• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Setelah peneliti melakukan penelitian di SDIT Islamicity Tangerang dengan metode observasi, dokumentasi, wawancara terungkap bahwa Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam pelaksanaan pendidikan karakter di SDIT Islamicity Tangerang sudah berjalan dengan efektif Hal tersebut diindikasi dari beberapa keterangan yang dikemukakan oleh narasumber yang memberikan keterangan bahwa pendidikan karakter di SDIT Ilasmicity Tangerang sudah secara terpadu dalam pembelajaran, manajemen sekolah dan kegiatan pembinaan peserta didik. Kepemimpinan Kepala Sekolah sangatlah penting mengingat semua kebijakan-kebijakan dan peraturan yang berlaku di sekolah dibuat dan ditentukan oleh Kepala sekolah, hal ini telah diupayakan oleh kepala sekolah bahwa semua mata pelajaran harus terdapat pembelajaran pendidikan karakter sehingga Pelaksanaan pendidikan karakter disekolah dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan program yang telah direncanakan dan disusun secara bersama. Untuk mencapai hal tersebut Kepala sekolah menyusun perencanaan pelaksanaan pendidikan karakter dengan membawa dan mendiskusikannya dalam forum musyawarah dengan melibatkukan struktur sekolah dan stakeholder. Penyusunan program pelaksanaan pendidikan karakter SDIT Islamicity Kota Tangerang dilakukan di setiap awal tahun pada kegiatan Rakor (Rapat Koordinasi) dan Raker (Rapat Kerja)

Pada Rakor dan Raker ini dibahas perencanaan program kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan yang akan diberlakukan satu tahun kedepan serta kegiatan apasaja yang dilaksanakan untuk satu tahun kedepan.

Penyusunan Kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan yang akan diberlakukan selalu mengacu kepada pelaksanaan pendidikan karakter dan pencapaian tujuan satuan pendidikan SDIT Islamicity Tangerang, seperti yang

46 diungkapkan oleh kepala sekolah dalam wawancara dengan peneliti sebagai berikut :

“Tentu saja iy, kami dalam membuat kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan serta perencanaan rogram pendidikan karakter maupun perencanaan kurikulum pendidikan karakter selalu mempunyai tujuan yang jelas yaitu demi terwujudnya Pesertadidik yang memiliki Karakter yang baik yang sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan”.

Fokus wawancara yang dilakukan peneliti mengenai kepemimpinan Kepala Sekolah dalam pelaksanaan Pendidikan Karakter SDIT Islamicity Tangerang yaitu berkaitan dengan nilai-nilai karakter apa yg dikembangkan di SDIT Islamicity Tangerang, Strategi apa yang dilakukan dalam mengembangkan pendidikan karakter, Bagaimana mengendalikan prilaku warga sekolah dalam pendidikan karakter, Bagaimana manajemen kepala sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan karakter, Bagaimana menyikapi persoalan-persoalan factor pendukung dan penghambat dalam proses pelaksanaan pendidikan karakter.

Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan terhadap narasumber didapatkan bahwa yang dikembangkan nilai-nilai karakter di SDIT Islamicity Tangerang adalah sebagai berikut :

a. Nilai-nilai karakter di dalam pembelajaran yang diberlakukan haruslah sesuai dengan nilai – nilai yang bersumber dari islam

b. Di dalam pembelajaran harus terdapat nilai-nilai kemanusiaan

c. Nilai-Nilai Kebangsaan yaitu pembelajaran harus terdapat menumbuhkan rasa Cinta Tanah Air dan Bangsa.

d. Nilai-nilai Budaya Karakter sekolah yaitu : Jujur, Tanggung Jawab, Disiplin, Peduli dan Tertib.

Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan terhadap narasumber didapatkan bahwa strategi yang diberlakukan oleh kepala sekolah dalam pengembangan karakter adalah sebagai berikut :

a. Pelatihan-pelatihan yang diberikan terhapap guru

47 b. Memberikan apresiasi atau reward terhadap guru yang berhasil dalam

memberikan pembelajaran yg kreatif dalam pendidikan karakter

c. Memberikan sanksi dan hukuman apabila terdapat guru yang melanggar peraturan yang berlaku yang telah disepakati bersama

d. Memberikan contoh teladan yang baik dalam karakter

Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan terhadap narasumber didapatkan bahwa Manajemen Kepala Sekolah dalam pembelajaran pendidikan karakter adalah sebagai berikut :

a. Dalam setiap pelajaran hendaknya diselipkan pendidikan karakter b. Pembelajaran berlandaskan alqur’an dan hadits

c. Dalam penyusunan kurikulum hendaknya pendidikan kurikulum dikedepankan

Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan terhadap narasumber didapatkan bahwa Kepala Sekolah menilai dan mengendalikan prilaku warga sekolah dalam pembelajaran pendidikan karakter dengan:

a. Memberikan sosialisasi pendidikan karaktar guna menyamakan persepsi Sosialisasi Pendidikan Karakter

Sosialisasi pendidikan karakter dilakukan untuk menyamakan persepsi dan komitmen bersama yang kuat antara seluruh komponen warga sekolah (tenaga pendidik dan kependidikan serta stakeholder). Sosialisasi konsep pendidikan karakter agar implementasi pendidikan karakter nantinya sesuai dengan perencanaan dan sejalan dengan persepsi dan komitmen yang dibentuk bersama. Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan oleh kepala sekolah SDIT Islamicity Tangerang Ibu Nur Azizah S.Pd yang menyatakan bahwa:

‘’ Sejak awal mulai bergabung pun telah kami sosialisasikan baik kepada guru maupun peserta didik mengenai pendidikan karakter ini. Setelah mendapat sosialisasi dari pihak pusat kurikulum dan dari JSIT selanjutnya pihak sekolah yang telah mendapat sosialisasi tersebut memberikan wawasan kepada tenaga pendidik dan kependidikan lainnya, bagaimana implementasi pendidikan karakter ke dalam Kurikulum 13 serta agar

48 pelaksanaan pendidikan karakter berjalan sesuai dengan konsep pendidikan karakter’’.Sosialisasi pendidikan karakter ini, tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi dan komitmen yang kuat diantara tenaga pendidik dan kependidikan yang ada di lingkungan SDIT Islamicity Kota Tangerang

b. Mengadakan Kegiatan Parenting Orang tua murid

Mengundang masyarakat sekitar dan orang tua murid dalam acara-acara besar sekolah untuk berpartisipasi

Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan terhadap narasumber didapatkan bahwa Manajemen Kepala Sekolah dalam pelaksanaan pendidikan karakter dengan:

a. Dalam setiap pelajaran hendaknya diselipkan pendidikan karakter b. Pembelajaran berlandaskan alqur’an dan hadits

c. Dalam penyusunan kurikulum hendaknya pendidikan kurikulum dikedepankan

Kurikulum SDIT Islamicity Kota Tangerang disusun oleh satu tim penyusun yang terdiri tim Kurikulum dan Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Departemen Pendidikan Agama Kota Tangerang, dan JSIT (Jaringan Sekolah Islam Terpadu), Dibawah pengawasan Konsultan pendidikan Seklah Islam Islamicity.

Kurikulum Sekolah Dasar Islam Terpadu Islamicity Tangerang Dalam Penyusunannya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia kepada Allh SWT

2. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya;

3. Beragam dan terpadu;

4. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;

5. Relevan dengan kebutuhan kehidupan;

6. Menyeluruh dan berkesinambungan;

7. Belajar sepanjang hayat; dan

8. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

49 Merujuk apa yang dikatakan oleh Ibu Maharani S.Pdselaku Wakil Kepala Sekolah yang membidangi Kurikulum bahwa :

‘’Penyusunan kurikulum yang dilakukan SDIT Islamicity Kota Tangerang memasukkan unsur caracter building (pembentukan karakter) untuk mewujudkan generasi berkarakter Islami. Program pendidikan karakter SDIT Islamicity Kota Tangerang secara dokumen diintegrasikan kedalam kurikulum 13. Nilai karakter yang di tekankan dan menjadi perhatian paling utama bagi SDIT Islamicity Kota Tangerang yaitu Jujur, Tanggung Jawab, disiplin, Peduli dan Tertib’’.

Tujuan penyusunan kurikulum SDIT Islamicity adalah sebagai acuan bagi seluruh stakeholder SDIT Islamicity dalam melaksanakan program kurikulum pendidikan karakter baik akademis maupun non akademis. Selain itu dengan adanya kurikulum seluruh pemangku kepentingan sekolah dapat mengetahui program kurikulum yang akan diselenggarakan dalam satu tahun pelajaran. Penyusunan kurikulum juga bertujuan agar setiap komponen yang ada dalam kurikulum memiliki persepsi yang sama dan sinergi dalam pelaksanaan pendidikan karakter.

Berdasarkan data dan informasi hasil penelitian yang dilakukan penulis yang diperoleh melalui wawancara dan observasi, maka perencanaan pendidikan karakter di SDIT Islamicity Kota Tangerang sudah dikategorikan sangat efektif.

Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan terhadap narasumber didapatkan bahwa Factor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pendidikan karakter adalah :

1. Sarana dan prasarana

2. Lingkungan Masyarakat sekitar 3. Peran serta orang tua peserta didik

50 B. Pembahasan

Dari wawancara dengan responden yang dilengkapi dengan hasil observasi dan studi dokumentasi maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut.

1. Peran Kepala Sekolah dalam Pengembangan Pendidikan Karakter

Menyadari fungsi dan tugas sekolah islam terpadu sebagai lembaga pendidikan yang berciri khas agama Islam pengemban amanat umat Islam dibidang pendidikan, SDIT Islamicity berupaya memenuhi harapan para orang tua/wali murid, siswa, stake holderdan masyarakat pada umumnya, yaitu untuk melahirkan pribadi muslim yang soleh, berprestasi, sehat dan kreatif.

Peran kepala sekolah dalam pengembangan pendidikan karakter ini nampak dalam hal :

a. Perencanaan

Sekolah diberikan kewenangan untuk melakukan perencanaan sesuai dengan kebutuhannya (school-based planed). Kepala sekolah harus melakukan analisis kebutuhan mutu untuk mengembangkan rencana pelaksanaan pendidikan karakter. Untuk meningkatkan mutu kerja diperlukan perencanaan yang baik berdasarkan data dan informasi yang benar dan handal. hasil laporan analisis konteks 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan dapat digunakan sebagai alat yang mengukur kinerja sekolah dasar dan SNP sehingga rencana pengembangan sekolah dasar didasarkan pada data yang solid dan bukan berdasarkan atas perkiraan, asumsi atau bahkan kebiasaan saja.

Kepemimpinan kepala sekolah dalam perencanaan Pelaksanaan pendidikan karakter dapat dilihat pada :

1. nilai-nilai karakter yang dikembangkan di SDIT Islamicity Tangerang.

Dari hasil studi dokumen, didapatkan bahwa nilai-nilai yang dikembangkan SDIT Islamicity Tangerang adalah Nilai yang bersumber dari agama islam, nilai kemanusiaan, nilai kebangsaan, nilai cinta terhadap Tanah air dan Bangsa. Sehingga menjadi sekolah islam yang dapat menjadikan pelopor perubahan peradaban dengan akhlak yang mulia contohnya dengan melakukan pembelajaran-pembelajaran :

51 a. Tertib dalam kegiatan rutin shalat dhuha di pagi hari

b. Membaca ayat suci alqur’an di awal pembelajaran c. Membaca asmaul husna setiap hari di pagi hari d. Meletakkan alas kaki di tempatnya

e. Membuang sampah pada tempatnya

f. Tebiasa mengucapkan salam dengan guru dan teman g. Rutin berinfaq setiap hari

h. Meminimalkan pemakaian plastic kemasan dalam membawa makanan dan minuman

i. Upacara rutin 2 minggu sekali dilakukan setiap hari senin

2. Strategi memimpin yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam pelaksanaan pendidikan karakter agar sekolah SDIT Islamicity menjadi sekolah yang berkwalitas dan menjadi sekolah favorit pilihan orang tua murid guna menjadikan anak-anak yang sholeh dan sholeha, yang tangguh, mandiri dan siap bersaing di masa depan yaitu dengan cara : a. Pelatihan-pelatihan guru

sekolah mengundang pembicara-pembicara atau tokoh-tokoh pendidikan di dalam pelatihan, dilakukan 1 bulan sekali di hari sabtu di minggu pertama, guna memberikan informasi dan wawasan bagi guru dalam pengembangan pendidikan karakter di sekolah.

b. Apresiasi dan reward

Sekolah biasanya memberikan apresiasi berupa reward dan hadiah kepada guru baik berupa uang atau hadiah apabila ada guru yang misalnya dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh konsultan pendidikan, membuat RPP yang dianggap memenuhi pembelajaran pendidikan karakter yang berkwalitas, menjadi guru yang kreatif dalam memberikan materi pendidikan.

c. Teguran atau panismen

Sekolah memberikan teguran atau panismen apabila ada yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan sesuai dengan

52 kesepakatan yang sudah diberlakukan, Bagi guru yang melanggar akan diberikan surat SP, apabila peserta didik akan dilakukan pemanggilan terhadap orang tua murid.

d. Memberikan contoh teladan sehingga dapat memberikan panutan contohnya dengan disiplin, datang tepat waktu

3. Penilaian kepala sekolah terhadap perilaku warga sekolah

a. Memberikan sosialisasi pendidikan karakter guna menyamakan persepsi dalam pendidikan karakter

Contonya : membuat group wa antara orag tua murid dan guru agar informasi yang diberikan cepat diterima

b. Mengadakan kegiatan parenting orang tua murid

Contohnya : dalam 1 bulan sekali ada parenting yang diadakan di sekolah dengan pembicara yang akan memberikan pencerahan dalam pendidikan karakter, kegiatan ini wajib dihadiri bagi orang tua murid

c. Memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat dalam semua aspek untuk mencetak peserta didik Jujur, Tanggung jawab, tertib, peduli dan Disiplin

1) Dalam bidang Akademik misalnya, membina dan meningkatkan minat baca, Disiplin, Tanggung jawab dan berprestasi ; aktif mengikuti kegiatan lomba bidang studi;

olimpiade dan ekstra kurikuler; memiliki nilai output rata-rata minimal tujuh; tenaga pendidik yang aktif mengikuti pelatihan-pelatihan guru; menjadikan SDIT Islamicity masuk dalam jaringan sekolah JSIT.

2) Non Akademik mengembangkan potensi diri peserta didik dengan kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang dikembangkan adalah Pramuka, Taekwondo,

53 Futsal, Seni tari, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris.

4. Manajemen kepala sekolah dalam pembelajaran pendidkan karakter di SDIT Islamicity Tangerang

a. Meningkatkan kwalitas tamatan sesuai dengan standar kompetensi nasional (SKN) dalam kurikulum berbasis lingkungan.

1) Memberikan fasilitas peserta didik dengan kegiatan yang sesuai dengan bakat dan minatnya.

2) Mengikutsertakan peserta didik dalam berbagai even lomba baik interen maupun kegiatan di luar sekolah.

a. Meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui dukungan iptek dan imtaq.

1) Membekali peserta didik dengan keterampilan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari;

diantaranya keterampilan computer dan kebahasaan (Bahasa Arab dan Inggris) mengaplikasikan IPTEK dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

2) Melaksanakan Pendidikan dan Latihan IT, Bahasa Inggris, untuk tenaga Kependidikan.

3) Melengkapi sarana pendidikan dengan internet.

4) Melakukan kegiatan pembelajaran dengan teknologi yang sesuai dengan perkembangan.

5) Meningkatkan pengetahuan tentang agama

b. Integrasi Nilai-nilai Karakter dalam Perencanaan Program dan kegiatan sekolah dilakukan melalui pengembangan dan penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS) untuk jangka menengah/panjang. Dalam upaya pendidikan karakter, SDIT Islamicity Tangerang bersama-sama dengan pemangku kepentingan (stake & share holder) dalam

54 menyusun RKS melalui berbagai proses yang dapat menumbuhkan nilai-nilai karakter.

Dengan cara itu diharapkan rencana pengembangan sekolah menjadi milik warga sekolah dan pihak lain yang terkait. Keterlibatan berbagai unsur sesuai dengan kemampuan masing-masing akan mewujudkan rasa terwakili dan rasa memiliki terhadap hasil sehingga pada akhirnya merasa wajib untuk melaksanakannya.

Nilai-nilai karakter yang dapat diimplementasikan secara terpadu dalam proses perencanaan sekolah SDIT Islamicity Tangerang, seperti: tingkat ketergantungan, adaptif, dan antisipatif/proaktif untuk mengurangi terjadinya penyimpangan; memiliki jiwa kewirausahaan tinggi (ulet, inovatif, gigih) sehingga mampu dan berani mengambil resiko; bertanggung jawab terhadap keberhasilan perencanaan program dan kegiatan; memiliki control kualitas, kualifikasi, dan spesifikasi yang kuat;

memiliki control yang kuat terhadap waktu, target, tempat, sasaran, dan pendanaan; serta komitmen yang tinggi pada dirinya.

5. Faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala sekolah dalam pembelajaran pendidikan karakter

a. Pengelolaan Sarana dan Sumber Belajar

Sarana dan prasarana sekolah dibutuhkan untuk menunjang kegiatan sekolah dan membantu mempercepat sosialisasi pendidikan karakter kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat lingkungan. Sarana dan sumber belajar di SDIT Islamicity sudah sesuai dengan standar sarana dan prasarana sekolah. Ruang kelas rata-rata berukuran 8 x 7 = 56 m2. Banyaknya ruang kelas 17 ruang banyak rombongan belajar 17. Sistem ventilasi sudah sesuai dengan standar. Sarana ruang kelas yang tersedia yaitu meja dan

55 kursi sejumlah peserta didik. 1 meja guru, 1 lemari, 1 rak hasil karya peserta didik, 1 papan panjang minimum 60 x 120 x 1 cm², alat peraga, 1 papan tulis minimum 90 x 200 x 1 cm², 1 tempat sampah, 1 jam dinding, 1 soket listrik. Jumlah peserta didik 344 dan jumlah rombongan belajar 17. Rata-rata jumlah peserta didik kelas 1-6 berstandar nasional dengan jumlah perkelas 25 peserta didik.

Alat dan sumber belajar di SDIT Islamicity menggunakan media pembelajaran konvensional dan multimedia IT. Sekolah Islam Terpadu ini memiliki multimedia: 25 unit komputer siswa, 3 unit Laptop guru/TU, 3 LCD proyektor, dan 1 set CD/ DVD Bahasa Inggris, MIPA dan Bahasa Indonesia. Peralatan konvensional penunjang pembelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Buku referensi pembelajaran semua mata pelajaran dan buku penunjang lain yang cukup memadai.

Sekolah ini juga mengajarkan nilai-nilai ketuhanan dengan menyediakan mushala agar peserta didik tidak terkendala dan rajin dalam melaksanakan ibadah. Sekolah juga memasang slogan-slogan Islami dan menyediakan banyak tempat sampah agar siswa membuang sampah pada tempatnya.

Tenaga kependidikan bagian sarana dan prasarana bertugas untuk mengecek semua sarana dan prasarana sekolah. Jika ada kerusakan, dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.Pemeliharaan gedung dan bangunan dilaksanakan minimal 2 x dalam 1 tahun, agar kondisi lingkungan yang indah, bersih, dan terpelihara.

b. Hubungan dengan Masyarakat

Selain menjalin hubungan baik dengan wali murid (komite sekolah), SDIT Islamicity juga menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dengan mengundang para pemuka masyarakat sekitar jika ada kegiatan sekolah seperti Milad, Pemotongan hewan

56 qurban pada saat hari raya Idul Adha, Tahun Baru Islam, Buka puasa bersama di bulan Ramadhan dan Jika ada acara besar tertentu, sekolah dan komite bekerjasama dengan pihak luar (sponsor) dalam menyelenggarakan acara tersebut sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.Dampak yang dihasilkan oleh hubungan yang akrab antara sekolah dengan masyarakat, adalah:

1) Meningkatkan partisipasi aktif dan warga sekolah dalam kegiatan pendidikan

2) Meningkatkan komunikasi antara satu sekolah dengan satu masyarakat

3) Sekolah dapat memperbaiki program-program pendidikan sekolah yang hasilnya betul-betul diperlukan masyarakat.

c. Kendala dalam Penerapan Pendidikan Karakter di SDIT Islamicity Tangerang

Kendala yang dihadapi dalam penerapan pendidikan karakter di SDIT Islamicity Tangerang adalah:

1).Kurangnya pembiasaan diri sejak dini

2).Belum tersosialisasinya program pendidikan karakter di awal

3).Kurangnya perhatian dan kepedulian guru dalam pembentukan karakter siswa

4).Kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua terhadap karakter dan perilaku anak

d. PenyelesaianKendala yang dihadapi Solusi atas kendala:

1) Sekolah membuat program penanaman nilai karakter sejak awal.

Dari kelas 1 siswa diajarkan langsung/ mempraktekkan pembiasaan diri yang baik di dalam dan di luar kelas. Dari mulai hal yang terkecil seperti adab masuk dan keluar kelas, adab di kamar mandi, adab berwudhu dan adab bertanya dan memberikan pendapat, dan lain-lain.

57 2) Setiap masing-masing guru diberikan job description dalam

program kegiatan penerapan pendidikan karakter di sekolah.

3) Menjalin komunikasi dan hubungan yang baik antara sekolah dan orang tua. Terutama tentang perilaku dan kegiatan anak-anak.

58

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan hasil penelitian dapat dikemukakan sebagai berikut:

1. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter di SDIT Islamicity Tangerang peran kepemimpinan kepala sekolah dapat dilihat dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program-program kegiatan pendidikan karakter serta kebijakan-kebijakan yang berlaku di sekolah SDIT Islamicity.

2. Pada perencanaan dapat dilihat dari Nilai-nilai karakter yang dikembangkan di SDIT Islamicity yang menanamkan nilai-nilai karakter yang dapat membuat perubahan kearah kehidupan yang sesuai dengan ajaran agama islam yaitu Alqur’an dan Sunnah Rasul, kebebasan kepada guru untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran dan memilih strategi, metode dan teknik-teknik pendidikan karakter yang paling efektif untuk bisa diterapkan pada peserta didik sehingga memberikan karakter peserta didik, seperti: karakter Jujur, Tanggung jawab, Disiplin, Peduli dan Tertib,. Strategi yang kedua, yaitu melalui pengembangan budaya sekolah dan kegiatan pembelajaran, hal ini dapat terlihat dalam kebiasaan yang mencerminkan perilaku islami yang dilakukan. Antara lain pembiasaan mengucap salam dan bersalaman jika bertemu guru, tamu dan sesama teman, pembiasaan pembacaan Al-Qur’an sebelum belajar, Pembacaan asmaul Husna, pembiasaan shalat Dhuha, pembiasaan shalat zuhur berjamaah, dan lain-lain. Strategi yang ketiga yaitu kepala sekolah berhasil memberikan contoh keteladanan dalam bersikap dan berprilaku yaitu dengan Disiplin dan kerja keras.

3. Kepala sekolah melakukan pengendalian/ pengawasan program pendidikan karakter dengan melalui supervisi, monitoring dan evaluasi terhadap perencanaan, pelaksanaan dan hasil-hasil pemenuhan penerapan pendidikan karakter. Proses pengendalian dalam manajemen sekolah ini menerapkan nilai-nilai karakter bagi pelaku (pengendali) itu sendiri, antara

59 lain Jujur, Tanggung Jawab, Disiplin, Visioner, Dapat bekerjasam, Adil, dan Peduli

4. Penerapan pendidikan karakter melibatkan semua pihak yang terkait (stake

& share holder) sekolah dalam prosesnya. Semua Guru, Tenaga kependidikan, dan karyawan merasa terlibat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program sekolah.

Berdasarkan hasil temuan-temuan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa peran kepemimpinan kepala sekolah dalam pelaksanaan pendidikan karakter di SDIT Islamicity Tangerang sudah berjalan dengan efektif.

B. Saran-saran

Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan yang telah diuraikan peneliti diatas, maka dengan ini penulis merekomendasikan beberapa hal berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah dalam pelaksanaan Pendidikan Karakter di SDIT Islamicity kota Tangerang, sebagai berikut :

1. Kepala sekolah, diharapkan tidak hanya bertanggung jawab dan otoritasnya dalam membuat kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan dalam pembuatan program-program pelaksanaan pendidikan karakter sekolah, kurikulum, dan keputusan personel, tetapi juga bertanggung jawab untuk meningkatkan akuntabilitas keberhasilan program.

Kepala sekolah harus pandai dalam memimpin kelompok dan pendelegasian tugas dan wewenang sehingga masing-masing kelompok sadar akan tugas dan fungsinya masing-masing dalam penerapan pendidikan karakter.

2. Guru, diharapkan terbiasa mengikuti kegiatan pengembangan pendidikan karakter, karena dalam setiap kegiatan pengembangan kompetensi lulusan terutama dalam karakter seorang peserta didik adalah tanggungjawab guru yang tidak didasari hanya dengan materi.

3. Orang tua peserta didik, diharapkan dapat memberikan perhatian dan kasih sayang serta waktu yang cukup dan berkwalitas bagi anak-anaknya, serta

60 menjalin kerjasama dengan pihak sekolah dalam kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak sehingga bisa dikendalikan dan diawasi dengan baik.

Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Fahmi, Irham. 2012.Manajemen Kepemimpinan Teori dan Aplikasi. Bandung : Alfa beta.

Gunawan, Heri. 2012.Pendidikan Karakter Konsep dan Implementasi. Bandung:

Alfa Beta.

Handoko, T. Hani. 1997.Manajemen.Yogyakarta : BPFE.

Kementrian Pendidikan Nasional. 2010.PengembanganPendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa. Jakarta: KPN.

___________. 2010.Buku Pedoman Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama (Jakarta: Direktorat Jendral Mandikdasmen, 2010).

Mulyasa, E. 2003. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: PT Remaja Rosda Karyat.

__________2004. Manajemen Berbasis Sekolah, Konsep, Strategi dan

__________2004. Manajemen Berbasis Sekolah, Konsep, Strategi dan

Dokumen terkait