismuh Makassar melalui jalur Mahasiswa/I baru.