• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Sejarah dan Perkembangan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk

Sejarah PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. di Indonesia pertama kali berawal dari sebuah badan usaha swasta penyediaan layanan pos dan telegrap yang didirikan kolonia Belanda pada tahun 1882. Pada tahun 1905 pemerintah colonial Belanda mendirikan perusahaan Telekomunikasi sebanyak tiga puluh delapan perusahaan. Pada tahun 1906 pemerintah Hindia Belanda membentuk suatu jawatan Pos, Telegrap dan Telepon (Post, Telegraph dan Telephone Diens/PPT).

Pada tahun 1965 pemerintah memisahkanya menjadi perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro) dan perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). Pada tahun 1974 perusahaan Negara Telekomunikasi disesuaikan menjadi perusahaan Umum Telekomunikasi (PERUMTEL) yang menyelenggarakan jasa Telekomunikasi Nasional dan Internasional. Pada tahun 1980 Indonesia mendirikan suatu badan usaha untuk jasa Telekomunikasi Internasional yang bernama PT. Indonesia Satelite Corporation (INDOSAT) yang terpisah dari PERUMTEL. Pada tahun 1989 pemerintah Indonesia mengeluarkan UU No.3/1989 mengenai Telekomunikasi, yang isinya tentang peran swasta dalam penyelenggaraan Telekomunikasi.

Perubahan di lingkungan PT. Telkom Indonesia,Tbk. terus berlanjut mulai dari perusahaan jawatan sampai perusahaan publik. Perubahan-perubahan besar terjadi pada tahun 1995 meliputi:

a. Restrukturisasi Internal b. Kerjasama Internal

c. Intial Publik Offering (IPO).

Jenis usaha PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. adalah penyelenggaraan jasa Telekomunikasi dalam Negara dan bidan usaha terkait seperti jasa Sistem Telepon Bergerak (STBS) sirkuit pelanggan, teleks, penyewaan transpoder satelit, Very Small Apenture Terminal (VSAT) dan jasa nilai tambah tertentu. Pada tanggal 1 juli 1995 organisasi PT.

Telekomunikasi Indonesia, Tbk. berhasil menrekstruktur jeni jasa telekomunikasi menjadi tujuh devisi network yang keduanya mengelola bidang usaha utama.

Devisi regional sebagai pengganti struktur WITEL yang memiliki daerah teritorial tertentu, namun hanya menyelenggarakan jasa telepon lokal dan mendapatkan bagian dari jasa SLJJ dan SLI. Devisi network menyelenggarakan jasa Telekomunikasi jarak jauh. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telekom) saat ini sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (53,6%) dan 46,4% dimiliki oleh Publik, Bank of New York, dan Investor dalam Negeri. Telkom mempunyai 13 anak perusahaan. Telkom telah melayani lebih dari 151,9 juta pelanggan yang terdiri dari seluler (Telkomsel) lebih dari 125 juta dan pelanggan tetap 25,8 juta.

Perusahaan ini menyediakan berbagai layanan komunikasi lainnya termasuk interkoneksi jaringan telepon, multimedia, data dan layanan terkait

komunikasi internet, sewa transponder satelit, sirkit langganan, televise berbayar dan layanan VoIP. Perusahaan yang memilki visi menjadi perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Telecommunication, information, media, edutainmet dan services (TIMES) dikawasan regional ini telah mendominasi lebih dari 60 persen pangsa pasar broadband Indonesia.

Telkom sudah memiliki dari 19 juta pelanggan broadband. Telkom memiliki kapasitas gateway internet lebih dari 106,4 Gbps.

2. Visi dan Misi

Dalam menjalankan setiap kegiatan PT. Telekomunikasi Indonesia,Tbk.

senantiasa bertujuan untuk memenuhi dan atau mencapai visi, misi dan nilai yang diterapkan perusahaan.

a. Visi

Menjadi perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Telecommunication, Information, Media, Edutainment dan Services (TIMES) di kawasan regional.

b. Misi

1) Menyediakan layanan TIMES yang berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif.

2) Menjadi model pengelolaan korporasi terkait diIndonesia 3. Budaya Perusahaan

Telkom senantiasa membangun sistem dan budaya Perusahaan yang terintegrasi sebagai pendekatan pengelolaan bisnis yang komprehensif untuk mencapai keunggulan kinerja Perusahaan, menjalankan kepatuhan, menjalankan bisnis yang beretikah dan dimilikiny kesadaran Perusahaan dan karyawan yang peka akan tanggung jawab social kepada masyarakat

sebagai wujud warga Negara yang baik. Lebih dari itu sistem dan budaya terus berkembang sesuai dengan tuntutan dan perubahan bisnis untuk mewujudkan cita-cita agar Telkom terus maju, dicintai pelanggannya, kompetitif di industinya dan dapat menjadi rol model Perusahaan. Sejak tahun 2009 dilakukan transformasi budaya baru Perusahaan yang disebut dengan “The Telkom Way”.

4. Nilai Budaya perusahaan

“The Telkom Way” memiliki 5 nilai perusahaan yaitu:

a. Commitment to Long-term b. Customer First

c. Caring meritocracy

d. Co-creation of win-win partnership e. Collaborative innovation

B. Analisis Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandigan dari suatu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan. Analisa rasio keuangan dapat memungkinkan manajer keuangan memperkirakan reaksi para kreditur dan investor dan memberikan pandangan tentang bagaimana kira-kira dana dapat diperoleh. Rasio keuangan didesain untuk memperlihatkan hubungan antara item-item pada laporan keuangan (neraca dan laporan rugi-laba).

Pada dasarnya analisis rasio dikelompokkan menjadi 4 macam kategori yaitu: rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas.

1. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas merupakan rasio yang mengukur seberapa jauh kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancar dengan aktiva lancar yang tersedia. Rasio likuiditas adalah rasio yang mencerminkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban-kewajiban yang segera harus dipenuhi. Apabila perusahaan ditagih, maka akan mampu untuk memenuhi utang (membayar) tersebut terutama utang yang sudah jatuh tempo.

Jenis-jenis rasio likuiditas yang digunakan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk terdiri dari:

a. Current Ratio

Current ratio adalah Rasio yang mengukur sejauh mana kemampuan aktiva lancar perusahaan biasa dipergunakan untuk memenuhi kewajiban lancarnya. Semakin tinggi current ratio berarti semakin baik kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban lancarnya. Formula yang digunakan dalam menghitung current ratio adalah:

Aktiva Lancar Rasio Lancar: Kali

Hutang Lancar

Berikut adalah hasil perhitungan current ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020 sebagai berikut:

Aktiva Lancar Tahun 2016 = Kali

Hutang Lancar 47.701.000

= Kali 39.762.000

= 1,2 Kali

Aktiva Lancar Tahun 2017 = Kali

Hutang Lancar 47.561.000

= Kali 45.376.000

= 1,0 Kali

Aktiva Lancar Tahun 2018 = Kali

Hutang Lancar 43.268.000

= Kali 46.261.000

= 0,9 Kali

Aktiva Lancar Tahun 2019 = Kali

Hutang Lancar 41.722.000

= Kali 179.486.000

= 0,2 Kali

Aktiva Lancar Tahun 2019 = Kali

Hutang Lancar 46.503.000

= Kali 200.440.000

= 0,2 Kali

Rekapitulasi hasil perhitungan current ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020 disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.1

Current Ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020

Tahun Asset Lancar Hutang Lancar Current Ratio (Kali)

2016 47.701.000 39.762.000 1,2

2017 47.561.000 45.376.000 1,0

2018 43.268.000 46.261.000 0,9

2019 41.722.000 179.486.000 0,2

2020 46.503.000 200.440.000 0,2

Rata-Rata 45.351.000 102.265.000 0,7

Sumber: Data sekunden Diolah, 2021.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa current ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020 cenderung mengalami penurunan. Tahun 2016 current ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebesar 1,2 kali. Tahun 2017 current ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk turun menjadi 1,0 kali. Tahun 2018 current ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk kembali turun menjadi 0,9 kali. Tahun 2019 current ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk kembali turun menjadi 0,2 kali. Dan Tahun 2020 current ratio PT Telekomunikasi Indonesia, stagnan pada 0,2 kali.

Sedangkan rata-rata current ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama 2016-2020 sebesar 0,7 kali.

Gambar 4.1 Tren Analisis Current Ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020

0 0.5 1 1.5

2016 2017 2018 2019 2020

Current Ratio

Berdasarkan gambar di atas diketahui bahwa current ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama 2016-2020 membentuk tren menurun. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk dalam membayar kewajiban lancarnya mengalami penurunan. Karena hutang lancarnya setiap tahun mengalami peningkatan.

b. Quick Ratio

Quick ratio merupakan rasio antara aktiva lancar sesudah dikurangi persediaan dengan hutang lancar. Formula yang digunakan dalam menghitung current ratio adalah:

Asset Lancar-Persediaan Rasio Lancar: Kali

Hutang Lancar

Hasil perhitungan quick ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020 sebagai berikut:

47.701.000-584.000 Tahun 2016 = Kali

39.762.000

= 1,2 Kali

47.561.000-631.000 Tahun 2017 = Kali

45.376.000

= 1,0 Kali

43.268.000-717.000 Tahun 2018 = Kali

46.261.000

= 0,9 Kali

41.722.000-585.000 Tahun 2019 = Kali

179.486.000

= 0,2 Kali

46.503.000-983.000 Tahun 2020 = Kali

200.440.000

= 0,2 Kali

Rekapitulasi hasil perhitungan Quick Ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020 disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.2

Quick Ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020

Tahun Asset Lancar Persediaan Hutang Lancar Quick Ratio (Kali) 2016 47.701.000 584.000 39.762.000 1,2

2017 47.561.000 631.000 45.376.000 1,0 2018 43.268.000 717.000 46.261.000 0,9 2019 41.722.000 585.000 179.486.000 0,2 2020 46.503.000 983.000 200.440.000 0,2 Rata-Rata 45.351.000 700.000 102.265.000 0,7 Sumber: Data sekunden Diolah, 2021.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa quick ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020 cenderung mengalami penurunan. Tahun 2016 quick ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebesar 1,2 kali. Tahun 2017 quick ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk turun menjadi 1,0 kali. Tahun 2018 quick ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk kembali turun menjadi 0,9 kali. Tahun 2019 quick ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk kembali turun menjadi 0,2 kali. Dan Tahun 2020 quick ratio PT Telekomunikasi Indonesia, stagnan pada 0,2 kali.

Sedangkan rata-rata quick ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama 2016-2020 sebesar 0,7 kali.

Gambar 4.2 Tren Analisis Quick Ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020

Berdasarkan gambar di atas diketahui bahwa quick ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama 2016-2020 membentuk tren menurun. Kemampuan Ini menunjukkan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk memiliki beberapa kendala dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.

2. Rasio Solvabilitas

Rasio sovabilitas menunjukkan kapasitas perusahaan untuk memenuhi kewajiban baik itu jangka pendek maupun jangka panjang. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuh kewajiban-kewajiban jangka panjangnya. Dalam penelitian ini rasio solvabilitas akan diukur:

a. Debt to Equity Ratio

Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang, termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas. Formula yang digunakan dalam menghitung debt to equity ratio adalah:

0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4

2016 2017 2018 2019 2020

Quick Ratio

Total Hutang

DER: 100%

Modal

Hasil perhitungan debt to equity ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020 sebagai berikut:

74.067.000

Tahun 2016 = 100%

105.544.000

= 70,2%

86.354.000

Tahun 2017 = 100%

112.130.000

= 77,0%

88.893.000

Tahun 2018 = 100%

117.303.000

= 75,8%

103.958.000

Tahun 2019 = 100%

117.250.000

= 88,7%

126.054.000

Tahun 2020 = 100%

120.889.000

= 104,3%

Rekapitulasi hasil perhitungan Debt to Equity Ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020 disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.3

Debt to Equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020

Tahun Total Hutang Modal Debt to Equity (%)

2016 74.067.000 105.544.000 70,2

2017 86.354.000 112.130.000 77,0

2018 88.893.000 117.303.000 75,8

2019 103.958.000 117.250.000 88,7

2020 126.054.000 120.889.000 104,3

Rata-Rata 95.865.200 114.623.200 83,2

Sumber: Data sekunden Diolah, 2021.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa Debt to Equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020 bersifat fluktuatif. Tahun 2016 Debt to Equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebesar 70,2%. Tahun 2017 Debt to Equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk naik menjadi 70,0%.

Tahun 2018 Debt to Equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk turun menjadi 75,8%. Tahun 2019 Debt to Equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk kembali naik menjadi 88,7%. Dan Tahun 2020 Debt to Equity PT Telekomunikasi Indonesia, naik menjadi 104,3%. Adapun rata-rata Debt to Equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama 2016-2020 sebesar 83,2%.

Gambar 4.3 Tren Analisis Debt to Equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020

Berdasarkan gambar di atas diketahui bahwa debt to equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama 2016-2020 membentuk tren meningkat. Debt to equity menunjukkan peningkatan setiap tahunnya maka ini merupakan hal kurang baik bagi PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk karena menunjukkan bahwa PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk terlalu bergantung dari dana kreditor.

b. Debt to Assets Ratio

Rasio ini menghitung seberapa jauh dana desediakan oleh kreditur.

Rasio yang tinggi berarti perusahaan menggunakan leverage keuangan yang tinggi. Formula yang digunakan dalam menghitung debt to assets ratio adalah:

Total Hutang

DAR: 100%

Total Aktiva

Hasil perhitungan debt to assets ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020 sebagai berikut:

74.067.000

Tahun 2016 = 100%

179.611.000

= 41,2%

86.354.000

Tahun 2017 = 100%

198.484.000

= 43,5%

88.893.000

Tahun 2018 = 100%

206.196.000

= 43,1%

103.958.000

Tahun 2019 = 100%

221.208.000

= 47,0%

126.054.000

Tahun 2020 = 100%

246.943.000

= 45,2%

Rekapitulasi hasil perhitungan debt to asset ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020 disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.4

Debt to Asset PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020

Tahun Total Hutang Total Aktiva Debt to Asset (%)

2016 74.067.000 179.611.000 41,2

2017 86.354.000 198.484.000 43,5

2018 88.893.000 206.196.000 43,1

2019 103.958.000 221.208.000 47,0

2020 126.054.000 246.943.000 51,0

Rata-Rata 958.652.000 210.488.400 45,2

Sumber: Data sekunden Diolah, 2021.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa Debt to Asset PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020 cenderung naik. Tahun 2016 Debt to Asset PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebesar 41,2%. Tahun 2017 Debt to Asset PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk naik menjadi 43,5%.

Tahun 2018 Debt to Asset PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk turun menjadi 43,1%. Tahun 2019 Debt to Asset PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk kembali naik menjadi 47,7%. Dan Tahun 2020 Debt to Asset PT Telekomunikasi Indonesia, naik menjadi 51,0%. Adapun rata-rata Debt to Asset PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama 2016-2020 sebesar 45,2%.

Gambar 4.4 Tren Analisis Debt to Asset PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020

Berdasarkan gambar di atas diketahui bahwa debt to asset PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama 2016-2020 membentuk tren meningkat. Debt to asset menunjukkan peningkatan setiap tahunnya maka ini merupakan hal kurang baik bagi PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk karena semakin beresiko ketika besar utang yang digunakan untuk pembelian asetnya.

3. Rasio profitabilitas

Rasio profitabilitas merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dengan kata lain rasio ini mengukur efektivitas pengelolaan manajemen suatu perusahaan. Rasio solvabilitas ialah rasio yang mengukur sejauh mana pemenuhan kewajiban jangka panjang dan jangka pendek perusahaan dibiayai oleh utang.

Menganalisis kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk menggunakan 2 jenis rasio profitabilitas untuk mengetahui mengenai kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba. Berikut adalah jenis-jenis rasio profitabilitas yang akan digunakan yaitu:

0 10 20 30 40 50 60

2016 2017 2018 2019 2020

Debt to Asset

a. Return on Investment

Return on Investment merupakan rasio yang menunjukkan hasil atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. Return on Investment juga merupakan suatu ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelola investasinya. Formula yang digunakan dalam menghitung return on investment adalah:

Laba Bersih

ROI: 100%

Total Aktiva

Hasil perhitungan return on investment PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020 sebagai berikut:

29.172.000

Rekapitulasi hasil perhitungan return on investment PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020 disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.5

Return on Investment PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020

Tahun Laba Bersih Total Aktiva Return on Investment (%)

2016 29.172.000 179.611.000 16,2

2017 32.701.000 198.484.000 16,5

2018 26.979.000 206.196.000 13,1

2019 27.592.000 221.208.000 12,5

2020 29.563.000 246.943.000 12,0

Rata-Rata 29.201.400 210.488.400 14,0

Sumber: Data sekunden Diolah, 2021.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa Return on Investment PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020 berfluktuatif. Tahun 2016 Return on Investment PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebesar 16,2%. Tahun 2017 Return on Investment PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk naik menjadi 16,5%. Tahun 2018 Return on Investment PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk turun menjadi 13,1%. Tahun 2019 Return on Investment PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk kembali turun menjadi 12,5%. Dan Tahun 2020 Return on Investment PT Telekomunikasi Indonesia, kembali turun menjadi 12,0%. Adapun rata-rata Return on Investment PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama 2016-2020 sebesar 14,0%.

Gambar 4.5 Tren Analisis return on investment PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020

0 10 20

2016 2017 2018 2019 2020

Return on Investment

Berdasarkan gambar di atas diketahui bahwa return on Investment PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama 2016-2020 membentuk tren menurun. Return on Investment menunjukkan penurunan setiap tahunnya hal ini menunjukkan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk mulai mengalami kendala dalam mendapatkan tingkat pengembalian atas invetasi yang telah dilakukan.

b. Return on Equity

Return on Equity merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri pada perusahaan. Formula yang digunakan dalam menghitung return on equity adalah:

Laba Bersih

ROE: 100%

Modal

Hasil perhitungan return on equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020 sebagai berikut:

29.172.000

Tahun 2016 = 100%

105.544.000

= 27,6%

32.70.1000

Tahun 2017 = 100%

112.130.000

= 29,2%

26.979.000

Tahun 2018 = 100%

117.250.000

= 23,0%

27.592.000

Tahun 2019 = 100%

117.250.000

= 23,5%

29.563.000

Tahun 2020 = 100%

120.889.000

= 25,6%

Hasil rekapitulasi return on equiry PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020 disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.6

Return on Equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020

Tahun Laba Bersih Modal Return on Equity (%)

2016 29.172.000 105.544.000 27,6

2017 32.70.1000 112.130.000 29,2

2018 26.979.000 117.303.000 23,0

2019 27.592.000 117.250.000 23,5

2020 29.563.000 120.889.000 24,5

Rata-Rata 29.201.400 114.623.200 25,6

Sumber: Data sekunden Diolah, 2021.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa Return on Equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020 berfluktuatif. Tahun 2016 Return on Equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebesar 27,6%. Tahun 2017 Return on Equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk naik menjadi 29,2%.

Tahun 2018 Return on Equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk turun menjadi 23,0%. Tahun 2019 Return on Equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk kembali naik menjadi 23,5%. Dan Tahun 2020 Return on Equity PT Telekomunikasi Indonesia, kembali naik menjadi 24,5%. Adapun rata-rata

Return on Equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama 2016-2020 sebesar 25,6%.

Gambar 4.6 Tren Analisis return on equity PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020

Berdasarkan gambar di atas diketahui bahwa return on Investment PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama 2016-2020 membentuk tren menurun. Return on equity menunjukkan penurunan setiap tahunnya hal ini menunjukkan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk belum efisien dalam penggunaan modal, juga pengembalian laba bersih atas modal yang diinvestasikan oleh pemilik perusahaan dalam keadaan kurang baik.

4. Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Atau dapat pula dikatakan rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi (efektivitas) pemanfaatan sumber daya perusahaan. Adapun jenis-jenis rasio aktivitas yang digunakan dalam Menganalisis kinerja keuangan PT.

Telekomunikasi Indonesia, Tbk yaitu:

a. Inventori Turn Over 0

5 10 15 20 25 30 35

2016 2017 2018 2019 2020

Return on Equity

Inventori Turn Over (Perputaran persediaan) merupakan kemampuan dana yang tertanam dalam sediaan berputar dalam suatu periode tertentu, atau likuiditas dari sediaan dan tendensi untuk adanya overstock. Formula yang digunakan dalam menghitung inventori turnover adalah:

Penjualan

ITO: Kali Persediaan

Hasil perhitungan inventori turnover PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020 sebagai berikut:

Rekapitulasi hasil perhitungan inventori turnover PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020 disajikan pada tabel berikut

Tabel 4.7

Inventori Turn Over PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020

Tahun Penjualan Persediaan Inventori Turn Over (Kali)

2016 116.333.000 584.000 199,2

2017 128.256.000 631.000 203,3

2018 130.784.000 717.000 182,4

2019 135.567.000 585.000 231,7

2020 136.462.000 983.000 138,8

Rata-Rata 129.480.400 700.000 191,1

Sumber: Data sekunden Diolah, 2021.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa Inventori Turn Over PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020 berfluktuatif. Tahun 2016 Inventori Turn Over PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebesar 199,2 kali.

Tahun 2017 Inventori Turn Over PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk naik menjadi 203,3 kali. Tahun 2018 Inventori Turn Over PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk turun menjadi 182,4 kali. Tahun 2019 Inventori Turn Over PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk kembali naik menjadi 231,7 kali. Dan Tahun 2020 Inventori Turn Over PT Telekomunikasi Indonesia, kembali turun menjadi 138,8 kali. Adapun rata-rata Inventori Turn Over PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama 2016-2020 sebesar 191,1%.

Gambar 4.7 Tren Analisis Inventori Turn Over PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020

0 50 100 150 200 250

2016 2017 2018 2019 2020

Inventori Turn Over

Berdasarkan gambar di atas diketahui bahwa inventori turnover PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama 2016-2020 membentuk tren fluktuatif.

Inventori turn over menunjukkan pergerakan fluktuatif setiap tahunnya hal ini menunjukkan kemampuan manajemen dan kualitas persediaan barang dagang PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk dalam melakukan aktivitas penjualan kurang baik.

b. Total Assets Turnover

Total assets turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva. Formula yang digunakan dalam menghitung total assets turnover adalah:

Penjualan

TATO: Kali Total Aktiva

Hasil perhitungan inventori turnover PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020 sebagai berikut:

116.333.000

Tahun 2016 = Kali

179.611.000

= 0,6 Kali 128.256.000

Tahun 2017 = Kali

198.484.000

= 0,6 Kali 130.784.000

Tahun 2018 = Kali

206.196.000

= 0,6 Kali

135.567.000

Tahun 2019 = Kali 221.208.000

= 0,6 Kali 136.462.000

Tahun 2020 = Kali

246.943.000

= 0,6 Kali

Rekapitulasi hasil perhitungan total assets turnover PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020 disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.8

Total Asset Turn Over PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020

Tahun Penjualan Total Aktiva Total Asset Turn Over (Kali)

2016 116.333.000 179.611.000 0,6

2017 128.256.000 198.484.000 0,6

2018 130.784.000 206.196.000 0,6

2019 135.567.000 221.208.000 0,6

2020 136.462.000 246.943.000 0,6

Rata-Rata 129.480.400 210.488.400 0,6

Sumber: Data sekunden Diolah, 2021.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa Total Asset Turn Over PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020 konstan. Tahun 2016-2020 Total Asset Turn Over PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebesar 0,6 kali.

Begitupun dengan rata-rata Total Asset Turn Over PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama 2016-2020 sebesar 0,6 kali.

Gambar 4.8 Tren Analisis Total Asset Turn Over PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk 2016-2020

Berdasarkan gambar di atas diketahui bahwa total asset turn over PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama 2016-2020 mengalami nilai yang konstan. Total asset turn over menunjukkan nilai konstan setiap tahunnya, hal ini menunjukkan bahwa PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk belum dapat dapat memanfaatkan dan mengelola asset perusahaan untuk meningkatkan penjualan produk.

Terjadinya kondisi konstan pada PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk selama tahun 2016-2020 disebabkan penjulan yang dilakukan cenderung stabil begitupun dengan total aktiva perusahaan. Ketika kondisi ini dibiarkan khususnya pengelolaan asset untuk menghasilkan penjualan yang lebih baik maka perusahaan akan mengalami kerugian karena laba yang diperoleh juga menurun.

Hasil analisis rasio keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.

dengan menggunakan rumus-rumus rasio dan menggunakan pendekatan Time Series Selanjutnya akan dibandingkan dengan standar industri. Hasil perbandingan kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk dengan standar industri dapat di lihat pada tabel berikut:

0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7

2016 2017 2018 2019 2020

Total Asset Turn Over

45 Tabel 4.9

Perbandingan Rasio dengan Standar Industri

No. Rasio Standar Industri Tahun Rata-Rata

2016 2017 2018 2019 2020

1

Rasio Likuiditas

Current Ratio 2 Kali 1,2 kali 1,0 kali 0,9 kali 0,2 kali 0,2 kali 0,7 kali

Hasil Tidak Likuid Tidak Likuid Tidak Likuid Tidak Likuid Tidak Likuid Kurang Baik

Quick Ratio 1,5 kali 1,2 kali 1,0 kali 0,9 kali 0,2 kali 0,2 kali 0,7 kali

Hasil Tidak Likuid Tidak Likuid Tidak Likuid Tidak Likuid Tidak Likuid Tidak Baik

2

Rasio Solvabilitas

Debt to Equity Ratio 90% 70,2% 77,0% 75,8% 88,7% 104,3% 83,2%

Hasil Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Baik Kurang Baik

Debt to Asset Ratio 35% 41,2% 43,5% 43,1% 47,0% 51,0% 45,2%

Hasil Baik Baik Baik Baik Baik Baik

3

Rasio Profitabilitas

Return on Investment 30% 16,2% 16,5% 13,1% 12,5% 12,0% 14,0%

Hasil Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik

Return on Equity 40% 27,6% 29,2% 23,0% 23,5% 24,5% 25,6%

Hasil Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik

4

Rasio Aktivitas

Inventory Turn Over 20 kali 199,2 kali 203,3 kali 182,4 kali 231,7 kali 138,8 kali 192,1 kali

Hasil Baik Baik Baik Baik Baik Baik

Total Asset Turn Over 2 kali 0,6 kali 0,6 kali 0,6 kali 0,6 kali 0,6 kali 0,6 kali Hasil Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik Sumber: Data Sekunder Diolah, 2021.

53 C. Pembahasan

Kinerja keuangan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk dianalisis berdasarkan analisis rasio keuangan berupa rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan aktivitas.

1. Keadaan Likuiditas PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016-2020

Analisis rasio likuiditas PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk diukur dengan current ratio dan quick ratio. Berdasarkan hasil perhitungan current ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk menunjukkan bahwa selama tahun 2016-2020 mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk dalam membayar kewajiban lancarnya

Analisis rasio likuiditas PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk diukur dengan current ratio dan quick ratio. Berdasarkan hasil perhitungan current ratio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk menunjukkan bahwa selama tahun 2016-2020 mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk dalam membayar kewajiban lancarnya

Dokumen terkait