• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Penelitian ini bersifat analisis deskriptif dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif, dimana data yang diperoleh berdasarkan pada pernyataan dalam bentuk uraian informasi yang bersifat kualitatif yang didapatkan dari hasil wawancara dan observasi mengenai Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Objek Wisata Alam Bantimurung Kelurahan Kalabbirang Kabupaten Maros.

Adapun sumber data yang digunakan adalah data primer yang diambil secara langsung dari objek penelitian dengan cara observasi dan wawancara kepada responden. Sedangkan data sekunder adalah data yang didapat melalui dokumentasi peneliti terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan penelitian, serta data yang didapat dari media elektronik maupun cetak, literatur, skripsi, buku-buku.

1. Karakteristik Informan Penelitian

Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 6 orang yang yaitu : a. Bapak Muhammad Hasan (Lurah)

Bapak Muhammad Hasan adalah seseorang yang berasal dari Maros. Dia orangnya dermawan dan penolong. Bapak Hasan memiliki jabatan sebagai Lurah di Kelurahan kalabbirang Kabupaten Maros, dia banyak mengetahui tentang wilayah yang ada di kelurahan kalabbirang dan tempat objek wisata alam bantimurung.

Saya memilih Bapak Muhammad Hasan sebagai Informan Karna dia memiiki kemampuan untuk menyampaikan informasi tentang Bentuk partisipasi masyarakat pada objek wisata alam bantimurung kelurahan kalabbirang, atau kebenaran yang mungkin tidak di ketahui atau tidak disadari oleh banyak orang.

b. Ibu Asriani Salam (Pegawai objek wisata alam bantimurung)

Ibu Asriani Salam adalah pegawai atau penanggung jawab yang ada di objek wisata alam bantimurung. Dia tinggal di Sekitar Lokasi Objek wisata alam bantimurung bersama keluarganya dan memiliki usaha kerajinan. Ibu asriani banyak mengetahui fasilitas dan prasarana yang ada didalam objek wisata alam bantimurung.

Saya memilih Ibu Asriani Hasan sebagai Informan Karna dia memiiki kemampuan untuk menyampaikan informasi tentang objek wisata alam bantimurung dan lebih mengetahui pengembangan yang ada didalam objek wisata.

c. Ibu Erna Wati (Pedagang)

Ibu Erna Wati adalah seoarang ibu rumah tangga yang berusia 60 tahun, ia berasal dari maros, dia memiliki seorang anak perempuan, usaha yang digelutinya yaitu usaha Kuliner (jagung bakar), yang usahanya dirintis sejak tahun 2015. Usahanya ini sungguh diminati oleh pengunjung wisatawan. Ibu Erna Wati banyak mengetahui perkembangan objek wisata alam bantimurung setiap tahunnya dan melihat kondisi wisatawan yang semakin meningkat dan mengetahui apa saja hambatan masyarakat dalam berpartisipasi

41 d. Bapak Usman (masyarakat)

Bapak Usman adalah seorang petani yang berusia 53 tahun, ia berasal dari maros, dia sudah lama tinggal di sekitar Objek Wisata Alam Bantimurung. Bapak Usman banyak mengetahui hambatan masyarakat dalam pengembangan objek wisata alam bantimurung.

e. Bapak Maing (masyarakat)

Bapak Maing adalah seorang wiraswasta yang berusia 64 tahun, ia penduduk asli Kabupaten Maros dan tinggal di sekitar kawasan bantimurung. Bapak maing banyak mengetahui perkembangan kawasan Objek wisata alam bantimurung setiap tahunnya.

f. Bapak Tajuddin (masyarakat)

Bapak Tajudding seorang petugas kebersihan di Objek wisata alam bantimurung yang berusia 38 tahun, dia tinggal di Kelurahan Kalabbirang. Bapak tajuddin cukup lama bekerja di Objek wisata alam bantimurung. Semua tentang perkembangan kawasan tersebut banyak diketahui setiap harinya.

2. Penyajian Data (Hasil Penelitian)

Berdasarkan dari hasil penelitian ini didapatkan melalui wawancara yang dilakukan kepada responden pada kurun waktu bulan November-Desember 2020. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Objek Wisata Alam Bantimurung Kelurahan Kalabbirang Kabupaten Maros, maka peneliti mendeskripsikan hasil wawancara sebagai berikut:

Peneliti bertanya bagaimana Bentuk-bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Objek Wisata Alam Bantimurung Kelurahan Kalabbirang Kabupaten Maros?

Bapak Hasan menjawab:

“Objek wisata alam bantimurung dikelolah oleh Balai Taman Nasional Bantimurung dan Dinas Pariwisata dimana tempat atau wilayah adalah milik Balai Taman Naional Bantimurung sedangkan fasilitas yang ada di dalam objek wisata alam bantimurung dikelola oleh Dinas Pariwisata. Partiipasi masyarakat dalam bentuk nyata kurang ikut berpartisipasi dikarenakan faktor ekonomi masyarakatnya cukup rendah. Untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat yang ada di Kelurahan Kalabbirang adalah dapat dilihat dari pedagang dan membantu memperbaiki fasilitas yang ada didalam bantimurung akibat Hujan dan terjadinya banjir”.( Wawancara, 16 Desember 2020 )

Peneliti bertanya bentuk partisipasi apa saja yang diberikan masyarakat dalam pelaksanaan pengembangan objek wisata alam bantimurung ? Ibu Asriani menjawab:

“Pada umumnya fasilitas yang tersedia di beberapa obyek wisata khususnya Wisata alam bantimurung ini sudah cukup lengkap. Fasilitas mulai dari hotel, wisma, gazebo, toilet, masjid, baruga, lahan parkir, tempat duduk dan lain-lain semua disediakan oleh Dinas Pariwisata. Untuk mengetahui bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam Pelaksanaan Pengembangan Objek Wisata Alam Bantimurung, bisa dilihat pada table dibawah ini ( Wawancara, 16 Desember 2020 ) :

43 Tabel 4.6

Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Objek Wisata Alam Bantimurung Kelurahan Kalabbirang

No Bentuk-Bentuk Partisipasi Masyarakat

Responden

1 Penjaga Pintu Masuk 8

2 Petugas Kebersihan 15

3 Petugas Keamanan 6

4 Petugas Parkir 5

5 Pedagang 22

Jumlah 56

Sumber; Hasil Analisis Wisata Alam Bantimurung Tahun 2020

Peneliti bertanya bagaimana bentuk kerjasama masyarakat dan pemerintah dalam mengembangkan objek wisata alam bantimurung? Bapak Tajuddin menjawab:

“Kerjasama antara masyarakat dan pemerintah yaitu ketika terjadinya banjir di kawasan Objek wisata alam bantimurung dan meluap di pemukiman warga, sehingga masyarakat ikut membantu memperbaiki fasilitas yang ada di kawasan wisata tersebut”.(Wawancara 26 Desember 2020)

Peneliti bertanya apakah semua masyarakat yang ada dikelurahan kalabbirang ikut berpartisipasi dalam pengembangan objek wisata alam bantimurung?

Bapak Maing menjawab:

“Masyarakat di Kelurahan Kalabbirang tidak semuanya ikut berpartisipasi dalam pengembangan objek wisata alam bantimurung. Hanya sebagian saja masyarakat yang ikut dalam berpartisipasi.” (Wawancara 28 Desember 2020)

Peneliti bertanya apa saja Hambatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Objek Wisata Alam Bantimurung Kelurahan Kalabbirang Kabupaten Maros?

Bapak Hasan menjaawab:

“Partisipasi masyarakat di Kecamatan Bantimurung belum terbentuk yaitu di Kelurahan Kalabbirang, karena kurangnya pengetahuan tentang tujuan dan fungsi serta pengelolaan terhadap pengembangan objek wisata alam bantimurung, keberadaan masyarakat saat ini tidak begitu aktif dan peranannya dalam memberikan retribusi masih rendah karena faktor ekonominya”.(Wawancara, 16 Desember 2020)

Peneliti bertanya apa kendala Masyarakat Dalam Pengembangan Objek Wisata Alam Bantimurung Kelurahan Kalabbirang Kabupaten Maros? Ibu Asriani Salam menjawab:

“Masyarakat di sekitar objek wisata alam bantimurung kurang ikut dalam berpartisipasi karena faktor ekonomi masyarakat yang minim. Sedangkan objek wisata ini dikelola dari dana pemerintah untuk memberikan fasilitas lengkap didalam Objek Wisata Alam Bantimurung.” ( Wawancara, 21 Desember 2020 )

Peneliti bertanya apakah ada hambatan dalam hal pengelolaan dan pengembangan objek wisata alam bantimurung?

Bapak Maing menjawab:

“Hambatan masyarakat dalam pengelolaan dan pengembangan objek wisata alam bantimurung yaitu Pemerintah Kabupaten Maros dan Balai Taman Nasional Bantimurung. Semua di atur oleh pemerintah setempat mengenai fasilitas yang ada dalam wisata ini sedangkan Balai Taman Nasional juga mengambil alih sedikit pengelolaan karena tempat wisata itu milik Balai Taman Nasional Bantimurung. Sehingga masyarakat kurang ikut berpartisipasi.” (Wawancara 28 Desember 2020)

45 Peneliti bertanya apa Kekurangan Pemerintah dan Masyarakat dalam mengembangkan Objek wisata alam bantimurung?

Ibu Erna Wati menjawab:

“Kurangnya sosialilasi antara pemerintah dan masyarakat sehingga pemerintah harus upaya dalam memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan sumber daya manusia.( Wawancara, 21 Desember 2020 )

Peneliti bertanya apa faktor penghambat masyarakat dalam mengembangkan objek wisata alam bantimurung sehingga masyarakat kurang berpartisipasi?

Bapak Usman menjawab:

“Kesadaran masyarakat tentang pengembangan pariwisata merupakan kendala ekonomi dan social. Dimana bisa dilihat masyarakat disekitar objek wisata bantimurung kurang berperan dalam mengembangkan, Karena masyarakat disekitar wilayah itu hanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing untuk mencukupi kebutuhan hidupnya”.( Wawancara, 23 Desember 2020 )

Kemudian penelitian bertanya apa saja Solusi agar Masyarakat ikut berpartisipasi dalam pengembangan Objek Wisata Alam Bantimurung ? Ibu Erna Wati menjawab:

“Pemerintah harus berupaya merancang sebuah kegiatan/momentum untuk menanamkan motivasi partisipasi masyarakat seperti dengan membuat rankaian sosialisasi dan memberdayakan masyarakat sehingga Pengembangan objek wisata alam semakin meningkat”. ( Wawancara, 21 Desember 2020 )

Kemudian penelitian bertanya apa saja upaya pemerintah agar Masyarakat ikut berpartisipasi dalam pengembangan Objek Wisata Alam Bantimurung ?

Bapak Muhammad Hasan menjawab:

“Upaya yang harus dilakukan Pemerintah Dinas Pariwisata Kabupaten Maros untuk mengoftimalkan peranan pedagang wisata yang ada di Objek Wisata Alam Bantimurung sehingga pedagang bisa terorganisir dalam berpartisipasi. Perlunya pemberian sosialisasi, pelatihan, dan pendidikan yang lebih intensif dari pemerintah guna untuk meningkatkan mutu dan kualitas masyarat. ( Wawancara, 16 Desember 2020 )

Kemudian penelitian bertanya apa saja tindakan Pemerintah agar Masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam pengembangan Objek Wisata Alam Bantimurung ?

Bapak Usman menjawab:

“Pemerintah memiliki tanggung jawab atas pembangunan baik pembangunan fisik maupun pembangunan manusianya. Pemerintah harus membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya objek wisata sehingga ekonomi masyarakat bisa meningkat. Masyarakat yang ada di Kelurahan Kalabbirang bisa ikut memberikan retribusi terhadap Pengembangan Objek ”.( Wawancara, 23 Desember 2020 )

Kemudian penelitian bertanya apa saja solusi agar masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam pengembangan Objek Wisata Alam Bantimurung ? Bapak Maing menjawab:

“Masyarakat dan pemerintah harus selalu bekerjasama dalam pengembangan objek wisata alam bantimurung baik dari sarana dan prasarana sehingga wisata tersebut bias berkembang dengan baik dan meningkatnya wisatawan.” (Wawancara 28 Desember 2020)

Dokumen terkait